dosa-dosa
PENJABARAN TUNTAS 70 DOSA BESAR
MENURUT AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH
, iaKhniHa(i,B
DOSA-DOSA
BESAR
Judul Asli:
Al-Kabair
Penulis:
Syamsuddin Muhammad bin ‘Utsman bin Qaimaz At-Turkmaniy Al-
Fariqiy Ad-Dimasyqiy Asy-Syafi'iy
Penerbit:
Maktabah Al-Malik Fahd Al-Wathaniah
Penerjemah: Abu Zufar Imtihan Asy-Syafi’i, Editor: Abu Fatiah Al-
Adnani, Qosdi Ridlwanullah, Desain Cover: Naka’s Abee, Layout:
Azus, Penerbit: Pustaka Arafah - Solo, Cetakan: V. Mei 2007.
Perpustakaan Nasional RI : Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Dosa-dosa Besar / Syamsuddin Muhammad bin ‘Utsman bin Qaimaz At-Turkmaniy Al-Fariqiy Ad-
Dimasyqiy Asy-Syafi'iy ; penerjemah, Abu Zufar Imtihan Asy-Syafi’i ; Penyunting, Abu Fatiah Al-
Adnani, -- Solo : Pustaka Arafah, 2007.
418 hlm. ; 24 cm.
Judul asli : Al-Kabair
ISBN 978-979-3746-61-6
Ds:i>%a Besar
I
http://www.eboobimislimgratis.blogspot.co.id
Pengantar
Alhamdulillah...
Keberadaan sebuah masyarakat yang hidup didampingi oleh
seorang nabi tentunya berbeda dengan mereka yang jauh dari nabi.
Semakin jauh jarak sebuah umat dengan nabi mereka, maka semakin
beragam pula bentuk penyimpangan mereka. Jikalau ada suatu kaum
yang hidup dengan nabi mereka namun justru penyimpangan mereka
teramat parah, mungkin hanya umat Bani Israel saja yang mengala-
minya. Di satu masa yang jumlah nabi mereka mencapai ratusan ribu,
justru mereka berada pada puncak penyimpangan dan pelanggaran.
Ada sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa diantara pemimpin
mereka ada yang pernah membunuh 70.000 nabi hanya dalam sehari.
Demikianlah dosa terbesar yang pernah terjadi pada Bani Israel.
Pada umat selain mereka kita dapatkan bahwa dosa terbesar yang
menimpa mereka adalah syirik kepada Allah, mulai dari Nabi Nuh,
Ibrahim, Hud, Yusuf hingga nabi terakhir Muhammad Termasuk
didalamnya perbuatan zina, judi, khamr dan dosa-dosa besar lainnya.
Dalam hal ini al-Qur'an banyak bercerita tentang mereka dan nasib
akhir yang bakal mereka temui kelak di hari kiamat berupa adzab yang
amat pedih yang tak terperikan.
Tidak dipungkiri bahwa umat Islam hari ini adalah umat yang
jaraknya paling jauh dari nabi mereka, dan kita sadari bahwa kondisi
mereka secara umum benar-benar telah jauh dari tuntunan yang dibawa
oleh Rasulullah Secara kwalitas maupun kwantitas tidak kita
dapatkan pelanggaran dan dosa yang dilakukan oleh manusia di
sepanjang masa yang lebih parah dari zaman ini, bahkan dosa-dosa
besar sudah menjadi aktivitas rutin mereka sehari-hari. Diantara mereka
yang berbuat ada yang tidak mengerti hukum dan akibatnya, dan ada
Pengantar Penerbit ►► 5
pula yang telah mengerti namun meremehkannya, padahal jelas bahwa
semua dosa besar merupakan penyebab siksa dan ancaman di akhirat
yang tak seorangpun mengetahui kedahsyatannya kecuali Allah .
Rasulullah telah menjabarkan secara terperinci akan berbagai
aosa yang akan mencampakkan manusia ke dalam kebinasaan yang
cekal. Banyak diantara ulama baik salaf maupun khalaf yang
mengumpulkan hadits-hadits tentang dosa besar dan agar senantiasa
waspada dan berhati-hati agar tidak terjerumus dalam murka Allah
dan laknat-Nya yang mengerikan.
Diantara kitab yang menjelaskan tentang dosa-dosa besar secara
detail dan lengkap adalah apa yang ditulis oleh seorang ulama salaf,
Imam Syamsuddin Adz-Dzahabi. Kitab beliau yang mengupas dosa-
dosa besar “Al-Kabair” termasuk diantara kitab yang paling banyak
mendapatkan perhatian para ulama didalam mengambil rujukan.
Kitab Al-Kabair merupakan karya beliau yang mula-mula beliau
tulis khusus bagi “pembaca khusus”. Di dalam kitab ini beliau
menampilkan topik-topik yang menarik bagi mereka serta memberi
manfaat bagi dien dan dunia mereka. Dengan bahasa yang mudah
dipahami, Adz-Dzahabi mampu menjelaskan bagian-bagian yang sulit,
yang biasa didapati dalam kitab-kitab ilmiyah yang membahas topik
khusus, buah karya para ulama dan para pencari ilmu.
Ungkapan-ungkapan beliau dalam kitab ini laksana petuah seorang
“wa’izh mursyid” (pemberi peringatan nan bijak) yang menceritakan
kemashlahatan manusia dan meluruskan aqidah serta perilaku mereka.
Adz-Dzahabi memaparkan semua pembahasan dengan bahasa yang
sederhana, mudah dipahami, jelas dan menarik. Beliau menjauhi hal-
hal yang rumit, samar dan dibuat-buat. Maka jadilah kitab ini berguna
bagi para khatib, pemberi peringatan, pemberi petuah bagi orang-or-
ang yang lalai dan bingung, serta menjadi teguran bagi ahli maksiat
dan orang-orang yang menyimpang. Selain itu ia juga menjadi penuntun
bagi orang-orang yang memiliki tekad membaja didalam menempuh
jalan Allah, jalan al-haq, jalan kebenaran.
Kami suguhkan terjemahan buku ini ke hadapan pembaca dengan
harapan bahwa kami memiliki andil dalam mengingatkan kepada
manusia akan bahaya dosa-dosa ini. Semoga keberadaan kitab ini
mampu mengingatkan kita agar senantiasa waspada dan berhati-hati
dalam meniti hidup yang penuh dengan ujian. Amin
6
Dl'sa
DJ'sa
Besar
Beliau adalah Syamsuddin Muhammad bin ‘Utsman bin Qaimaz
At-Turkmaniy Al-Fariqiy Ad-Dimasyqiy Asy-Syafi'iy yang lebih masyhur
dengan Adz-Dzahabi.
Beliau dilahirkan di Damaskus pada tahun 673 H/ 1274 M.
Beliau menuntut ilmu dari para Syaikh di negeri Syam, Mesir, dan
Hijaz. Beliau juga mengunjungi berbagai negeri untuk tujuan ini. Beliau
memiliki kapabilitas yang tinggi dalam berbagai disiplin ilmu;
khususnya qira’at Al-Qur’an dan Hadits. Kenalan-kenalan beliau
mengakui hafalan beliau. Beliau digelari dengan ‘Imamul Wujud Hifzhan'
(imamnya semua yang ada dalam hal hafalan), 'Syaikhul jarhi wat Ta’dil'
(pakar dalam menilai ketsiqqahan perawi), dan ‘Rajulur Rijal fi kulit
Sabil’ (satu dari seribu orang dalam seluruh disiplin ilmu). Suara beliau
terdengar sampai ke ufuk dan para penuntut ilmu dari berbagai negeri
pun menimba ilmu dari beliau.
Dalam kitab Mu'jam karya beliau, tercatat seribu tiga ratus syaikh
yang darinya beliau sempat mengkaji ilmu dari mereka, juga yang beliau
ajari dan beliau bacakan. Di antara mereka adalah para ulama besar
yang terkenal dan para pengarang yang ternama.
Semasa hidup, beliau sempat mengayahi beberapa jabatan ilmiah
di Damaskus. Namun sejak penglihatan beliau buta pada tahun 741 H.
beliau menghentikan diri dari aktivitas ta’lif (menulis buku). Beliau
mencukupkan diri dengan mengajar sampai ajal menjelang pada har:
ketiga bulan Dzulqa’dah 747 H/ 1348 M. Beliau dimakamkan c;
pekuburan Al-Bab Ash-Shaghlr’ di Damaskus.
Imam adz-Dzahabiy mewariskan karya-karya ilmiah yang agung.
Beliau menuliskannya dalam buku-buku beliau yang berjumlah sekitar
Biografi Penulis ►► 7
90 buah, mencakup bidang hadits, sejarah, biografi, dan sebagainya.
Karya terbesar beliau adalah Tarikhul Islam, Siyarul A’lam, Mizanul l’tidal,
Al-Musy tabah fi Asma’ ir Rijal, Tajridul Ushul fi Ahaditsir rasul, dan masih
banyak yang lainnya. Hampir semua kitab beliau tercetak dan tersebar.
Karya-karya Adz-Dzahabi sudah banyak diperbincangkan oleh para
ulama dahulu dan sekarang. Mereka juga telah menulis berbagai artikel
dan kajian tentang beliau yang dimuat dalam risalah-risalah dan majalah-
majalah, baik yang berbahasa Arab maupun yang ber-bahasa asing.
Semuanya mengakui ketinggian ilmu dan keutamaan-nya. Karya-karya
ilmiyah yang diwariskan oleh beliau banyak mendapat pujian dan telah
memberi manfaat bagi generasi semasa beliau dan generasi-generasi
sesudahnya sampai sekarang.
Kitab Al-Kabair merupakan karya beliau yang mula-mula beliau
tulis khusus bagi ‘pembaca khusus’. Di dalam kitab ini beliau
menampilkan topik-topik yang menarik bagi mereka serta memberi
manfaat bagi dien dan dunia mereka. Dengan bahasa yang mudah
dipahami, Adz-Dzahabi mampu menjelaskan bagian-bagian yang sulit,
yang biasa didapati dalam kitab-kitab ilmiyah yang membahas topik
khusus, buah karya para ulama dan para pencari ilmu.
Ungkapan-ungkapan beliau dalam kitab ini laksana petuah seorang
‘wa'izh mursyid’ (pemberi peringatan nan bijak) yang mencitakan
kemaslahatan manusia dan meluruskan aqidah serta perilaku mereka.
Adz-Dzahabi memaparkan semua pembahasan dengan bahasa yang
sederhana, mudah dipahami, jelas, dan menarik. Beliau menjauhi hal-
hal yang rumit, samar, dan dibuat-buat. Maka jadilah kitab ini berguna
bagi para khatib, pemberi peringatan, pemberi petuah bagi orang-
orang yang lalai dan bingung, serta menjadi teguran bagi ahli maksiat
dan orang-orang yang menyimpang. Selain itu ia juga menjadi penuntun
bagi orang-orang yang memiliki tekad membaja di dalam menempuh
jalan Allah, jalan al-haq, jalan kebenaran.
8 D:o%n Besar
Pengantar Penerbit — 5
Biografi Penulis — 7
Daftar Isi — 9
DOSA-DOSA BESAR — 13
01. SYIRIK (Mempersekutukan Allah) — 17
02. MEMBUNUH — 23
03. SIHIR — 29
04. MENINGGALKAN SHALAT — 33
05. TIDAK MEMBAYAR ZAKAT — 53
06. BERBUKA DI SIANG HARI PADA BULAN RAMADLAN
TANPA UDZUR — 61
07. MENINGGALKAN HAJI PADAHAL MAMPU — 63
08. MENDURHAKAI ORANG TUA — 65
09. MEMUTUS HUBUNGAN KERABAT — 77
10. ZINA — 81
11. LIWATH (HOMOSEKS) — 89
12. RIBA — 99
13. MEMAKAN HARTA ANAK YATIM DAN MENZHALIMINYA
— 105
14. BERBUAT DUSTA TERHADAP ALLAH DAN RASULULLAH
— 113
15. MELARIKAN DIRI DARI MEDAN PERANG — 115
16. PEMIMPIN PENIPU DAN PENGANIAYA RAKYAT — 117
Daftar Isi ►► 9
17. SOMBONG DAN YANG SEJENISNYA — 125
18. KESAKSIAN PALSU — 129
19. MINUM MINUMAN KERAS — 131
20. BERJUDI — 145
21. MENUDUH WANITA MUKMINAH BERBUAT ZINA — 151
22. GHULUL TERHADAP HARTA GHANIMAH, BAITUL MAL
DAN ZAKAT — 155
23. MENCURI— 159
24. MENYAMUN — 165
25. SUMPAH PALSU — 167
26. BERBUAT ANIAYA — 173
27. MEMUNGUT CUKAI — 191
28. MEMAKAN BARANG HARAM — 195
29. BUNUH DIRI — 201
30. BANYAK BERDUSTA — 205
3 1 . HAKIM YANG JAHAT — 213
32. MENERIMA SUAP — 217
33. PEREMPUAN MENYERUPAI LELAKI DAN SEBALIKNYA —
221
34. LELAKI YANG MEMBIARKAN ISTRINYA BERBUAT SERONG
(j DAYYUTS ) — 225
35. MUHALLIL DAN MUHALLIL LAHU — 229
36. TIDAK MENJAGA DIRI DENGAN SEKSAMA TERHADAP AIR
SENI — 233
37. RIYA’ — 237
38. MENUNTUT ILMU UNTUK DUNIA DAN MENYEM-
BUNYIKAN ILMU — 241
39. KHIANAT — 245
40. MENGUNGKIT-UNGKIT PEMBERIAN — 249
41. MENDUSTAKAN TAKDIR — 253
42. MENGUPING RAHASIA ORANG LAIN — 263
43. NAMIMAH (MENGADU DOMBA) — 265
44. BANYAK MELAKNAT — 273
45. MENIPU DAN MENGINGKARI JANJI — 281
46. MEMBENARKAN DUKUN DAN TUKANG RAMAL — 285
io I Besar
47. DURHAKA KEPADA SUAMI — 291
48. MENGGAMBAR DAN MELUKIS — 305
49. MEMUKUL WAJAH, MENJERIT-JERIT, MEROBEK BAJU,
MENGGUNDULI KEPALA DAN BERSUMPAH SERAPAH DI
KALA MENGALAMI MUSIBAH — 309
50. BERTINDAK MELAMPAUI BATAS — 333
51. BERTINDAK SEMENA-MENA TERHADAP ORANG YANG
LEMAH, BUDAK, ISTRI, DAN BINATANG — 337
52. MENYAKITI TETANGGA — 349
53. MENYAKITI ORANG-ORANG ISLAM DAN MENCELA
MEREKA — 353
54. MENYAKITI HAMBA ALLAH DAN BERTINDAK LALIM
TERHADAP MEREKA — 359
55. ISBAL (MENJULURKAN KAIN DI BAWAH MATA KAKI
DENGAN SOMBONG) — 363
56. MEMAKAI KAIN SUTERA DAN EMAS BAGI KAUM LELAKI
— 367
57. BUDAK YANG MELARIKAN DIRI DARI TUANNYA — 369
58. MENYEMBELIH KARENA SELAIN ALLAH — 371
59. MENASABKAN DIRI KEPADA SELAIN BAPAKNYA SENDIRI
— 375
60. BERDEBAT DAN BERSENGKETA — 377
61. MENAHAN KELEBIHAN AIR DARI ORANG YANG
MEMERLUKAN — 383
62. MENGURANGI TIMBANGAN DAN UKURAN — 385
63. MERASA AMAN DARI MAKAR ALLAH — 389
64. BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH — 395
65. MENINGGALKAN SHALAT JAMAAH LALU MENGERJAKAN-
NYA SENDIRIAN TANPA UDZUR — 399
66. TERUS-MENERUS MENIGGALKAN SHALAT JUM’AT DAN
SHALAT JAMAAH TANPA HALANGAN — 401
67. MENDATANGKAN KERUGIAN DALAM WASIAT —407
68. MAKAR DAN TIPU DAYA — 409
69. MEMATA-MATAI ORANG ISLAM DAN MEMBEBERKAN
RAHASIA MEREKA— 411
70. MENCELA SALAH SEORANG SAHABAT NABI — 413
Daftar Isi ►► I I
DOSA-DOSA BESAR
Definisi Kabair (Dosa-Dosa Besar)
Segala puji bagi Allah Rabb alam semesta. Tiada permusuhan
kecuali terhadap orang-orang yang zhalim. Shalawat dan salam semoga
terlimpahkan kepada Muhammad, utusan yang paling mulia dan imam
orang-orang yang bertakwa, juga kepada seluruh keluarga dan para
sahabat beliau semuanya.
Kitab ini membahas berbagai macam hal yang termasuk dosa-dosa
besar dan diharamkan/dilarang.
Pengertian kabair adalah semua larangan Allah dan Rasulullah
yang tercantum di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta atsar dari
para salafus shalih.
Allah menjamin bagi siapa saja yang menjauhi dosa-dosa besar
dan perkara-perkara yang diharamkan akan diampuni semua dosa-dosa
kecil yang dilakukannya. Allah berfirman:
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu
mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu
yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). (An-
Nisa’: 31)
Berdasarkan nash di atas, Allah menjamin surga bagi yang
menjauhi dosa-dosa besar.
Dosa-Dosa Besar ►► I 3
Allah juga berfirman:
/ , O ' O J
£*J>- ' yk J'
V 'fSS
Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-
perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf (As-Syura:
37)
5
jl Uiit Vi
^ i
f » f ' y ^ *
_'Vl /gjjl
“(Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain
dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Rabbmu Maha Luas
ampunanNya.” (An-Najm: 32)
Rasulullah Jj|| bersabda:
/ / J| j * *' y ' ' ' ' * ' ' J ^ ^ ' J f * 2 ' 'S* ',
1^1 J J g ‘‘j L«J -J L /3. J» J 0 L /9 A J J jLai\
slJU) }}k>S\
"Shalat lima waktu, shalat Jumat, dan puasa Ramadlan menghapuskan dosa-
dosa yang dilakukan di sela-selanya jika dosa-dosa besar telah dijauhi."1
Dari sini lazim bagi kita untuk meneliti apa saja yang termasuk
kabair supaya kita dan semua orang Islam bisa menjauhinya. Para ulama
-rahimahumullah- berbeda pendapat di dalam menentukannya. Ada yang
mengatakan bahwa kabair itu tujuh, berdasarkan sabda Nabi
&\ r>- J\ J&\ jS, /Ji oli jX\
v idi t jJi j» yi ydf L^Ji bf i > .y. Jl JlJ» (D N V)
"Jauhilah tujuh perkara yang merusak!" Lalu beliau menyebutkan, "Syirik
kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali karena
alasan yang dibenarkan, memakan harta anak yatim, memakan riba,
meninggalkan medan perang, dan menuduh wanita mukminah baik-baik telah
berzina."2
1 . Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/359, 400), Muslim (233). At-Tirmidzi (214), Ibnu Majah (1086), Ibnu
Khuzaimah (314), dan Ibnu Hibban (1733); dari Abu Hurairah,
2. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2766. 57641, Muslim (89). Abu Awanah (1/54), dan An-Nasa’i (6/
257); dari Abu Hurairah.
14
^sa Besar
Ibnu 'Abbas berkata, "Kabair itu jumlahnya lebih dekat kepada
tujuh puluh dari pada kepada tujuh."3
Demi Allah, ucapan Ibnu Abbas di atas benar adanya.3 Hadits
sebelumnya tidaklah membatasi jumlah kabair. Pendapat yang benar
dan dilandasi dengan dalil menyebutkan bahwa siapapun yang
melakukan perbuatan dosa yang memiliki had di dunia seperti;
membunuh, berzina, mencuri, atau yang pelakunya mendapat
ancaman, kemurkaan, serta laknat dari Nabi Muhammad di akhirat,
maka perbuatan itu termasuk kabair. Harus diterima pula bahwa kabair
yang satu bisa lebih besar dibandingkan dengan kabair yang lain. Adalah
Rasulullah ^ menghitung syirik sebagai salah satu kabair, padahal
pelakunya kekal di neraka dan tidak akan diampuni selama-lamanya.
Allah berfirman:
t Clj dJJj j JJu J dj ,1)1 jAB-A) 4i)! j)
“ Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia
mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang
dikehendaki-Nya." (An-Nisa’: 48 dan 116)
3. Isnadnya Shahih. Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq (19702), Ibnu Jarir (9209), dan Al-Baihaqi dalam Asy-
Syu'ab (Syu'ab Al-Iman) (290). Semua perawinya terpercaya ( tsiqah ).
4. Itu merupakan perkataan Adz-Dzahabi. Dia sendiri adalah seorang tokoh terkemuka pada abad ketujuh
Hijriyah. Lalu bagaimana kiranya komentar Imam Adz-Dzahabi bila hidup di tengah kita sekarang ini,
setelah berlalu rentang tahun sebanyak rentang waktu antara dirinya dan Ibnu Abbas?!
Dosa-Dosa Besar ►► 15
D#sa
Besar
01
SYIRIK
(Mempersekutukan Allah)
Kabair terbesar adalah syirik, mempersekutukan Allah. Syirik ada
dua; pertama menjadikan sesuatu sebagai tandingan bagi Allah dan
atau beribadah kepada selainNya, baik itu berupa batu, pohon, matahari,
bulan, nabi, guru, bintang, raja, atau pun yang lain. Inilah syirik besar
yang tentangnya, Allah berfirman:
* ~ ''t ' ' o t Z t o *
£.Ui. J dJ-'J w' jib» jisu » Aj j' jA*. 4i)l j;
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia meng-
ampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-
Nya. (An-Nisa’: 48 dan 116)
Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang
besar. (Luqman:13)
* ' > ' 2 ' ' ^ 3 o'’' A " o'' S 3 O J t'
jlIJl j AjS- > j>- XA£ Aiili ii y 4jl
Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka
pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka.
(Al-Maidah: 72)
Dan masih banyak lagi ayat yang berhubungan dengan masalah ini.
Barangsiapa mempersekutukan Allah lalu mati dalam keadaan
seperti itu sungguh ia termasuk penghuni neraka. Seperti halnya
seseorang yang beriman kepada Allah lalu mati dalam keadaan seperti
itu maka ia termasuk penghuni surga, walaupun mungkin diadzab di
neraka terlebih dulu. Rasulullah w., bersabda,
Syirik' (Mempersekutukan Allah) ►► I 7
"Maukah kalian aku beritahukan apa kabair yang paling besar." Beliau
mengulang tiga kali. Para sahabat menjawab, "Tentu, wahai Rasulullah."
Lalu Rasulullah bersabda. "Yaitu menyekutukan Allah dan durhaka kepada
kedua orang tua." Saat itu beliau bersandar lalu duduk dan melanjutkan,
'juga, kesaksian palsu, kesaksian palsu." Begitu Rasulullah mengulang-ulang
sampai-sampai kami mengatakan. "Andai beliau menghentikannya
Rasulullah bersabda, "jauhilah tujuh perkara yang memus-nahkan
Beliau menyebutkannya dan diantaranya adalah svirik. Beliau juga
bersabda:
o:
"Barangsiapa mengganti agamanya (murtad) bunuhlah ia."'
Kedua, menyertai amal dengan riva’. Allah berfirman, “Barangsiapa
mengharap perjumpaan dengan Rabbnya maka hendaklah ia mengerjakan
amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam
beribadat kepada Rabb-nya.” (Al-Kahfi: 110)
Maksud dari janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam
beribadah kepada Rabbnya' hendaknya tidak menyertakan riya' bersama
amalnya. Rasulullah bersabda:
kbl
^ J t
C-l
O Jli Jjl j w , L l/. I Jli 'a! lil , l
- > 3 fs
5" jjl Jj i ,jQ\ j > ol jyLiJl
3 -- 3 f ,
'y r*-5 y*)
's>r J L/S i * jijli LjJJI
y
"Jauhilah syirik kecil!" Mereka bertanya. "Wahai Rasulullah, apakah syirik kecil
itu?" Beliau menjawab, "Yaitu riya'. Pada hari pembalasan untuk segala yang
dikerjakan oleh manusia Allah berkata, 'Pergilah kepada orang-orang yang kalian
ingin mereka melihat amal-amal kalian. Lalu lihatlah! Adakah pahala yang
disediakannya ?"8
5. Shahih. DiriwayatKan oleh Al-Bukhari (2654. 5976, 6273), dan Muslim (87).
6. Telah disebutkan takhrij nya.
7. Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (1/282) dan Al-Bukhari (301 7, 6922); dari Ibnu Abbas.
D%%sa Besar
18
Dalam hadits qudsi Allah berfirman:
e*-»
N*.
Barangsiapa mengerjakan suatu amal, dalam hal itu ia mempersekutukan
seseorang denganku, maka amal yang dikerjakan itu untuk sekutu yang a;
angkat. Dan aku berlepas diri darinya.11
Rasulullah
bersabda:
HJ
Barangsiapa berlaku riya Allah akan memperlihatkan keburukannya. Dan
barangsiapa berlaku sumah Allah akan memperdengarkan aibnya . 10
Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi •'gg bersabda:
Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa selain
lapar dan dahaga, dan betapa banyak orang yang bangun shalat malam tetapi
tidak mendapatkan apa-apa selain berjaga. 1 1 Maksudnya jika puasa dan shalat
dikerjakan bukan untuk Allah w maka tidak ada pahalanya.
Diriwayatkan pula Rasulullah (gg Bersabda, "Perumpamaan orang
yang beramal untuk riya’ (ingin dilihat) dan sumah (ingin didengar) seperti
orang yang memenuhi kantongnya dengan kerikil lalu masuk pasar untuk
membeli sesuatu. Ketika ia membukanya di hadapan penjual ternyata
kantongnya dipenuhi kenkil dan ia pun memukulkannya ke wajahnya.
Kantongnya itu tiada manfaatnya selain omongan orang-orang bahwa ia
telah memenuhi kantongnya, la tidak mendapatkan apa-apa dari isi kan-
8. Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (5 428. 429). dan Al-Baghawi (4135): dari Mahmud bin Lubaid. Dan
Mahmud bin Lubaid meriwayatkannya dari Rafi' Bin Khudaij dengan riwayat seruoa. diriwayatkan Ath-
Thabram dalam Al-Kabiri Al-Mujam Al-Kabir. 4301 ). Ai-Mundziri berkata. Isnadnya (Ahmad) jayyid."
Syaikh Al-Albani men-sbab/b-kannya dalam Ash-Shahihah (951 i.
9. Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (5 301 ). Muslim (2985). dan Ibnu Majah (4202): dan Abu Hurairah.
10. Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (4 313). Al-Bukhari (6499. 7152). Muslim (2987). Ibnu Majah (4207).
dan Ibnu Hibban (406): dari Jundab Dan Muslim (2986) meriwayatkan dari Ibnu Abbas.
Sabda Beliau .w "Man samma’a" (Barangsiapa berlaku sumah). yakni: barangsiapa yang melakukan
amal dengan tidak ikhlas, bermaksud supaya manusia melihat dan mendengarnya.
Dan sabda Beliau *s, "Allah akan memperlihatkannya', yakni: menampakkan kepada mereka, bahwa dia
beramal seperti itu ditujukan untuk mereka, bukan semata untuk Ailah Swt (wajah-Nya).
11. Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (2373). Ibnu Khuzaimah (1997). Al-Qudha’i (1426). Ibnu Hibban
(3481). dan Ibnu Majah (1690): dari Abu Hurairah dan Ibnu Umar. Syaikh Al-Albani men-sbab/b-kannya
dalam Shahih Al-Jami'( 3490).
Syirik (Mempersekutukan Allah) ►► 19
tongnya. Begitu pula orang yang riya’ dan sum'ah dalam beramal. Ia tidak
mendapatkan apa-apa selain pujian orang-orang kepadanya. Di akhirat nanti
tiada pahalanya."u
Allah berfirman, “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan,
lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang ber terbangan.” (Al-
Furqan: 23)
Maksudnya amal-amal yang dikerjakan untuk selain mengha-
rapkan wajah Allah, Allah membatalkan pahalanya serta menjadikan-
nya bagai debu yang berterbangan, yaitu debu yang dapat dilihat dari
sebuah celah di mana cahaya matahari masuk melaluinya.
Adiy bin Hatim at-Tha’iy meriwayatkan bahwa Rasulullah y/y
bersabda, "Pada hari kiamat nanti, beberapa golongan dari manusia akan
diperintahkan menuju surga. Ketika mereka telah dekat darinya, mencium
keharumannya, menyaksikan istana-istananya, serta apa saja yang dijanjikan
oleh Allah bagi penghuninya, terdengarlah seruan, jauhkanlah mereka darinya!
Sesungguhnya mereka tidak mendapatkan sesuatu pun dari segala yang ada di
sana!' Maka merekapun kembali dengan segala kerugian dan penyesalan. Belum
pernah ada orang yang kembali dengan kerugian dan penyesalan yang melebihi
mereka. Mereka pun berkata, 'Duh Rabb kami, andai saja Engkau masukkan
kami ke dalam neraka sebelum Engkau perlihatkan kepada kami pahala yang
Engkau janjikan bagi para waliMu niscaya neraka itu terasa lebih ringan bagi
kami.' Allah ta'ala menjawab, 'justru itulah yang Aku kehendaki bagi kalian!
Dulu dalam kesendirian kalian sengaja melakukan dosa-dosa besar di
hadapanKu. Adapun jika bertemu dengan orang-orang kalian menampakkan
diri sebagai orang-orang yang berbakti. Kalian memperlihatkan amal kepada
mereka berbeda dengan yang kalian persembahkan kepadaKu dari hati kalian.
Kalian menyegani orang-orang dan tidak kepada-Ku. Kalian memuliakan mereka
dan tidak memuliakanKu. Kalian meninggal-kan dosa-dosa besar karena manusia
dan bukan karena Aku. Maka hari ini Aku timpakan kepada kalian siksaanKu
yang terpedih serta Aku haramkan atas kalian limpahan pahala dariKu."13
12. Dha 7f (lemah). Penulis menyebutkannya sebagai hadits dan menyebutkan riwayat tersebut dengan memakai
shighah tamridh. yaitu lafazh yang dipakai, yang mengindikasikan dha'ifmya riwayat tersebut. Akan tetapi
sebenarnya perkataan tersebut bukanlah hadits, namun hanya sekedar ucapan dari ahli bijak, sebagaimana
yang dikatakan oleh Ibnu Hajar Al-Haitsami dalam Az-Zawajir( 1/69).
13. Dha’if. Diriwayatkan oieh Ath-Thabrani dalam Al-Mu‘jam Al-Ausath (5478), dan AI-Mu‘jamAI-Kab!r{1 7/85,
86); juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam HUyah Al-Auliya’ (4/125). Al-Hafizh Al-Haitsami berkata
dalam Majma' Az-Zawaid (10/220) bahwa di dalamnya (di antara perawi-ed) ada Abu Junadah, dia lemah;
juga diriwayatkan Ibnu Hibban (3/1 55, 1 56) dalam Al-Majruhin, dan ia berkomentar, "Abu Junadah adalah
seorang syaikh yang meriwayatkan dari Al-A'masy berbagai hadits yang bukan berasal dari Al-A’masy.
Tak diperbolehkan meriwayatkan hadits dari Abu Junadah, tidak juga menjadikannya sebagai hujjah,
kecuaii bila untuk keperluan menguatkan satu riwayat lain (untuk i'tibai)". Sedangkan Ad-Daruquthni
20 I Besar
Seseorang bertanya kepada Rasulullah tentang keselamatan. Beliau
menjawab, "Hendaknya kamu tidak menipu Allah!" Orang itu bertanya
lagi, "Bagaimana Allah bisa ditipu?" Rasul menjawab, "Yaitu kamu
mengamalkan satu perintah Allah dan RasulNya tetapi bukan mengharap wajah
Allah. Takutlah kamu akan riya’, karena ia itu syirik kecil. Dan sesungguhnya
pada hari kiamat nanti orang yang riya ' itu akan dipanggil di hadapan seluruh
makhluk dengan empat nama; wahai mura'i (si pelaku riya'), hai ghaadir
(penipu), hai faajir (pendosa), dan hai khaasir (orang yang merugi), sungguh
amalmu telah sia-sia dan batal pula pahala bagimu. Kamu sudah tidak memiliki
pahala lagi di sisi Kami. Pergilah, dan ambillah pahala yang disediakan oleh
orang yang karenanya kamu beramal, hai penipu /”14
Para ahli hikmah ditanya tentang orang yang ikhlas, mereka
menjawab, "Yaitu yang menyembunyikan kebaikan-kebaikannya seperti
halnya menyimpan keburukan-keburukannya."
Ada pula yang ditanya tentang puncak ikhlas, menjawab,
“Hendaknya kamu tidak menyukai pujian dari manusia.” Fudhail bin
Iyadh berkata, “Meninggalkan amal karena manusia itu riya’, sedangkan
mengerjakannya karena mereka itu syirik. Ikhlas adalah apabila Allah
menjagamu dari keduanya.”
Ya Allah, jagalah kami dari keduanya dan ampunilah kami.
mengatakan, ia biasa memalsukan hadits. Dengan demikian hadits tersebut paling tidak derajatnya sangat
lemah sekali. Wallahu Alam.
14 Al-Hafizh Al-lraqi. dalam takhrif- nya atas kitab A/-/bya'(3/275), berkata, “la diriwayatkan oleh Ibnu Abi Ad-
Dunya dari riwayat Jabalah Al-Yahshubi dari seorang shahabat yang tidak disebutkan namanya, dan
isnadnya dha’JI.
Syirik (Mempersekutukan Allah) ►► 21
MEMBUNUH JIWA
D./sa
Besar
Allah 3« berfirman:
«J J 4_AjP 4^1
i JJL?-
J=*i O—* J
UjiP UJlP
Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka
balasannya adalah Jahannam, ia kekal di dalamnya, Allah murka kepadanya,
dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (An-Nisa’:
93)
Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak
membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan
(alasan) yang benar, dan tidak berzina. Maka barangsiapa yang melakukan
demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan
dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam
azab itu, dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman
dan mengerjakan amal saleh (Al-Furqan: 68-70)
Oleh karena itu kami tetapkan (suatu hukum) bagi bani Israel, bahwa: barang
siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (mem-bunuh)
orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka
seakan-akan dia telah membunuh seluruhnya. (Al-Maidah: 32)
Apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa
apakah dia dibunuh. (At-Takwir.8-9)
Nabi bersabda:
Membunuh Jiwa ►► 23
Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang membinasakan /ls
Lalu beliau menyebut salah satunya membunuh seorang manusia
yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang dibenarkanNya.
Seseorang bertanya kepada Nabi tyg "Dosa apakah yang paling besar
di sisi Allah ta'ala?" Beliau menjawab, " Apabila kamu mengangkat tandingan
bagi Allah, padahal Dia yang menciptakanmu." Orang itu bertanya lagi,
" Lalu apa?" Beliau menjawab, "Kamu bunuh anakmu karena khawatir akan
makan bersamamu." Orang itu bertanya lagi, "Lalu apa?" Beliau
menjawab, "Kamu berbuat zina dengan istri tetanggamu." Lalu Allah
menurunkan pembenaran atas sabda Nabi tersebut;
Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan
tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan
(alasan) yang benar, dan tidak berzina. (Al-Furqan: 68)
Rasulullah m bersabda:
O ' O
i di aIJI J jLj \j jli jllil J jLUU jJUili .o OLJ-L-Jl lil
pi Jir «Jj Jli J jLL&Jl JL L>-i JjliJi
" Apabila dua orang muslim bertemu dengan pedang terhunus, orang yang
membunuh dan yang terbunuh di neraka." Seseorang bertanya, "Wahai
Rasulullah, tentang yang membunuh bisa dimengerti, bagaimana dengan yang
terbunuh?" Beliau menjawab, " Karena ia sebenarnya sangat ingin untuk
membunuh temannya ."lD
Abu Sulaiman si&c memberi penjelasan, "Hadits ini berlaku jika
dua orang itu saling berbunuhan karena selain ta'wil. Artinya jika
keduanya berbunuhan karena kebencian yang ada diantara keduanya,
'ashabiyyah, mencari dunia, kekuasaan, atau derajat duniawi. Sedangkan
orang yang memerangi ahlul-baghy (kaum pemberontak terhadap amirul
mukminin) sesuai dengan adab yang berlaku dalam kasus itu, atau
membela diri dan atau keluarganya, maka tidak termasuk ke dalam
pengertian hadits ini. Sebab berperang dalam rangka membela diri
dengan tanpa maksud membunuh itu diperintahkan, kecuali jika or-
ang itu sangat ingin membunuh orang yang membela diri, maka ia
mesti melawannya; membunuhnya. Barangsiapa membunuh
pemberontak atau perampok sebenarnya ia tidak menginginkan untuk
15. Telah disebutkan takhrij-nya.
16. ShahJh. Diriwayatkan oleh Ahmad (5 43. 51 ). Al-Bukhari (31 , 6875), Muslim (2888), Abu Dawud (4269),
An-Nasa'i (7/125), dan Ibnu Majah (3965): dari Abu Hurairah
24 | D:D%*Besar
membunuhnya. Sebenarnya ia hanya membela diri. Oleh karena itu
jika pemberontak menghentikan tindakannya, tidak boleh diteruskan
dan tidak boleh pula dikejar. Hadits ini tidak membicarakan orang-or-
ang itu. Adapun selain orang-orang itu, artinya orang yang masuk ke
dalam konteks hadits di atas, wallahu alam. Rasulullah J[isg bersabda,
o' ' O * t 0 * 3 * Z > 0 ^ t O s '
aj J.hi \j \JlS~ i y 'J
Janganlah kalian kembali kepada kekafiran sepeninggalku nanti, yaitu kalian
saling berbunuhan!1'
Beliau juga bersabda:
Lai lo
J
o:
J?
-a~a!' J' y. 'J
Seorang hamba tetap berada di atas kelapangan diennya selama belum
menumpahkan darah haram (membunuh sesama muslim). 18
Nabi juga bersabda:
^ J* ^ Jj'
"Perkara yang pertama kali disidangkan di antara manusia pada hari kiamat
nanti adalah perkara darah.”19
Dalam hadits yang lain beliau bersabda:
sot , 0 f. s 0 t', 3 * O t f
I^jUjS I j \ JCS- /j* y* (JLAJ
-
"Sungguh, pembunuhan atas seorang mukmin itu lebih besar dari pada luluh
lantaknya dunia di sisi Allah."20
Rasul bersabda, "Yang termasuk dosa besar itu adalah; menye-kutukan
Allah, membunuh orang, dan sumpah yang membenamkan (sumpah palsu)."21
Disebut sumpah yang membenamkan karena sumpah ini
membenamkan pelakunya di neraka. Beliau bersabda,
1 7. Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/85. 87), Al-Bukhari (61 66, 6868, 7077), Muslim (66), Abu Dawud
(4686), An-Nasa’i (7/126), dan Ibnu Majah (3943); dari Ibnu Umar. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1 21 ) dan
Muslim (65); dari Jarir.
18. Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad dan Al-Bukhari (6862, 6863); dari Ibnu Umar.
19. Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (1/442). Al-Bukhari (6864, 6533), Muslim (1678), At-Tirmidzi (1397),
dan Ibnu Majah (261 5); dari Ibnu Umar.
20. Shahih. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (1395) dan An-Nasa’i (7/82); dari Ibnu Amru. Juga diriwayatkan oleh
An-Nasa’i (7/83) dari Buraidah dan Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Ghayah Al-Maram (439).
21 . Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6870), At-Tirmidzi (3024), dan An-Nasa’i (7/89); dari Ibnu Amru.
Membunuh Jiwa ►► 25
"Tidak ada jiwa yang terbunuh secara zhalim kecuali anak Adam yang pertama
ikut menanggungnya. Sebab dialah yang pertama kali mengajarkan
pembunuhan."22
Beliau bersabda:
GLp
"Barangsiapa membunuh orang kafir yang mengikat perjanjian dengan negara
Islam ia tidak akan mencium bau harum surga. Dan sungguh harum
mewanginya sudah dapat dihirup dari jarak empat puluh tahun perjalanan."23
Jika untuk membunuh orang yang terikat perjanjian saja sedemikian
halnya, lalu bagaimana dengan membunuh seorang muslim?
Rasulullah bersabda, "Ketahuilah bahwa barangsiapa membunuh
jiwa yang terikat dengan dzimmah (perlindungan) dari Allah dan RasulNya
berarti ia telah membatalkan dzimmah Allah, dan tidak akan mencium wangi
surga. Dan sungguh harum wangi surga itu telah tercium dari jarak limapuluh
tahun perjalanan."2*
Beliau bersabda:
1 4 . .'.....P- o y aJl? f'? . 'C t ' r* y* ‘ r*
" ^ " S'
fi s
4jjt j
"Barangsiapa membantu pembunuhan atas seorang muslim walau dengan
sepenggal kata niscaya akan bertemu dengan Allah sedangkan di antara kedua
matanya tertulis 'orang yang putus asa dari rahmat Allah ta'ala'."25
Sahabat Mu’awiyah meriwayatkan Rasulullah ^ bersabda:
22. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (3335) dan Muslim (1677) dari Ibnu Mas'ud.
23. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/186), Al-Bukhari (3166), An-Nasa’i (2/242), dan Ibnu Ma|ah (2686); dari Ibnu
Amru.
24. Shahih. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (1 403), Ibnu Majah (2687), dan Al-Hakim (2/1 27); dari Abu Hurairah
dan ada kelemahan di dalamnya. Namun, ada penguat dari riwayat An-Nasa’i (2/242) dan Ahmad (4/237)
dari shahabat yang tidak disebutkan namanya dan isnadnya shahih, sebagaimana perkataan Syaikh Al-
Albani dalam Ghayah Al-Maram (450) bahwa dengan dasar itulah ia men-s/iab/Mannya.
25. Dhalf. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (2620), Al-Uqaili (457), dan Al-Baihaqi (8/22). Dan Syaikh Al-Albani
men-cf/ia‘/f-kannya dalam Adh-Dha ’ifah (503).
26 I o:D%*Besar
" Setiap dosa itu bisa saja Allah mengampuninya kecuali seseorang yang mati
dalam keadaan kafir atau seseorang yang membunuh seorang mukmin dengan
sengaja."26
Kepada Allah kita memohon 'afiyah (kesejahteraan batin).
26. Shahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (4270), Ibnu Hibban (5980), dan Al-Hakim (4/351 ) dari Abu Darda'.
Dan ada penguat dari hadits (yang diriwayatkan) Mu’awiyah; yang diriwayatkan oleh Al-Hakim dan
dengannya Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits tersebut dalam Ghayah Al-Maram (441 ).
Membunuh Ji wa ►► 27
SIHIR
D#sa
Besar 1
C0
Tukang sihir itu kafir.
Allah berfirman:
o'" '''>*} S ' ' <•* s * "
O 4^oJ*xj 1 L*-*»**J ^ *
v w _y - L J
Akan tetapi setan-setan itulah yang kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada
manusia. (ATBaqarah: 102)
Dalam mengajarkan sihir kepada manusia setan tidak mempunyai
maksud kecuali agar ia menjadi musyrik.
Berkenaan dengan Harut dan Marut Allah berfirman, “Dan apa
yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaiu Harut dan
Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun
sebelum mengatakan, "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab
itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari keduanya apa yang
dengan sihir itu mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan
isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya
kepada seorangpun, kecuali dengan ijin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu
yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Dan se-
sungguhnya mereka telah tahu bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab
Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat.” (Al-
Baqarah: 102)
Anda dapat menyaksikan betapa banyak orang yang tersesat,
memasuki wilayah sihir dan menyangka bahwa hukum sihir itu haram
saja. Mereka tidak menyangka bahwa hukum sebenarnya adalah kufur.
Mereka mengajarkan ilmu Simia dan mengamalkannya, padahal ia sihir
ansich. Ada juga yang mengikat seseorang (mengguna-gunai, memelet)
dari istrinya, dan yang sejenisnya dengan kalimat-kalimat tak bermakna
Sihir ►► 29
yang kebanyakannya syirik dan kesesatan.
Hukuman bagi penyihir adalah dibunuh. Sebab sihir itu kufur
kepada Allah atau mendekatinya. Nabi •- y; bersabda, "Jauhilah tujuh
perkara yang membinasakan!" Lalu beliau menyebutkan diantaranya
sihir.27 Maka seorang hamba mestinya bertaqwa kepada Rabbnya dan
tidak memasuki wilayah yang membuatnya merugi dunia-akhirat. Telah
sampai kabar dari Nabi bahwa hukuman bagi penyihir adalah
dipancung dengan pedang.28 Namun yang benar, ini adalah pernyataan
sahabat Jundub.
Bajalah bin 'Abdah berkata, "Telah sampai kepada kami surat dari
Umar setahun sebelum wafat yang isinya, 'hendaknya kalian
membunuh semua penyihir; laki-laki dan perempuan!"29
Wahb bin Munabbih berkata, "Diantara buku-buku yang saya baca
ada yang menyebut bahwa Allah ■>,> berfirman, 'Tidak ada ilahyang berhak
diibadahi kecuali Aku. Bukanlah termasuk waliKu orang yang menyihir dan
minta disihirkan. Juga orang yang praktek dukun dan yang minta jasanya.
Juga orang yang bertathayyur (meramal nasib dengan burung) dan yang
memintanya ,"30
Ali bin Abi Thalib meriwayatkan Rasulullah bersabda,
- >
j
y \ . J
f 5 % 'Z, 3 " a " '
■ r-o-C* j jl Aj J>\j
"Tiga orang tidak masuk surga; penenggak minuman keras, pemutus tali
silaturrahim, dan pembenar sihir.”3]
27. Telah disebutkan takhrij-nya.
28. Dha’if. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (485), Ad-Daruquthni (3/114). Al-Hakim (4/460), Ath-Thabram (Al-
Kabir. 1665,1666), Ibnu Ady (1/285), dan Al-Baihaqi (8/136). Syaikh Al-Albani men-dbavT-kannya dalam
Adh-Dha’ifah (1446), namun syaikh memandang riwayat tersebut sahahih bila dikatakan sebagai hadits
mauquf . Terdapat uraian yang cukup cantik dari syaikh dalam kitab tersebut. Silahkan anda merujuknya.
29. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Abu Dawud (3043), dan Ahmad (1/190).
30. Diriwayatkan oleh Abdurrazaq (20350) dengan redaksi yang serupa dari Ka’ab secara mauqut. Dan
diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Ausath (4262) dan Al-Bazzar; dari Ibnu Abbas. Berkata Al-
Haitsami (5/117) bahwa di dalamnya ada Zam’ah bin Shalih, dia lemah. Dan diriwayatkan oleh Al-Bazar
dari Imran dengan tambahan, “ Man aqada 'uqdatan. . . ", berkata Al-Haitsami (5/1 1 7) bahwa para perawinya
adalah perawi Ash-Shahih, kecuali lshaq bin Ar-Rabi', dia terpercaya. Syaikh Al-Albani menyebutkan
dalam Shahih Al-Jami' (5435) dari Imran dengan lafal. "Laisa minna man tathayyara wa la tuthuyyira lahu
... lihat Ash-Shahihab (21 95).
31 . Diriwayatkan oleh Ahmad (4/399), Ibnu Hibban (5346), dan Al-Hakim (4/1 46) dengan men-s/iabMannya,
dan penilaian ini disepakati oleh Adz-Dzahabi. Namun penilaian atas hadits ini tidak seperti perkataan
keduanya, bahkan isnadnya dha'if. Periwayatan hadits ini bukan dari Ali, tetapi dari Abu Musa. Hadits ini
mempunyai penguat dari hadits Abi Sa'id dengan redaksi serupa, yang diriwayatkan oleh Ahmad (3/14,
1 8), di dalamnya ada kelemahan. Semoga saja riwayat ini menguatkan hadits sebelumnya. Wallahu a ’lam.
D:oh.iBesar
30
Secara marfu' Abdullah bin Mas'ud meriwayatkan,
i] jZ» Sj T'
"Sesungguhnya Ruqa, Tamaim, dan Tiwalah itu termasuk syirik."*2
Tamaim/ tamimah adalah sesuatu yang dikalungkan oleh orang-
orang jahil pada leher mereka, leher anak-anak mereka, dan binatang
peliharaan mereka. Mereka menyangka benda itu dapat menangkal 'ain.
Ini termasuk amalan jahiliyah. Siapapun yang meyakininya telah syirik.
Tiwalah adalah salah satu jenis sihir. Yaitu mengguna-gunai
perempuan agar mencintai suaminya. Hal ini dikategorikan sihir karena
orang-orang yang jahil akan menyangka bahwa hal itu dapat
memberikan pengaruh yang berbeda dengan taqdir Allah isi .
Khaththabiy berkata, "Apabila ruqyah dilakukan dengan al-Qur’an
atau dengan asmaul husna, hukumnya mubah. Sebab Nabi pernah
meruqyah Hasan dan Husain. Beliau berucap,
- 3 * * S ' ' Z'' ' ' * * t
• fS- iS -y* 4 % jlj-J „«J U» • OUJlSvj wLvP'
W s J } J - ^ ' ' ' •*-'
# <r S' '
"Kalian berdua aku mintakan perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah
yang sempurna dari setiap setan, hamah , dan 'ain lamah."33
Hanya kepada Allah-lah kita memohon pertolongan, dan
kepadaNya sajalah kita berserah diri.
32. Shahih. Diriwayatkan oleh Ahrnad (1/331 ), Abu Dawud (3883). !bnu tvlaiah (3530), Ibnu Hibban (6090). Al-
Hakim (4/309), dan Al-Baihaqi (9/350); dari Ibnu Mas'ud. Syaikh Al-Albani men-s.habiMannya dalam
Ash-Shahihah (331 ) dan Shahih Al-J&mi' (1632).
33. Shahih. Diriwayatkan oleh A!-Bukhari (3371). Abu Dawud (4737). At-Tirmidzi (2060), An-Nasai dalam
‘AmalAI-Yaumi( 1007). dan Ibnu Majah (3525); dari Ibnu Abbas.
Sihir ►► 3 I
Dihsa
Besar
04
MENINGGALKAN SHALAT
Allah berfirman:
yl) JLL >. — * ,
Alafea datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan
shaiat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui
kesesatem. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh
(Maryam: 9-60)
Ibnu Abbas berkata, "Makna menyia-nyiakan shaiat bukanlah
meninggalkannya sama sekali. Tetapi mengakhirkannya dari waktu yang
seharusnya."34
Imam para tabi'in, Sa'id bin Musayyib berkata, "Maksudnya adalah
orang itu tidak mengerjakan shaiat Zhuhur sehingga datang waktu
Ashar. Tidak mengerjakan shaiat Ashar sehingga datang Maghrib.
Tidak shaiat Maghrib sampai datang 'Isya'. Tidak shaiat 'Isya' sampai
fajar menjelang. Tidak shaiat Shubuh sampai matahari terbit.
Barangsiapa mati dalam keadaan terus-menerus melakukan hal ini dan
tidak bertaubat, Allah menjanjikan baginya 'Ghayy', yaitu lembah di
neraka Jahannam yang sangat dalam dasarnya lagi sangat tidak enak
rasanya."
Di tempat yang lain Allah berfirman:
' ,-P
t >
34. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir ( 1 6/75). dan As-Suyuthi dalam Ad-Durr Al-Mantsur (4/498) menambahkan
penlsbatan perkataan ini kepada Abd Bin Hum.aid
Meninggalkan Shaiat ?*► 3 3
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang
lupa akan shalatnya. (Al-Ma'un: 4-5)
Orang-orang lupa adalah orang-orang yang lalai dan meremeh-
kan shalat.
Sa'ad bin Abi Waqqash berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah
saw. tentang orang-orang yang lupa akan shalatnya. Beliau menjawab,
'Yaitu pengakhiran waktunya."35
Mereka disebut orang-orang yang shalat. Namun ketika mereka
meremekan dan mengakhirkannya dari waktu yang seharusnya, mereka
diancam dengan 'wail', adzab yang berat. Ada juga yang mengatakan
bahwa 'wail' adalah sebuah lembah di neraka jahannam, jika gunung-
gunung yang ada di dunia ini dimasukkan ke sana niscaya akan
melelehlah semuanya karena sangat panasnya. Itulah tempat bagi or-
ang-orang yang meremehkan shalat dan mengakhirkannya dari
waktunya. Kecuali orang-orang yang bertaubat kepada Allah ta’ala dan
menyesal atas kelalaiannya.
Di ayat yang lain Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman,
janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat
Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang
yang rugi.” (Al-Munafiqun: 9)
Para mufassir menjelaskan, "Maksud 'mengingat Allah' dalam ayat
ini adalah shalat lima waktu. Maka barangsiapa disibukkan oleh harta
perniagaannya, kehidupan dunianya, sawah-ladangnya, dan anak-anaknya
dari mengerjakan shalat pada waktunya, maka ia termasuk orang-orang yang
merugi." Demikian, dan Nabi pun telah bersabda:
«Jji Jui o
/Ls AjUdt? aD-p > jj aj
-J \1a
dj r
"Amal yang pertama kali dihisab pada hari kiamat dari seorang hamba adalah
shalatnya. Jika shalatnya baik maka telah sukses dan beruntunglah ia, sebaliknya
jika rusak, sungguh telah gagal dan merugilah ia.''M '
35. Dha’if. Diriwayatkan oleh Al-Uqaili (3/377), Ibnu Abi Hatim dalam A/-7/a/(1/1 87), dan Al-Baihaqi (2/214);
dari jalur Ikrimah bin Ibrahim, dia iemah. Semua Ulama bersepakat bahwa ia mauquf. dan ini yang lebih
benar.
36. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab (301 6); dari Abu Hurairah, dan ia lemah. Dan
diriwayatkan oleh Ath-Thayalisy, Adh-Dhiya'. dan selain mereka: Syaikh Al-Albani men-sbab/b-kannya
dalam Ash-Shahihah (1 358), dengan berbagai jalur periwayatan dan hadits-hadits penguatnya, dengan
lafal:
34 Do\a Besar
Berkenaan dengan penghuni neraka Aliah berfirman, “Apakah yang
memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menja-wab: " Kami
dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak
(pula) memberi makan orang miskin, dan kami membicarakan yang bathil
bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami
mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian" .Maka
tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberikan
syafaat.’’ (Al-Muddatstsir: 42-48)
Nabi bersabda:
Jl S' Jub i 'yS f N -V:' 1 J ' 4 UL ^ jw'1 W'
"Sesungguhnya ikatan (pembeda) antara kita dengan mereka adalah shalat.
Barangsiapa meninggalkannya, maka telah kafirlah ia."3.
Beliau juga bersabda:
a U tal' ii j yi£}\
r* 3
J*’
"Batas antara seorang hamba dengan kekafiran adalah meninggalkan shalat."3*
Rasulullah juga bersabda:
" Barangsiapa tidak mengerjakan shalat 'Ashar. terhapuslah amalnya."3'
Juga,
4jJl O
" " w . , ''
' 0 » • * ~ „ l'* (. i.
j sbwaJ' 43 J
y w-0
.wLwP PU»
jl)
Maka, apabila shalatnya baik, baik seluruh amalnya, dan apabila rusak shalatnya, rusak seluruh amalnya.
Lihat dalam ShahihAI-Jamf( 2573).
37. Hasan (baik). Diriwayatkan oleh Ahmad (5/346), At-Tirmidzi (2621 ), An-Nasa'i (1/231 ), Ibnu Majah (1079),
Ibnu Hibban (1352). Al-Hakim (1/6-7), Ai-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab (2538), dan As-Sunan (3/366); dari
Buraidan. Dan, Syaikh A!-Albani menyatakan hasan dalam ShahihAI-Jami' (4022).
38. Diriwayatkan oleh Ahmad (3/370). Muslim (82), At-Tirmidzi (2618). Ibnu Hibban (1451 ). Al-Baihaqi dalam
As-Sunan (3/366). dan Asy-Syu'ab (2536); dari Jabir.
39. Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (5/349), Al-Bukhari (553), An-Nasa’i (1/236). Ibnu Majah (694), Ibnu
Hibban (1461). A!-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab 12588); dari Buraidah. Dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan
Muslim dari Abu Hurairah dengan latai:
Seakan-akan keluarganya telah hilang terampas.
Meninggalkan Shalat ►► 35
"Barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja, sungguh telah lepaslah
jaminan dari Allah."40
Juga, " Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka
mengu-capkan 'Laa ilaaha illallah' (Tiada yang berhak diibadahi selain Allah )
dan mengerjakan shalat serta membayar zakat. Jika mereka telah memenuhinya
maka darah dan hartanya aku lindungi kecuali dengan haknya. Adapun
hisabnya maka itu kepada Allah."4'1
Rasulullah bersabda:
■ r« * Ta 1 la j I > i J li La ^ * 'jjj U
' ' 0 0 ° ' 9 - s 4 -'S \f o*''*
OUb*' t w jf* jij j jjli S-aL/Lil a j j j 15" j ilbtj \ j jli ht j j b j
u/ g/’;
"Barangsiapa menjaganya maka ia akan memiliki cahaya, bukti, dan
keselamatan pada hari kiamat nanti. Sedangkan yang tidak menjaganya maka
tidak akan memiliki cahaya, bukti, dan keselamatan pada hari itu. Pada hari
itu ia akan dikumpulkan bersama Fir'aun. Qarun. Haman, dan Ubay bin
Khalaf."42
Umar bin Khathab berkata, "Sesungguhnya tidak ada tempat dalam
Islam bagi yang menyia-nyiakan shalat."4’'
Sebagian ulama berkata, "Hanyasanya orang yang meninggalkan
shalat dikumpulkan dengan empat orang itu karena ia telah
menyibukkan diri dengan harta, kekuasaan, pangkat/ jabatan, dan
perniagaannya dari shalat. Jika ia disibukkan dengan hartanya ia akan
dikumpulkan bersama Qarun. Jika ia disibukkan dengan kekuasaannya
ia akan dikumpulkan dengan Fir'aun. Jika ia disibukkan dengan
pangkat/ jabatannya ia akan dikumpulkan bersama Haman. Dan jika
ia disibukkan dengan perniagaannya akan dikumpulkan bersama Ubay
bin Khalaf, seorang pedagang yang kafir di Mekah saat itu."
40. Hasan. Diriwayatkan oleh Ahmad (5/238). Ath-Thabrani dalam Al-Kabir{ 20/1 1 7/233, 234), dan ada beberapa
hadits penguatnya, yang membuat Syaikh Al-Albam menyatakannya sebagai hasan dalam Shahih At-
Targhib(568).
41 . Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (25) dan Muslim (22): dari Ibnu Umar.
42. Isnadnya shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (2 '69). Abd bin Humaid (353), Ad-Darimi (697.698), Ibnu
Hibban (1467). Ath-Thahawi dalam Musykil (Musykil Ai-Atsar^d) (4/229), Ath-Thabrani dalam Al-Ausath
(1788). dan Al-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab i2565i. dan isnadnya shahih.
43. Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Masait nya. dengan periwayatan anaknya, Abdullah (55), Ibnu Sa'ad (3/
350), Muhammad bin Nashr dalam Ash-Snalaiv 925). Ibnu Abi Syaibah dalam Al-lman( 103), dan Ad-
Daruquthni (2/52). Syaikh Al-Albam berkata. "Isnadnya shahih menurut syarat keduanya (Al-Bukhari dan
Muslim)."
36 I D::o ,^Besar
Mu'adz bin Jabal meriwayatkan Rasulullah bersabda:
<dJ' 4
4-0 O*
JjLs
abd
"Barangsiapa meninggalkan shalat wajib dengan sengaja, telah lepas darinya
jaminan dari Allah ."44
Umar bin Khathab meriwayatkan, telah datang seseorang kepada
Rasulullah bertanya, "Wahai Rasulullah, amal dalam Islam apakah
yang paling dicintai oleh Allah ta'ala?" Beliau menjawab, "Shalat pada
waktunya. Barangsiapa meninggalkannya sungguh ia tidak lagi memiliki
dienlagi, dan shalat itu tiangnya dien"45
Kala Umar terluka karena tusukan seseorang mengatakan, "Anda
tetap ingin mengerjakan shalat, wahai Amirul Mukminin?" "Ya, dan
sungguh tidak ada tempat dalam Islam bagi yang menyia-nyialan
shalat.", jawabnya. Lalu ia pun mengerjakan shalat meski dari lukanya
mengalir46 darah yang cukup banyak.47
Abdullah bin Syaqiq -seorang tabiin- menuturkan, "Tidak ada satu
amalan pun yang meninggalkannya dianggap kufur oleh para sahabat
selain shalat.’48
Ali bin Abi Thalib pernah ditanya tentang seorang wanita yang
tidak shalat, menjawab, "Barangsiapa tidak shalat telah kafirlah ia."49
Ibnu Mas'ud berkata, "Barangsiapa tidak shalat maka ia tidak
mempunyai dien."50
Ibnu Abbas berkata, "Barangsiapa meninggalkan shalat dengan
sengaja sekali saja niscaya akan menghadap Allah yang dalam keadaan
murka kepadanya.1'51
44. Telah disebutkan takhrij- nya.
45. Diriwayatkan oleh Al-Baihaai dalam Asy-Syu'ab (2550). Al-Baihaqi men-ctfia'/T-kannya, juga Syaikh Al-
Albani dalam Dha’ifAI-Jami’ (170).
46. Yats'abuyai\lu mengalirnya darah.
47 Telah disebutkan takhrii- nya.
48. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-iman( 137). At-Tirmidzi (2622). Muhammad bin Nashr dalam
Ta'zhim OadrAsh-Shalah (948). Syaikh Al-Albani men-sbaW/i-kannya dalam Shahih At-Targhib (564).
49. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah secara marfu'( periwayatan sampai kepada Rasulullah) dengan lafazh,
"faqadkafara (sungguh dia telah kafir)." Lihat dalam Shahih At-Targhib (230).
50. Diriwayatkan oleh Muhammad bin Nashr dalam Ta'zhim OadrAsh-Shalah, Ibnu Abi Syaibah dalam Al-
iman (2/1 84). Ath-Thabrani dalam Al-Kabir (3/19/1 ). Syaikh Al-Albani berkata, “Isnadnya hasani'
51 . Diriwayatkan oleh Muhammad bin Nashr secara mauquf (periwayatan sampai pada shahabat saja) dengan
afazh. “fagad kafara (sungguh dia teiah kafir)."
Meninggalkan Shalat ►► 37
Rasulullah bersabda, "Barangsiapa berjumpa dengan Allah dalam
keadaan menyia-nyiakan shalat. Dia tidak akan mempedulikan suatu kebaikan
pun darinya.''52
Ibnu Hazm berkata, "Tidak ada dosa yang lebih besar sesudah syirik
selain mengakhirkan shalat dari waktunya dan membunuh seorang
mukmin bukan dengan haknya."
Ibrahim an-Nakha'iy berujar, "Barangsiapa meninggalkan shalat
maka telah kafir." Hal senada diungkapkan oleh Ayvub as-Sikhtiyaniy.
'Aun bin Abdullah berkata, "Apabila seorang hamba dimasukkan ke-
dalam kuburnya, ia akan ditanya tentang shalat sebagai sesuatu yang pertama
kali ditanyakan. Jika baik barulah amal-amalnya yang lain dilihat. Sebaliknya
jika tidak baik, tidak ada satu amalan pun yang dilihat (dianggap tidak baik
semuanya) ."
Beliau bersabda, " Apabila seorang hamba mengerjakan shalat di
awal waktu, shalat itu -ia memiliki cahaya- akan naik ke langit sehingga
sampai ke 'arsy, lalu memohonkan ampunan bagi orang yang telah
mengerjakannya, begitu seterusnya sampai hari kiamat. Shalat itu berkata,
"Semoga Allah menjagamu sebagaimana kamu telah menjagaku." Dan apabila
seorang hamba mengerjakan shalat bukan pada waktunya, shalat itu -ia
memiliki kegelapan- akan naik ke langit. Sesampainya di sana ia akan dilipat
seperti dilipatnya kain yang usang lalu dipukulkan ke wajah orang yang telah
mengerjakannya. Shalat itu berkata. "Semoga Allah menyia-nyiakanmu
sebagaimana kamu telah menyia-nyiakanku ,"5’
Rasulullah bersabda:
/ . , i'*)"' ' l ' f > a s ss s
T1'- T i' Jr>r j • i) 4J * D ^v> 3bw? ^ -diil jyA i 'V T T J
i .. > * t t* ’ i * 3 , s ,1* ’ t * s? . ' ^
3 j . « 4j ejd jl Jjy Lj-Ju 0' jyU Jtj Hio
Ada tiga orang yang shalatnya tidak diterima oleh Allah; seseorang yang
memimpm suatu kaum padahal kaum itu membencinya, seseorang yang
mengerjakan shalat ketika telah lewat waktunya, dan seseorang yang
memperbudak orang yang memerdekakan diri."34
:2
Al lraqi dalam Taw\ - ■ 'JAenisbatkannya pada Ath-Thabrani dalam At-Ausath dari Anas, namun aku
D6;ummencJaps:*s' a‘5 "w sana.
Diriwayatkan oie1- Ar-~~a. a- ss (hai. 80). Al-Bazzar (350), Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab (2871 ), Al-Khatib
aa.am Tarikh- nya ■" 3 Hadits ini dha'if. lihat Dha’if Al-Jami' (400).
D:rnvayatkanolehAc_ D 593i dan Ibnu Majah (970). Haditsini dha'if dengan teks lengkapnya. Lihat
0~a''fAi-Jami'(V 9
3 8 D:D%a Besar
Beliau ££? juga bersabda, "Barangsiapa menjamu' dua shalat tanpa
udzur, sungguh ia telah memasuki pintu terbesar diantara pintu-pintu dosa
besar." 50
Marilah kita memohon taufiq dan i'anah kepada Allah, sesung-
guhnya Dia Maha Pemurah dan Maha Pengasih diantara mereka yang
mengasihi.
Pasal Mengajarkan Shalat Kepada Anak-anak
Rasulullah bersabda:
* * 9 . ** " ' ' \ ' • ♦
IgJLp a y
"Perintahkanlah kepada anak-anakmu untuk shalat jika mereka telah mencapai
umur tujuh tahun. Dan jika telah berumur sepuluh tahun pukullah dia jika
meninggalkannya."50
Dalam riwayat yang lain:
JiS ££ U J >ij vr-_ ^ l//
-Ljajjl
^ ^ 'y/ j
" Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berumur tujuh
tahun. Pukullah mereka jika meninggalkannya ketika mereka berumur sepuluh
tahun, dan pisahkanlah tempat tidur diantara mereka.”57
Imam Abu Sulaiman al-Khaththabiy berkata, "Hadits ini menun-
jukkan betapa beratnya hukuman bagi orang yang meninggalkan shalat
jika telah mencapai akil balighnya."
Sebagian sahabat Imam Syafi'i berhujjah dengan hadits ini dalam
kaitannya dengan kewajiban membunuhnya, jika ia meninggalkannya
dengan sengaja setelah baligh. Mereka berkata, "Jika ia boleh dipukul
padahal belum baligh, maka ini menunjukkan bahwa setelah baligh
55. Dha’ifjiddan (lemah sekali). Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (188). Al-Hakim (1/275), Ath-Thabrani dalam Al-
Kabir(l 1540), dan Abu Ya'la (1/2/139). At-Tirmidzi danAdz-Dzahabi men-dha‘/7-kannya, juga Syaikh Al-
Albani dalam Dha'ifAI-Jami'(5556). Hadits ini dari Ibnu Abbas.
56. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (1/137/1). Abu Dawud (494). At-Tirmidzi (407), Ad-Darimi (1431), Ath-
Thahawi dalam Al-Musykil (3/231). Ibnu Al-Jarud (147), Ad-Daruquthni (1/230/1 ), Al-Hakim (1/201 ). Hadits
ini hasan menurut Syaikh Al-Albani dalam Irwa’Al-Ghalil (1/267).
57. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (1/137/2). Abu Dawud (495, 496), Ad-Daruquthni (1/230/2), Al-Hakim
(1/197), Al-Baihaqi (7/64), Ahmad (2/187): dan Ibnu Amru, Hadits mi hasan menurut Syaikh Al-Albani
dalam Al-lrwa’ (247).
Meninggalkan Shalat ►► 39
nanti ia harus dikenai hukuman yang lebih berat darinya. Padahal tidak
ada hukuman yang lebih berat setelah pukulan selain dibunuh."
Hukum Meninggalkan Shalat
Para ulama berbeda pendapat berkenaan dengan hukum orang
yang meninggalkan shalat. Imam Malik, Syafi'i dan Ahmad berpen-
dapat hukum orang yang meninggalkan shalat adalah dipancung
dengan sebilah pedang. Selanjutnya mereka berbeda pendapat tentang
kekafirannya jika ia meninggalkannya tanpa ada udzur sehingga lewat
waktunya. Ibrahim an-Nakha'iy, Ayyub as-Sikhtiyaniy, Abdullah bin
Mubarak, Ahmad bin Hambal, dan Ishaq bin Rahuyah menya-takan
bahwa ia kafir. Mereka berhujjah dengan sabda Nabi Jj|g, "Ikatan
(pembeda) antara kita dengan mereka adalah shalat. Barangsiapa
meninggalkannya, maka telah kafirlah ia."58 Juga sabda beliau, "Batas antara
seseorang dengan kekafiran adalah meninggalkan shalat."59
Pasal
Dalam sebuah hadits disebutkan, "Sesungguhnya orang yang selalu
menjaga shalat wajib niscaya akan dikaruniai oleh Allah is. dengan lima
karamah; ditepis darinya kesempitan hidup, dijauhkan ia dari azhab kubur,
diterimakan kepadanya catatan amalnya dengan tangan kanan, ia akan
melewati shirath seperti kilat yang menyambar, dan akan masuk surga tanpa
hisab. Sebaliknya orang yang menyia-nyiakannya niscaya akan dihukum oleh
Allah dengan 14 hukuman; lima di dunia, tiga ketika mati, tiga di alam kubur,
dan tiga lagi ketika keluar dari kubur. Kelima hukuman di dunia itu adalah;
barokah dicabut dari hidupnya, 'tanda' sebagai orang shalih dihapus dari
wajahnya, semua amalan yang dikerjakannya tidak akan diberi pahala oleh
Allah, do'anya tidak akan diangkat ke langit, dan dia tidak mendapat bagian
dari do'anya orang-orang shalih. Hukuman yang menimpanya ketika mati
adalah; dia akan mati dalam kehinaan, dalam kelaparan, dan dalam kehausan.
Meskipun ia diberi minum air seluruh lautan dunia, semua itu tak mampu
menghilangkan dahaganya. Hukuman yang menimpanya di kubur adalah;
kuburnya menyempit sehingga tulang-tulang-nya ringsek tak karuan,
dinyalakan di sana api yang membara siang-malam, dan ia dihidangkan kepada
seekor ular yang bernama as-Syujd al-Aqra\ Kedua bola matanya dari api,
kuku-kukunya dari besi, dan panjang tiap kuku itu sejauh perjalanan satu
58. Telah disebutkan takhrij- nya.
59. Telah disebutkan takhrij- nya.
40 I D u ^Besar
hari. Ular itu terus-menerus melukai si mayit sambil berkata. "Akulah as-
Syuja' al-Aqra'!". Suaranya bagaikan gemuruh halilintar. "Aku diperintah
oleh Rabb-ku untuk memukulmu atas kelakuanmu yang menunda-nunda shalat
Shubuh sampai terbit matahari, juga atas shalat Zhuhur yang kau tunda-
tunda sampai masuk waktu 'Ashar, juga atas Ashar yang kau tunda-tunda
sampai Maghrib, juga atas Maghrib yang kau tunda-tunda sampai 'Isya, dan
atas 'Isya' yang kau tunda-tunda sampai Shubuh." Setiap kali ular itu
memukulnya, ia terjerembab ke bumi sedalam 70 hasta. Demikian keadaannya
sampai datangnya hari kiamat nanti. Adapun hukuman yang menimpanya
s ekeluarnya dari kubur pada hari kiamat adalah; hisab yang berat, kemurkaan
Rabb, dan masuk ke neraka."
Dalam riwayat lain disebutkan, "Pada hari kiamat nanti ia akan tampil
sedangkan di wajahnya tertulis tiga baris kalimat; Wahai si penyia-nyia hak
Allah, Wahai yang secara khusus mendapat kemurkaan dari Allah, dan
Sebagaimana kamu telah menyia-nyiakan hak Allah di dunia, maka pada
hari ini pun berputus-asalah dari rahmat Allah.’’60
Ibnu Abbas berkata, "Pada hari kiamat nanti, didatangkan
seseorang dan dihadapkan kepada Allah tk* ■ Allah memerintahkannya
untuk masuk neraka. Tapi orang itu bertanya, "Wahai Rabbku,
mengapa?" Dan Allah pun menjawab, "Untuk penundaan shalat dari
waktunya dan sumpah palsumu atas nama-Ku."61
Pada suatu hari Rasulullah berdo'a di tengah-tengah para saha-
batnya, "Ya Allah, janganlah Engkau sisakan di antara kami orang yang
'sengsara lagi terhalangi'." Lalu beliau melanjutkan, " Tahukah kalian
siapakah orang yang sengsara lagi terhalangi itu?" Para sahabat balik
bertanya, "Siapakah mereka, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, " Yaitu
orang yang meninggalkan shalat."02
60. Saya (pen-takhrij) tidak mendapatkan satu sanad pun berkenaan dengan hadits ini. Ibnu Hajar Al-Haitsami
menyebutkannya dalam Az-Zawajir (VI 36) dengan penuh perasaan risau, dan dia berkata, "Sebagian
orang mengatakan, disebutkan dalam hadits..." Kemudian dia pun menyebutkannya. Adz-Dzahabi dalam
Al-Mizan (3/653) dalam menyebutkan biografi Muhammad bin Ali Al-Abbas Al-Baghdadi Al-Aththar, bahwa
dia teiah memalsukan atas nama Abu Bakr bin Ziyad An-Naisaburi sebuah hadits batil tentang ‘orang yang
meninggalkan shalat'.
Al-Hafizh dalam Lisan Al-Mizan (5/285) berkata. “Muhammad bin Ali menyangka bahwa Ibnu Ziyad
menerimanya dari Ar-Rabi' dari Asy-Syafi’i dari Malik dari Sami dari Abu Shaiih dari Abu Hurairah dengan
me-marfu'-kannya, Man tahawana bi shalatihi 'aqabahullahu bi khamsata ‘asyara khashlatan (barangsiapa
yang melalaikan shalat, Allah akan menghukumnya dengan lima belas hal). Hadits ini sangat nampak
sekali kebatiiannya, dan ia termasuk hadits-hadits yang dibuat-buat oleh para ahli tarikat (thuruqiyyah).
Burhanuddin Al-Halabi juga telah menyebutkannya dalam AI-KasyfAI-Hatsits(h. 240).”
5r Saya belum menemukannya.
62. Saya belum menemukannya.
Meninggalkan Shalat ►► 41
Diriwayatkan bahwa wajah yang pertama kali dikelamkan pada
hari kiamat adalah wajah orang-orang yang meninggalkan shalat. Juga
bahwa di nerakajahannam ada suatu lembah yang disebut 'al-Malham.
Di situ ada ular banyak sekali. Ukurannya sebesar leher unta.
Panjangnya sejauh perjalanan satu bulan. Ular-ular itu mematuk or-
ang yang meninggalkan shalat. Bisanya akan merusak tubuh orang
yang meninggalkan shalat selama 70 tahun sebelum selanjutnya daging-
dagingnya membusuk.
Hikayat
Ada sebuah kisah, seorang perempuan dari Bani Israil menghadap
Musa berkata, "Wahai Rasulullah, aku telah melakukan, satu dosa
besar. Tapi aku telah bertaubat kepada Allah W . Untuk itu sudilah kiranya
engkau memohon kepada Allah agar mengampuni dosaku dan menerima
taubatku." Maka Musa pun bertanya, "Apakah dosa yang telah kamu
lakukan itu?" Wanita itu menjawab, "Wahai Nabi Allah, sungguh aku telah
berzina, melahirkan anak haram, lalu membunuhnya." Musa berkata lagi,
"Pergi jauhlah wahai pendosa! jangan sampai api dari langit menyambar kami
gara-gara dosa yang telah kamu lakukan itu!" Wanita itu pun meninggalkan
Musa membawa hati yang hancur. Lalu Jibril mendatangi Musa dan
berkata, Wahai Musa, Rabb bertanya kepadamu, "Mengapa kamu
menolak seorang wanita yang telah bertaubat, wahai Musa? Apakah kamu
sudah tidak mendapati yang lebih buruk darinya?" Musa balik bertanya,
"Wahai Jibril, apakah yang lebih buruk darinya?" " Meninggalkan shalat dengan
sengaja, jawab Jibril.
Hikayat lain
Dikisahkan, seseorang dari kalangan salaf turut menguburkan
saudara perempuannya vang mati. Tanpa ia sadari sebuah kantong
berisi harta yang ia bawa jatuh dan turut terkubur. Begitu pula dengan
mereka yang hadir, tak satu pun menyadarinya. Sepulang darinya,
barulah ia tersadar. Maka ia kembali ke makam dan ketika semua or-
ang telah pulang ke tempat masing-masing ia bongkar kembali makam
saudaranya itu. Dan ia pun terkejut begitu melihat api yang menyala-
nyala dari dalam makam. Serta merta ia kembalikan tanah galian, dan
pulang sambil bercucuram air mata. Mendapati ibunya ia bertanya,
"Duhai Ibunda, gerangan apakah yang telah dilakukan oleh saudara
perempuanku?" "Mengapa kau menanyakannya, Anakku?", ibunya balik
bertanya. Ia pun menjawab, "Bunda, sungguh aku melihat kuburnya
42 I D:o%Sa Besar
!
dipenuhi kobaran api." Lalu ibunya menangis dan berkata, "Wahai
anakku, dulu saudara perempuanmu terbiasa meremehkan dan
mengakhirkan shalat dari waktunya."'"’
Ini adalah keadaan mereka yang mengakhirkan shalat dari
waktunya. Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak mengerjak-
annya?! Marilah kita memohon pertolongan kepada Allah agar kita selalu
dapat menjaganya pada waktunya. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah
lagi Maha Mulia.
Pasal Ancaman Bagi Yang Meninggalkan Shalat Tanpa
Tumakninah
Allah berfirman:
s. * t s*
jdji ~ -J . ,-2-Aj L
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang
lalai dari shalatnya. (Al-Ma’un: 4-5)
Diriwayatkan, tafsir dari ayat di atas adalah orang yang menger-
jakan shalat secepat kilat, tanpa menyempurnakan ruku' dan sujudnya.
Abu Hurairah meriwayatkan, seseorang memasuki masjid dikala
Rasulullah sedang duduk di sana. Orang itu mengerjakan shalat
lalu menghampiri Nabi dan mengucapkan salam kepada beliau. Nabi
menjawab salam lalu berkata, "Kembali kerjakanlah shalat.
Sesungguhnya kamu tadi belum mengerjakannya. Maka orang itu pun
kembali mengerjakan shalat seperti yang telah dikerjakannya. Kemu-
dian ia kembali dan mengucapkan salam kepada Nabi Beliau
menjawabnya lalu berkata, "Kembali kerjakanlah shalat. Sesungguhnya kamu
tadi belum mengerjakannya." Orang itu pun kembali menger-jakannya
seperti semula. Kemudian ia kembali dan mengucapkan salam kepada
Nabi Beliau menjawabnya dan berkata, "Kembali kerjakanlah shalat.
Sesungguhnya kamu tadi belum mengerjakannya." Beliau mengulanginya
tiga kali. Mendengar itu orang tadi berkata, "Demi (Allah) yang
mengutusmu dengan kebenaran wahai Rasulullah, aku tidak bisa
mengerjakan shalat vang lebih baik dari yang sudah aku kerjakan tadi.
Karenanya ajarilah aku." Lalu Rasulullah yiy bersabda:
63. Ibnu Al-Jauzi menyebutkannya dalam kitab Al-Muqliq (no. 39). dari Al-Qurasyi berkata. "Syuwaid bin Sa’id
menceritakan kepada kami, dia berkata. Al-Hakam bin Sinan memeberitahukan kepada kami dari Amru bin
Dinar, dia berkata, lalu dia menyebutkan kisah tersebut." Isnadnya dha'if. karena adanya Al-Hakam bin
Sinan.
Meninggalkan Shalat ►► 43
i^r jidaj» ^ jus uii *j ijjsri
LJlSr
"Jika kamu berdiri untuk mengerjakan shalat, bertakbirlah. Lalu bacalah
beberapa ayat al-Qur'an sebisamu. Lalu rukulah dengan tumakninah. Lalu
angkatlah sampai kamu benar-benar berdiri tegak (i'tidal). Lalu sujudlah
dengan tumakninah. Lalu duduklah dengan tumakninah. Lalu sujudlah dengan
tumakninah. Demikian ini kerjakanlah dalam setiap (rekaat) shalatmu ."b4
Al-Badriy meriwayatkan Rasulullah bersabda:
J ^
y
c 9 z \ t
J ^
"Tidak akan diberi pahala shalat seseorang yang tulang belakangnya tidak
diluruskan ketika ruku'." (Hadits riwayat Imam Ahmad)
Hadits di atas diriwayatkan pula oleh Abu Dawud dan Tirmidzi.
Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih." Pada riwayat yang lain, "...
sehingga ia meluruskan punggungnya ketika ruku’ dan sujud."65
Inilah nash dari Nabi -yg Barangsiapa tidak meluruskan
punggungnya setelah ruku' dan sujud seperti sediakala, maka shalatnya
batal. Ini berlaku untuk shalat fardlu. Adapun tumakninah adalah ketika
setiap tulang mengambil posisi masing-masing.
Diriwayatkan pula bahwa beliau bersabda:
'jd Dj — i j
. U i JIS
Do ,
. i. e- o «
jj' U J
N_» S’ j 'h Jli
"Manusia yang paling buruk perbuatan mencurinya adalah orang yang mencuri
shalatnya." Seseorang bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah
seseorang itu mencuri shalatnya?" "Yaitu tidak menyempurnakan ruku’
dan sujudnya.", jawab Nabi.ft0
64. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (757. 6252). Muslim (397), Abu Dawud (856), At-Tirmidzi (303), An-
Nasa’i (2/124), Ibnu Majah (1060), dan Ahmad (3/437): dari Abu Hurairah.
65. Shahih . Diriwayatkan oleh Ahmad (4/119), Abu Dawud (855), Ath-Thayaiisi (h. 85), An-Nasa'i (2/183),
Ibnu Majah (870), Ad-Darimi (304). Ibnu Khuzaimah (592), Al-Baihaqi (2/117), dalam Asy-Syu'ab (2861),
dan disebutkan dalam Shahih Al-Jami' ( 7224. 7225).
66 Shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (1888), Al-Hakim (1/229), Al-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab( 2847),
dan As-Sunan (2/386): dari Abu Hurairah . Dan , ada penguat dari hadits Abu Oatadah , yang diriwayatkan
44 I D:L>%»Besar
Abu Hurairah mengabarkan bahwa Rasulullah bersabda:
f >
,
"Allah tidak akan melihat kepada seseorang yang tidak menegakkan tulang
belakangnya di antara ruku' dan sujudnya."0,
Rasulullah bersabda:
A U^.~. 'l % ^ lij
V-
iiuujl JtXL
^ y '
> o
*>Ui V; \fJ ilJl Ju jj Ixj j' li yki
"Inilah shalat seorang munafik. Duduk menunggu matahari sampai ketika ia
berada di antara dua tanduk setan (hampir tenggelam) orang itu pun berdiri
lalu shalat secepat kilat sebanyak empat rekaat. Dia tidak berdzikir kepada
Allah kecuali sedikit dalam mengerjakannya ,"6S
Abu Musa meriwayatkan, suatu hari Rasulullah mengerjakan
shalat bersama para sahabat, lalu beliau duduk. Seseorang datang,
berdiri mengerjakan shalat. Ia ruku’ dan sujud seperti mematuk (karena
cepat). Maka Rasulullah bersabda, "Lihatlah itu! Seandainya dia mati,
sungguh dia mati bukan di atas millah Muhammad Dia mematuk shalatnya
seperti seekor gagak meminum darah."""
Umar bin Khaththab //A meriwayatkan, Rasulullah ^ bersabda,
Setiap orang yang shalat pasti di sisi kanan-kirinya ada malaikat. Jika ia
mengerjakannya dengan sempurna, kedua malaikat itu akan membawa
shalatnya ke hadirat Allah i*. Sebaliknya jika tidak keduanya akan
memukulkan shalatnya ke wajahnya."70
Ubadah bin Shamit berkata, Rasulullah bersabda, "Barangsiapa
berwudlu dengan sebaik-baiknya, kemudian berdiri mengerjakan shalat,
menyempurnakan rukunya, sujudnya, serta bacaannya, niscaya shalatnya
berkata, 'Semoga Allah menjagamu sebagaimana kamu telah menjagaku.' Lalu
shalat itu -ia bersinar dan bercahaya- akan diangkat ke langit. Pintu-pintu
oleh Ad-Danmi (305). Ahmad (5/310). A!-Hakim (1/299). dan Al-Baihaqi (2/385). Juga, dari Abdullah bin
Mughaffal, yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam ketiga kitab Mu'jam- nya. Syaikh Al-Albani men-
shahih- kannya dalam Shahih Al-Jami’(%6. 986).
5" Diriwayatkan oleh Ahmad (2/525). dan sanadnya shahih.
6: Diriwayatkan oleh Malik (1/220), Muslim (622). Abu Dawud (413). At-Tirmidzi (160). An-Nasa’i (1/254),
Ad-Daruquthni (1/254). Al-Baihaqi (1/443). dan Ahmad (3/102, 103): dari Anas.
Hasan. Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (6556) dan Al-Baihaqi (2/89), Syaikh Al-Albani meng-basan-
■rannya dalam ta'!iq beliau atas Ibnu Khuzaimah. dan dalam Shahih At-Targhib (529).
Dhalf. Diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni dalam Al-lfrad. Syaikh Al-Albani men-ctfia’/7-kannya dalam Dha'if
Al-Jami'{ 5226).
Meninggalkan Shalat ►► 45
langit pun dibukakan sehingga ia akan sampai ke hadiratNya. Ia akan
memintakan syafaat bagi orang yang telah mengerjakannya. Tetapi jika or-
ang itu tidak menyempurnakan ruku', sujud, dan bacaannya, niscaya shalatnya
akan berkata, "Semoga Allah menyia-nyiakanmu sebagaimana kamu telah
menyia-nyiakanku. Kemudian shalat itu -ia diliputi kegelapan- diangkat ke
langit. Tetapi pintu-pintu langit tertutup. Maka ia pun dilipat seperti dilipatnya
kain usang, lalu dipukulkan ke wajah orang yang telah mengerjakannya."7'1
Salman al-Farisiy berkata, Rasulullah (gs bersabda, "Shalat itu
timbangan. Barangsiapa memenuhinya ia pun akan dipenuhi. Dan barangsiapa
mencuranginya, sungguh kalian telah tahu apa yang dijanjikan oleh Allah
dalam firman-Nya:
- .*.i > b
|j a
Kecelakaan (Wail) besarlah bagi para muthaffif (Al-Muthaffifin: l)"72
Muthaffif adalah orang vang mengurangi takaran, timbangan, atau
ukuran, atau shalat. Mereka diancam oleh Allah dengan Wail, satu
lembah di Jahannam yang karena panasnya Jahannam pun minta
perlindungan kepada Allah. Semoga Allah melindungi kita darinya.
Dari Ibnu Abbas bahwasannya Nabi «gg bersabda, “Apabila
salah seorang di antara kalian bersujud, hendaklah meletakkan wajahnya,
hidungnya, dan tangannya di atas tanah. Karena Allah Ta’ala memerintahkan
supaya bersujud dengan tujuh anggota badan: kening, hidung, dua telapak
tangan, dua lutut, dan dua ujung telapak kaki, dan supaya tidak menahan
rambut atau pakaian. Barangsiapa shalat dengan tidak memberikan kepada
setiap bagian tubuh tersebut haknya, maka bagian tubuh itu akan melaknatnya
sampai dia selesai dari shalatnya.’’ ’
Suatu ketika Hudzaifah bin Yaman melihat seseorang menger-
jakan shalat, namun tidak menyempurnakan ruku' dan sujudnya.
Hudzaifah pun menyapanya, " Kamu belum shalat. Andaisaja kamu mati
padahal shalatmu seperti itu. sungguh kamu mati di atas selain fitrah
Muhammad
71. Dha'it Diriwayatkan oleh Ath-Thayalisi (h. 80). Al-Bazzar (1/1 77. no. 350), Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab
(2871 ). Syaikh Al-Albani men-dba’/7-kannya dalam Dha'if Al- Jami' (400).
72. Sanadnya dha'if. Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq (3750), Ad-Dulabi dalam Al-Kuna (2/141), dan Al-
Baihaqi (2/291 ); dari Salim bin Abi Al-Ja'd. dari Salman, sedang dia tidak mendengar darinya, dan dia
seorang mudailis (penipu), tidak menyatakan secara terang bahwa dia pernah mendengar hadits darinya.
Wallahualam.
73. Saya beium mendapatkannya sejauh pencarian yang saya lakukan, hanya saja Asy-Syaukani dalam An-
Nail (Nail Al-Authar) (2/259). menisdatkannya pada Ismail bin Abdullah. yang dikenal dengan nama
Samawaihdalam Fawaicf-nya. dari jalur ikrimah. dari ibnu Abbas.
46 | D~o%n Besar
Dalam riwayat Abu Dawud Hudzaifah bertanya, "Sejak kapan kamu
mengerjakan shalat seperti yang kulihat tadi?" " Sejak empat puluh tahun yang
lalu.", jawab orang itu. Lalu Hudzaifah berkata, "Selama empat puluh
tahun ini kamu tidak shalat sama sekali. Dan jika kamu mati, kamu mati di
atas selain fitrah Muhammad 5
Hasan al-Bashriy bertutur, "Wahai anak Adam apalagi yang kamu
baggakan dari dienmu jika shalatmu sudah kamu sepelekan? Padahal,
tentang shalat itulah pertanyaan pertama yang diajukan kepadamu pada
hari kiamat nanti. Nabi bersabda, "Amal yang pertama kali dihisab
pada hari kiamat dari seorang hamba adalah shalatnya. Jika shalatnya baik
maka telah sukses dan beruntunglah ia, sebaliknya jika kurang, sungguh telah
gagal dan merugilah ia.” Dan bilamana amalan fardlu itu kurang sempurna
Allah berfirman, "Lihatlah, apakah hambaKu memiliki amalan sunnah untuk
melengkapinya?" Demikian sampai habis seluruh amalnya. "7b
Maka, seorang hamba itu mestinya memperbanyak amalan sunnah
untuk menyempurnakan amalan yang wajib. Dari Allah taufiq itu
datang.
Pasal Hukum Meninggalkan Shalat Jamaah Bagi Yang
Tidak Berhalangan
Allah berfirman:
: 1 o* — ^ #
» l +& ; 1 b>- j
4
l:
Ji J'
5 - 3 f
! i
J- (*J«
3 \ >5,
,,-A « i
- " 1,4 t t* , e ,
J' ^2 jjaPJb ' Ji J JJ f
Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka
memeka tidak kuasa, (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah,
.sg: mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia)
s: seru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera. (Al-Qalam:
42-43)
- Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (791 ,808). Abdurrazzaq (3732, 3733). An-Nasa'i (3/58) Ibnu Hibban (1 894),
Al-Baihaqi (2/118), dalam Asy-Syu'ab (2860). Ahmad (5/384). dan Al-Baghawi (61 6).
Riwayat hadits ini bukan dalam Abu Dawud, melainkan ada pada Ibnu Hibban (1894), Al-Baihaqi dalam
Asy-Syu’ab (2860). dan As-Sunan (2/117).
H DAvayatkan oleh Ahmad (2/290), Abu Dawud (865), At-Tirmidzi (413), An-Nasa’i (1/232), Ibnu Majah
' -25’. dan Ath-Thahawi dalam Al-Musykil (31228): dari Abu Hurairah. Syaikh Al-Albani men-shahih-
■ = "y a dalam ShahJh Al- Jami' (2568).
Meninggalkan Shalat ►► 47
Ini kejadian pada hari kiamat. Mereka diliputi penyesa'an. Dulu di
dunia mereka telah diseru untuk bersujud.
Ibrahim At-Taimiy berkata, "Maksud dari ayat di atas adalah diseru
kepada shalat wajib dengan adzan dan iqamah."
Sa'id bin Musayyib berkata, "Mereka mendengar panggilan 'Mari
mengerjakan shalat! Mari menuju kemenangan!', namun mereka tidak
menjawab panggilan itu, padahal mereka dalam keadaan sehat sejahtera."
Ka'ab al-Ahbar berkata, "Demi Allah, ayat ini tidak turun kecuali
berkenaan dengan orang-orang yang meninggalkan shalat jamaah. Nah,
ancaman apa yang lebih dahsyat bagi orang yang meninggalkan shalat
jamaah padahal ia mampu mengerjakannya selain ayat ini?
Adapun dari sunnah, Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa
Rasulullah bersabda, "Sungguh aku hampir saja memerintahkan untuk
shalat, diiqamati, lalu aku perintahkan seseorang untuk mengimami orang-
orang. Sedang aku dan beberapa orang lagi pergi sambil membawa seonggok
kayu bakar untuk membakar rumah orang-orang yang tidak menghadiri shalat
jamaah."77 Tentunya mereka tidak diancam dengan pembakaran rumah -
padahal di sana ada anak-anak dan harta kekayaan- kecuali karena mereka
meninggalkan perkara yang wajib."
Dalam kitab Shahih Muslim disebutkan, seorang buta menemui
Nabi berkata, "Wahai Rasulullah, aku tidak punya orang yang
menuntunku ke masjid." Lalu ia meminta keringanan untuk diper-
bolehkan mengerjakan shalat di rumah. Rasulullah pun mengizinkan.
Tetapi ketika orang itu undur diri, beliau memanggilnya, "Apakah kamu
mendengar seruan untuk shalat (adzan)?" Laki-laki itu menjawab, "Ya."
lika demikian jawablah seruan itu!", sabda Rasulullah.78 Hadits ini diri-
wayatkan pula oleh Abu Dawud dari 'Amru bin Ummi Maktum, bah-
wa ia menemui Nabi $yg, ia berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya
'■ladinah ini banyak binatang berbisa dan binatang buasnya. Padahal aku ini
■ usak penglihatanku dan jauh rumahku. Aku punya penuntun jalan tapi aku
::dak cocok dengannya. Apakah ada keringanan bagiku untuk mengerjakan
sealat di rumah?" "Apakah kamu mendengar adzan?", tanya Rasulullah.
Ya", jawab orang itu. Lalu Rasulullah bersabda, "Jika demikian jawablah
::yuan itu. Aku tidak mendapatkan keringanan bagimu."79
Shahih. Diriwayatkan oleh Malik (1/129-1 30). Al-Bukhari (644. 2420). Muslim (651), Abu Dawud (549). At-
Tirmidzi (217), dan An-Nasa'i (2/107); dari Abu Hurairah
' : Shahih. Diriwayatkan oleh Muslim (653). Abu Awanah (2/6), An-Nasa'i (2/1 09), dan Al-Baihaqi (3/57).
T Shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (1/345. 346). Abu Dawud (553), An-Nasa'i (2/110), Ibnu
Khuzaimah (1478), dan Al-Hakim (1/246) dengan men-shahih-kannya. dan penilaian ini disepakati oleh
Adz-Dzahabi . dan Syaikh Al-Albani juga men-shab/h-kannya.
I ,} o' Besar
Seorang lelaki buta telah mengadukan kesulitan-kesulitan yang ia
hadapi selama berjalan menuju masjid. Bahkan ia tidak punya orang
vang menuntunnya. Meski begitu, Nabi tetap tidak memberi keringanan
baginya untuk mengerjakan shalat di rumah. Nah, bagaimana dengan
orang-orang yang sehat penglihatannya sejahtera tanpa ada udzur?
Karena itulah ketika Ibnu Abbas ditanya tentang seseorang yang selalu
berpuasa di siang hari, selalu bangun untuk shalat malam, tetapi tidak
mengerjakan shalat jamaah menjawab, "Jika dia mati dalam keadaan
seperti itu, ia akan masuk neraka."80
Abu Hurairah berkata, "Penuhnya telinga anak Adam oleh timah
vang meleleh lebih baik dari pada mendengar adzan tapi tidak
mendatanginya."81
Ibnu Abbas meriwayatkan, Rasulullah -tgs bersabda, " Barangsiapa
mendengar muadzin padahal tidak ada udzur untuk mendatanginya
Seseorang menyela, "Apakah udzur itu wahai Rasulullah?" Beliau
bersabda, "Yaitu takut atau sakit. Shalat vang ia kerjakan tidaklah diterima."
Maksudnya shalat yang dikerjakan di rumah.
Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Jj|g
bersabda, " Tiga orang yang dilaknat oleh Allah; orang yang memimpin sutu
Kaum padahal kaum itu membencinya, wanita yang tidur padahal suaminya
marah kepadanya, dan laki-laki yang mendengar 'Mari menuju shalat, mari
menuju kemenangan!', namun tidak mendatanginya ."8’
Ali bin Abi Thalib berkata, 'Tidak ada shalat bagi tetangga masjid
kecuali di masjid." Seseorang bertanya, "Siapakah tetangga masjid itu?"
Yaitu orang-orang yang mendengar adzan."84
:C Isnadnya dha’if. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (218). dari Hannad, telah menceritakan kepada kami Al-
Muharibi dari Laits dari Mujahid dari Ibnu Abbas. Ahmad Syakir berkata, ‘isnad ini shahih, meskipun
secara zhahirnya adalah mauquf dari Ibnu Abbas, tapi ditinjau dari status hukumnya adalah marfu' (marfu'
hukman). karena (perkataan) seperti ini tidak mungkin dia ketahui dengan ra ’y/ ( pikirannya) . Saya katakan,
Isnadnya dha’If, karena Laits bin Abi Sulaim. dia adalah lemah.’’
Isnadnya dha’if. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (1/380/4), dari jalur Waki’, dari Abdurrahman bin
Hushain. dari Abu Najih Al-Maki, dari Abu Hurairah. Dan isnadnya dha’if. karena keadaan Abdurrahman
mayrtu/didak diketahui lati dirinya). Wallahualam
il Shahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (551), Ibnu Majah (793), Ad-Daruquthni (1/420). Ibnu Hibban
i2064). Al-Hakim (1/245), Ath-Thabrani (12265). dan Al-Baihaqi (3/57). Syaikh Al-Albani men -shahih-
kannya. tanpa lafazh, "Wa ma ai-'udzru^ Apa yang dimaksud udzur itu?)”.
53 Tidak shahih. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (358). dari Muhammad bin Al-Qasim Al-Asadi, dari A!-Fadhl
bin Dalham. dari Al-Hasan. dari Anas - bukan ibnu Abbas. Dan At-Tirmidzi berkata, “Tidak shahih, karena
hadits ini diriwayatkan dari Al-Hasan, dari Nabi saw secara mursal. Sedang Muhammad bin Al-Qasim di-
dha'if-kan oleh Ahmad, dan menyatakan bahwa dia bukan seorang yang hafizh.
84. Isnadnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah ( 1 /380/8).
Meninggalkan Shalat ►► 49
Imam Bukhari meriwayatkan dalam shahihnya dari Abdullah bin
Mas'ud, ia berkata, "Barangsiapa senang untuk berjumpa dengan Al-
lah esok hari -hari kiamat- sebagai seorang muslim hendaklah menjaga
shalat lima waktu setiap kali terdengar panggilan untuk
mengerjakannya. Sesungguhnya Allah mensya-riatkan sunnah
petunjuk (sunanul huda) bagi Nabi kalian. Dan shalat jamaah itu
termasuk salah satunya. Andaikata kalian mengerjakan shalat di rumah
seperti shalatnya orang yang ketinggalan di rumahnya berarti kalian
telah meninggalkan sunnah Nabi kalian. Jika kalian meninggalkan
sunnahnya niscaya kalian tersesat. Kalian semua telah melihat, tidak
seorangpun di antara kita meninggalkan jamaah kecuali ia adalah
seorang munafik yang tampak kemunafikannya atau seorang yang
sakit. Sungguh telah ada seseorang yang dipapah oleh dua orang,
diberdirikan di shaf atau diantar sampai ke masjid untuk dapat
mengerjakan shalat berjamaah."85
Rabi' bin Khaitsam adalah seorang lelaki yang telah lumpuh.
Begitupun ia keluar untuk mengerjakan shalat jamaah dengan dipapah
oleh dua orang. Seseorang berkata, "Wahai Abu Muhammad, Anda
termasuk yang mendapatkan rukhshah (keringanan) untuk
mengerjakan shalat di rumah. Anda mempunyai udzur." "Benar apa
yang kalian katakan." jawab Rabi'. "Tetapi aku mendengar muadzin
menyeru, 'Mari menuju shalat. Mari menuju kemenangan.' Barangsiapa
mampu menjawab seruan itu hendaklah memenuhinya, walau harus
merangkak."86
Hatim al-Asham menuturkan, "Sekali saja aku tidak mengerjakan
shalat berjamaah. Abu Ishaq al-Bukhari mendatangiku, berta'ziah.
Hanya dia seorang. Padahal seandainya salah satu anakku meninggal,
pastilah lebih dari sepuluh ribu orang berta'ziyah ke rumahku. Yah,
bagi kebanyakan orang musibah dien memang lebih ringan dari pada
musibah dunia."
Sebagian salaf berkata, "Tidaklah seseorang itu kehilangan
kesempatan untuk shalat berjamaah kecuali karena dosa yang telah
dikerjakannya."
Ibnu Umar mengisahkan, "Suatu hari Umar pergi ke kebun kurma.
Sepulang darinya orang-orang sudah mengerjakan shalat Ashar
85. Shahih. Diriwayatkan oleh Muslim (654) dan An-Nasa’i. tidak sebagaimana yang dikatakan penulis,
bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari.
86. Diriwayatkan oleh Ibnu Sa'ad (6/1 89-1 90) dan Abu Nu aim (2/11 3).
50 I D:&bsa Besar
(berjamaah). Umar pun berkata, 'Innd lillahi wa inna ilaihi rdjiun, aku
ketinggalan shalat jamaah. Saksikanlah bahwa kebun kurmaku aku
jadikan sedekah bagi orang-orang miskin, semoga menjadi kaffarah atas
apa yang dilakukan Umar."
Pasal Penekanan Untuk Mengerjakan Shalat 'Isya' dan
Shubuh Secara Berjamaah Lebih Dibanding Yang Lain.
Rasulullah sgs bersabda,
' . ' 3 * ' ' 3 ' ' ' ' ~
C» j j J J J
/ u' r
I J) J
"Sesungguhnya shalat yang dirasa paling berat oleh orang-orang munafik
adalah shalat 'Isya ' dan shalat Fajr (Shubuh). Seandainya mereka tahu pahala
yang ada pada keduanya niscaya mereka akan mendatangi keduanya walau
dengan merangkak ."87
Ibnu Umar berkata, "Jika ada seseorang di antara kami yang
meninggalkan shalat 'Isya dan Shubuh berjamaah, kami berburuk
sangka kepadanya bahwa ia telah menjadi seorang menjadi seorang
munafik."88
Hikayat
Ubaidullah bin Umar al-Qawaririv berkisah, "Aku belum pernah
ketinggalan shalat 'Isya' secara berjamaah walau sekali. Suatu malam
aku kedatangan tamu. Karenanya aku menyibukkan diri dan ketinggalan
shalat 'Isya' berjamaah. Aku pun mencoba untuk mencari, mungkin
masih ada jamaah 'Isya' di seantero masjid kota Bashrah. Namun aku
dapati semua orang sudah selesai mengerjakannya dan pintu masjid
pun telah dikunci. Aku pulang dan bergumam, "Terdapat suatu hadits
yang menyebutkan bahwa shalat jamaah itu lebih utama 27 derajat
dibandingkan shalat sendirian. Maka aku pun mengerjakan shalat 'Isya'
27 kali. Aku tidur dan bermimpi, seakan-akan aku bersama suatu kaum
yang semuanya menunggang kuda perang. Aku juga menunggang
87. Shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (1/332). Ahmad (2/424). Al-Bukhari dan Muslim (651 ). Abu
Dawud (548), Ibnu Majah (791 ), dan Ibnu Hibban (2098); dari Abu Hurairah.
88. Isnadnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (1/332). Al-Hakim (1/211), Ibnu Khuzaimah (1485),
Ibnu Hibban (2099), dan Al-Baihaqi (3'59).
Meninggalkan Shalat ►► 5 I
kuda. Kami berpacu. Aku mengendalikan kuda sekencang-kencangnya,
tetapi tetap tidak bisa mencapai mereka. Aku memperhatikan salah
seorang dari mereka. Ia berkata, 'Jangan kamu forsir kudamu, sekali-
kali kamu tidak akan pernah bisa menyusul kami.' 'Mengapa begitu?',
tanyaku. Orang itu menjawab, 'Karena kami mengerjakan shalat 'Isya'
berjamaah sedangkan kamu mengerjakan-nya sendirian.' Lalu aku
terbangun dan diliputi rasa sedih dan sesal tiada tara.
Marilah kita momohon ma'unah (pertolongan) dan taufiq kepada
Allah. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Mulia.
52 Besar
D.sa
Besar
05
TIDAK MEMBAYAR ZAKAT
Allah berfirman:
o j1?*.'' , % 9 . s o * r
a-A 4j_j2i <0^ ^JbL'U L<>_! j • .J 'r }
-/ - - w ^ -/ • - U" -' * “ -s
Aj t P ji fpL^
Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan
kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi
mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang
mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di ha. i kiamat. (Ali
Imran: 180)
Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya,
(yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat (Fushshilat: 6-7)
Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkah-
kannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka
akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu di
dalam neraka Jahannam, lalu disetrikakan pada dahi, lambung dan punggung
mereka (lalu dikatakan) kepada mereka:" Inilah harta bendamu yang kamu
simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa
yang kamu simpan". (At-Taubah: 34-35)
Rasulullah bersabda, "Tidak ada pemilik emas dan perak yang tidak
mengeluarkan zakatnya kecuali pada hari kiamat nanti akan dibentangkan
baginya papan-papan dari api, lalu ia ditelentangkan di atasnya, di neraka
Jahannam. Maka dia akan dipanggang dengan itu pada dahi dan punggungnya.
Setiap kali dingin papan itu akan dipanaskan lagi untuknya. Satu hari di
sana sama dengan limapuluh ribu tahun. Begitu sampai Allah menghakimi
manusia seluruhnya dan dia pun tahu ke mana jalan yang akan ditempuhnya;
Tidak Membayar Zakat ►► 53
ke surga atau ke neraka." Seseorang bertanya, " Wahai Rasulullah , bagaimana
tentang unta?" Beliau menjawab, " Dan tidak pula pemilik unta yang tidak
mengeluarkan zakatnya kecuali pada hari kiamat nanti akan dihamparkan
tanah yang sangat lapang, dipenuhi oleh unta-untanya yang benar-benar
sehat dan gemuk, tanpa ada satu anak unta pun yang tertinggal. Semua unta
itu menginjaknya dengan telapak kakinya dan menggigitnya dengan mulutnya.
Setiap kali unta terakhir melakukannya di datangkan lagi unta pertama. Itu
dalam satu hari yang sama dengan limapuluh ribu tahun Begitu sampai Al-
lah menghakimi manusia seluruhnya dan dia pun tahu ke mana jalan yang
akan ditempuhnya; ke surga atau ke neraka." Seseorang bertanya lagi, Wahai
Rasulullah, lalu bagaimana dengan sapi dan kambing?" Beliau menjawab,
" Begitu pula dengan pemilik keduanya jika tidak membayar zakatnya. Akan
dihamparkan tanah yang sangat lapang, dipenuhi oleh sapi-sapi dan kambing-
kambing yang benar-benar sehat dan gemuk, tidak ada tanduk yarig bengkok,
patah, atau yang tidak bertanduk. Semuanya akan menanduknya dan
menginjak-injaknva dengan kaki-kakinya. Itu dalam satu hari yang sama
dengan limapuluh ribu tahun Begitu sampai Allah menghakimi manusia
seluruhnya dan dia pun tahu ke mana jalan yang akan ditempuhnya; ke surga
atau ke neraka.”89
Rasulullah (gg bersabda, "Tiga orang yang pertama kali masuk neraka
adalah penguasa yang bengis, hartawan yang tidak membayarkan hak Allah
pada hartanya, dan orang miskin yang sombong.
Abdullah bin Abbas berkata, "Barangsiapa memiliki harta yang
cukup untuk menunaikan ibadah haji tetapi ia tidak menjalankannya
atau memiliki harta sampai sebatas mshab tetapi ia tidak membayarkan
zakatnya, niscaya akan meminta raj'ah (kembali) di kala mati."
Seseorang berujar, "Bertaqwalah kepada Allah, wahai Ibnu Abbas.
Hanyasanya orang-orang kafir sajalah yang meminta raj'ah!" Ibnu Abbas
pun menjawab, "Akan aku bacakan satu ayat (yang artinya)’Dan
belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu
sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, lalu ia
berkata, 'Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan
(kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat
bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh' (Al-Munafiqun:
10) Maksud bersedekah adalah membayar zakat, dan maksud menjadi
89. Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq (6858). Ahmad (2-262-286), Muslim (987). Abu Dawud (1658, 1659), dan
An-Nasa'i (5/12-13); dari Abu Hurairah,
90. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/479), Al-Baihaqi (30631 dalam Asy-Syu'ab. dan diriwayatkan oleh At-Tirmidzi
(1642) dengan lafazh. “ Awwalu tsalatsatm yadkhuluna al-jannah”. al-hadits. Dan. ia adalah hadits dhalf.
54 I °‘d %a Besar
salah seorang saleh adalah menunaikan haji.” Seseorang bertanya,
"Berapa nishab harta?" "Jika telah mencapai 200 dirham, wajib
dikeluarkan zakatnya', jawab Ibnu Abbas. "Apakah yang mewajibkan
haji?", tanya seseorang lagi. Beliau menjawab, "Perbekalan dan
kendaraan."91
Perhiasan yang biasa atau disiapkan untuk dipakai tidak wajib
dikeluarkan zakatnya. Lain halnya dengan perhiasan yang sengaja
dihimpun atau disimpan, wajib dikeluarkan zakatnya.92
Harta perniagaan wajib dikeluarkan zakatnya. Imam Bukhari
meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah 3§§ bersabda,
" Barangsiapa dikaruniai harta oleh Allah tetapi tidak mau membayarkan
zakatnya, niscaya pada hari kiamat nanti hartanya akan diwujudkan sebagai
ular ganas yang memiliki dua taring bisa. Ular itu melilitnya pada hari kiamat
dan mencabik-cabiknya pada kedua sisi mulutnya sambil berkata. 'Akulah
hartamu, akulah perbendaharaanmu I" Lalu beliau membaca ayat:
« * f + * 0 1 •- » -* f > ** ' * i f, . * . j' . * * r. £ ^ '
jJ* i 4JL .2J Ar* 4M1 ^
N
C* - 9 f ' f
LaL^Jl * v' i
- - ’ T- - • -/ - • y J -
Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan
kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi
mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang
mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya pada hari kiamat.
(Ali Imran: 180) 93
Berkenaan dengan firman Allah, “Pada hari dipanaskan emas perak
itu di dalam neraka Jahannam, lalu disetrikakan pada dahi, lambung dan
punggung mereka.” (At-Taubah: 35) Ibnu Mas’ud berkata, "Keadaannya
bukan dinar ditumpuk-tumpuk pun bukan dirham ditumpuk-tumpuk.
Tetapi masing-masing dinar dan dirham dihamparkan yang mana
kulitnya telah dilebarkan sedemikian rupa sehingga masing-masing
dinar dan dirham mengambil tempatnya."94
y Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (3316). dan isnadnva dha’if. At-Tirmidzi men-dhaTAkannya dan menyatakan
Ke-shahih-an-nya secara mauquf
92. Ar-Rajih (yang lebih kuat), bahwa perhiasan harus dikeluarkan zakatnya, baik dipakai ataupun tidak.
Wallahualam.
93. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1403. 4565. 4659) dan An-Nasa'i (5/39); dari Abu Hurairah.
94. Asy-Syuyuthi berkata dalam Ad-Durr (Ad-Durru Al-Mantsuru) (3/419), diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatlm,
Ath-Thabrani, dan Abu Asy-Syaikh. Al-Mundziri berkata, "Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, dan isnadnya
shahih." Saya katakan, "Diriwayatkan juga oleh Ath-Thabari (10/124), dan semua perawinya tsiqah
(terpercaya).”
Tidak Membayar Zakat ►► 55
Jika ada yang bertanya mengapa khusus dahi, lambung, dan
punggung yang terkena siksaan ini, maka jawabnya sebagai berikut.
Apabila seorang hartawan yang kikir melihat orang fakir pastilah masam
mukanya, ia lebarkan dahinya, lalu berpaling (menarik lambungnya ke
samping). Dan jika orang fakir tadi mendekatinya niscaya dia akan
membelakanginya (menampakkan punggungnya). Nah, ia nanti akan
disiksa pada ketiga bagian tubuhnya itu, agar balasan siksa itu setimpal
dengan apa yang telah dia lakukan.
Rasulullah bersabda, "Lima dengan lima." Mereka bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah lima dengan lima itu?" Beliau menjawab,
"Tidaklah suatu kaum itu melanggar perjanjian kecuali Allah akan
menguasakan atas mereka musuh mereka. Tidaklah manusia itu berhukum
dengan selain hukum Allah kecuali akan tersebar kefakiran pada mereka.
Tidaklah perbuatan keji tampak pada mereka kecuali kematian akan meraja-
lela. Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan kecuali paceklik
dan kegersangan akan menimpa mereka. Tidaklah mereka menolak pembayaran
zakat kecuali hujan akan dicegah turun pada mereka ."45
Nasihat Bagi Orang-orang yang Terpedaya Kehidupan
Dunia
Katakanlah kepada orang-orang yang disibukkan oleh dunianya,
sesungguhnya barang apa saja yang mereka kumpulkan itu tidak
mendatangkan manfaat sama sekali. Yaitu ketika ancaman bagi me-
reka menjelang. Pada hari dipanaskan apa yang mereka kumpulkan itu di
dalam neraka Jahannam, lalu disetrikakan pada dahi, lambung dan punggung
mereka. Bagaimana bisa lenyap dari hati dan akal mereka, firman Allah,
“Pada hari dipanaskan emas perak itu di dalam neraka Jahannam, lalu diset-
rikakan pada dahi, lambung dan punggung mereka." (At-Taubah: 35)
Harta itu dibawa ke tempat pelaksanaan siksa. Lalu diletakkan di
tempat pemanggangan (api neraka) dan dibakar guna memper-berat
siksaan. Kemudian dibuatlah lempengan-lempengan (dari api neraka)
supaya pembakaran kulit lebih merata. Setelah itu didatang-kanlah or-
ang yang telah kehilangan petunjuk, berjalan ke tempat itu tidak bersama
kaum yang bersinar cahaya mereka. Kemudian dipa-naskan emas dan
perak itu di dalam neraka Jahannam, lalu disetrika-kan pada dahi,
95, Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (4019). Al-Bainaqi (3042) dalam Asy-Syu'ab, Al-Hakim (4/540), dan Abu
Nu'aim (8/333). Asy-Syaikh Al-A!bani meng-hasan-kannya dalam Ash-Shahihah (106). dari Ibnu Umar.
Al-Baihaqi mengeluarkan hadits semisal itu dalam Asy-Syu'ab (3040). juga Al-Hakim (2/126) dan Al-
Baihaqi dalam As-Sunan (9/231 ): dari Buraidah.
56 | D d’ s.. Sesar
lambung, dan punggung mereka.
Dulu, jika seorang miskin menemui mereka maka yang didapatnya
hanyalah keperihan hati. Jika si miskin itu meminta sesuatu dari mereka
maka mereka segera berpaling dengan segala murka. Duhai, rupanya
mereka lupa hikmah Allah dalam menciptakan si kaya dan si miskin.
Betapa berat kesedihan yang akan mereka jumpai. Pada hari dipanaskan
emas perak itu di dalam neraka J ahannam, lalu disetrikakan pada dahi, lambung
dan punggung mereka. Usai kematiannya, adalah ahli waris yang
menikmati harta tanpa bersusah payah. Orang yang mengumpulkannya
akan ditanya, "Darimana dan apa saja yang kamu dapatkan?". Onak baginya,
daging buah bagi pewarisnya. Mana lagi ketamakan mereka?!
Di mana akal mereka? Pada hari dipanaskan emas perak itu di dalam
neraka Jahannam, lalu disetrikakan pada dahi, lambung dan punggung mereka.
Seandainya saja Anda menyaksikan mereka di lapisan-lapisan neraka,
menggeliat-geliat di atas bara dirham dan dinar, tangan kanan dan
tangan kiri mereka dibelenggu, karena kebakhilan mereka dahulu. Kalau
saja Anda melihat mereka di dalam neraka Jahannam, diberi minum
dari timah panas, lalu mereka berte-riak-teriak, pada hari itu emas dan
perak dilebur di dalam Jahannam, lalu dahi, lambung, dan punggung mereka
dibakar dengannya.
Sudah berapa banyak nasehat yang diberikan kepada mereka di
dunia, namun tidak ada di antara mereka orang yang mendengar-
kannya. Berapa banyak mereka ditakut-takuti dengan siksaan Allah,
namun tidak ada di antara mereka yang merasa takut. Seolah-olah
dengan harta mereka, mereka telah menjadi Syuja' Aqra' (ular besar),
sehingga apalah arti tongkat dan bukit Thur mu'jizat Musa. Sekali lagi
'Pada hari dipanaskan emas perak itu di dalam neraka Jahannam, lalu
disetrikakan pada dahi, lambung dan punggung mereka.'
Hikayat
Diriwayatkan dari Muhammad bin Yusuf al-Firyabiy katanya,
"Suatu hari, saya bersama dengan beberapa sahabat pergi mengun-jungi
Abu Sinan. Setibanya kami di sana dan kami sudah duduk-duduk
bersamanya ia berkata, 'Mari kita mengunjungi dan berta'ziyah ke rumah
tetangga yang baru saja ditinggal mati oleh saudaranya.' Kami berangkat
dan kami temui laki-laki tetangga Abu Sinan sedang me-nangis dan
tampak terguncang. Kami menghibur dan mengucapkan belasungkawa.
Namun, ia tidak menenma kata-kata penghiburan dan ucapan
Tidak Membayar Zakat ►► 57
belasungkawa, (dan ia terus menangis, pent ) . Kami katakan kepadanya,
'Bukankah kematian itu adalah suatu jalan yang sudah pasti?’ Ia
menjawab, 'Benar. Tetapi aku menangisi adzab yang akan diderita
saudaraku setiap pagi dan petang!' 'Apakah Allah memper-lihatkan yang
ghaib kepadamu?', tanya kami semua, la menjawab, 'Bukan. Hanya saja
seusai aku menguburkannya dan tanah sudah aku ratakan serta
orang-orang sudah kembali ke tempat masing-masing, aku duduk di
sisi kuburannya. Tiba-tiba terdengar suara, ' H e i ! Dudukkan aku
sendirian! Aku akan menghadapi adzab! Aku sudah menunaikan shalat!
Aku sudah berpuasa!’ Kata-kata itu membuatku menangis. Dengan
segera aku bongkar kuburannya untuk melihat keadaannya. Aku dapati
api menyala-nyala di dalam kuburnya. Juga, di lehernya ada belenggu
dari api. Sebagai saudara aku kasihan melihatnya, dan aku pun berusaha
untuk memindahkan belenggu api itu dari lehernya dengan tanganku.
Namun jari-jari dan tanganku terbakar.' Lalu orang itu menunjukkan
tangannya yang menghitam, terbakar. 'Lalu aku kembalikan tanah yang
tadi kugali dan aku pun pulang. Bagaimana aku tidak menangis dan
bersedih karenanya?', lanjutnya. Kami bertanya lagi, 'Apa yang
dilakukan oleh saudaramu semasa hidupnya di dunia?' 'Dulu, ia tidak
membayar zakat atas hartanya.', jawabnya. Lalu kami katakan, 'Ini adalah
pembenaran dari apa yang difirmankan oleh Allah:
-) ^ 1 J*-** L ^ 1 J. ^ i ^ \j \ O _ dj 1 ' | . ... ^*— > ''J •
S - > >, ■ .
_ / . ^ , i 9 y 9 . s s
Aj ' L* i) j3
Sekali-kali, janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah
berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan mereka
itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka.
Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya pada
hari kiamat. (Ali 'Imran: 180)
Adapun saudaramu, adzabnya di segerakan di alam kubur sam-pai
hari kiamat? Lalu kami pulang dan kami menemui sahabat nabi, Abu
Dzar Sgfe, lalu menceritakan kisah laki-laki itu kepadanya. Kami katakan
juga, 'Pada orang Yahudi dan Nasrani yang mati, kami tidak melihat
kejadian seperti itu!'. Abu Dzar berkata, Adapun mereka, tidak
diragukan lagi bahwa mereka penghuni neraka. Hanyasanya Allah
menampakkan kepada kalian terjadi pada orang yang punya iman, adalah
supaya kalian mengambil pelajaran darinya.
58 D:o%n Besar
Barangsiapa melihat (kebenaran), maka (manfaatnya) itu adalah untuk
dirinya sendiri. Dan barangsiapa buta (dari melihat kebenaran), maka itu
pun untuk dirinya sendiri. (Al-An'am: 104)9b
L« •
Dan Rabb-mu sekali-kali tidaklah menganiaya hamba-(Nya). (Fushshilat:
46)
Marilah kita memohon ampunan dan 'afiyah (kesejahteraan batin)
kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Memberi lagi Maha Pemurah.
96. Kisah yang sangat kentara kedustaannya.
Tidak Membayar Zakat ►► 59
D#sa
Besar
BERBUKA
DI SIANG HARI PADA BULAN
RAMADHAN TANPA UDZUR
Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu
berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu
bertaqwa. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka jika di antara
kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah
baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang
lain.” (QS. al-Baqarah: 183-184)
Rasulullah sg* bersabda:
rl i\j 4J1
** \ g ^ , o ' •*
j » ' t tlLi J
Islam itu dibangun di atas lima pondasi; kesaksian bahwa tiada ilah yang
berhak diibadahi selain Allah dan bahwa Muhammad itu Rasulullah,
mendirikan shalat, membayar zakat, haji ke Baitullah, dan puasa Ramadlan 97
Beliau juga bersabda:
D' . 3 .-C - ^ ^ ' Os
J\ « JkJj\ A, „h Ai -AP yS' -^3 t -^4 La 4J ’ +A
*~S -J - ' ' ' * ! v V- W / W'- V" V ^
Barangsiapa berbuka satu hari dari bulan Ramadlan tanpa adanya udzur,
sesungguhnya tidak dapat digantikan dengan puasa sepanjang masa, meskipun
ia melakukannya.qH
97. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/1 43), Al-Bukhari (8. 1 6, 22), Muslim (16), At-Tirmidzi (2609), An-Nasa’i (8/
107), Al-Humaidi (703). dan Ibnu Khuzaimah (309).
98. Dha’if. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/442, 470), Abu Dawud (2396), At-Tirmidzi (726), An-Nasa'i dan Ibnu
Majah (1672), dan Ibnu Khuzaimah (1987. 1 988): dari Abu Hurairah. Syaikh Al-Albani men-ci/ia'/Y-kannya
dalam Dha'ifAbi Dawud dan Dha'ifAI-Jami’(547t).
Berbuka di Siang Hari Pada Bulan Ramadhan ... ►► 61
Ibnu Abbas berkata, "Tali ikatan Islam dan pokok-pokok dien itu
ada tiga; kesaksian bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali
Allah, shalat, dan puasa Ramadlan. Barangsiapa meninggalkan salah
satunya, niscaya telah kafirlah ia."
Kami berlindung kepada Allah dari hal itu.1"1
99 Diriwayatkan oleh Abu Ya'la (2345), Ai-Lalikai (1/202/1 ) secar marfu. Syaikh Al-Albani men-dba'/f-kannya
dalam TamamAI-Minnah (h. 1 38) dan Adh-Dha ’ifah (94) , dan beliau menshahihkan sebagai hadits mauquf,
D£b haBesar
62
D
sa
Besar
MENINGGALKAN HAJI
PADAHAL MAMPU
Allah berfirman:
o' '' „ 5_° l $ ^ \ "
^ ^Jl y' \ ■ ,>» r**^' v_5^"
Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi)
orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. (Ali-'Imran: 97)
Rasulullah £4* bersabda:
e* % * f s
Lo O j^J J I vU-
J, «Jjl
J' 4jtlj Si>-I , <
* * X J ^
"Barangsiapa memiliki bekal dan kendaraan yang dapat mengantarkannya
haji ke Baitullah tetapi tidak melakoninya, semoga saja ia tidak mati sebagai
seorang yahudi atau nasrani." Yang demikian itu karena Allah telah
berfirman, “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah,
yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.’’100
Umar bin Khaththab berkata, " Sungguh , aku pernah berkeinginan
untuk mengutus beberapa orang ke berbagai penjuru negeri untuk melihat
siapa saja yang sehat dan memiliki bekal tetapi tidak berhaji agar diminta
jizyahnya serta menganggap mereka sebagai non muslim."
Abdullah bin Abbas berkata, "Barangsiapa memiliki harta yang cukup
untuk menunaikan ibadah haji tetapi ia tidak menjalankannya atau memiliki
harta sampai sebatas nishab tetapi ia tidak membayarkan zakatnya, niscaya
akan meminta raj’ah (kembali) di kala mati." Seseorang berujar,
100. Dha’if. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (812), Ibnu Janr dalam tafsirnya (4/16-17), Al-Uqaili (4/348), Ibnu Adi
(7/2280), dan Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab(%92). Syaikh Al-Albani men-d/ia’/7-kannya dalam Dha’if Al-
Jami’{ 5872).
Meninggalkan Haji Padahal Mampu ►► 63
"Bertaqwalah kepada Allah, wahai Ibnu Abbas. Hanyasanya orang-orang
kafir sajalah yang meminta raj'ah!" Ibnu Abbas pun menjawab, "Akan
aku bacakan satu ayat.
Allah berfirman, “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami
berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara
kamu,” lalu ia berkata:
- * f c' '' t' ' c " i #
'I l'. ^ -p \t ‘pr* j>-\ 'j J . Jj
"Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai
waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk
orang-orang yang saleh " (Al-Munafiqun: 10)
Maksud bersedekah adalah membayar zakat, dan maksud menjadi
salah seorang saleh adalah menunaikan haji." Seseorang bertanya,
"Berapa nishab harta?" "Jika uang perak telah mencapai 200 dirham
atau uang emas yang setara dengannya, wajib dikeluarkan zakatnya’,
jawab Ibnu Abbas. "Apakah yang mewajibkan haji?", tanya seseorang
lagi. Beliau menjawab, "Perbekalan dan kendaraan."101
Sa'id bin Jubair bercerita, "Seorang tetanggaku yang kaya tetapi
belum berhaji maninggal, dan aku tidak menshalatinya."
101. Telah disebutkan takhrij-nya.
D:D%a Besar
64
D#sa
Besar
08
MENDURHAKAI ORANG TUA
Allah berfirman:
° f ' *
«> Jc>- 1
Jl JwLP L*'
'i/ V/
Jb j «i 'V J ' *-U*J V' il) J J •
s - - * / j< > . . .
i LfcJ» Vj ^ b*/ jjij “>b buJ>*}lY"
Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain
Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-
baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai
berumur 'lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu
mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu memben-
tak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (Al-lsra’:
23)
Yang dimaksud dengan 'berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan
sebaik-baiknya' adalah berbakti, mengasihi dan lemah lembut kepada
keduanya. Yang dimaksud dengan 'membentak mereka' ada-lah
berbicara secara kasar di kala keduanya memasuki usia senja.
Seyogyanyalah kita berkhidmah kepada keduanya sebagaimana mereka
telah mengurus kita. Apapun, mereka tetap lebih baik. Bagai-mana
mungkin bisa sama, keduanya telah menanggung derita karena kita
demi mengharapkan kehidupan kita, sedangkan kita jika pun
menanggung derita karena keduanya kita mengharapkan kematian-nya.
Mana mungkin bisa sama? Adapun yang dimaksud dengan 'perkataan
yang mulia' adalah perkataan yang lembut lagi santun.
Allah berfirman:
I js*-19 b « JdJl 7-lisr U^J Ja. &>- i *
Mendurhakai Orang Tua ►► 65
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayang-
an dan ucapkanlahd'Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagai-mana
mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". (Al-Isra’: 24)
-S'
J' 2X>
Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-
Kulah kembalimu. (Luqman: 14)
Mari kita renungkan, betapa Allah telah menyertakan syukur
kepada keduanya dengan syukur kepadaNya.
Ibnu Abbas berkata, "Ada tiga ayat yang diturunkan oleh Allah
bersama tiga penvertanva. Allah tidak akan menerima salah satunya
jika tidak disertakan ikutannya. Yaitu firman Allah Taatilah, Allah dan
taatilah Rasul'. (An-Nur: 54, Muhammad: 33 dan At-Taghabun: 12)
Barangsiapa mentaati Allah tanpa mentaati Rasul, ketaatannya tidak
diterima. Lalu firman Allah 'Dan dirikanlah shalat serta bayarlah zakat!'
(Al-Baqarah: 43, 83, 110, An-Nisa’: 77, Al-Hajj: 78, An-Nur: 56, Al-
Mujadalah: 13 dan Al-Muzzammil: 20) Barangsiapa shalat namun tidak
berzakat, shalatnya tidak diterima. Serta firman Allah 'Bersyukurlah
kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu!1 Barangsiapa bersyukur
kepada Allah tetapi tidak bersyukur kepada kedua orang tua, Allah tidak
menerimanya. Karenanya Nabi igs bersabda, 'Keridlaan Ailah ada pada
kendlaan kedua orang tua. Kemurkaan Allah ada pula pada kemurkaan
keduanya.'102
Abdullah bin ’Amru bin 'Ash bercerita, "Seseorang datang
memohon izin kepada Nabi -gg untuk ikut berjihad bersamanya. Nabi
yyt bertanya, "Adakah kedua orang tuamu masih hidup?" "Ya.", jawab
orang itu. Beliau pun bersabda, "Maka berjihadlah dengan berbakti kepada
keduanya."102
Demikianlah, betapa Allah telah mengutamakan birrul walidain
dan berkhidmah kepada keduanya dibandingkan jihad (ketika
hukumnya fardlu kifayah, pent)!
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah
bersabda:
102. Shahih. Diriwayatkan oieh At-Tirmidzi (3424). Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mu(rad( 2), Ibnu Hibban (429),
Al-Hakim (4/151), dan Al-Baghawi (3424). Svaikh Al-Albani men-sbab/b-kannya daiam Ash-Shahihah
(515).
103. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (3004). Muslim (2549). An-Nasa'i (6/10). dan Ahmad (2/1 65): dari
Ibnu Amru.
D-D!sa Besar
66
> f- ^ ■■ i -c s
J iis- • 4.L1L il* j'uSsji -TL
_> > - * V f. J ' - > *
"Maukah kalian aku kabarkan tentang dosa-dosa besar yang paling besar?
Yaitu mempersekutukan Allah dan mendurhakai kedua orang tua."Wi
Di sini Allah menyertakan tindakan buruk serta ketiadaan bakti
dan kebajikan terhadap keduanva dengan perbuatan syirik.
Keduanya juga meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:
t i * ' ' * ' Z- * * t o ' '
r^s>- b * juia \ Jli- Li-Uj 'i'
"Tidak akan masuk surga seorang pendurhaka (kepada orang tua), mannan
(orang yang berbuat baik kepada seseorang namun menyebut-nyebutnya di
hadapan banyak orang), dan pecandu arak.”10'
Beliau bersabda, "Andaikata Allah mendapatkan suuatu hal yang
lebih remeh dari kata ‘ah' (yang dapat menyakiti hati orang tua) pastilah Dia
melarangnya. Silakan saja seorang pendurhaka (kepada orang tua) itu
mengerjakan apa saja yang dikehendakinya, namun sekali-kali ia tidak akan
masuk surga. Sebaliknya silakan pula seorang yang berbakti kepada (kedua
orang tua) itu mengerjakan apa saja yang dikehendakinya, niscaya sekali-
kali ia tidak akan masuk neraka."1''0
Juga, "Allah melaknat orang yang mendurhakai kedua orang tuanya.''107
Juga, " Allah melaknat orang yang mencela/ mencaci ayahnya, Allah
melaknat orang yang mencela/ mencaci ibunya."108
Juga, "Segala dosa itu siksanya akan diakhirkan oleh Allah -sekehen-
dakNya- sampai hari kiamat kecuali dosa durhaka kepada kedua orang tua.
Sungguh Allah akan menyegerakan siksanya bagi siapa yang telah
104. Telah disebutkan takhrij-nya.
WS.Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (1/201). Ad-Darimi (2094), Al-Bukhari dalam kitab At-Tarikh Ash-
Shaghir(M262). dan Ibnu Hibban (3384); dari Abdullah bin Amru. Asy- Syaikh Al-Albani men-shahih-
kannya dalam Ash-Shahihah (670) dan Snahih Al-Jami' { 7676).
106. Asy-Syuyuthi berkata dalam Ad-Durr (4/310). "Diriwayatkan oleh Ad-Dailami dari Al-Hasan bin Ali secara
marfu ’. Saya berkata. "Dan dalam isnadnya ada Ashram bin Hausyab. dia adalah pemalsu hadits."
107. Diriwayatkan oleh Al-Hakim (4/356). Ath-Thabrani dalam Al-Ausath (8497) dengan lafazh. “ La’anallahu
sabatan min khatqihi min fauqi sab'i samawat ...mal unun man 'aqqa walidaihi (Allah melaknat tujuh
gotongan ciptaan-Nya dari atas langit yang tujuh . . terkutuklah siapa yang mendurhakai kedua orangtuanya)
", isnadnya dhalf. Dan. diriwayatkan oleh Muslim (1978), An-Nasa'i (7/232), Al-Hakim (4/153), dan
Ahmad (1/108); dari Ali bin Abi Thalib. dengan lafazh. " La'anallahu man la'ana walidaihi (Allah melaknat
orang yang melaknat kedua orangtuanya." Al-Hadits.
108. Diriwayatkan oleh Ahmad (1/309), Ath-Thabrani (11546). Ibnu Hibban (4417), dan Al-Hakim (4/356),
dengan lafazh, " La'anallahu man dzabaha lighairillah( Aliah melaknat orang yang menvembelih untuk selain
Allah)." Hadits dari Ibnu Abbas, dan ia snahih.
Mendurhakai Orang Tua ►► 67
melakukannya." Yaitu siksa di dunia sebelum datangnya siksa akhirat
yang pasti adanya.109
Ka'ab al-Ahbar bertutur, "Sesungguhnya Allah menyegerakan
kematian seseorang yang durhaka kepada kedua orang tuanya untuk
menyegerakan siksa baginya. Dan Allah memperpanjang umur
seseorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya untuk
menambahkan kebaikan baginva. Termasuk berbakti kepada keduanya
adalah menafkahi keduanya jika keduanva membutuhkannya."
Seseorang menghadap Nabi «y* dan mengadu, "Wahai Rasulullah,
bapakku ingin mengambil seluruh hartaku!" Maka beliau pun
bersabda, "Kamu dan seluruh hartamu itu milik ayahmu."110
Ka'ab al-Ahbar pernah ditanya tentang maksud durh.aka kepada
kedua orang tua. Dia menjawab, "Jika ayah atau ibunya bersumpah, ia
tidak memenuhinya. Jika ia diperintah olehnya, ia tidak mentaatinva.
Jika keduanya meminta sesuatu darinva, ia tidak memberinya. Dan jika
keduanya mempercayainya, ia mengkhianati keduanya."111
Ibnu 'Abbas kik ditanva tentang ashhaabul a'raaf (para penghuni
A'raf); siapakah mereka, apakah A'raf itu. la menjawab, "A’raf adalah
sebuah bukit yang terletak di antara surga dan neraka. Disebut A'raf
(yang tinggi) karena ia menjulang di atas surga dan neraka. Di sana
ada pepohonan, buah-buahan, sungai-sungai dan mata air. Orang-or-
ang yang menjadi penghuninya adalah orang-orang yang berangkat
berjihad tanpa keridhaan ayah ibu mereka, lalu mereka terbunuh di
medan jihad itu. Kematiannya di jalan Allah menghalanginya dari masuk
neraka, tetapi kedurhakaannya kepada kedua orang tua menghalanginya
dari masuk surga. Nah, mereka berada di A'raf itu sampai nanti Allah
109. Diriwayatkan oleh Ath-Thayalisi (880). Ahmad (5/36). Al-Bukhari dalam AI-AdabAI-MuIrad 129. 67), Abu
Dawud (4902). At-Tirmidzi (2511), Ibnu Majah (4211). Al-Hakim (2/1 62), Ibnu Hibban (455. 456), dan Al-
Baihaqi (10/234); dari Abu Bakrah. dengan lafazh. "Ma min dzanbin ajdaru (ahra) an yu'ajjilallahu h
shahibihil-‘uqubata fid-dunya (Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk Allah segerakan siksa bagi pelakunya
di dunia) “ al-hadits. Asy-Syaikh Al-Albani men-shah/b-kannya dalam Shahih Al-Adab Ai-Mulrad. sedangkan
lafazh yang disebutkan oleh penulis, dengan redaksi senada telah dikeluarkan oleh Al-Hakim (4/1 56)
dengan men -shahih-kannya. Sedangkan Adz-Dzahapi mengomentarinya, bahwa dalam sanadnya terdapat
Bakkar Bin Abdul Aziz, dia seorang yang dha if.
110. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (2291 ). Ath-Thahawi dalam Musykil (2/230). Ath-Thabrani dalam Al-Mu'jam
Ai-Ausathi 3534, 6570), dan dalam Ash-Shaghir(V154): dari Jabir. Dan. diriwayatkan oleh Ath-Thabrani
dalam Al- AusathiJ 088). Al-Uqaili (2/234). dan Al-Bazzar (2/84): dari Samurah bin JunJab. Diriwayatkan
oleh Ath-Thabrani dalam Al-Ausath (810) dari Abu Bakrah. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/214). Abu Dawud
(3530), Ibnu Majah (2292). dan Ibnul Jarud (995); dari Ibnu Amru. Asy-Syaikh Al-Albani men-shahih-
kannya dalam AMrwa '(838) .
111. Diriwayatkan oleh Ibnu Wahb dalam Jamr-nya (89). AbdurRazzaq (11/137). Baihaqi dalam Asy-Syu'ab
(7894). dan Abu Na'im (6/14) dengan isnad yang shahih.
68 I DiD%*Besar
memutuskan perkara mereka."112
Dalam Shahihain (Shahih Bukhari-Muslim) tersebutkan bahwa
seseorang menghadap Rasulullah syg bertanya, "Wahai Rasulullah,
siapakah manusia yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik?"
"Ibumu.", jawab Rasul. Orang itu bertanya lagi, "Lalu siapa lagi?"
"Ibumu.", jawab beliau kembali. Orang itu bertanya lagi, "Lalu siapa lagi?"
"Ibumu.", jawab Rasul. "Lalu siapa lagi", tanya orang itu. Rasul pun
menjawab, " Ayahmu , lalu kerabatmu yang terdekat, begitu seterusnya ."113
Rasulullah -jgg memerintahkan berbakti kepada ibu sebanyak tiga
kali dan kepada ayah sekali saja. Semua ini karena perhatian dan kasih
sayang seorang ibu jauh lebih besar dari pada seorang ayah. Itupun
masih ditambah dengan penderitaan selama hamil, kontraksi, kelahiran,
menyusui, dan berjaga sepanjang malam.
Suatu ketika Ibnu Umar menyaksikan seorang laki-laki tengah
menggendong ibunya, membawanya berthawaf mengelilingi Ka'bah.
Orang itu bertanya, "Wahai Ibnu Umar, adakah menurut Anda aku ini
sudah dapat membalas kebaikan ibu?" "Bahkan tidak mesti untuk satu
derita kontraksi kala melahirkanmu. Tapi kamu sudah berbuat baik.
Semoga Allah membalas sesuatu yang sedikit itu dengan pahala yang
banyak. ", jawabnva.114
Abu Hurairah igfe meriwayatkan bahwa Rasulullah jgjg bersabda,
'Empat orang yang dipastikan oleh Allah tidak akan dimasukkan ke surga
dan tidak pula dapat mengenyam kenikmatannya; pecandu arak, orang yang
makan harta riba, orang yang makan harta anak yatim secara zhalim, dan
orang yang durhaka kepada kedua orang tua. Kecuali jika mereka
bertaubat."1'"
112. Diriwayatkan oleh Ibnu Manshur dari Abu Ma'syar dari Yahya bin Syibl dari Yahya bin Abdurrahman Al-
Madani dari Ayahnya secara marfu'. Dan diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih, Ibnu Jarir dan Ibnu Abi
Hatim dari beberapa jalur periwayatan, dan Abu Masv'ar. Dan diriwayatkan secara marfu’, diriwayatkan
oleh Ibnu Majali dari hadits Ibnu Abbas dan Jabir Ibnu Katsir menyebutnya dalam tafsirnya, akan tetapi
beliau tawaqquf dalam keshahihan marfu - nya hadits ini, dan beliau berkata, “paling banter hadits ini adalah
mauquf." As-Suyuthi berkata dalam kitab ^ct-Du/r (3/1 62,1 63), "Semua riwayat dalam hal ini ada yang
marfu1 dan mauquf. akan tetapi semua itu tidak teriepas dari perbincangan ulama (yang mempermasalahkan
keabsahannya)."
113. Shahih. Diriwayatkan oleh Muslim (2548). Ibnu Majah (3658), dan Ahmad (2/391): dari Abu Hurairah.
114. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad ( 11) akan tetapi dengan lafal la wa la
bizafratin wahidaim dan sanadnya shahih.
115. Dha’if. Diriwayatkan oleh Ai-Hakim (2/37) ia berkata, "Isnadnya shahih." Adz-Dzahabi berkomentar
bahwa di dalam isnadnya terdapat Ibrahim bin Khutsaim dan dia adalah matruk, sedangkan hadits tersebut
diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Asy-Syaikh (Syaikh Al-Albani) berkata bahwa hadits tersebut dha’if
pddan (sangat lemah) di dalam Adh-Dhaifah (848).
Mendurhakai Orang Tua ►► 69
Beliau bersabda, " Surga itu terletak di bawah telapak kaki para ibu."lln
Seseorang menemui Abu Darda’ . .--A mengadu, "Wahai Abu Darda',
aku telah menikahi seorang wanita, tetapi ibuku menyuruhku untuk
menceraikannya." Mendengar hal itu Abu Darda' menjawab, " Aku pernah
mendengar Rasulullah bersabda, 'Orang tua itu pintu surga yang paling
tengah. Jika kamu mau kamu bisa menghilangkan pintu itu atau
menjaganya.'"’1'
Nabi bersabda:
’ , " . " f*. i.,' i i ... 4 , . , , - * .
s ^ I 1 o 4P 2 * ? ' o ap o ’ , ■ * dd-dc d , tu d i -_-w« , z j ' aP ^ ulu hA
fijJ yl jJl pl
"Ada tiga do' a yang pasti terkabul ; do'a orang yang terzhalimi, do'a seorang
musafir, dan do'a orang tua untuk atiaknya."lis
3- - S 3-^3 0 s * t t' 3
pl — .j>- d I * ALo-hj A A o' * Y * 5_'
Khalah (saudara perempuan ibu) itu sejajar dengan ibu.n-
Yaitu harus berbakti kepadanya, memuliakannya, menyambung
hubungan dengannya, dan berbuat baik kepadanya.”
Wahb bin Munabbih berkisah, "Sesungguhnya Allah is mewahvu-
kan kepada Musa 'Hai Musa, hormatilah ayah ibumu, barangsiapa
menghormati kedua orang tuanya niscaya Aku panjangkan umurnya dan
Aku karuniakan seorang anak yang menghormatinya. Sebaliknya, barang-
siapa durhaka kepada kedua orang tuanya niscaya Aku pendekkan umurnya
dan Aku berikan seorang anak yang durhaka kepadanya.'
Abu Bakar bin Abi Maryam berkata. Aku pernah membaca di dalam
Taurat, barangsiapa memukul ayahnya hukumannya dibunuh."
116. Lafal ini tidak memiliki asal, meskipun telah masyhur di kalangan orang-orang awam dan para khatib. Akan
tetapi, yang benar adalah dengan lafal alzimha fa irinal jannata ‘inda qadamaiha. Diriwayatkan oleh An-
Nasa’i dan Al-Hakim (2/104. 4/1 51 ). Ahmad (3/429). Ibnu Maiah (2781 ) dari Mu’awiyah bin Jahimah dan
Abu Sa'id. Dan di-shab/b-kan oleh Asy-Syaikh dalam Al-lrwa '(11 99) dan Ash-Shahihah (1 248, 1 249).
117. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Humaidi (395), Ibnu Abi Syaibah (8/540). Ahmad (5/1 96,197), Ath-Thayaiisi
(981 ), At-Tirmidzi (1900), Ibnu Majah (2089). Ath-Thanawi dalam Al-Musyki! (2/1 58), Ibnu Hibban (425), Al-
Hakim (4/125) dan di- shahih -kan oleh Asy-Syaikh.
118. Hasan. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam AI-AdabAI-Mufrad( 32. 481), Abu Dawud (1536), At-Tirmidzi
(1905, 3448), Ibnu Majah (3862), Ath-Thayaiisi (2517). Ahmad (2/258,348), dan Ibnu Hibban (2699): dari
Abu Hurairah. Dan di-basan-kan oleh Asy-Syaikh dalam Al-lrwa' ( 596) dan Ash-Shahih (3031 ). Demikian
pula dari Anas, lihat kembali Ash- shahih (3032) dan Ash-Shahihah ( 1 797).
119. Shahih . Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1844), (2699). (4251). Ahmad (4/298), dan Ibnu Hibban (4873)
dengan lafal yang panjang dari Al-Barra .
D:Dasa Besar
70
Wahb berkata, "Aku telah membaca di dalam Taurat, barangsiapa
menampar orang tuanya hukumannya dirajam."
Umar bin Murrah al-Juhanniy meriwayatkan, seseorang meng-
hadap Rasulullah iyg bertanya, "Wahai Rasulullah, apa pendapatmu
jika aku telah mengerjakan shalat lima waktu, shiyam di bulan
Ramadlan, membayar zakat, dan berhaji ke baitullah? Apa yang
dijanjikan untukku?" Rasulullah sgg menjawab, "Barangsiapa menunaikan
semuanya itu niscaya ia akan bersama dengan para nabi, para shiddiqin, para
syuhada' . dan para shalihin. kecuali jika ia durhaka kepada orang tua."110
Beliau igg juga bersabda, "Allah melaknat orang yang mendurhakai
kedua orang tuanya." u:
Juga, "Pada malam aku di-isra' -kan aku melihat kaum-kaum yang
digantung di atas pepohonan dan api. Maka aku bertanya . 'Wahai Jibril,
siapa gerangan mereka itu?' Jibril menjawab, 'Mereka adalah orang-orang
yang mencela bapak-bapak dan ibu-ibu mereka kala di dunia."122
Diriwayatkan bahwa orang yang mencela kedua orang tuanya di
alam kubur nanti akan dihujani bebatuan sejumlah tetes air yang turun
dari langit ke bumi.
Diriwayatkan pula, apabila seseorang yang durhaka kepada kedua
orang tuanya dikuburkan, kuburannya itu akan menghimpitnya sampai
tulang-belulangnya bercerai-berai.
Juga bahwa manusia yang paling berat adzabnya pada hari kiamat
ada tiga; orang musyrik, pezina, dan orang yang durhaka kepada orang
tua.
Bisvr berkata, "Tidak ada seorangpun yang mendekat kepada ibunya
demi mendengar pembicaraannya kecuali lebih utama dari pada orang
vang menyabetkan pedangnya di jalan Allah. Memandangnya lebih
utama dari pada memandang apapun."
Sepasang suami istri yang bercerai mengadukan masalah siapa
yang berhak untuk membawa anak mereka kepada Rasulullah ^ Si
suami berkata, "Wahai Rasulullah, ia adalah anakku yang keluar dari
tulang sumsumku." Si istri berkata, "Wahai Rasulullah, dia telah
120. Isnadnya shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad.Thabrani. Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban. Al-Mundziri
mengatakannya dalam At-Targhib (3/221 ;1 1 ).
121. Takhrij-nya telah disebutkan di muka.
122. Saya belum mendapatkannya. Al-Haitsimi menyebutkannya dalam Az-Zawajir (2/68) dengan shlghah
tamridh. Adz-Dzahabi menyebutkan riwayat pendukung, namun beliau tidak menyebutkan perawi dan
orang yang meriwayatkannya
Mendurhakai Orang Tua ►► 71
membawa-nya dalam keadaan ringan dan mengeluarkannya dengan
kesenangan. Sedangkan aku, membawanya dalam keadaan berat dan
mengeluarkannya dengan susah payah. Pun aku menyusuinya genap
dua tahun." Maka Rasulullah ^ memutuskan bahwa anak kecil itu untuk
dibawa ibunya.123
Nasihat Tentang Berbakti Kepada Kedua Orang Tua
Wahai orang yang menyia-nyiakan hak yang paling besar, yang
menjauhkan diri dari berbakti kepada kedua orang tua, yang durhaka,
yang melupakan salah satu kewajiban, yang lalai dari sesuatu yang ada
di hadapan, sesungguhnya berbakti kepada kedua orang tua itu adalah
hutang bagimu. Sayang sekali kamu membayarnya dengan cara yang
tidak baik, penuh noda aib. Kamu sendiri sibuk mencari surga, padahal
ia ada di bawah telapak kaki ibumu. Ibumu yang telah mengandungmu
selama sembilan bulan yang bagaikan sembilan kali berhaji. Ia yang di
kala melahirkanmu menderita mempertaruhkan nyawa. Ia yang telah
menyusuimu, menahan kantuk untukmu, memandikanmu dengan
tangannya yang lembut, dan selalu mendahulukanmu untuk urusan
makanan. Ia yang pangkuannya telah menjadi tempat yang nyaman
bagimu. Ia yang telah mencurahkan sepenuh kasih sayangnya
kepadamu, jika kamu sakit atau tampak menderita niscaya ia berduka,
bersedih dan menangis tiada batasnya. Ia pasti mengeluarkan semua
yang dimilikinya demi mencarikan dokter buatmu. Ia yang seandainya
diminta untuk memilih kehidupanmu atau kematiannya, pastilah ia
teriakkan kehidupanmu dengan suara yang paling lantang. Betapa
sering kamu mempergaulinya dengan akhlak yang tercela, namun ia
tetap memohonkan taufiq bagimu dalam setiap doanya.
Dus, ketika kerentaan menghampirinya, dan ia membutuhkanmu,
kamu menganggapnya sebagai sesuatu yang paling tidak berharga.
Ketika kamu kenyang oleh makanan dan minuman, ia dalam lapar dan
dahaga. Kamu selalu mengedepankan keluarga dan anak-anakmu dari
pada berbuat baik kepadanya. Kamu telah melupakan semua upayanya.
Urusannya kamu anggap sangat berat, padahal sebaliknya ia sangatlah
ringan. Umurnya kamu anggap teramat panjang, padahal sebenarnya
pendek. Kamu mengisolir dan meng-asingkannya, padahal ia tidak
mendapati penolong selain dirimu. Demikian ini, pun Penolongmu telah
melarangmu dari mengucapkan kata yang menyakitkannya dan
123. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/1 82), Abu Dawud (2276), Ad-Daruquthni (3/305), Al-Hakim (2/207), dan dari
Al-Baihaqi (8/504). Dan di-basan-kan oleh Asy-Syaikh dalam Al-lrwa'( 2187) dari Umar.
72 I d:d%* Besar
menegurmu dengan teguran yang halus; di dunia kamu akan mendapati
sikap durhaka dari anak-anakmu, dan di akhirat akan mendapati keadaan
jauh dari Rabb semesta alam. Dia menyerumu, mengingatkanmu:
Jujtll jU llljj Uj i jlii
"Yang demikian itu, adalah disebabkan perbuatan y ang dikerjakan oleh kedua
tangan kamu dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya
hamba-hamba-Nya". (Al-Hajj: 10)
Hak ibunda tak terhitung andai kau tahu itu pun kecil bagi dirinya
Berapa malam dilaluinya dengan segala
Rintihan dan keluhan dari bibirmu
Melahirkanmu sungguh beratnya hati terbang begitu serasa
Tangan lembutnya menepiskan segala aral dari dirimu
Pangkuannya menghantarkan semua mimpi-mimpi indahmu
Oleh keluh adumu rela ia gadaikan diri
Pun rela kau hisap seluruh sari
Kadang lapar menerpa tetapi ransumnya untukmu
Demi cinta dan kasih untukmu, si kecil manja
Sungguh celaka si berakal budak nafsunya
Pula si buta hati melek matanya
Apapun, berharaplah keluasan doanya
Karena kau benar-benar membutuhkannya
Dikisahkan, pada zaman Nabi ada seorang pemuda bernama
Alqamah. Ia seorang yang menghabiskan waktu-waktun/a untuk taat
kepada Allah; mengerjakan shalat, shiam, dan bersedekah. Suatu hari
ia sakit dan semakin hari semakin parah. Istrinya pun menyuruh
seseorang menghadap Rasulullah untuk menyampaikan, 'Suamiku,
Alqamah sedang sekarat. Dengan ini aku bermaksud mengabarkan
keadaannya kepadamu, wahai Rasulullah.’ Maka Nabi mengutus
Ammar. Shuhaib, dan Bilal. Beliau bersabda, "Berangkatlah kalian, dan
talqinkanlah ia dengan kalimat syahadat." Mereka bertiga berangkat dan
memasuki rumahnya. Mereka mendapati Alqamah tengah sekarat
sehingga dengan segera mereka mentalqinnya dengan ucapan 'La ilaha
illdllah'. Namun lidah Alqamah kelu, tak mampu mengucapkannya.
Sahabat bertiga menyuruh seseorang menghadap Rasulullah ■SsS
mengabarkan bahwa Alqamah tidak mampu mengucapkan kalimat
Mendurhakai Orang Tua ►► 73
syahadat. Usai dibacakan, Nabi bertanya, "Adakah salah seorang ibu-
bapaknya yang masih hidup?" Seseorang menjawab, "Wahai Rasulullah,
seorang ibu yang sudah sangat renta." Maka beliau pun mengutus
seseorang dan berpesan, " Katakan kepadanya jika ia kuat untuk berjalan
Rasulullah memanggilnya. Namun jika tidak hendaknya ia tetap tinggal di
rumah. Rasulullah akan menemuinya." Utusan itu sampai kepadanva dan
menyampaikan pesan dari Rasulullah Wanita itu berucap. "Jiwaku
siap menjadi tebusan jiwanya. Aku lebih pantas untuk mendatangi
beliau." Maka wanita itu pun berdiri dengan bertelekan kepada tongkat
dan berjalan menemui Rasulullah la ucapkan salam dan beliau
pun menjawabnya. Lalu Rasulullah bertanya, "Wahai Ummu Alqamah,
jujurlah kepadaku. Kalau pun kamu berdusta akan turun wahyu dan Allah
ku . Bagaimana keadaan anakmu Alqamah?" la menjawab, "Wahai
Rasulullah, ia rajin menunaikan shalat, shiyam, dan banyak
bersedekah." "Lalu bagaimana dengan dirimu?", tanya Rasul lagi. Wanita
itu menjawab, "Wahai Rasulullah, aku murka kepadanya." "Mengapa?",
tanya beliau. "Karena ia lebih mengutamakan istrinya dari pada diriku
dan ia tidak mau taat kepada ku.", jawab Ummu Alqamah. Rasulullah
-itg bersabda, "Sesungguhnya murka Ummu Alqamah menghalangi lisannya
untuk mengucapkan syahadat." Beliau melanjutkan, "Bilal, pergi dan
bawakan untukku kayu bakar yang banyak." Wanita itu bertanya, "Apa
yang akan Anda lakukan, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, "Aku
hendak membakarnya di hadapanmu" Wanita itu menimpali, "Wahai
Rasulullah, ia adalah anakku. Hatiku tidak akan kuat menyaksikan-
nya dibakar di hadapanku." " Wahai Ummu Algamah, aazab Allah lebih
dahsyat lagi kekal. Jika kamu senang terhadap ampunan Allah baginya
ridlailah ia. Demi Yang jiwaku ada di tangan-Nya, shalat, shiyam, dan
sedekahnya tidak dapat mendatangkan manfaat baginya selama kamu murka.",
sabda Nabi. Mendengarnya wanita itu berkata, "Wahai Rasulullah, aku
bersaksi di hadapan Allah, para malaikat, dan siapa saja yang hadir di
sini dari antara kaum muslimin bahwa aku telah ridla kepada anakku,
Alqamah.” Kemudian Rasulullah Jgs bersabda, "Bilal, berangkat dan
lihatlah apakah Alqamah sudah dapat mengucapkan 'La ildha illalldh' atau
belum. Bisa saja Ummu Algamah tadi mengatakan yang bukan dari lubuk
hatinya karena malu kepadaku." Bilal berangkat dan melihat kondisi
Aiqamah. Ia berkata, "Wahai sekalian orang, murka Ummu Alqamah
menghalangi lidahnya dari syahadat, dan ridlanya telah melepaskan
kekeluan lidahnya." Pada hari itu juga 'Alqamah meninggal. Rasulullah
hadir, memerintahkan untuk memandikan dan mengkafaninya. Lalu
beliau menshalatkan dan menghadiri prosesi penguburannya. Beliau
74 I d:d Besar
berdiri di ujung kuburnya bersabda, "Wahai sekalian Muhajirin dan
Anshar, barangsiapa mengedepankan istrinya dari pada ibunya niscaya akan
mendapatkan laknat dari Allah, para malaikat, dan manusia semuanya.
Allah tidak akan menerima infapnya juga sikap adilnya sehingga ia bertaubat
kepada Allah :w dan berbuat baik kepadanya serta memohon keridlaannya.
Keridlaan Allah terletak pada keridlaannya, kemurkaan Allah terletak pada
kemurkaannya. 124
Kita memohon kepada Aliah semoga membimbing kita untuk
menggapai keridlaannya dan menjauhkan kita dari sikap durhaka
kepadanya. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah, Maha Mulia, Maha
Penyayang, lagi Maha Pengasih.
124. Kisah ini palsu, diriwayatkan oleh Al-tlqail! dalam Adh-Dhu'afa (3/461 ), A!-Baihaqi (7892) dalam Asy-
Syu’ab, Ibnui Jauzi daiam Al-Maudhu'at (3/87) dan Al-Kharaithi (250) dari Abdullah bin Abi Aufa. Akan tetapi
mereka tidak menyebutkan nama si fulan.
Ibnui Jauzi berkata. "Tidak shahih." Di dalamnya terdapat Fa'id yang haditsnya matruk. danDawud bin
Ibrahim, dia berkata dusta.
Adz-Dzahabi berkata tentang Biografi Dawud (2/4), “Di antara kecacatan Dawud bin Ibrahim adalah dengan
mengatakan bahwa telah mengabarkan kepada kam; Ja'far bin Sulaiman, Fa’id mengabarkan kepada kami
dari Ibnu Abi Aufa, lalu ia menyebutkan hadits tersebut.”
ibnu Hajar mengikutinya dan menyebutkannya daiam Al-Lisanl 2/41 4), demikian pula Al-Halabi dalam Al-
KasyfAI-Hatsitsu (hai 1 1 2). Saya tidak menemukan Alqamah yang disebutkan dalam kisah tersebut. Saya
juga beium mendapatkan bahwa Alqamah ini disebut di dalam kitab-kitab Ar-Rijat waAt-Tarajim (biografi
para perawi). Bahkan, saya beium mendapatkan seorang Al-Qamah pun yang meninggal pada waktu
Rasulutlan masih hidup dan mayoritas mereka meninggal dalam penaklukan Mesir dan penakiukan-
penaklukan yang lain sebagaimana yang disebutkan Al-Hafizh Ibnu Abdil Barr dalam A!-lsti‘ab dan Al-
Hafidz Ibnu Hajar dalam Al-lshabah. Dan, tidak disebutkan dalam biografi salah satupun dari mereka bahwa
hal itu terjadi padanya seperti halnya yang terjadi dalam kisah ini. Walaupun Imam Adz-Dzahabi sendiri
yang menyebutkan kisah tersebut, namun beliau puia yang membatalkan keabsahan kisah ini dalam Mizan
Al-I'tidal. Meski demikian, beliau mencamtumkannya dalam kitab ini, dan andaikata beliau tidak
mencamtumkannya maka hal itu akan lebih baik. Barangkali beliau mencamtumkan banyak hadits maudhu'
dan kisah-kisah batil itu karena pada zamannya terdapat orang yang dapat membedakan hal itu. Sedangkan
pada zaman kita sekarang, sungguh, banyak sekai para khatib yang berkoar-koar menyampaikannya di
atas mimbar-mimbar, pelajaran-pelajaran dan lain-lain Wallahui Musta'an.
Mendurhakai Orang Tua ►► 75
D#sa
Besar
MEMUTUS
HUBUNGAN KERABAT
Allah berfirman:
^ y f y y y & y O ' ■' s 'V } y *
l~jj >SLip j 15" aJ)' jj <>j j jijlliJ (_£UJl 4$li ' ^Ajtj
Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya
kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim.
(An-Nisa’: 1)
Maksudnya jangan sampai memutus hubungan silaturrahim.
■jJiJl v^JuJ h P t
•vjda-ij • ys A:' 'S
' w ■*' V'"
O y
■- ' \ ° -“l'" - • I
-flj O'
J+*
° ' A ' 'f 'af • ^ ' ft A. — t
^ ^ -<k «j? 13 Aii 1
Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di
muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan. Mereka itulah orang-
orang yang dilaknat oleh Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan
dibutakan-Nya penglihatan mereka. (Muhammad: 22-23)
Dan orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian,
dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan
supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada
hisab yang buruk. (Ar-Ra'd: 20-21)
Dengan (al-Qur’an) itu banyak orang yang disesatkan oleh Allah, dan dengan
itu (pula) banyak orang yang diberinya petunjuk. Dan tidak ada yang
disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, (yaitu) orang-orang yang
melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan
apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya
dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang
rugi. (Al-Baqarah: 26-27)
Memutuskan Hubungan Kerabat ►► 77
Dalam kitab shahih Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa
Rasulullah §yjg bersabda:
' 'Tidak akan masuk surga orang yang memutus ikatan rahim."222’
Barangsiapa memutuskan hubungan dengan kerabat yang lemah,
mengisolir mereka, bersikap takabbur terhadap mereka, dan tidak
berbuat baik kepada mereka, padahal ia kaya sedangkan mereka fakir,
maka ia termasuk kategori yang diancam dengan hadits ini. Terhalang
dari masuk surga. Kecuali jika bertaubat kepada Allah lalu berbuat baik
kepada mereka.
Rasulullah sjgg telah bersabda. "Barangsiapa mempunyai kerabat yang
lemah lalu tidak berbuat baik dan mengalokasikan sedekahnya kepada selain
mereka, niscaya Allah tidak akan menerima sedekahnya dan tidak akan
memandangnya pada hari kiamat. Sedangkan barangsiapa dalam keadaan
fakir, hendaknya menyambung (ikatan rahim) dengan mengunjungi mereka
dan selalu menanyakan kabar mereka." :lt
Pun Nabi telah bersabda, " Sambunglah ikatan rahim kalian
walaupun hanya dengan ucapan salam."12'
Beliau ^ juga bersabda:
> ' S S ' - 3 ' S > s * o
<W>- j U.-3.U ^IMj J li" ‘r*
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya menyambung
ikatan rahimnya."22*
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah Sg bersabda,
- j, j * - 1 > 3 f S f S -
<U>; CUJUii ''i; gjjjl -pj . yjj
"Orang yang menyambung itu bukanlah mukafi' (orang yang melakukannya
jika kerabatnya terlebih dulu melakukan hal itu kepadanya) , akan tetapi or-
ang yang menyambung adalah orang yang jika kamu memutus hubungan
1 25. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5984), Muslim (2556). Abu Dawud (1696) dan At-Tirmidzi (1909) dari Jabir
bin Wluth’im.
126. Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dan isnadnya dha’if.
127. Hasan. Diriwayatkan oleh Al-Bazzar dari Ibnu Abbas. Ath-Thabrani dari Abu Thufail, dan Al-Baihaqi (7973)
dari Anas (7972) dari Suwaid bin Amir Dan di-hasan-kan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ (2838)
dengan lafal balludan riwayat Al-Bukhari (5990) dari Amru bin Ash dengan lafal walakin lahum rahimun
abulluha bibalaliha. maksudnya saya menyambungnya dengan menyambung tali rahimnya.
128. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (61 38) dari Abu Hurairah.
78 ! D*Ms*Besar
darinya ia menyambungnya." i:-‘
Dalam sebuah hadits qudsi Aliah berfirman:
"Aku adalah ar-Rahman (Yang Maha Pengasih) dan dia adalah ikatan rahim.
Barangsiapa menyambungnya Aku-pun menyambung hubungan dengannya.
Dan barangsiapa memutuskannya Aku-pun memutuskan hubungan
darinya."liC'
Ali bin Husein berpesan kepada anaknya, "Wahai anakku, jangan
sekali-kali kamu bersahabat dengan orang yang memutuskan ikatan
rahim. Sesungguhnya aku mendapatkannya terlaknat dalam kitabullah
pada tiga tempat."
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa ia mengadakan majlis
untuk mengkaji hadits Rasulullah Dia berkata, "Aku merasa sesak
dada kepada setiap orang yang memutuskan ikatan rahim sampai or-
ang itu pergi dari antara kita." Tidak ada yang beranjak pergi kecuali
seorang pemuda yang duduk di bagian terjauh halaqah itu. Ia pergi ke
rumah bibinya sebab sudah sekian tahun ia bermusuhan dengannya,
la jalin kembali ikatan rahim itu. Keheranan bibinya bertanya, "Apa
vang membawamu ke mari, keponakanku?" Pemuda itu menjawab,
"Sungguh, aku tengah mengikuti majlisnya Abu Hurairah, salah
seorang sahabat Rasulullah Dia berkata, Aku merasa sesak dada
kepada setiap orang yang memutuskan ikatan rahim sampai orang itu
pergi dari antara kita." Bibinya berkata, "Kembalilah ke majlisnya dan
tanyakan mengapa demikian." Pemuda itu pun kembali ke majlis dan
menceritakan kepada Abu Hurairah perihal sengketa antara dia dan
bibinya. Dia bertanya, "Mengapa Anda tidak mau bermajlis dengan or-
ang yang telah memutuskan ikatan rahim?" Abu Hurairah menjawab,
"Aku telah mendengar Rasulullah Jgg bersabda, 'Sesungguhnya rahmat
tidak akan turun kepada suatu kaum vang di dalamnya ada orang yang
memutuskan ikatan rahim."
Hikayat
Diceritakan ada seorang laki-laki yang kaya menunaikan ibadah
129. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5991). Abu Dawud (1697), At-Tirmidzi (1908V dan Ahmad (2/190)
dari Abdutlah bin Amr.
130. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab{ 7966) dan Al-Haitsaami dalam Al-Majma't&t 51) berkata,
diriwayatkan oleh Ahmad sedangkan para perawinya tsigai.
Memutuskan Hubungan Iverabat ►► 79
haji ke Baitullah. Sesampai nya di Mekah ia menitipkan uangnya
sebanyak 1000 dinar kepada seseorang yang terkenal dapat dipercaya
dan shalih sampai seusai wuquf di Arafah. Ketika ia telah menyelesaikan
wuqufnya ia kembali ke Mekah dan mendapati orang yang dititipinya
telah meninggal. Ia menanyakan perihal uangnya kepada keluarganya.
Ternyata tidak seorang pun dari anggota keluarganya yang
mengetahuinya. Orang itu pun mengadukan masalahnya kepada para
ulama Mekah. Mereka berkata, "Apabila separuh malam telah berlalu
mendekatlah ke sumur Zamzam, lihatlah, dan panggil namanya. Jika
ia termasuk penghuni surga niscaya ia akan menjawab panggilanmu
pada kali pertama." Maka orang itu mengikuti nasehat mereka,
mendatangi sumur Zamzam dan memanggilnya. Namun tidak ada
jawaban. Karenanya ia kembali kepada mereka, mencerita-kannva.
Mereka berkata, "hina Ulahi wa innd ilaihi raji'un. Kami khawatir jangan-
jangan temanmu itu termasuk penghuni neraka. Pergilah ke tanah
Yaman, Di sana ada sebuah sumur yang dberi nama sumur Barhut.
Kaatanya sumur itu berada di tepi Jahannam. Lihatlah di waktu malam,
dan panggillah temanmu. Jika ia termasuk penghuni neraka niscaya ia
akan menjawab panggilanmu. Maka orang itu pun berangkat ke Yaman
dan bertanya-tanya tentang sumur itu. Seseorang menunjukkannya
dan ia pun mendatanginya di malam hari. Ia melihat ke dalamnya dan
berseru, "Hai Fulan!" Ada jawaban, la bertanva, "Di mana uang
emasku?" "Aku tanam di bagian 'anu' dalam rumahku. Aku memang
belum memberitahukannya kepada anakku. Galilah pasti kamu
mendapatkannya.", suara jawaban itu. Orang itu bertanya lagi, "Apa
yang menyebabkanmu berada di sini padahal menurut prasangka kami,
kamu adalah seorang yang baik?" Terdengar suara jawaban, "Aku punya
seorang saudara perempuan yang fakir. Aku menjauhinya dan tidak
menaruh belas kasihan kepadanya. Maka Allah menghukumku dan
merendahkan kedudukanku seperti ini."131
Ini sesuai dengan sabda Nabi dalam hadits yang shahih, "Tidak
akan masuk surga orang yang memutuskan."'32 Maksudnya memutuskan
ikatan rahim seperti saudara perempuan, bibi, keponakan, dan yang
lainnya dari antara kerabat.
Kita memohon taufiq kepada Allah untuk dapat mentaatiNya.
Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Mulia.
131
132. Takhrij-nya telah disebutkan di muka.
80 I Besar
ZINA
D.'sa
fHr
Besar
Dosa zina itu tidaklah sama. Allah 9H berfirman:
iL^j 3Ju>-U jtS' «Jl jJjJ' 1 «
Dan janganlah kamu mendekati zina: sesungguhnya zina itu adalah suatu
perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (Al-lsra’: 32)
Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan
tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan
(alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian
itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat
gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab
itu, dalam keadaan terhina, kecuali siapa saja yang bertaubat. (Al-Furqan:
68-70)
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap
seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada
keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu
beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan)
hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.
(An-Nur: 2)
Para ulama berkata, "Ini adalah hukuman bagi pezina perempuan
dan laki-laki yang masih bujang, belum menikah di dunia Jika sudah
menikah walaupun baru sekali seumur hidup, maka hukuman bagi
keduanya adalah dirajam dengan bebatuan sampai mati. Demikian pula
telah ternaskan dalam hadits dari Nabi bahwasanya jika hukuman
qishash ini belum dilaksanakan bagi keduanya di dunia dan keduanya
mati dalam keadaan tidak bertaubat dari dosa zina itu niscaya keduanya
Zina ►► 81
akan diadzab di neraka dengan cambuk api.
Dalam kitab Zabur tertulis, "Sesungguhnya para pezina itu akan
digantung pada kemaluan mereka di neraka dan akan disiksa dengan
cambuk besi. Maka jika mereka melolong karena pedihnya cambukan
malaikat Zabaniyah berkata, "Ke mana suara ini ketika kamu tertawa-
tawa, bersuka ria dan tidak merasa diawasi oleh Allah serta tidak malu
kepada-Nya.”
Rasulullah iyg bersabda:
> - - % t , .
O - O f ' > . 3 - ^ 5 > ^ i S'' . £ , 3 .- f
i' * V* juA y i* w ^ «j i * • v* yi ^ ^ ji ^
3 * / J ' , - t - 9 V ,
“ Tidaklah beriman seorang pezina itu ketika berzina. Tidaklah beriman seorang
pencuri itu ketika mencuri. Tidaklah beriman seorang yang menenggak arak
itu ketika menenggaknya. Dan tidaklah beriman orang yang merampas harta
yang tinggi nilainya -karenanya orang-orang memandangnya- itu ketika
merampasnya. ” ,x'
Beliau juga bersabda,
> 3 ' - 'O' '
<cjl AJ*- ) Aji' Iji
' - ~ i ^
•w*» i j [T' o Ik A I
■ j*
> ,
-LaJ)
Iji
"Apabila seorang hamba berzina akan keluarlah iman darinya. Keimanan itu
seperti payung yang ada di atasnya. Kemudian jika ia berhenti dari perbuatan
itu maka imannya akan kembali kepadanya."''4
Beliau juga bersabda, "Barangsiapa berzina atau meminum arak niscaya
Allah mencabut keimanan dari dirinya sebagaimana manusia melepaskan baju
dari kepalanya ,"135
Juga, "Tiga orang yang tidak akan diajak berbicara oleh Allah pada hari
kiamat dan tidak akan dilihat serta disucikan , pun bagi mereka adzab yang
pedih; seorang tua yang berzina, raja yang pendusta, dan orang miskin yang
congkak."1 3h
133 .Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/276). Al-Bukhari (2475,6772.6810). Muslim (57), Abu Awanah ( 1/
1 9.20), Abu Dawud (4689). At-Tirmidzi (2625). An-Nasa'i (8/31 3), dan Ibnu Majah (3936) dari Abu Hurairah.
134. Shahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (4690). Al-Hakim (1/22). dan Al-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab (4979)
dari Abu Hurairah. Dan di-shahih-kan oleh Asy-Syaikh dalam Ash-Shahihah (509) dan Shahih Al-Jami’
(586).
135. Dha'if. Diriwayatkan oleh Al-Hakim (1/22). Al-Baihaql dalam Asy-Syu’ab (4981), dan Ibnul Jauzi dalam
Dzammul Hawa (hal:1 54). Dan di-dba7f-kan oleh Asy-Syaikh dalam Adh-Dhaltah (1274). Sedangkan
hadits dari Abu Hurairah.
136. Shahih. Diriwayatkan oleh Muslim (107). An-Nasa'i (5/86). dan Ibnu Mandah (620) dari Abu Hurairah.
d~d%* Besar
82
Abdullah bin Mas'ud ug* berkata, "Aku bertanya kepada
Rasulullah, 'Apakah dosa yang paling besar di sisi Allah ta'ala? Beliau
menjawab, 'Yaitu kamu menjadikan sekutu bagi Allah padahal Dialah yang
menciptakanmu.' 'Sungguh itu sangatlah besar. Lalu apa lagi?', tanyaku
kembali. Beliau menjawab. 'Yaitu kamu membunuh anakmu karena takut
jika kelak ia makan bersamamu.1 'Lalu apa lagi', tanyaku lagi. Beliau
menjawab, 'Yaitu kamu berzina dengan kekasih (maksudnya istri )
tetanggamu.’ Maka Allah /w menurunkan pembenaran dari sabda beliau
itu dengan firman-Nva, “Dan orang-orang yang tidak menyembah ilahyang
lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah
(membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina,
barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan)
dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat
dan dia akan kekal dalam azab itu. dalam keadaan terhina, kecuali siapa saja
yang bertaubat (Al-Furqan: 68-70) B:
Perhatikan, bagaimana Allah telah menyertakan penyebutan zina
dengan istri tetangga dengan menyekutukan Allah dan membunuh
jiwa yang diharamkan oleh Allah membunuhnya kecuali dengan alasan
yang dibenarkan syara’. Hadits ini tercantum dalam Bukhari dan Mus-
lim.
Imam Bukhari meriwayatkan hadits tidur Nabi ^5 yang
diriwayatkan oleh Samurah binjundub. Dalam hadits itu disebutkan
bahwa beliau didatangi oleh malaikat Jibril dan Mikail. Beliau
berkisah, "Kami berangkat pergi sehingga sampai di suatu tempat semisal
'tannur' bagian atasnya sempit sedangkan bagian bawahnya luas. Dari situ
terdengar suara gaduh dan ribut-ribut. Kami menengoknya, ternyata di situ
banyak laki-laki dan perempuan telan jang. Jika mereka dijilat api yang ada di
bawahnya mereka melolong oleh panasnya yang dahsyat. Aku bertanya, 'Wahai
Jibril, siapakah mereka?' Jibril menjawab. 'Mereka adalah para pezina
perempuan dan laki-laki. Itulah adzab bagi mereka sampai tibanya hari
kiamat."lig Semoga Allah melimpahkan ampunan dan kesejahteraan
batin bagi kita semua.
Tentang tafsir bahwa Jahannam itu 'ia memiliki tujuh pintu' (Al-
Hijr : 44) Atha’ berkata, "Pintu yang paling hebat panas dan sengatannya
137. Diriwayatkan oieh Ahmad dengan lafal ini (1/380-431 ). An-Nasa'i dalam AT- Tafsir(388 ) dan As-Sunan (7i
90). dan Ibnu Hibban (441 4) dengan isnad shahih. Dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari (4477). (6811), (7520).
Muslim (86). At-Tirmidzi (3183). An-Nasa'i (7/90). At-Tafsir (389), Ibnu Hibban (4415). dan Ahmad (1/434)
tanpa menyeDut ayat ini
J3&. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1386,7047). Ibnu Hibban (655), Ath-Thabram dalam Al-Kabir
(6984,6986.6990). dan Ahmad (5/8.9) dalam hadits panjang dari Samurah.
Zina ►► 83
dan yang paling busuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para
pezina yang berzina setelah mereka tahu keharamannya ."13y
Makhul ad-Dimasyqiy berkaca, "Para penghuni neraka mencium
bau busuk berkata, 'Kami belum pernah mencium bau yang lebih busuk
dari bau ini' Dijelaskan kepada mereka, 'Itulah bau kemaluan para
pezina."140
Ibnu Zaid, salah seorang imam dalam bidang tafsir berkata,
"Sesungguhnya bau kemaluan para pezina itu benar-benar menyiksa
para penghuni neraka."141
Di antara sepuluh ayat yang diperintahkan oleh Allah kepada Musa
SjSsSi, "Janganlah kamu mencuri dan jangan pula berzina sehingga Aku
menutup wajah-Ku darimu!" Jika ini merupakan khithab (kalimat) untuk
Nabi Allah, Musa, lalu bagaimana dengan yang lainnya?!
Nabi (gs telah menyampaikan bahwa Iblis menyebar para tenta-
ranya ke muka bumi, berkata, "Siapa di antara kalian yang menyesatkan
seorang muslim akan aku kenakan sebuah mahkota di kepalanya. Siapa
yang paling besar fitnahnva paling dekatlah kedudukannya kepadaku.
Salah satu tentaranya menghadap dan berkata, "Aku akan terus
menggoda si fulan sampai ia mau menceraikan istrinya." Iblis berkata,
"Aku tidak akan memberikan mahkota sebab pasti nanti ia menikah
lagi dengan yang lain." Tentara yang lain menghadap dan berkata, "Aku
akan terus menggoda si fulan sampai aku berhasil menanamkan
permusuhan antara ia dan saudaranya." Iblis berkata, "Aku tidak akan
memberikan mahkota sebab suatu saat ia pasti berdamai lagi." Tentara
yang lain menghadap dan berkata, "Aku akan terus menggoda si fulan
sampai ia berzina." Iblis berkata, "Wah, bagus sekali itu." Lalu Iblis
mendekatkan tentaranya itu kepadanya dan meletakkan mahkota di atas
kepalanya.142
Kita berlindung kepada Allah dari keburukan setan dan tentara-
tentaranya.
139. As-Suyuthi berkata dalam Ad-Durr (4/186): diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dari Atha Al-Khurasani.
kukatakan: dari jaiur periwayatannya diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi dalam Dzammut Hawa (hal:1 57) dan
diriwayatkan oleh ibnul Jauzi (hal:1 57) dari jalur yang lain.
140. Diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi dalam Dzammul Hawa (hal:l55,1 56) dari Makhul dan ia me-marfu‘-kannya,
sedangkan isnadnya mu'dhai.
141 . Diriwayatkan oleh Al-Kharaithi dalam Masawi’ul Akhlaq (475) dari Ali dengan lafal yang panjang.
1 42. Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam HUyah Al-Autiya’ [8H 28) dari jalur Ibrahim bin Al-Asy'ats (berkata),
telah menceritakan kepada kami Fudhail bin lyadh dari Atha bin Saib dari Abu Abdurrahman As-Suiami dari
Abu Musa secara marfu’, sedangkan isnadnya dha'if. Dan diriwayatkan oleh Muslim dan Abd bin Humaid
(1033) dan Ahmad (3/314) dari Jabir dengan lafal lain selain ini.
84 I D~i>%aBesar
Dari Anas, Rasulullah dgg bersabda, "Sesungguhnya iman itu 'sirbai,
kain panjang yang dipakaikan oleh Allah kepada siapa saja yang Dia
kehendaki. Apabila seorang hamba berzina maka Allah mencabut sirbai itu
darinya. Jika bertaubat, Dia akan mengembalikannya ."14?
Diriwayatkan bahwa Nabi Ag bersabda, "Wahai sekalian orang-or-
ang Islam, takutlah kalian dari ( melakukan ) zina. Sungguh padanya ada
enam ancaman; tiga di dunia dan tiga yang lain di akhirat. Yang di dunia
adalah hilangnya kharisma wajah, pendeknya umur, dan kefakiran yang
berkepanjangan. Adapun yang di akhirat adalah kemurkaan Allah tabaraka
\va ta'aia. buruknya hisab, dan adzab neraka." M
Beliau juga bersabda:
5 3 - 3 ; ? \ t*' 5 - D ■" . - ' i > 'T, 9 ( '
■ ^C, J J-&J AJ& • W* L>- a J.P <uJ'
"Barangsiapa mati dalam keadaan tidak berhenti minum arak, niscaya Allah
ta’aia akan memberinya minum air sungai Ghuthah. Yaitu sungai di neraka
yang bersumber dari kemaluan para pelacur (wanita-wanita pezina
Begitulah, di neraka kelak akan mengalir dari kemaluan mereka
nanah dan darah busuk lalu itu semua akan diminumkan kepada or-
ang yang mati dalam keadaan 'mushirr, terus menerus dan tidak berhenti
dari minum arak.
Rasulullah -Jgg bersabda, "Tidak ada dosa setelah syirik yang lebih besar
di sisi Allah dari pada 'setetes air yang dituangkan oleh seorang laki-laki ke
kemaluan yang tidak dihalalkan baginya." ":r
143. Diriwayatkan oleh Al-Baihaai (4981 i dan Ibnui Jauzi dalam Dzammul Hawa (hal:154) Dan di-dba/7-kan
oleh Asy-Syaikh dalam Adh-Dtia 'ifah ( 1 274) dan Dnalf Ai-Jami' i 1421 i.
144. Haaits wahin (lemah), diriwayatkan oleh Ibnu Adi (6 317), Al-Kharaitbi dalam Al-Masawi' (476). Ibnu
Hibban dalam Ai-Majruhin tr: 84), aanAbu Nu'aim (4 lil). Dan dari jalur tersebut ibnui Jauzi dalam Al-
/Maudhu af(3/107)dandaiam Dzammul Hawa lhal:155) dan Al-Baihaqi dalam Asy-Syu'aD (5091) dari jalur
Maslamah bin Ali Ai-Khasyin. dari Al-A’masy dan Syaqia dari Khudzaifah bin Yaman secara marfu
seaangkan Maslamah itu d/a 7/sekali dan munkarui hadits. matruk.
145 . Dha’it. Diriwayatkan oleh Ahmad (4 399). Ibnu Hibban (5346). dan Al-Hakim (4/146) dari jalur Al-Fudhail
bin Maisarah dari Abu Hariz. bahwa Abu Buroah bercerita kepadanya dari Abu Musa kemudian ia
menyebutkan dengan lafal tsaiatsatun ia yadktiuiunaljannah. ah-hadits. Al-Hakim berkata. “Isnadnya
snatiih dan disepakati oleh Adz-Dzahabi." Namun tidak seperti perkataan keduanya, karena Abu Hariz
yang mempunyai nama Abaullah bin Al-Husam Ai-Azdi masih ada pertentangan tentangnya. Sejumlah
ulama men-dha ’if- kannya, sedang sebagian yang lain meng-basan-kan hadits-haditsnya. Al-Hafizh berkata:
Shaduq Yukhthi'ij— (jujur namun sering salah), artinya ia dha’iftiila meriwayatkan sendirian, dan hai itu
yang terjadi. Ibnu Adiy berkata. "Mayoritas apa yang dirivvayatkannya tidak diikuti oleh seorang pun." Lihat
kembali DhafAI-J£mi'{2S$fa
146. MursaIDha'if. Diriwayatkan oleh Ibnui Jauzi dalam Dzammul Hawa (hal: 154) dari jalur ibnu Abi Dunya. Dia
Zina » 85
Rasulullah TS juga bersabda, "Di jahannam ada sebuah lembah yang
dipenuhi oleh ular berbisa. Ukurannya sebesar leher unta. Ular-ular ini akan
mematuk orang yang meninggalkan shalat dan bisanya akan menggerogoti
tubuhnya selama 70 tahun, lalu terkelupaslah daging-dagingnya. Di sana
juga ada lembah yang namanya jubb al-Huzn. la dipenuhi ular dan
kalajengking. Ukuran kalajengkingnya sebesar bighal (peranakan kuda dan
keledai). Ia memiliki 70 sengat. Masing-masingnya memiliki kantung bisa, la
akan menyengat pezina dan memasukkan isi kantung bisanya ke dalam tubuh
pezina itu. la akan merasakan pedih sakitnya selama 1000 tahun. Lalu
terkelupaslah daging-dagingnya dan akan mengalir dari kemaluannya nanah
dan darah busuk."1*'
Disebutkan pula bahwa barangsiapa berzina dengan seorang wanita
yang telah bersuami, maka bagi mereka berdua setengah adzab umat
ini di dalam kubur. Ketika hari kiamat, Allah akan memberikan kepada
suaminya berupa kebaikan istri (yang berzina) tersebut, apabila (perilaku
zina istri itu) tanpa pengetahuan suaminya. Namun, apabila suami
mengetahuinya dan mendiamkan saja, maka Allah mengharamkan bagi
suami itu surga, karena Aiiah telah tuliskan (tetapkan) pada pintu surga
itu, “Kamu haram 'bagi dayu t s (yaitu laki-laki (suami) yang mengetahui
perbuatan keji (zina) keluarganya, namun dia mendiamkan saja dan tidak
menghiraukannya) 14S
Disebutkan pula bahwa barangsiapa meletakkan tangannya pada
seorang wanita dengan disertai syahwat, pada hari kiamat nanti akan
datang dengan tangan terbelenggu di leher. Jika ia menciumnya, kedua
mulutnya akan digadaikan di neraka. Dan jika berzina dengannya,
pahanya akan berbicara dan bersaksi pada hari kiamat nanti. Ia akan
berkata, "Aku telah berbuat sesuatu yang haram." Maka Allah
memandangnya dengan pandangan murka. Pandangan Allah ini
mengenai wajah orang itu dan ia pun mengingkarinya. Ia malah
bertanya, "Apa yang telah aku lakukan?" Tiba-tiba seraya bersaksi
lidahnya berkata, "Aku telah mengucapkan kata-kata yang haram."
berkata: Ammar bin Nasr bercerita kepada kami, dia berkata: Baqiyah bercerita kepada kami dari Abu Bakr
bin Abi Maryam dari Al-Haitsam bin Malik Ath-Thai secara madu'. Dan sanadnya mursal karena Al-
Haitsam adalah seorang tabi’in, sedangkan Abu Bakr dha'it. Dan lihat Adh-Dha'ifah(1580).
147. Dha’it Diriwayatkan oleh Ahmad (4/191) dan Al-Haitsami dalam At-Majma‘ (10/392) menisbatkannya
kepada oleh Ath-Thabrani dan Ahmad . dia berkata. "Di dalamnya terdapat sekelompok perawi yang dinilai
ulama sebagai tsiqat." Saya katakana. ''Isnadnya dha'it" Diriwayatkan pula oleh ibnul Mubarak di dalam
Zawaid Az-Zuhd( 336) dan dari jalur mi juga diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam WashfAn-Nar{37)
secara maugufdari Syafi bin Mati' Al-Ashbuhi dan dalam isnadnya terdapat ke-dha'if-an. HuwallahuA’lam.
148. Saya tidak mendapatinya.
86 I D Besar
Kedua tangannya bersaksi, "Aku telah memegang sesuatu yang haram."
Kedua matanva juga bersaksi, "Aku telah melihat yang diharamkan."
Kedua kakinya juga, "Aku telah berjalan menuju kepada yang haram."
Kemaluannya berkata, "Aku telah melakukannya.” Malaikat penjaga
berkata, "Aku telah mendengarnya.' Yang satu lagi berkata, "Aku telah
melihatnya." Akhirnya Allah berfirman, "Adapun Aku telah mengetahui
semuanya dan menutupinya." Selanjutnya Allah berfirman, " Wahai para
malaikat-Ku, bawa orang itu dan timpakan kepadanya adzab-Ku. Aku sudah
teramat murka kepada seseorang yang tidak punya malu kepada-Ku."
Riwayat ini sesuai dengan firman Allah dalam al-Qur’an surat An-
Nur: 24
■ % s I J X- ✓
. , ^ ( ^ t ' 3 f . * c a 3 > J- - ' o-
■w' 1 aJ O Law -y--*, ^ ^ * i 1 «~kj ' a -y. ^ « 1 y -A ^ ? <yJ
Pada hari (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka
terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
Zina yang paling besar dosanya adalah berzina dengan ibu, saudara
kandung, ibu tiri, dan semua wanita yang termasuk mahram. Hakim
telah menyatakan keshahihan hadits yang berbunyi, "Barangsiapa berzina
dengan wanita yang masih mahramnya maka bunuhlah ia."150
Sahabat Bara’ meriwayatkan bahwa pamannya (saudara ibu) telah
diutus oieh Rasulullah untuk menemui seseorang yang telah berzina
dengan ibu tirinva. Ia diperintahkan untuk membunuhnya dan
menjadikan hartanya sebagai ghanimah.151
Kita memohon kepada Allah yang Maha Pemberi agar mengampuni
semua dosa-dosa kita. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha
Mulia.
149. idem
150. Dha'if. Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Ausath ( 9350 ) dan AI-KabirC\ 1565), Al-Hakim (4/356)
dan Al-Baihaqi (8/237) dari jalur Ibrahim bin Isma'il bin Abu Habibah bahwa Dawud bin Al-Hushain
bercerita kepadaku dari Ikrimah dari Ibnu Abbas secara mariu’. Dan Al-Hakim berkata, “Isnadnya shahih."
Sedangkan Adz-Dzahabi berkata. 'Tidak!" Lalu, kukatakan. "Ibrahim itu dha'if. sedangkan Dawud masih
diperselisihkan. Yang benar adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Ali Al-Madini. "Riwayatnya dari
Ikrimah adalah dha'if." Dan hadits ini dari Ikrimah. maka hadits ini pun dha’if. HuwallahuAlam.
151 Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (4/292,297). Abu Dawud (4456). An-Nasa’i (6/109), At-Tirmidzi (1373).
Ibnu Majah (2607), Ad-Darimi (2245). Ibnu Hibban (1516). Ath-Thabrani dalam A/-Kab/r(3404.3405, 3406),
Al-Hakim (2/1 91 ), Al-Baihaqi (8/208) dan Al-Kharaithi (566).
Zina ►► 87
Drhsa
Besar
LIWATH (HOMOSEKS)
Allah ;v.'> telah mengisahkan kepada kita tentang kaum Nabi Luth
di beberapa tempat dari kitab-Nva. Di antaranya adalah
Ji » - L -a
Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di
atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari
tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda (bahwa bebatuan
itu bukan bebatuan dunia ) di sisi Rabbmu (tidak ada yang dapat merubahnyua
tanpa seizin dari-Nya), dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang
zalim (dan ummat ini jika mereka melakukan perbuatan kaum Luth itu)
(QS. Huud: 82-83)
Oleh karenanya Nabi yc; bersabda
% . - > ' f t'' * i
-U? t a . 5 \_>- ) D > — ^ I
"Sesuatu yang paling aku takutkan atas kalian adalah perbuatan yang
dilakukan oleh kaum Luth."- Lalu beliau melaknat siapa saja yang
melakukan perbuatan mereka tiga kali. Beliau berkata, "Allah melaknat
orang yang melakukan perbuatan yang dilakukan oleh kaum Luth. Allah
melaknat orang yang melakukan perin, r..v: vang dilakukan oleh kaum Luth
1 52. Diriwayatkan oleh A-Ajurn daw. i Cz.a-nrr.j. uv.arn i' 2.1 n oan Ibnu! Jaya daiam DzammuiHawa (hai:1 59)
dari jalur Ghanjar nan Umar bm Ash-Shubn aa'i Minstil b n Hayyan dan Al-Jarud Ai-AbS' dari Jabir Dar1
Umarbm Ash-Shubh seorang pemalsu nad:ts. dan Ad-Daruquthm mengatakan: Mai.uk.
Dan diriwayatkan oleh Anmau ,3 362:, At-Tirmidzi i 1482). Ibnu Maiah (2563), Al-Hakim {4/35/ A'.,„ • ari
(363) dan Al-Baihacji daiarr, Asy-Syu ab(4989) dan iaiur iain. Dan di-dasan-Kan oleh Asy-Syawn A!-A . ai ..
dalam Shanih ibnu Wajan i2077)
I 5 I " t • 3 : J f
4^
J Lp L w»' £ '_>r L
■ • ‘ ^ L/4
4 ,jJj > wUP
Livvath (Homoseks) ►► 89
Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan yang dilakukan oleh kaum
Luth." 153
Beliau juga bersabda, " Barangsiapa yang kalian dapati sedang
melakukan perbuatan kaum Luth maka bunuhlah keduanya .”154
[bnu Abbas berkata, "Dicari dulu bangunan yang paling tinggi di
tempat tinggalnya, lalu ia dilempar dari sana, terus dihujani dengan
bebatuan. Ini seperti yang ditimpakan kepada kaum Luth."
Kaum muslimin telah berijma' bahwa perbuatan Liwath (Homo;
gay, lesbi) termasuk dosa besar yang diharamkan oleh Allah ta'ala.
% ' ° ' * *>,' s * ' ' % ' ' ' 0 ' * * i
i 1 U 4 'Uj 4 _r-OL«il ' r* jjl U -t!
j oli
Mengapa kalian mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu
tinggalkan isteri-isteri yang di jadikan oleh Rabbmu untukmu, bahkan kamu
adalah orang-orang yang melampaui batas. (Asy-Syu’ara’: 165-166)
-• ^ x ^ - 3 } ' 3 * ' s 9 ' 3 *
i 4 — ' ji i 4j15^ ' ‘i&ju zz-i'df ^gi!l L sluscj 4
Dan telah Kami selamatkan dia dari (adzab yang telah menimpa penduduk)
negeri yang mengerjakan perbuatan-perbuatan keji. Sesungguhnya mereka
adalah kaum yang jahat lagi fasik (Al-Anbiva’: 74)
Nama negeri mereka adalah Sodom.155 Penduduk negeri ini
melakukan berbagai perbuatan keji seperti yang disebutkan oleh Allah
dalam kitab-Nya. Mereka menggauli kaum lelaki pada duburnya, dan
juga perbuatan-perbuatan munkar lainnya.
Diriwayatkan Ibnu Abbas L& berkata, "Ada sepuluh macam
perbuatan yang dilakukan oleh kaum Luth; tasyfifusv syar (mengatur
rambut dengan model-model tertentu), hallul izdr (menampakkan aurat
antara sesama ienis dengan cara membukakan kain penutupnya),
ramvul bunduq (bermain ketapel dengan batu kecil atau tanah liat yang
dibulatkan), al-hadzfu bil hashd (melempar dengan kerikil), al-labu bil
':3. Diriwayatkan oleh Ahmad (1/31 7.309), Al-Kharaithi dalam Al-Masawi' (437). ibnul Jauzi dalam Dzammul
Hawa (ha!:159). Dan hadits ini memiliki jaiuryang dikuatkan oleh sebagian yang lain dari Ibnu Abbas. Lihat
ShahihAl-Jami't 5891).
-U Diriwayatkan oleh Ahmad (1/300). Abu Dawud (4462). At-Tirmidzi (1481 ). Ibnu Majah (2561), Ath-Thabrani
(11527.1 1568), Al-Baihaqi (8/232). Al-Kharaithi (435) danAI-Aiurri dalam Dzammul Liwath (26, 27). Dan di-
shahih-kar\ oleh Asy-Syaikh dalam Al-lr.wa' (2350! dari Ibnu Abbas.
' :: Perawi ucapan ini adalah Al-Ajurri dalam Dzammul Liwath (A) dari Ka'ab.
Besar
hammdrnit thayyarah (main burung merpati), as-shafir bil ashabi' (bersuit),
farqa'atul ak'ab (menghentakkan tumit sepatu ketika berjalan), isbalul
izdr (memanjangkan kain melebihi mata kaki), hallu uzril agbiyyah
(membuka kancing baju supaya tampak bulu-bulu dada) , selalu minum
minuman keras, dan melakukan hubungan seks antar sesama laki-
laki. Kemudian umat ini akan menambahkan satu lagi yaitu musahaqatun
nisd’ bin nisa’ (melakukan hubungan seks antara sesama wanita/ les-
bian)"
Diriwayatkan Nabi bersabda, "Hubungan seks antara sesama
wanita termasuk perbuatan zina." (Hadits riwayat at-Thabaraniy dalam
ai-jaami' al-Kabir. Isnadnya tidak cukup kuat.)155
Abu Hurairah 2/k menyampaikan bahwa Rasulullah bersabda,
"Ada empat golongan yang di pagi hari mereka dalam kemara-han Allah , dan
di sore hari mereka dalam kemurkaan Allah isi Seseorang bertanya,
"Siapakah mereka, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Laki-laki yang
menyerupai perempuan, perempuan yang menyerupai laki-laki, orang yang
melakukan hubungan seks dengan binatang, dan laki-laki yang melakukan
hubungan seks dengan sesama laki-laki."
Diriwayatkan15’ bahwa apabila seorang laki-laki melakukan
hubungan seks dengan sesama laki-laki, berguncanglah 'arsy
(singgasana) Allah karena takut akan kemurkaan Allah M . Hampir
saja seluruh langit jatuh menimpa bumi, lalu para malaikat memegangi
tepi-tepinya sambil membaca 'qul huwalLaahu ahad' sampai ayat terakhir
sehingga meredalah kemurkaan Allah y# /5S
Nabi bersabda, "Tujuh golongan orang yang akan dilaknat oleh
Allah (s: dan tidak akan Dia pandang (dengan pandangan kasih) pada hari
kiamat, serta Dia akan mengatakan kepada mereka, 'Masuklah kalian ke dalam
neraka bersama orang-orang yang memasukinya!' Mereka adalah pelaku dan
objek (dalam liwath), orang yang melakukan hubungan seks dengan binatang,
156. Diriwayatkan oleh Al-Ajurri dalam Dzamut Liwath (22). Ibnu Adi (5/182). Ath-Thabrani dalam Al-Kabir ( 22/
63/1 53). Al-Baihaqi Asy-Syu'ab (5082). Abu Ya'la (7453). Ibnul Jauzi dalam Dzammul Hawa (hal:1 61 ) dari
jalur Utsman bin Abdurrahman Al-Harani dari Anbasah bin Abdurrahman dari Al-Ala’ dari Makhui dari
Wailah bin Al-Asqa' secara marfu. Al-haitsami berkata. "Para perawinya adalah tsiqat (terpercaya). ' Saya
berkata. "Bagaimana bisa para perawinya tsiqat, padahal di dalamnya terdapat Utsman bin Abdurrahman
sang pemalsu hadits dan gurunya juga dha W
157. Dha’if. Diriwayatkan oleh Ibnu Adi (6/228). Ath-Thabrani dalam Al-Ausath( 6858), ALBainaqi dalam Asy-
Syu'ab (5001) dari jalur Muhammad bin Salam Al-Khuza'i dari bapaknya dari Abu Hurairah. sedangkan
Muhammad adalah majhulul ba/(seluk beluk dirinya tak diketahui) dan bapaknya adalah majhulul 'am
(persennya tak dikenai).
1 58. Diriwayatkan dari Anas. sedangkan hadits ini maudhu' sebagaimana yang dinyatakan As-Suyuthi dalam
Dzailul la'ali dan diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi dalam Dzammul Hawa ( hal: 160 ) dari Umar.
Liwath (Homoseks) ►► 91
orang yang menikahi ibu atau anak perempuannya, dan orang yang menikahi
tangannya (melakukan onani/masturbasi). Kecuali jika mereka bertaubat."
Diriwayatkan bahwa ada segoiongan kaum yang dikumpulkan di
padang Mahsyar pada hari kiamar dalam keadaan tangan yang
membengkak karena satu bentuk perbuatan zina. Mereka dulu di dunia
suka melakukan masturbasi.
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa di antara perbuatan kaum
Luth adalah; bermain dadu, mengadu merpati, mengadu anjing,
mengadu biri-biri, mengadu jago, masuk pemandian umum tanpa
busana, serta mengurangi takaran dan timbangan. Barangsiapa
melakukannya, sungguh celakalah dia."
Dalam sebuah atsar disebutkan, "Barangsiapa bermain-main dengan
merpati niscaya sebelum mati akan merasakan pahit-getirnya
kemelaratan."
Ibnu Abbas 5k': berkata, "Sesungguhnya seorang homo yang mati
tanpa sempat bertaubat, nanti di kuburnya ia akan diserupakan dengan
seekor bab;.'"'
Nabi bersabda, “Allah tidak akan memandang kepada laki-laki yang
mendatangi laki-laki lain (kaum homo) atau ( melakukan hubungan seks
dengan) wanita pada duburnya."1''”
Abu Sa'id as-Sha'lukiy berkata, "Akan ada segolongan kaum dari umat
ini yang disebut dengan kaum Luthiyyun (Homoseks). Mereka terdiri dari
tiga kelompok; yang hanya melihat, yang sampai meraba, dan yang melakukan
perbuatan yang menjijikkan itu. 'l~~
Memandang dengan pandangan birahi kepada wanita (selain istri
dan budak wanita yang dimiliki) atau pemuda amrad (yang belum
tumbuh kumis, cambang dan jenggotnya) termasuk zina. Nabi ^
bersabda:
jiV' b ; «
159 Diriwayatkan oleh Ai-Baihaa. daian» A>y-Syu'adi508~s. Mi-Hasa:*oir Arafah uaiam juznya (no:1 4), Ibnu;
Jauzi dalam A/-V/a/d046! dan dalam Dzammul Hae.a (ns;:167j danAnas. dengan berkata; Tidak shahih,
oan tii-cffja/7-kan olen Asy-Syaikn dalam Adn-Ona'itan i3i 9i.
1 60. Diriwayatkan olen ibnu! Jauzi dalam Ai-Maudhua!i2 . 115> dan ibnu Abhas dia berkata: Tidak shahih. dan
diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab (501 8) dari ibnu Sinn secara mauquf.
161. Diriwayatkan oleh Ahmad (1/297). At-Tirmidzi (1165). Ath-Thaorani (12317). Al-Baihaqi (7/198) dan Al-
Kharaithi (464) dari Ibnu Abbas dan di-hasan-kan oleh Asy-Syaikh Ai-Albani.
162. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi (5019) dan Ai-Ajurrl dalam Dzamrr.ul Liwath. dan sanadnya lemah sekali
92 | °~D%a Besar
Zina mata adalah memandang, zina lisan adaiah berbicara, zina tangan adalah
menyentuh, zina kaki adalah melangkah, zina telinga adalah mende-ngarkan,
jiwa membayangkan dan menginginkan, sedangkan kemaluan membenarkan
atau mendustakannya.1"'
Oleh karena itu orang-orang shaiih bersungguh-sungguh dalam
usaha menghindari penemuan dengan para pemuda amrad. juga dari
memandang mereka, bergaul dengan mereka, atau bermajiis dengan
mereka.
Hasan bin Dzakvvan berkata, "Hindarilah bermajiis dengan anak-
anak orang kaya. Mereka memiliki wajah seperti wajah perawan. Mereka
lebih dahsyat fitnahnya dari pada wanita."1"4
Sebagian tabi'in berkata, 'Tidak ada yang iebih aku khawatirkan
mengenai seorang pemuda ahli ibadah, termasuk binatang buas sekali
pun, selain pemuda amrad vang mendatanginya."
Dikatakan, "Janganlah seorang laki-laki bermalam di suatu tempat
bersama seorang pemuda amrad."
Sebagian ulama mengharamkan khalwah (mojok) bersama pemuda
amrad, di dalam rumah, di kedai, atau di tempat pemandian diqiyaskan
kepada larangan berkhalwah dengan wanita. Nabi igs bersabda, "Tidaklah
seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan di tempat yang sunyi,
kecuali setan menjadi yang ketiganya." '
Di antara para pemuda amrad itu ada vang ketampanannya
melebihi kecantikan seorang wanita. Maka fitnahnya pun lebih besar.
Sebab ada satu kejahatan vang bisa dilakukan berhubungan dengannya
vang tidak bisa dilakukan berhubungan dengan wanha. Juga ada
163. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/4111. Ath-Thahawi AI-MusykiH 3/298). Ibnu Hibban (4419) dan Al-Baghawi
(7 1 6) dari Abu Hurairah dengan lafadz ( AI-'Ainani Tazniyam ) dan sanadnya shahih. Dan diriwayatkan pula
oleh Ahmad (2. 379). Al-Bukhar: dan Muslim 1 26571. Abu Dawud (2153). Ath-Thahawi (3/298) dari Abu
Hurairah dengan larai "innaiiaha kataba 'aib bniadam" H. R Sukhari (6243.6612). Muslim (5657) dan
Ahmad (2/276) dan ibnu Aboas.
1 64. Diriwayatkan oleh Ai-Ba:haoi Asv-Syuab (5014; dan ibnui Jauzi dalam Diammu! Hawa (hal: 91 1, sedangkan
isnadnva esr.a
1 65. Diriwayatkan oien Ai-Baihagi daiarr Asy-Syu'ab (501 5 i dan Ibnui Jauzi dalam Dzammui Hawa (hal: 92)
dari An-Najib As-3ar:.
1 66. Shahih. Diriwayatkan oleh Abdur Razzag ( 1 1 /341 j. Ath-Thahawi Ma ’aniAI-Atsarl 4/151). Ath-Thayalisi
(hal: 7), Ath-Thabram dalam Ash-Sahghiri 1 /89). Asy-Syafi'i dalam Ar-Risalahi 131 5). Al-Humaidi (1/20).
A!-Khathib At-Tarikh (2187). At-Tirmidzi (165) dan Ibnu Majah (2363). Dan di-shah/h-kan oieh Asy-Syaikh
dalam Snahih At-Tirmidu ( 1 758;.
Liwath (Homoseks) ►► 93
kejahatan yang lebih mudah dilakukan berhubungan dengannya
dibandingkan jika dilakukan berhubungan dengan wanita. Jadi pantas
saja jika ini lebih diharamkan.
Banyak sekali anjuran dan pesan dari para ulama salaf supaya
menghindar dari memandangi mereka. Para salaf menyebut para
pemuda amrad itu dengan 'antan' (sesuatu yang berbau busuk). Sebab
mereka benar-benar harus dijauhi menurut syara'. Pandangan di sini
sifatnya umum; pandangan terhadap ketampanan atau pun yang lainnya.
Suatu ketika Sufyan ats-Tsauriy masuk ke pemandian umum. Tiba-
tiba masuk seorang anak vang berwajah tampan. Sufyan pun berkata,
"Keluarkan ia dari sini. Sesungguhnya aku melihat bersama setiap
wanita itu satu setan, namun aku malihat bersama setiap pemuda yang
tampan itu ada belasan setan."’''7
Seorang laki-laki mengunjungi Imam Ahmad bin Hambal rhm.
bersama seorang pemuda tampan. Melihat hal itu Imam Ahmad
bertanya, "Apa hubunganmu dengannya?" " Ia kemenakan saya.", jawab or-
ang itu. Lalu Imam Ahmad bin Hambal bertutur, "Lain kali jangan ke
sini bersamanya. Juga jangan berjalan di muka umum bersamanya supaya
orang yang tidak mengenalmu atau mengenalnya berprasangka buruk
kepadamu Z"168
Dikisahkan bahwa duta bani Abdul Qais datang menghadap Nabi
Adalah salah seorang di antara mereka seorang pemuda yang tampan.
Maka Nabi -Sgg pun mempersilakannya untuk duduk di belakang beliau
sambil bersabda, "Hanyasanva fitnah vang menimpa Dawud itu
bermula dari pandangan."169
Ada sebuah syair;
Segala celaka bermula dari pandangan
Hampir segala api bermula dari meremehkan kejahatan
Seseorang ... selama matanya berkelana
Segala bahaya terhampar di depannya
1 67. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi Asy-Syu’ab (5021 ) dan Ibnul Jauzi dalam Dzammul Hawa (hal: 94).
168. Ibnul Jauzi telah mencatumkan sebuah bab di dalam kitabnya Dzammul Hawa tentang larangan melihat
amrad (anak muda yang belum tumbuh jenggotnya), silahkan merujuk ke sana.
1 69. Maudhu’. Diriwayatkan oleh Ad-Dailami dan Al-Hasan bin Samurah. Ibnu Shalah mengatakan, 'Tidak
memiliki asal." Az-Zarkasyi mengatakan. "Munkar, di dalamnya terdapat para perawi yang dha'if, majhul.
dan terputusnya mata rantai sanad'.” la berdaiil atas kebatilannya dengan sabda Rasulullah. “Sungguh,
saya melihat kalian dari belakang punggungku." Lihat kembali Al-Maudhu’at karya As-Suyuthi. Kami telah
membicarakan tentang kema’shuman Dawud alaihis salam dalam tahqiq kami atas kitab Talbis Iblis
cetakan Darui Aqidah.
94 ! D::D%n Besar
Banyak sudah pandangan melukai hati
Bak anak panah terlempar walau tanpa busur
lanya suka kepada yang membawa mudlarat
Padahal... tiada kata selamat datang bagi kelezatan membawa sengsara
Dikatakan, "Pandangan itu adalah kurirnya zina."
Dalam sebuah hadits disebutkan, "Pandangan itu anak panah beracun
di antara sekian anak panah Iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena
Allah, niscaya Allah akan mewariskan lezatnya ibadah di hatinya yang dapat
dirasakan sampai hari kiamat.''170
Hukuman Bagi Orang yang Secara Suka Rela
Menempatkan Diri Sebagai Pasangan Seorang Homoseks
Khalid bin Walid berkirim surat kepada Abu Bakar bahwa
di suatu wilayah ia mendapati seorang laki-laki yang menye-diakan diri
sebagai pasangan seorang laki-laki homoseks, digauli pada anusnya.
Abu Bakar pun bermusyawarah dengan para sahabat lain-nya. Sahabat
Ali bin Abi Thalib angkat bicara, "Itu adalah suatu dosa yang tidak pernah
dikerjakan kecuali oleh satu umat saja, yaitu umatnya Luth. Allah telah
memberitahukan kepada kita apa yang Dia putuskan bagi mereka.
Menurut hemat saya, orang itu harus dibakar dengan api.” Maka Abu
Bakar menulis surat jawaban kepada Khalid supaya membakar orang
yang ditemuinya itu. Maka Khalid pun membakarnya.171
Ali bin Abi Thalib sT berkata, "Barangsiapa menempatkan diri
secara sukarela sehingga disodomi, niscaya Allah akan menanamkan
ke dalam dirinya nafsu perempuan (menjadi seperti perempuan) dan
menjadikannya sebagai setan yang terkutuk di kuburnya sampai hari
kiamat.
Seluruh umat telah berijma' bahwa barangsiapa melakukan sodomi
terhadap budaknya maka ia adalah seorang pendosa yang telah berbuat
liwath.
Diriwayatkan bahwa dalam satu perjalanannya, Isa bin Maryam
menjumpai api yang membakar seorang laki-laki. Beliau
mengambil air untuk memadamkannya. Api padam dan berubah menjadi
170. Diriwayatkan oleh Ai-Hakim (4/313) dan Ai-Qudha'i (292) dan Huazaifah. dan Ath-Thabrani dari Ibnu
Mas’ud (10362) dan Al-Qudha'i (293) dari Ibnu Umar. Di dalamnya terdapat ke-cfta’/7-an dan kerancuan.
171 . Kisah ini diriwayatkan oleh Al-Ajurri dalam Dzammul Liwath (29). Al-Kharaithi (446), Al-Baihaqi (8/232) dan
Ibnul Jauzi dalam Dzammul Hawai hal: 163). Dan isnadrtyamursal.
Liwath (Homoseks) ►► 95
seorang anak muda. Namun sebaliknva orang laki-laki tadi justru
berubah menjadi api. Beliau pun ta'jub menvaksikan hal itu, ialu
bertanya, "Wahai Rabb-ku. kembalikanlah keduanya kepada keadaan mereka
semula di dunia agar aku dapat menanyai keduanya oleh karena apa mereka
mendapatkan perlakuan seperti itu." Maka Allah .u: menghidupkan
keduanya. Ternyata mereka adalah seorang laki-laki dan seorang anak
muda. Isa bin Maryam bertanva kepada keduanya, "Ada apa
gerangan dengan ka'nan?" Orang itu menjawab, "Wahai Ruh Allah,
sesungguhnya di dunia aku dulu terfitnah dengan rasa cinta kepada anak
muda ini sehingga timbul nafsuku untuk melakukan sodomi dengannya. Maka
tatkala aku mati dan anak muda ini juga mati, ia pun dijadikan sebagai api
yang membakarku dan sekali waktu aku dijadikan sebagai api yang
membakarnya. Demikianlah adzab yang ditimpakan kepada kami sampai hari
kiamat."
Mari kita berlindung kepada Aliah dari siksa-Nya, dan memohon
ampun, ’afiyah, serta petunjuk kepada perkara-perkara yang dicintai
dan diridlai oleh-Nya.
Liwath Kecil
Termasuk kategori liwath, menggauli istri pada dubur (anus)nya
yang termasuk perkara yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Allah berfirman, " Istri-istrimu adalah ( seperti ) tanah tempat kamu bercocok
tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja
kamu kehendaki.” (Ai-Baqarah: 223)
Maksudnya bagaimana saja yang kamu kehendaki, dari arah depan
atau pun belakang, tetapi pada satu tempat saja.
Sebab turunnya ayat ini. bahwa orang-orang Yahudi pada zaman
Nabi mengatakan, "Apabila seorang laki-laki menggauli istrinya pada
kemaluannya dari arah belakang, niscaya akan lahir anak yang juling
matanya." Para sahabat menanyakan hal itu kepada Rasulullah lalu
Allah menurunkan ayat tersebut sebagai sanggahan atas ucapan mereka.
"lsteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka
datangilah tanah tempa: bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu
kehendaki, indi, dari depan atau belakang boleh saja, yang penting
tempatnya saiu.
172.Shahih. Diriwayatkan oleh Ai-Bukhari (45281. Muslim (1435). Abu Davvud 12163). At-Tirmidzi (2978). Ibnu
Majah ( 1 925). An-Nasa i At-Talsir (58). Al-Humaidi i 1 263) dan Aiti-T nabram (2/234) dan Jabir.
DCsa
Dsa
Besar
96
Dalam saru riwayat dinyatakan, "Hindarilah dubur dan haid!
(menggauli wanita pada dubur atau di saat datang bulan)"1'
Tempat yang satu yang dimaksud pada hadits di atas adalah
kemaluan. Sebab ia adalah tempat menanam' anak. Sedangkan dubur
adalah tempat kotoran, menjijikkan
Abu Hurairah A- meriwayatkan Rasulullah bersabda.
'Terlaknatlah orang yang menggauli istrinya ketika haid atau pada anusnya
Ia juga meriwayatkan Rasulullah ^ bersabda,
, z? ' « / , 5 f * A a -
;jj! Lw jO Jeli La’O a! jp. y v*
" Barangsiapa menggauli istri yang sedang haid atau pada duburnya, atau
mendatangi seorang dukun, maka ia telah ka fir terhadap apa yang diturunkan
kepada Muhammad."1 ' 5
Demikianlah, barangsiapa menggauli istri yang sedang haid atau
menggaulinya pada duburnya maka ia terlaknat dan termasuk golongan
yang mendapat ancaman besar. Begitu pula dengan seseorang yang
mendatangi seorang dukun atau sejenisnya -vang mengaku tahu
tentang barang yang tercuri dan mengetahui perkara-perkara ghaib-
laiu ia bertanya kepadanya dan membenarkan/ mempercayainya.
Kebanyakan orang-orang jahil terperosok ke dalam perbuatan
maksiat ini. Itu semua disebabkan oleh sedikitnya pengetahuan dan
ilmu mereka. Berkait dengan ini Abu Darda’ berpesan, "Jadilah alim
(orang yang berilmu), muta’allim (orang vang menuntut ilmu),
mustami' (orang yang mendengar ilmu), atau muhibb (orang yang
mencintai ilmu), dan jangan menjadi orang kelima sehingga kamu
celaka. Dia adalah orang yang tidak berilmu, tidak belajar, tidak
mendengar, dan tidak pula mencintai orang vang berilmu."
173. Diriwayatkan oleh Ahmad ( 1 297). Ath-Thabari (2 235). Abu Ya'ia (2736). An-Nasa'i A?-7afe/r (60). Ath-
Thabram (12317), ibnu Hibban (4190), Al-Kharaithi (465) ban Al-Baihaqi (7/1 98) dari IbnuAbbas sedangkan
ia adalan hadits basan.
174. Diriwayatkan oieh Ahmad (4 444, 479) dan Abu Dawud (21 62) kata yang kedua saja dan riwayatnya dari
Abu Hurairah vaitu dalam Shanin Al-Jam’i 5889)
175. Diriwayatkan oleh Ahmad (2 408. 486). Abu Dawud 13904). An-Nasa'i (1(78). At-Tirmidzi (135). Ad-Darimi
(1136). Ibnu Majah (639). Atn-Thahawi (2 26) dan ibnu Jarud 1 107) dan berbagai jalur periwayatan dari
Hammad bm Salamah dan Hakim Al-Atsram dar Abu Tamimah Ai-Hujaimi dari Abu Hurairah. Dan di-
shahih- kan olen Asy-Syaikh aaiam Ai-irwa (2006;.
Liwath (Homo&eks) j» 97
Diwajibkan atas setiap orang bertaubat kepada Allah dari semua
dosa dan kesalahan serta memohon ampunan kepada-Nya atas segala
kejahilannya yang telah lalu juga 'afiyah dalam sisa umurnya. Ya Aliah,
kami memohon ampunan dan 'afiyah dalam urusan dien, dunia, dan
akhirat. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penyayang.
98 D::uSa Besar
RIBA
D. esa
Ay
Besar
12
Allah berfirman:
b J' i «A U 'y 1 w«U.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan
berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat
keberuntungan. (Ali 'Imran: 130)
Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan
seperti berdirinya orang vang telah kemasukan syaitan lantaran disentuh-
nya. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata
(berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. (Al-Baqarah:
275)
Mereka menghalalkan riba, menghalalkan apa yang diharamkan
oleh Allah i* . Pada hari kiamat ketika Allah membangkitkan manusia
seluruhnya, mereka akan bergegas keluar, kecuali orang-orang yang
memakan harta riba. Mereka akan berdiri lalu jatuh tersungkur, dan
begitu seterusnya. Hal itu dikarenakan kala mereka makan harta riba
Allah .jgi mengembangbiakkannya dalam perut me-reka sehingga
memberatkan mereka pada hari kiamat. Setiap kali me-reka bangun
setiap kali itu pula mereka jatuh tersungkur. Mereka ingin bergegas
seperti orang-orang, namun tidak mampu melakukannya.
Qatadah berkata, "Sesungguhnya orang yang makan riba itu akan
dibangkitkan dalam keadaan gila pada hari kiamat. Itu merupakan tanda
bagi mereka yang dapat disaksikan oleh seluruh manusia yang ada di
sana."17*5
176. Diriwayatkan oleh Ath-Thabari dalam tafsirnya (2/1 02). para perawinya tsiqat.
Riba ►► 99
Dari Abu Sa'id ai-Khudriy W bahwa Rasulullah ^ bersabda,
"Pada malam aku diisra'kan aku melewati suatu kaum yang perut
mereka membesar ke depan. Setiap orang dari mereka perutnya seperti
rumah yang besar. Perut-perut mereka itu telah membuat mereka
miring, menumpuk di jalan yang dilewati oleh keluarga Fir'aun. Padahal
keluarga Fir'aun itu dibawa ke neraka tiap pagi dan petang. Keluarga
Fir'aun itu datang seperti unta-unta yang kalah perang, mereka tidak
mendengar dan tidak berpikir, jika orang-orang berperut besar radi
merasakan hawa kedatangan keluarga Fir'aun, mereka akan berusaha
untuk bangkit. Tetapi perut mereka memberatkan mereka sehingga
mereka tidak dapat beringsut dan mereka pun terinjak-injak oleh
keluarga Fir'aun, saat mereka datang dan kembali. Itulah adzab mereka
di alam barzakh (pemisah) alam dunia dan akhirat. Lalu aku bertanya
kepada Jibril, "Wahai Jibril, siapakah mereka?" "Merekalah orang-
orang yang memakan harta riba, mereka tidak dapat berdiri kecuali
seperti berdirinya orang yang telah kerasukan setan lantaran telah
disentuhnya.", jawab Jibril.177
Dalam riwayat yang lain Nabi rgg bersabda, "Ketika aku dimi’rajkan
aku mendengar suara guntur dan halilintar di atasku, di langit tingkat ketujuh.
Aku juga melihat banyak orang, perut mereka di hadapan mereka seperti
rumah yang dipenuhi oleh ular dan kalajengking dan itu dapat dilihat dari
balik perut mereka." Lalu aku bertanya, "Wahai Jibril, siapakah mereka
itu?" "Merekalah orang-orang yang memakan harta riba."'"8
Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Abdullah bin Mas'ud dari
ayahnya, "Apabila zina dan riba telah merebak di suatu desa maka
sesungguhnya Allah telah mengizinkan kebinasaan baginya."17"
Secara marfu', sahabat Umar W meriwayatkan, "Apabila manusia
telah menjadi bakhil terhadap dinar dan dirham. berjual beli dengan 'inah
(riba), mengikuti ekor-ekor sapi (sibuk dengan urusan peternakan) , dan
meninggalkan jihad fi sabilillah, niscaya Allah akan menimpakan bala’ yang
tidak akan diangkat sampai mereka kembali kepada ajaran dien mereka."lli0
1 77. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam DalailAn-Nubumah (2. 390.396) dar Ibnu Jarirdari jalur Abu Muhammad
bin Asad Al-Hamam dari Abu Harun Al-Abd: dari Abu Sa'id yang ia marfu’- kan. sedangkan isnadnya
sangat lemah. Abu Harun adalah Ammarah bin Juwam yang matruk (riwayatnya tidak dipakai).
1 78. Diriwayatkan oleh Abmad dan sanadnya lemah
179. Diriwayatkan oleh Ahmad (1/393.394,402), Abu Dawud (3333). At-Tirmidzi (1206). Ibnu Majah (2277), Abu
Ya'la (4960). dan Ibnu Hibban (4410) dari Ibnu Mas'ud secara marfu' dengan lafadz "Ma zhahara min
qaumin Az-zina warRiba Al-Hadits. Dan di-dasan-kan oleh Asy-Syaikh dalam Shahih Al- Jami’ (5634)
Diriwayatkan oleh Abu Ya'la dan Al-Hakim (2. 37 ) aan Al-Baihaqi Asy-Syu'ab (5033). (5143) dan di-basan-
kan oleh Asy-Syaikh pula.
ioo | D:b%aBesar
Diriwayatkan bahwa Rasulullah yg bersabda, "Tidaklah riba itu
tampak terang-terangan di suatu kaum kecuali tampak terang-terangan pula
penyakit gila. Tidaklah zina itu merebak di suatu kaum kecuali merebak pula
kematian. Dan tidaklah suatu kaum itu mengurangi takaran serta timbangan
kecuali Allah akan menahan turunnya hujan bagi mereka. "18‘
Sebuah hadits yang panjang disebutkan bahwa, "Sesungguhnya
orang yang makan hasil riba itu akan diadzab dengan berenang di sungai merah
bagai darah sejak dia mati sampai hari kiamat kelak. Mereka dicekoki dengan
bebatuan yaitu harta haram yang telah mereka kumpulkan di dunia dulu dengan
susah payah. Mereka juga akan dicekoki dengan bebatuan dari api sebagaimana
mereka telah menelan barang haram yang telah mereka kumpulkan di dunia
dulu. Itulah adzab bagi mereka di alam barzakh sebelum datangnya hari kiamat,
dan masih ditambah dengan laknat dari Allah."
Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah igs bersabda, "Empat
golongan, Allah berhak untuk tidak memasukkan mereka ke dalam surga dan
tidak pula menjadikan mereka mampu merasakan kenikmatannya. Mereka
adalah; orang yang terus-menerus minum khamr (arak), orang yang memakan
riba, orang yang memakan harta anak yatim, dan orang yang berbuat durhaka
kepada kedua orang tuanya. Kecuali jika mereka bertaubat."'*2
Diriwayatkan pula bahwa orang-orang vang memakan riba akan
dikumpulkan di padang Mahsyar dalam rupa anjing dan babi,
disebabkan tipu daya mereka untuk memakan hasil riba, sebagaimana
dirubahnya rupa ashhabus sabti (orang-orang Yahudi). Ketika mereka
membuat tipu daya untuk dapat menangkap ikan yang telah dilarang
oleh Allah pada hari Sabtu. Mereka membuat bendungan-bendungan
kecil agar ikan masuk ke dalamnya pada hari Sabtu dan mereka dapat
mengambilnya pada hari Ahad. Ketika itulah Allah merubah rupa
mereka menjadi rupa kera dan babi. Nah, begitu pula dengan orang-
orang yang mencoba-coba membuat tipu daya untuk dapat menikmati
hasil riba. Sesungguhnya tidak ada satu tipu daya pun yang dilakukan
oleh orang-orang yang melakukannya yang tersembunyi bagi Allah.
Ayyub as-Sukhtiyaniy ■A- bertutur, "Mereka itu hendak menipu
Allah seperti menipu anak kecil. Padahal seandainya mereka melakukannya
secara terang-terangan justru hal itu lebih ringan atas mereka."
'80. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/42.84). Ath-Thabram A/-Kab/r(1 3583. 13585), Abu Ya'la (5633), Abu Dawud
(3462), Abu Nu'aim (1/313) dan Ai-Baihaqi Syu'ab( 3920) dari Ibnu Umar dan di-shahih-kan oleh Asy-
Syaikh dalam Shahih Al-Jami'{ 675).
1 81 . Hadits ini memiliki banyaK pendukung.
1 82. Telah disebutkan di muka dari hadits Samurah. diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan selainnya.
Riba ►► 101
Rasulullah is tk bersabda, "Riba itu terdiri dari tujuhpuluh pintu, yang
paling ringan adalah seperti jika seseorang menikahi ibunya, dan yang paling
berat adalah jika seorang muslim mencemarkan kehormatan saudaranya
sesama muslim d18'
Dan benarlah bahwa itu merupakan salah satu pintu dari sebesar-
besar pintu riba.
Sahabat Anas /MP berkata, "Adalah Rasulullah saw. berkhutbah
di hadapan kami. Beliau menyebut tentang riba dan menjelaskan betapa
besar urusan riba itu. Beliau bersabda. 'Satu dirham vang didapat oleh
seseorang itu lebih dahsyat dari pada berzina tigapuluh enam kali dalam
pandangan Islam."184
Rasulullah yfe; juga pernah bersabda, "Riba itu tujuhpuluh (tingkatan)
dosa. Yang paling ringan seperti seorang laki-laki yang menggauli ibunya."
Dalam riwayat yang lain, "...yang paling ringan adalah seperti seorang laki-
laki yang menikahi ibunya."1*'
Abu Bakar as-Shiddiq berkata, "Orang yang memberi tambahan
dan yang meminta tambahan, keduanya akan masuk neraka."
Mari memohon ‘afiyah kepada Allah w .
Pemberian Orang yang Berhutang Kepada Orang yang
Dihutangi
Ibnu Mas'ud berkata, "Apabila kamu mempunyai piutang atas
seseorang lalu ia memberimu sesuatu, janganlah kamu ambil. Sebab,
itu termasuk riba."1S6
183. Diriwayatkan oieh Ibnu Majah (2275), A!-Hakim (2/3 ). Abu Nu'aim dalam Akhbar Ashbahan(2l6t ), dan
Al-Baihaqi Asy-Syu'ab (5131) dari Ibnu Mas’ud dengan lafadz: "Riba itu ada tujuh puluh tiga pintu". Dan di-
shahih-kan oleh Asy-Syaikh dalam Ash-Shahih (3539). Dan diriwayatkan oleh Al-Baihaqi (5132). Al-
Uqaili (2/258) dan Ibnu Adi (5/1913) dari Abu Hurairah dengan lafal "Riba itu ada tujuh puluh pintu." Lihat
Ash-Shahihah (1 871 ) dan lafal dari penulis ini diriwayatkan oleh A!-Baihaqi (51 33), Al-Uaaili (2/257) dan
Ibnu Adi (5/191 3) dan dikuatkan oleh riwayat sebelumnya.
1 84, Diriwayatkan oleh A!-Baihaqi Asy-Syu'ab (51 35). Ibnu Adi (4/1548). Ibnu Abi Dunya dalam Ash-Shamtu
(175) dan Ibnul Jauzi dalam Al-Maudhu'at (2/245) dari Anas dengan lafal mnarrajula yushibu minar riba
a'zhamu indallahi minal khathi’ah. Al-Hadits. Dan diriwayatkan oleh Ahmad (5/225). Ath-Thabram (2703)
dalam Al-Ausath. dan Ad-Daruquthni (3/1 6) dari Abdullah bin Hanzhalah dengan lafal dirhamun min tiba
ya 'kuluhur rajulu wa huwa ya ‘lamu asyddu ‘indallahi min sittah wa tsalatsina zaniyyah. Dan di-s/iad/h-kan
oleh Asy-Syaikh dalam Ash- Shahihah ( 1 033) dan Ash-Shahih (3375 ). Dan diriwayatkan oleh Al-Baihaai
dalam Asy-Syu'ab (51 30) dan Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbahan (1/234) dari Ibnu Abbas seperti itu.
' 35. Diriwayatkan oieh Ibnu Ma]ah (2274) dan Al-Baihaai Asy-Syu'ab (5134) dari Abu Hurairah dan di -shahih-
kan oieh Asy-Syaikh dalam Ash-Shahih (3541 i
■ 86. diriwayatkan seperti itu oleh Abdur Razzaq dalam Al -Mushannaf (14654, 14655) dari Ibnu Umar dan
sanadnya shahih.
02 1 °rDUsa Besar
Hasan al-Bashri igk berkata, "Apabila seseorang berhutang
kepadamu, maka apa yang kamu makan dari rumahnya merupakan
barang haram."
Ini semua berdasarkan pada sabda Nabi iyg, “ Tiap-tiap pinjaman
yang ditujukan untuk menghasilkan manfaat, maka itu termasuk riba.’’18'
Ibnu Mas'ud berkata. "Barangsiapa memberi syafaat (rekomen-
dasi) kepada seseorang lalu orang itu memberinya hadiah, maka itu
adalah haram."188
Pernyataan ini sesuai dengan sabda Nabi
1 /. . b c. o L, uA? l ^ i . s * - - - u - .
Barangsiapa memberi syafaat kepada seseorang lalu orang itu memberinya
hadiah dan diterimanya, maka ia telah memasuki pintu yang besar dari antara
pintu-pintu riba.189
Marilah memohon ampunan dan 'afiyah dalam urusan dien, dunia,
dan akhirat kepada Allah.
1 87. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi (5/350) dari Fadhalah bin Ubaid secara mauquf6a\am sanadnya terdapat
perawi Majhul. Dan diriwayatkan oleh Al-Baghawi secara marfu’ dari Ali bin Abi Thalib. sedangkan ia
dha’lf. Kaji kembali Al-lrwa"( 1398). Dan diriwayatkan oleh Al-Baihaqi (5/350) dari Ibnu Abbas seperti itu
dan sanadnya shahih. Dan dari Ubai bin Ka’ab. Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas, bahwasanya mereka
melarang pinjaman yang menuntut adanya unsur manfaat, sanadnya shahih sebagaimana ucapan Asy-
Syaikh dalam Al-lrwa' (1397).
1 88. Diriwayatkan oleh Abdur Razzaa ( 1 4664) dan A!-Baihaqi ( 1 0/139).
' 59 Diriwayatkan oleh Ahmad (5/261 ). Abu Dawud (3524). Ath-Thabrani Al-Kabir( 7853,7928) dari Abu Umamah
dan di-basan-kan oleh Asy-Syaikh dalam Shahih Al-Jamil( 631 6).
Riba ►► 103
Besar |
MEMAKAN HARTA ANAK YATIM
DAN MENZHALIMINYA
Allah berfirman:
✓ > ^ f
M J « l
a5^L '
0^1
J JS" Ij / fJ JJ \
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim,
sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk
ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (An-Nisa’: 10)
3 1
j L»
y-/
Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih
bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. (Al-An’am: 152 dan Al-Isra’: 34)
Abu Sa'id al-Khudriv meriwayatkan dalam mengisahkan
perjalanan mi’rajnya Rasulullah bersabda, "Tiba-tiba aku berhadapan
dengan orang-orang yang mulut mereka dibuka secara paksa oleh para malaikat
adzab, lalu datang malaikat-malaikat lainnya sambil membawa bebatuan dari
neraka, kemudian dimasukkan ke dalam mulut mereka hingga keluar melalui
dubur mereka. Aku bertanya kepada Jibril, 'Wahai Jibril, siapakah mereka itu?'
Jibril menjawab, 'Mereka adalah orang-orang yang memakan harta anak yatim
secara zhalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perut mereka."'90
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah sgg bersabda.
190. Dinisbatkan oleh As-Suvu!hi dalam Ad-Durr (2, 221 ) kepada Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim saja. Saya
katakan. 'Diriwayatkan Ibnu Jarir (8723) -tahqiq Syaikh Syakir- dari jalur Abdur Razzaa dari Ma’mar dan
Abu Harun Al-Abdi dari Abu Sa'id dengan me-marfukannya dan isnadnva dha if sekali. Dan Abu Harun
telah telah dibicarakan di muka bahwa ia pemalsu hadits dan dituduh berdusta. Ibnu Hibban berkata, "la
meriwayatkan dari Abu Sa'id hadits yang bukan darinya, haditsnya sama sekaii tak diperbolehkan untuk
dicatat kecuali biia diiringi sikap keheranan Adapun penisbatan hadits ini kepada Muslim oleh penulis adalah
suatu kesalahan tulis, atau kesalahan dari juru tulisnya.
Memakan Harta Anak Yatim dan Menzhaliminya ►► 105
"Allah membangkitkan suatu kaum dari kubur mereka dalam keadaan keluar
api dari perut-perut mereka. Api tersebut menyala-nvala di mulut-mulut mereka."
Seseorang bertanya, "Siapakah mereka wahai Rasulullah?' Beliau menjawab,
"Tidakkah kalian memperhatikan firman Allah ta'ala, 'Sesungguhnya orang-
orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim. sebenarnya mereka itu
menelan api sepenuh perutnya ?"191
As-Suddiy ugi berkata, Orang yang memakan harta anak yatim
secara zhalim akan dibangkitkan pada hari kiamat kelak dalam keadaan
keluar nyala api dari mulut, telinga, hidung, dan matanya. Siapa pun
yang melihatnya pasti mengetahui bahwa ia adalah pemakan harta anak
yatim."195
Para ulama berkata. "Setiap wali anak yatim, jika ia seorang yang
miskin lalu ia memakan harta anak yatim itu dengan cara yang baik
sesuai dengan tanggungjawabnya mengurusnya dan mengembangkan
hartanya, itu tidak mengapa. Namun jika melebihi dari yang sewajarnya,
maka itu adalah harta haram". Ini berdasarkan firman Allah:
’ lA k
A? \ »
jir
“Barangsiapa (di antara pemelihara itu ) mampu , maka hendaklah ia menahan
diri (dari memakan harta anak yatim itu ) dan barangsiapa miskin, maka
bolehlah ia makan harta itu dengan cara yang baik. (An-Nisa’: 6)
Yang dimaksud dengan 'memakan dengan cara yang baik' adalah;
Pertama, mengambilnya sebagai hutang.
Kedua, memakannya sekedar kebutuhan, tidak berlebih-lebihan.
Ketiga, mengambilnya senilai dengan upah (yang umum berlaku)
seumpama ia bekerja pada anak yatim itu.
Keempat, mengambilnya dalam kondisi darurat. Artinya jika suatu saat
ia berkecukupan ia membayarnya, tetapi jika tidak harta yang telah
diambilnya itu halal baginya.
Keempat pendapat ini disebutkan oleh Ibnul Jauziy dalam
tafsirnya.193
1 91 . Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (5566). Ath-Thabrani dan Abu Ya'la (7403) dari jalur Yunus bin Bakir. (dia
berkata) Ziyad bin Al-Mundzir bercerita kepada kami dari Nafi'bin Al-Harits dari Abu Barzah yang ia
marfu kan dan sanadnya sangat lemah. Sebab Ziyad bin Al-Mundzir adalah seorang pendusta. Adapun
ucapan penulisi'dari Abu Hurairah" adalah suatu kesalahan
1 92. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir (8722) -tahqiq Syakir- dari anak cucunya.
1 93. Lihat Zadut Masir (2/1 6)
Al-Bukhari telah meriwayatkan dalam Shahih- nya (4575) dari Aisyah dalam ayat (dan barangsiapa yang
106 D~o%n Besar
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah %££ bersabda, "Aku
dan pengasuh anak yatim kelak di surga seperti ini." Lalu Rasulullah
memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah, kemudian
merenggangkan keduanya. ^
Imam Muslim meriwayatkan bahwa beliau juga bersabda:
t o f , -'i : f ■ ' j f M >- . , 9.-, * «/ [ f
jj'j 2uL^Jb vijJU* jui'' a ^ • ,.71 ^ b a u’l & jJC J» <0 |3lS
Pengasuh anak yatim, baik masih kerabatnya atau bukan, akan bersamaku
kelak di surga seperti ini." Lalu beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk
dan jari tengah ,195
Mengasuh anak vatim artinya mengurus segala kebutuhan dan
kemaslahatannya; mulai dari urusan makan, pakaian, dan mengem-
bangkan hartanva jika anak yatim itu memiliki harta. Sedangkan jika
anak yatim itu tidak memiliki harta maka pengasuh anak yatim
memberikan nafkah dan pakaian untuknva demi mengharapkan wajah
Allah M . Adapun maksud lafazh 'baik masih kerabatnya atau bukan'
dalam hadits di atas adalah bahwa si pengasuh itu bisa jadi kakeknya,
saudaranya, ibunya, pamannya, ayah tirinya, bibinya, atau pun kerabat-
kerabat yang lain. Dan bisa juga orang lain yang tidak ada hubungan
kekerabatan dengannya sama sekali.
Rasulullah £££ bersabda:
f \ 9 " ' * 9'
AJ o, P
Y Js
o,- a.- f i .. o -■
‘ *J 4J ‘ ' >-0 •> ‘
r -
m -a-D ’ 1
Barangsiapa menyertakan anak yatim dari keluarga muslim dalam makan
dan minumnya hingga anak itu dicukupkan oleh Allah ta’ala, niscaya Allah
termasuk golongan orang yang mampu, hendaklah ia menjaga harga diri J. Ayat tersebut turun berkenaan
tentang harta anak yatim, bila orang yang mengurusinya fakir, boleh ia memakan dari harta tersebut sekedar
apa yang telah ia lakukan dalam rangka untuk mengurusnya dengan cara yang makruf.
Dan diriwayatkan oleh Ahmad (2/186.215). Abu Dawud ( ). An-Nasa'i (2/1 31) dan Ibnu Majah (2718) dari
Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw
seraya berkata. “Saya tidak memiliki harta, akan tetapi saya memiliki seorang anak yatim.” Beliau laiu
menjawab, "Makanlah dari harta anak yatimmu tanpa berlebih-lebihan, tanpa mubadzir, tidak menjadikannya
sebagai harta pokokmu dan tidak pula karena untuk menjaga hartamu.” Atau berkata, “Engkau menebus
hartamu dengan hartanya.” Hadits ini hasan.
194. Dan diriwayatkan oleh Ahmad (5/333). Al-Bukhari (5304.6005) dan dalam Al-Adab Al-Mufrad ( 135), Abu
Dawud (51 50), At-Tirmidzi (1 91 8) , Ath-Thabrani Al-Kabir (2905) dan Ibnu Hlbban (460) dari Sahi bin Sa'ad.
195. Diriwayatkan oleh Muslim (2983). Ibnu Maiah (3679), dan Al-Bukhan dalam Al-Adab Al-Mufrad { 137) dari
Abu Hurairan.
Memakan Harta Anak Yatim dan Menzhaliminya ►> 107
mewajibkan baginya surga, sama sekali !"[:'"
Beliau juga bersabda:
O 5 -b l^Iip
u
CNj 4-
Barangsiapa mengusap kepala seorang anak yatim semata-mata karena
Allah, maka ia akan mendapatkan pahala dari setiap helai rambut yang terkena
usapan tangannya itu satu kebaikan. Dan barangsiapa berbuat baik kepada
anak yatim yang ada di sisinya, baik laki-laki atau pun perempuan, maka aku
dan dia kelak di surga seperti ini." Lalu beliau merenggangkan jari telunjuk
dengan jari tengah.19'
Seseorang berkata kepada Abu Darda' , "Berilah saya wasiat!"
Abu Darda' berkata, "Kasihilah anak vatim, dekatkanlah ia kepadamu
dan berilah makan dengan makananmu. Sesungguhnya saya mendengar
ketika seseorang menghadap Rasulullah igg mengadukan kekerasan
hatinya, beliau bersabda, 'jika kamu ingin supaya hatimu menjadi lembut,
maka dekatkanlah anak yatim kepadamu, usaplah kepalanya dan berilah
makan dari makananmu, maka itu akan melembutkan hatimu dan akan
memudahkanmu dalam memenuhi kebutuhanmu!''19*
Dikisahkan, seorang salaf berkata, "Dahulu aku adalah seorang
yang tenggelam dalam berbagai macam perbuatan maksiat dan mabuk-
mabukan. Pada suatu hari aku menemukan seorang anak yatim yang
miskin. Lalu aku ambil anak yatim itu dan aku berbuat baik kepadanya.
Aku beri ia makan, pakaian, dan aku mandikan ia sampai bersih semua
kotoran yang menempel di tubuhnya, dari ujung rambut sampai ujung
kaki. Aku menyayanginya seperti seorang ayah menyayangi anaknya,
bahkan lebih. Malamnva aku tidur dan bermimpi bahwa kiamat sudah
tiba. Aku dipanggil menuju hisab. Kemudian aku diperintahkan untuk
196. Diriwayatkan oleh A!-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab (11031) dari Malik bin Amr Al-Qusyairi dan At-Tirmidzi
(1917) dari Ibnu Abbas. Dan Ath-Thabrani dalam Al-Ausath (5345) dari Adi. Semuanya lemah, lihat kembali
Dha’if Al-Jami’ (5757), (5693).
197. Diriwayatkan oleh Ahmad (5/250,265). Ath-Thabrani Ai-Kabir (7821 .7929), Al-Ausath (3186) dan Al-
Baihaqi Asy-Syu'ab (11 036) dari jalur Ubaid bin Zahr dari Ali bin Yazid dari A!-Qasim bin Abi Umamah. Dan
isnadnya lemah, sebab Ubaid bin Zahr dan Ali bin Yazid keduanya lemah,
1 98. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/263). Al-Baihaai Asy-Syu'ab (11034) dari Abu Hurairah dan Al-Baihaqi Asy-
Syu'ab (11 035) da Abu Nu'aim (1 314) dari Abu Darda'. Serta di-shah&kan oleh Asy-Syaikh dalam Ash-
Shahihah (854) dan Ash-Shahih (1410).
1 08 1 DtojszBesar
masuk neraka karena banvaknva dosa dan maksiat vang aku kerjakan.
Malaikat Zabaniyvah menveretku untuk memasukkanku ke dalam neraka.
Saat itu aku merasa kecil dan hina di hadapan mereka. Tiba-tiba anak
vatim itu menghadang di tengah jalan sambil berkata, Tinggalkan ia,
wahai malaikat Rabb-ku! Biarlah aku memintakan syafaat untuknya
kepada Rabb-ku. Dialah vang dulu telah berbuat baik kepadaku, telah
memuliakanku!' Malaikat berkata. Tetapi aku tidak diperintahkan untuk
itu.' Sekonvong-konvong terdengar seruan dari Allah, firman-Nya,
Biarkan dia, sungguh aku telah mengampuninya dengan svafaat anak
vatim itu dan kebaikannya kepadanya!' Lalu aku terbangun dan aku pun
bertaubat kepada Allah azza wa jalla, dan saya terus berusaha semaksimal
mungkin untuk mencurahkan kasih sayang kepada anak-anak yatim."
Anas bin Malik pembantu Rasulullah Tg berkata, "Sebaik-
baik rumah adalah rumah yang ada anak yatim di dalamnya yang
diperlakukan dengan baik. Seburuk-buruk rumah adalah rumah yang
ada anak yatim di dalamnya yang diperlakukan dengan buruk. Hamba
Allah yang paling dicintai-Nya adalah orang yang berusaha berbuat
baik kepada anak yatim atau kepada seorang janda.”199
Diriwayatkan bahwa Allah is mewahyukan kepada Dawud
' Wahai Dawud. jadilah untuk anak yatim sebagai ayah yang penya-yang,
dan jadilah untuk janda sebagai suami yang pengasih! Ketahuilah, sebagaimana
engkau telah menanam engkau pun akan menuai." Maksud dari kalimat
terakhir adalah sebagaimana engkau berbuat, maka orang lain pun akan
berbuat yang sama terhadapmu. Karena engkau akan mati dan
meninggalkan anak serta istri. -
Dalam salah satu munajatnya, Dawud bertanya, "Duhai Ilah-
ku, apakah pahala bagi orang vang menyayangi anak yatim dan janda
untuk mengharap wajah-Mu semata?" Allah menjawab, "Pahalanya,
aku naungi ia di bawah naungan-Ku pada hari tidak ada naungan selain
naunganku." Maksudnya adalah naungan 'arsy-Ku pada hari kiamat.
Ada sebuah kisah berkenaan dengan berbuat baik kepada janda dan
anak yatim. Adalah satu keluarga yang masih merupakan keturunan
sahabat Ali bin Abi Thalib. Mereka tinggal di luar tanah Arab, di kota
1 99. Diriwayatkan oleh Al-Baihaai dalam Asy-Syu'ab (11038) dari Anas. Dan Al-Baihaqi Asy-Syu ’ab (11073),
Ai-Uqaiii (1/97). Ath-T-habram Al-Kabir{ 3/201 2). Ibnu Adi (1/17). Abu Nu'aim (6/337) dan Al-Qudha'i
(1249) dariUmar, dan di-c/ba /7-kan oleh Asy-Syaikh dalam Adh-Dha‘ifah(t636). Dan diriwayatkan pula
oleh Ibnu' Mubarak dalam Az-Zubd(654). Ibnu Majah (3679). dan Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad
(137) dan di -dba /7-kan oleh Asy-Syaikn daiam Adh-Dba'ilah (1637).
200. Diriwayatkan oleh Ai-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab (1 1 039 ) dari Abdurrahman bin Abzi.
Memakan Harta Anak Yatim dan Menzhaliminya ►► 109
Balkh dengan kecukupan. Seorang suami, istri dan anak-anak perempuan.
Suatu hari meninggallah sang suami, dan kehidupan pun berbalik 180
derajat. Janda dan anak-anak perempuannya jatuh miskin. Akhirnya
mereka pun meninggalkan negeri mereka khawatir akan kejahatan
orang-orang yang tidak suka dengan keberadaan mereka. Kebetulan
ketika itu musim dingin sedang hebat-hebatnya. Ketika memasuki sebuah
negeri wanita itu menempatkan anak-anak-nva di sebuah masjid tua yang
sudah lama tidak dipakai. Ia sendiri pergi mencarikan sesuap makanan
untuk mereka. Malam itu ia melewati dua komplek; pertama dipimpin
oleh seorang lelaki muslim yang adalah syaikhul balad, petinggi negeri
itu. Satu komplek lagi dipimpin oleh seorang lelaki majusi yang adalah
dlaminul balad, kepala keamanan negeri. Wanita itu menemui lelaki
muslim terlebih dahulu dan menceritakan keadaannya kepadanya.
Katanya, "Saya adalah seorang wanita 'alawiyyah, keturunan Ali bin Abi
Thalib. Saya membawa anak-anak perempuan yang yatim, yang saya
tempatkan di sebuah masjid tua Saya minta bantuan makanan buat
mereka malam ini." Lelaki itu menjawab, "Datangkan bukti bahwa kamu
ini benar-benar seorang wanita 'alawiyyah yang mulia." Wanita itu berkata
lagi, "Saya adalah seorang asing di negeri ini. Siapa yang mengenali saya?"
Lelaki itu berpaling dan tidak mau menolongnya. Wanita itu pergi dengan
hati yang berkeping-keping. Maka ia pun menemui lelaki majusi,
menjelaskan keadaannya. Ia ceritakan bahwa bersamanya ada anak-anak
perempuan yang yatim dan ia sendiri adalah seorang perempuan
keturunan baik-baik yang asing, la juga menceritakan kejadian antara
dia dan syaikhul balad. Orang Majusi itu bangkit dan menyuruh istrinya
untuk menjemput anak-anak perempuan wanita itu. Mereka diberi
makanan yang lezat dan pakaian yang indah. Mereka menginap di rumah
itu dengan penuh kenikmatan dan kemuliaan. Pada malam itu juga
orang muslim yang telah menolak wanita janda itu bermimpi sepertinya
kiamat sudah terjadi. Panii pun telah dikibarkan di atas kepala Nabi
Tiba-tiba tampak sebuah istana yang terbuat dari zamrud hijau,
serambinya terbuat dari mutiara dan mirah delima, dan kubahnya terbuat
dari mutiara dan permata marjan. Lelaki itu bertanya, "Wahai Rasulullah,
untuk siapakah istana ini?" "Untuk seorang lelaki muslim ahli tauhid.", jawab
beliau. Orang itu berkata, "Wahai Rasulullah, aku seorang muslim ahli
tauhid." Rasulullah £££ bersabda, "Datangkan bukti bahwa kamu adalah
seorang muslim ahli tauhid!" Maka orang itu kebingungan. Lalu Rasulullah
menjelaskan, "Ketika kamu dimintai tolong oleh seorang wanita 'alawiyyah
itu, kamu mengatakan 'datangkan bukti bahwa kamu benar-benar seorang
'alawiyyah'. Begitu juga denganmu sekarang. Coba datangkan bukti bahwa
i io I Droysa Besar
kamu benar-benar seorang muslim." Lelaki itu terbangun dan sangat
bersedih telah menolak wanita itu. Maka ia berkeliling ke seluruh penjuru
kota mencari wanita itu sampai ada vang menunjukkan kepadanya bahwa
wanita itu ada di rumah seorang majusi. Ia mendatanginya dan berkata,
"Aku ingin menjemput wanita yang mulia, wanita 'alawiyyah beserta anak-
anaknya." Orang itu berkata, 'Tidak bisa! Aku telah mendapatkan barakah
yang tidak terhingga atas kedatangan mereka." "Aku beri kamu seribu
dinar dan serahkan mereka kepadaku.", rayu si muslim. "Tidak bisa!",
jawab orang itu. "Harus!", kata si muslim lagi. Orang itu berkata lagi,
"Apa yang kamu inginkan sungguh aku lebih berhak memilikinya. Istana
yang kamu lihat dalam mimpimu itu diciptakan bagiku. Apakah kamu
akan menunjukkan kepadaku tentang Islam? Demi Allah, aku dan
keluargaku tidak tidur tadi malam kecuali bahwa kami semua sudah
masuk Islam berkat wanita itu. Dan aku pun bermimpi seperti yang kau
impikan.” Rasulullah berkata kepadaku, "Apakah wanita 'alawiyyah
dan anak-anaknya bersamamu?" Aku jawab, “Ya, wahai Rasuiullah." Lalu
beliau bersabda, " Istana itu untukmu dan keluargamu. Kamu dan keluargamu
menjadi penghuni surga. Kamu diciptakan sebagai mukmin oleh Allah sejak
zaman azali." Si muslim pun pulang dengan penuh rasa sedih dan kecewa.
Tidak ada yang tahu sedalam apa kesedihan dan kekecewaannya selain
Allah.
Lihatlah, betapa besar barakah berbuat baik kepada janda dan anak
yatim. Betapa ia dapat mendatangkan kemuliaan di dunia bagi orang
yang melakukannya.
Karena itulah dalam hadits Shahih Bukhari dan Shahih Muslim
disebutkan bahwa Rasulullah -“A bersabda:
4jj' j~ — -U>brJjl5~ JOs ° J' a LUjS'1- ^ i-\ ',.Ji
Orang yang berusaha untuk janda dan orang-orang miskin itu bagaikan
pejuang dijalan Allah.
Perawi hadits ini mengatakan, "Saya kira beliau juga bersabda:
‘UaJlS” « —a.' Y ■vjLftJlS" i
dan seperti orang yang bangun malam (untuk beribadah) yang tiada henti,
dan laksana orang vang berpuasa tanpa berbuka.201
201 . Shahih: Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6007). Muslim (2982), An-Nasa'i (5/86-87), Ibnu Majah (2140) dan
Ibnu Hibban (4245) dari Abu Hurairah.
Memakan Harta Anak Yatim dan Menzha'iminya ►>111
Berusaha untuk janda dan orang-orang miskin itu maksudnya
mengurus berbagai keperluan dan kemaslahatan bagi mereka karena
mengharapkan wajah Allah semata.
Semoga Allah menunjukkan jalan untuk itu dengan anugerah dan
kemurahan-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah, Maha Pengasih,
Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang.
M2 °~oSa Besar
D
sa
Besar
14
BERBUAT DUSTA TERHADAP
ALLAH ATAU RASULULLAH £g
Allah berfirman:
s % . ^ y / s , 0 ■-
jjjl ^Jjf- i •jjJ' jjJ y S-JUjSjl > yl
Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta
terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. (Az-Zumar: 60)
Menafsirkan ayat di atas, al-hasan berkata. "Mereka adalah orang-
orang yang mengatakan, 'jika kami mau kami pasti melakukan dan jika
kami tidak mau kami pun tidak melakukannya.’"
Ibnul Jauziy berkata, "Sekelompok ulama berpendapat bahwa
berbuat dusta terhadap Allah dan Rasul-Nva merupakan perbuatan
kufur, mengeluarkan pelakunya dari millah. Tidak disangsikan lagi
bahwa berdusta terhadap Allah dan Rasul-Nva dalam masalah
menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal adalah benar-
benar kufur. Namun yang masih diperbincangkan adalah berdusta
dalam masalah-masalah selainnya."
Rasulullah yy; bersabda:
" — ' ‘ \*9' \ I 't. ' ■ * 3. f' '--m - ^ * t' ' ^ 3
.+ «j >- llw1 4 1 *UJ' * bor «A a \ >. JjJ ■ ^
Barangsiapa berdusta terhadap diriku secara sengaja, hendaklah bersiap-siap
menempati tempat berbaring dari api atau sebuah rumah di Jahannam.102
Sabdanya lagi:
202. Diriwayatkan oleh Ahmad (4 '201 .159). Ath-Thabrani Al-Kabir( 17/305/843) dan Ibnu Hibban (1052) dan
sanadnya shahik
Berbuat Dusta Terhadap Allah Atau Rasulullah Sg
►►M3
jJl s
<r
v
Barangsiapa secara sengaja berbuat dusta terhadapku hendaklah ia bersiap-
siap menempati tempat duduknya dari api neraka.211'
Sabdanya lagi:
. . i» - f - f r . - • *_ ■?.. " ' » ..
Jj>- ■ a^.5 w^-C «J' gC, ri c*-^ \S j J ' r*
" Barangsiapa meriwayatkan sebuah hadits dariku namun dia berpendapat
bahwa isinya adalah dusta maka ia termasuk salah satu pendusta"1'04
Sabdanya:
> 5 s •?. i'' '' 3 ' Z ' ^ ' 3 ' i' e'*
■_-J a-Utia I j-Cpdi S- i -'-bsjf y J ps- L) jS~
Sesungguhnya berbuat dusta terhadapku itu tidak sama dengan berbuat dusta
terhadap selain dariku. Barangsiapa secara sengaja berbuat dusta terhadapku
hendaklah ia bersiap-siap menempati tempat duduknya dari api neraka ,'05
Sabdanya, "Barangsiapa mengatakan sesuatu dariku padahal aku tidak
mengatakannya hendaklah ia bersiap-siap menempati tempat duduknya dari
api neraka."200
Sabdanya:
i L*_iS^ JbV>Ji Js- - _•* LoJl
Setiap mukmin itu diciptakan dengan beragam perangai kecuali khianat dan
dusta.20’
Semoga Allah memberi taufik dan perlindungan. Sesungguhnya
Dia Maha Pemurah lagi Maha Mulia.
203. Hadils Mutawatir- Al-Hafizh berkata dalam Al-Fath diriwayatkan oleh lebih dari seratus dua puluh orang.
Dan Asv-Syaikh Al-Albani teiah menyebutkan dalam Shahih Al-Jami' no (6519) sebanyak 63 orang.
204. Diriwayatkan oleh Muslim dalam pembukaan (nal 9). ibnu Hibban Al- Majruhin dan Ath-Thayalisi (1/38),
Ahmad (5/14) dan ibnu Majah (39) dari Samurah
205. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1 291 ) dan Muslim (4) dari Hadits Mughirah bin Syu’bah.
206. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (109) dari Salamah
207. Diriwayatkan oleh Ibnu Adi (1/44). Al-Bazzar (1/69) Kasyf. Abu Ya'la (711), Ibnu Abi Dunya dalam Ash-
Shamtu{474), Ad-Daruquthni dalam A/-7/a/(4/329), Al-Baihaqi Asy-Syu’ab (4469). As-Sunan( 10/197) dan
Ibnul Jauzi dalam A/-7/a/(1175) dari Sa'ad. Dan di-dha'/T-kan oleh Asy-Syaikh dalam Adh-Dha 77(4231),
Dan diriwayatkan oleh Ibnu Adi (1/44) dan Ai-Baihaqi Asy-Syu’ab (4471) dari Ibnu Umar di dalam Dha’il
Al-Jami'i 6448).
1 14 1 p~D%»Besar
MELARIKAN DIRI
DARI MEDAN PERANG
sa
Besar
Maksud melarikan diri dari medan perang di sini adalah jika jumlah
musuh tidak lebih dari dua kali jumlah kaum muslimin kecuali untuk
siasat atau menggabungkan diri dengan pasukan lain, meskipun jauh.
Allah berfirman:
A'
^ ^ . A f f O „
: L -Uli Aii ^ :j„>UUa al JuJL) 13 -v-j- fi — 4 *
i* ■ /? -jv ) '
#1 i L» <
Barangsiapa yang membelakangi mereka ( mundur ) di waktu itu, kecuali
berbelok untuk ( siasat ) perang atau hendak menggabungkan diri dengan
pasukan lain, maka sesungguhnya orang itu kembali membawa kemurkaan
dari Allah, dan tempatnya ialah meraka Jahanam. Dan amat buruklah tempat
kembalinya. (Al-Anfal: 16)
Abu Hurairah igi meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:
Ui • i « A L> i -Jui ' : li ? aJj ' u «■— '6 • .a L> * i i) li w' UL A I . — J '
_ ^ a- , — ■ — — ®
J' wL» iT' • L J' ir ' a 'j ' Ai' »
jLu> taj' ob'Jbd' UU i-U-2J>wJ ' . ijj a
’ Jauhilah tujuh perkara yang merusak!" Para sahabat bertanya, "Apa saja
itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, " Syirik kepada Allah, sihir,
membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali karena alasan yang
dibenarkan, memakan riba, memakan harta anak yatim, meninggalkan medan
perang, dan menuduh wanita mukminah baik-baik telah berzina.”208
Melarikan Diri dari Medan Perang ►► I I 5
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas ^ berkata.
"Ketika turun ayat:
Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu niscaya mereka dapat
mengalahkan dua ratus orang musuh. (Al-Anfai: 65)
Allah mewajibkan atas mereka agar duapuluh orang muslim tidak
melarikan diri apabila menghadapi dua ratus orang kafir. Kemudian
turun ayat:
Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahwa
padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar,
niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang; dan jika diantaramu
ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu
orang. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al-Anfal: 66)
Dengan itu Allah mewajibkan agar seratus orang muslim tidak
melarikan diri apabila menghadapi dua ratus orang kafir."209
208 Takhrij-nya teiah disebuikan di muka.
209. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (4652.4653)
1 16 1 D;nusa Besar
D
sa
Besar
PEMIMPIN PENIPU DAN
PENGANIAYA RAKYAT
Aiiah s.r berfirman:
% ' ^ * 8 9 s ’i s - f z ' ' ' > ^ * ' * £ , £
t -j - *) 3jS' rj w «-*— * J mJu2j • ,J 27 JLp -_wj ■ Cajl
<
Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia
dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab
yang pedih. (Asy-Syura: 42)
Dan janganlah sekali-kali kamu ( Muhammad ) mengira, bahwa Allah lalai
dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah
memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata
i mereka ) terbelalak. Mereka datang bergegas-gegas dengan mengangkat
kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong.
(Ibrahim: 42-43)
Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana
mereka akan’ kembali. (Asv-Syu’ara’: 227)
Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka
perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.
(Al-Maidah: 79)
Rasulullah sgs bersabda:
Barangsiapa menipu kita, maka ia bukan termasuk golongan kita."2'0
210. Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/242,417). Muslim (101 ), Abu Awanah (1/57). Abu Dawud (3455), At-
Tirmidzi (1315) dan Ibnu Majah (2224) dari Abu Hurairah
Pemimpin Penipu dan Penganiaya Rakyat ►► II 7
Sabdanya-
C -J' > f t 3 Z
4.4 LIS' * v oLuJj
"Kezhaliman itu akan menjadi kegelapan pada hari kiamat. "2U
Sabdanya:
* 5
A1S , S
* t >
jx~4 ”<or, *i. 'S&
"Masing-masing kalian adalah pemimpin. Masing-masing kalian akan dimintai
pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya."212
Sabdanya:
2, , , > ' > ,2 ' 2 .■ &
j Lw ^3 q-^-3 AS*S • y’ ^ J 1
"Pemimpin mana saja yang menipu rakyatnya , maka tempatnya adalah
neraka."212
Sabdanva:
' V 3 ' s K
dlls <0)1
4^Pj 4jJl alp yL-i
"Barangsiapa diangkat oleh Allah untuk memimpin rakyatnya, kemudian dia
tidak mencurahkan kesetiaannya niscaya Allah mengharamkan surga baginya."
(Hadits riwayat Bukhari)
Dalam riwayat lain berbunyi: "... lalu ia mati pada hari kematiannya
itu ia dalam keadaan menipu rakyatnya, maka Allah mengharamkan surga
baginya. ”214
Rasulullah juga bersabda:
og '' s s ■> — ,f ' ' “'i > * 2 0
jjl Jli jli alll 1 gjdb » 4_4L_aj! * ^ "Vj ^Ul'1 -~j
La.1
b>-
^ Oh
D
«LaJ'.
Tidak ada seorang hakim pun yang memutuskan perkara di antara manusia
kecuali pada hari kiamat kelak ia akan ditahan, sedangkan satu malaikat
memegang tengkuknya. Jika dikatakan 'lemparkan ia!" maka malaikat itu
melemparkannya ke dalam neraka Jahannam sejauh empatpuluh tahun
(perjalanan) .2l'
211. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (92447) dan Muslim (2579) dari Ibnu Umar.
212.Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2554.5188). Muslim (1829), At-Tirmidzi (1705), Ibnu Hibban
(4489,4490) dan Ahmad (2/5,54.55 ) dari Ibnu Umar.
213. Diriwayatkan oleh Ahmad (5/20) dan Muslim dari Ma'qil bin Yasar. lihat kembali Ash-Shahihah (1754).
214. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (7150.7151). Muslim (142). Ath-Thayalisi (928), Ath-Thabrani (20/
449,455,456,457), Ibnu Hibban (4495). dan Ahmad (5/25) dari Ma'qil bin Yasar.
215. Diriwayatkan oleh Ahmad (1/430) dan Al-Baihaqi (7533) Asy-Syu’abdah Ibnu Mas'ud dan di-dba’/Y-kan
oleh Asy-Syaikb dalam Adh-Dha 7/(51 68).
1 18 1 D:bcsaBesar
Sabda beliau "Celakalah para pemimpin! Celakalah para pegawai!
Celakalah para penjaga! Sungguh, pada hari kiamat nanti ada kaum yang
berangan-angan lebih baik rambut pada ubun-ubun mereka digantungkan
pada bintang timur lalu disiksa meski tanpa suatu dosa.''210
Sabda Nabi gg, " Pada 'hari kiamat kelak akan datang suatu saat di
mana seorang hakim yang adil, (karena beratnya hisab yang diterimanya ) ia
berangan andai ia tidak memutuskan perkara antara dua orang walau dalam
kasus sebiji kurma sekalipun."217
Sabda Nabi igs, "Tidak ada seorang pun yang memimpin sepuluh orang
kecuali ia akan didatangkan pada hari kiamat kelak dalam keadaan tangan
terbelenggu; entah keadilannya yang akan membebaskannya ataukah
kezhalimannya yang akan mencampakkannya (ke neraka)."218
Di antara do a-do'a Rasulullah
^ •• ^
"Ya Allah, barangsiapa yang mengurus urusan umatku ini lalu ia mengasihi
mereka, maka kasihilah ia, dan siapa yang menyusahkan mereka maka susah-
kanlah mereka."219
Rasulullah igj bersabda:
li
a 4j
ii ,li 'J j
ja1 r1
J? ^
• j_o
- li ’ %^wL
S y # & / . >S> <•
fit 3 c 3 I 9 [ ' * ' * | f. Wt O'
LLJL- b»r « S <Ujl 0 y • 'y*
s *J' - \ J J J J
a a 0>rL>* J O iiii
"Barangsiapa dikuasakan oleh Allah untuk mengurus sesuatu dari urusan
kaum muslimin, lalu dia tidak mau tahu tentang kebutuhan, kemiskinan dan
kefakiran mereka, maka Allah pun tidak akan mau tahu tentang kebutuhan,
21 6. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/352). Ath-Thayalisi (2608). Ath-Thabrani dan Abu Yaia (6189). Al-Baghawi
(2468) dan Al-Haktm (4/91 ). Dan dia berkata bahwa isnadnya shahih dan disepakati oleh Adz-Dzahabi.
Sanadnya hasan. Dari Abu Hurairah.
217. Shahih. Diriwayatkan oieh Al-Baihaqi dalam Asv-Svuab (7382). Ahmad (2/431 ) dan Ath-Thabrani dalam
Al-Ausath (27 4). (6225! dari Abu Hurairah. Al-haitsami berkata (5/205) diriwayatkan oleh Ath-Thabrani
dalam Al-Ausath dan Ai-Bazzar. Sedangkan para perawinya adalah perawi Ash-Shahih. Dan, diriwayatkan
oieh Ahmad (5/323.327) dari Ubadah bin Shamit. -Diriwayatkan oleh Ahmad (5/284,285) dari Sa’ad bin
Ubadah. - Diriwayatkan oieh Ath-Thabrani Ausati i (4763) dari Buraidah dan didalamnya terdapat kelemahan.
Diriwayatkan juga dari Aisyah dan selainnya. Dan hadits-nadits ini dikuatkan oieh sebagian yang iain
sehingga hadits ini menjadi kuat dan shahih insya Allah Ta'ala.
218. Diriwayatkan oleh Ath-Thayalisi (1 546). Ahmad (6/75). dan Ibnu Abi Dunya dalam Al-Asyraf( no92). Al-
Baihaqi (10/96). Ibnu Hibban (1563). Abu Ya'la (4726) dan Ath-Thabrani Ausath (3880) dari Aisyah dan di -
o'/aa ’/7-kan oleh Asy-Syaikh dalam Adh-Dha 7/(4866) dan Adh-Dha’ifah (1142).
219. Diriwayatkan oleh Ahmad (6/93). Muslim (1828). ibnu Hibban (553) dan Al-Baghawi (2471 ) dari Aisyah.
Pemimpin Penipu dan Penganiaya Rakyat ►►119
kemiskinan dan kefakirannya."120
Rasulullah sgg bersabda, "Akan datang suatu masa di mana para
pemimpin pada saat itu fasik dan sewenang-wenang. Barangsiapa
membenarkan kedustaan mereka dan membantu mereka dalam berbuat zhalim
maka ia tidak termasuk golonganku, dan aku bukan golongannya. Ia juga
tidak akan sampai ke telagaku."11''
Beliau juga bersabda, "Dua golongan dari ummatku tidak akan
memperoleh syafaatku; pemimpin yang zhalim lagi penipu dan orang yang
berlebih-lebihan (ghuluw) dalam urusan dien, sedangkan dien menjadi saksi
atas mereka serta berlepas diri dari mereka."222
Sabda beliau , "Manusia yang paling berat siksanya pada hari kiamat
adalah penguasa yang sewenang-wenang."121'
Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda, "Wahai manusia,
perintahkanlah kebajikan dan cegahlah kemungkaran sebelum kamu memohon
kepada Allah. Sebab jika tidak. Allah tidak akan mengabulkan permohonanmu
itu. Juga sebelum kamu minta ampun kepada Allah. Sebab jika tidak, Allah
tidak akan mengampunimu. Sesungguhnya setelah para pendeta Yahudi dan
Nasrani meninggalkan amar ma'ruf nahy munkar, maka Allah melaknat
mereka melalui lisan para Nabi yang datang kepada mereka, kemudian Allah
meratakan bencana ke atas mereka."1-'
Sabda Nabi 3
- f . . / 3 » ✓ . -• ' 3 *■ . ' 9 * 0 s
2 L* \Jjs> J ^»1 .J O Jj>- ' • ^
v- v» ---'w - y O- w
" Barangsiapa mengadakan sesuatu yang baru dalam urusan kita (dien Islam)
yang bukan merupakan bagian darinya, maka ia tertolak."111
220. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (2948). At-Tirmidzi (1332). (1333). Ahmad (4/231 ), Al-Hakim (4/93), Al-
Baihaqi Asy-Syu'ab (7385) dan As-Sunan (10/1 01) dari Amr bin Murrah dan di-s/iah/Man oieh Asy-
Syaikh dalam Ash-Shahihah(629) dan ShahihAt-Tirmidzg 1071 ).
221 . Diriwayatkan oieh Ahmad (5/384), Al-Bazzar (2/293.240) dan Ath-Thabrani Ausath (8491 ). Ai-Haitsami
berkata (5/247) saiah satu sanad Al-Bazzar para perawinya adaiah perawi Ash-Shahih. begitu pula perawi
Ahmad.
222. Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Kabir( 8079) dan Syaikh Ai-Albant mennisbatkannya pada Abu
lshaq Al-Harbi dalam Gharib Al-Hadits ( 5/120/2). Dan Al-Jurjam, lihat Ash-Shahihah (470), ShahihAI-
Jami' (3798). Dan Asy-Syaikh berpendapat: Hasan. Dari Abu Umamah.
223. Hasan. Diriwayatkan oleh Abu Ya'la (1083). Ath-Thabrani Ausath (161 8.4633), Ash-Shaghir(\ /237), Abu
Nu'aim (10/114) dan Abu Sa'id dan di-s/iab/Man oleh Asy-Syaikh dalam ShahihAI-Jami'( 1001 ).
224.lsnadnya dhalf. Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Ausaih (1389) dari ibnu Umar- AI-Haitsami
berkata (7/266) dan di dalamnya terdapat perawi yang tidak Kukenal.
225. Diriwayatkan oleh Ahmad (6/240.270). Al-Bukhari i2697). Muslim (1718). Abu Awanah (4/18), Ibnu Majah
(14) dan Ibnu Hibban (26,27) dari Aisyah
120 1 D-o%a Besar
Juga:
J ' a
L>JL>w* ■
-J s - * t .
!* " v. • a - »«■*<> , ' .
J J_£- ^ J ^2 4^* 4_L* ujL;
"Dan barangsiapa mengadakan sesuatu yang baru atau melindungi orang
melakukannya, maka ia mendapat laknat dari Allah , para malaikat, dan
manusia semuanya. Juga Allah tidak akan menerima amalan fardlu dan
sunnahnya d"22"
Juga:
Barangsiapa tidak mengasihi tidak akan dikasihi.227
iN y , 3 - ' o . y'.*,,.'
^UJ'1 ^S>- J } AJU ■ -*J>- J >
w "i \
Allah tidak akan mengasihi orang yang tidak mengasihi manusia. 22H
Sabda Nabi "Pemimpin yang adil itu akan dinaungi Allah di bawah
naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya."229
Juga, "Orang-orang yang adil akan berada di atas mimbar dari cahaya,
yaitu mereka yang berlaku adil dalam menghukum, dalam keluarga dan dalam
apa yang mereka pimpin." 2M
Ketika Rasulullah mengutus Mu'adz 'S- ke Yaman beliau
bersabda, " Hati-hatilah kamu terhadap harta pilihan mereka, dan takutlah
pada doa orang yang teraniaya, sebab antara doa itu dengan Allah tidak ada
tabir penghalang!"2'1
226. Shahih. Diriwayatkan oleh Ai-Bukhari f 1 870). Muslim (1370). Abu Dawud (31 79), Ahmad ( 1 /1 26) dan Ibnu
Hibban (3717) dari Ali bin Abi Thalib.
227. Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ai-Bukhari (5997). Muslim (231 8), At-Tirmidzi (1911). Abu Dawud
(521 8) dan Ibnu Hibban (457) dari Abu Hurairah.
228. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (7376). Muslim (2319). Ahmad (4/362) dan Al-Humaidi (803) dari
Jarir.
229. Shahih. Telah disebutkan dalam hadits Abu Huraira'n dan laladznya "Tujuh golongan yang dilindungi oleh
Allah" diriwayatkan oieh Ai-Bukhari (660,680). Muslim (1031 ). At-Tirmidzi (239), An-Nasa’i (8/222), Ahmad
(2/439) dan Ibnu Hibban (4486).
230. Diriwayatkan oleh Al-Humaidi (588). Ahmad (2/1 60) . Muslim (1827) dan An-Nasa’i (8/9221).
231. Dari ibnu Abbas. ketika Rasulullah saw mengutus Mu adz ke Yaman, beliau berkala, "Sesungguhnya
engkau akan datang kepada suatu kaum Ahlui Kitab Al-Hadits. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1458.1395),
Muslim (19). (13). Abu Dawud (1584), At-Tirmidzi (625). An-Nasa'i (215), Ibnu Majah (1783) dan Ahmad
(1/233).
Pemimpin Penipu dan Penganiaya Rakyat ►►121
Beliau bersabda, "Tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh
Allah pada hari kiamat.’1 Lalu beliau menyebutkan salah satunya raja
yang pendusta.232
Sabda Nabi " Sesungguhnya kalian akan sangat menginginkan
kepemimpinan, padahal itu akan menjadi penyesalan di hari kiamat kelak." ni
Juga, "Adapun kami, demi Allah, kami tidak akan menyerahkan amal
ini kepada orang yang memintanya atau orang yang tamak terhadapnya."23*
Rasulullah psy, bersabda, "Wahai Ka'ab bin 'Ajrah, semoga Allah
melindungimu dari para penguasa yang bodoh. Yaitu para pemimpin yang
datang sesudahku yang tidak mengambil petunjuk dengan petunjukku dan
bertindak dengan selain sunnahku ."235
Dari Abu Hurairah i® Nabi bersabda, "Barangsiapa meminta
jabatan sebagai qadhi bagi kaum muslimin hingga ia mencapainya, lalu
keadilannya mengalahkan kezhalimannva, ia akan mendapatkan surga.
Sedangkan barangsiapa kezhalimannva mengalahkan keadilannya maka ia
akan mendapatkan neraka k23"
Beliau bersabda, "Kalian akan sangat menginginkan kepemimpinan,
padahal itu akan menjadi penyesalan di hari kiamat kelak."237
Kepada Abu dzar ig* Umar Wh pernah berkata, "Sampaikan
kepadaku sebuah hadits yang Anda dengar dari Rasulullah!" Abu Dzar
berkata, "Pada hari kiamat akan didatangkan seorang pemimpin,
kemudian dibiarkan berjalan di atas jembatan Jahannam. Kemudian
jembatan itu bergoncang dengan sangat keras, sehingga persendiannya
lepas dari tempatnya. Jika ia seorang yang taat kepada Allah, maka ia
dapat melaluinya dengan selamat; namun jika ia seorang yang durhaka
kepada Allah maka jembatan itu menjadi terputus dan ia pun jatuh ke
dalam Jahannam, melayang-layang di atasnya selama limapuluh tahun."
Umar bertanya, "Jika demikian, siapa yang mau mencari pekerjaan itu,
wahai Abu Dzar?" Abu Dzar menjawab, "Orang yang hidungnya
232. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/480) dan Muslim ( 1 07) dari Abu Hurairah.
233. Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/448,476), Al-Bukhari (71 48).ibnu Hibban (44820). Al-Baihaqi (3/
129), dan Al-Baghawi (2465) dari Abu Hurairah
234. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (7149). Muslim (3/1456/14), Ibnu Hibban (4481 ). Al-Baihaqi (100/
10) dan Al-Baghawi (2466) dari Abu Musa Al-Asy’ari
235. Diriwayatkan oleh Abdur Razzaq (20719). Ahmad (3/321 ). ibnu Hibban (4514), Al-Hakim (4/422) degnan
men-sbab/Mannya dan disepakati oieh Adz-Dzahabi, dan memang hadits tersebut sebagaimana yang
keduanya katakan, hadits dari Jabir.
236. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3575) dan dari Al-Baihaqi (10/88), isnadnya dha'if dan d i -c/ha ’/7-ka n oleh
Asy-Syaikh dalam Adh-Dha'ifah(YB3) dan Dha'if At-Jami'( 5689).
237. Takhrij- nya telah disebutkan di muka.
122 1 D:u%* Besar
dipotong oleh Allah dan pipinya Dia tempelkan ke tanah. (Orang yang
benar-benar celaka)
Amru bin Muhajir berkata, "Umar bin Abdul Aziz pernah berpesan
kepadaku, 'Jika engkau melihatku telah menyeleweng dari jalan yang benar,
maka letakkanlah tanganmu di tengkukku lalu katakan 'Hei Umar, apa yang
kamu kerjakan?'"
Peringatan
Wahai yang ridla dengan gelar 'zhalim', berapa banyak kezhaliman
vang telah kamu lakukan!
Penjara adalah Jahannam, al-Haq adalah hakim, dan tidak ada
hujjah bagimu atas apa yang kamu adukan, serta kuburan menjadi
tempat yang sangat menyeramkan. Maka ingatlah hari penangka-
panmu!
Penghitungan itu amatlah panjang, maka bebaskanlah dirimu!
Umur itu hanyalah sehari, maka sambut segeralah mataharimu!
Kamu bangga dengan perbendaharaanmu, padahal caramu
mendapatkannya menjijikkan.
Kamu sombongkan angan-anganmu, padahal jalan ke sana masih
teramat terjal.
Sesungguhnya kezhaliman itu tidak akan ditinggalkan walau
seujung kuku. Maka jika kamu melihat seorang yang zhalim telah
berbuat sewenang-wenang, tidurlah di dekatnya, mungkin saja malam
itu ia tidur dan kutu busuk pun segera menikmati tubuhnya.
238. Ibnul Mundzir berkata dalam At-Targhib (3/1 39). diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dari Hadits Abu
Hurairah bahwa Bisyr bin Ashim Al-Jasyami bercerita kepada Umar lalu diapun menyebutkannya, sedangkan
Umar bertanya kepada Salman dan Abu Dzar dan keduanya membenarkannya.
Pemimpin Penipu dan Penganiaya Rakyat ►► 123
SOMBONG
DAN YANG SEJENISNYA
a
’esar
Allah berfirman:
Ajj 9
jJLP
A.;?i Musa berkata, "Sesungguhnya aku berlindung kepada Rabbku dan
Rabbmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman
-.evada hari berhisab". (Al-Mukmin: 27)
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. (An-Nahl:
23)
Rasulullah ^ bersabda, "Di kala seorang laki-laki berjalan dengan
congkak, tiba-tiba Allah membenamkannya ke bumi, maka ia pun terbenam
di dalamnya sampai hari kiamat. ”Zi-
Orang yang dimaksud dalam hadits di atas adalah Qarun.
Beliau juga bersabda, "Para penguasa yang bengis dan orang-or-
ang yang sombong akan dikumpulkan pada hari kiamat kelak dalam keadaan
seperti debu yang diinjak-injak oleh manusia. Mereka diliputi kehinaan dari
berbagai penjuru."240
Sebagian salaf berkata, "Dosa yang pertama kali dilakukan adalah
perbuatan sombong.” Allah berfirman, “Dan ( ingatlah ) ketika Kami
239. Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/315.531). Al-Bukhari (2789), dan Musiim (2088) dari Abu Hurairah
dan Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2790) dari Ibnu Umar
240. Hasan. Diriwayatkan oleh Ahmad (2 279) dan At-Tirmidzi (2623) dari Ibnu Amr dan di-sahih-kan oleh Asy-
Syaikh dalam Shahih AI-Jami'(8QAQ).
Sombong dan yang Sejenisnya ►► 125
berfirman kepada para Malaikat, ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka
bersujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk
golongan orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah: 34)
Maka, barangsiapa bersikap sombong (takabur) terhadap
kebenaran, niscaya keimanannva tidak dapat mendatangkan manfaat;
seperti yang dilakukan oleh Iblis.
Dalam sebuah hadits Rasulullah ■jys bersabda:
5^ 3 -• I, ... ■- 9 • * ' f ti 9
J Lila ^ Jj>- 1 ^
Tidak akan masuk surga seseorang yang di hatinya ada seberat biji sawi
kesombongan.24'1
Allah berfirman:
J V Al* j
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi
membanggakan diri. (ALuqman: 18)
Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan bahwa Allah berfirman:
,LJi
Keagungan adalah pakaian-Ku. kesombongan adalah jubah-Ku; barangsiapa
menarik keduanya dari-Ku niscaya Aku lemparkan ia ke neraka.241
Rasulullah bersabda, "Surga dan neraka berbantahan. Surga
berkata. 'Mengapa yang memasuki ku hanyalah orang-orang yang lemah dan
rendah?' Neraka berkata. 'Aku diistimewakan dengan orang-orang yang bengis
dan sombong.’"24'
Allah berfirman:
J S Aji* j) D- jA yp \ ^ NoJ 'f ‘ SS S~.,2~')s
Dan janganlah kamu memalingkan muka dari manusia (karena sombong)
dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya
241 . Shahih. Diriwayatkan oleh Muslim (91 ). Abu Dawud (4091 ). At-Tirmidzi (1998). Ibnu Majah (41 73). Ahmad
(1/412), Ibnu Hibban (224) dan Ath-Tnabram ( 1 0000) dari Ibnu Mas'ud.
242. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/444), Muslim (2620). Abu Dawud (4090). dan Ibnu Majah (4174) dari Abu
Huralrah
243. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (4848.4849,4850), Muslim (2846) dan At-Tirmidzi (2686) dari Abu
Hurairah
1 26 1 D-Dosa Besar
Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
(Luqman: 18)
Salamah bin Akwa' berkata, "Seseorang makan dengan tangan
kirinya di dekat Rasulullah jgs Beliau bersabda, 'Makanlah dengan tangan
kananmu !' Laki-laki itu menjawab. 'Aku tidak bisa!' Maka Rasulullah
bersabda, 'Semoga kamu benar-benar tidak bisa!' Tidak ada sesuatu pun yang
menghalanginya untuk melaksanakan perintah Rasulullah kecuali
kesombongan. Maka orang itu pun tidak pernah bisa mengangkat tangan
kanannya ke mulutnya."14*
Rasulullah bersabda:
UP
V 3 lil h'
Maukah kalian aku kabarkan tentang penghuni neraka? Yaitu tiap-tiap ’utul,
jawazh, dan orang yang sombong.14*
'Utul adalah orang yang kasar dan kejam. Jawazh adalah orang yang
banyak mengumpulkan harta dan sangat kikir, atau orang yang congkak
dalam berjalan, atau orang yang menjadi budak perutnya.
Abdullah bin Umar berkata. "Saya mendengar Rasulullah
bersabda. ’Tidak ada seorang pun yang berjalan dengan congkak dan
berbangga diri kecuali ia akan berjumpa dengan Allah sedangkan Dia murka
kepadanya.'"14*
Abu Hurairah meriwayatkan sebuah hadits, bunyinya, "Tiga
golongan yang pertama-tama masuk neraka; penguasa zhalim, orang kaya
yang tidak membayar zakat, dan orang miskin yang congkak."247
Rasulullah ^ bersabda:
lliL'l
i»
L di)! .1? u h ASL
244. Diriwayatkan oleh Ahmad (4/45-46). Muslim (2021 ). Ibnu Hibban (651 3) dan Ath-Thabrani (6236).
245. Shahth. Diriwayatkan oleh Ahmad (4/306). Ai-Bukhari (4918). Muslim (2853). Ai-Tirmidzi (2732) dan ibnu
Majah (4116) dari Hadits Haritsah bin Wahb.
246. Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/118). Ai-Bukhari dalam AI-AdabAI-Mufrad(549). Ai-Hakim (1/60),
Al-Kharaithi dalam Al-Masawi’ (577). dan di-shah/h-kan oleh Asy-Syaikh dalam Ash-Shahihah (2272) dan
ShahfaAi-Jam' (571 1 :.
247. Isnadnya dhalf. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/425). Ath-Thayalisi (2567). At-Tirmidzi (1642). Ibnu Hibban
(4312). Al-Hakim (1/387) dan Al-Baihaqi (4/82) dari Amir Ai-Uqaili bahwa bapaknya mengkabarkan
kepadanya bahwasanya dia pernah mendengar Abu Hurairah dengan me-marfu'-kannya. Sedangkan
Amir dan bapaknya tidak diketahui identitasnya.
Sombong dan yang Sejenisnya ►► 127
Tiga golongan oang yang tidak akan dipandang oleh Allah pada hari kiamat,
tidak disucikan-Nya, dan akan mendapat siksa yang pedih; orang yang berbua t
isbal, orang yang mengungkit-ungkit kebaikannya sendiri, dan orang yang
menjual dagangannya dengan sumpah palsu /45
Orang yang berbuat isbal adalah orang mengulurkan/ meman-
jangkan sarung, celana, atau bajunya sampai melebihi kedua mata
kakinya, sebagaimana sabda Rasulullah "Kain sarung yang diturunkan
melewati mata 'kaki tempatnya (orang yang melakukannya ) di neraka."-4"
Kibr yang paling buruk adalah kibrnya seseorang terhadap orang
lain karena ilmu yang dimilikinya dan ia merasa besar dengan kelebihan
yang dimilikinya. Sungguh, ia tidak bermanfaat ilmunya. Karena orang
yang menuntut ilmu untuk akhirat ilmunya akan menyadarkannya,
mengkhusyu'kan hatinya, dan menenangkan jiwanya. Juga, ia akan
selalu mawas diri, tidak lengah dan bahkan selalu berintrospeksi setiap
saat. Karena jika ia sampai lengah dari hawa nafsunya, maka ia akan
melenceng dari shirath mustaqim dan akan menghancurkan dirinya.
Adapun orang yang menuntut ilmu untuk dibanggakan, mencari
kedudukan, meremehkan kaum muslimin, menganggap mereka bodoh,
serta melecehkan mereka, sungguh ini adalah kibr yang paling dahsyat.
Dan tidak akan masuk surga orang yang di hatinya ada kibr walau
seberat biji sawi.
Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah yang Maha Tinggi lagi
Maha Agung.
248. Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (5/148,162!. Muslim (106). Abu Dawud (4087), At-Tirmidzi (1211) dan
An-Nasa i (7/240) dari Abu Dzar.
249. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5787) dari Abu Hurairah.
d:o%b Besar
128
KESAKSIAN PALSU
D
hsa
Besar
Allah berfirman:
Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu (Al-Furqan: 72)
Dalam sebuah atsar disebutkan:
■ i 'ut.' tjj{j D ' « i d1 CA~kP
Kesaksian palsu itu sepadan dengan menyekutukan Allah ta'ala dua kali.
Allah berfirman:
Dan jauhilah perkataan-perkataan dusta (Al-Hajj: 30)2M'
Dalam sebuah hadits disebutkan, "Tidak akan beralih kaki seorang
yang memberikan kesaksian palsu besok pada hari kiamat, hingga tersentuh
api neraka.”2"1
Mushannif iaA berkata, "Orang vang memberi kesaksian palsu
itu telah mengerjakan beberapa dosa besar, yaitu:
Pertama, berbicara dusta dan tuduhan palsu.
Allah A' berfirman:
& S- y & % ^ -'A £
wji-D v» •*« jtj djji j j
Sesungguhnya Allah tidak akan memberi hidayah kepada orang-orang
250. Surah Al-Hajj: 30. dan atsar tersebut diriwatatkatt secara marfu’dari Khuraim bin Fatik yang diriwayatkan
oleh Ahmad (4/321 .322). Abu Dawud (3599). Ibnu Majah (2372) dan Ath-Thabrani dalam Al-Kabir( 41 62)
dan di-sbah/Man oleh Asy-Svaikh Al-Aibani.
251 . Maudhu': Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (2373) Al-Hakim (4/98) dan Al-Uqaili dari Ibnu Umar. Dan Syaikh
A!-Albam berkata dalam Adh-Dha'ilahi 1 259) dan Adh-Dha'if(48T\). Maudhu'.
Kesaksian Palsu ►► 129
yang melampaui batas lagi pendusta. (Al-Mukmin: 28)
Dalam sebuah hadits disebutkan, “ Setiap mukmin itu diciptakan
dengan beragam perangai kecuali khianat dan dusta.’’152
Kedua, ia menzhalimi orang vang menjadi lawannya, sehingga
dengan kesaksiannya itu orang itu menderita kerugian harta,
kehormatan, dan mungkin nyawanya.
Ketiga, ia menzhalimi orang yang diberinya kesaksian, dengan
mengambil harta haram sebagai hasil dari kesaksiannya itu, sehingga
wajib atasnya untuk masuk neraka. Nabi pernah bersabda,
i * 3 f>' 3 i i i0 A i " % Z + a >' s 3 '
,Ui ■ d» 4j 'Jj LtlU' ‘r* 4J . " . ■ o i
"Barangsiapa aku putuskan baginya sesuatu dari hak saudaranya, maka
janganlah mengambilnya. Hanyasanya aku memotongkan baginya
potongan dari api neraka. ’1'5
Keempat, ia menjadikan mubah harta, darah, dan kehormatan vang
telah diharamkan oleh Allah, Rasulullah bersabda:
m £ j
• J20' J'
sJiS' *
JcL; V^dSO' jJ'l
t i
Maukah kalian aku beritaku tentang sebesar-besar dosa besar? Yaitu
mempersekutukan Aliah dan durhaka kepada kedua orang-tua. Ketahuilah,
juga perkataan sia-sia, juga persaksian palsu."152
Marilah kita memohon keselamatan dan kesejahteraan dari segala
macam bala' kepada Allah .
252. M/irynya telah disebutkan di muka.
253. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2680) dan Muslim (1713).
254. Takhrij- nya telah disebutkan di muka.
130 1 D:d%b Besar
D0sa
Besar
MINUM-MINUMAN KERAS
Allah i berfirman:
CkP * r* r~J>r J 4 ■
“ •* s' * . f . , r 3^. , *
S al J*j' ,*J 4J J' JU2uJj' Ju
'l
-w*j' 4
j' J
U-j | ' jJc JJl' L^j
i > * . >
! =-' ‘JOid 4 .
U jUa ~jJl
jju£w» ♦i' U-S S^LsaJ' «i '
J' J J cLja*J' «
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya ( meminum ) khamar, berjudi,
( berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan
keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar
kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak
menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran (meminim)
khamer dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan
shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (Al-
Maidah: 90-91)
Dalam ayat di atas, Allah i* telah melarang keras meminum
minuman yang memabukkan, dan telah memberikan peringatan.
Nabi bersabda:
-■=>£> - ■> .
cJLi-i f' JU jsJ~\
Jauhilah arak, sebab ia merupakan induk segala hal yang kotor ( keji ).2-’5
255. Dikeluarkan oleh Ibnu Hibban (5348). Ibnu Abi Dunya dalam Dzammul Muskir(t). Al-Baihaqi dalam Asy-
Syu'ab( 51 97) dan Ibnul Jauzi dalam A/-7/a/(11 22) dan Jalur Ibnu Abi Dunya dari Utsman secara marfu' dan
juga datang secara mauquf. dan inilah yang lebih tepat. Dikeluarkan oleh Abdur Razzaq (1 7060), An-Nasa’i
(8/31 5). Ibnu Abi Dunya dalam DzamulMuskiri 2). Al-Baihaqi (8/287) dan Asy-Syu'ab (51 98) dari Utsman
secara mauquf. Ad-Daruquthni berkata: Bahwa hadits ini mauqufMah yang benar. Dan diriwayatkan oleh
Ad-Daruquthni (4/247) dan Al-Qudha'i (57) dari Abdullah bin Amr. Dan diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni (4/
247) dan Ath-Thabrani (11 372,1 1 498) dari Ibnu Abbas.
Minum-minuman Keras ►►131
Maka orang yang tidak menjauhinva berarti ia telah durhaka kepada
Allah dan Rasul-Nya, dan ia berhak untuk mendapatkan adzab karena
telah bermaksiat kepada Allah dan Rasui-nya.
Allah A' berfirman, “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan
rasul-Nya serta melanggar ketentuan-ketentuan-Nva, niscaya Allah
memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya: dan baginya
siksa yang menghinakan.” (An-Nisa’: 14)
Ibnu 'Abbas berkata, "Ketika turun ayat vang mengharamkan
minuman keras, para sahabat berjalan saling menemui yang satu
dengan yang lain seraya mengingatkan, minuman keras telah
diharamkan dan mereka menyamakan meminum minuman keras itu
dengan perbuatan svirik."J r
'Abdullah bin 'Amru igk berpendapat bahwa meminum minuman
keras itu merupakan dosa vang besar, dan tidak disangsikan lagi
merupakan induk perbuatan-perbuatan keji. Pun orang yang
meminumnya telah dilaknat dalam banyak hadits.
Ibnu 'Umar -C' berkata, Rasulullah oyy bersabda:
Semua yang memabukkan itu disebut khamr (arak). Dan semua khamr itu
haram. Barangsiapa meminum khamr di dunia lalu mati dan belum bertaubat
darinya juga dia masih terus meminumnya, niscaya ia tidak akan meminumnya
di akhirat.-'
Imam Muslim juga meriwayatkan dari sahabat Jabir ..jfe katanya.
Rasulullah bersabda:
jLkJ* 'v* A)i j' Jl, Aii jl
Sesungguhnya Allah berjanji bagi orang yang meminum minuman yang
memabukkan akan diberi minum dengan thinatul khabal ’d58
Ada vang bertanya, "Apa yang dimaksud dengan thinatul khabal?"
Beliau menjawab, "Keringat atau air perasan penghuni neraka."
256. Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Ai-Kabir dan para perawinya adalah perawi Ash-S hahih. sebagaimana
yang dikatakan Ai-Mundzin
257. Diriwayatkan oleh Muslim (2003). Abu Dawud (3679). At-Tirmidzi (1861 ). An-Nasa'i (8/296.297), Ath-
Thahawi (4/216). Ad-Daruquthm (4/248) dan ipnu Hibban (5366) dari ibnu Umar.
258. Diriwayatkan oleh Ahmad (3/361 ). Muslim (2002). An-Nasa' (8/328) dan Ibnu Hibban (5360) dari Jabir.
132 j d:d% *Besar
Di dalam, shahih Bukhariv dan
Rasulullah bersabda:
Muslim diseburkan bahwa
Barangsiapa meminum khamar di dunia, maka akan diharamkan meminumnya
di akhirat
Orang yang Terus-Menerus Meminum Arak Sama Dengan
Penyembah Berhala
Imam Ahmad meriwayatkan di dalam Musnad beliau sebuah hadits
dari Abu Hurairah A bahwa Rasulullah Sgg bersabda:
•J a ~L:L*L> ~
Orang yang senantiasa meminum khamr itu laksana orang yang menyembah
arca.
Orang yang Terus-menerus Meminum Arak Jika Mati
Sebelum Sempat Bertaubat Tidak Akan Masuk Surga
An-Nasa'iy meriwayatkan hadits dari Ibnu 'umat d:-' bahwa
Rasulullah syg bersabda:
, s 'Z
i - * ) _ •* t , f 0 - f
j t ijy LP 4J • L>~ -L ^
Tidak akan masuk surga orang yang durhaka kepada ibu-bapaknya dan or-
ang yang terus-menerus minum arak.'-
Dalam riwayat lain disebutkan:
iS-
- t' \
« CD 4-1 wU' 4 «j l* L*-' «
^ :LP ajji > J3
«LLA' c* C- •
Tiga golongan orang yang diharamkan Allah untuk masuk surga; yaitu
259 Diriwayatkan oleh Malik (2/746). Abdur Razzaq (17057). Ai-Buknari (5575), Muslim (2003). An-Nasa’i (8/
31 8). A!-Baihaqi (8/287) dan Ahmad (2/1 9) dari ibnu Umar.
260. Diriwayatkan oieh Ibnu Adi (6 229). Ibnu Hibban (5347). A!-8azzar (2934). Ath-Thabrani (12428). Ahmad
(1/272). Abu Nu'aim (9/253). Al-Baihaqi Asy-Syu’ab (5208), Ibnul Jauzi dalam 7/a/(1 11 8) dan sanadnya
dhalf. Di-d/ia’/7-kan oieh Asy-Svaikh dalam Dha'if Ai-Jami’ ( 5737).
261 . Diriwayatkan oleh An-Nasa i (8;218). Ath-Thayalisi (hal:303). Ibnu Khuzaimah Tauhid {21865). Ahmad (2'
201 ) dan Ath-Thahawi Musykil ( 1 395) dan Ibnu Amr dan d\-shahih-kan oleh Asy-Syaikh dalam Shahih Al-
Jami’1 7553).
Minum-minuman Keras
►► i 3 3
orang yang terus-menerus minum khamr, orang yang durhaka kepada ibu-
bapaknya, dan orang yang membiarkan istrinya berbuat serong
Allah Tidak Akan Menerima Perbuatan Baik Orang yang
Sedang Mabuk
Jabir bin 'Abdullah meriwayatkan bahwa Rasulullah sgt bersabda:
Tiga golongan yang shalat mereka tidak akan diterima dan kebaikan mereka
tidak akan diangkat ke langit: budak yang melarikan diri dari tuannya sampai
ia kembali dan meletakkan tangannya pada tangan tuannya, wanita yang
suaminya marah kepadanya sampai si suami ridla kepadanya kembali, dan
orang yang mabuk sampai ia sadar kembali r'"
Khamr adalah semua yang merusak akal, baik ia berupa benda
basah atau kering, makanan atau minuman. Abu Sa'id al-Khudriy
mengatakan bahwa Rasulullah -jg bersabda, "Allah tidak akan menerima
shalat orang yang meminum khamr selama dalam tubuhnya masih ada sisa
khamr tersebut." Dalam riwayat lain, "Barangsiapa meminum khamer Allah
tidak akan menerima apa pun ( kebaikan ) darinya. Barangsiapa mabuk karena
meminum khamr maka shalatnya tidak akan diterima selama empatpuluh hari.
Jika ia ber.rubat lalu kembali mengulanginya, maka Allah berhak
memberinya minum dari lelehan logam Jahannam."264
Rasulullah Tgg bersabda, ” Barangsiapa meminum khamr namun tidak
mabuk, maka Allah berpaling darinya selama empatpuluh malam, dan
barangsiapa meminum khamr sampai mabuk maka Allah tidak akan meneriman
kebaikannya sedikit pun selama empat puluh malam, jika ia mati dalam
keadaan demikian, maka ia mati laksana penyembah berhala, dan Allah berhak
memberinya minum dan thinatul khabal." Seseorang bertanya, "Apakah
262. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/69.128). Ai-Hakim (4/147) dan Al-Baihaqi (8/288) dari Ibnu Umar dan hadits
ini snahih. Di-s/iaft/b-kan oieh Asy-Sya/Ab dalam ShahihAI-Jami'i 3052). h.
263. Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (940), Ibnu Hibban (5355). Al-Baihaqi (1/389), Ibnu Adi (3/1074). Dan
di-d/ia:/7-kan olen Asy-Syaikh dalam Adh-Dha 'itah (1075).
264. Riwayat yang pertama diriwayatkan oleh Abd bin Humaid dalam Al-Muntakhab( 983) dan isnadnya dha’if.
Dan As-Suyuthi menyebutkannya dalam Al-La’ali (2/205). Dan riwayat yang kedua: Dikeluarkan oleh
Ahmad (2/178). Al-Hakim (4/146). Al-Baihaal Sunan (1/489) dan Asy-Syu’ab (5192) dari Abdullah bin Amr
dan ia adalah hadits nasar,
i 34 1 o:d %aBesar
thinatul khabal itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab. " Perasan dari
penduduk neraka jahannam: nanah dan darah.'1-'"
'Abdullah bin Abu Aufa berkata, "Barangsiapa mati dalam keadaan
terbiasa minum khamr, maka ia mati bagaikan peyembah Latta dan
Uzza." Seseorang bertanva, "Apakah yang Anda maksudkan itu
seseorang vang tidak pernah sempat sadar dan terus meminumnya?"
ia menjawab, "Bukan. Ia adaiah seseorang vang meminumnya ketika
mendapati nva walaupun sudah bertahun-tahun ia meninggalkannya."
Orang yang Meminum Khamr Bukanlah Seorang Mukmin
Kala la Meminumnya
Abu Hurairah meriwavatkan bahwa Nabi ^ bersabda.
"Bukanlah seorang mukmin seorang pencuri ketika ia mencuri, bukanlah
seorang mukmin seorang vang berzina ketika ia berzina. Bukanlah seorang
mukmin seorang yang minum khamr ketika ia meminumnya. Adapun taubat
tetap dibentangkan sesudahnya
Dalam hadits lain disebutkan. "Barangsiapa berzina atau meminum
khamr. Allah mencabut iman darinya sebagaimana orang yang melepaskan
pakaiannya dari kepalanya."167
Juga disebutkan, "Barangsiapa meminum khamr di waktu sore, paginya
ia telah menjadi musyrik ; dan barangsiapa meminum khamr di waktu pagi,
sorenya ia telah menjadi musyrik."
Beliau juga bersabda. "Sesungguhnya harumnya bau surga itu sudah
tercium dari jarak lima ratus tahun perjalanan. Namun orang yang durhaka
kepada ibu-bapaknya, orang yang senantiasa minum khamr, dan penyembah
berhala tidak bisa membaurnya."--'
Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Musa al-
Asy'ariy bahwa Rasulullah «yg bersabda, "Tidak akan masuk surga
orang yang senantiasa minum khamr, orang yang percaya
(bacatmembenarkan) sihir, dan orang yang memutuskan tali silaturrahim.
Barangsiapa mati dalam keadaan minum khamr (mabuk) maka Allah kelak
265. Riwayat senada diriwayatkan juga oleh An-Nasa'i (8/317), Ibnu Majah (3377). Ibnu Hibban (5333), Ahmad
(2/189). Ai-Hakim (4/145) dan Al-Baihaqi Asy-Syu'ab (51 92) dari Ibnu Amrdan di-sbab/b-kan oleh Asy-
Syaik h dalam Shahih Al-Jami'i 6 1 89) dari selain latadznya "Fam mata fiha mata ka 'abidi watsanin".
266. dan 267. Takhrij keduanya telan disebutkan di muka.
268. Al-Mundziri berkata: diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Ash-Shaghir dan hadits Abu Hurairah seraya
mengisyaratkan ke-dba'/Y-annya: Kukatakan: aku tidak menemukannya dalam Ash-Shaghir. coba lihat
hadits yang semisalnya daiam 'dosa yang kesepuluh/
Minum-minuman Keras » 135
akan memberinya minum dari sungai Ghuthah. Yaitu air yang mengalir dari
kemaluan para pelacur, yang baunya sangat mengganggu para penghuni
neraka."2™
Rasulullah bersabda, Sesungguhnya Allah telah mengutusku
sebagai rahmat bagi alam semesta. Dia mengutusku supaya aku
menghancurkan alat-alat musik, seruling-seruling, dan perbuatan-perbuatan
jahiliyyah. Rabbku ta'ala telah bersumpah dengan kernuliaan-Nya. tidaklah
seseorang hamba dari hamba-hamba- Ku meminum seteguk khamr. melainkan
Aku beri ia minum seperti itu pula dari cairan panas neraka jahannam, dan
tidaklah seseorang hamba dari hamba-hamba- Ku meninggalkannya karena
takut kepada-Ku, melainkan Aku beri ia minum dan minuman surga bersama
sebaik-baik teman minum."-' "
Tentang Orang-orang yang Dilaknat Sehubungan Dengan
Khamr
Abu Dawud meriwayatkan bahwa Rasulullah -jbg bersabda,
jLp • Lupld.
"Khamr itu telah dilaknat dzatnya. orang yang meminumnya, orang yang
menuangkannya, orang yang memuainya, orang yang membelinya, orang
yang memerasnya, orang yang meminta untuk diperaskart, orang yang
membawanya, orang yang meminta untuk dibawakan, dan orang yang
memakan harganya."1 1
Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas katanya, "Aku
mendengar Rasulullah bersabda, 'Jibril mendatangiku
menyampaikan. 'Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah melaknat khamr, or-
ang yang memerasnya, orang yang meminta diperaskan. orang yang menjualnya,
orang yang membelinya, orang yang meminumnya, orang yang memakan
269. Isnadnya dhalf. Diriwayatkan oleh Ahmad (4/399). Al-Hakim (4/146). Ibnu Hibban (5346) dan sanadnya
dha’if.
270. Isnadnya dha'if. Diriwayatkan oleh Ahmad (5/257.268). Ath-Thayalisi (1134). Al-Hakim At-Tlrmldzi dalam
AI-ManhiyaaHba\A4.5&). Al-Uaaili (3/255). Ath-ThaDranl dalam Al-Kabir( 8/232). Ibnul Jauzi dalam Al- Hal
(2/78). Ibnu Abi Dunya dalam Dzammu! Malahii hai:71 1 dan sanadnya dha'if.
271 . Diriwayatkan oleh Ahmad (2/25.71). Ath-Thayalisi (1957). Abu Dawud (3674). Ibnu Majah (3380). Ath-
Thahawi musykil (4/305). Al-Hakim (4/144) dan Al-Baihaqi (8;’287i dan Ibnu Umar. di-sbab/b-kan oleh Al-
Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi Sedangkan hadits ini adalah hadits shahih. Dan hadits senada
juga diriwayatkan dari Ai-Tirmidzi (1295) dan Ibnu Majah (3381) dan Anas.
1 36 i DiDjsa Besar
harganya, orang yang membawanya, orang yang meminta dibawakan, orang
vang menuangkannya, dan orang yang meminta dituangkan untuknya."1 1
Larangan Mengunjungi Peminum Khamr yang Sakit dan
Mengucapkan Salam Kepadanya
'Abdullah bin 'Amru bin ’Ash isU berkata, "Janganlah kamu
mengunjungi para peminum khamr di kala mereka sakit.'
Imam Bukhari berkata, "Ibnu 'Umar menyampaikan, 'Janganlah
kamu memberi salam kepada para peminum khamr.
Rasulullah umr bersabda. "/ anganlah kalian duduk bersama para
peminum khamr, jangan mengunjungi para peminum khamr yang sakit, dan
/angan pula mengiringi jenazah-jenazah mereka. Sesungguhnya pada hari
kiamat kelak peminum khamr itu akan datang dengan wajah yang hitam
legam, lidahnya menjulur sampai ke dadanya. Air liurnya mengalir,
menjijikkan setiap orang vang melihatnya. Semua orang yang melihatnya
akan tahu bahwa ia adalah seorang pemmum khamr.1'''
Sebagian ulama berkata, "Adapun alasan pelarangan mengunjungi
peminum khamr yang sakit dan larangan memberi salam kepada mereka
itu karena mereka orang fasik vang terlaknat. Aliah dan Rasul-Nya
telah melaknatnya sebagaimana disebut di depan. Maka jika ia membeli
dan memerasnya ia terlaknat dua kali. Lalu jika ia menuangkan untuk
orang lain ia pun terlaknat tiga kali. Karena itulah menjenguk dan
mengucapkan salam kepadanya terlarang kecuali jika ia bertaubat.
Barangsiapa bertaubat, niscava Ailah akan menerima taubatnya."
Khamr Bukan Obat
Ummu Salamah y-- berkata. Putriku jatuh sakit lalu aku pun
membuatkan minuman anggur untuknya dalam sebuah periuk.
Rasulullah saw. datang ketika isi periuk itu mendidih. Beliau bertanya,
Apa ini, wahai Ummu Salamah?" Aku pun menjawab bahwa aku akan
mengobati putriku dengannya. Lalu Rasulullah bersabda:
I"2. Diriwayatkan oleh Ahmad (1/316). Atn-Thabram (12976). Ai-Hakim (4/135) dan Ibnu Hibban (5356).
isnadnya jayyid (baik).
2"3. Ai-Buk'nari menyebutkannya secara mu'aiiaa calam kitab Al-lsii'dzan bab salam terhadap ahli bid'ah dan
maksiat, dan Al-Bukhari me-maushul-kan hadits in! dalam Al-Adab Ai-Mufrad
274. Diriwayatkan oleh Ibnu Adi (2/214). dan juga Ibnul Jauzi dengan jalur yang sama dalam Al-Maudhu'at (3/
42) dan ia adalah hadits maudhu Dan As-Suyuihi telah menyebutkannya dalam Ai-La 'ali (2/205).
Minum-minuman Keras
137
Sesungguhnya Allah ta'ala tidak menjadikan kesembuhan bagi ummatku di
dalam apa-apa yang diharamkan.27"
Hadits-hadits yang Berkaitan Dengan Masalah Khamr
Di dalam kitab Hilvatul Auliva’, Abi Nu'aim meriwavatkan dari
Abu Musa .u>, bahwa Nabi pernah diberi minuman anggur di dalam
sebuah guci. Minuman itu berbuih, lantas beliau bersabda, "Lemparkan
guci itu ke dinding. Sesungguhnya ini adalah minuman orang yang tidak
beriman kepada Allah dan hari akhir."2
Beliau jgg juga bersabda, "Barangsiapa di dalam dadanya terdapat satu
ayat dari kitab Allah (al-Qur’an) kemudian disiraminya dengan khamr. maka
kelak pada hari kiamat setiap huruf dari ayat itu akan datang dan mengambil
ubun-ubunnya lalu menyeretnya ke hadapan Allah -tabaraka wa ta'ala- dan
lalu memperkarakannya. Barangsiapa diperkarakan oleh al-Qur'an tentu
akan binasa. Celakalah orang yang diperkarakan oleh al-Qur'an pada hari
kiamat. ” 2
Nabi bersabda, "Tidaklah suatu kaum itu berkumpul sambil minum-
minum minuman yang memabukkan di dunia, melainkan Allah akan
mengumpulkan mereka di dalam neraka. Sebagian dari mereka menghadapi
sebagian yang lain sambil mencela, yang satu berkata, 'Hai fulan, semoga
/ Ulah tidak membalas kebaikan bagimu. Kamulah 'tang telah menjerumus-
kanku ke tempat ini!' Dan yang lain pun mengatakan yang demikian pula.''2 7'
Diriwayatkan Rasulullah bersabda, 'Barangsiapa meminum khamr
di dunia niscaya Allah akan memberinya minum berupa racun ular. Sebelum
diminumnya, daging wajahnya akan berjatuhan ke dalam bejana, dan jika ia
meminumnya maka akan berjatuhanlah daging dan kulitnya sehingga para
275. Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani (23/749). Ai-Baihaqi (10 5). IbnuHazm (1/175). ibnu HiDbanl 1391). Abu
Ya'ia (1/323). Dan ia mempunyai syahid dari Hadits Ibnu Mas'ud dan lainnya Hadits ini adalah hadits
hasan. insya Allah. Imam Muslim juga telah meriwayatkan (2 1573 no 12). Abu Dawud (3873). Ahmad (4;
3i7j, Ath-Thabrani (22/1 4U 5). ibnu Majah (3500) dan At-Tirmidzi (2046) dari Algamah bin Wa'il dari
dapaxnya secara marfu' "Annaha iaisai ao-dawa ' waiakmnatia ad-da ".
276. Diriwayatkan olehAI-Baihagi (8/303). Abu Nu'aim (6/84). Ibnu Abi Dunva dalam DzammulMuskir( 1 1 )dan
di daiam sanadnva terdapat -kemajhulan- dari Abu Musa, ia memiliki syahid dari hadits Abu
Hurairah, diriwayatkan oieh Abu Dawud (3716). Ibnu Majah (3409). Di daiamnya terdapat ke-dba'ff-an. dan
tampaknya nadits im dapat menjadi kuat dengan hadits di atas msya Aiiah.
277. 278. 279. dan 280. Aku belum mendapatkan hadits-hadits ini. Berbagai hadits ini disebutkan oieh Ibnu Hajar
Al-Haitsami daiam Az-Zawajir (2/1 58- 1 59). Sedangkan vanq ketiga As-Suyuthi telah menyebutkannya
1 38 1 °~D%a Besar
penghuni neraka akan merasa terganggu karenanya. Ingatlah bahwa orang
yang meminum khamr. vang memerasnya, yang minta diperaskan. yang
membawanya, yang minta dibawakan, dan yang memakan harganya adalah
sama dalam dosanya. Allah tidak akan menerima dan mereka shaiat mereka,
puasa mereka dan haji mereka sampai mereka bertaubat. Jika mereka mati
sebelum sempat bertaubat, maka Aliah berhak memberi minum kepada mereka
untuk setiap tegukan vang diminumnya di dunia dengan nanah bercampur
darah dari Jahannam. Ketahuilah, bahwa semua vang memabukkan itu
'.ram.'-
Ganja termasuk ke dalam sabda Nabi "Semua vang memabukkan
khamr." Pembahasan tentang ganja mi akan diberikan nanti in syaa’a
Diriwayatkan bahwa ketika para peminum khamr melewati snirath.
malaikat Zabaniyvah akan menariknya ke sungai Khabal. Mereka diberi
minum untuk setiap sloki vang diminumnya sekali minum dari sungai
khabal itu. Seandainya sekali minum itu dituangkan dari langit niscaya
terbakarlah seluruh langit karena panasnya."2*' Na'udzu billah!
Pernyataan Para Salaf Tentang Khamr
Ibnu Mas ud A- berkata. Jika seorang peminum khamr mati,
maka tanamlah ia dalam keadaan disalib di atas papan. Kemudian gali
vembali kuburnya. Jika kamu tidak melihat wajahnya berpaling dari
arah kiblat, maka biarkanlah ia tetap tersalib.
Pada suatu hari Fudlail bin 'iyadl datang ke rumah muridnya vang
medang menjelang ajalnya. Kemudian beliau mentalqinkan kalimat
svahadat kepadanva. namun ia tidak dapat mengucapkannya. Beiiau
aerulang-uiang mencoba mengajarinya namun si murid tetap tidak bisa
sehingga akhirnya ia berkata, "Aku tidak mau mengucapkan-nya dan
aku berlepas diri darinya!" Maka keluarlah Fudlail dari situ sambil
menangis. Setelah beberapa lama beliau bermimpi melihat muridnya
itu diseret menuju neraka. Maka Fudlail bertanya, "Kasihan, oleh sebab
apa kamu cabut ma'rifat dari hatimu?" Si murid menjawab, "Wahai
ustadz, dahulu sava pernah menderita sakit, kemudian saya datang
kepada salah seorang tabib, lantas tabib itu berkata kepada saya, 'Setiap
tahun engkau harus meminum segelas arak, kalau tidak maka
penvakitmu akan tetap bersarang di tubuhmu! Maka sava meminumnya
setiap tahun demi untuk pengobatan!'
Minum-minuman Kera s ►► 139
Jika demikian halnya orang yang meminumnya untuk pengobatan
lalu bagaimana dengan orang vang meminumnya untuk tujuan lain?!
Semoga Allah memberikan kepada kita ampunan dan kesejahteraan
dari segala bencana.
Di antara orang-orang yang bertaubat salah seorang dari mereka
ditanya sebab taubatnya, ia menjawab. 'Ketika saya membongkar
kuburan, saya melihat banyak sekali mavat vang dipalingkan dari arah
kiblat. Saya pun menanyai keluarga mereka perihal keadaan mereka
dahulu di dunia. Keluarga mereka menjawab bahwa mereka dulu adalah
orang-orang yang meminum khamr tanpa sempat bertaubat darinya."
Seorang shalih berkata, "Anak saya vang masih kecil meninggal
dunia, lalu saya kuburkan. Malamnya sava bermimpi melihat rambutnya
sudah memutih (dipenuhi uban). Sava pun bertanva kepadanya, 'Wahai
anakku, aku menguburmu sedangkan kamu masih kecil, apa vang
menyebabkanmu beruban5' fa menjawab. Duhai ayah, di samping sava
ini dikuburkan seorang laki-laki vang ketika masih hidup di dunia ia
suka meminum khamr. tatkala ia masuk kubur. Jahannam menyambut
kedatangannya itu dengan suara yang menggelegar sehingga tidak
seorang anak kecil pun yang mendengarnya kecuali pasti langsung
memutih rambutnya saking kerasnva suara itu. "
Mari kita memohon perlindungan kepada Allah dan juga ampunan
serta kesejahteraan dari segala vang menyebabkan adzab di akhirat.
Maka setiap hamba haruslah segera bertaubat kepada Aliah : —
sebelum datangnya kematian sedangkan ia dalam keadaan yang sangat
buruk yang menyebabkannya dimasukkan ke dalam neraka. Kita
beriinaung kepada Allah dari semua itu.
Hukum Benda Memabukkan Selain Khamr
Candu yang terbuat dari daun ganja hukumnya haram sebagaimana
khamr. Orang vang menghisapnya dihukum had (dicambuk) seperti
yang berlaku bagi peminum arak. Candu lebih buruk dari pada arak
ditinjau dari implikasinya vang merusak akal dan mental, sehingga
seorang laki-laki bisa menjadi banci, lenyap sikap cemburu dan
malunya, serta hal-hal lain yang rusak. Sedangkan arak lebih buruk
dari pada candu ditinjau dari implikasinya yang dapat menyebabkan
pertengkaran dan perkelahian. Keduanya sama-sama melalaikan
seseorang dari dzikrullah dan mengerjakan shalat.
1 40 j D~D%aBesar
Sebagian ulama yang datang belakangan tidak memberikan
pendapat yang jelas mengenai had penghisap ganja. Mereka berpendapat
bahwa orang yang menghisap ganja hanva diberi ra'zir (hukuman
peringatan) bukan had (hukum dera). Hal itu disebabkan mereka
mengira bahwa perubahan akal tanpa disertai rasa gembira adalah sama
dengan obat bius. Di samping itu mereka tidak mendapati para ulama
terdahulu yang membicaraknnya. Padahal, sebenarnya tidak demikian.
Orang yang menghisap ganja itu akan mabuk dan mencanduinya seperti
orang yang meminum khamr, bahkan lebih. Ia tidak akan tahan tanpa
m.enghisapnva. Ganja menyebabkan mereka lalai dari dzikrullah dan
shalat, jika mereka banyak menghisapnya. Apa lagi ia juga
menyebabkan orang kehilangan sifat malu dan cemburu, serta merusak
badan dan akal, serta vang lainnya. Hanvasaja karena ia benda padat
yang dimakan -bukan diminum- maka para ulama berbeda pendapat dalam
hal kenajisannya menjadi ciga pendapat dalam madzhab Imam Ahmad
dan yang lainnya. Pendapat pertama mengatakan bahwa ganja itu najis
seperti halnya arak. Ini adalah pendapat yang shahih. Ada pula yang
mengatakan bahwa ganja tidak najis karena bentuknya padat. Ada lagi
vang mengatakan harus dipisahkan antara padatnva dengan carinya.
Tetapi bagaimana pun, ia tetap termasuk barang yang telah diharamkan
oleh Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana arak/ khamr yang
memabukkan, baik dari segi Iafazh atau pun makna.
Abu Musa berkata, "Wahai Rasulullah, berilah fatwa kepada kami
mengenai dua macam minuman vang pernah kami buat di Yaman; yaitu
al-bita' (minuman keras dari madu) dan al-mizr (minuman keras dari
jelai)" Rasulullah ygg - yang diberi anugerah berupa kata-kata ringkas
namun bermakna luas - menjawab:
"Setiap yang memabukkan itu haram."1'-
Beliau juga bersabda:
'Apa-apa yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnya pun haram"281
Rasulullah ■££/ tidak membeda-bedakan jenisnya; baik itu berupa
minuman atau pun makanan. Sebab arak itu bisa dipadatkan berupa
281 . Shahih Diriwayatkan oleh Ahmad (3 361 i. Muslim (2002) dan An-Nasa'i (8/327) dari Jabir. Dan diriwayatkan
oleh Ai-Bukhari (5575). Muslim (2003). Abu Dawud (3679). Ath-Thahawi (4/21 6) dan At-Tirmidzi (1861) dan
Ibnu llmar. Dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6124) dan Muslim (1733) dan Abu Burdab dari bapaknya.
282. Shahih Diriwayatkan oleh Ahmad (6 1 90). Al-Bukhari (5585). Muslim (2001). Abu Dawud (3682). At-
Tirmidzi (1863). An-Nasa'i (8 298/. Ad-Damcuthr.i (4 251 1 dan Ath-Thahawi (4/216) dari Aisyah.
Minum-minuman t\«raft kfr 141
roti dan ganja bisa dicairkan dengan dicampur air lalu diminum. Jadi
khamr itu dapat diminum dan dimakan, begitu juga ganja. Adapun
mengapa para ulama tidak memiliki pendapat tentangnya karena pada
masa salaf tidak dikenal adanya ganja. Ia baru dikenal setelah datangnva
orang-orang tartar ke negeri-negeri Islam. Tentang sifatnya ada sebuah
syair:
Pemakan dan penanamnya secara halal
Sungguh itulah dua musibah bagi orang yang celaka
Demi Allah, tidak ada yang lebih menyenangkan setan dari pada
daun ganja. Ia bisa menjadikan ganja itu menyenangkan dalam
pandangan manusia sehingga mereka menganggapnya halal dan
murah.
Katakan kepada pemakan ganja karena kejahilannya,
"Dengan memakannya. Anda hidup dalam seburuk-buruk kehidupan
Harga diri seseorang itu adalah berlian, lalu mengapa?
Wahai saudaranya kebodohan, mengapa Anda menukarnya dengan
ganja?!"
Hikayat
Pada masa pemerintahan 'Abdul Malik bin Marwan ada seorang
pemuda datang menghadapnva sambil menangis dengan sedih Pemuda
itu berkata, "Wahai amirul mukminin, saya telah melakukan suatu
perbuatan dosa yang sangat besar sekali, apakah masih ada taubat
untukku?" 'Abdul Malik menjawab, "Apakah dosamu itu?" "Dosa saya
besar!", jawab pemuda itu. Abdul Malik berkata, "Apapun dosamu
bertaubatlah kepada Allah . Sungguh Dia menerima taubat hamba-
hamba-Nya dan memaafkan dosa-dosa mereka."
Pemuda itu mulai bercerita, "Wahai amirul mukminin, dahulu sava suka
membongkar kuburan, dan ketika itu sava melihat kejadian-kejadian
yang aneh." "Apa yang kau lihat"", tanya Abdul Malik. Pemuda itu
menjawab, "Wahai amirul mukminin, pada suatu malam sava
membongkar kuburan. Saya lihat mayat yang ada di dalamnya wajahnya
berpaling dari kiblat. Saya merasa ketakutan dan bermaksud keluar
darinya, lalu tiba-tiba terdengar suara, Tidakkah kamu ingin tahu tentang
si mayit, oleh sebab apa wajahnya dipalingkan dari kiblat?' 'Mengapa ia
dipalingkan?', tanya sava. Suara itu menjawab, 'Karena ia suka
meremehkan shalat. Inilah balasan bagi orang yang melakukan apa
142 1 D uS.> Besar
yang dilakukannya!' Lalu pada kesempatan yang lain, ketika saya
membongkar sebuah kuburan, sava lihat mayat yang ada di dalamnya
telah berubah menjadi seekor babi, yang pada lehernya terikat rantai
dan belenggu.
Saya pun ketakutan dan bermaksud keluar melarikan diri. Namun,
sekonyong-konyong terdengar suara dari kuburan itu, 'Tidakkah kamu
ingin tahu tentang amalnya dan oleh sebab apa ia disiksa?' Saya
menjawab, 'Mengapa?' Suara itu menjawab, 'Dahulu ketika di dunia ia
suka meminum khamr dan ia mati sebelum sempat bertaubat!' Yang
ketiga wahai amirul mukminin, ketika saya membongkar kuburan yang
lain, tampak oleh saya penghuni kuburan itu telah diikat di tanah
dengan temali dari api dan lidahnya dikeluarkan dari lehernya.
Saya takut dan hendak keluar. Namun tiba-tiba saya dipanggil, 'Apakah
kamu tidak ingin tahu mengapa ia disiksa seperti itu?’ 'Mengapa?’, jawab
saya. 'Dulunva ia orang yang tidak seksama dalam bersuci dari air
kencingnya dan suka ke sana ke mari mengadu domba. Inilah balasan
bagi yang melakukan dosa semisalnya.', jawab suara itu. yang keempat
wahai amirul mukminin, saya membongkar sebuah kuburan dan saya
dapati si mayyit telah terpanggang dalam api.
Saya ketakutan dan ingin keluar. Namun suara itu mencegah saya,
Apakah kamu tidak ingin bertanya tentang keadaannya?' 'Bagaimana
keadaannya?', tanya saya. Suara itu menjawab, 'Dahulu ia suka
meninggal-kan shalat.' Yang kelima wahai amirul mukminin, saya
membongkar sebuah kuburan, tampak oleh saya kuburan itu teiah
dilapangkan untuk si mayit sejauh mata memandang. Di dalamnya ada
cahaya yang terang benderang. Adapun si mayit, dia tidur di atas dipan
dengan wajah yang berseri-seri dan memakai pakaian yang indah-indah.
Saya menjadi gentar karenanya dan bermaksud akan keluar. Tiba-tiba
terdengar suara, 'Apakah kamu tidak ingin bertanya mengapa ia
mendapatkan kemuliaan itu?' 'Mengapa demi-kian?', tanya saya. Suara
itu menjawab, 'Karena ia adalah seorang yang taat, yang tumbuh dalam
ketaatan dan ibadah kepada Allah
Setelah pemuda itu menceritakan pengalamannya, maka Abdul Malik
berkata, "Sesungguhnya dalam kejadian-kejadian itu ada pelajaran dan
peringatan bagi orang-orang yang durhaka, serta kabar gembira bagi
orang-orang yang taat. Bagi orang yang telah melakukan bentuk-bentuk
kemaksiatan di atas, mestinya segera bertaubat kepada Allah dan
mentaati-Nya.”
Minum-minuman Leras ►► 143
Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai bagian dari golongan
orang-orang yang taat serta menjauhkan kita dari perbuatan orang-
orang fasik. Sesungguhnya Dia Maha Memberi lagi Maha Pemurah.
D;D1sa Besar
144
BERJUDI
D#sa
Besar
Allah i*; berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya
(meminum) khamr, berjudi, ( berkorban untuk ) berhala, mengundi nasib
dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka
jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan
kebencian diantara kamu di dalam khamr dan berjudi itu, dan menghalangi
kamu dari mengingat Allah dan shalat: maka berhentilah kamu (dari
mengerjakan pekerjaan itu)." (Al-Maidah : 90-91)
Maisir adalah judi dengan segala macam bentuknya; baik itu berupa
dadu, catur, kartu, telur, kerikil, dan lain-lain. Ia termasuk memakan
harta orang lain dengan cara yang batil (tidak benar), yang dilarang
oleh Allah kst dalam firman-Nva:
2 } > .- ' J f | - '
ujLjL i yS 0 b' 1
Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara
zamu dengan jalan yang batil (Al-Baqarah: 188)
Juga termasuk ke dalam sabda Nabi pg yang bunyinya:
. : ' i'"' * * ' • * *■. r., n . .* z - -- f . '
<L*Lj2J! * 4.; J LL 1 AbJ * jU <3 a-Jd> L)l>t j >J !
Sesungguhnya orang-orang yang berusaha mendapatkan harta Allah tanpa
bagi mereka disediakan neraka pada hari kiamat.283
Di dalam Shahih Bukhariy disebutkan bahwa Rasulullah
ber sabda:
253. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (311 8) dari Khaulah Al-Anshariyan
Berjudi ►► 145
JUi Jii
"Barangsiapa berkata kepada saudaranya, "Kemarilah, ayo kita taruhan!"
maka hendaklah ia bersedekah ,JM
Jika sekedar mengajak saja mesti membayar kaffarah atau
shadaqah, lalu bagaimana dengan melakukannya?!
Pasal Bermain Dadu dan Catur
Para ulama berselisih pendapat tentang dadu dan catur yang tidak
mengandung taruhan di dalamnya. Namun mereka bersepakat tentang
haramnya bermain dengan menggunakan dadu berdasarkan sebuah
hadits shahih, Rasulullah bersabda:
4^0 *
" Barangsiapa bermain dengari menggunakan nardasyir (dadu) maka ia
bagaikan mencelupkan tangannya di dalam daging dan darah babi."2H ?
Juga,
J'
Barangsiapa bermain dengan dadu berarti ia telah durhaka kepada Allah dan
Rasul-Nya ,286
Ibnu 'Umar sg* berkata, "Bermain dengan menggunakan dadu
itu sama dengan melumuri tubuh dengan minyak babi."
Adapun tentang catur, sebagian besar ulama mengharamkan
bermain dengannya; baik dengan atau tanpa taruhan. Jika mengguna-
kan taruhan itu adalah judi tanpa diperselisihkan lagi. Sedangkan jika
tidak, maka itu pun juga judi dan menurut sebagian besar ulama
hukumnya haram. Ada riwayat dari Imam Syafi'iy yang membolehkan,
jika dalam permainan catur itu tidak sampai melalaikan dari yang wajib
dan shalat pada waktunya.
284. Diriwayatkan oleh Ai-Bukhari (4860.6301 ). Muslim (1647). At-Tirmidzi (1545), An-Nasa’i (7/7) dan Ahmad
(2/309) dari AbuHurairah.
285. Diriwayatkan oleh Ahmad (5/352,357). Muslim (2260). Abu Dawud (4939). Ibnu Majah (3763) dan Ibnu
Hibban (5874) dari Buraidah.
286. Diriwayatkan oleh Malik (2/958). Ahmad (4/379). Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad( 1269), Abu
Dawud (4938). Ibnu Majah (37621. Al-Hakim (1 50). Ibnu Hibban (5872) dan Al-Baihaqi (10/315) dari Abu
Musa dan di-sbab/b-kan oleh Asy-Syaikh seraya berkata: Hasan dalam Al-lrwa' (2670) dan Shahih Al-
Jami' (6529).
146 1 D~D%aBesar
Imam an-Na\vawiy aiA pernah ditanya tentang hukum bermain
catur, apakah haram atau jaiz (dibolehkan), beliau menjawab, "Menurut
sebagian besar ulama hukumnva haram." Beliau pernah pula ditanya
tentang permainan catur, boleh atau tidak? Apakah pemain catur itu
berdosa atau tidak? Beliau menjawab, "Jika permainan itu menyebabkan
hilangnya kesempatan untuk menunaikan shalat pada waktunya atau
permainan itu disertai dengan taruhan maka hukumnya haram. Jika
tidak, hukumnva makruh saja. Begitu menurut pendapat madzhab
Svafi'iy. Sedangkan menurut pendapat madzhab lainnya tetap saja
haram."
Dalil yang dipakai oleh kebanyakan ulama untuk mengharamkan
catur adalah firman Allah, “ Diharamkan bagimu (memakan) bangkai,
darah, daging babi, (daging hewan ) yang disembelih atas nama selain Allah,
yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam
binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan
bagimu ) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi
nasib dengan azlam.” (Al-Maidah: 3)
Sufyan dan Waki' bin Jarrah berkata, "Azlam itu adalah catur"
Ali bin Abu Thalib A berkata, "Catur itu adalah judinya orang-
orang ajam (non Arab)."
Suatu hari Ali berjalan melewati orang yang sedang bermain catur,
lalu beliau berkata, "Patung-patung apakah yang kalian hadapi ini?
Seandainya kalian menyentuh bara api sampai padam adalah lebih baik dari
pada menyentuh benda ini!"2*' Lalu beliau berkata, "Demi Allah, bukan
untuk ini kalian diciptakan!”
Beliau juga berkata, "Pemain catur itu adalah orang yang paling
pendusta. Yang seorang berkata, 'Sudah aku bunuh!' padahal ia ia tidak
membunuh, dan yang satunya berkata, 'Skak mat!" padahal tidak mati."
Abu Musa al-Asy’ariy cik berkata, "Orang yang bermain catur itu
hanyalah orang yang salah. "2!<s
Ishaq bin Rahawaih ditanya, "Apakah menurut Anda dalam
permainan catur itu ada siksanya!" Beliau menjawab, "Siksaan semuanya
ada di situ!" Dikatakan pula kepadanya, "Sesungguhnya para ahli tsughur
(orang-orang yang berjaga di perbatasan) bermain catur untuk
(berlatih) perang.” Beliau menjawab, "Itu adalah kemaksiatan."
287. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya daiam Dzammul MalahU 39) dari jalurnya Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab
(6518) dan As-Sunan (10/21 2). Sedangkan Isnadnya lemah.
288. Diriwayatkan oleh Al-Balhaql dalam As-Sunan (10/2 12) dan menyebutnya dalam Asy-Syu'ab (5/241).
Berjudi ►► 147
Muhammad bin Ka'ab al-Qurazhiy ditanya tentang catur menjawab,
"Akibat yang paling ringan dari permainan itu adalah bahwa orang vang
bermain catur itu akan dibangkitkan pada hari kiamat bersama orang-
orang yang berbuat batih'
Ibnu 'Umar s • pernah ditanya tentang catur. Beliau menjawab,
"Catur lebih buruk dari pada dadu!"-'" Pengharaman permainan catur
telah disebutkan di depan.
Imam Malik bin Anas Ajb pernah pula ditanya tentang catur, beliau
menjawab, "Catur itu termasuk dadu."
Ibnu Abbas pernah menjadi wali anak-anak yatim dan mengurus
harta waris mereka. Di antara peninggalan ayah anak yatim itu terdapat
catur dan beliau membakarnya. 292 Andaikata bermain catur itu
dibolehkan, tentu beliau tidak membakarnya. Sebab catur yang beliau
bakar itu adalah harta anak yatim. Karena catur itu haram maka beliau
membakarnya. Itu sama dengan khamr. Jika terdapat khamr dalam harta
anak yatim, maka wajib ditumpahkan. Begitu pula halnya dengan catur.
Ini adalah pendapat ulama ummat ini, Abdullah bin Abbas A?)
Ibrahim an-Nakha'iy ditanya, 'Apa pendapat Anda tentang bermain
catur?" beliau menjawab, "Bermain catur itu terkutuk."291
Dalam kitab al-Jami', Abu bakar al-Atsram meriwayatkan dari
Watsilah bin al-Asqa’ dari Rasulullah /mg sabda beliau, " Sesungguhnya
Allah dalam setiap harinya memandang kepada makhluknya sebanyak 360
kali, namun tidak sekalipun untuk pemain catur, karena ia berkata 'raja
mati!'"191
Abu Bakar al-Aajurriy meriwayatkan dari Abu Hurairah iga bahwa
Rasulullah bersabda, "Jika kalian melewati orang-orang yang tengah
bermain dadu dan catur serta segala bentuk permainan yang melalaikan,
janganlah kalian mengucapkan salam kepada mereka. Sesungguhnya ketika
mereka berkumpul itu setan bersama tentara-tentaranya datang kepada mereka
dan mengerumuni mereka. Setiap ada yang keluar dari kerumunan itu dan
■nemalingkan mukanya darinya setan memukulnya dengan tentara-
2:9 Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam Dzammul Malahi (102) dan Al-Baihaqi menyebutnya dalam Asy-
Syu'ah (5/241 ). Sedangkan Sanad Ibnu Abi Dunya hasan.
IA Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam Dzammul Malahi ( 101 ) dan Al-Baihaqi (10/212).
2 y Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam Dzammul Malahi (95). Al-Baihaqi (10/21 2) dan juga dalam Asy-
Syu’ab (6520). Sedangkan sanadnya hasan
2?2. 293. dan 294. Saya belum menemukannya setelah pencarian yang melelahkan. Al-Mundziri dalam At-
Targhib berkata, kata-kata Asy-Syati iramtpermalnan caturi ada disebutkan dalam beberapa hadits yang
aku sama sekali tak tahu sanadnya. baik yang shahih maupun hasan. Wa/lahu alam.
i48 i D~D%a Besar
tentaranya. Mereka tenis bermain sampai akhirnya mereka bubaran seperti
anjing yang mengerumuni bangkai, lalu makan darinya sampai kenyang dan
barulah beranjak pergi. Dan juga karena mereka berdusta, mereka berkata,
'raja mati!'"293
Diriwayatkan pula bahwa beliau yg bersabda, "Manusia yang pal-
ing berat adzabnya pada hari kiamat adalah pemain catur." Pemain catur
itu berkata, "Aku sudah membunuhnya. Demi Allah dia sudah mati!"
Demi Allah dia telah berdusta atas nama Allah.294
Mujahid berkata, "Apabila seseorang akan meninggal dunia,
akan ditampakkan di hadapannya teman-teman duduknya. Suatu hari
seorang yang suka bermain catur sedang menghadapi ajal, lantas
ditalqinkan kalimat ’laa ilaaha illallaah'. Namun orang itu mengucapkan
kalimat 'Skak ! ' kemudian dia mati. Lidahnya sudah terbiasa
mengucapkan kata itu selagi hidup, sehingga ketika datang ajal ia
mengganti kalimat tauhid dengan kalimat Skak!"
Begitu juga yang terjadi pada orang lain yang terbiasa duduk
berkumpul dengan para pemabuk. Ketika datang ajalnya, dan diajarkan
kepadanya kalima syahadat, ia malah berkata, "Minumlah dan beri aku
minum!". Lalu ia mati. Laa haula walaa quwwata illaa billaah.
Semua ini seperti yang telah disitir oleh sebuah hadits:
«J, S- UU' D b>
ulp D w' 1— ° I l/L UU
"Tiap-tiap orang itu akan mati dalam keadaan seperti apa yang biasa ia
lakukan, dan akan dibangkitkan dalam keadaan seperti saat ia mati.1'29-'
Marilah kita memohon kepada Allah Yang Maha Memberi semoga
Dia mewafatkan kita sebagai orang-orang Islam -dengan anugerahNya-
bukan sebagai orang yang menggantinya, merubahnya, tersesat, dan
bukan pula berpaling. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah.
295. Diriwayatkan oleh Ahmad (3/331 .366). Muslim 12878). Ath-Thahawi Musykil( 255), Al-Hakim (2/452) dan
Ibnu Hibban (731 9) dari Jabir.
Berjudi ►► 149
" 21
MENUDUH WANITA MUKMINAH
BERBUAT ZINA
Allah iir berfirman:
^ // £ J j * j 3 ' 3 ^ 3 ' ^ S *
j 0 ^ ' « llj jJl l j-JtJ ol w' y* j i y j jJl «jJ
/ j / > 3 ,y 3x ^ / v«
• i •" a ^ A ^ . s o S , > * j o# (f3 5IX 9 £ 9 ' * '
i jJ L 1 ^ j ' • t ^ _■ w\j I ^4 -y ■ ,«y ^ «1 P >A ^ .«■♦•O ^ yt
Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik,
yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan
akhirat, dan bagi mereka azab yang besar, pada hari (ketika) lidah, tangan
dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka
kerjakan. (An-Nur: 23-24)
-'i-' " . , ' u 0 ■* * i 3 \ y' 5 > * - 9 * ♦ . * 0
oJuL^r 'rjLoJ « JwL>r 13 $■ ^ 4_*j < L' ^ «jL «J a_j ^Ol.l.-O ^>r )1 w' 4_a
- \ y ' • s • y * \ \ _/ >
/ -3 } y 'G ^ ' * O s S
a-fi - l_iJ ' -v-A 2. JLiljlj IJbl ■> g 1 I aLjijV j
Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina)
dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka
(yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima
keksaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang
yang fasik. (Aan-Nur: 4)
Pada ayat di atas, Allah i* menjelaskan bahwa barangsiapa
menuduh wanita baik-baik, merdeka (bukan budak), dan menjaga diri
mereka dari perbuatan zina serta perbuatan-perbuatan keji lainnya,
maka ia akan mendapatkan laknat di dunia dan di akhirat serta adzab
yang berat. Selain itu mereka mendapatkan hukuman 80 kali cambukan
di dunia dan kesaksiannya tidak akan diterima walaupun ia berlaku
adil.
Menuduh Wanita Mukminah Berbuat Zina ►► 151
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah
bersabda, "Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang membinasakan /"2%
Lalu beliau menyebutkannya. Di antaranya vaitu menuduh wanita baik-
baik yang beriman telah berbuat zina.
Tuduhan ini dapat berupa perkataan yang ditujukan kepada seorang
wanita 'ajnabi' (bukan mahram) yang merdeka, menjaga diri, dan
seorang muslimah. Misalnya; 'Hai pezina!', 'Hai pelacur!', 'Hai wanita
murahan!1. Bisa juga ditujukan kepada suaminya, misalnya; 'Hai suami
wanita murahan!'. Dan bisa juga kepada anaknya, semisal; 'Hai anak
wanita pezina!' atau 'Hai anak wanita murahan!' Kata 'wanita murahan'
adalah kiasan dari kata 'wanita pezina'. Jika ada seseorang, baik laki-
laki atau perempuan, mengatakan kepada orang lain, baik laki-laki atau
pun perempuan, seperti ucapan yang ditujukan kepada seorang laki-
laki, 'Hai pezina!' atau kepada anak kecil yang merdeka, 'Hai anak
haram!1 maka wajib atas orang yang mengucapkan itu hukuman
cambuk 80 kali. Kecuali jika ia dapat menunjukkan buktinya. Menurut
Allah buktinya adalah kesaksian empat orang laki-laki bahwa apa yang
dia ucapkan itu benar adanya, bahwa orang yang dituduhnya berbuat
zina telah benar-benar berbuat zina. Namun jika tidak ada bukti maka
ia dihukum cambuk. Yaitu apabila orang yang telah dia tuduh itu
menuntutnya. Begitu pula dengan seseorang yang menuduh budaknya
telah berbuat zina baik yang laki-laki atau pun perempuan dengan
mengatakan, 'Hai pezina!', 'Hai pelacur!', atau 'Hai wanita murahan!'.
Yang demikian ini karena Rasulullah -t-g pernah bersabda,
JVi UT
' * \_L' C L
"Barangsiapa menuduh budaknya dengan tuduhan zina niscaya akan
ditegakkan hukum hadd pada hari kiamat nanti, kecuali jika benar apa yang
diucapkannya."1'*'
Banyak orang yang tidak mengerti terjerumus dalam perkataan
yang keji ini. Perkataan yang akan mengantarkan mereka kepada
hukuman; di dunia dan di akhirat. Berkaitan dengan ini Rasulullah tjg
pernah bersabda:
296. Takhrij- nya telah disebutkan di muka.
297.Shahfh. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6858). Muslim (1660). Abu Dawuddan Ahmad (2/431) dari Abu
Hurairah.
D: d' .«Besar
152
"Sesungguhnya seseorang itu benar-benar mengucapkan kata-kata yang ia
tidak mengecek ulang terlebih dahulu kebenarannya, dan itu pun
menjadikannya tergelincir di neraka melebihi jauhnya Timur dan Barat.''19”
Mu'adz bin Jabal bertanya, "Wahai Rasulullah, kita akan diadzab
gara-gara ucapan kita?" Beliau menjawab,
J*
il
jll!' g .aL'I L-Ssj lij b ZJutSJ
"Ibumu kehilanganmu hai Mu'adz, tidakkah orang-orang itu jatuh
tertelungkup di atas wajah mereka di dalam neraka hanya dikarenakan hasil
kerja lidah-lidah mereka?”199
Dalam sebuah hadits Nabi bersabda:
i y 3*3, o ' y ' '
3 i 9 ► < 0 ' . „ • , . r, 0 't + -* o > , . 0 -
C-O-1 •! 1 LS-Jj yv-V * wl j aLL
" Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya dia berkata
yang baik atau diam."300
Di dalam al-Qur’an yang mulia Allah i* berfirman:
.Lup v_~Jj ajJJ V) J ii ■ Ji-dj D
Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat
Raqib (pengawas), 'Atid (yang selalu siap sedia). (Qaf: 18)
'Uqbah bin Amir bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah keselamatan
itu?" Beliau menjawab, " Tahanlah lidahmu, hendaknya kamu merasa lapang
dengan rumahmu, dan menangislah oleh karena kesalahanmu. Sesungguhnya
manusia yang paling jauh dari Allah adalah vang keras hatinya."30'
Ada sebuah hadits yang berbunyi, "Sesungguhnya manusia yang pal-
ing dimurkai oleh Allah adalah ’al-fahisy' ( manusia yang banyak mengucapkan
kata-kata yang keji) dan 'al-badziy', (manusia yang banyak mencela) yang
298. Shahih. Diriwayatkan oleh Ai-Bukhari '6477). Musim (2988) dan Ahmad (2/378) dari Abu Hurairah.
299. Diriwayatkan olehAbd bin Humaid (112; dan Hannad dalam Az-Zuhd 1 1 09C). At-Tirmidzi (2616). Ibnu
Majah (3973). Ibnu Abi Dunyadaiam Ash-Shamtul6). Ai-Hakim (2 41 21. Al-Bainaqi Asy-Syuab (4607),
As-Sunan (9/20) dan di-snanih-kan oleh Asy-Syaikh Ai-Aibani.
300. Shahih. Diriwayatkan oleh A -B :khari (6018/. Muslim (47). Ahmad (2 463), ibnu Mandah (300) dan Ibnu
Hibban (506) dari Abu Hurairah.
301. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (2406). Ahmad (5148.149.259). Ibnu Abi Dunyadaiam Ash-Shamtu (2),
Ath-Thabrani (1 7/270,743). Al-Balhaqi dalam Asy-Syu’ab (4582) juga dalam Az-Zuhd (236). Al-Adab{ 403),
Abu Nu'aim (2/9). Dan di-s.bab/Man oleh Asy-Syaikh dalam Ash-Shahihah (890) dan Ash-Shahih 1 1 383).
Menuduh Wanita Mukminah Berbuat Zina ►► 153
selalu mengatakan kata-kata yang buruk."302
Semoga Allah -dengan anugerah dan kemuliaanNya- menjaga kita
semua dari kejahatan lisan kita. Sesungguhnya Dia Maha Memberi
lagi Maha Mulia.
302. Hadits dengan lafazh ini belum aku temukan, hanya saja terdapat banyak hadits dengan versi yang senada,
seperti, 'L aisal Mu’min bith-tha'an walla'an wa la al-fahisyal-badzi', diriwayatkan Al-Bukhari dalam Al-
Adab Al-Mufrad (312), At-Tirmidzi (2043). Ahmad (1/405). dan Al-Hakim (1/12) dari Ibnu Mas'ud.
D:t%, Besar
154
D.sa
Besar
GHULUL TERHADAP
HARTA GHANIMAH, HARTA
BAITUL MAL, DAN ZAKAT
Allah berfirman:
; i >' ^ *
julUJI aD' j!
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. (Al-Anfal:
58)
Dan tidak mungkin seorang nabi berbuat ghulul. Barangsiapa yang berbuat
ghulul, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang
dikhianatkannya itu (Ali Imran: 161)
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah berkata,
"Suatu hari Rasulullah berdiri di tengah-tengah kami. Beliau
menyebut tentang ghulul, menganggapnya sebagai sesuatu yang besar,
menganggapnya sebagai suatu urusan yang besar. Lalu beliau bersabda,
'Sungguh aku akan mendapati seseorang diantara kalian pada hari kiamat
datang dengan memikul onta yang melenguh-lenguh. la akan berkata, 'Wahai
Rasulullah tolonglah aku.' Maka Aku jawab, 'Aku tidak memiliki sesuatupun
dari Allah untuk itu. Sungguh aku telah menyampaikan semuanya kepadamu.
Aku juga akan mendapati seseorang diantara kalian pada hari kiamat datang
dengan memikul kuda yang meringkik-ringkik. Ia akan berkata, 'Wahai
Rasulullah tolonglah aku.' Maka Aku jawab, 'Aku tidak memiliki sesuatupun
dari Allah untuk itu. Sungguh aku telah menyampaikan semuanya kepadamu.'
Aku juga akan mendapati seseorang diantara kalian pada hari kiamat datang
dengan memikul kambing yang mengembik-embik, la akan berkata, 'Wahai
Rasulullah tolonglah aku.' Maka Aku jawab, 'Aku tidak memiliki sesuatupun
dari Allah untuk itu. Sungguh aku telah menyampaikan semuanya kepadamu.'
Aku juga akan menda-pati seseorang diantara kalian pada hari kiamat datang
dengan memi-kul binatang yang mengeluarkan suara-suara yang keras. Ia
Ghulul Terhadap Harta Ghanimah, Harta Baitul Maal, dan Zakat ►► 155
akan berkata, 'Wahai Rasulullah tolonglah aku.' Maka Aku jawab, 'Aku tidak
memiliki sesuatupun dari Allah untuk itu. Sungguh aku telah menyampaikan
.. luanya kepadamu.' Aku juga akan mendapati seseorang diantara kalian
paaa nari kiamat datang dengan memikul kain dan baju-baju yang berkibar-
kibar. la akan berkata, 'Wahai Rasulullah tolonglah aku.' Maka Aku jawab ,
'Aku tidak memiliki sesuatupun dari Allah untuk itu. Sungguh aku telah
menyampaikan semuanya kepadamu.' Aku juga akan mendapati seseorang
diantara kalian pada hari kiamat datang dengan memikul barang-barang
berharga, la akan berkata, 'Wahai Rasulullah tolonglah aku.' Maka Aku jawab,
'Aku tidak memiliki sesuatupun dari Allah untuk itu. Sungguh aku telah
menyampaikan semuanya kepadamu.'30'
Barangsiapa mengambil sesuatu dari harta ghanimah yang tersebut
di atas sebelum dibagikan kepada mereka yang berhak atasnya, atau
mengambilnya dari baitul maal tanpa seizin imam, atau dari zakat yang
dikumpulkan untuk orang-orang fakir, pada hari kiamat akan datang
dengan memikulnya di leher. Demikian seperti yang difirmankan oleh
Allah 'Barangsiapa yang berbuat ghulul, maka pada hari kiamat ia akan
datang membawa apa yang dikhianatkannya itu.'
Nabi pernah bersabda:
li'i /J
» tS'P'i * U -k. ^ i
"Serahkanlah benang dan jarum. Hindarilah ghulul sebab ia akan memper-
malukan orang yang melakukannya pada hari kiamat kelak."304
Ketika Ibnu Latbiyyah yang diperintah oleh Nabi ^ untuk
mengurusi zakat datang dan berkata, "Ini untuk kalian sedangkan yang
ini dihadiahkan kepadaku.", Nabi g; naik ke mimbar, memuji Allah
dan lalu bersabda, "Demi Allah, tidak seorang pun dari kalian yang mengambil
sesuatu yang bukan merupakan haknya kecuali pada hari kiamat kelak ia
akan memikulnya. Aku tidak akan mengenal siapapun dari kalian yang datang
menghadap Allah dengan memikul onta atau sapi yang melenguh, atau
kambing yang mengembik." Lalu beliau mengangkat kedua tangan
sambil berucap, "Ya Allah, adakah aku telah menyampaikan semuanya?"303
Abu Hurairah g- meriwayatkan, "Kami berangkat bersama
Rasulullah ig menuju Khaibar (maka kami memenangkan
pertempuran). Kami tidak mendapati ghanimah berupa emas ataupun
303. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/426) dan Al-Bukhan (73).
304. Hasan. Diriwayatkan oleh Ahmad (5/318,319). At-Tirmidzi (1561). An-Nasa'i (7/131). Ibnu Majah (2852),
Ath-Thabari (15655). Ibnu Hibban (4855) dan Al-Hakim (2/136) dari Llbadah bin Shamit.
305. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2597) dan Muslim (1832) dari Abu Hamid As-Sa'idi.
D~o%.,Besar
156
uang. Yang kami dapatkan adalah makanan dan pakaian. Lalu kami
berangkat lagi menuju lembah (Wadil Qura). Saat itu ada seorang budak
bersama Rasulullah p*;, hadiah dari salah seseorang bani Jidzam (yaitu
Rafa'ah bin Yazid dari bani Dlabib). Ketika kami sampai di lembah, budak
milik Rasulullah itu melepaskan pelana unta beliau. Tiba-tiba
meluncur anak panah mengenainya dan ia pun menemui kematiannya.
Kami pun berkata, "Duhai, indah sekali dia mendapatkan kesyahidan,
wahai Rasulullah." Maka Rasulullah pun bersabda, "Tidak, demi Yang
jiwaku ada di tangan-Nya. Mantel (yang dipakainya) itu benar-benar akan
dipenuhi api yang menyala-nyala. Dia telah mengambilnya dari harta
ghanimah yang belum sempat dibagi." Hal itu mengagetkan orang-orang.
Lalu ada seseorang yang datang membawa satu atau dua buah tali sepatu
sambil berkata, "Aku mengambilnya ketika terjadi pertempuran di
Khaibar." Rasulullah bersabda, "Satu atau dua buah tali sepatu dari
api Y306
Abdullah bin Amru berkata, "Dalam rombongan Rasulullah
#2 ada seorang laki-laki bernama Karkara. Orang itu meninggal dunia.
Nabi Jyijj bersabda, 'Dia masuk neraka.' Maka orang-orang mendatangi dan
memeriksanya. Mereka menemukan sebuah jubah yang telah dicurinya dari
harta rampasan perang."M~
Zaid bin Khalid al-Jahniy berkata, "Ada seorang laki-laki yang telah
mencuri harta rampasan perang pada peperangan Khaibar. Ketika ia
mati, Nabi tidak mau menshalatinva. Beliau bersabda, 'Temanmu itu
telah berbuat ghulul dalam jihad f'i sabilillah.' Kami pun memeriksa barang-
barangnya dan kami temukan manik-manik orang Yahudi yang nilainya tidak
lebih dari dua dirham."?os
Imam Ahmad berujar, "Setahu kami Nabi tidak pernah menolak
untuk menshalati mayat seseorang kecuali jika ia adalah seorang ghaal
(pencuri harta rampasan perang) atau seorang yang bunuh diri."509
306. Shahih. Diriwayatkan oleh Malik (2,459). Al-Bukhari (4234,6077). Muslim (11 5), Abu Dawud (2711) dan
An-Nasa’i (7/24) dari Abu Hurairah.
307. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (3074). dan Ahmad (21 60) dari Ibnu Amr.
308. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (2710), An-Nasa i (4/64), Ibnu Majah (2848), Malik (2/458), Ai-Humaidi
(81 5), Abdur Razzaq (9501 i. Ahmad (5 1 92). Ath-T'nabari (5174.5175) dan Ibnu Hibban (4853) dari Khalid
bin Zaid Ai-Juham dan hadits ini shahih.
309. Terdapat riwayat yang menyatakan bahwa Rasuuliah tidak berkenan menshalatKan si mayit yang masin
meninggalkan hutang. Tetapi tampaknya setelah selang beberapa waktu beliau menshaiatkannya, berdasarkan
hadits Abu Hurairah. Bahwa Rasulullah •: pernah didatangkan seorang yang sudah meninggal yang
masih menanggung hutang. Nabi js bertanya. "Apakah ia ada mempunyai hutang?" Atau, ’Apakahiaada
meninggalkan sesuatu yang ia pesankan untuk melunasinya ?"Biia jawabannya ia ada meninggalkan
sesuatu untuk membayar hutangnya, maka Rasui saw menshaiatkannya, jika tidak, beliau saw berkata
kepada para sahabat. " Shalatkaniah teman kalian. "Namun ketika Allah telah membukakan kunci penaklukan
Ghulunerhadap Harta Ghanimah, Harta Baitul Maal, dan Zakat ►► 157
Diriwayatkan bahwa Nabi bersabda:
j\ Ip Jlli-'i bljLfc
"Hadiah yang diberikan kepada pejabat itu sama dengan harta ghulul."3 10
Berkenaan dengan masalah ini banyak sekali hadits yang
membicarakannya. Sebagiannya tersebut dalam babaz-Zhulmu (Tentang
Kezhaliman) .
Kezhaliman itu sendiri ada tiga; Pertama, memakan harta orang
lain secara batil. Kedua, menzhalimi orang dengan membunuhnya,
memukulnya dengan pukulan yang mematahkan tulang, atau
melukainya. Ketiga, menzhalimi orang dengan mencelanya,
melaknatnya, mencacinya, atau menuduhnya berbuat mesum.
Di Mina, Nabi pernah berkhutbah yang isinya:
7^
3 ^3,
]y>-
jfr'' « *a\ * jl
- f '
'di IS'jJu \jjt
"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian haram
atas kalian semuanya sebagaimana haramnya hari kalian ini, pada bulan kalian
ini, di negeri kalian ini."iU
Nabi bersabda:
3**3 * ' ' ' 3 y * 3 * ' K * 3 '
_ JLi kt * j Jtj jp-i J-iV
“Allah tidak akan meneriman shalat tanpa bersuci dan sedekah dari hasil
ghulul.”2’12
Kita memohon taufik kepada Allah untuk hal-hal yang dicintai dan
diridlai-Nya, sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Memberi.
berbagai kota, Rasul bersabda. "Aku mi lebih berhak terhadap kaum mukminin daripada diri mereka sendiri.
Maka barang siapa yang meninggal dan ada meninggalkan hutang, maka akulah yang melunasinya, dan
barangsiapa yang meninggalkan harta, maka itu untuk ahli warisnya". Diriwayatkan oleh Ahmad (2/290),
Muslim (1619). An-Nasa'i (4/66), Abu Dawud (2955). dan A!-Bukhari juga meriwayatkan hadits senada
(5371).
310. Diriwayatkan oleh Ahmad (5/424), Ibnu Adi (1/300). A!-Baihaqi (10f138) dari Abu Hurairah dan Abdur
Razzaq (14665). Ath-Thabrani Ausath (4969). Ibnu Adi (1 '2841 dan Jabir dan di-shahih-kan oleh Asy-
Syaikh Al-Albani dalam Al-lrwa’i 2622).
311. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (105,1741). Muslim (1679). Abu Dawud (1948). Ibnu Majah (233)
dan Ahmad (5/37,39) dari Abu Bakrah.
312. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (1/5). Muslim (224). Abu Awanah (1/235). At-Tirmidzi (1), Ibnu Majah
(273), Ahmad (2/20,39) dari Ibnu Umar. Dan juga diriwayatkan oleh Ahmad (5/74), Abu Dawud (59). An-
Nasa’i (5/56), Ibnu Majah (271 ), Ath-Thabrani (505) dan Ath-Thayalisi (13 1 9) dari Usamah bin Umair.
DD%a Besar
158
MENCURI
D
rkL
sa
Besar
Allah berfirman:
y.y
\ ' \ - * * >'
4lll • iUjl ■ r* ^'ISo
'-'M
Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri potonglah tangan
keduanya (sebagai) pembalasan dari apa yang mereka kerjakan dan sebagai
siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Al-
Maidah: 38)
Menjelaskan ayat di atas, Ibnu Syihab berkata, 'Allah menjatuh-
kan hukuman potong tangan bagi siapa saja yang mencuri harta orang
lain. Allah Maha Perkasa dalam menghukum si pencuri. Allah Maha
Bijaksana dalam menetapkan kewajiban potong tangannya itu.
Rasulullah Mg bersabda, “Tidaklah beriman seorang pezina kala ia
berzina. Tidaklah beriman seorang pencuri kala ia mencuri. Namun pintu
taubat senantiasa terbuka. ”-,B
Abdullah bin Umar meriwayatkan bahwa Nabi M3 memotong
tangan seseorang yang mencuri perisai seharga tiga dirlaan-if14
Aisyah ^5. berkata, "Adalah Rasulullah MS memotong tangan
pencuri untuk pencurian seperempat dinar atau lebih."415
313. 7aWir//-nyatelah disebutkan dimuka.
314. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (95,96,98). Muslim (1686). Abu Dawud (4386), An-Nasa'i (8/77),
Ibnu Majah (2584) dan Ahmad (2.-54).
315. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6789,6790), Muslim (1684), Abu Dawud (43C4) dan An-Nasa'i (8/
78).
Mencuri ►► 159
Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Rasulullah bersabda,
"Pencuri tidak dipotong tangannya jika harga barang yang dicurinya lebih
rendah dari harga perisai.'' Lalu Aisvah ditanya, "Berapakah harga perisai?"
" Seperempat dinar.", jawabnya.31”
Dalam riwayat yang lain beliau bersabda, "Potonglah (tangan
pencuri) dalam kasus pencurian senilai seperempat dinar dan jangan kalian
potong dalam kasus pencurian yang nilainya lebih rendah dari itu!"317
Sepermpat dinar pada saat itu sama dengan tiga dirham. Satu dinar
berarti dua belas dirham.
Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah ygr bersabda:
a-Li « jg
s a_b
,UJl A)i
Allah melaknat seorang pencuri yang mencuri telur lalu dipotong tangannya
dan mencuri seutas tali lalu dipotong tangarmya."ils
Al-A'masy mengomentari hadits di atas mengatakan, "Para sahabat
menafsirkan 'sebutir telur' dalam hadits tersebut dengan topi baja, dan
'seutas tali’ sebagai tali yang nilainya sama dengan tiga dirham."
Aisvah m berkata, "Seorang wanita dari suku Makhzum pernah
meminjam barang, namun ia mengingkarinya. Lalu Nabi ^ memerin-
tahkan untuk memotong tangannya. Keluarga wanita itu mendatangi
Usamah bin Zaid untuk memintakan dispensasi kepada Nabi. Lalu
Usamah membicarakan hal itu kepada Nabi iyy; Mendengarnya, Nabi
bersabda, "Wahai Usamah, aku tidak ingin melihatmu memintakan
dispensasi berkenaan dengan hukum had yang telah ditetapkan oleh
Allah Sk . Setelah itu Nabi berdiri berkhutbah,
U!
U" J 1
ui > Jir ;
> - -
w
Uji
La Jj
"Sesungguhnya kebinasaan orang-orang sebelum kalian dahulu adalah karena
membiarkan orang mulia (bangsawan) yang mencuri tanpa dijatuhi hukuman.
Sedangkan jika golongan lemah mencuri, maka ia dijatuhi huku-man potong
tangan. Demi (Allah) yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandai-nya Fatimah
binti Muhammad mencuri, pasti aku potong tangannya!"
316. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6792,6793.6794) dan Muslim (1685).
317. Riwayat Ahmad dalam Musnadnya (6.'80 .
318. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6783.6799). Muslim (1687). An-Nasa'i (8/65), ILnu Majah (2583).
Ibnu Hibban (5748) dan Al-Baihaqi (8/253) dan Abu Hurairah
d:d%,i Besar
160
Lalu tangan wanita dari suku Makhzum itu pun dipotong.
Abdurrahman bin Jarir berkata, "Kami bertanya kepada Fadlalah bin
ilbaid tentang menggantungkan tangan pencuri di lehernya, adakah itu
termasuk sunnah. Beliau menjawab, Seorang pencuri yang sudah dipotong
tangannya dibawa menghadap Nabi (yg kemudian beliau memerintahkan
supaya tangan orang itu digantungkan di lehernya."3 20
Para Ulama berkata, "Taubat seorang pencuri itu tidak berguna
kecuali jika ia mengembalikan barang yang telah dicurinya. Jika ia sudah
tidak mempunyai apa-apa lagi, maka ia harus meminta kehalalan apa
vang dicurinya kepada pemiliknya.
Wallahu a'lam.
319. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6788). Muslim (1 688) dan An-Nasa'i (8/72-73).
320. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (4411), At-Tirmidzi (1447). An-Nasa'i (8/92). Ibnu Majah (2587) dan di-
cffia’/7-kan oleh Asy-Syaikh dalam Al-lrna ' (2432) dan Dha IfAbi Dawud (948).
Mencuri ►►161
MENYAMUN
DJsa
Besar
Allah berfirman:
«! I jlliL jl Ijll— i jV' c® ~i ‘ ^ J J 4^' j^JjL>xJ jjl 1JI y>r Lu)
^ o * VtN l4*>3f ’K' S * * 0 C\ 3 «f ' 7 f I ^\' *
tS J*- 3 »■ ddJ.i J' ' JJS~! _•' ' — > r'->- v ■> j l3r j' j .v-fJ-tj' l_J«J-v2 J
■> J? t- _M.U> a j>-')i^ idjJ' ^
Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan
Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh
atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik
atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai)
suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh
siksaan yang besar. (Al-Maidah: 33)
Al-Wahidiy iksc berkata, "Makna memerangi Allah dan Rasul-Nya
(pada ayat di atas) adalah durhaka terhadap keduanya dan tidak mentaati
keduanya. Setiap orang yang mendurhakai Anda disebut memerangi
Anda, maksud 'membuat kerusakan di muka bumi' adalah melakukan
pembunuhan, pencurian, dan perampasan harta benda. Siapa saja yang
mengangkat senjata melawan orang-orang beriman maka ia juga
memerangi Allah dan Rasul-Nya. Ini merupakan pendapat Imam Malik,
al-Auza'iy, dan Imam Syafi'i.
Menafsirkan penggalan ayat:
y
,4w
3 rt*'-
Jjl
n • i '■
1 UUjIj
J!
hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka
dengan bertimbal balik atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya).
Menyamun ►► 163
Ai-Walibiv meriwayatkan ucapan Abdullah bin Abbas a/?, "Kata
'aw' (atau) pada ayat ini menunjukkan 'takhyir' (pilihan), maksudnya
'ibahah' (dibolehkan). Artinya jika imam menghendaki-nya dibunuh
maka ia dibunuh, jika imam menghendakinya disalib maka ia disalib,
dan jika imam menghendakinya dibuang maka ia dibuang." Ini juga
merupakan pendapat al-Hasan al-Bashriy, Sa'id bin Musayyib, dan
Mujahid.
Sedangkan Athiyyah meriwayatkan Ibnu Abbas berkata, "Kata
'aw' di sini bukan untuk 'ibahah' tetapi untuk menunjukkan urut-urutan
hukuman sesuai kejahatan yang dilakukan. Barangsiapa membunuh
dan merampas harta benda maka ia dibunuh atau disalib. Barangsiapa
merampas harta tanpa membunuh maka ia dipotong (tangan dan kaki
secara bersilang). Barangsiapa menumpahkan darah tanpa merampas
harta maka ia dibunuh. Barangsiapa mengancam para pejalan tanpa
membunuh maka ia diasingkan/ dibuang." Ini juga merupakan pendapat
Imam Syafi'i.
Imam Syafi'i juga berkata, "Masing-masing pelaku kejahatan
dihukum sesuai dengan kejahatan yang dilakukannya. Barangsiapa
mendapat hukuman dibunuh dan disalib maka ia dibunuh terlebih
dahulu sebelum disalib untuk menghindari penyiksaan terhadapnya.
Lalu ia disalib selama tiga hari, kemudian diturunkan. Barangsiapa
mendapat hukuman dibunuh maka ia dibunuh lalu diserahkan kepada
keluarganya untuk dikebumikan. Barangsiapa terkena hukuman potong
tanpa dibunuh maka tangan kanannya dipotong lalu diobati1 sampai
darahnya tidak mengalir lagi. Jika ia mengulangi perbuatannya dan
mencuri lagi maka kaki kirinya dipotong. Jika ia mengulanginya dan
mencuri lagi maka tangan kirinya dipotong. Hal ini berdasarkan sabda
Rasulullah "Jika seseorang mencuri maka potonglah tangannya; dan
jika ia mencuri lagi maka potonglah kakinya; dan jika ia mencuri kembali
maka potonglah tangannya; kemudian jika ia mencuri lagi, maka potonglah
kakinya."1'1'
Demikian pula yang dilakukan oleh Abu Bakar AA danUmar £//
di mana tidak ada seorang sahabat pun yang menyelisihi beliau
berdua.322 Tentang kaki kiri yang mesti dipotong merupakan kesepakatan
321. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (441 0). An-Nasa': (8,‘90) dan Ai-Baihaqi (8/272) dari Jabir. Dan haditsdari
Abu Hurairah, Al-Harits bin Huwaithib dan selainnya. Di-s/iab/b-kan oleh Asy-Syaikh dalam At-lrwa
(2434).
322. Atsar "Bahwa Abu Bakr dan Umar". diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (11/61/2) dan Al-Baihaqi (8/273).
Al-Albani berkata dalam Al-lrwa’i 2439) shahth
1 64 1 D:u}s;iBesar
mereka yang memahami pemotongan kaki setelah pemotongan tangan
dari firman Allah, yang artinya : ... dengan bertimbal balik...
Dalam menjelaskan firman Allah yang artinya : ...atau dibuang dari
negeri (tempat tinggalnya)... Abdullah bin Abbas berkata, "Maksudnya
imam mempermaklumkan dibolehkannya menumpahkan darahnya dengari
mengatakan, 'Barangsiapa bertemu dengannya hendaklah ia membunuhnya!'
Ini berkenaan dengan mereka yang tidak tertangkap, namun jika ia sudah
tertangkap, maka pembuangannya adalah dengan dimasukkan ke dalam
penjara. Apabila ia sudah ditahan dan dicekal dari bergerak bebas di negerinya
maka ia sudah terbuang ."
Ibnu Qutaibah pernah bersyair untuk orang-orang yang dipenjara.
Kita keluar dari dunia dan kitalah penghuninya
Bukanlah kita orang-orang yang hidup tidak pula mati di sana
Apabila sipir datang untuk satu keperluan suatu ketika
Kita pun terheran-heran ; inilah dia yang datang dari dunia
Jika perbuatan membegal dan mengancam para pejalan saja sudah
termasuk dosa besar, bagaimana lagi jika ditambah dengan merampas
harta, melukai, atau bahkan membunuh’ Tentu saja pelakunya telah
melakukan beberapa dosa besar sekaligus, itu masih ditambah
kemungkinan besar mereka meninggalkan shalat dan menghabiskan
hasil rampasan mereka untuk bermabuk-mabukan, zina, dan lain
sebagainya.
Semoga Allah memelihara kita semua dari segala bencana dan ujian.
Sesungguhnya Dia Maha Pemurah, Maha Pengasih, Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.
Menyamun ►► 165
SUMPAH PALSU
DJsa
Besar
Allah berfirman:
Jf ^ ®' b’wwU iLo_j
U>_! 1 «| djt) I
r - ^
A/*Lj2J'
Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan
sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat
bahagian ( pahala ) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka
dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula)
akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. (Ali Imran: 77)
Al-Wahidiy berkata, "Ayat ini turun berkenaan dengan dua or-
ang yang bersengketa dalam sebidang tanah menghadap Nabi Si
tergugat bermaksud akan bersumpah, lalu Allah menurunkan ayat ini.
Maka si tergugat membatalkan niatnya dan kemudian mengakui hak si
penggugat."323
Abdullah berkata, "Rasulullah yy}, bersabda:
4JJ1
l S M
' L* Lp a h': s J j>r li 4^ «
~ --j j j
Barangsiapa bersumpah dengan suatu sumpah sedangkan ia berdusta dalam
sumpahnya itu, dengan tujuan untuk mengambil sebagian harta sese-orang
muslim, maka ia akan berjumpa dengan Allah taala sedang Allah murka
kepadanya.1"
323. Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir (7283) dari Asy-Sya’bi.
Sumpah Palsu ►► 167
Al-Asy'ats berkata, "Ayat ini, demi Allah, diturunkan berkenaan
denganku. Dahulu, antara aku dengan seorang lelaki Yahudi ada
sengketa tanah. Tanah itu milikku, tetapi si Yahudi mengingkarinya.
Aku mengajukan perkara itu kepada Nabi >jt. Beliau bertanya, "Apakah
kamu memiliki bukti?" "Tidak.", jawabku, lalu beliau memerintahkan si
Yahudi itu, "Ber sumpahlah!" Aku pun berkata, "Wahai Rasulullah, terus
jika ia bersumpah ia boleh pergi membawa hartaku?" Maka Allah W pun
menurunkan: "Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan)
Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit"31* yakni dengan
harta benda duniawi yang sedikit, yang menjadikannya rela bersumpah
palsu, "mereka itu tidak mendapat bagian di akhirat " yakni pahala, "dan
Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka" yakni dengan kata-kata yang
menggembirakan mereka. " dan tidak akan melihat kepada mereka" yaitu
pandangan yang menyenangkan mereka, pandangan rahmat, "dan tidak
akan mensucikan mereka." artinya tidak akan menambahkan kebaikan
mereka pun tidak akan memuji mereka.
Abdullah bin Mas'ud berkata, "Saya mendengar Rasulullah
bersabda,
A 'Z- , K -
. i '9 , • 9, ' ' > ' \ \ ' ~\ - 8 I 8 -* 8 j - ■ '.l' ^ "
JuJgp • 4JLD -AJ [j, y\ gjS- ^
''a a' '
'Barangsiapa bersumpah atas harta seseorang muslim dengan tidak benar
(dengan tujuan untuk memilikinya), maka ia akan berjumpa Allah (kelak di
akhirat) sedang Allah murka kepadanya Abdullah melanjutkan, "Lalu
Rasulullah membacakan satu ayat dari al-Kitab yang membenarkan
sabda beliau itu, yang bunyinya:
Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan
sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat
bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka
dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula)
akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.323
Abu Umamah berkata, "Kami pernah berada di sisi Rasulullah ;:g
dan beliau bersabda,
<d Jlii aJs- > • jlii' 4J Lu! •! Jdi
1
y y?
j! , Jli LL" J
’ jr^**+*J
J l J 15" sjt 4 5*r
324. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2516,2357), Muslim (138) dan Ibnu Majah (2323).
325. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (7445) dan Muslim (138).
168 1 D:o%, Besar
'Barangsiapa mengambil hak seseorang muslim dengan sumpahnya, maka Allah
telah mewajibkan neraka baginya dan mengharamkan surga atasnya.' Lalu
seseorang bertanya, 'Walaupun itu sedikit, wahai Rasulullah?' Beliau
menjawab, 'Walaupun hanya sepotong kayu arak (sejenis kayu yang biasa
dipakai untuk bersiwak, pent.).'":'Zo
Mengomentari hadits di atas, Hafsh bin Maisarah berkata, "Duhai,
keras sekali hadits ini! Namun, bukankah dalam kitab-Nya Allah is
telah berfirman:
bbii » aU t J 4 yww ■jjJUl
Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan
sumpah-sumpah mereka dengari harga yang sedikit...
Abu Dzar agy meriwayatkan dari Nabi sabda beliau:
!li "'l
'JlP
‘ J JijlS- ji y) jli 0')'u j •di i- jLa jJdi jj — vv jli \ jii
•_olisJl oJb-Jl» jjLuii • jlLjs « L.l-J' Jli <dJl J L
"Tiga golongan yang tidak akan diajak bmara oleh Allah pada hari kiamat,
tidak dipandang-Nya, tidak disucikan-Nya, dan akan mendapatkan adzabyang
pedih." Rasulullah saw. mengulangnya sampai tiga kali. Maka Abu Dzar
berkata, "Celaka dan merugilah mereka, wahai Rasulullah, siapakah mereka!?"
Beliau menjawab, "Orang yang mengulurkan bajunya (isbal), orang yang
mengungkit-ungkit pemberiannya (di depan orang-orang) , dan orang yang
menjual perniagaannya dengan sumpah palsu ,"32r
Beliau bersabda, " Dosa-dosa besar itu adalah; menyekutukan
Allah, durhaka kepada kedua orang-tua, membunuh, dan bersumpah palsu.328
Bersumpah Dengan Selain Allah
Termasuk kategori dosa besar ini, bersumpah dengan selain
Allah && ; seperti dengan Nabi, Ka'bah, malaikat, langit, air, kehidupan,
326. Diriwayatkan oleh Malik (2/227). Muslim (137). Ahmad (5/260), An-Nasa'i (8/246), Ibnu Majah (2324), Ath-
Thabrani (796) dan A!-Baihaqi (10/179).
327. Diriwayatkan oleh Ahmad (5/1 48.1 62). Muslim ( 1 06), Abu Awanah (1/40), Abu Dawud (4087). At-Tirmidzi
(1211) dan An-Nasa'i (7/245).
328. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6675) dari Ibnu Amr.
Sumpah Palsu ►► 169
amanah -yang merupakan terdahsyat di sini-, nyawa, kepala, kehidupan
penguasa, pemberian penguasa, tanah tertentu, dan lain sebagainva.
Abdullah bin Umar alk meriwayatkan bahwa Nabi wr bersabda:
a3c l
■ L' L I SjI-Dk-'
•u ir
4-S
"Sesungguhnya Allah melarang kalian untuk bersumpah dengan bapak-bapak
kalian. Maka barangsiapa bersumpah hendaknya bersumpah dengan Allah
atau lebih baik diam."329
Dalam riwayat lain:
a — .v . .? J »' a3o U V) oiDtj Liil?- jlS"
Barangsiapa bersumpah janganlah ia bersumpah dengan selain Allah atau
lebih baik diam , 33°
Abdurrahman bin Samurah berkata, Rasulullah bersabda:
JOlfl i jlibJ 'j
janganlah kalian bersumpah dengari berhala-berhala dan jangan pula dengan
bapak-bapak kalian!'"'X]
Ada hadits lain yang menyebutkan bahwa (berhala-hala) ini adalah
berhala (sesembahan) kaum Daus. 32
Dari Buraidah bahwa Rasulullah bersabda,
"Barangsiapa bersumpah dengan amanah maka bukanlah termasuk golongan
kita ."3-33
Masih dari Buraidah , Rasulullah igs bersabda,
,'ir
ju lt biir jir jii v>c~< Y'
d'? «'S? A o?
Jl JUi
329. dan 330. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (3836. 6108. 6646, 6648), Muslim (1646), Abu Dawud (3249). At-
Tirmidzi (1534) danAhmad (2/11.17) dari ibnu Umar
331 . Diriwayatkan oleh Muslim (1 648).
332. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (7116) dari Abu Hurairah secaiamarfu'"Takakanterjadiharikiamathingga
pantat wanita kaum Daus meliuk-liuk mengelilingi Dzil Khaiashah. "Dzil khalashah adalah berhala kaum
Daus yang mereka sembah di zaman jahiliyah.
333. Diriwayatkan oleh Ahmad (5/352), Abu Dawud i3253). Ibnu Hibban (4363), Al-Hakim (4/298) dan di-
shahih- kan oleh Asy-Syaikh daiam Ash-Shahihah (94) dan Shahih Al-Jami’( 6203).
°d%* Besar
170
UC ^jl *^T jl 'Ji IS-ilA
'Barangsiapa bersumpah lalu berkata, ‘Aku berlepas diri dari Islam.1 jika ia
berdusta sesungguhnya ia seperti apa yang diucapkannya (telah keluar dari
Islam) dan jika ia benar maka ia tidak akan kembali kepada Islam dengan
selamat ."3'4
Dari Abdullah bin Umar bahwa ia pernah mendengar
seseorang mengucapkan, 'Demi Ka'bah', kemudian beliau berkata,
"Janganlah kamu bersumpah dengan selain Allah, sebab aku pernah
mendengar Rasulullah saw. bersabda, 'Barangsiapa bersumpah dengan
selain Allah, maka ia telah kafir dan musyrik.'"**5
Sebagian ulama menafsirkan kalimat 'maka ia telah kafir dan
musyrik' adalah sebagai 'taghlizh' (penguat), sebagaimana sabda Nabi
dalam hadits lain:
Riya ' itu adalah syirik.
Rasulullah ig* juga bersabda,
AS - - 3 * 0 - S 3 ^
A' N | d ^ 'j Lidi O*)'-'' * jDi Adjv. ■ ^
'Barangsiapa bersumpah dengan mengatakan, ‘Demi Latta dan Uzza‘.
hendaknya ia mengucapkan Laa ilaaha illallaah ."**"
Adalah seorang sahabat yang baru masuk Islam, sebelumnya ia
sering bersumpah dengan mengucapkan kalimat tersebut. Karena tidak
sengaja mungkin ia terlanjur bersumpah dengan mengucapkan kata-
kata itu. Maka Nabi memerintahkannya untuk bersegera
mengucapkan kalimat tauhid 'La ilaha illallah' sebagai kafarat (tebusan)
dari apa yang sudah terlanjur diucapkannya itu.
334. Diriwayatkan oleh Ahmad (5/335/356). An-Nasa'i (2-1 40). Ibnu Majah (2100), Abu Dawud (3258) dan Al-
Baihaqi (10/30) dari Buraidah. Dan di-sbabib-kan oleh Asy-Syaikh dalam Al-lrwal 2576) dan ShahihAI-
Jami'(6 421).
335. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/125). Abu Dawud (3251), At-Tirmidzi (1535), Ath-Thayalisi (1896), Ibnu
Hibban (4358). Al-Hakim (4/297) dan Al-Baihaqi (10 29) dari Ibnu Umar dan di-sbab/b-kan oleh Asy-
Sya/kb dalam Ash-Shahihah (2042) dan ShahihAI-Jamt'(6204).
336. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6107) dan Muslim (1647) dari Abu Hurairah. Dan diriwayatkan oleh
Ahmad (1/183), Ibnu Majah (2097), Abu Ya'la (7 1 9.736) dan Ibnu Hibban (4364) dari Sa'ad bin Abi Waqas.
Sumpah Palsu ►► I 7 I
BERBUAT ANIAYA
Dthsa
Besar
Bab ini meliputi memakan dan mengambil harta orang lain secara
zhalim, berbuat aniaya kepada manusia dengan cara memukul, mencaci
maki, bertindak sewenang-wenang dan melampaui batas terhadap or-
ang-orang lemah.
Allah berfirman, “Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad)
mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang
zhalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari
yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak, mereka datang bergegas-
gegas dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-
kedip dan hati mereka kosong. Dan berikanlah peringatan kepada manusia
terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka
berkatalah orang-orang yang zhalim, "Ya Rabb kami, beri tangguhlah kami
(kembalikan kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya
kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul". (Kepada
mereka dikatakan), "Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa
sekali-kali kamu tidak akan binasa, dan kamu telah berdiam di tempat-tempat
kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata
bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami
berikan kepadamu beberapa perumpamaan". (Ibrahim: 42-45)
' s, f , „ . - * i , ;
,-Uji c dp L-wLJl
w •' 'W' O •* • *
Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia
(Asy-Syura: 42)
Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana
mereka akan kembali. (Asy-Syu'ara: 227)
Berbuat Aniaya ►► 173
Nabi >J5I bersabda:
c& t i' .JlliD As' j!
Sesungguhnya Allah menangguhkan (hukuman terhadap) orang zhalim itu
(untuk beberapa lama), sampai tiba saatnya Allah menghukumnya, maka
Allah tidak akan melepaskanya lagi. Kemudian Rasulullah igj membaca
ayat:
Jjjdi *_J' sJu>-' j' ^ i
*X>- ' 'Sl jjj i I
Dan begitulah adzab Rabbmu, apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri
yang berbuat zhalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi
keras. (Hud: 102)*'"
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa merasa pernah berbuat aniaya
terhadap saudaranya baik berupa kehormatan dirinya atau sesuatu yang lain,
maka hendaklah ia meminta keridlaannya hari ini, sebelum tiba hari (kiamat)
yang sudah tidak berguna lagi dinar atau dirham. Jika ia mempunyai amal
shalih maka amalnya itu akan diambil sebanyak kezhalimannya itu, dan jika
ia tidak mempunyai kebaikan, maka akan diambil keburukan orang yang
dianiayanya itu, lalu dipikulkan kepadanya.-'3*
Dalam sebuah hadits qudsi, Allah tabaraka vva ta’ala berfirman
J ' h t y.1 j j
i - l
- > J
' ,s^Lp b
Wahai hamba-hamba- Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezha-
liman atas diri-Ku, dan Aku jadikan ia haram (dikerjakan) di antara kamu,
maka janganlah kamu saling menzhalimi d39
Rasulullah -tjg bertanya kepada para sahabat, Tahukah kamu,
siapakah orang yang bangkrut itu?" Sahabat menjawab, " Wahai Rasulullah,
menurut kami orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki dirham
atau kekayaan " Rasulullah feg menjelaskan, "Sebenarnya orang yang bangkrut
dari ummatku itu adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan
membawa shalat, shiyam, dan haji. Namun ia datang dalam keadaan telah
mencela si anu, mengambil harta si anu, melecehkan kehormatan si anu,
337. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (4686). Muslim (2583), At-Tirmidzi (3110). Ibnu Majah (4018), Ib
nu Hibban (5175) dan Ath-Thabrani (18559) dan Abu Musa
338. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2449). Ath-Thayalisi (2318). Ahmad (2/435.506) dan Ibnu Hibban (7361 ) dari
Abu Hurairah.
339. Hadits Qudsi diriwayatkan oleh Muslim (2577). Al-Bukhari dalam Al-Adab AI-Mufrad(A90), Ath-Thayalisi
(463), At-Tirmidzi (2495). Ibnu Majah (4257) dan Ahmad (5/1 60) dari Abu Dzar.
dd%* Besar
174
memukul si anu, dan menumpahkan darah si anu. Maka kebaikannya diambil
untuk si anu, diambil lagi untuk si anu. Apabila kebaikannya sudah habis
sebelum habisnya kesalahannya terhadap orang-orang itu, maka diambillah
kejahatan orang-orang itu lalu dipikulkan kepadanya, hingga akhirnya ia
masuk neraka."*40
Hadits-hadits di atas semuanya ada di dalam kitab-kitab kumpulan
hadits shahih.
Dalam bab terdahulu tersebutkan sebuah hadits:
; La
Sesungguhnya orang-orang yang berusaha memperolah harta Allah dengan
jalan yang tidak benar, maka bagi mereka neraka pada hari kiamat kelak.*41
Telah disebutkan juga sabda Nabi sg* kepada Mu'adz agi kala beliau
mengutusnya ke Yaman, "Dan takutlah kamu kepada doa orang yang
terzhalimi. Sebab antara doa itu dan Allah tidak ada penghalang.''1"12
Nabi syg bersabda:
<Ui tu>
Barangsiapa menganiaya seseorang dalam perkara sejengkal tanah, maka pada
hari kiamat kelak ia akan dikalungi tujuh bumi.'4*
Dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman, "Sangat besar
kemurkaan-Ku terhadap orang yang menganiaya orang yang tidak memiliki
penolong selain Aku."
Seorang penyair berkata:
Ji adi U N jdli
0 'C 3 [ i * ' 3 , " * * *
■*Jj dAJ * ' yS' « dd-dp ClP Jj
1 \ w - V ^
jA oA A* **■ •
J» , *1£p
Janganlah engkau berbuat zhalim kala berkuasa
Sungguh kezhaliman itu hanya penyesalanlah akibatnya
340. Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/303.334), Muslim (2581 ). At-Tirmidzi (2418). Ibnu Hibban (4411 ), Al-
Baihaqi (6/93) dan A!-Baghawi (41 64) dari Abu Hurairah.
341 . dan 342. Takhrij keduanya telah disebutkan dimuka.
343. Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (1/188,189), Al-Bukhari (2452). Muslim (1610), At-Tirmidzi (1418), Abu
Ya’la (956), Ibnu Hibban (31 95) dan Ath-Thabrani (352.353) dari Sa’id bin Zaid- dan diriwayatkan oleh Al-
Bukhari (2453) dan Muslim (1612) dari Aisyah.
Berbuat Aniaya ►► 175
Matamu tidur... sedangkan orang yang teraniaya itu terus berjaga,
Ia memohonkan keburukan atasmu... dan mata Allah tidaklah tidur.
Sebagian salaf berkata, "Janganlah engkau menganiaya orang yang
lemah, supaya engkau tidak menjadi sejahat-jahat orang yang kuat."
Abu Hurairah yfy berkata, "Sesungguhnya burung hubara mati
di dalam sangkarnya karena tindak aniaya orang yang zhalim."
Diberitakan bahwa di dalam kitab Taurat tertulis, "Seorang penyeru
akan menyerukan di balik shirath 'Wahai orang-orang zhalim yang
bertindak sewenang-wenang, wahai orang-orang celaka yang bertindak
sekehendak hatinya, sesungguhnya Allah telah bersumpah dengan
kemuiaan-Nya, bahwa pada hari ini orang-orang zhalim tidak akan
melewati jembatan ini.”’
Jabir bin Abdillah berkata, "Setelah penaklukan kota Mekah, orang-
orang yang dahulu berhijrah ke Habasyah (Etiopia) kembali dan
menemui Rasulullah (g*, Beliau menanyai mereka, "Maukah kalian
mengabarkan kepadaku suatu kejadian yang paling menakjubkan kalian di tanah
Habasyah?" Beberapa orang pemuda dari mereka menjawab, "Tentu, wahai
Rasulullah. Suatu ketika kami sedang duduk-duduk tiba-tiba lewat
seorang wanita tua di hadapan kami. Wanita itu membawa sebuah
gentong berisi air yang diletakkan di atas kepalanya. Wanita tua itu
melewati seorang pemuda. Pemuda itu meletakkan tangannya di antara
kedua pundak wanita itu, dan mendorongnya hingga wanita itu jatuh
berlutut dan gentong airnya pecah. Wanita itu bangkit kembali dan
memandang pemuda tadi sambil berkata, 'Kamu nanti akan tahu, hei
pengkhianat! Apabila Allah telah meletakkan kursi dan mengumpulkan
semua manusia, yang awal dan yang akhir, serta tangan-tangan dan kaki-
kaki mereka berbicara mengenai apa yang sudah mereka kerjakan. Kelak,
kamu akan tahu bagaimana nanti urusan antara aku dan kamu ini
diputuskan di sisi-Nya.'" Sahabat Jabir melanjutkan, "Lalu Rasulullah
/g* bersabda, "Apa yang dikatakan wanita itu benar. Bagaimana mungkin
Allah memberkati suatu kaum yang tidak menolong dari (tindak aniaya) yang
kuat."'M4
344. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (401 0). Abu Ya'la (2003) dan Ibnu Hibban (5058) dari Jabir. Dan baginya
syahid dari Hadits Buraidah, diriwayatkan oleh A!-8azzar (1596) dan Al-Baihaqi (6/95) dan di dalam At-
Asma ’ (hal:404 ) . Dan dari hadits Ibnu Abbas. diriwayatkan oleh Ath-Thabrani ( 1 1 230) . Dan juga syahid dari
hadits Abu Sufyan bin Harits, diriwayatkan oleh Al-Hakim (3/256) dan Al-Baihaqi (10/93). Juga dari hadits
Abu Sa’id, diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (6/592). Ibnu Majah (2626), Abu Ya’la (1 091 ) dan selainnya.
Dan ia terdapat dalam Shahih Al-Jami’ (4597,4598).
1 76 1 D:D%aBesar
Pabila si zhalum telah menjadikan kezhaliman sebagai kendaraan
Dan berkesinambungan dalam kekejian adalah usahanya
Maka ... serahkanlah ia kepada perubahan zaman dan keadilannya
Niscaya akan tampak nyata segala yang tiada pernah diperhitungkan
Diriwayatkan bahwa Nabi bersabda, "Lima golongan yang dimurkai
oleh Allah. Jika Allah menghendaki Dia akan menumpahkan kemurkaan-Nya
di dunia kepada mereka, dan jika tidak Dia akan memerintahkan mereka untuk
masuk neraka di akhirat kelak. Mereka adalah; pemimpin suatu kaum yang
mengambil haknya dari rakyat tetapi ia tiada bersikap adil kepada mereka dan
tidak pula mencegah kezhaliman terhadap mereka, pemimpin suatu kaum yang
ditaati oleh kaumnya tetapi ia membeda-bedakan antara yang kuat dengan
yang lemah dari mereka dan ia berbicara dengan hawa nafsunya, seorang laki-
laki yang tidak memerintahkan istri dan anaknya untuk taat kepada Allah
serta tidak mengajarkan perihal diennya, seseorang yang mempekerjakan or-
ang sementara orang itu memenuhi kewajibannya malah dia tidak memenuhi
upahnya, dan seorang laki-laki yang menzhalimi istrinya dalam hal
maharnya ,"345
Abdullah bin Salam berkata, "Sesungguhnya Allah ta'ala, ketika
menciptakan seluruh makhluk lalu mereka berdiri di atas kaki-kaki
mereka, mereka menengadahkan kepala mereka ke arah langit seraya
berkata, 'Wahai Rabb, Engkau berpihak kepada siapa?' Allah menjawab,
Berpihak kepada orang-orang yang terzhalimi sampai haknya diberikan
kepadanya.'"
Wahb bin Munabbih berkata, "Seorang penguasa yang bengis
tengah membangun sebuah istana. Seorang wanita tua yang miskin
mendirikan sebuah gubuk di sebelahnya untuk tempat tinggalnya.
Suatu saat penguasa yang bengis itu berjalan-jalan mengelilingi
istananya. Ia melihat gubuk wanita itu dan berkata, 'Milik siapa gubuk
ini?' Ada yang menjawab, 'Milik seorang wanita miskin untuk tempat
tinggalnya.' Kemudian penguasa itu menyuruh orang agar merobohkan
gubuk itu. Ketika wanita tua itu datang dan melihat gubuknya sudah
rata dengan tanah ia bertanya, 'Siapa yang merobohkan gubukku?'.
Seseorang menjawabnya, 'Sang raja. Ia melihatnya lalu merobohkannya.’
Maka wanita tua itu menengadahkan kepalanya ke langit seraya berkata,
'Duhai Rabbku, jika saya tidak ada, lalu di manakah Engkau?' Lalu
Allah memerintahkan Jibril untuk membalik istana penguasa tadi
345. Ibnu Hajar Al-Haitsami menyebutkannya dalam Az-Zawajir{ 2/122). Tentang hadits tersebut Ibnu Hajar Al-
Haitsami tidak menyebutkan bahwa dia menurunkan hadits ini dari penyusun buku Al-Kaba'irmi. Namun
saya belum mendapatkan hadits dengan lafazh seperti ini.
Berbuat Aniaya ►► 177
beserta siapa pun yang ada di dalamnya, maka Jibril pun
melaksanakannya. "
Ketika Khalid bin Barmak (mantan pejabat Bani Umayyah, pent)
dan anaknya dipenjarakan, anaknya bertanya, "Wahai Ayahku,
bagaimana kita bisa sampai dibelenggu dan dipenjara padahal
sebelumnya kita hidup dalam kemuliaan?" Ayahnya menjawab, "Wahai
anakku, doa orang yang teraniaya berkumandang sepanjang malam.
Kita melalaikannya, padahal Allah tidak demikian!"
Yazid bin Hakim berkata, "Saya tidak pernah merasa takut kepada
seorang pun melebihi rasa takut saya kepada orang yang sava zhalimi.
Sebab saya tahu bahwa tidak ada penolongnya selain Allah. Ia berkata
di hadapanku, 'Hasbiyallah, cukuplah Allah sebagai penolongku. Allah
yang akan menjadi penengah antara aku dan kamu.'"
Ar-rasyid pernah memenjarakan Abui Atahiyyah sang penyair. Dari
dalam penjara ia mengirimkan dua bait syair untuknya.
> >3 s 3 % f >3 , ,
> * 1 h U 4A £ ^4*0, 1 g ' La 4
f 's 3 ^ a ..
. aJu I ' i -Up
> Ici i h ' 1 ji i L° i
^ a .. ^
I ' C ^ L
Ingatlah, demi Allah, kezhaliman itu jahat
dan orang yang tersakiti itu dialah yang terzhalimi
Wahai zhalum, kau pasti kan tahu, jika kita bertemu
kelak, di hadapan Maharaja, siapa yang tercela.
Abu Umamah W berkata, "Pada hari kiamat nanti orang yang
zhalim akan bertemu dengan orang yang dizhaliminya di atas jembatan
yang dipancangkan di atas Jahannam. Ia akan memberitahukan kepada
si zhalim itu apa-apa yang sudah dianiayakannya. Orang yang teraniaya
itu tidak akan meninggalkan si zhalim sampai ia mengambil semua
kebaikan si zhalim. Setelah kebaikannya habis, maka dipikulkanlah
kepada si zhalim kejahatan-kejahatan orang yang teraniaya hingga
akhirnya ia masuk ke dalam neraka yang paling bawah."346
'Abdullah bin Unais berkata, Saya mendengar Rasulullah
346. Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Ausath (5976) secara marfu' dari Abu Umamah dari jalur Ammar
bin Thalut Muhammad bin Abi Ady dari Husain Al-M j'allim dari Ayyub dari Ai-Jahm bin Fadhalah. Dan Al-
Haitsami berkata (10/354). “Para perawinya dipandang tsiqah oleh para ulama.” Aku berkata, “Para
perawinya tsiqat kecuali Al-Jahm. la telah disebut oleh Ibnu Abl Hatim (2/521 ) namun ia tidak menyinggung
tentang cacatnya maupun keadilannya, hanya saja a berkata, dua orang tsiqah telah meriwayatkan
darinya. Maka hadits ini insya Allah hasan.”
1 78 1 D i? .«Besar
bersabda, “ Pada hari kiamat nanti manusia akan dibangkitkan dalam keadaan
tanpa alas kaki, tanpa busana, dan tanpa dikhitan. Mereka akan mendengar
suara yang terdengar dari jarak dekat maupun jauh, 'Aku adalah Maha Raja
dan Maha Kuasa. Tidak boleh seorang pun ahli surga untuk memasukinya
atau ahli neraka untuk memasukinya selama masih ada padanya kezhaliman
hingga Aku selesai mengadili, sekali pun itu hanya satu makian, apalagi yang
lebih dari itu. Rabbmu tidaklah menganiaya seorang pun!' Kami bertanya,
'Wahai Rasulullah, bagaimana itu sedangkan kami saja datang tanpa alas
kaki dan tanpa busana?' Beliau menjawab, 'Dengan kebaikan dan kejahatan
sebagai gantinya. Rabbmu tidaklah menganiaya seorang punl"147
Nabi -Mri bersabda, "Barangsiapa memukul dengan cambuk secara
zhalim, maka pada hari kiamat kelak akan diambil qishashnya darinya ,"348
Dikisahkan bahwa Kisra, raja Persia, mengangkat seorang guru
zr.tuk mengajar dan mendidik anaknya hingga si anak menjadi seorang
Yang terpelajar. Pada suatu hari sang guru memanggilnya dan tanpa
sebab vang jelas sang guru memukulnya dengan sangat keras. Anak
::u menjadi dendam kepada gurunya. Setelah ia besar dan ayahnya
meninggal, ia diangkat menjadi raja menggantikan ayahnya. Maka ia
pun memanggil gurunya agar menghadap, lalu berkata, ‘'Apa yang
menyebabkanmu memukulku pada hari itu dengan pukulan yang keras
dan menyakitkan, padahal aku tidak merasa bersalah sama sekali?!"
Sang guru menjawab, "Dengarlah wahai Raja, ketika Paduka telah
mencapai pendidikan yang demikian tinggi, saya sadar bahwa kelak
Paduka akan diangkat menjadi raja untuk menggantikan ayah Paduka.
Karena itu, saya ingin agar Paduka merasakan bagaimana sakitnya
pukulan dan kezhaliman, supaya nanti ketika Paduka berkuasa, Paduka
tidak menzhalimi seorang pun!” Raja pun berkata, "Semoga Tuhan
membalasmu dengan kebaikan!" Lalu raja pun memberinya hadiah dan
membiar-kannya pulang.
Yang termasuk kezhaliman di antaranya adalah mengambil harta
anak yatim. Telah disebutkan di bagian depan sebuah hadits yang
diriwayatkan oleh Mu'adz bin jabal ketika ia diberi wasiat oleh Rasulullah
347. Al-Bukhari menyebutkan penggalan dari hadits in dalam kitab 4/- 7/m bab al-khuruj fi thalabil ‘ilm secara
mu allaq dengan lafazh yang mengindikasikan kepastian. Dan ia me-maushul-kamya daiam Al-Adab Al-
Mufrad(970), Ahmad (3/495), Al-Khara'ithi dalam Al-Masawi'(634) dan Al-Hakim (2/437), dan d\-shahih-
kan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Adab Al-Mufrad (724).
348. Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Ausath (1468) dan Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (185)
dari Abu Hurairah dan d\-shahih-kan oleh Asy-Syaikh dalam Ash-Shahihah (5352).
Berbuat Aniaya ►► 179
"Takutlah kamu akan doa orang yang teraniaya, karena antara dia dan Allah
tidak ada penghalang /"34?
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa doa orang yang teraniaya
itu diangkat ke atas langit, kemudian Allah isi berfirman, "Demi
kemuliaan dan kebesaran-Ku, Aku benar-benar akan menolongmu, walaupun
telah lewat waktunya!"3™
Karena itulah seorang penyair bersenandung
Waspadailah doa orang yang terzhalimi karena ianya
Benar-benar diangkat ke atas awan lalu diperkenankan
Waspadailah doa orang yang antara dia dan
Ilah semesta alam tiada hijab penghalang
Jangan kau kira Allah membiarkannya
Pun tidak satu kata tersembunyi bagi-Nya
Sungguh benarlah jika Allah berfirman; DEMI 'IZZAHKU,
Aku akan menolong si teraniaya dan akan memberinya pahala
Siapa saja yang tidak membenarkan pemilik kata-kata ini
Sungguh dia orang sangat tolol atau akalnya tengah terganggu
Pasal
Salah satu kezhaliman yang terbesar adalah menunda-nunda
membayar hutang padahal dia mampu untuk menyegerakannya, yang
demikian ini berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam
al-Bukhariy dan Imam Muslim bahwa Rasulullah ^ bersabda:
ftllk Jua*
Penundaan oleh orang kaya adalah kezhaliman. 35 1
Dalam riwayat lain disebutkan:
349. Takhrijnya telah disebutkan dimuka.
350. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/305). At-Tirmidzi (3598). Ibnu Majah (1752), Ibnu Hibban (3428), Ibnu
Khuzaimah (1901), Al-Kharaithi dalam A/-Masavv/ (618). Al-Baihaqi (3/345), Al-Baghawi (1395) dan di-
hasan- kan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah (1211) dari Abu Hurairah.
351 . Diriwayatkan oleh Malik (2/674), Ahmad (2/279). Ai-Bukhari (2287), Muslim (1564), Abu Dawud (3345),
An-Nasa’i (7/317), Ibnu Hibban (5053) dan Ath-Thahawi Musykit(4IB) dari Abu Hurairah.
1 80 1 d'l>} s.i Besar
y y^
oJiS' #1
'a £ -Jds
ph al
Penundaan oleh orang yang mampu adalah kezhaliman. Ia halal kehor-
matannya dan dihukumP 52
Pasal
Termasuk kezhaliman juga, seorang suami yang menzhalimi hak
istrinya; baik berupa maharnya, nafkahnya, atau pun pakaiannya. Semua
itu masuk ke dalam sabda Nabi 5^£:
y
* >'0 „ >
aj2_P ®
yy o
S*
L><-) U»-l Jl
Penundaan oleh orang yang mampu adalah kezhaliman. Ia halal
kehormatannya dan dihukum. 353
Ibnu Mas'ud berkata, "Pada hari kiamat, seseorang akan
dipegang tangannya, lalu diserukan kepada khalayak ramai, 'Ini adalah
rulan bin fulan. Barangsiapa mempunyai hak atasnya, hendaklah ia
mengambilnya."' Lalu Ibnu Mas'ud melanjutkan, "Seorang wanita yang
mempunyai tuntutan kepada ayahnya, saudara laki-lakinya, atau
suaminya akan menjadi gembira karenanya." Kemudian beliau
membacakan ayat:
j L-uj b t
b' J
maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan
tidak ada pula mereka saling bertanya. (Al-Mukminun: 101)
Ibnu Mas'ud melanjutkan, "Lalu Allah mengampuni dosa-dosa
vzng berkaitan dengan hak-Nva sekehendak-Nya. Tetapi Dia tidak akan
mengampuni dosa-dosa yang berkaitan dengan hak-hak manusia.
Kemudian orang itu ditegakkan di hadapan orang banyak, dan Allah
u ' memerintah-kan orang-orang yang mempunyai hak atas orang itu,
Ambillah hak-hak kalian!' Lalu Allah berfirman kepada malaikat,
'Ambillah dari amal-amal baiknya kemudian berikanlah kepada orang-orang
yang berhak sesuai dengan tuntutannya1.' Jika orang itu termasuk orang
yang dikasihi oleh Allah dan tersisa dari kebaikannya kebaikan seberat
biji jagung, maka Allah A; melipatgandakannya hingga akhirnya dia
352. Diriwayatkan oleh Ahmad (4/222). An-Nasa’i (7/316). Abu Dawud (3628), Ibnu Majah (2427). Ath-Thabrani
(7249) dan Al-Hakim (4/102). Dan di-shah/h-kan oleh Asy-Syaikh dalam /4/-/rwa’(1434).
353. Takhrij-nya telah disebutkan dimuka.
Berbuat Aniaya ►► 181
masuk ke dalam surga. Kalau ia termasuk hamba yang celaka dan tidak
ada sisa amal sedikit pun, maka malaikat akan berkata, 'Oh Rabb kami,
kebaikan orang ini sudah habis, sedangkan tuntutan terhadapnya masih
banyak!' Allah menjawab, ' Ambillah dari kejahatan mereka (yang menuntut)
itu lalu tambahkan kepada kejahatannya !' lalu orang itu pun dilemparkan
ke dalam neraka."35'1
Pernyataan Abdullah bin Mas'ud ini sesuai dengan hadits
sebelumnya yaitu, Rasulullah ^ bertanya kepada para sahabat, "Tahukah
kamu, siapakah orang yang bangkrut itu?" Sahabat menjawab, "Wahai
Rasulullah, menurut kami orang yang bangkrut adalah orang yang tidak
memiliki dirham atau kekayaan" Rasulullah menjelaskan, "Sebe-
narnya orang yang bangkrut dari ummatku itu adalah orang yang datang
pada hari kiamat dengan membawa shalat, shiyam, dan haji. Namun ia datang
dalam keadaan telah mencela si anu, mengambil harta si anu, melecehkan
kehormatan si anu. memukul si anu, dan menumpahkan darah si anu. Maka
kebaikannya diambil untuk si anu , diambil lagi untuk si anu. Apabila
kebaikannya sudah habis sebelum habisnya kesalahannya terhadap orang-or-
ang itu, maka diambillah kejahatan orang-orang itu lalu dipikulkan kepadanya,
hingga akhirnya ia masuk neraka ,"355
Pasal
Termasuk kezhaliman pula; jika seseorang mempekerjakan
seseorang untuk suatu pekerjaan tetapi ia tidak membayarkan upahnya.
Ini berdasarkan sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam
Bukhariy bahwa Rasulullah igs; bersabda:
.Ap
J
\ L>- \ 4>LJLh >
W 3 i . 3 J 3 T >3 , 3 ^3 ‘ \ * * / / ‘ /O " f * ’ 1 . * f
3 J>r' 4.L2AJ pj J ^ br j j AJLoj 15 li 1
2JW <0Jl J U
Allah ta'ala berfirman, "Tiga golongan manusia yang pada hari kiamat kelak
Aku akan mendebatnya; orang yang berjanji dengan menyebut nama-Ku lalu
ia mengingkarinya, orang yang menjual orang merdeka kemudian memakan
hasil penjualan itu, dan orang yang mempekerjakan buruh lalu buruh itu
menyelesaikan pekerjaannya, namun orang itu tidak mau membayar
upahnya.35b
354. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir (18/42). Ibnui Mubarak dalam Az-Zu/ic/(1416) dan Abu Nu'aim (4/202).
355. Takhrij- nya telah disebutkan dimuka.
356. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2227.2270) dari Abu Hurairah,
D~6 Besar
182
Begitu juga jika ia menzhalimi seorang yahudi atau nasrani, atau
membebaninya melebihi kemampuannya. Atau mengambil sesuatu
darinya tanpa kerelaan hatinya, maka itu semua termasuk ke dalam
firman Allah '...Aku akan mendebatnya pada hari kiamat ...'
Dan termasuk juga ke dalamnya, seseorang yang bersumpah palsu
tidak mengakui hutang yang menjadi tanggungannya. Sebab Rasulullah
telah bersabda:
l l' Id'
J v
. .1 jJb
. o ) Si'-' » ^
Ij, Jj»\
4d jLti aJs- >
il' d L. Ja5 O' « '15 «Jd' j w i U i iwo buli j \S~ o' i Wi
Barangsiapa berusaha untuk memiliki hak seorang muslim dengan sumpahnya,
maka Allah mewajibkan baginya neraka dan mengharamkan atasnya surga.
Salah seorang sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana kalau yang
diambilnya itu sedikit?" Rasulullah menjawab. " Sekalipun hanya sepotong
batang kayu arak (kayu untuk bersiwak )."357
Takutlah qishash di esok hari
Kala segala perbuatan ditimbang dengan sangat teliti
Pada suatu tempat, tiada seorang pun kecuali orang yang mendongak
yang bermuka masam, yang ketakutan dan yang tertunduk.
Anggota badan menjadi saksi; dan penjaranya
Adalah neraka, yang hakimnya mempunyai adzab yang pedih
Teruslah menunda-nunda sementara kau berpunya
Besok kau bisa membayarnya kala kau telah papa
Diriwayatkan, yang paling tidak disukai oleh seseorang pada hari
l<iamat kelak adalah berjumpa dengan orang yang pernah dikenal di
dunia. Sebab ia khawatir jangan-jangan orang itu menuntutnya
berkaitan dengan kezhaliman yang pernah dilakukannya di dunia.
Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah tgg:
a'3 i a - % i 3 ’o ai.'’'*}31"*'
»U yd\ oUiJ' jlSilsti' aldiJj sLjj pe>- 'OsUjL' > LjJA) J; b-2 i
S. inti pada hari kiamat kalian benar-benar akan menunaikan berbagai hak
-.epada yang memilikinya. Sampai-sampai akan dibalaskan untuk seekor
•-ambing yang tidak bertanduk atas perbuatan kambing yang bertanduk."358
x~ ~3<nrij- nya telah disebutkan dimuka.
Izc 3 -wayatkan oleh Muslim(2582). Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad( 183). At-Tirmidzi (2420), Ibnu
- roan (7363) dan Ahmad (2/235,323) dari Abu Hurairah.
Berbuat Aniaya ►► 183
Rasulullah ^ bersabda
OjSsj ^ Ji . Li f j^}\ 41 £ gC* j' ^ A^JJ^L* aJ sJl^jlS^ j.
4j ■ <, ,^J O i * 4vk 11? ^ i jJL *Wa J_>- 1 L? Lj^P 43 ! 0 ir lJ 1 ^ O V, ' ll
t -
4JLP ‘Uz>-L-3 oL4~“ ‘r-4 -L^l C4U-
Barangsiapa pernah menganiaya saudaranya, baik berkaitan dengan
kehormatannya atau sesuatu yang lain, hendaklah ia meminta kerelaannya
sekarang, sebelum datangnya hari yang tidak ada lagi dinar ataupun dirham.
jika ia mempunyai amal shalih, maka akan diambillah dari amalnya itu
sebanyak kezhalimannya. Dan jika ia tidak mempunyai amal kebajikan, maka
akan diambillah kejahatan orang yang dianiayanya itu lalu dipikulkan
kepadanya, lalu ia dilemparkan ke neraka A59
'Abdullah bin Abud-Dunya meriwayatkan sebuah hadits yang
sanadnya sampai kepada Abu Ayyub al-Anshariy bahwa Rasulullah
bersabda, "Pada hari kiamat kelak, yang pertama-tama berbantah-bantahan
adalah seorang laki-laki dengari istrinya. Demi Allah, bukanlah lisan istrinya
yang berbicara, tetapi tangan dan kakinya. Keduanya memberikan kesaksian
yang memberatkannya berkaitan dengan perbuatannya yang menyakitkan
suaminya di dunia dulu. Begitu juga tangan dan kaki laki-laki itu memberikan
kesaksian atas apa yang telah dilakukannya terhadap istrinya, yang baik atau
yang buruk. Kemudian ditemukan pula antara seorang laki-laki dengan
pelayannya. Bukan dirham atau dinar yang diambil dari mereka, melainkan
kebaikan orang yang zhalim diserahkan kepada orang yang terzhalimi dan
keburukan orang yang terzhalimi diambil dan diserahkan kepada orang yang
menzhalimi. Kemudian orang-orang yang kejam akan dihadapkan dengan
rantai dari besi, lalu dikatakan, jerumuskan mereka ke dalam neraka !"m
Syuraih al-Qadli berkata, "Orang-orang yang zhalim itu benar-
benar akan mengetahui bahwa orang yang zhalim itu menunggu
siksaan, sedangkan orang yang dizhalimi itu menunggu pertolongan
dan pahala."
Diriwayatkan bahwa ia juga bertutur, "Jika Allah menghendaki
kebaikan bagi seorang hamba, maka Allah akan memberikan kuasa
kepada seseorang untuk menzhaliminya."
359. Takhrij- nya telah disebutkan di muka.
360. Lemah sekali: Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani Al-Kabir( 3969) dari jalur Abdullah bin Abdul Aziz Al-Laitsi
dari Ibnu Syihab dari Atha’ bin Yazid dari Abu Ayyub dengan me-marfu‘-kannya. Ai-Haitsami berkata
dalam Al-Majma' (10/349) dan di dalamnya terdapat Abdullah bin Abdul Aziz, sedangkan ia dha 1f. Dan
Adz-Dzahabi menyebutkan hadits ini sebagai kebatilan dari Al-Laitsi ini.
184
D:d\* Besar
Suatu hari Thawus al-Yamaniy datang menghadap Hisyam bin
'Abdul Malik (salah seorang penguasa Bani Umayyah), lalu berkata
kepadanya, "Takutlah kepada Allah berkenaan dengan hari adzan/"
Hisyam bertanya, "Apakah hari adzan itu?" Thawus menjawab, "Allah
ta'ala berfirman '...kemudian seorang penyeru (muadzin) mengumumkan
(beradzan) di antara dua golongan itu, 'Kutukan Allah ditimpakan kepada
orang-orang yang zhalim! (Al-A'raf: 44)” Hisyam pingsan mendengarnya.
Maka Thawus pun berkata, "Ini baru akibat mendengar sifatnya, apalagi
kalau nanti mengalami sendiri? Hai orang yang rela disebut sebagai si
zhalim, sudah berapa banyak kezhalimanmu?! Penjara nanti adalah
Jahannam, dan Allah adalah Hakim!"
Pasal Larangan Berkumpul dan Bergaul Dengan Orang-
orang Zhalim
Allah iu: berfirman:
p ‘JLJ» yj\ J\ 1
Dan janganlah kalian cenderung kepada orang-orang yang zhalim yang
menyebabkan kalian disentuh api neraka (Hud: 113)
Maksud cenderung pada ayat di atas adalah perasaan senang
disertai rasa cinta.
Ibnu 'Abbas zS berkata, "Janganlah kamu cenderung dengan
sepenuh hati dan cinta serta berbicara lemah lembut penuh kasih."
As-Suddiy dan Ibnu Zaid berkata, "Janganlah kalian menjilat or-
ang-orang zhalim itu!"
'Ikrimah berkata, "Maksud ayat itu adalah mentaati dan mencintai
mereka."
Abui 'Aliyah berkata, "Janganlah kamu merasa rela dengan
perbuatan mereka, '...sehingga kamu disentuh api neraka ...' (Hud: 113)
maka kamu akan terkena hembusan angin panasnya, ’...dan sekali-kali
kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah...' (As-Shaffat :
22)"
Ibnu 'Abbas berkata, "Kamu tidak akan mempunyai penolong
yang menolongmu dari adzab Allah, '...Kemudian kalian tidak akan diberi
pertolongan...' (As-Shaffat : 22) yakni tidak akan ditolong dari adzab-Nya."
Allah ;M berfirman:
Berbuat Aniaya ►► 185
( kepada malaikat diperintahkan) -."Kumpulkanlah orang-orang yang zalim
bersama teman sejawat mereka (As-Shaffat : 22)
Ibnu Mas'ud berkata, Rasulullah syg bersabda, "Akan datang suatu
masa di mana para penguasa dikelilingi oleh para pembantu dan sanak kerabat.
Mereka berbuat zhalim dan berdusta. Barangsiapa menemui mereka dan
membenarkan kedustaan mereka serta membantu kezhaliman mereka, maka
ia bukan golonganku dan aku bukan dari golongannya. Dan barangsiapa
tidak menemui mereka serta tidak membantu kezhaliman mereka, maka ia
termasuk golonganku dan aku termasuk golongannya."361
Masih dari Ibnu Mas'ud ^ , Rasulullah bersabda, "Barangsiapa
membantu orang zhalim maka ia akan dikuasainya."301
Sa'id bin Musavvib zjZ berkata, "Janganlah kamu penuhi
penglihatanmu dengan melihat kepada para pembantu orang-orang
zhalim kecuali dengan perasaan ingkar di dalam hati, agar amal-amal
shalihmu tidak berguguran."
Makhul ad-Dimasyqiy ziz berujar, "Pada hari kiamat kelak akan
diserukan 'Mana orang-orang zhalim dan pembantu-pembantu
mereka?" Maka tidak disisakan di sana seorang pun yang hanya
memberikan tinta kepadanya atau meruncingkan pensilnya dan
seterusnya. Semuanya akan hadir bersama dan dikumpulkan dalam
sebuah peti dari api lantas dilempar-kan ke dalam neraka."
Seorang laki-laki tukang jahit datang menemui Sufyan ats-Tsauriy
dan berkata, "Saya seorang penjahit baju sultan, apakah termasuk
pembantu orang yang zhalim?" beliau menjawab, "Bahkan kamu
termasuk orang yang zhalim. Adapun pembantu orang zhalim itu adalah
orang yang menjual jarum dan benang kepadamu!”
Diriwayatkan bahwa Nabi bersabda, "Yang pertama akan masuk
neraka pada hari kiamat nanti adalah tukang-tukang cambuk.363 Yaitu or-
ang-orang yang selalu membawa cambuk dan mencambuk orang-orang di
hadapan orang yang zhalim."
361 . Diriwayatkan oleh Ahmad (3. 24). Ibnu Hibban (286) dan Abu Ya'la dari Abu Sa:id. Al-Haitsami berkata (5/
246), '“Di dalamnya terdapat Sulaiman bin Abu Smaiman Al-Qurasyi. aku tidak mengenalnya, namun para
perawi yang lainnya adalah para perawi Ash-Shahih."
362. Maudhu': Diriwayatkan oleh Abu Hafs A!-Kat!ani dalam bagian haditsnya (141-142). Dan Asy-Syaikh
berkata dalam Adh-Dha'ifah (1937) dan Adh-Dha‘if( 5453). 'maudhu'.
363. Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Ausatn (6635). Ibnu Adi (7/267) dari jalur Hisyam bin Ammar,
telah menceritakan kepada kami A!-Walid bin Muslim, telah menceritakan kepada kami Hamniad bin
186 1 D:D%a Besar
Ibnu 'Umar Ak berkata, "Pembantu orang zhalim dan hulubalang-
nya adalah anjing-anjing neraka pada hari kiamat kelak."
Diriwayatkan bahwa Allah mewahyukan kepada Nabi Musa
"Perintahkanlah kepada Bani lsrail (dalam satu riwayat; perintahkanlah or-
ang-orang yang zhalim dari Bani lsrail) supaya mereka tidak menyebut nama-
Ku. Sebab Aku akan menyebut orang yang menyebut nama-Ku, dan sebutan-
Ku terhadap mereka adalah berupa laknat."
Dalam riwayat yang lain; Sesungguhnya Aku menyebut orang yang
menyebut-Ku di antara mereka dengan laknat."
Nabi juga bersabda, " janganlah seseorang di antara kalian berdiri
di tempat orang yang teraniaya sedang dipukuli. Sesungguhnya laknat itu
akan turun kepada siapa saja yang ada di tempat kejadian itu, kecuali mereka
yang membelanya."36 4
Diriwayatkan dari Rasulullah bahwa beliau bersabda, "Seorang
laki-laki didatangi oleh malaikat di dalam kuburnya, kemudian malaikat itu
berkata, 'Kami akan memukulmu dengan seratus pukulan!’ Orang itu
berulang-ulang meminta keringanan kepada malaikat itu hingga akhirnya
menjadi hanya satu pukulan, lalu malaikat itu memukulnya. Maka menyalalah
api di dalam kuburnya. Orang itu bertanya, 'Mengapa kamu memukulku
dengan pukulan tadi?' Para malaikat menjawab, 'Karena engkau shalat tanpa
tersuci dan engkau pernah berjalan melewati orang yang teraniaya namun
engkau tidak menolongnya!' Itu adalah keadaan orang yang tidak menolong
orang yang teraniaya, padahal ia mampu menolongnya."365
Dalam Shahih Bukhariy dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah
bersabda:
dii-a JlT
} S 5«
i -^2j'
J lii L» U-ii-* * I L<J lii li- 1
w -K J y
0
f
3
J >
Salamah. telah menceritakan kepada kami Abu Mahzam dari Abu Hurairah. Sedangkan Abu Mahzam
Matruk, namanya adalah Yazid bin Sufyan. Ibnu Adi berkata: Hadits ini ghairu mahfuzh.
364. Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani (11675) dan jalur Mundil bin Ali oari Asad bin Atha' dari ikramah dari ibnu
Abbas. Ai-Haitsami berkata (6284! 'Di dalamnya terdapat Asad bin Atha. Al-Azdi berkata ia adalah majhul,
sedangkan Mundil telah dipandang isiaah oieh Abu Hatim. namun Ahmad dan lainnya men-dha'ff-kannya.
Sedangkan perawi lainnya tsiaat.
365. Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari Hadits Ibnu Umar yang di dalamnya terdapat Yahya bin Abdullah bin
Adh-Dhahak Al-Babiluti. la seorang yang dha 'it. Al-Mundziri dalam At- 7argb® menisbatkannya pada Abu
Syaikh dalam A!- Taubikh sembari mengisyaratkan ke-ctoT-annya. Kukatakan, aku tidak menemukannya
di sana.
Berbuat Aniaya ►► 187
Tolonglah saudaramu baik ia dalam keadaan zhalim ataupun mazhlum
(terzhalimi) ! Seorang sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, saya bisa
menolongnya apabila ia terzhalimi, lalu bagaimana jika ia zhalim?" Beliau
menjawab, "Engkau cegah ia dari melakukan perbuatan zhalim itu. Itulah
bentuk pertolonganmu untuknya
Seorang yang arif pernah bercerita, "Suatu malam saya bermimpi
melihat seorang laki-laki yang sudah meninggal dunia beberapa lama.
Orang itu semasa hidupnya suka melayani orang-orang zhalim dan
pemungut cukai. Keadaannya sangat buruk sekali, lalu saya bertanya,
'Bagaimana kabarmu?' Ia menjawab, 'Kabar buruk!' Saya bertanya lagi,
'Kamu mau ke mana?' Ia menjawab, 'Ke adzab Allah.' Saya bertanya
lagi, 'Bagaimana keadaan orang-orang yang zhalim di sana?' Ia
menjawab, 'Keadaan mereka buruk sekali. Tidakkah Anda mendengar
firman Allah:
Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana
mereka akan kembali. (Asy-Syu’ara': 227)
Seorang arif yang lain menyampaikan, "Saya pernah melihat
seorang laki-laki yang terpotong tangannya sampai ke pundaknya. Or-
ang itu berkata, 'Barangsiapa sudah melihatku, maka janganlah pernah
berbuat zhalim lagi kepada seseorang!' Saya mendekatinya lalu bertanya,
'Wahai saudara, apa kisahmu?’ Orang itu menjawab, 'Kisahku sangat
aneh. Dahulu aku adalah seorang pembantu orang yang zhalim. Suatu
hari, aku melihat seorang nelayan yang telah berhasil menangkap seekor
ikan yang sangat besar. Aku tertarik kepada ikannya, lalu menemuinya
dan kekatakan, 'Berikan ikan itu kepadaku!' Orang itu menjawab, 'Aku
tidak akan memberikannyakepadamu. Aku akan menjualnya untuk
memberi makan keluargaku.' Lalu orang itu aku pukul dan kuambillah
ikannya secara paksa. Aku pun pulang dengan membawa ikan itu.
Ketika saya sedang berjalan sambil membawa ikan itu, tiba-tiba ikan
itu menggingit ibu jari tanganku dengan kuat sekali. Setibanya di rumah,
ikan itu aku lemparkan dari tanganku begitu saja dan aku pegang ibu
jari tanganku. Rasanya sakit sekali sehingga aku tak bisa tidur
dibuatnya. Lukaku membengkak, dan keesokan harinya aku pergi
menemui seorang tabib. Aku ceritakan kepada tentang sakitku. Ia
berkata, ’Ibu jarimu harus dipotong, karena sudah membusuk. Kalau
366. S/iab/L Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2443.2444), Ahmad (3/99) dan At-Tirmidzi (2282) dari Anas,
diriwayatkan oleh Ahmad (3/324) dan Muslim (2584) dari Jabir.
188 D:o%aBesar
tidak ia akan menjalar ke tanganmu!’ Maka ibu jariku pun dipotong.
Akan tetapi, rasa sakitnya tidak hilang, sehingga malamnya aku tidak
bisa tidur dan tenang. Ada yang menyarankan supaya kupotong saja
telapak tanganku, karena sakitnya yang tak tertahankan lagi, aku pun
mengikuti saran itu, kupotong telapak tanganku. Rupanya rasa sakit
itu tetap tinggal. Bahkan akhirnya menjalar sampai ke lengan. Saya tak
tahan lagi dan mulai berteriak. Ketika ada yang menyarankan supaya
kupotong sampai siku-siku, aku pun melakukannya. Namun tetap saja
rasa sakitnya menjalar sampai ke lengan atas dan lebih sakit dari pada
sebelumnya. Seseorang menyarankan agar kupotong tanganku sampai
pangkal lengan. Aku pun mengikuti sarannya. Lalu ada orang yang
menanyakan kepadaku penyebab sakitku itu. Aku pun menceritakan
bahwa aku telah merampas ikan milik nelayan itu. Orang itu berkata,
"Wah, andaikata sejak pertama kali sakit Anda pergi menemui nelayan
itu dan meminta maaf serta kerelaannya lalu dia menerimanya, tentu
Anda tidak perlu memotong tangan Anda. Sekarang, cobalah untuk
mencarinya, dan mintalah maaf kepadanya sebelum penyakit ini
menjalar ke seluruh tubuh Anda!” maka aku pun pergi mencari nelayan
ituke berbagai penjuru kota. Sampai akhirnya kutemukan ia dan kucium
kakinya sambil menangis. Aku katakan, 'Tuan, saya mohon dengan
menyebut nama Allah, sudilah kiranya tuan memaafkan saya!' Nelayan
itu terkejut lalu bertanya, 'Anda ini siapa?' Aku pun menjawab, 'Saya
adalah orang yang beberapa hari yang lalu telah merampas ikan milik
Tuan secara paksa.' Lalu aku ceritakan kepadanya apa yang sudah terjadi
padaku. Aku perlihatkan tanganku kepadanya dan kala melihatnya,
nelayan itu menangis seraya berkata, 'Wahai saudaraku, aku telah
memaafkanmu setelah melihat bencana yang menimpamu ini.'
Kemudian aku bertanya, 'Tuan, demi Allah, apakah tuan telah
mendoakan saya dengan doa yang tidak baik ketika saya merampas
ikan itu tempo hari?' Nelayan itu menjawab, 'Benar. Saya berdoa 'ya
Allah, orang itu telah memaksakan kehendaknya kepadaku dengan
kekuatannya atas kelemahanku, la merampas rezki yang telah Engkau
anugerahkan kepadaku secara zhalim. Karenanya, tunjukkanlah
kekuasan-Mu kepadaku atas dirinya!" Aku pun berkata, 'Tuan, Allah
telah memperlihatkan kekuasan-Nya terhadap saya kepada tuan, dan
saya bertaubat kepada Allah dari segala perbuatan zhalim yang telah
lalu, dan saya berjanji tidak akan membantu orang yang zhalim lagi
selama hidup saya. Insyd'allah wa billdhit taufiq."'
Berbuat Aniaya ►► 189
Nasihat
Wahai saudaraku, berapa banyak kematian itu mengeluarkan
nyawa dari sarangnya tanpa diketahuinya?! Berapa banyak tubuh
diletakkan di bumi tanpa disadarinya?! Berapa banyak ia sudah membuat
mata mengalirkan air seperti mata air setelah ia tenang tak berombak?!
Hai orang yang berpaling karena nikmat duniawi
Engkau kan terputus darinya, suka tidak suka
Kejadian itu menghenyakkan manusia dari kampungnya
Juga burung-burung dari sarangnya
Di manakah raja timur dan barat?! Juga pembikin keramaian dari
berbagai penjuru?! Juga mereka yang rajin berkebun?! Dan yang telah
menggapai harapannya serta telah menikahi para gadis?! Di mana?!
Ada burung gagak menggaok di negerinya dari antara sekian suara!
Ia mengetuk dalam candanya ketukan yang dahsyat. Guntur dan guruh
menggelegar padanya. Ia diantar oleh para pecinta yang belum berpisah,
lalu ditinggalkan oleh teman dan para sahabat. Ia dipindahkan dari
antara makhluk ke hadapan al-Khaliq.
Demi Allah, ia telah dijemput maut tanpa belas kasih. Ia dihinakan
secara paksa setelah ia begitu mulia. Digantikan baginya tanah kasar
setelah kasur yang empuk. Cacing-cacing mengkoyak-koyaknya
sebagaimana ia mengkoyak-koyak bajunya. Ia dalam kesusahan yang
sangat dari kehidupannya. Jauh dari teman seakan tiada pernah punya
kenalan.
Demi Allah, penjagaan tiada manfaat baginya. Hartanya pun tiada
mengembalikannya. Bahkan semua bekal yang dibawanya membuatnya
dalam bahaya. Dan demi Allah, ia benar-benar akan menjadi pelajaran
bagi siapa yang 'kan lewat dan memotong jalan yang berliku. Ia
tergadaikan tanpa tahu adakah kecelakaan ataukah selamat. Inilah
bagianmu dalam beberapa hari mendatang, yang hari ini kamu tiada
pernah memimpikannya.
Sungguh, duniamu tiada indah. Apa yang kau dengar kini esok
' kan kau saksikan, sempurna! Akan terjadi bagi diri ini juga dirimu!
Celaka! Adakah kata-kata ini membekas di hatimu?!
190 D u' uiBesdi'
MEMUNGUT CUKAI
Djsa
Besar
Perbuatan memungut cukai termasuk ke dalam firman Allah :
r j. j V 1 j a -.j-Ul ^ - -*d' L*j|
«e’* '
'Jij WJLip
Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zhalim kepada manusia
dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat adzab
yang pedih. (Asy-Syura: 42)
Orang yang memungut cukai itu adalah orang yang paling besar
bantuannya kepada orang-orang yang zhalim. Bahkan ia sendiri
termasuk yang zhalim. Sebab, ia telah mengambil apa yang bukan
menjadi haknya dan memberikannya kepada yang tidak berhak.
Nabi bersabda:
"Pemungut cukai itu tidak akan masuk surga"
Beliau juga bersabda:
"Tidak akan masuk surga orang yang kerjanya memungut cukai"**7
Pemungut cukai itu memikul tanggung jawab penganiayaan
terhadap manusia. Pada hari kiamat kelak mereka tidak akan menda-
patkan sesuatu untuk membayar kembali hak orang yang sudah diam-
367. Diriwayatkan oleh Ahmad (4/143.150). Abu Dawud (2937), Ad-Darimi (1673), Ibnu Khuzaimah (2333), Abu
Ya’la (1750), Ath-Thabrani (17 317878). Ibnu! Jarud (339) dan Al-Hakim (1/404) dari Uqbah bin Amir. Di-
dha‘if- kanoleh Asy-Syaikh dalam D/ia7M/-Jam/'(6341)dan Dha'JfAbi Dawud (631). Namun aku beium
menemukan teks hadits yang pertama. Wallahu Alam
Memungut Cukai ►► I 9 I
bilnya. Sesungguhnya mereka akan membayarnya dengan diambilkan
kebaikannya jika ia mempunyai kebaikan.
Rasulullah jgg bersabda, "Tahukah kamu, siapakah orang yang bangkrut
itu?" Sahabat menjawab, "Wahai Rasulullah, menurut kami orang yang
bangkrut adalah orang yang tidak memiliki dirham atau kekayaan"
Rasulullah yW menjelaskan, "Sebenarnya orang yang bangkrut dari
ummatku itu adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa
shalat, shiyam, dan haji. Namun ia datang dalam keadaan telah mencela si
anu, mengambil harta si anu, melecehkan kehormatan si anu, memukul si
anu, dan menumpahkan darah si anu. Maka kebaikannya diambil untuk si
anu, diambil lagi untuk si anu. Apabila kebaikannya sudah habis sebelum
habisnya kesalahannya terhadap orang-orang itu, maka diambillah kejahatan
orang-orang itu lalu dipikulkan kepadanya, hingga akhirnya ia masuk
neraka ."3bR
Pemungut cukai itu sama dengan perampok atau pencuri. Semua
orang yang terlibat dalam pekerjaan pemungutan cukai itu seperti
menulisnya, saksinya, petugas yang memungutnya; mereka semua
bersekutu dalam berbuat dosa. Mereka semua memakan barang haram.
Rasulullah ^ bersabda:
-'S ; J ' ' , 3 J,
4j _! 1 1 I 'W 1 U— ^->J ‘UStJ I b-_tj
- • O ^ s - ‘ V
"Daging yang tumbuh dari barang haram tidak akan masuk surga. Neraka
lebih pantas sebagai tempat tinggalnya." m
Ketika menafsirkan firman Allah:
Katakanlah, "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya
yang buruk itu menarik hatimu" (Al-Maidah: 100)
Al-Wahidiy menyebutkan bahwa sahabat Jabir berkata,
"Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah yg, 'Wahai Rasulullah,
dahulu khamr adalah dagangan saya. Saya telah mengumpulkan harta
yang banyak dari hasil menjualnya. Apakah harta itu dapat menda-
tangkan manfaat bagi saya jika saya mempergunakannya untuk berbuat
taat kepada Allah?' Beliau menjawab, 'Seandainya harta-mu itu kamu
368. TaWinfnya telah disebutkan di muka.
369. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab (5373.5374) dari Uqbah bin Amir sedangkan Isnadnya
shahih. Dan selanjutnya akan terdapat hadits dengan lafadz riwayat Abu Bakr.
D:D%a Besar
192
gunakan untuk menunaikan haji, berjihad, atau bersede-kah, maka nilainya
tidak sebanding dengan sehelai sayap nyamuk. Allah tidak akan menerima
kecuali yang baik.' Kemudian Allah menurunkan ayat ini sebagai
pembenaran atas sabda Nabi tersebut.
Katakanlah, "Tidak sama yang buruk dengari yang baik, meskipun banyaknya
yang buruk itu menarik hatimu" (Al-Maidah: 100) 370
'Atha' dan al-Hasan berkata, "Maksud yang baik dalam ayat
tersebut adalah yang halal dan maksud yang buruk adalah yang haram."
370. Telah disebutkan dalam Asbabun Nuzul oleh Al-Wahidi (hal: 1 2 1 ) tanpa isnad.
Memungut Cukai ►► 193
D
sa
Besar
MEMAKAN BARANG HARAM
Allah berfirman:
_<4 *kS\y\ i Jrk Yj
Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di
antara kamu dengan jalan yang batil (Al-Baqarah: 188)
Ibnu Abbas 'S berkata, "Maksudnya adalah dengan sumpah palsu,
yang dengan sumpah palsu itu seseorang bisa mendapatkan harta saudaranya
secara batil."
Memakan dengan cara yang batil itu ada dua macam;
Pertama, diperoleh dengan jalan kezhaliman seperti; merampas,
berkhianat, atau mencuri.
Kedua, diperoleh dengan cara bermain seperti; berjudi, tempat-tempat
hiburan, dan lain-lain.
Dalam Shahih Bukhari disebutkan, Rasulullah bersabda:
QJi /
,13' L
LL '.L*
3 f ^ i
) 1—5
^ \j>r \ vl) t
Sesungguhnya orang-orang yang menceburkan diri ke dalam harta Allah tanpa
hak, maka bagi mereka disediakan neraka pada hari kiamat. '’'1
Di dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa Nabi bersabda:
>\ 4-0-* /7 4 s J \ L
v y • J -
CiJJJLJ
U Jj ajIu jUj jS
> - .
X - .. z'./ * ^ ^
-o ^ li > ; * a' j > l Aj t
371. Takhrij-nya telah disebutkan di muka.
Memakan Barang Haram ►► i 95
"Ada seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh hingga rambutnya
penuh debu. Ia mengangkat tangannya ke langit seraya berdoa, 'Ya Rabb, ya
Rabb!' sedangkan tempat makanannya haram, tempat minumannya haram,
pakaiannya haram, dan juga makanannya haram, maka bagaimana doanya
akan dikabulkan!"’''2
Dari Anas , "Saya berkata kepada Rasulullah -jyg, 'Wahai
Rasulu-llah, mohonkanlah kepada Allah supaya Dia menjadikanku
seorang yang doanya selalu terkabul.’ Beliau menjawab, 'Wahai Anas,
perbaikilah usahamu niscaya doamu akan terkabul. Sesungguhnya orang yang
mema-sukkan sesuap barang haram ke mulutnya, doanya tidak akan
dikabulkan selama empatpuluh hari.""73
Al-Baihaqiy meriwayatkan sebuah hadits dengan sanad yang
sampai kepada Nabi beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah membagi-
bagikan akhlak kalian 'itu sebagaimati membagi-bagikan rezki. Sesungguh-
nya Allah memberikan dunia kepada orang yang dicintai-Nya dan yang tidak
dicintai. Tetapi Dia hanya memberikan dien kepada orang yang dicintai-Nya.
Tidaklah seseorang mengusahakan harta haram, kemudian menufkah-kannya
lalu diberkati, dan menyedekahkannya lalu diterima. Dan tidaklah ia
meninggalkannya di belakangnya kecuali harta itu akan menjadi bekalnya ke
neraka. Sesungguhnya Allah tidak akan menghapus keburukan dengan
keburukan, melainkan menghapus keburukan dengan kebaikan."373
Ibnu 'Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda,
"Dunia itu manis dan hijau. Barangsiapa berusaha di dalamnya secara halal
lalu menafkahkannya pada jalan yang benar, niscaya Allah akan mengganjar-
nya dan mewariskan surga baginya. Dan barangsiapa berusaha di dalamnya
melalui cara yang haram dan membelanjakannya pada jalan yang tidak benar,
niscaya Allah ta'ala akan memasukkannya ke tempat yang hina (neraka).
372. Diriwayatkan oleh Muslim (1015). At-Tirmidzi (2989). Ad-Darimi (696), Ahmad (2/328) dan Al-Baihaqi Asy-
Syu'ab (11 18).
373. Hadits ini bukan dari Anas. tetapi yang meminta hal tersebut adalah Sa’ad. lantas Rasulullah saw
bersabda, "Wahai Sa'ad. perbaikilah makananmu, pasti engkau akan menjadi orang yang doanya terkabul.
Demi Dzat Yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman tangan-Nya, sungguh seorang hamba
memasukkan sesuap makanan yang haram ke dalam perutnya yang menyebabkan amalnya selama
empat puluh hari tidak diterima. Hamba mana saja yang dagingnya tumbuh dari barang haram dan riba,
maka neraka lebih layak untuk dirinya. Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Ausath (6495) dari Ibnu
Abbas secara mariu’. Al-Haitsami berkata (10/291 ) di dalamnya terdapat perawi yang tak kukenal.
374. Diriwayatkan oleh Ahmad (1/387), Al-Hakim (1/34 ). Ibnu Adi (4/166). A!-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab (599),
Abu Nu'aim (4/1 66) dan Ibnul Jauzi dalam Al- 1/a/ (2/352) dari Ibnu Mas'ud secara marfu’. Dan diriwayatkan
oleh Ibnul Mubarak dalam Az-Zuhd[ 11 34) Zawaid. dan Ibnu Abi Syaibah (3/294), Al- Bukhari dalam Al-
Adab Al-Mufrad (279). Ath-Thabrani (8990/9/229) dan Abu Nu'aim (4/195) secara mauquf dari Ibnu Mas'ud.
Ad-Daruquthni berkata: terdapat sekelompok ulama yang me-ma/fu'-kannya dan sebagian yang lain me-
mauquf- kannya, namun yang benar adalah mauquf.
196 I D:6 Besar
berapa banyak orang yang menceburkan diri pada apa-apa yang haram yang
disenangi hawa nafsunya, mengakibatkan ia masuk neraka pada hari kiamat
nanti. ”7'7
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah bersabda
Barangsiapa tidak mempedulikan dari mana ia mengusahakan harta niscaya Allah
tidak akan mempedulikannya dari pintu mana ia dimasukkan ke dalam neraka.7,76
Abu Hurairah Ajk berkata, "Adalah lebih baik bagi salah seorang
dari kalian memasukkan tanah ke dalam mulutnya dari pada
memasukkan barang haram."1”
Yusuf bin Asbath meriwayatkan, katanya, "Jika ada seorang pemu-
da melakukan ibadat dengan tekun, setan berkata kepada kaki
tangannya, 'Coba kamu lihat dari mana makanannya!’ Jika makanannya
buruk, maka setan akan berkata, 'Biarkanlah ia bersusah payah dan
giat beribadah. Kalian tidak perlu repot lagi. Ketekunannya yang disertai
dengan barang haram itu tidak berguna sama sekali!"'
Ungkapan di atas didukung oleh hadits Abu Hurairah yang
disebutkan dalam Shahih Muslim, di mana Rasulullah mence-ritakan
tentang seorang laki-laki vang berdoa namun tempat makanan-nya
haram, tempat minumannya haram, pakaiannya haram, dan juga
makanannya haram, maka bagaimana doanya akan dikabulkan.
Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa ada dua malaikat di Baitul
Maqdis yang setiap siang dan malam berseru, "Barangsiapa memakan
barang haram maka Allah tidak akan meneriman amalnya yang sunnah
dan yang wajib."
Abdullah bin Mubarak berkata, "Mengembalikan uang satu dirham
vang meragukan itu lebih saya sukai dari pada saya bersedekah seratus
ribu dirham."
/
Nabi bersabda, "Barangsiapa menunaikan haji dengari uang haram,
maka ketika ia mengucapkan kalimat 'Labbaik!', malaikat akan menjawabnya,
Tidak ada labbaik dan tidak pula sadaik, hajimu tidak diterima"'77*
375. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab (5139) dari Ibnu Umar dan di-shahih-kan oleh Asy-
Syaikh dalam Ash-Shahihah (1 592) dan Ash-Shahih (3410).
376. Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani (1660,1661 ,1662) dan Al-Baihaqi (5370) dari Jundub secara marfu
" Barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk tidak mengalirkan darah yang diharamkan dan tidak juga
mengalirkan sedikit darah pun yang diharamkan . maka ia tidak akan mendatangi sebuah pintu dan pintu-
pintu surga kecuali pintu surga sudah berada di hadapannya ketika hendak memasukinya. "Dan isnadnya
tidak ada masalah.
3~7. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Asy-Syuab (5379) secara marfu’ dari Abu Hurairah. Dan isnadnya
shahih.
Memakan Barang Haram ►► 197
Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda,
"Barangsiapa membeli sebuah baju dengan harga sepuluh dirham sedangkan
di dalamnya ada satu dirham uang haram, niscaya Allah tidak akan menerima
shalatnya selama baju itu dipakainya ."37y
Wahb bin al-Ward berkata, "Sekalipun Anda berdiri (shalat) laksana
tiang, itu tidak berguna bagimu sampai kamu memperhatikan apa saja
vang masuk ke dalam perutmu; halalkah atau haramkah?"380
Ibnu Abbas ae» berkata, 'Allah tidak akan menerima shalat sese-
orang yang di dalam perutnya ada makanan haram sampai ia bertaubat
kepada Allah ta'ala darinya."
Sufyan ats-Tsauriy berkata, "Orang yang menafkahkan uang haram
dalam perbuatan taat adalah ibarat orang yang mencuci baju dengan
air seni. Padahal baju tidaklah dicuci kecuali dengan air, dan dosa
tidaklah dihapus kecuali dengan yang halal."
Umar AIA berkata, "Kami membiarkan sembilan persepuluh yang
halal karena khawatir jatuh ke dalam yang haram."
Ka’ab bin Ajrah Agi berkata, “Rasulullah bersabda, 'Tidak akan
masuk surga tubuh yang diberi makan dengan yang haram."'381
Zaid bin Arqam berkata. Dahulu, Abu Bakar mempunyai seorang
budak yang memberikan kepada beliau uang tebusan dirinya. Setiap
kali budak itu datang sambil menyerahkan tebusan itu, Abu bakar selalu
menanyainya, 'Dari mana kamu memperoleh ini?' Jika jawaban budak
Itu merelakannya, maka dimakannya, dan jika tidak maka
ditinggalkannya. Pada suatu malam, budak itu datang membawa
makanan. Kebetulan ketika itu Abu Bakar tengah berpuasa. Maka beliau
pun makan sesuap darinya dan lupa belum menanyakan kepada budak
itu asal makanan yang dibawanya. Sesudah makan, barulah beliau
bertanya, 'Dari mana kamu peroleh makanan itu?' Budak itu menjawab,
Saya pernah menjadi dukun sewaktu masih jahiliyah. Sebenarnya saya
tidak bisa apa-apa, saya hanya membohonginya saja.' Abu Bakar berkata,
278. Al-Mundziri berkata: Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani sedangkan sanadnya dha'if. Dan Ibnu Adi telah
mengeluarkannya (3/1 06) dan IbnuIJauzi dalam Al- ‘llal (2/930).
379. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/98), Ibnu Abi Dunya dalam A/-tVara ' ( 1 73). Ibnu Adi (2/153). Ibnu Hibban
dalam Al-Majruhin (2/38) dan Al-Khathib dalam Al-Jami’( 14/21) sedangkan hadits ini sangat lemah-
sebagaimana dalam Adh-Dha’if (5A2S) dan Adh-Dha1fah(84Q).
380. Diriwayatkan oleh Abu Nu'aim (8/154).
381 . Diriwayatkan oleh Ahmad (3/399). Al-Bazzar (1609) kasyf. Ad-Daarimi dalam Ar-Raqa’iq (hal:714), Abdur
Razzaq (20719), Ibnu Hibban (5567), Ai-Hakim (1/79,4/422), Abu Ya'la (1999) dan Al-Baihaqi Asy-Syu'ab
(5377). Dan hadits ini adalah hadits hasart.
198 1 °‘D%a Besar
'Celaka! hampir saja kamu membinasakan aku!' Kemudian beliau
memasukkan tangannya ke mulutnya supaya dapat memun-tahkannya,
namun tidak bisa. Seseorang memberitahukan bahwa itu bisa
dikeluarkan dengan bantuan air. Maka, beliau pun mengambil air,
meminumnya, dan lalu memuntahkan seluruh isi perut beliau.
Seseorang berujar, 'Semoga Allah merahmati Anda. Apakah ini semua
hanya karena sesuap saja?’ Beliau menjawab, 'Sungguh jika ia tidak
dapat keluar kecuali bersama keluarnya nyawaku aku pasti
melakukannya. Sebab aku telah mendengar Rasulullah -jA?; bersabda,
'Setiap tubuh yang tumbuh dari barang haram itu neraka lebih pantas
untuknya.' Saya khawatir jangan-jangan yang sesuap itu tumbuh menjadi
daging di dalam tubuhku.
Di depan telah disebutkan bahwa sabda Nabi yang artinya, 'Daging
yang tumbuh dari barang haram tidak akan masuk surga. Neraka lebih pantas
sebagai tempat tinggalnya.' adalah hadits shahih.w
Para ulama berkata, "Termasuk dalam bab ini antara lain; pemu-
ngut cukai, pengkhianat, pemalsu, pencuri, penganggur, pemakan riba
dan wakilnya, pemakan harta anak yatim, orang yang memberi kesaksian
palsu, orang yang meminjam barang lalu tidak mau mengakui bahwa
ia telah meminjamnya, pemakan uang suap, orang yang mengurangi
timbangan/ takaran, orang yang menjual barang cacat namun ia
menutupinya, penjudi, penyihir, peramal, pelukis (makhluk hidup, pmL),
pelacur, orang yang berprofesi meratapi mavit, makelar yang mengambil
komisi tanpa seizin penjual, orang yang memberitahu pembeli dengan
harga yang lebih tinggi dari harga jual (agar ia mendapat bagian dari
aqad tersebut, pent.), dan orang yang menjual orang yang merdeka lalu
memakan uangnva.
Pasal
Diriwayatkan bahwa Rasulullah -tgg bersabda, "Pada hari kiamat
akan didatangkan orang-orang yang membawa kebaikan laksana gunung
Tihamah. Tetapi Allah menjadikannya bagai debu yang beterbangan lalu
mereka dilemparkan ke dalam neraka." Seseorang bertanya, "Wahai Rasu-
lullah, bagaimana itu bisa terjadi?" Beliau menjawab, "Mereka dahulu
adalah orang-orang yang rajin mengerjakan shalat, berpuasa, mengeluarkan
382. Shahih. Dan diriwayatkan oleh Ai-Baihaai (5375) dan telah disebutkan di muka. Adapun asalnya dalam
Ash-Shahthaindan riwayat Aisyah.
383. Takhrij-nya telah disebutkan di muka.
Memakan Barang Haram ►► 199
zakat, menunaikan haji, dan lain-lain dari amal kebajikan. Namun demikian
jika disodorkan kepada mereka harta yang haram, mereka mau mengambil-
nya. maka Allah pun menghapuskan amal mereka ."?84
Seorang yang shalih meninggal. Ada orang yang bermimpi berte-
mu dengannya. Orang itu pun bertanya, "Apa yang telah Allah lakukan
terhadapmu?" Orang shalih itu menjawab, "Baik, hanya saja aku terta-
han dari surga karena sebuah jarum yang pernah saya pinjam namun
belum sempat aku kembalikan."
Semoga Allah memberi kita ampunan, kesejahteraan, dan taufiq
kepada apa yang dicintai dan diridlai-Nya.
384. As-Suyuti berkata dalam Ad-Durr{ 5/1 22) dikeluarkan oleh Samawaih dalam Fawaidi iya dari Salim budak
Abu Hudzaifah.
Ds:D%a Besar
200
BUNUH DIRI
j.J
s a
Besar
Allah <?•: berfirman:
diJ ^ L*-ij ' ^ * Lg-*>- J 3d bis" Ai ji t 1 lili .' V ‘
'jwv Jji5i j\SN 'jli aJAl
Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha
Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melang-
gar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka.
Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (An-Nisa’: 29-30)
Menafsirkan '...Dan janganlah kamu membunuh dirimu...', al-Wahidiy
mengatakan bahwa maksudnya adalah 'Janganlah sebagian kamu
membunuh sebagian yang lain (saling membunuh), karena kalian
adalah pemeluk dien yang satu dan kalian bagaikan satu tubuh.'
Begitu pula pendapat Ibnu 'Abbas dan sebagian besar ulama.
Sedangkan yang lainnya berpendapat bahwa yang dimaksud oleh ayat
ini adalah membunuh diri sendiri. Pendapat ini didukung oleh sebuah
hadits yang diriwayatkan dari Abu Manshur Muhammad bin
Muhammad al-Manshuriy dari ’Amru bin al-Ash YiA, katanya, "Pada
suatu malam yang dingin, di dalam peperangan Dzatus Salasil, saya
mimpi basah. Saya khawatir kalau saya mandi nanti bisa celaka. Karena
itu saya hanya bertayammum, lalu menunaikan shalat Shubuh bersama-
sama para sahabat yang lain. Lalu kejadian itu saya ceritakan kepada
Nabi igt Beliau berkata, "Wahai ’Amru, kamu shalat dengan para sahabatmu
sedangkan kamu dalam keadaan junub ?" Maka saya pun menyampaikan
kepada beliau alasan saya sehingga saya tidak mandi wajib. Saya katakan,
Bunuh Diri ►► 20 I
"Saya mendengar firman Allah ‘Dan janganlah kamu membunuh dirimu;
sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu'" Maka Rasulullah
sgg; pun tertawa dan tidak mengucapkan apa-apa.
Dalam hadits di atas 'Amru bin al-'Ash telah mentakwilkan ayat
dengan kebinasaan dirinya, dan bukan diri orang lain. Sedangkan Nabi
tidak membantahnya.
Tentang firman Allah ‘...Dan barangsiapa berbuat demikian...1, Ibnu
Abbas berkata, "yang dimaksud dengan berbuat demikian itu adalah
semua larangan Allah yang telah dijelaskan sejak dari awal surat."
Sebagian ulama' berpendapat, 'Itu kembali kepada memakan harta
secara batil dan membunuh manusia yang diharamkan."
Jundub bin Abdullah mengatakan bahwa Nabi Jgy bersabda:
'SS S f s''* 't' ' ' * l J ' -t S ' S S S
U , LA sJj U}j L_us ^ Jik-li y y- j>r Cv i ulif J
' ~ ■ ’ ' ~ ' 's ' \ ' 'S " '
■gOS- J>- <0— io ^jjL; L-*- Al jli »jJl
"Dahulu, pada umat sebelum kalian, ada seorang laki-laki yang terluka. Ia
tidak sabar lalu ia mengambil pisau dan dia potong sendiri tangannya. Belum
lagi darahnya kering, orang itu pun meninggal dunia. Lalu Allah ta’ala
berfirman, "Hamba-Ku telah mendahului Aku dengan nyawanya, maka Aku
haramkan baginya surga ."386
Abu Hurairah berkata, Rasulullah ygy bersabda, “Barangsiapa
membunuh dirinya dengan benda tajam, maka nanti di Jahannam benda itu
akan ditusuk-tusukkannya ke perutnya dan ia kekal di dalamnya. Barangsiapa
membunuh dirinya dengan racun, maka nanti di Jahannam ia akan memegang
racun itu dengan tangannya lalu menghi-rupnya dan ia kekal di dalamnya.
Barangsiapa membunuh dirinya dengan terjun dari puncak gunung, maka
nanti ia akan terjun ke dalam neraka Jahannam dan ia kekal di dalamnya ,”387
Tsabit bin Dlahhak AL meriwayatkan bahwa Rasulullah
bersabda:
AL
jJs-
385. Diriwayatkan oieh Ahmad (4/203-204), Abu Dawud (334), Ad-Daruquthni dan Al-Hakim (1/177) dan di-
shahih-kan oleh Asy-Syaikh daiam Al-lrwa '(154).
386. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (3463) dan Muslim (113).
387. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5778) dan Muslim (109)
D;DUsa Besar
202
"Barangsiapa membunuh dirinya sendiri dengan sesuatu maka kelak ia akan
disiksa dengan sesuatu itu di neraka Jahannatn. Melaknat seorang mukmin
itu sama dengan membunuhnya. Dan barangsiapa menuduh seorang mukmin
sebagai seorang kafir sama saja ia telah membunuhnya.. "3SS
Sebuah hadits shahih juga menjelaskan ada seorang laki-laki yang
tidak sabar menahan rasa sakit dari luka-lukanya di medan perang,
lalu ia membunuh dirinya sendiri dengan mata pedangnya sendiri. Lalu
Rasulullah bersabda, "Ia termasuk penghuni Neraka ."-Wl
Semoga Allah menuntun kita ke jalan yang benar daxi melindungi
kita dari kejahatan diri kita serta keburukan amal kita. Sesungguhnya
Dia Maha Memberi, maha Pemurah, Maha Pengam-pun, lagi Maha
Penyayang.
V.: Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (61 05) dan Muslim (110).
i 'i ' b - ' .v ayatkan oleh Al-Bukhari (6607) dan Muslim (1 1 2) dari Sahal bin Sa’ad.
Bunuh Diri ►► 203
Drhsa.
Besar
BANYAK BERDUSTA
Allah berfirman:
Lalu kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang
dusta. (QS. Ali Imran: 61)
' j s, • - >
J JJ' Ui
Terkutuklah orang-orang yang dusta (QS. Adz-Dzariyat: 10)
* o J J ' >
w’i-bf —i jJ$ ja V a1)I jj
Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas
lagi pendusta. (QS. Ghafir: 28)
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin
Mas'ud, Rasulullah tgz, bersabda:
t * f ' *
Jl Jl J, j lj»
J' J'
) sfrhi — i J' J' j!
‘luaJl jl
J U Jjlj J' ulp jluajl
v^jJbSJl j k-—jwiJXj bv Jl ^jljj L« « jLl-I ^Jl j ^Jj
b'jj J' jjp
"Sesungguhnya kejujuran itu menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan
itu menunjukkan kepada surga. Seseorang itu akan terus benaku jujur dan
berhati-hati agar selalu jujur sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai seorang
Banyak Berdusta ►► 205
shiddiq (orang yang selalu jujur). Dan sesungguhnya kedustaan itu menun-
jukkan kepada kedurhakaan dan kedurhakaan itu menunjukkan kepada neraka.
Seseorang itu akan terus berdusta dan membiasakan diri dengannya sehingga
ia ditulis di sisi Allah sebagai seorang kadzdzab (pendusta)."3*0
Beliau berdua juga meriwayatkan sebuah hadits yang berbunyi:
• ' ' s' ' k'- S. " .'y'i “t i ' T
JS' ->*\S OJ>- O} Aj! yS- \ * 4 Ji * vjOt-O ^jOU^j! 4 j'
jL>- • ^<>J «1 'o! ft
"Tanda munafik itu ada tiga, walaupun orangnya mengerjakan shalat, puasa
dan mendakwakan diri sebagai seorang muslim ; jika berbicara berdusta, jika
berjanji berkhianat, dan jika diberi amanah berkhianat.''391
Rasulullah bersabda:
e > 3 s 2 ^ ' * J ' ' 2*3 ° C
4-0 sj^j LS^ ■ 4*i O- Jb tlailA Liilb» Jir 4-0 • S ' ^ 5 !
» wLa UP W 9 •fcO'1 'o ^ O L>- ■ « ! O ! O > cSj>~
J*
u
"Empat hal yang apabila terkumpul pada diri seseorang maka ia benar-benar
seorang munafik tulen. Dan barangsiapa melekat padanya salah satu dari
keempatnya berarti ada sifat munafik pada dirinya sampai ia mening-
galkannya. Keempat hal itu adalah; jika diberi kepercayaan berkhianat, jika
berjanji menyelisihinya, dan jika bertengkar berbuat jahat.”392
Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits tentang mimpi Nabi
Sfe Beliau bersabda, " Lalu kami sampai kepada seseorang yang berbaring
telentang, sedangkan yang lain berdiri di atasnya dengan sepotong besi yang
bengkok pada ujungnya. Orang itu menggorok sudut mulutnya sampai ke
tengkuknya dan kedua matanya sampai ke tengkuknya pula. Kemudian or-
ang itu menuju ke sisi yang lain untuk melakukan hal yang sama seperti yang
dilakukannya di tempat yang pertama. Sebelum ia kembali ke tempat pertama,
orang yang disiksa itu sudah kembali seperti sedia kala. Lalu orang itu pun
melakukan lagi apa yang telah dilakukannya tadi. Begitu terus berulang-
ulang sampai hari kiamat. Aku bertanya kepada keduanya (Jibril dan Mikail),
'Siapakah orang ini?' Ia adalah orang yang keluar dari rumahnya lalu berbuat
390. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6094). Muslim (2607). Ibnu Hibban (273) dan Al-Baihaqi 1 1 0/243) dari Ibnu
Mas’ud.
391 . Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (33). Muslim (59), At-Tirmidzi dan An-Nasa'i dari Abu Hurairah.
392. Shahih. Diriwayatkan oieh Al-Bukhari (34). Muslim (58). Abu Dawud (4688). At-Tirmidzi (2768) dan
Ahmad (2/1 89) dari Ibnu Mas'ud.
D:b%aBesar
206
dusta sampai mencapai ufuk.", jawab keduanya.'9'
Rasulullah y-;: bersabda:
■' ' - ' 0 S- ** y S ' f s j S t S
* «jGJi U i L^JiS" JlBsJl - „ ~ 1 1 * . . — ■
Seorang mukmin itu ditabiatkan pada semua sifat selain sifat khianat dan
dusta.
Dalam hadits yang lain disebutkan:
c-jJj-Ji ij SS'* - J2J1' jli pjfLil
Jauhilah prasangka karena sesungguhnya prasangka itu merupakan perkataan
yang paling dusta du'
Rasulullah iyte juga bersabda:
i*
}i ‘iil v . L.OJI
y Vs, .-
'V aj'Ai'
Ulp .
' jJwC* .
"Tiga golongan manusia yang pada hari kiamat nanti tidak akan diajak bicara
oleh Allah, tidak akan dipandang oleh-Nya, serta tidak akan disucikan oleh
Allah, dan bagi mereka adzab yang pedih. Mereka adalah; lelaki tua yang
berzina, raja yang suka berdusta, dan orang miskin yang sombong.”*9"
Beliau %££ juga bersabda, " Celakalah orang yang berbicara dengan suatu
pembicaraan dusta untuk membuat orang lain tertawa, celakalah ia, celakalah
ia, celakalah ia ,"397
Yang lebih besar dosanya dari itu adalah sumpah palsu,
sebagaimana Allah memberitahukan tentang sifat orang-orang munafik
dalam firman-Nya:
yy y y 3 - - A
. ' .» - 5 •* -XV . " . ,1» '
393. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan di muka telah disebutkan takhrij- nya.
394. Takhrij- nya telah disebutkan di muka.
395. Diriwayatkan oleh Malik (2/907-908). Ahmad (2-465.517). Al-Bukhari (6066). Muslim (2563), Abu Dawud
(4917). Ibnu Hibban (5687) dan Al-Baihaqi (6 85) dan Abu Hurairah.
396. Takhrij nya telah disebutkan di muka.
397. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (4990), At-Tirmidzi (231 5). Ad-Darimi (692). Ahmad (5/5), Ath-Thabrani ( 1 9/
403/950), Hannad dalam Az-Zuhd[ 11 50), Al-Hakim (1/46). Al-Baihaqi (4491 ) Asy-Syu'ab dan Al-Khathib
(4/4) dari Bahz bin Hakim dari bapaknya dari kakeknya. Dan di-hasan-kan oleh Asy-Syaikh dalam Shahih
Al-JamiJ 7013).
Banyak Berdusta 207
Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka
mengetahui. (Al-Mujadilah: 14)
Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah bersabda:
f .L» 1 S L>rj j*-Jl V_— ' i -v-j— ji b « » Jj 4JJI b' Ajb'd
Jc ji D al b c-1 aliuJ b) b1 L«Lh *jLj l_bbJl -D <_u> yUL
> / / S 3 3 £ , - -■ i- s s s s
C- 1 _ULl 4_Ub J • bb>r j *jtlj 1>- ^ a aJ b') J b a
L^j la » ; a \jS' a ibS" L^j
"Tiga golongan manusia yang pada hari kiamat nanti tidak akan diajak bicara
oleh Allah, tidak akan disucikan oleh Allah, dan bagi mereka adzab yang
pedih. Mereka adalah; orang yang memiliki kelebihan namun ia menahannya
dari musafir, orang yang membaiat seorang pemimpin dengan tujuan
keduniaan, jika pemimpin itu memberinya sesuatu maka ia akan setia, tetapi
jika tidak ia pun tidak setia, orang yang menjual barang kepada seseorang
setelah Ashar dengan bersumpah menyebut nama Allah bahwa ia telah
membelinya sekian-sekian lalu pembelinya mempercayainya dan membelinya
padahal sebenarnya tidak demikian
Rasulullah bersabda:
olS"
<»J o
4j
jiJ
a-* Lj-l>- J j i «jL>-
&
"Adalah khianat besar jika engkau berbicara kepada saudaramu dengan
pembicaraan dusta, sedangkan ia mempercayaimu ,"m
Dalam hadits lain juga:
- a -v 3 '+> % * 3 3.
^ W' '< • ® - ^ „ ® I f*" - S | ; ‘ I r' P ^ '
• ■ r*J JuL*J J ' a ji • r*
"Barangsiapa mengaku telah bermimpi melihat sesuatu padahal ia tidak
bermimpi begitu, niscaya kelak akan dipaksa untuk mengikatkan antara dua
butir gandum, padahal sekali-kali ia tidak dapat melakukannya ."4J0
398. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2358). Muslim (108). Abu Dawud (3474), An-Nasa’i (7/246), Ibnu
Majah (2207) dan Ahmad (2/480) dari Abu Hurairah.
399. Diriwayatkan oleh Hanad dalam Az-Zuhd (1384). Ahmad (4/183), Ibnu Adi (1/50), Al-Baihaqi Asy-Syu’ab
(4479) dan Abu Nu'aim (6/99) dari An-Nawwas bin Sam'an, dan d i- dha ’/T-kan oleh Asy-Syaikh dalam
Adh-Dhaifah (1251).
400. Diriwayatkan oleh Al-Humaidi (531 ). Ahmad (1/21 6,359), Al-Bukhari (7042). Ath-Thabrani ( 1 1 831 , 1 1 923),
Ibnu Hibban (5685) dan Al-Baihaqi (7/269) dari Ibnu Abbas.
208 1 Besar
Rasulullah juga bersabda:
b j> y b
J J2' S>A-
<Ul'
'J* *s/
Sebesar-besar kedustaan terhadap Allah adalah seseorang yang mengaku
melihat sesuatu yang tidak dilihatnya d01
Ibnu Mas'ud A* berkata, "Seseorang itu akan terus-menerus
berdusta dan mencari-cari cara untuk berdusta sampai satu titik hitam
dititikkan di hatinva. Demikian sampai hitam seluruh hatinya dan ia
ditulis di sisi Allah sebagai salah seorang pendusta."
Seyogyanyalah seorang muslim itu menjaga lisannya dari berbicara
selain pembicaraan yang jelas-jelas mendatangkan maslahat. Sebab di
dalam diam itu ada keselamatan, sedangkan keselamatan itu tidak bisa
ditandingi oleh apa pun.
Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah
Mi> bunyinya:
a > 3'
jibi
y’-V' i* ^ j dJiL JLS"” ^
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir , hendaknya ia berbicara
baik atau diam A02
Hadits yang disepakati keshahihannya ini mestinya menjadi dalil
yang tegas bahwa seseorang itu tidak pantas berbicara kecuali jika
pembicaraannya baik, pembicaraan yang jelas-jelas akari mendatang-
kan maslahat bagi orang yang berbicara.
Abu Musa bercerita, Aku pernah berkata, 'Wahai Rasulullah,
orang Islam yang bagaimana yang utama itu?1 Beliau bersabda:
5 wC1 4
'Orang yang orang-orang Islam selamat dari gangguan lisan dan tangan-
nya.”402.
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan,
O ~ ^ 3 3.
A I jLjl Lp ji ' rt ) La ‘ubSOL , 1 X •; J Wjtll L) t
401 . Diriwayatkan oleh Ahmad (4/1 06), Al-Bukhari (3509). Ath-Thabrani (22/72/1 78), Al-Baihaqi Asy-Syu'ab
(4490) dan Al-Khathib dalam Al-Jami'( 1289) dari Watsilah bin Al-Asqa
402. Takhrij- nya telah disebutkan di muka.
403. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari ( 1 1 ) dan Muslim (42).
Banyak Berdusta ►► 209
Sesungguhnya seseorang itu benar-benar mengucapkan satu kalimat yang
tidak pernah terbersit di benaknya bahwa itu kalimat vang haram diucapkan,
namun ucapan itu telah menjadikannya terperosok di neraka melebihi jauhnya
timur dan barat. 4U4
Dalam kitab Al-Muwaththa’ Imam Malik meriwayatkan dari Bilal
bin Harits al-Muzniy bahwa Rasulullah bersabda:
% o - jl
<di' L» *_Lj ‘Jij j 15" L*
jl<" U <dJl t-
j! ^9 CiSJL j J
^ S - J . 5 ^ ^
-1, . . | - o- , -■ t .
w'[j 3uUj L^J 4J
^ i 3 -- s )■ 3 * t *
■* ; , f * V - o X . ✓ . ,3^ , « £ J. -
4j AjJ ' 1 • i R? ;
"Sungguh ada seseorang yang mengucapkan kalimat yang diridlai Allah ta'ala
padahal ia tidak pernah menyangkanya sampai sedemikian akibatnya, Allah
ta'ala menetapkan keridlaan-Nya baginya hingga hari berjumpa dengan-Nya.
Dan sungguh ada seseorang yang mengucapkan kalimat yang dimurkai Allah
ta'ala padahal ia tidak pernah menyangkanya sampai sedemikian akibatnya,
Allah ta'ala menetapkan kemurkaan-Nya atasnya hingga hari berjumpa
dengan-Nya.4 05
Hadits-hadits shahih seperti yang telah kami sebutkan di atas
banyak sekali, namun apa yang telah kami sebutkan itu kiranya sudah
mencukupi.
Sebagian ulama pernah ditanya, "Berapa banyak aib yang Anda
dapati pada diri anak Adam?" Ulama itu menjawab, "Terlalu banyak
untuk dapat dihitung. Yang dapat aku hitung saja ada 8000 aib. Dan
aku mendapati satu hal jika seseorang memegangnya erat-erat seluruh
aibnya akan tertutupi, yaitu memelihara lidah."
Sebuah Nasihat
Wahai diri, sesungguhnya tidak ada yang lebih mulia pada dirimu
selain umurmu, tetapi kamu sudah menyia-nviakannya. Tidak ada
404. Takhrij-nya telah disebutkan di muka.
405. Diriwayatkan oleh Malik (2/985). dan dari jalurnya oleh Ath-Thabrani ( 1 /369/1 1 34), Hanad dalam Az-Zuhd
(11 41) dan darinya At-Tirmidzi (2319). Ibnu Majah (3969). Ahmad (3/469). Ibnu Abi Dunya dalam Ash-
Shamtu( 1129), Al-Humaidi (91 1 ). Ibnul Mubarak dalam Az-Zuhd (t 394) dan dari jalurnya oleh Al-Baghawi
(41 25), Ath-Thabrani ( 1 /369/11 36). Al-Hakim (1 45). Ai-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab (4606), dan dl-shahih-
kan oleh Asy-Syaikh dalam Ash-Shahihah (8861
2io I D-cn'sa Besar
musuh bagimu selain setan, tetapi kamu malah mentaatinya. Tidak ada
yang lebih berbahaya bagimu selain mengikuti seruan nafsumu, tetapi
kamu justru mengakrabinya. Tidak ada modal yang kamu miliki selain
masa-masa sehatmu, namun kamu malah berbuat israf dalam
melewatkannya. Kini masa muda, masa terbaiknya telah berlalu. Apa
yang tersisa setelah uban bertebaran.
Wahai jasad tanpa hati, semua aib dan uban telah menjadi musibah.
Masa remaja masa bercinta telah berlalu. Cukuplah uban menjadi
peringatan. Wahai jiwa yang lalai, di manakah tangisan karena dosa
besar yang lalu, di manakah zaman yang hilang bersama permainan.
Kau telah menyaksikan akhir akibatnya. Pada hari kiamat nanti, berapa
deras air mata yang harus dikucurkan bersama semua dosa vang telah
tercatat. Siapa yang akan membantu di kala aku berdiri di tempat hisab
dan ditanya, "Apa yang telah engkau perbuat terhadap kewajiban-kewajiban
itu?"
Bagaimana kamu bisa berharap keselamatan sedangkan kamu terus
bermain-main, bersendau-gurau. Apabila angan-angan itu da-tang
bersama prasangka pendusta. Sesungguhnya kematian itu sulit lagi
pahit. Ia akan menebar semuanya dengan gelas dada pasukan kuda.
Lihatlah, tunggulah datangnya yang ghaib bersama kebengisan dan
anak panah yang menghunjam.
Wahai diri yang mengangankan keselamatan dan kesehatan nan
abadi, sungguh kamu sedang membangun rumah laba-laba. Di mana-
kah orang-orang yang telah membangun kapal. Kematian telah
menyempitkan jalan mereka. Dan kamu, tak lama lagi akan berkawan
musibah. Nah, lihatlah, berpikirlah, dan merenunglah sebelum
datangnya semua keajaiban.
Banyak Berdusta ►► 2 I I
HAKIM YANG JAHAT
D.sa
Besar
Allah M berfirman:
jli a3jI jv-1
Barangsiapa yang tidak berhukum menurut apa yang diturunkan Allah, maka
mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (Al-Maidah: 44)
Barangsiapa yang tidak berhukum menurut apa yang diturunkan Allah, maka
mereka itu adalah orang-orang yang zhalim. (Al-Maidah: 45)
Barangsiapa yang tidak berhukum menurut apa yang diturunkan Allah, maka
mereka itu adalah orang-orang yang fasiq. (Al-Maidah: 47)
Al-Hakim meriwayatkan dari Thalhah bin Ubaidillah 2^ dari Nabi
sabdanya, "Allah tidak akan menerima shalat seorang penguasa yang
berhukum menurut selain yang diturunkan oleh Allah ."406
Sebuah hadits diriwayatkan dari Buraidah oleh Hakim dan
dinyatakannya sebagai hadits shahih berbunyi, "Hakim itu ada tiga; satu
masuk surga dan dua masuk neraka. Hakim pertama adalah yang mengetahui
-.ebenaran dan menetapkan keputusan berdasarkan kebenaran itu, maka ia
masuk surga. Kedua, seorang hakim yang mengetahui kebenaran tetapi ia
menyimpang darinya. Ketiga, hakim yang menetapkan keputusan tanpa ilmu."
Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah dosa hakim yang jahil
:;u?" Beliau menjawab, "Dosanya adalah seharusnya ia tidak mau diangkat
sebagai hakim sebelum ia berilmu."407
06. Driwayatkan oleh Al-Hakim (4/89) dari Thalhah bin Ubaidillah. dan ia berkata bahwa isnadnya shahih. Hal
ini dikomentari Adz-Dzahabi dengan ucapannya, (sejatinya) sanadnya sangat kelam, di dalamnya terdapat
Abdullah Bin Muhammad Al-Adawi, ia seorang yang tertuduh (berdusta).
07. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3573), At-Tirmidzi (1322), Ibnu Majah (2315), Al-Hakim (4/90), Ath-
Thabrani (1154.1156). Al-Baihaqi (10/1 16) dan baginya syahid dari hadits Ibnu Umar, diriwayatkan oleh Al-
Hakim yang Jahat ►►213
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah wy. bersabda:
n f - ^ - -
_~*J **tj 2 -Li3 ,P\jJ ' ■ i_3 L*J*T ' rA
Barangsiapa diangkat sebagai hakim di antara manusia, maka (seakan-akan)
ia telah disembelih tanpa menggunakan pisau.40*
Fudlail bin ’lyadl berkata, "Mestinya hari-hari seorang hakim itu
dua saja; sehari di pengadilan, dan sehari lagi ia habiskan untuk
menangisi keadaan dirinya."
Muhammad bin Wasi' berkata, "Orang yang pertama kali dipanggil
untuk dihisab pada hari kiamat kelak adalah para hakim."
Aisyah berkata, "Saya pernah mendengar Rasulullah bersabda:
%» 3 2 2 ' S $
apLL-j /L»LjL!' » 4J JjJdl Jlp -^jL J
'Pada hari kiamat kelak akan datarig suautu saat bagi seorang hakim yang
adil, (karena beratnya hisab yang diterimanya) ia berangan andai ia tidak
memutuskan perkara antara dua orang dalam kasus sebiji kurma.’409
Mu'adz bin Jabal meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda,
"Sesungguhnya seorang hakim itu akan tergelincir ke dalam jurang J ahannam
yang dalamnya melebihi luasnya Aden ."41°
Ali bin Abi Thalib berkata, "Saya telah mendengar Rasulullah saw.
bersabda, 'Pada hari kiamat nanti, tiap-tiap hakim dan penguasa itu
pasti akan dibawa ke hadapan Allah dan diberdirikan di atas shirath,
lalu semua rahasianya disiarkan dan dibacakan di atas kepala seluruh
makhluk. Jika dahulu ia seorang hakim yang adil, Allah akan
menyelamat-kannya berkat keadilannya itu. Namun jika dahulu ia
seorang hakim yang zhalim maka jembatan shirath itu akan bergoncang
menggoncang-goncang-kannya sehingga setiap anggota badannya
terlepas dari persendiannya. Kemudian jembatan itu akan
mengantarkannya terjun ke neraka."41i
Oudha'i (317), Ath-Thabrani Al-Kabir. Dan di-shah/h-kan oleh Asy-Syaikh dalam A/-/rwa’ (2614) dan
Shahth A/-Jam/'(4446,4447).
408. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3571 .3572). At-Tirmidzi ( 1 323) dan Al-Hakim (4/90) dan Abu Hurairah. Dan
di-hasan-kan oleh Asy-Syaikh dalam Ash-Shahih( 6594).
409. Isnadnya dha'if. Diriwayatkan oleh Ahmad (6 75). Ibnu Hibban (5055) dan A!-Baihaqi (10/96) dari Aisyah.
Lihat Dha'if Al-Jami’( 1516).
410. Diriwayatkan oleh Abd bin Humaid dalam Al-Muntakhab( 108) dan sanadnya dha'if.
411 . Saya belum menemukannya. Ibnu Hajar Al-Haitsami telah menyebutkannya dalam Az-Zawajir( 2/1 87)
tanpa menisbatkannya pada siapapun.
214
Di£>%aBe$ar
Makhul berkata, "Jika seandainya aku diminta untuk memilih
antara menjadi hakim dan dipenggal leherku, niscaya aku lebih memilih
dipenggal leher dari pada menjadi hakim."
Ayyub as-Sukhtiyaniy berkata, "Sungguh aku mendapati orang yang
paling berilmu itu orang yang paling kencang berlari menghindar dari
jabatan itu."
Ats-Tsauriy diberitahu bahwa Syuraih telah diangkat sebagai hakim.
Ia berkata, "Siapa orang yang telah merusak beliau?"
Malik bin Mundzir memanggil Muhammad bin Wasi' untuk
jabatan hakim di Bashrah, tetapi ia menolaknya. Kemudian Malik
memaksanya, "Pilihlah; kamu menerima jabatan itu atau aku akan
mencambukmu!" Muhammad menjawab, "Kalau pun kamu
melakukannya, kamu adalah penguasa. Dan sungguh kehinaan di dunia
itu jauh lebih baik dari pada kehinaan di akhirat."
Wahb bin Munabbih berkata, "Jika seorang hakim berniat akan
berbuat zhalim atau melakukan satu kezhaliman, niscaya Allah akan
memasukkan kekurangan ke dalam masyarakat negerinya, sampai ke
dalam pasar, rezki, tanaman, ternak dan segala sesuatu. Jika berniat
akan berbuat baik atau adil, niscava Allah akan melimpahkan barokah
ke dalam masyarakat negerinya seperti itu pula."
Suatu saat gubernur kota Himsh mengirim sepucuk surat kepada
khalifah Umar bin Abdul Aziz yang isinya, "Amma ba’du. Sesungguhnya
kota Himsh telah hancur dan membutuhkan perbaikan." Maka khalifah
pun membalas, "Bentengilah ia dengan keadilan dan bersihkan jalan-
jalannya dari kezhaliman! Wassalam."
Seorang hakim haram hukumnya memutuskan suatu perkara
ketika ia sedang marah. 412
Jika pada diri seorang hakim terkumpul sifat-sifat : kurang ilmu,
niat buruk, akhlak yang tercela, dan kurang wara', maka telah sempur-
nalah kerugian dan kerusakannya. Jika sudah begitu wajib baginya
untuk melepaskan jabatannya dan bersegera meninggalkannya.
Semoga Allah memberi kita ampunan, 'afiyah, dan taufik untuk
segala yang dicintai dan diridlai-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pemberi
lagi Maha Pemurah.'113
412. Diriwayatkan secara marfu1. dengan iafazh, La yaqahi a!-qadhi baina itsnaini wa huwa ghadhban. diriwayatkan
oleh A!-Bukhari (7158), Muslim (1717). Abu Dawud (3589), At-Tirmidzi (1334) dan An-Nasa’i (8/237) dari
AbuBakrah.
Hakim yang Jahat ►►215
Sebuah Nasihat
Wahai diri yang setiap kali umurnya bertambah berarti juga
berkurang,
Wahai diri yang merasa aman dari malaikat maut padahal ia tidak
dapat menghindar,
Wahai diri yang cenderung kepada dunia, apakah kamu selamat
dari kekurangan?
Wahai diri yang berbuat sia-sia sepanjang umurnya, adakah masih
tersisa waktu luangmu?
Wahai diri yang jika menempuh jalan petunjuk lalu memandang
indahnya hawa nafsu lalu menarik diri, siapakah pembelamu ketika
catatan amal dibagikan?
Duhai, ajaib sekali ada jiwa yang melalui malam dengan tenang,
melupakan kedahsyatan hari kiamat, mendengarkan berbagai nasihat
lalu peringatan-peringatan pun hilang dalam sekejap!
Bagaimana semua jiwa mengharap kemurahan al-Karim, tetapi ia
tidak mau mentaatinya sama sekali? Pun kaki berjalan memenuhi
panggilan nafsu meski jalanan terjal, sesudah jelas jalan petunjuk lagi
lapang!
Bagaimana hasrat itu menempuh seruan nafsu? Nasihat akal tiada
guna, hati pun menyembunyikan taubat kala dikejutkan oleh peringatan
yang keras! Sesudah itu, ia kembali kepada yang tidak dihalalkan terus-
menerus berkesinambungan!
41 3. Ibnu Hajar berkata dalam Az-Zawajir(2ft 87): ringkas kata, bahwa jabatan ini termasuk jabatan yang paling
riskan dan celaan yang paling parah. Aku telah menyusun buku secara khusus tentang para qadhi yang
busuk dengan judul Jamrul Ghadha liman tawalla al-qadha Dalam buku tersebut aku menyebutkan kondisi
mereka yang sangat parah yang membuat telinga panas dan naluri suci mengingkarinya, disebabkan
bahwa kelancangan untuk melakukannya sudah cukup untuk dapat memastikan bahwa mereka bukanlah
orang yang bertakwa -dan bahkan bukan kaum muslimin- Kita memohon kepada Allah agar selalu diberi
keselamatan dengan anugrah dan kemuliaan-Nya. Komentarku: Ini dikatakan pada masa diberlakukannya
hukum yang telah Allah turunkan. Maka bagaimana jadinya pada masa diberlakukannya hukum yang
bukan dari Allah? Kalau memang demikianlah kondisi para qadhi di masa pemerintahan yang memperlakukan
hukum syar’i. lalu bagaimana kondisi mereka pada era di mana hukum asing yang diterapkan dan zaman
yang penuh dengan praktik suap menyuap? Kita mohon kepada Allah agar diberi keselamatan dengan
anugrah dan kemuliaan-Nya.
216 1 D^sa Besar
MENERIMA SUAP
D0sa
Besar
Allah i*/: berfirman:
Jl LL^j I jJ5~ l£! ^Jl i Jjj » lil3L ’C : ;i y\ I jjtfj )x‘j
jAjl
Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di
antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa harta
itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta
benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.
(Al-Baqarah: 188)
Maksud dari kalimat '..janganlah kamu membawa harta itu kepada
hakim..' adalah janganlah kamu menyuap atau menyogok hakim
sehingga kamu memenangkan suatu perkara, padahal kamu mengerti
bahwa hasil keputusan itu tidak halal bagimu.
Abu Hurairah meriwayatkan sebuah hadits dari Rasulullah
J*
Allah melaknat orang yang menyuap dan orang yang disuap dalam suatu
perkara.414
Abdullah bin Amru berkata:
o } 9 ' i 9' 5 s f j '
^£«0 f*) I y ' u I y 4U i dj t j
'Rasulullah melaknat orang yang menyuap dan orang yang disuap."415
41 4. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/387,388). At-Tirmidzi (1 336), Ibnul Jarud (585), Ibnu Hibban (5076), Al-Hakim
(4/103), Al-Khathib dalam Tarikhnya (10/254), hadits ini dimuat dalam Shahih Al-Jami‘( 5093).
415. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/164,190.212), Abu Dawud (3580), At-Tirmidzi (1337), Ibnu Majah (2313), Ath-
Menerima Suap ►►217
Para ulama berkata, "Ar-Rasyi adalah orang yang menyuap dan al-
murtasyi adalah orang yang disuap. Hanyasanya laknat itu menimpa
orang yang menyuap jika ia bermaksud menyakiti seorang muslim,
atau mendapatkan sesuatu vang bukan menjadi haknya. Sedangkan
jika ia memberikan uang suap dengan maksud untuk memperoleh
haknya atau menolak kezhaliman terhadap dirinya, maka ia tidak
termasuk orang yang terlaknat. Adapun bagi hakim suap itu haram
baginya; baik itu untuk membatalkan suatu hak atau pun mencegah
kezhaliman."
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa, “laknat itu juga berlaku
pula atas orang yang menjadi perantara dalam kasus suap .”41h Ia sebagaimana
penyuap, jika niatnya baik ia tidak mendapat laknat, tetapi jika niatnya
buruk laknat pun berlaku.
Dalam kitab Sunan Abu Dawud diriwayatkan dari Abu Umamah
al-Bahiliy bahwa Rasulullah bersabda:
3 C o s! , * y 9 , ' '\ C ^ I ' ' s ' i' . f \ ' ' , \ O y
ijjl U y? P bu Jui3 t ^ i . a* L^-d-P 4J J /jj»
O
"Barangsiapa memberikan syafaat (rekomendasi) bagi saudaranya lalu or-
ang itu memberikan hadiah atas hal itu dan ia menerimanya, sebenarnyalah
ia telah mendatangi satu pintu terbesar dari pintu-pintu riba."4'7
Abdullah bin Mas'ud bertutur, "Adalah suht (barang haram) jika
kamu menerima pemberian saudaramu muslim atas bantuan yang
dibutuhkannya yang telah kamu lakukan untuknya."418
Dikisahkan bahwa Masruq menyampaikan kepada Ibnu Ziyad
bahwa ia mempunyai suatu tanggungan atas seseorang. Ibnu Ziyad
mengembalikan tanggungan itu. Lalu pemilik hak itu memberi Masruq
Thayalisi (2276), Ibnul Jarud (586). Ibnu Hibban (5077). Al-Hakim (4/102). Dan hadits ini adalah hadits
hasan.
41 6. Dalam hadits Abdurrahman bin Auf menggunakan lafal 'Allah melaknat orang yang memakan dan yang
memberi makan yaitu penyuap dan yang dl suap.” Asy-Syaikh Al-Albam berkata dalam Al-lrwa' (8/245),
diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Al-Oadha' dan sanadnya dha’it Kukatatakan, "Hadits ini diriwayatkan
oleh Ibnu AbiSyaibah (6/549.587). Ath-Thabrani (2'94/1 41 5) dan Al-Baihaqi (5/51) dari Tsauban secara
marfu’ dengan lafal " Rasulullah melaknat orang yang menyuap, yang disuap dan perantaranya. "Di -dha If-
kan oleh Asy-Syaikh dalam Dha'if Al-Jami’ (4687).
417. Hasan. Diriwayatkan oleh Ahmad (5/261). Abu Dawud (3524) dan Ath-Thabrani (7853, 7928) dari Abu
Umamah dan di-basan-kan oleh Asy-Syaikh dalam Shahih Al-Jami' ( 631 6 ).
41 8. Diriwayatkan oleh Abdur Razzaq (8/147-148). Ibnu Jarir ( 6 '257 ). Al-Baihaqi ( 10/ 139 ) dalam Asy-
Syu’ab (5116) dan para perawinya tsiqat.
2i8 1 D:'u%*Besar
seorang pelayan sebagai hadiah, namun ia menolaknya. Ia berkata, "Aku
pernah mendengar Ibnu Mas'ud berkata, 'Barangsiapa mengembalikan
hak seorang muslim lalu orang itu memberinya sesuatu sedikit atau
pun buruk, maka itu termasuk suht." Orang yang dibantu Masruq itu
berkata, "Wahai Abu Abdurrahman, kami menyangka bahwa suht itu
terbatas pada urusan suap-menyuap saja." Masruq menjawab, "Itu
adalah kufur." (Diriwayatkan oleh at-Thabaraniy secara mauquf
kepadanya.)
Kita berlindung kepada Allah darinya. Juga memohon ampunan
dan ’afiyah dari segala bala dan kejahatan.
Hikayat
Dari Imam Abu Amru al-Auza'iy yang tinggal di Beirut, ada
seorang nasrani yang menemuinya. Orang itu berkata, "Sesungguhnya
gubernur kota Ba’labak telah berbuat aniaya terhadapku. Aku minta
tolong kepadamu untuk menulis surat kepadanya mengenai masalah
ini." Lalu orang itu menyerahkan seguci madu. Imam al-Auza’iy berkata,
"Anda bisa memilih; kamu mengambil kembali madu itu dan aku
tuliskan surat bagimu untuknya atau kamu mengambil kembali madu
itu tanpa suratku." Kemudian Imam menulis sepucuk surat kepada
gubernur itu supaya ia menghapuskan pajak dari orang nasrani itu.
Orang nasrani itu mengambil surat dan guci madu itu, kemudian ia
berangkat menghadap gubernur dan menyerahkan surat sang Imam.
Berkat surat itu gubernur menghapuskan pajak atas nasrani itu
sejumlah tiga puluh dirham.
Semoga Allah merahmati Imam al-Auza'iy, dan semoga
mengumpulkan kita ke dalam golongannva.
Nasihat
Wahai hamba Allah, renungkanlah akhir dari segala perkara,
waspadailah kekuatan perilaku, dan takutlah hukuman dan ancaman
dari Allah!
Di manakah orang-orang yang duduk-duduk untuk menggapai
impian? Lalu mereka berdiri dan berputar-putar serta mengelilingi
jejak-jejak kandang unta. Sebentar sekali mereka bernaung dan
sempurna sekali apa yang mereka usahakan. Sungguh mereka tela!:
menjerumuskan diri mereka sendiri ke jurang kubur mereka atas apa
Menerima Suap ►►219
yang telah mereka kerjakan dan mereka cela.
Demi Allah, andai manusia itu mengerti untuk apa ia diciptakan,
Niscaya ia tiada dapat tidur dan terlelap.
Mereka diciptakan untuk sesuatu, jika mata hati mereka menyaksikan
Niscaya mereka terhenyak dan ketakutan
Kematian ... Kubur ... Hasyr ... Celaan .. dan Kengerian nan dahsyat
Untuk menghadapi mahsyar di sana banyak lelaki
Tunaikan shalat, perbanyak puasa
Tapi kita, jika kita diperintah atau dilarang
Seperti penghuni gua yang bangunnya adalah tidurnya
Wahai yang telah terkotori dengan kesalahan dan dosa! Wahai
yang telah diliputi berbagai bencana! Wahai yang mendengar ucapan
orang yang mencaci dan mencela! Sesungguhnya ikatan taubat telah
dikencangkan, sampai di senja hari ia dilonggarkan.
Wahai yang membiarkan lidahnya sedangkan malaikat jelas
menghitung dan mencatat! Wahai yang di dadanya telah bersemayam
burung nafsu dan bersarang! Berapa banyak kematian menumpas para
raja yang gagah bagai gunung? Berapa banyak kematian mengguncang
para panglima yang perkasa? Lalu menempatkan mereka di kegelapan
lahad dan menyediakan di belakangnya barzakh!
Wahai yang hatinya lebih kotor karena dosa dari pada badan-nya!
Wahai yang telah berbuat dosa besar secara terang-terangan! Adakah
engkau merasa aman dari adzab berupa ditenggelamkan ke bumi atau
dirubah raut wajahmu?
Wahai yang terus-menerus mengakrabi aib sampai setelah uban
meliputi kepala dan itu tercatat dalam sejarah!
Segala puji bagi Allah, selalu, selamanya.
220
D*r>%aBesar
Besar 33
D. 'sa
PEREMPUAN MENYERUPAI
LELAKI DAN SEBALIKNYA
Sebuah hadits shahih menyebutkan bahwa Rasulullah bersabda:
X s'
£. d b
J&DI
^ ^ ^ s n.. st 0 \
'lap jb «.d—D • ^ p! ^ ll djjt
/U/ah melaknat wanita-wanita yang menyerupai ( dalam berpakaian dan
bersikap) pria, dan juga pria-pria yang menyerupai wanita.419
Dalam riwayat yang lain disebutkan:
:d)l
Sl>-
bili jjd
Allah melaknat wanita yang kepria-priaan.420
Dalam satu riwayat disebutkan:
s * s j’? ' ' } ,, ^ Z' f 0 '' t
jd-Jl ‘r» od>r jlsJi'1 J ^b*r yli Ji A)1 /j* J
Allah melaknat pria yang kewanita-wanitaan dan wanita yang kepria-
priaan.42'
Maksudnya wanita yang menyerupai pria dalam berpakaian dan
berbicara.
Abu Hurairah bft berkata, "Rasulullah bersabda:
O vi O i>l
419. S/iab/h. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5885, 6834), At-Tirmidzi (2784), Abu Dawud (4097), Ibnu Majah
(1904) dan Ath-Thabrani (11 647, 1 1 823) dari ibnu Abbas,
420. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (4099) dari Aisyah dan di-s/rad/ri-kan oleh Al-Albani.
421. Diriwayatkan oleh Ahmad (1 / 225, 227, 254), Al-Bukhari (5886), Abdur Razzaq (20433), At-Tirmidzi
Z~?5' Ad-Darimi ( 5649 ), Abu Ya'la (2433) dan Ath-Thabrani (1 1678, 1 1 83, 1 1 847, 1 1 848 ) dari Ibnu Abbas.
Perempuan Menyerupai Lelaki dan Sebaliknya ►► 22 I
Allah melaknat perempuan yang berpakaian dengan pakaian laki-laki dan
laki-laki yang berpakaian dengan pakaian perempuan.*22
Apabila seorang perempuan memakai pakaian yang biasa dipakai
oleh orang laki-laki, seperti model baju atau celana panjang, atau lengan
yang sempit, maka ia telah menyerupai laki-laki dalam hal pakaian dan
dengan demikian ia berhak atas laknat dari Allah dan Rasul-Nya. Jika
perempuan itu telah bersuami, sedangkan suaminya itu
mendiamkannya atau malah ridla terhadapnya dan tidak melarangnya,
maka si suami juga terkena laknat. Sebab salah satu kewajiban suami
adalah membimbing istri menuju ketaatan kepada Allah dan
melarangnya dari perbuatan maksiat.
Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu
dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan
batu.” (At-Tahrim: 6)
Maksud ayat di atas; didiklah, ajarilah, dan perintahkanlah mereka
supaya taat kepada Allah, dan laranglah mereka berbuat durhaka kepada
Allah, demikian pula hal itu wajib bagi dirimu sebagai hak dirimu.
Hal ini sesuai juga dengan sabda Nabi
- f i f
j
5 ^
GLjD j *
Masing-masing kalian adalah pemimpin dan masing-masing kalian akan
dimintai pertanggungjawaban atas mereka yang dipimpinya. Seorang laki-
laki itu pemimpin dalam keluarganya dan akan dimintai pertanggungja-waban
atas mereka pada hari kiamat:'1''
Dalam hadits lain disebutkan bahwa Nabi ^ bersabda, " Ingatlah ,
kaum lelaki akan binasa dikala mereka mentaati wanita."
Al-Hasan berkata, "Demi Allah, tidaklah seorang laki-laki tunduk
kepada istrinya dalam segala hal yang diinginkannya kecuali Allah ta'ala
akan menelungkupkannya di dalam neraka."
Dalam hadits lain. Nabi -gr bersabda:
3 ' 3 ° Z' ^ ^
f G I i r‘ > U jw ^ ^ , > Ij 3 D G L t
,Gl G' ■ ^
422. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/325), Abu Dawud (4098). Ibnu Majah (3903), Ibnu Hibban (5751 , 5752), Al-
Hakim (4/194) dan hadits ini shahih.
423. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5188), Muslim (1829). At-Tirmidzi (1705) dan Ahmad (2/54. 55) dari Ibnu
Umar.
222 D:'cK'saBesar
f t
15*" ' &*■ j o*)l.’u« d-AL-*»-4 daLjU du
IjJ a 'JjT 0 *^~~~» V J^>r *J Uk); ' 'j' a 1 -J 2- , d-L>*-J V a dj^J' -pAj^-J-J
Dua macam calon penghuni neraka yang belum aku lihat (sekarang), yaitu;
orang yang mempunyai cambuk seperti ekor sapi, yang dengan cambuk itu ia
memukuli orang-orang dan wanita yang memakai pakaian yang tipis sehingga
tampak warna kulitnya, yang berlenggak-lenggok dalam berjalan, serta
memakai sanggul yang tebal di rambutnya (wig), mereka tidak akan masuk
surga dan tidak akan mencium harumnya surga, padahal harumnya itu
terciaum dari jarak sekian sekian l42"
Nafi’ berkata, "Ketika Ibnu ’Umar dan Abdullah bin 'Amru sedang
berada di tempat Zubair bin Abdul Muththallib, tiba-tiba datang seorang
perempuan menggiring kambing sambil bersandar pada sebuah busur.
Kemudian Abdullah bin 'Umar bertanya, "Kamu ini laki-laki atau
perempuan?" Wanita itu menjawab, "Perempuan." Lalu Ibnu 'Umar
berpaling kepada Ibnu 'Amru sambil berkata, "Sesungguhnya Allah
ta'ala melalui lisan Nabi-Nva, telah melaknat wanita yang menyerupai
laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita."
Di antara perbuatan-perbuatan yang apabila dikerjakan oleh wanita,
ia akan mendapat kutukan adalah menampakkan perhiasan emas,
mutiara atau yang lainnya dari balik cadar, memakai wewa-ngian atau
parfum jika keluar rumah, memakai pakaian-pakaian yang ketat dan
merangsang ketika keluar rumah, dan lain-lain. Semua itu termasuk
tabarruj yang dibenci oleh Allah, dan Allah membenci orang-orang yang
melakukannya di dunia dan di akhirat. Perbuatan-perbuatan yang sudah
banyak dilakukan oleh kaum wanita ini, Rasulullah bersabda tentang
mereka, "Aku pernah melihat ke neraka, maka kulihat kebanyakan
penghhuninya adalah wanita."41'1
Beliau juga bersabda, "Tidaklah kutinggalkan sesudahku suatu fitnah
'tang lebih membahayakan kaum lelaki dari pada wanita."42
-24, Diriwayatkan oieh Al-Hakim ( 4 / 291 i, Ath-Thabran Ausath ( 427 ), Abu Nu'aim dalam AkhbarAshbahan
(2/34), Ibnu Adi ( 1 /38). Ahmad (5/45 ), Dan di-ofna 7f-kan oleh Asy-Syaikh dalam Mh- Dhalfah {436
) dan Adh-Dha 1f{ 61 1 0 ) , Adapun dengan lafadz "Lan yufliha qaumun tamlikuhum imra 'aff, adalah shahih,
diriwayatkan oleh Al-Bukhari ( 4425 ), ( 7099 ). At-Tirmidzi (2262 ). An Nasa'i ( 7 / 227 ), Ahmad ( 5 / 43
) dan Ath-Thayalisi ( 878 ) dari Abu Bakrah.
425. Shahih Diriwayatkan oleh Muslim (2128) dan Ahmad (2/ 356, 440 ) dari Abu Hurairah.
426, Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5198), ( 3241 ), (6449, 6546 ) dari Imran, diriwayatkan oleh Muslim
( 2737 ) dari Ibnu Abbas. dan diriwayatkan oieh Muslim ( 2738 ) dari Imran dengan lafadz: "Sesungguhnya
penduduk surga paling sedikit adalah wanita."
427, Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari ( 5096 ) oan Muslim ( 2740 ) dari Usamah bin Zaid.
Perempuan Menyerupai Lelaki dan Sebaliknya ►► 223
Semoga Allah menjaga kita dari fitnah mereka, dan semoga pula
Allah memperbaiki keadaan mereka, juga keadaan kita dengan karunia
dan kemurahan-Nya.
Nasihat
Wahai anak Adam, sepertinya terhadap kematian kamu ... Pada-
hal ia telah mengejutkanmu dan menyerangmu. Ia telah mempertemu-
kanmu dengan kaum-kaum sebelummu. Ia telah memindahkanmu ke
negeri asing nan gulita. Lalu menuju perkemahan orang-orang yang
sudah mati, terpisah dari segala yang kau miliki dan kau kuasai. Kamu
tidak bisa mencegahnya dengan banyaknya harta dan pendukungmu.
Kamu pun menyesal dengan sepenuh penyesalan atas kecerobohanmu.
Duhai ajaib sekali! Ada mata tertidur sedangkan yang menuntutnya
tidak tidur! Kapankah kamu akan waspada terhadap ancaman dan
hardikan itu? Kapankah api khauf di hatimu akan menyala dan
membara? Sampai kapankah kebaikan-kebaikanmu terus layu dan
kejahatan-kejahatanmu terus bersemi? Sampai kapankah nasehat itu
mampu menggugah dirimu?! Sampai kapankah kamu berada di antara
futur dan kemalasan? Kapankah kamu waspada terhadap hari berbicara
dan bersaksinya kulitmu? Kapankah kamu akan meninggalkan semua
yang akan sirna ini menuju yang abadi? Kapankah semilir angin khauf
dan raja' bertiup membawamu ke lautan rasa? Kapankah kamu akan
berdiri di malam yang sunyi?
Di manakah orang-orang yang bermu’amalah dengan Penolongnya
dalam kesendirian? Mereka yang berdiri, ruku1, sujud, dan mengetuk
pintu-Nya pada waktu sahur? Mereka yang menahan lapar, shiyam di
waktu siang, bersabar, dan bersungguh-sungguh? Mereka semua telah
berlalu sedangkan kamu tertinggal dan kehilangan apa yang telah
mereka rasakan. Dan kamu akan tetap berada di belakang mereka ...
jika tidak mau segera bergabung.
Wahai orang yang tidur kapan kau bangun?!
Bangunlah kekasih, janji itu semakin dekat.
Siapa yang tidur sampai malam berlalu
Ia tidak akan sampai ke tujuan, atau tidak bersungguh-sungguh
Katakan kepada ulul albab, orang-orang yang bertakwa
Jembatan shirath telah menunggu!
Djfsa
Djfisa
Besar
224
D.:sa
Besar
LELAKI YANG MEMBIARKAN
ISTRINYA BERBUAT SERONG
(DAYYUTS)
Allah 'M berfirman:
Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina,
atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini
melainkan oleh laki-laki yang berzina, atau laki-laki musyrik, dan yang demi-
kian itu diharamkan atas orang-orang yang mu' min. (An-Nur: 3)
Abdullah bin 'Umar ufe mengatakan bahwa Nabi bersabda:
^ 0 - a 0 ^ '
c. L-J i i . ~~ ajjJi # 4jjjl jJ diLajl d A>-Oj 4j phj
Tiga golongan manusia yang tidak akan masuk surga; orang yang durhaka
kepada ibu-bapaknya, dayyuts (lelaki yang mendiamkan istrinya berbuat
serong), dan perempuan yang kelaki-lakian .42^
An-Nasa'iy meriwayatkan bahwa Rasulullah yyy bersabda:
'yy. cbd-'1
i_**— ) mJ — I
JjJf.
jLaJl 4
‘7^
Ji obC
Tiga golongan manusia yang Allah mengharamkan surga atas mereka; orang
yang terus-menerus meminum khamr, orang yang durhaka kepada ibu-
bapaknya, dan lelaki yang membiarkan kekejian (perbuatan serong) pada
428. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/69, 128 ), Al-Hakim (1/72). A!-Baihaqi (10/226). Dan di-s/iabMan oleh Asy-
Syaikh dalam Ash-Shahih (3052) dari Ibnu Umar.
Lelaki yang Membiarkan Istrinya Berbuat Serong (Dayyuts) ►► 225
keluarganya (istrinya). 41-
Mushannif berkata, "Seseorang yang memperkirakan istrinya
berbuat serong, lalu ia berpura-pura tidak mengetahuinya karena
cintanya kepada istrinya itu, atau karena ia masih punya hutang padahal
ia orang yang lemah (istrinya yang bekerja misalnya), atau karena
maskawinnya yang besar, atau karena ia mempunyai anak yang masih
kecil-kecil dan jika istrinya itu mengajukan kepada hakim sang hakim
akan memutuskan istrinya lebih berhak mengurus anak-anaknya,
sehingga ia tidak bisa mengambil tindakan apa-apa terhadap istrinya
itu, sungguh tidak ada kebaikan sama-sekali padanya, pada orang yang
tidak lagi memiliki kecemburuan.
Semoga Allah menganugerahkan kepada kita kesejahteraan batin
dari segala bala' dan ujian. Sesungguhnya Dia Maha Memberi lagi Maha
Pemurah.
Nasihat
Wahai diri yang tersibukkan dengan syahwat yang fana, kapankah
engkau kan bersiap-siap menghadapi kematian? Sampai kapankah
engkau bermalas-malasan untuk segera menyusul kafilah yang 'tlah
berlalu? Benar-benarkah engkau serius sedangkan engkau
menggadaikan sandaran untuk menjemput orang-orang yang mulia?
Terlalu jauh panggang dari api!
Wahai yang mengangankan kenikmatan, waspadailah datang-nya
penghancur segala kelezatan! Waspadailah tipu-dayanya di sela-sela
hembusan nafas dan berlalunya masa.
Telah berlalu manisnya apa yang kau sembunyikan dan yang
tertinggal kini
Adalah kepahitan yang pasti menyertai
Duh, merugilah ahli maksiat pada hari kembali
Andai pun mereka digiring ke surga
Andai tiada rasa malu selain kepada
Yang telah menutup segala aib, niscaya ada banyak kerugian
429. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/1 34), An-Nasa'i (5/80). Ath-Thabrani (13180). Dan di-s/iab/Man oleh Asy-
Syaikh dalam Ash-Shahth (3063) dan baginya syahid dari hadits Ammar bin Yasir- lihat Shahih Al-Jami’ (
3062).
226 1 Difea Besar
Wahai yang lembar catatan amalnya dipenuhi dosa-dosa, yang
timbangannya diberatkan dengan banyaknya dosa, apakah engkau
belum mendapati sesuatu yang dapat menghentikan kerakusan untuk
mendapatkannya?! Belumkah kau saksikan tempat duduk pengantin
itu sangat cepat berubah menjadi liang lahad? Belumkah kau lihat betapa
iasad orang-orang yang hidup mewah itu hanya ditutupi lembaran kain
kafan? Belumkah kau saksikan perkembangan jasad di dalam rahim?
Kapankah kau tersadar untuk membebaskan dirimu, wahai yang selalu
dalam kantuk? Kapankah kau mengambil pelajaran dari demamnya
saudaramu?
Di manakah para kaisar nan pemberani para penunggang kuda?
Di manakah mereka vang selalu bercengkrama dengan budak-budak
nan jelita? Di manakah orang-orang yang congkak yang selalu ber-
muka masam? Di manakah orang-orang yang terbiasa dengan
lapangnya istana? Yang ada hanyalah penjara kubur yang sangat sempit!
Dimanakah orang-orang yang selalu berbangga dengan pakaiannya?
Kini hanya berkainkan kafan terkubur tanah merah! Di manakah si
lalai dari angan dan keluarganya? Kini semua telah direnggut oleh
perebut terulung! Di manakah si pengumpul harta? Penjaga dan yang
dijaga telah musnah!
Sungguh! Barangsiapa mengerti tipu daya dunia niscaya akan
meninggalkannya. Barangsiapa jahil terhadap dirinya pastilah
menghardiknya. Barangsiapa merasakan kenikmatan pastilah
mensyukurinya. Dan barangsiapa diseru kepada negeri keselamatan
Daarus Salam', niscaya akan memupus segala keinginan hawa nafsu.
Lelaki yang Membiarkan Istrinya Berbuat Serong (Dayyuts) ►► 227
mSB%sar
MUHALLIL*
DAN MUHALLAL LAHU**
Abdullah bin Mas'ud meriwayatkan bahwa Rasulullah
melaknat muhallil dan muhallil lahu.430
Abdullah bin Abbas berkata, "Rasulullah pernah ditanya
tentang muhallil. Lalu beliau menjawab, "Jangan! Hendaknya pernikahan
itu didasari oleh suatu keinginan dan bukan kepura-puraan! Jangan pula ia
merupakan pelecehan terhadap Kitab Allah y* ! Sampai ia merasakan lezatnya
persetubuhan!"4il
'Uqbah bin Amir meriwayatkan Rasulullah %£% bersabda, "Maukah
kalian aku beritahukan tentang at-taisil musta'ar (kambing hutan pinjaman)?"
Para sahabat menjawab, "Tentu, wahai Rasulullah." Beliau melanjutkan,
Yaitu seorang muhallil. Allah melaknat muhallil dan muhallil lahu ,"432
Seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu ’umar Wz , "Bagaimana
pendapat Anda jika saya menikahi seorang wanita untuk menjadikannya
halal bagi suaminya terdahulu, sedangkan sang suami tidak menyuruh
saya untuk menikahinya, pun tidak mengetahuinya?" Ibnu 'Umar
menjawab, "Jangan, kecuali jika kamu menikahinya atas dasar suka.
Jika wanita itu menarik hatimu, kamu bisa mempertahankannaya, dan
Muhallil adalah seorang laki-laki yang menikahi wanita yang telah ditalak dengan talak bain secara zhahir
saja, la akan segera menceraikannya agar suaminya terdahulu dapat menikahinya lagi.
’ ' Seorang suami yang telah mentalak istrinya dengan talak bain, talak tiga, sehingga ia tidak boleh lagi ruju'
cengannya. Lalu ia merelakan istrinya dinikahi oleh seseorang untuk nanti diceraikan dan ia pun bisa
-enikahinya kembali.
-V D nwayatkan oleh An-Nasa'i (2/98). At-Tirmidzi dan Ad-Darimi ( 2258 ), Ibnu Abi Syaibah (7/44, 45 ), Al-
3aihaqi ( 7/208 ) dan Ahmad ( 1 /448 ) dari Ibnu Mas'ud . Dan di-sbah/Man oleh Asy-Syaikh dalam Al-
v.a'( 1 897 ) dan ada mempunyai berbagai jalur periwayatan, lihat di sana.
-O' Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Kabir{ 1 1 567 ) dari ibnu Abbas, sedangkan isnadnya dha’if.
-12 j nwayatkan oleh Ibnu Majah ( 1 936 ). Al-Hakim ( 2 / 198 ), Al-Baihaqi (7/208) dan di-hasan-kan oleh Asy-
Syaikh dalam Al-lrwa 'dengan berbagai jalurnya ( 6/210 ).
Muhallil dan Muhallal Lahu ►► 229
jika tidak kamu bisa menceraikannya. Kami menganggap perbuatan
seperti itu pada masa Rasulullah sebagai perbuatan zina!"433
Beberapa atsar dari para sahabat dan tabi'in diantaranya seperti
yang diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir dari 'Umar bin Khaththab agk,
katanya, "Tidaklah dihadapkan kepadaku seorang muhallil dan muhallil
lahu, melainkan akan kurajam keduanya."
'Umar i®? juga pernah ditanya tentang hukum tahlil (mengha-
lalkan) wanita untuk suaminya, dan dia menjawab, "Itu adalah zina."434
Abdullah bin Syarik al-'Amiriy berkata, "Saya mendengar Ibnu
'Umar r.a. ditanya tentang seorang laki-laki yang telah menceraikan
anak perempuan pamannya, kemudian ia merasa menyesal dan ingin
kembali kepadanya, maka ada laki-laki yang ingin menikahinya supaya
bisa menjadi halal untuknya. Ibnu 'Umar menjawab, "Keduanya berzina,
sekalipun keduanya hidup bersama selama dua puluh tahun atau lebih,
apabila ia mengetahui bahwa ia berkehendak menghalalkan wanita itu
buat suami sebelumnya."433
Ibnu 'Abbas pernah ditanya oleh seorang laki-laki, katanya, "Anak
pamanku telah menceraikan istrinya dengan talak tiga, lalu menyesal."
Ibnu 'Abbas menjawab, "Anak pamanmu itu telah berbuat durhaka
kepada Rabbnva lalu Dia menjadikannya menyesal. Ia telah mematuhi
setan sedangkan setan tidak menjadikan jalan keluar buatnya." Orang
itu bertanya, "Bagaimana pendapat Anda jika ada orang yang menikahi
bekas istrinya itu supaya bisa menjadi halal baginya?" Ibnu 'Abbas
menjawab, "Barangsiapa menipu Allah maka Dia akan menipunya! "43h
Ibrahim an-Nakha'iy berkata, "Jika niat salah satu dari tiga orang,
suami yang pertama, suami yang yang terakhir, atau wanita itu adalah
untuk tahlil (menjadikan wanita itu halal bagi suami pertamanya) maka
pernikahan yang terakhir itu batal (tidak sah), dan wanita itu tetap
tidak halal untuk suaminya yang pertama."437
Hasan al-Bashriy berkata, "jika salah seorang dari ketiga orang itu
berniat akan melakukan tahlil, maka pernikahan itu menjadi rusak."138
433. Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Ausath dan Al-Hakim (2/1 99). Al-Baihaqi (7/208) dan di -shahih-
kan oleh Asy-Syaikh dalam Al-lrwa ' ( 1 898).
434. Diriwayatkan oleh Abdur Razzaq (10776). Ibnu Abi Syaibah (4/294). Al-Baihaqi (7/208) dan isnadnya
shahih.
435. Diriwayatkan oleh Abdur Razzaq (10778).
436. Asy-Syaikh menyebutkan di dalam Al-lrwa' ( 1 899) dan beliau mendiamkannya. Dan diriwayatkan oleh
Abdur Razzaq (10779), Sa’id bin Manshur (1060). (1061), Ath-Thahawi (2/33), sedangkan isnadnya
shahih.
437. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (4/295) dan Sa’id bin Manshur (1 994),
230 1 d~dS:x Besar
Sehubungan dengan seorang laki-laki yang menikahi seorang
wanita dengan tujuan supaya wanita itu bisa menjadi halal untuk
suaminya yang pertama, Sa'id bin Musayyib -imam tabi'in- berkata,
'Tidak halal."439
Termasuk yang berpendapat demikian adalah Malik bin Anas, al-
Laits bin Sa'ad, Sufyan ats-Tsauriv, dan Imam Ahmad bin Hanbal.
Isma'il bin Sa'id berkata, "Saya pernah bertanya kepada Imam
Ahmad tentang seorang laki-laki yang menikahi seorang wanita
sedangkan dalam hati laki-laki itu berniat untuk menjadikan wanita
itu halal bagi suaminya yang pertama, namun wanita itu tidak
mengetahui tentang niatnya tersebut, bagaimanakah hukumnya?"
Beliau menjawab, "Dia adalah muhallil. Dan kalau ia bermaksud dengan
pernikahannya itu untuk menghalalkan wanita itu supaya bisa menikah
kembali dengan mantan suaminya yang dulu, maka terkutuklah ia."
Pendapat madzhab Syafi'iy menyebutkan, "Jika syarat tahlil itu
disebutkan dalam akad, maka akadnya batal (tidak sah). Karena ia
diakadkan dengan syarat yang akan memutuskannya sebelum sampai
ke tujuannya, maka ia batal seperti nikah mut’ah. Jika syaratnya itu
disebutkan sebelum akad, menurut pendapat yang benar pernikahan
itu tetap sah. Begitu pula jika diakadkan dengan tidak menyebutkan
$varat tersebut dalam akad dan tidak pula sebelumnya, maka akad itu
tidak rusak. Apabila seorang laki-laki mengawini seorang wanita dengan
catatan jika ia sudah menggaulinva maka ia harus menceraikannya,
dalam hal ini ada dua pendapat; dan pendapat yang paling benar bahwa
pernikahan itu batal. Adapun sebab batalnya itu adalah karena adanya
syarat yang mencegah sahnya pernikahan, yaitu kelanggengannya. Jadi
ini mirip ta'qit (pembatasan waktu seperti dalam nikah mut’ah) Ini
adalah pendapat yang paling shahih menurut ar-Rafi’iy. Pendapat kedua
menganggap bahwa dalam pernikahan itu ada syarat yang rusak yang
menyertai akad, maka ia tidak membatalkan pernikahan itu,
sebagaimana jika disyaratkan supaya si suami tidak kawin lagi, atau
tidak membawanya pergi meninggalkan negerinya. Wallahu a'lam.
Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita untuk segala yang
diridlai-Nya serta menjauhkan kita dari kemaksiatan kepada-Nya.
Sesungguhnya Dia Maha Memberi, Maha Pemurah, Maha Pengam-
pun, dan Maha Penyayang.
-33. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (4/295) dan Sa'id bin Manshur (1995).
-39. Diriwayatkan oleh Sa'id bin Manshur (1989).
Muhallil dan Muhallal Lahu ►► 23 I
Nasihat
Betapa tinggi suatu kaum ... yang meninggalkan dunia sebelum
meninggal dunia. Mereka mengeluarkan hati nurani dari kegelapan
warna-warninya. Mereka menemukan hari-hari keselamatan dan
beruntunglah mereka. Mereka menikmati firman-firman Maula-nya
dan mereka pun berserah diri dan pasrah kepada perintahNya. Mereka
mengambil seluruh pemberian-Nya dengan syukur dan tangan terbuka.
Mereka berhijrah menuju ketaatan kepada-Nya selezat tidur yang pulas.
Mereka berlari kepada-Nya dari segala makhluk. Mereka mengutamakan
ketaatan kepada-Nya seperti yang dilakukan oleh orang yang sangat
paham dan mengerti. Mereka ridla dan tidak pernah mengeluh atas
apa yang terjadi. Mereka telah menjual diri mereka, dan duhai indahnya
jual-beli ini. Mereka berserah diri kepada-Nya kala mereka menyerahkan
ruh. Mereka berkhidmah kepada-Nya dengan dada yang lapang. Mereka
mengetuk pintu-Nya dan pintu pun terbuka. Mereka senantiasa
berlinang air mata dan kelopak mata pun sembab karenanya. Mereka
ridla terhadap diri mereka sehingga yang tidak mengenakkan pun jadi
terpuji. Anda akan dapat mengenalnya dengan ciri khas yang ada pada
mereka. Bekas-bekas kejujuran mereka sangat nyata. Mereka telah
menebar wangi gaharu dengan kelembutan sikap. Harumnya pujian
untuk mereka di setiap tempat tercium. Hanyasaja, bagi siapa yang
tidak memiliki wangi gaharu seperti mereka, itu semua teramat
menakutkan.
232 D%|sa Besar
D#sa
Besar
TIDAK MENJAGA DIRI DENGAN
SEKSAMA TERHADAP AIR SENI
Allah M berfirman:
j ; la t ^JjLj «
Dan pakaianmu, sucikanlah! (Q.S. al-Muddatstsir : 4)
Ibnu Abbas agi berkata, "Suatu hari Nabi berjalan melewati
dua buah kuburan, lantas beliau berkata:
.s-Vl
Kedua penghuni kuburan ini sedang diadzab. Mereka disiksa bukan karena
telah mengerjakan dosa besar, yang seorang suka mengadu domba ke sana-ke
mari, sedangkan yang satunya lagi tidak menjaga diri dengan seksama1
terhadap air seni."440
Rasulullah bersabda, "Jagalah diri dengan seksama terhadap air
seni, sesungguhnya kebanyakan adzab kubur itu disebabkan clehnya."44]
Sesungguhnya orang yang tidak menjaga dirinya dan juga
pakaiannya dari air seninya maka shalatnya tidak diterima.
— 1 Shahih Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1378.6052,1361). Muslim (292), Abu Dawud (20), At-Tirmidzi (70),
An-Nasa'i (1/28-30), Ibnu Majah (347) dan Ahmad (1/225) dari Ibnu Abbas.
— ■ Diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni (1/128) dari Abu Hurairah. Dan diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (1/
44/2), Ibnu Majah (348), Ad-Daruquthni (1/128). Al-Ajurri dalam Asy-Syari’ah (hal:362,363) dan Al-Hakim
(1/183).
Dan diriwayatkan oleh Ahmad (2/326,388,389) dengan lafal ‘ Kebanyakan siksa kubur itu karena kencing",
isnadnya shahih menurut syarat Al-Bukhari dan Muslim sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Hakim. Adz-
Dzahabi dan Al-Albani. Baginya pendukung dari hadits Ibnu Abbas dan Anas. Lihat kembali Ai-lrwa' (280)
dan Shahih At-Jami’ (3002).
Tidak Menjaga Diri Dengan Seksama Terhadap Air Seni ►► 233
Al-Hafizh Abu Nu'aim di dalam kitab Hilyatul Auliya' meriwa-
yatkan sebuah hadits dari Svaqiv bin Mani' al-Ashbahiy, dari Rasulullah
-gfe sabda beliau, "Empat golongan penghuni neraka yang akari mengganggu
para penghuni neraka lainnya karena siksaan yang mereka terima. Mereka
beringsut diantara hamim (cairan panas yang mendidih) dan jahim (nyala
api yang berkobar-kobar), sambil berteriak-teriak mengeluarkan sumpah
serapah. Para penghuni neraka lainnya saling bertanya kepada sesama mereka,
'Kenapa mereka itu mengganggu kita yang menambah beban siksaan kita
saja!' Keempat orang itu; yang pertama seseorang di atas kepalanya ada peti
bara api, kedua seseorang yang berjalan sambil menyeret ususnya, ketiga,
seseorang yang mengalir nanah dan darah dari mulutnya, dan keempat,
seseorang yang memakan daging tubuhnya sendiri." Rasulullah ypcp
melanjutkan, " Para penghuni neraka akan bertanya-tanya tentang orang
yang memikul peti bara api di atas kepalanya. 'Mengapa orang jahat itu
mengganggu kita yang menambah beban hukuman saja?' pertanyaan ini
dijawab, 'Orang jahat itu meninggal sambil membawa beban harta manusia
di lehernya.' Kemudian mereka akan bertanya tentang orang yang berjalan
sambil menyeret ususnya, 'Mengapa orang jahat itu mengganggu kita yang
menambah beban hukuman saja?' pertanyaan ini dijawab. 'Orang jahat itu
adalah orang yang tidak peduli di mana air seninya mengenai (pakaian atau
badannya) dan ia tidak mencucinya.' Lalu mereka bertanya tentang orang
yang mengalir nanah dan darah dari mulutnya, 'Mengapa orang jahat itu
menggang-gu kita yang menambah beban hukuman saja?' pertanyaan ini
dijawab. 'Orang jahat itu adalah orang yang dahulu mendapati kata-kata
yang buruk dan ia menikmatinya (dalam riwayat lain; ia dahulu makan
daging manusia dan berjalan sambil mengadu domba). Lalu mereka
bertanya tentang orang yang memakan daging tubuhnya sen-diri, 'Mengapa
orang jahat itu mengganggu kita yang menambah beban hukuman saja?'
pertanyaan ini dijawab, 'Orang jahat itu adalah orang yang dahulu makan
daging manusia (berbuat ghibah, menggunjing)442
Mari memohon ampunan dan kesejahteraan kepada Allah dengan
karunia dan kemurahan-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengasih.
442. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam Al-Ghibah (49). Ash-Shamtu (1 86), Abu Nu'aim (5/1 67), Ath-
Thabrani Kabir( 7226) dan Ibnul Mubarak dalam Az-Zawaid lizZuhd( 328) dari Syafiy bin Mani1. Dia adalah
seorang Tabiin menurut pendapat yang kuat. Adapun haditsnya adalah mursal dan para perawinya tsiqat.
Ibnul Mubarak juga meriwayatkan yang seperti itu di dalam Az-Zawaid ( 336) dan Ibnu Abi Dunya dalam
Washfun Nar (37) darinya pula.
234 1 D:D%*Besar
Nasihat
Wahai sang hamba, perhatikanlah padang sengketa orang-orang
terdahulu! Cermatilah akhir akibat yang mereka terima dan dari mana
mereka memulainya! Ketahuilah bahwa mereka telah berpencar dan
berpisah. Ahli kebaikan telah menggapai kemuliaan, ahli kejahatan telah
menuai kesengsaraan. Lihatlah pada dirimu sebelum kamu menemui
apa yang mereka temui:
Seseorang itu ibarat bulan sabit ... pada awal kemunculannya
Tampak tipis, halus ... lalu menjadi penuh
Terus bertambah ... sampai kala telah sempurna akan diikuti
Siang malam yang terus mengurangi lalu sirna tanpa sisa
Adalah masa muda selendang yang kau banggakan
Untuk suatu bencana, segala cacat telah pergi darinya
Ia telah mati tersenyum, uban kini menghias
Seperti malam... dalam kelemahannya ufuk datang menjelang
Aku heran, masa tiada pernah kehilangan keheranannya
Ada manusia cenderung kepada dunia padahal mereka orang-orang jujur
Setiap kali ia menghibur pemiliknya dengan kesedihan
Mereka pun mengetuk dengan ketukan kesedihan dan kepayahan
... Adalah kampung di sana masa pasti kan binasa
Segala yang penuh pengalaman pun takut bergetar
Wahai Rijal ... yang tertipu dengan kebatilannya
Percaya padanya setelah datang keterangan dan terpedaya
Kukatakan; "Diriku pun menyeru bagi perhiasannya
Di manakah para raja? Para raja manusia dan pasar mereka?
Ke manakah orang-orang yang bergelut dengan kenikmatannya
Kemarin mereka kaya dengan kehidupan dan dekat
Sore ini rumah-rumah mereka kosong bak rumah tua
Sepertinya itu tiada seorangpun diciptakan untuknya
Wahai pecandu nikmat kampung yang tiada berkekal
Tertipu oleh bayang-bayang adalah suatu ketololan!"
Tidak Menjaga Diri Dengan Seksama Terhadap Air Seni ►► 235
RIYA'
D#sa
Besar
Mengabarkan perihal orang-orang munafik Allah ta’ala berfirman:
^ si s\ ' tes**,* t
bdli )>\ <3ii JjJ JbV j
Mereka bermaksud riya (dengan shalatnya) di hadapan manusia. Dan tidaklah
mereka menyebut nama Allah kecuali sedikit sekali. (An-Nisa’: 142)
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang
lalai dari shalatnya, (yaitu) orang-orang yang berbuat riya, dan enggan
(menolong dengan) barang berguna. (Al-Ma’un: 4-7)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala)
sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si
penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada
manusia. (Al-Baqarah: 264)
Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya maka hendaklah ia
mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun
dalam beribadat kepada Rabb-nya (Al-Kahfi: 110)
Maksud 'janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam
beribadat kepada Rabb-nya' adalah jangan berbuat riya' dengan
amalnya.'
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa
Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya orang yang pertama kali akan diadili
rada hari kiamat adalah seorang yang mati di jalan Allah (dalam perang fi
sabilillah). Orang itu didatangkan, lalu Allah mengingatkannya tentang nikmat-
nikmat yang telah Allah berikan kepadanya dan ia pun mengakuinya. Lalu
Ailah bertanya, 'Apa yang telah kamu lakukan dengan segala nikmat itu?' Ia
Riya’ ►►IB/
menjawab, 'Saya telah berperang di jalan-Mu hingga saya mati syahid.' Allah
menjawab, 'Engkau berdusta. Tetapi engkau melakukan itu supaya dikatakan
orang bahwa engkau adalah seorang pemberani dan itu sudah dikatakan
orang!' Kemudian Allah memerintahkan kepada malaikat agar menyeret orang
itu pada wajahnya lalu dilemparkan ke dalam neraka. Kemudian didatangkan
pula seorang laki-laki yang telah diberi oleh Allah kelapangan dan harta
kekayaan yang banyak. Allah mengingatkannya tentang nikmat-nikmat yang
telah Allah berikan kepadanya dan ia pun mengakuinya. Lalu Aliah bertanya,
'Apa yang telah kamu lakukan dengan segala nikmat itu?' la menjawab, 'Saya
tidak meninggalkan satu jalan pun yang Engkau sukai saya menginfakkan harta
di sana melainkan saya menginfakkan harta di sana hanya karena-Mu.' Allah
menjawab, 'Engkau telah berdusta. Tetapi engkau melakukan itu hanyalah demi
mengharap pujian orang, supaya dikatakan bahwa engkau adalah seorang
dermawan, dan itu sudah dikatakan orang!' Kemudian Allah memerintahkan
kepada malaikat agar menyeret orang itu pada wajahnya lalu dilemparkan ke
dalam neraka. Lalu didatangkan pula seseorang yang mempelajari ilmu,
mengajarkannya dan membaca al-Qur'an. Allah mengingatkannya tentang
nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepadanya dan ia pun mengakuinya.
Lalu Allah bertanya, 'Apa yang telah kamu lakukan dengan segala nikmat itu?'
Ia menjawab, 'Saya belajar ilmu dan mengajarkannya, serta membaca al-Qur' an
karena-Mu.' Allah menjawab, 'Engkau dusta. Tetapi engkau belajar dengan
maksud supaya dikatakan oleh orang-orang bahwa engkau adalah orang alim,
dan engkau membaca al-Qur'an dengan maksud agar dikatakan sebagai pari'!'
Kemudian Allah memerintahkan kepada malaikat agar menyeret orang itu pada
wajahnya lalu dilemparkan ke dalam neraka .44?
Rasulullah bersabda:
\ , ' * , i . , ; . - . ,
dj 4^ ctS J J' J • ~A 4 4j di)! • +A
■ \ ^ ^ V ^ ^
Barangsiapa berlaku sum'ah Allah akan memperdengarkan aibnya. Dan
barangsiapa berbuat riya' Allah akan memperlihatkan aibnya d4-1
Al-Khaththabiy berkata, "Maksud hadits di atas adalah barangsiapa
mengerjakan suatu amalan dengan tidak ikhlas, tetapi hanya ingin
dilihat dan didengar orang, maka ia akan dibalas dengan membukakan
kejelekan-kejelekannya, sehingga tampaklah semua yang
disembunyikan dan dirahasiakannya. Wallaahu alam.”
Rasulullah ^ bersabda:
—3. Diriwayatkan oleh Muslim (1905).
—4, 7aW?/7/-nya telah disebutkan di muka pada permulaan kitab
238 1 D:of:saBesar
Yang sedikit dari riya’ itu syirik."'
Rasulullah juga bersabda, "Sesuatu yang paling aku takuti menimpa
kalian adalah syirik kecil." Para sahabat bertanya, "Apakah itu , wahai
Rasulullah?" Beliau menjawab, "Riya'. Pada hari Allah membalas amal
hamba-hamba-Nya, Dia berfirman. Pergilah kepada orang-orang yang dahulu
kalian memperlihatkan amal-amal kalian kepada mereka. Lihatlah, adakah
kalian mendapat pahala di sisi mereka?:"''40
Allah W berfirman, ‘‘Dan jelaslah bagi mereka dari Allah apa-apa
yang belum pernah mereka perkirakan.’’ (Az-Zumar: 47)
Tafsir ayat di atas adalah bahwa dahulu ketika mereka tinggal di
dunia mereka mengerjakan amal-amal yang mereka anggap sebagai
amal-amal yang baik, kemudian pada hari kiamat ternyata amal-amal
itu buruk semuanya.
Sebagian salaf, jika membaca ayat di atas berkata, "Celakalah
orang-orang yang berbuat riya’."
Dikatakan, pada hari kiamat nanti orang yang riya' itu akan
dipanggil di hadapan seluruh makhluk dengan empat nama; wahai
mura'i (si pelaku riya'), hai ghaadir (penipu), hai faajir (pendosa),
dan hai khaasir (orang yang merugi), ambillah pahala yang disediakan
oleh orang yang karenanya kamu beramal! Kamu sudah tidak memiliki
pahala lagi di sisi Kami.
Al-Hasan, "Orang yang berbuat riya' itu pada hakekatnya ingin
mengalahkan takdir Allah padanya. Ia adalah orang yang jahat. Ia ingin
manusia menyebutnya sebagai orang yang shalih. Bagaimana mungkin
orang-orang akan mengatakan demikian, sedangkan ia telah menempati
ieedudukan yang buruk di sisi Rabbnya. Mestinya, hati semua orang
vang beriman mengetahui hal ini."
Qatadah berkata, "Jika seorang hamba berbuat riya' , maka Allah
akan berkata, 'Lihatlah kepada hamba-Ku, bagaimana ia memperolok-
elokkan-Ku."1
'Umar bin Khaththab LA pernah melihat seorang laki-laki
menekuk lehernya. Ia berkata, “Wahai orang yang menekuk lehernya,
tegakkan lehermu. Sesungguhnya khusyuk itu bukan di leher namun
445. Takhrij- nya telah disebutkan di muka pada permulaan kitab
44? Takhrij- nya telah disebutkan di muka.
Riya’ ►► 239
ia ada di dalam hati."
Abu Umamah al-Bahiliy 28? pernah berjalan melewati seorang
laki-laki yang sedang bersujud di masjid. Orang itu bersujud sambil
menangis dan berdoa. Abu Umamah berkata kepadanya, "Wahai kamu
... alangkah baiknya kalau kamu melakukannya di dalam rumahmu!"
Muhammad bin Mubarak as-Shuriy berkata, "Menampakkan
ketaatan itu lebih baik di malam hari dari pada di siang hari. Sebab,
menampakkan ketaatan di siang hari itu untuk makhluk, sedangkan di
malam hari untuk Rabb semesta alam."
'Ali bin Abu Thalib berkata, "Orang yang berbuat riya' itu ada tiga
tandanya; jika ia sendirian ia malas beramal, jika ia di keramaian ia
rajin, dan jika dipuji ia meningkatkan amalnya sedangkan jika dicela ia
menguranginya."
Fudlail bin 'Iyadl berkata, “Meninggalkan amal karena manusia
itu riya’, sedangkan mengerjakannya karena mereka itu syirik. Ikhlas
adalah apabila Allah menjagamu dari keduanya.”
Semoga Allah memberikan ma'unah kepada kita, juga keikhlasan
dalam setiap amal, kata, gerakan dan diamnya kita. Sesungguhnya Dia
maha Memberi lagi maha Pemurah.
240 D^saBesar
D.
.4 __ _
i s a
Besar
MENUNTUT ILMU UNTUK DUNIA
DAN MENYEMBUNYIKAN ILMU
Allah berfirman:
.. '.f ? ✓ o s a s *■ &
^ <o^ L*j!
Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya, hanyalah
ulama. (Faathir: 28)
Yaitu ulama yang mengerti (ma'rifah) kepada Allah.
Ibnu 'Abbas berkata, "Maksud ayat itu adalah sesungguhnya
orang-orang yang takut kepada-Ku di antara makhluk-Ku ialah yang
mengerti tentang keperkasaan-Ku (jabarut), kemuliaan-Ku ('izzah) dan
kekuasaan-Ku (sulthan)."
Mujahid dan asy-Sya’biv berkata, “Orang yang berilmu (alim)
adalah orang yang takut kepada Allah ta’ala."
Rabi' bin Anas berkata, "Barangsiapa yang tidak takut kepada
Allah, maka ia bukanlah seorang yang berilmu” (walaupun ilmunya
banyak, pent)
Allah juga berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang
menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-
keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada
manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula)
oleh semua (makhluk) yang dapat melaknat.” (Al-Baqarah: 159)
Ayat di atas diturunkan berkenaan dengan ulama' Yahudi. Yang
dimaksud dengan ' al-bayyinat ' adalah hukum rajam, had, dan seluruh
hukum; 'al-huda' adalah berita dan ajaran Nabi Muhammad *§|; 'mim
ba'di ma bayyanndhu linnds' adalah kepada Bani Israil; 'fil kitab' adalah di
dalam Taurat; 'uldika' adalah orang-orang yang menyem-bunyikan; dan
Menuntut Ilmu untuk Punia dan Menyembunyikan Ilmu ►► 241
'yal'anuhumul laa'inun' Ibnu 'Abbas berkata, "Yaitu segala sesuatu selain
jin dan manusia.”
Ibnu Mas'ud berkata, "Tidaklah dua orang muslim itu saling
melaknat satu sama lainnya, kecuali laknat mereka itu akan menimpa
orang-orang Yahudi dan Nasrani, yang telah menyembunyikan berita
tentang kedatangan Nabi Muhammad feg dan sifat-sifat beliau.”
Allah ist berfirman, “Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari
orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu), "Hendaklah kamu menerangkan
isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya," lalu
mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka
menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka
terima .” (Ali 'Imran: 187)
Al-Wahidiy berkata, "Ayat ini diturunkan berkenaan dengan
orang-orang Yahudi Madinah. Allah telah mengikat janji dengan mereka
di dalam Taurat perihal Muhammad sifat-sifatnya, dan waktu
diutusnya, serta mereka tidak boleh menyembunyikannya. Itulah makna
firman-Nya '...Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia,
dan jangan kamu menyembunyikannya ..."'
Al-Hasan berkata, " itu adalah perjanjian antara Allah ta'ala dengan
para ulama Yahudi, supaya mereka menerangkan kepada manusia apa
yang disebut dalam kitab mereka. Di antaranya adalah perihal
Rasulullah
Tentang firman Allah, ' ...lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang
punggung mereka..', Ibnu 'Abbas Y- berkata, "Kemudian mereka
membuang perjanjian itu di belakang punggung mereka." Dan '...dan
mereka menukarnya dengan harga yang sedikit...' yaitu apa yang mereka
ambil dari orang-orang yang berada di bawah mereka dengan keadaan
mereka sebagai orang yang berilmu. Adapun 'Amatlah buruk tukaran
yang mereka terima.', Ibnu 'Abbas berkata, "Buruk sekali tukaran yang
mereka terima dan mereka sangat merugi."
Rasulullah sgg bersabda:
Barangsiapa mempelajari suatu ilmu yang seharusnya ilmu itu diperguna-
kannya untuk mengharap wajah Allah, namun ia tidak mempelajarinya kecuali
t, .1 > ’ I ' " v . | ,, > 9
. -wc-wt-J ^ ^ \>r 4 'S 4_L'^
* c “ w
v - • •
. 0 -- 3 -- O f I
-j jS jJ LJjJt
d:d%* Besar
242
untuk memperoleh materi dunia, maka ia tidak akan mencium mewangi
surga.44
Pada bab terdahulu (dosa besar ke-37) telah disebutkan sebuah
hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah A&? tentang tiga orang
yang diseret oleh malaikat lalu dilemparkan ke dalam neraka. Salah
satunya adalah orang yang menuntut ilmu hanya karena ingin dikatakan
sebagai seorang yang alim.
Rasulullah bersabda:
dlil
c - i > t ,
cLJjtd 4j d r i ^ 3
d i 4j j \Jj_J 1 ■ p4
,ld' ‘djl j i ^ 4 jLjl j ^ 4-Jl
Barangsiapa menuntut ilmu untuk mendebat orang-orang yang bodoh, atau
untuk membanggakan diri di hadapan para ulama', atau untuk menarik
perhatian manusia agar cenderung kepadanya, niscaya akhir baginya adalah
neraka. Dan di lain riwayat 'Allah akan memasukkannya ke dalam neraka.'448
Rasulullah juga bersabda:
4*4 LoL) ■* 4J U ' p* > I ydS- ' ' y*
Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu (yang diketahuinya) namun ia
menyembunyikannya, maka pada hari kiamat nanti ia akan dikekang dengan
kekang dari api neraka.44 -
Di antara doa Nabi sg* adalah:
i y^S- -p» Z yS- I
Aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat.450
Rasulullah bersabda, Barangsiapa mempelajari suatu ilmu namun
tidak diamalkannya, maka itu tidak menambahkan baginya kecuali
—7. Diriwayatkan oieh Ahmad (2/338). Abu Dawud (3664), Ibnu Majah (252), Al-Hakim (1/85), Ibnu Hibban
(78) dan Ibnu Abdil Barr dalam Jamiut 7/m/(hal:230) dari Abu Hurairah dan di-shah/Man oleh Asy-Syaikh
dalam Ash- Shahih (6159).
—3. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ai-Baghdadi dalam lqtidha ’u I 'llm (hal: 1 02) dan d\-shahih-kar\ oleh Asy-
Syaikh dalam Ash- Shahih (6158).
—3, Diriwayatkan oleh Ahmad (2/263,305). Abu Dawud (3658). At-Tirmidzi (2649), An-Nasa’i dan Ibnu Majah
(261 ), Al-Baihaqi Asy-Syu’ab (1 61 2) dari Abu Hurairah dan di-shah/Man oleh Asy-Syaikh dalam Ash-
Shahih (6284).
450. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (10/187). Muslim (2722) dan Ibnu Abdil Barr daiam Al-'llmu (hal:21 5)
dari Zaid bin Arqam. Dan diriwayatkan oleh Ath-Thayalisi (2007). Ibnu Abi Syaibah (10/1 87, 1 88), Ahmad
(3/1 92), An-Nasa’i (8/264) dan Al-Hakim (1/104) dan Anas.
Menuntut Ilmu untuk Dunia dan Menyembunyikan Ilmu ►► 243
kesombongan.451
Abu Umamah berkata, "Rasulullah piy bersabda:
" ^ ^ g ^ ^ ^ 4 0 ' 3 £ s .'f
jjjj <L>4 A ■ jJ-L3 jll)i s oL-fli' £. j ~Jl ^JlkJlj C-L^tJ
u ji r<ij>i Ur jui ?2l iL^i a{, ij u iiS ll il jii : J
& ’Jr\$
Kelak pada hari kiamat akan didatangkan seorang alim yang jahat. Ia
dilemparkan ke dalam neraka, dan ia berputar-putar membawa ususnya seperti
keledai berputar pada gilingan. Seseorang bertanya, " Bagaimana Anda
mengalami nasib seperti ini? Padahal kami mendapatkan petunjuk melalui
Anda?" Ia pun menjawab, " Aku mengerjakan apa yang kalian aku larang
mengerjakannya."452
Hilal bin Ala’ bertutur, "Menuntut ilmu itu sulit. Menjaganya lebih
sulit. Mengamalkannya lebih sulit dari pada menjaganya. Selamat darinya
lebih sulit dari pada mengamalkannya."
451 . Ibnu Majah meriwayatkan yang seperti itu (258) dari Ibnu Umar dan isnadnya dhalf. Terdapat riwayat
dengan redaksi yang sama dari Ibnu Mas'ud secara mauquf.
452. Dikeluarkan oleh Ai-Ashbahani dalam At-Targhib( 2136) dan sanadnya Dhalf.
D:o%n Besar
244
KHIANAT
D^hsa
Besar
Allah },t: berfirman:
<^UL.t 1
jn
/
jlj Aijt I y sSj 'i/ 1 L^hL
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul
(Muhammad) dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang
dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (Al-Anfal: 27)
Al-Wahidiy jLSc berkata, "Ayat ini diturunkan sehubungan dengan
kasus Abu Lubabah bin Abdul Mundzir. Rasulullah mengutus Abu
Lubabah kepada Bani Quraizhah. Bani Quraizhah terkepung sedangkan
istri dan anak-anak Abu Lubabah bersama mereka. Mereka berkata,
Wahai Abu Lubabah, bagaimana pendapat m u jika kami
memberlakukan keputusan Sa'ad bagi kami?' Abu Lubabah memberikan
isyarat dengan menunjuk leher yang artinya 'jangan kalian lakukan
jika kalian tidak mau dibunuh.' Ini adalah bentuk pengkhianatan kepada
Allah dan Rasul-Nya. Abu Lubabah berkata, "Tidaklah kakiku berpindah
dari tempat semula melainkan aku sudah mengerti bahwa aku telah
berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya."453
Dalam menafsirkan kata 'al-amaanaat' pada ayat di atas, Ibnu 'Abbas
berkata, "Ia adalah amal-amal yang telah dipercayakan oleh Allah kepada
hamba-hamba-Nya, yaitu al-faraidl (segala yang wajib) . Maka janganlah
kalian melangarnya.”
Al-Kalbiy berkata, "Adapun maksud mengkhianati Allah dan Rasul-
Nya adalah bermaksiat kepada keduanya. Sedangkan mengkhianati
-53. As-Suyuthi berkata dalam Ad-Durr (3/323), diriwayatkan oleh Sa'id bin Manshur, Ibnu Jarir, Ibnul Mundzir,
Ibnu Abi Hatim dan Abu Syaikh dari Abdullah bin Oatadah- lalu ia menyebutkannya. Dan diriwayatkan oleh
Sunaid dan Ibnu Jarir dari Az-Zuhri dan dikeluarkan oleh Abd Hamid dari Al-Kalbi.
Khianat ►► 245
amanat itu artinya setiap orang yang telah diberi amanat oleh Allah
dengan kewajiban-kewajiban, bisa saja ia mengkhianati atau
memenuhinya, sebab tiada seorang pun yang mengetahuinya selain
Allah ta'ala."
Firman-Nya sedang kamu mengetahui..' artinya kamu mengetahui
bahwa itu amanat tanpa keraguan sedikit pun.
Allah berfirman:
L>J t 4-f ^ U-£j V «Uli j A
Dan bahwasanya Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat
(Yusuf: 52)
Maksudnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang
telah mengkhianati amanat.
Rasulullah Jig bersabda:
J S- t Al « > idS" OJ> Al ,*J — ^ aJI \ > -L^> « »La5 j! » olll iiU^Jl A ’ I
J t j < c , v v -_S i. j ^ , -
i ^ f , To <
jL>. AA olA-
Tanda munafik itu ada tiga; jika berbicara bohong, jika berjanji mengingkari,
dan jika diberi amanat berkhianat.4 "'
Beliau juga bersabda:
J t ' .9 f ' ' 3 , , ^ ,
A- Nj • ‘ ^ ^ J, AJ AJ \ ^
Tidak ada iman bagi orang yang tidak amanat, dan tidak ada dien bagi orang
yang tidak memelihara janji.453
Sifat khianat itu sangat buruk dalam segala sesuatu. Ia bertingkat-
tingkat; khianat dalam masalah uang tidaklah sama dengan khianat
dalam masalah keluarga atau dosa-dosa besar.
Rasulullah bersabda:
UT
J i A A Y i 9 1
Tunaikanlah amanat kepada orang yang berhak, dan janganlah kamu
mengkhianati orang yang mengkhianatimu .bo
454. Takhrij-nya telah disebutkan di muka.
455. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam At-iman( 7) dan di dalam AI-Mushannaf^Mtt). Ahmad (3
135,154,210), (849,850). Ibnu Hibban (194). Al-Saihaqi (6/288) dan Al-Baghawi (38) dari Anas. Dan di-
hasan- kan oleh Asy-Syaikh dalam Ash- Shahih (7179).
456. Diriwayatkan oleh Abu Dawud. At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Abu Hurairah, Ad-Daruquthni. Adh-Dhiya
D“D;/sa Besar
246
Dalam hadits yang lain disebutkan, Orang mukmin itu disifati dengan
apa saja selain khianat dan dusta d’
Rasulullah bersabda:
L* 0 IjI
Allah berfirman, "Aku adalah yang ketiga dari dua orang yang bersekutu
selama yang satu tidak mengkhianati temannya."458
Beliau «gg juga bersabda, "Yang pertama kali akan diangkat adalah
amanat dan yang terakhir kali tersisa adalah shalat, dan betapa banyak
orang yang melaksanakan shalat namun tiada kebaikan padanya."45-
Nabi ASg bersabda:
J ' 3 3 s'' 0 s y s
Lk?_J j L " --‘i 4j L>Jlj +S\j\
Jauhilah khianat, sesungguhnya ia adalah seburuk-buruk bithanah.460
Beliau ^ bersabda:
4j\_>- Y -j' * <0 fJLP-t-i ^ J>r ) S' 5
* O" J J J J lw
Begitulah penghuni neraka. Lalu beliau menyebut salah seorang dari mereka
adalah seorang laki-laki yang tidaklah tampak ketamakan baginya walau sedikit
melainkan ia mengkhianatinya .4nl
Ibnu Mas'ud berkata, "Pada hari kiamat nanti, orang yang pernah
mengemban amanat kemudian mengkhianatinya akan dihadapkan ke
pengadilan akhirat. Dikatakan kepadanya, Tunaikan amanatmu!' Ia akan
menjawab, 'Diriku wahai Rabbku, dunia telah hancur.' Lalu dibuatlah
gambaran amanat itu di dasar Jahannam seperti hari ia mengambilnya
dahulu lalu dikatakan kepadanya, Turunlah dan keluarkanlah ia!' Maka
dari Anas, Ath-Thabrani dari Abu Umamah. Ad-Daruquthm dari Ubay bin Ka'ab dan di-shahih-kan oleh
Asy-Syaikh dalam Ash- Shahihah (424) dan juga dalam Ash- Shahih (240).
-f' Takhrif nya telah disebutkan di muka.
-fc Diriwayatkan oleh Al-Khathib dalam Tarikhnya (4/31 6) dari jalur Muhammad bin Sulaiman Luwaian bahwa
Abu Humam Al-Ahwazi telah mengabarkan kepada kami dari Abu Hayyan At-Taimi dari bapaknya dari
Abu Hurairah secara marfu Luwain berkata: Tidak seorang pun yang meriwayatkannya dengan isnadnya
ocuali hanya Abu Humam dan dia adalah tsabat (terpercaya). Kukatakan, "Isnadnya hasarf.
D riwayatkan oleh Al-Kharalthi dalam MakarimulAkhlaq (hal: 28). Adh-Dhiya’ dalam Al-Mukhtarah (1/495).
Adu Nu'aim dalam Al-Hilyah (6/265) dan Akhbar Ashbahan (2/213) dari Anas- ini yang dinisbatkan oleh
Asy-Syaikh dalam Ash- Shahihah (1 739) dan di sana b\-shahih-kan oleh Asy-Syaikh.
-5! D mvayatkan oleh Abu Dawud (1547), An-Nasa'i (8/263). Ibnu Majah (3354), Ibnu Hibban (1029) dan Al-
Saghawi ( 1370) dari Abu Hurairah dengan lafadz “ YaAllah , sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dan
■asa lapar karena rasa lapar itu adalah sejelek-jelek teman tidur Al-Hadits. Di-hasarrkan oleh Asy-Syaikh
:aam Al-Jami’( 1283).
D mvayatkan oleh Muslim (2865) dari lyadhbin Himar.
Khianat ►► 247
orang itu pun turun dan memikulnya di pundaknya. Dan baginya, itu
terasa lebih berat dari pada gunung-gunung di dunia. Ketika orang itu
merasa bahwa ia telah berhasil, beban yang dipikulnya itu jatuh lagi
dan jatuh pulalah ia selama-lamanya." Kemudian Ibnu Mas ud berkata,
"Shalat itu merupakan amanat, wudlu juga amanat, mandi juga, timbangan
juga, takaran juga, dan yang paling besar adalah barang-barang titipan."
Ya Allah, perlakukanlah kami dengan kelembutan-Mu dan berilah
kami pengampunan-Mu.
248
Besar
D#sa
Besar
40
MENGUNGKIT-UNGKIT
PEMBERIAN
Allah is berfirman:
L 40lS_L^> ' jIb-4 ^d-il 1^46
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan ( pahala )
sedekahmu denga menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)
(Al-Baqarah: 264)
Al-Wahidiy berkaca, "Maksudnya adalah menyebut-nyebut apa yang
sudah diberikan"
Al-Kalbiy berkata, "Menyebut-nyebut sedekahnya kepada Allah dan
menyakiti perasaan orang yang menerimanya."
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah £4 bersabda:
jOJt .
j
y,' > » 0 j ^
Tiga golongan orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat
kelak, serta tidak akan dipandang-I\'ya, dan tidak pula disucikan-Nya, yaitu;
orang yang mengulurkan kainnya, orang yang suka mengungkit-ungkit
kebaikannya, dan orang yang menjual dagangannya dengan sumpah palsu.i0 2
Berkaitan dengan orang yang mengulurkan kainnya melebihi mata
kaki, ada hadits lain yang berbunyi:
l' ' 5 0 0 ' 3 'o*
llk j vii >' 'N' 'r" U--1' D
-162, 463, dan 464, Tak/iri/ketiganya telah disebutkan di muka.
Mengungkit-ungkit Pemberian ►► 249
Kain yang menjulur melebihi mata kaki, (pemakai)nya akan masuk neraka.463
Juga disebutkan sebuah hadits:
J ' 3 ' s'3) * ' 5 ' ; 'g'9' o*) o ' '
j 4jjJ' 0 ^
Tiga golongan yang tidak akan masuk surga; orang yang durhaka kepada
ibu-bapaknya dan orang yang terus-menerus minum arak, dan orang yang
suka mengungkit-ungkit pemberiannya.404
Dalam hadits lain disebutkan:
f ' ' ,a " 'j,- 3 *> o , '
j Lu 'L * L>tj N » ,_j>- J) li-Uj \
J ' J
Tidflfe afean masuk surga orang yang memperdaya, orang yang kikir dan
orang yang suka mengungkit-ungkit pemberian d"
Rasulullah bersabda, ‘jauhilah mengungkit-ungkit kebaikan, sebab
ia akan membatalkan rasa syukur dan menghapuskan pahala.”400 Lalu
Rasulullah membacakan ayat:
‘ 'dJb 'j \ ^yulf. jj! L^jkJ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala)
sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)
(Al-Baqarah: 264)
Suatu hari, Ibnu S i r i n mendengar seorang berkata kepada
temannya, "Aku sudah berbuat baik kepadamu. Aku sudah melakukan
ini .. dan itu..!" Maka Ibnu Sirin menegurnya, "Hei diamlah! Tidak ada
kebaikan dalam amal kebajikanmu jika ia disebut-sebut!"
Sebagian ulama berkata, "Barangsiapa mengungkit-ungkit
kebaikannya, ia bukan termasuk orang yang bersyukur; dan barangsiapa
merasa bangga dengan amalnya pahalanya menjadi terhapus."
Imam Syafi'i .v.L~- berkata,
, , .p „ i> , £
■» s ,■ ■? '
*uj>- *
S S 3 0 ✓ I /
' _ 3 ^ C
1 ^ \
grf 'j
JUr^JI ’jZ
)) 3
JJl!
465. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (2029). Ibnu Majah (3691 ), Al-Baihaqi Asy-Syu’ab (1 0862) dan Al-Kharaithi
dalam Al-Masawi'l 359,360) dari Abu Bakrdan di-dba’/7-kan oleh Asy-Syaikh dalam Al-Jami' (6354).
466. Aku belum mendapatkannya.
°%sa Besar
250
Janganlah engkau menerima kebaikan dari mereka
Yang mereka akan mengungkit-ungkitnya di hadapanmu
Pilihlah bagi dirimu apa yang menjadi bagiannya
Dan bersabarlah, karena sabar itu adalah surga
Ungkitan seseorang itu apabila melukai hati
Itu lebih sakit dari pada tusukan tombak
Mengungkit-ungkit Pemberian ►► 25 I
[>
u
sa
Besar
MENDUSTAKAN TAKDIR
Allah M berfirman:
s j o * ? t
,JuL c ir U'
J • u *
'S'- ?
Sesungguhnya segala sesuatu itu Kami ciptakan dengan takdir (QS. al-
Qamar: 49)
Dalam tafsirnya Ibnul Jauziy berkata, "Ada dua pendapat
sehubungan dengan sababun-nuzul ayat ini. Pertama, bahwa orang-
orang musyrik Mekah mendatangi Rasulullah untuk mendebat
beliau dalam masalah takdir. Lalu turunlah ayat ini. Hadits ini hanya
diriwayatkan oleh Imam Muslim.’67 Abu Umamah meriwayatkan
bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Qadariyyah.468 Kedua, seorang
uskup dari Najran datang menemui Rasulullah i^g berkata, 'Wahai
Muhammad, Anda menyangka bahwa semua kemaksiatan itu dengan
takdir, padahal tidak demikian!' Maka Rasulullah menyanggah, 'Kalian
orang-orang yang membantah (ayat) Allah.' Lalu turunlah ayat berikut:
, f > * S S
i - = •*
J>r J j UD J ju*.
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia)
dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka
mereka. (Dikatakan kepada mereka) Rasakanlah sentuhan api neraka".
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu dengan takdir. (Al-Qamar:
467. Diriwayatkan oleh Muslim (19/2656), Ahmad (2/444). Al-Wahidi dalam Asbabun Nuzul( 826), Al-Lalika'i
dalam As-Sunnah (947) dan At-Tirmidzi (21 57) dari Abu Hurairah.
468, Diriwayatkan oleh Ibnu Adi (5/380) dan Al-Wahidi dalam Asbabun Nuzul( 827) dari jalur Ufair bin Ma'dan
dan ia telah disepakati akan k e-dha ’/7-annya.
J'bO» Jt b)
- f O s ^ * * s s
jjJL' sLJLLp & JS" U j
Mendustakan Takdir ►► 253
47-49) ”469
Telah diriwayatkan dari Umar bin Khaththab bahwa Rasulullah
bersabda, "Apabila Allah telah mengumpulkan manusia, mulai ( generasi )
pertama hingga yang terakhir, Allah memerintahkan kepada (malaikat) untuk
berseru dengan seruan yang bisa didengar oleh seluruh makhluk, 'Mana
orang-orang yang telah membantah Allah?' Lalu bangkitlah orang-orang
Qadariyyah, mereka diperintahkan untuk masuk neraka.470 Allah berfirman,
" Rasakanlah sentuhan api neraka! Sesungguhnya Kami menciptakan segala
sesuatu dengan takdir." (HR. Ibnu Mardawaih dari Ibnu 'Abbas mirip
dengan hadits ini baik secara lafazh atau pun makna.)
Orang-orang Qadariyyah disebut sebagai Khushama' ullah (orang-
orang yang membantah Allah) karena mereka membantah Allah hal
mana mereka meyakini, adalah tidak dapat diterima jika Allah
menakdirkan kemaksiatan atas seorang hamba lalu Allah meng-
adzabnya atas kemaksiatan itu.4~!
Hisyam bin Hissan meriwayatkan dari al-Hasan, katanya, "Demi
Allah, jika pun seorang Qadariyyah terus-menerus berpuasa sampai
kurus seperti seutas tali, lalu terus-menerus shalat sampai bungkuk
seperti tali busur, niscaya Allah tetap akan menelungkupkan wajahnya
di neraka Saqar. Kemudian dikatakan kepadanya, "Rasakanlah sentuhan
api neraka! Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu dengan
takdir."
Dalam kitab shahihnya, Imam Muslim meriwayatkan sebuah
hadits dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah ig bersabda:
^ 3 - 3 s ' * *
J-Uj i (K
' * ' f ■
"Segala sesuatu itu dengan takdir, termasuk kelemahan dan kecerdasan."472
Ibnu Abbas c/U berkata, Maksud ayat 'Kami menciptakan segala
sesuatu dengan takdir' adalah telah tertulis di Lauhul Mahfuzh sebelum
terjadinya."473
469. Diriwayatkan oleh Al-Wahidi (828) dari jalur Banr As-Saqa' dari Syaikh berasal dari Ouraisy dari Atha’.
Adapun isnadnya cfta 77dan di dalamnya terdapat tiga cacat yaitu terputusnya sanad, lemah dan tidak
diketahui nya perawi (majhul).
470. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Ashim dalam As-Sunnah (336) dan Ath-Thabrani dalam Al-Ausath (651 0). Asy-
Syaikh berpendapat bahwa isnadnya cfha'/Tdalam ZhilalAI-Jannah.
471 . Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani Kabir ( 11 1 63) dari Ibnu Abbas. Dan Al-Haitsami berkata (7/1 1 7) di dalamnya
terdapat Abdul Wahab bin Mujahid dan ia dha'it.
472. Diriwayatkan oleh Malik (2/899). Ahmad (2/ 110), Al-Bukhari dalam KhalqAf!aalH‘lbad(Ual:25), Muslim
(2655) dan Al-Baghawi (73).
254 1 Besar
Allah berfirman, “Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa
yang kamu perbuat itu.” (Ash-Shaffat: 96)
Ibnu jarir berkata, "Ada dua kemungkinan maksud ayat di atas;
pertama, bermakna sebagai 'mashdar', sehingga artinya menjadi 'Padahal
Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.'
kedua, bermakna sebagai 'alladzi' (yang), sehingga artinya menjadi
'Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan menciptakan berhala-
berhala yang kamu perbuat dengan tangan-tangan kamu. Ayat di atas
juga menjadi dalil bahwa semua perbuatan hamba adalah makhluk.
Wallahu a'lam."
Allah berfirman:
.. S , s J. S S S .t ,
L&l « U , 4^3 1 g „ g H i
“Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan
ketakwaannya.” (Asy-Syams [9 1 ] :8) .
Ilham adalah masuknya sesuatu dalam jiwa, Sa’id bin Jabir berkata,
“Memberikannya keterikatan terhadap kefajiran dan ketakwaan.” Ibnu
Zayid berkata, “Dia memasukkan itu (ilham) di dalam jiwa berupa
taufik-Nya agar bertakwa dan meninggalkannya hingga jiwa berada
dalam kekejian. Wallahu a’lam.”
Diriwayatkan dalam sebuah hadits, bahwa Rasulullah
bersabda, "Sesungguhnya Allah memberikan ilham kebaikan kepada suatu
kaum, maka Dia memasukkan mereka dalam rahmat-Nya. Dia menguji kaum
lainnya, membiarkan mereka, dan mencela mereka atas perbuatan mereka.
Sedang, mereka tidak mampu berlepas diri dari ujian itu, maka Dia menyiksa
mereka dan Dia Maha Adil.” Firman Allah, “Dia tidak ditanya tentang apa
yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai.” (Al-Anbiya’ : 23)474
Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal bahwasannya Rasulullah
bersabda, “Allah tidak mengutus seorang Nabi pun, sedang di dalam
umatnya ada ( kelompok ) Qadariyah dan Murjiah. Sesungguhnya Allah telah
melaknat Qadariyah dan Murjiah lewat lisan 70 Nabi. 475
473. Al-Bukhari menyebutkannya dalam KhalqAf'alil1bad(ha\:26) dari Ibnu Abbas juga dengan lafal " segala
sesuatu itu ada ketentuannya (takdir), sampai perkara tanganmu yang engkau letakkan pada pipimd' .
474. Diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni dalam Al-lfrad (2/46), (76-1 -2). Thabaqat Al-Ashbahaniyyin (76/2001 ),
Akhbar Ashbahan (1/326) dari Abu Hurairah. Inilah pemsbatan riwayat ini oleh syaikh dalam Adh-Dharfah.
(1 640) dan di-dba7f-kan oleh Asy- Syaikh dalam D/ia'ffA/-Jam/’(1663).
475. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Ashim (325). Al-Khathib dalam AI-Muwadhdhih(2/6), Ath-Thabrani (20/1 1 7/232)
dan di-dha'/f-kan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam ZhilahlJannah.
Mendustakan Takdir ►► 255
Diriwayatkan dari Aisvah «g bahwasannva Rasulullah yg
bersabda, “Qadariyah adalah Majusinya umat ini.’’47'6
Diriwayatkan dari Ibnu Umar sgg bahwasannya Rasulullah yig
bersabda, “Pada setiap umat ada Majusinya. Dan Majusinya umat ini477
adalah mereka yang berkeyakinan tidak adanya takdir, dan setiap urusan ada
dengan sendirinya. Beliau melanjutkan, “Apabila kalian menjumpai mereka,
maka katakan kepada mereka, bahwa aku berlepas diri dari mereka dan mereka
berlepas diri dariku.” Kemudian Beliau bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku
ada dalam genggaman-Nya, seandainya seorang di antara mereka memiliki
(harta) senilai emas satu gunung Uhud. Kemudian dia menginfakkannya di
jalan Allah, maka tidak akan diterima, hingga dia beriman kepada takdir
yang baik maupun buruk. Kemudian dia menyebutkan hadits Jibril, di
mana Jibril menanyakan kepada Nabi -~g, “Apakah Iman?” Beliau
menjawab, “Engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, semua kitab-
Nya, para rasul-Nya, dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun
buruk.”478
Sabda Beliau, “Engkau beriman kepada Allah.” Iman kepada Allah
yakni membenarkan bahwa Dia berwujud dan disifati dengan sifat-
sifat yang agung dan sempurna, dan membebaskan-Nya dari sifat-sifat
kekurangan. Dia Maha Esa, tempat bergantung, Pencipta semua
makhluk. Dia menentukan aturan (hukum) sesuai dengan kehendak-
Nya. Iman kepada malaikat yakni membenarkan peribadahan mereka
kepada Allah, "Sebenarnya (malaifeat-malaifeat itu), adalah hamba-hamba
yang dimuliakan. Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan
mereka mengerjakan perintah-perintahNya. Allah mengetahui segala sesuatu
yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka
tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka
itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. (Al-Anbiya’: 26-28)
Iman kepada para rasul yakni membenarkan bahwa mereka jujur
dalam memberitakan apapun yang (datang) dari Allah la'ala, Allah
memberikan lewat tangan mereka mu'jizat sebagai bukti kebenaran
mereka. Mereka menyampaikan risalah dari Allah Ta’ala dan
menjelaskan perintah Allah kepada siapa pun yang bertanggung jawab
melaksanakannya. Allah mewajibkan untuk memuliakan mereka dan
476, Hasan Diriwayatkan oleh Abu Dawud (4691 ). Al-Hakim dan Ibnu Abi Ashim (338.339,340,341 ) dari Ibnu
Umar, dan diriwayatkan oleh Ibnu Abi Ashim (342), Ad-Daulabi (1/148), Al-Ajurri (hal:191) dari Abu
Hurairah. Dan di-hasan-kan oleh Asy-Syaikh dalam ZhilaliIJannah dan juga dalam Shahih A/-Jam/’(4442).
477, Diriwayatkan oleh Abu Dawud (4691). telah disebut dimuka, silahkan lihat kembali, juga Abu Dawud
(4695), At-Tirmidzi (2738) dan Ahmad (1/27) dan Abdullah bin Umar dari Umar.
478, Diriwayatkan oleh Muslim (8) dari Umar.
256 1 d:d%.^ Besar
tidak membeda-bedakan salah seorang pun di antara mereka.
Iman kepada hari akhir yakni membenarkan hari kiamat dan
apapun yang termasuk di dalamnya; kebangkitan dati mati, hari
berkumpulnya manusia di padang Mahsyar, hari perhitungan, hari
penimbangan (Al- Mizan) , Ash-Shirath, surga, dan neraka -keduanya
(surga dan neraka) adalah tempat pemberian pahala bagi orang-orang
yang baik (surga) dan tempat pemberian siksa bagi orang-orang yang
jahat (neraka)- serta hal-hal lain sebagaimana yang tercantum dalam
dalil naqli yang shahih. Iman kepada takdir yakni membenarkan apa
yang telah disebutkan di depan, dan kesimpulannya adalah apa yang
ditunjukkan dalam firman-Nya, “Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu
dan apa yang kamu perbuat itu.” (Ash-Shaffat[37j : 96). Dan, firman
Allah, ‘‘ Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”
(Al-Qamar[54]: 49).
Dalam hal ini, Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah
bersabda, “Dan ketahuilah bahwa seandainya suatu umat bahu-membahu
untuk memberikan manfaat kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak
akan dapat memberi manfaat, melainkan dengan sesuatu yang telah Allah
tetapkan bagimu. Sebaliknya, seandainya mereka bersekutu untuk memberikan
madharat kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak akan dapat memberi
madharat, melainkan dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena-
pena telah diangkat dan lembar-lembar pun telah kering. 479
Di antara madzhab salafusshalih dan para imam generasi
setelahnya ( khalaf ) menyatakan bahwa barangsiapa membenarkan
urusan-urusan ini dengan pembenaran yang seutuhnya, dan tidak ragu-
ragu sedikitpun di dalamnya, maka dia adalah mukmin yang sebenarnya.
Sama saja, apakah itu tentang keterangan-keterangan yang dogmatis
maupun keyakinan-keyakinan yang mutlak. Wallahu a’lam.
Pasal
Tujuh puluh orang dari kalangan tabi’in, imam kaum muslimin,
ulama salaf, dan ahli fikih dari berbagai negeri telah berijma' bahwa
sunnah yang diwariskan oleh Rasulullah sgg adalah; ridla terhadap qadla’
dan qadar Allah, berserah diri kepada perintah-Nya, bersabar di bawah
ketetapan-Nya, menunaikan semua perintah-Nya, meninggalkan semua
479. Diriwayatkan oleh Ahmad (1/293.303). At-Tirmidzi (2516), Abd bin Humaid (636), Ibnu Abi Ashim (31 5,31 6),
Ath-Thabrani (11 243, 11416). Al-Ajurri (hal;1 89). Abu Ya'la (2549), Ibnu Sina (419) dan di-sha/i/7>kan oleh
Asy-Syaikh dalam Shahih Al-Jami’ (7957).
Mendustakan Takdir ►► 257
larangan-Nya, ikhlash beramal semata-mata karena Allah, beriman
kepada takdir yang baik dan yang buruk, meninggalkan perdebatan dan
sejenisnya dalam urusan dien, mengusap khuf (kaos kaki dari kulit)
dalam wudlu, berjihad bersama khalifah; baik ataupun jahat, menyalati
mayat ahli qiblat, bahwa iman itu mencakup perkataan, perbuatan, dan
niat serta dapat bertambah dengan berbuat taat dan berkurang dengan
bermaksiat, bahwa al-Qur’an itu kalam Allah yang diturunkan melalui
Jibril kepada nabi-Nya Muhammad «gg dan bukan makhluk, sabar di
bawah pemerin-tahan penguasa (muslim dan memberlakukan hukum
Allah); adil maupun fajir, tidak memberontak dengan mengangkat
senjata terhadap penguasa (muslim dan memberlakukan hukum
Allah), walaupun mereka berlaku lalim, tidak mengkafirkan seorang
pun dari ahli qiblat, sekali pun ia melakukan dosa besar, kecuali jika ia
menyatakan kehalalannya, tidak pula menyaksikan bahwa si fulan dan
si fulan pasti masuk surga karena amal kebajikannya, selain dari mereka
yang sudah dijanjikan Nabi akan masuk surga, menahan diri dari
membicarakan perselisihan yang terjadi di antara para sahabat Nabi
•tgg, dan bahwa seutama-utama makhluk sesudah Rasulullah adalah
Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali A Juga harus menghormati semua
istri Nabi anak-cucu beliau, dan sahabat-sahabatnya. Semoga
Allah meridlai mereka semuanva.
Catatan
Ada beberapa ucapan yang dinyatakan oleh para ulama sebagai
ucapan kufur. Di antaranya;melecehkan salah satu asma Allah, perintah-
Nya, janji-Nya, atau ancaman-Nya, mengatakan 'Seandainya Allah
memerintahkanku begini, maka aku tidak akan melakukannya' atau
'Seandainya kiblat itu ke arah ini maka aku tidak akan shalat menghadap
padanya.1 atau jika dikatakan 'Jangan engkau meninggalkan shalat,
sebab nanti Allah akan menghukummu!' lalu dijawab 'Jika Allah
menghukumku padahal aku sedang sakit dan dalam keadaan payah,
berarti Dia telah menzhalimiku.', mengatakan 'Kalaulah para nabi dan
malaikat bersaksi kepadaku bahwa sesuatu itu begini, aku tetap tidak
akan mempercayainya.’, jika dikatakan 'Pendekkanlah kuku-kukumu,
sesungguhnya itu termasuk sunnah!' dijawab, 'Saya tidak akan
melakukannya walau pun itu termasuk sunnah.', mengatakan 'Dalam
pandanganku si fulan itu seperti yahudi', mengatakan kepada sesama
muslim 'Semoga Allah mematikanmu dalam keadaan yang buruk' atau
Semoga Allah mencabut imanmu.', dan jika sese-orang meminta
258 1 D o%a Besar
orang lain supaya bersumpah kemudian orang itu hendak bersumpah
atas nama Allah tetapi orang tadi memintanya untuk bersumpah dengan
ucapan talak.
Selanjutnya para ulama berselisih pendapat jika seseorang
mengatakan 'Aku melihatmu seperti melihat maut’. Sebagian ulama
mengatakan bahwa itu termasuk ucapan kufur. Para ulama berse-pakat
pula; jika seseorang mengatakan 'Seandainya si fulan itu Nabi, saya
tidak akan mempercayainya.' telah kafirlah ia. Begitu juga seseorang
yang mengucapkan 'Jika saja apa yang diucapkannya itu benar pastilah
kita akan selamat1. Termasuk di sini jika seseorang mengerjakan shalat
tanpa wudlu dengan maksud pelecehan atau penghalalan, jika dua orang
bersengketa lalu yang pertama mengucapkan 'Laa haula wa laa quwwata
illaa billaah.' lalu dijawab oleh yang kedua 'Laa haula wa laa quwwata
illaa billaah, tidak akan menyelesaikan masalah', jika terdengar suara
adzan dikatakan muadz-dzin itu dusta, ucapan 'Aku tidak takut pada
kiamat.', jika seseorang meletakkan barangnya kemudian berkata 'Saya
menitipkannya kepada Allah.' Lalu ada orang yang mengatakan 'Anda
menitipkan-nya kepada yang tidak dapat menangkap pencuri?', apabila
seseorang duduk di suatu tempat yang tinggi menyerupai khatib,
kemudian orang-orang bertanya kepadanya beberapa masalah sambil
tertawa-tawa, atau salah seorang dari mereka berkata 'Semangkuk
bubur lebih baik dari pada ilmu.1, apabila ditimpa musibah lalu berkata
'Engkau telah mengambil harta dan anakku, apa yang akan Engkau
lakukan (lagi)!’, apabila seseorang memukul anaknya atau budaknya
kemudian ada orang yang bertanva 'Apakah anda seorang muslim?'
lalu dijawab 'Bukan!', seseorang mengangankan seandainya zina,
membunuh, dan tindakan aniaya itu tidak diharamkan oleh Allah,
apabila seseorang mengikatkan seutas tali pada pinggangnya lalu ia
ditanya tentang itu dan ia menjawab 'Ini adalah zinnar (ikat pinggang
orang-orang nasrani.' menurut sebagian besar ulama ia telah kafir.
Termasuk kekufuran juga; jika seorang guru berkata 'Orang yahudi itu
lebih baik dari pada orang islam karena mereka memberi upah untuk
guru anak-anak mereka.’ Atau mengatakan 'orang nasrani itu lebih baik
dari pada orang majusi.' Atau jika ditanya 'Apakah iman itu?’ ia men-
jawab Aku tidak tahu.'
Selain hal-hal tersebut di atas, ada juga beberapa perkataan yang
sering diucapkan padahal itu tidak baik, seperti; Dasar kamu orang tak
punya agama! Dasar kamu manusia tak punya iman! Dasar kamu
orang tak punya keyakinan! Dasar kamu manusia durjana! Dasar
munafik kamu! Bedebah, zindiq kamu!, Kurang ajar, fasik kamu!, dan
►► 259
yang semisal dengannya. Semua ini haram dan dikhawatirkan dapat
memusnahkan keimanan orang yang mengucapkannya dan
mengekalkannya di dalam neraka.
Marilah kita memohon kepada Allah yang Maha Memberi, semoga
mewafatkan kita semua sebagai orang-orang Islam yang komit kepada
al-Qur’an dan as-Sunnah. Sesungguhnya Dia Maha Penyayang.
Nasihat
Wahai hamba Allah, di manakah orang-orang yang telah meng-
himpun harta kekayaan, bergelimang nafsu syahwat, dan mencitakan
keabadian? Adakah mereka mampu menggapai ketamakan mereka?
Bukankah mereka menghabiskan umur mereka dengan menipu diri
sendiri? Betapa setan telah menyediakan pemuas nafsu lalu mereka
menceburkan diri ke dalamnya. Ketika malaikat maut mendatangi
mereka, mereka pun terhina dan tertunduk. Malaikat maut telah
mengeluarkan mereka dari istana mereka dan tak akan pernah -demi
Allah- mereka kembali. Tulang belulang mereka hancur di alam kubur,
dan jika sangkakala telah ditiup mereka akan dikumpulkan kembali.
Bagaimana bisa ahli ilmu merasakan sejuknya pandangan mata
Atau mencoba menikmati lezatnya hidup ... atau tidur barang sejenak
Sedangkan kematian mengintai mereka terang-terangan
Andai saja manusia dapat mendengar... niscaya mereka telah mendengar
Dan neraka itu pasti adanya ... pun semua melaluinya
Tanpa terketahui siapa yang selamat dan siapa yang tercebur
jmpd mwtmui mpn yang ®wm ™ mtw»
Memang, burung-burung dan ternak merasa aman
Juga ikan paus di lautan ... tidak dikhawatirkan keganasannya
Tapi manusia, atas segala usaha akan ditanya
Setiap satunya ada pengawas, juga seluruh rahasia
Sampai nanti ia akan melihatnya sendiri, pada hari semua dikumpulkan
Pendebatnya adalah kulit, mata, dan telinga
Ketika mereka berdiri dan para saksi pun berdiri
Jin, Manusia, Malaikat, semuanya khusyu
Buku catatan beterbangan tersebar sampai di tangan
Padanya seluruh rahasia dan kabar peristiwa
Bagaimana dengan manusia; kabar berita itu menjelaskan
tentang perkara kecil dan semua perkara yang terjadi
Dus; surgakah kebahagiaan abadi nan kekal
Ataukah Jahim yang tidak menyisakan bentuk
Besar
260
bagi mereka yang berhak atasnya dan lalu
mengangkat siapa saja yang ingin melepaskan diri dari belenggunya
untuk dilemparkan kembali ke dalamnya
Tangis berkepanjangan, namun tiada lagi manfaat bagi
Ketundukan mereka; Tidak sama sekali!
Tiada ucapan pun teriakan dapat menghentikannya
MENGUPING
RAHASIA ORANG LAIN
a
Sesar
42
Allah berfirman:
Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain! (Al-Hujurat: 12)
Ibnul Jauziy rrA berkata, 'Abu Zaid, al-hasan, adl-Dlahhak, dan
Ibnu Sirin membaca ’tajassasuu' dengan 'ha' (tahassasuu)."
Abu Ubaidah berkata, "Tajassus dan tahassus itu maknanya sama,
yaitu mencari-cari. Dari sinilah muncul kata jadian al-jaasuus (mata-
mata)"
Yahya bin Abu Katsir berkata, "Tajassus berarti mencari-cari aib
orang lain, sedangkan tahassus berarti menguping pembicaraan
orang lain."
Para mufassir berkata, 'Tajassus maknanya mencari-cari aib
orang-orang Islam serta kekurangan mereka. Jadi maksud ayat di atas,
janganlah seseorang dari kalian mencari-cari aib saudaranya, jika
Allah telah menutupinya'.
Seseorang menemui Abdullah bin Mas'ud cS* berkata, "Itu Walid
bin 'Uqbah, dari jenggotnya menetes khamr." Ibnu Mas'ud berkata,
Kita dilarang bertajassus. Jika memang tampak jelas sesuatu
kemaksiatan), maka kita pun baru mengambil sikap."480
Rasulullah bersabda:
J
'r*
r30. Zadul Masir (7/471 ) dan atsar Ibnu Mas'ud diriwayatkan oleh Abu Dawud (4890). Sedangkan isnadnya
shahih.
Mengiipi ng Rahasia Orang Lain ►► 263
Barangsiapa menguping pembicaraan suatu kaum padahal kaum itu tidak
suka akan hal itu , maka kelak pada hari kiamat akan dituangkan timah
mendidih ke dalam telinganya.48'1
Semoga Allah melindungi kita dari hal itu dan juga memberikan
taufik-Nya kepada kita untuk hal-hal yang dicintai dan diridlai-Nya.
Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Mulia.
Nasihat
Wahai hamba Allah, sesungguhnya kematian itu benar-benar telah
dekat dan berdenting. Seluruh jiwa telah tergadaikan. Semua telah
dikumpulkan dan kelelahan. Seakan kalian telah berkuasa dan merebut
dengan telapak tangan yang hina. Betapa banyak mentari menyinari
kubur kini telah tenggelam. Wahai sang pemuja kefanaan, kini jerat
kehancuran telah terpancang!
Wahai hamba Allah, semua kemaksiatan telah tertulis dan ter-
catat. Dan jiwa telah tergadai atas apa yang dilakukan dan diusaha-
kan. Ia akan mendapatkan balasan untuk kebaikan dan kejahatan.
Wahai yang tertipu dengan angan-angan dan khayalan dusta, wahai
yang menantang dengan segala kekejian tanpa tahu siapa yang
ditantang, wahai yang jasadnya hadir tanpa hati menyertai, adakah
kalian ridla kehilangan seluruh kebaikan dan hal-hal yang dijanjikan?
Wahai diri yang umurnya berlalu dalam kepahitan dan lewat begitu
saja, wahai diri yang telah beruban dan tetap tidak bersegera untuk
bertaubat, ini sungguh ajaib!
Ajaib sekali, bagaimana si tertuntut tidur padahal sang penuntut
tidak tidur?!
481. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (7042). Ai-Humaidi (531), Ibnu Hibban (5685), Ath-Thabrani (11 855), Al-
Baihaqi (7/269) dan Ahmad (1/216.359).
264 1 D:o%aBesar
D
jU
sa
Besar
43
NAMIMAH (MENGADU DOMBA)
Pengadu domba adalah orang yang menyampaikan pembicaraan
dari satu orang kepada yang lainnya dengan tujuan mendatangkan
keretakan di antara mereka.
Hukum mengadu domba adalah haram, menurut ijma' kaum
muslimin. Keharamannya telah ditunjukkan oleh dalil-dalil syar'iy baik
dari al-Qur’an atau pun as-Sunnah.
Allah k" berfirman, “Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang
banyak bersumpah lagi hina yang banyak mencela, yang kian ke mari mengadu
domba.” (Al-Qalam: 10-11)
Dalam Shahih Bukhariy dan Muslim disebutkan bahwa Nabi
bersabda:
\* * o > ^ ^
b*- Jj
Tukang mengadu domba itu tidak akan masuk surga.AS 2
Dalam hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah pernah berjalan
melewati dua buah kuburan, kemudian beliau bersabda:
>. N,1 S UI j C lAd i UI ^ uddjij D j .jL-l* J U ^ I
-j 'y'
.Kedua penghuni kuburan ini sedang disiksa. Mereka disiksa (menurut
pandangan mereka) bukan karena suatu dosa yang besar, adapun itu adalah
-:2 Diriwayatkan oleh Ahmad (5/391 .396), Muslim (105) dan Ibnu Abi Dunya dalam Al-Ghaibah (116) dari
Hudzaifah. Dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6056), Muslim (105). Abu Dawud (4871 ). At-Tirmidzi (2026),
An-Nasa'i (8/318) dan Ahmad (5/382,389) dengan lafal "gattaf'-semakna dengan nammam-.
Namimah (Mengadu Domba) ►► 265
dosa besar. Yang pertama, ia kurang seksama ketika bersuci dari air kencing.
Sedangkan yang kedua, ia suka berjalan untuk mengadu domba.'™1'
Lalu beliau mengambil sehelai pelepah korma, beliau belah menjadi
dua, dan meletakkannya di atas masing-masing kuburan itu, seraya
berucap, "Semoga siksaan keduanya diringankan selama pelepah korma ini
belum kering d8’
Maksud 'mereka disiksa bukan karena suatu dosa yang besar'
adalah; pertama, mereka disiksa bukan karena suatu dosa yang berat
bagi mereka untuk meninggalkannya, dan kedua, mereka disiksa bukan
karena suatu dosa yang besar dalam anggapan mereka. Karena itulah
dalam riwayat lain disebutkan, "Padahal, itu adalah dosa yang besar."
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah $ga; bersabda:
4J>t <U £
V si
4 >T ■
i.
Kalian akan mendapati sejahat-jahat manusia adalah orang yang memiliki dua
wajah; yang datang kepada sebagian orang dengan satu wajah dan datang
kepada yang lain dan wajah yang lain* 84
KaLjjJl
■»* ■*>
■ li-J «J lairj c, S) 1 w' li Ijjjt
j jlCJ 'S jlf j* j
Barangsiapa memiliki dua lidah di dunia, niscaya Allah akan menjadikan
untuknya dua lidah dari api neraka pada hari kiamat kelak.4SS
Makna 'mempunyai dua lidah’ dalam hadits di atas adalah orang
yang berbicara pada si A begini dan dengan si B begitu. Jadi 'mempunyai
dua lidah' artinya sama dengan 'memiliki dua wajah1.
Abu Hamid al-Ghazzaliy berkata, "Gelar 'berwajah dua' itu
biasanya diperuntukkan bagi orang yang suka menyampaikan omongan
orang lain kepada orang yang menjadi objek pembicaraan. Misalnya
dengan mengatakan 'Si fulan berkata begini-begitu tentangmu!'.
Sebenarnya adu domba itu tidak terbatas pada hal itu saja, tetapi
juga termasuk membuka rahasia seseorang yang orang itu sendiri atau
orang yang diajak bicara tidak suka kepada terbongkarnya rahasia itu.
Baik caranya dengan ucapan, tulisan, isyarat atau pun yang lain. Baik
483. Takhrij-nya telah disebutkan di muka.
484. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (3493,3494.3495). Muslim (2526). At-Tirmidzi (2025), Ibnu Hibban
(5754) dan Ahmad (2/307).
485. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1310! Ath-Thayalisi (644), Ibnu Hibban (5756) dan Abu Ya'la
(1637).
D|o|sa Besar
266
rahasia itu berupa perkataan maupun perbuatan, baik berupa aib atau
lainnya. Hakekat mengadu domba itu adalah menyingkap rahasia dan
aib orang lain.
Jadi, sebaiknya seseorang itu lebih banyak diam terhadap apa yang
dilihatnya dari keadaan orang lain, kecuali apabila membicarakannya
akan mendatangkan manfaat bagi kaum muslimin atau dapat mencegah
perbuatan maksiat.”
Al-Ghazzaliy melanjutkan, "Setiap orang yang menerima penga-
duan dari seseorang berupa ucapan, 'Si fulan berbicara begini-begitu
tentang dirimu!', maka ia harus;
1 . Tidak mempercayai perkataan orang itu, karena ia (seorang tukang
mengadu domba) itu fasik, sehingga kabar darinya tidak dapat
diterima.
2.
3.
4.
Melarang orang itu dari perbuatan demikian, menasehatinya, dan
menjelaskan bahwa itu adalah perbuatan yang buruk.
Membenci orang itu karena Allah . Sebab ia termasuk orang
yang dibenci oleh Allah, dan membenci karena Allah itu wajib.
Tidak berprasangka buruk terhadap orang yang omongannya
disampaikan, karena Allah ./•: berfirman:
, 1 - ^ 1 -o » ■ I • , 1 i r 1 I 1 aC ^ lc ■ ,j J- ' Ljj ^ lj
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka,
sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa ( QS . al-Hujurat: 12)
5. Jangan sampai omongan tukang pengadu domba tadi menghan-
tarkannya untuk mencari-cari kebenaran berita itu, sebab Allah
telah berfirman:
dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain (Al-Hujurat:12)
6. Hendaklah ia tidak membiarkan si pengadu domba menyebarkan
omongannya.
Dikisahkan bahwa ada seorang laki-laki menceritakan keburukan
laki-laki lain kepada 'Umar bin 'Abdul 'Aziz, lalu 'Umar berkata, "Hai
fulan, kalau kamu mau kami akan meneliti kasusmu. Jika kamu benar,
uamu termasuk orang yang disebut dalam ayat ini:
Namimah (Mengadu Domba) ►► 267
f s *
*• Ljj JU*1 li k>r J l
* ' '
jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah
dengan teliti (Al-Hujurat: 6)
Dan jika kamu dusta, kamu termasuk orang yang disebut dalam
ayat ini: “yang banyak mencela, yang kian ke mari mengadu domba. ” (Al-Qalam:
11)
Dan jika kamu mau, kami akan memaafkanmu!" Orang itu
menjawab, "Wahai Amirul mukminin saya memilih maaf dan saya tidak
akan mengulangi lagi perbuatan itu selama-lamanya."
Seseorang menulis surat kepada Shahib bin 'Ubbad yang isinya
menyarankan kepada beliau supaya mengambil harta anak yatim, karena
anak itu memiliki harta yang banyak. Kemudian Shahib menulis
balasannya di balik surat itu, "Namimah itu buruk sekalipun benar, mayat
itu semoga Allah merahmatinya, anak yatim itu semoga Allah mencukupinya,
harta itu semoga Allah mengembangkannya, dan orang yang ingin menguasai
harta itu semoga Allah melaknatnya."
Hasan al-Bashriy berkata, "Barangsiapa menyampaikan suatu
omongan kepada Anda, maka ketahuilah bahwa ia pun akan
menyampaikan omongan Anda kepada orang lain. Ini adalah seperti
kata pepatah:
ySfs- ya! lii
W - c W
Orang yang bercerita kepada Anda, akan bercerita tentang Anda
Karena itu, hati-hatilah terhadapnya!"
Ibnul Mubarak berkata, "Anak haram tidak bisa menyimpan omongan."
Pernyataan ini menunjukkan bahwa setiap orang yang tidak bisa
menyimpan omongan dan berjalan sambil mengadu domba adalah anak
haram. Ini berdasarkan pada firman Allah, “yang kaku kasar, selain dari
itu, yang terkenal kejahatannya." (Al-Qalam: 13)
Zanim dalam ayat di atas adalah anak haram (anak zina)
Diriwayatkan adalah seseorang yang mengunjungi saudaranya.
Ia menceritakan tentang saudaranya yang lain yang tidak disukainya.
Saudara yang dikunjunginya itu berkata, "Duhai saudaraku, kamu
sudah banyak berghibah, dan kamu datang kepadaku dengan tiga
kesalahan; kamu sudah membuatku benci kepada saudaraku, kamu
268 1 D*ofsaBesar
sibukkan hatiku karenanya, dan kamu jadikan dirimu yang jujur sebagai
si tertuduh."
Sebagian ulama berkata, "Barangsiapa memberitahukanmu cela dari
saudaramu, maka sesungguhnya ia juga mencelamu."
Seseorang datang menemui 'Ali bin Husein sg&, lalu berkata, "Si
fulan telah mencacimu, dan mengatakan tentang dirimu begini begitu."
Beliau menjawab, "Mari kita pergi menemuinya!" Maka pergilah 'Ali
bersama orang itu. Orang itu mengira Ali akan membela dirinya. Setelah
sampai di tempat orang yang dituju, 'Ali berkata, "Wahai saudaraku,
seandainya apa yang engkau katakan tentang diriku itu benar, semoga
Allah mengampuniku; dan seandainya tidak benar semoga Allah
mengampunimu!"
Sehubungan dengan firman Allah, “(Dan begitu pula dengan)
pembawa kayu bakar." (Al-Lahab: 4)
Dikatakan bahwa yang dimaksudkan di sini adalah istri Abu Lahab.
Ia suka mengadu domba. Tindakan adu domba itu disamakan dengan
kayu bakar karena ia menjadi sebab dari lahirnya permusuhan,
sebagaimana kayu bakar menjadi sebab menyalanya api.
Dikatakan pula bahwa kelakuan orang yang mengadu domba itu
.ebih berbahaya dari pada perbuatan setan. Setan hanya membisikkan
rasa was-was, sedangkan tukang mengadu domba itu berhadapan
langsung.
Hikayat
Diriwayatkan seseorang melihat ada budak yang dijual tanpa cacat
kecuali ia suka mengadu domba. Ia meremehkan cacat itu dan
membelinya. Beberapa hari kemudian, budak itu berkata kepada istri
tuannya, "Tuan bermaksud akan kawin lagi, dan ia mengatakan bahwa
ia sudah tidak cinta lagi kepada nyonya. Agar tuan tetap mencintai
nyonya dan membatalkan niatnya untuk kawin lagi, hendaknya nyonya
mencoba cara ini. Apabila tuan tidur nanti, hendaknya nyonya
mengambil pisau cukur untuk mencukur beberapa helai rambut
jenggotnya lalu nyonya menvimpannva." Si nyonya itu berkata dalam
hati, "Baiklah." Hati wanita itu panas dan ia bertekad untuk melakukan
itu jika suaminya sudah pulas tidurnya. Lalu budak itu menemui
tuannya seraya berkata, "Tuan, istri tuan sudah tidak setia lagi. Ia sudah
mempunyai laki-laki lain sebagai kekasih gelap, dan ia sudah tidak cinta
Namimah (Mengadu Domba) ►► 269
lagi kepada tuan. Ia bermaksud melepaskan diri dari tuan. Ia sudah
bertekad malam ini akan menggorok leher tuan. Kalau tuan tidak
percaya, buktikanlah sendiri. Nanti malam, tuan berpura-pura tidur
saja, lalu lihat apa yang dipegangnya, itulah yang akan dipergunakannya
untuk menggorok leher tuan." Tuannya itu percaya. Malamnya, laki-
laki itu berpura-pura tidur. Istrinya pelan-pelan mengambil pisau cukur
untuk memotong beberapa helai rambut dari jenggotnya. Lelaki itu
berkata dalam hati, "Demi Allah, apa vang dikatakan budak itu benar
adanya." Ketika wanita itu sudah meletakkan pisau cukur dan hendak
mulai mencukur helai-helai rambut jenggot itu, suaminya bangun dan
merebut pisau itu dari tangan istrinya, lalu ia pun menggorok leher
istrinya. Ketika keluarga wanita itu datang dan menyaksikan bahwa
wanita itu telah terbunuh, mereka pun membunuh laki-laki tadi.
Akhirnya terjadilah bunuh-membunuh di antara kedua keluarga itu
sebagai akibat dari ulah si pengadu domba yang celaka itu.486
Karena itulah Allah menyebut orang yang suka mengadu domba
itu sebagai orang fasik, “ Hai orang-orang yang beriman, jika datang
kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengari teliti,
agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa
mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu
itu.” (Al-Hujurat: 6)
Nasihat
Wahai yang dipenjarakan oleh hawa nafsunya dan tak mampu
melepaskan diri darinya! Wahai yang alpa terhadap kebinasaan padahal
ia telah benar-benar menemuinya! Wahai yang tertipu oleh
kesehatannya padahal kematian mengintainya setiap saat! Renungkan
perjalananmu sedangkan kamu tetap dalam keadaan seperti itu ...
menangis, berusahalah untuk menangis!
Dikau menangis tetapi mengapa tidak di masa muda
Peringatan si uban mestinya cukup dan cukup
Bukankah si uban telah mengambil peran
Sebagai pemuda berbakti yang mengingatkanmu akan maut
Belum datangkah hari
Kehartcuran orang-orang yang pantas hancur mengingatkanmu
456. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam Al-Ghibah (133) dan juga dalam Ash-Shamthu (271) dari
Hammad bin Salamah dari Hamid lalu ia pun menyebutkannya.
270 1 d~d %aBesar
Duhai si pasti binasa telah tiba masamu
Masihkah dikau tamak untuk bertahan sedangkan kau tak di sana lagi
Engkau 'kan lewat dan apa yang kau saksikan tetap apa adanya
Semua yang kau tinggalkan 'kan melupakanmu ... itulah dirimu
Kau pasti mati seperti orang-orang yang telah kau lupakan
Dikau lupa dan kehidupan akan menuntunmu setelah hawa nafsumu
Seakan kau dijauhkan setelah sangat dekat
Ya ... meski tangis ratap menghadang
Seakan penabur tanah merah
Dengan taburannya mengharap relamu
Seakan urusan sepanjang masa ini belum genap sesaat
Tiba-tiba urusan agung datang
Kau lihat bumi padanya sekian jaminan terkubur
la tetap diam tertutup tidak sesaat pun membukakan pintu keluar bagi
mereka.
Namimah (Mengadu Domba) ►► 271
D 'sa
" Besar
BANYAK MELAKNAT
Nabi «yg bersabda:
aJ Lis j (_* a
Mencela seorang muslim itu suatu kefasikan dan membunuhnya itu suatu
kekafiran .487
Imam Bukhariy meriwayatkan bahwa beliau bersabda:
-,/ui'
Melaknat seorang muslim itu sama dengan membunuhnya. ',8a
Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:
, sf. ’ : ,
* aJ £
Orang-orang yang suka melaknat/ mengutuk itu tidak akan menjadi pemberi
syafaat atau saksi pada hari kiamat kelak.48*
Juga,
iJlli
Tidaklah pantas seorang yang jujur itu menjadi seorang yang banyak
melaknat.490
437. Diriwayatkan oleri Al-Bukriari (8044.8043) dan juga dalam AI-AdabAI-Mutrad (431), Muslim {84}, Ah
Tirmidzi (1983), An-Nasa'i (7/1 22), Ibnu Majah (69). Al-Humaidi (104), Ath-Thayatisi (248) dan Ahmad (1 /
385.41 1) dari Ibnu Mas’ud.
488. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6047) dan Muslim ( 1 1 0) dari Hadits Tsabit bin Adh-Dhahak.
459. Shahih. Diriwayatkan oleh Muslim (2598) dari Abu Darda'.
490. Shahih. Diriwayatkan oleh Muslim (2597) dari Abu Hurairah.
Banyak Melaknat ►►273
Juga,
\ .
v'
jlilj \ * j i » U :
Seorang mukmin itu bukanlah seorang yang banyak mencela, banyak
melaknat, buruk akhlaknya, dan bukan pula seorang yang suka mengucapkan
kata-kata kotor. 491
Rasulullah -tgig bersabda:
Ljj o (U-
5' •> . J >.
aJ ' v L<*_
]■ 4_Jcu' ^ LlwJw *Jtj 1^1 jlJlIi
3 V 3 . ,, ( / #- / , > f / J J v v x ^ v 0< 9 .3 %\ c
i 3 ls ^ Lo— vj 4 Ij <y-i a 3 L^j 1 «j 1 I
IfL'li Jl UDjOt; Vj_j Vj»' 2lui jlT jU ',*J jjJJ' Ji :
"Sesungguhnya apabila seseorang melaknat sesuatu maka naiklah laknatnya
itu ke langit, namun pintu langit tertutup darinya, la pun kembali turun ke
bumi, namun pintu bumi juga tertutup darinya. Kemudian ia mencari jalan
ke kanan dan ke kiri. Apabila ia tidak mendapatkan jalan keluar, maka ia
menuju ke orang yang dilaknat itu jika memang ia pantas untuk dilaknat.
Jika tidak , maka ia akan kembali kepada orang yang mengucapkannya ,"492
Rasulullah pernah menghukum seorang wanita yang telah
melaknat ontanva agar omanya dilepaskannva. Imran bin Hushain
berkata, "Ketika Rasulullah yyy sedang dalam salah satu perjalanan, beliau
mendengar seorang wanita Anshar yang sedang menunggang onta melaknat
ontanya yang membuat gaduh. Beliau bersabda, 'Ambillah barang-barang
yang ada di punggung onta itu dan biarkanlah ia lepas. Sebab ia sudah
dilaknat!"' 'Imran melanjutkan, Sepertinya saya melihat onta itu sekarang
berjalan di tengah-tengah orang banyak tanpa diganggu seorang pun."493
Abu Hurairah itik berkata, "Nabi Jgs bersabda:
Ail U:.-1. \jj Jp
1 jl
Sesungguhnya riba yang paling berat itu adalah perbuatan seorang muslim
yang mencemarkan kehormatan saudaranya sesama muslim.994
491 Takhrij- nya telah disebutkan di muka.
492. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (4905), Ibnu Abi Dunya dalam Ash-Shamthu( 202) dan di-shah/Man oleh
Asy-Syaikh dalam ShahihAl-Jami’{ 1672) dan Ash- Shahihah (1269).
493. Shahih. Diriwayatkan oleh Muslim (2595).
494. Takhrij-r\ya telah disebutkan di muka.
d:d %*Besar
274
'Amru bin Qais berkata, "Jika seorang laki-laki menunggang hewan
tunggangannya, maka si hewan tersebut berkata, "Ya Allah, jadikanlah
ia bersikap belas kasihan kepadaku." Apabila orang itu mengutuk hewan
tersebut, si hewan berkata, "Orang yang tidak taat kepada Allah dan
rasul-nya, semoga Allah ’azza wa jalla melaknatnya."
Melaknat Ahli Maksiat Tanpa Menyebut Namanya
Allah iz berfirman:
^1 S- 4jj<J Y'
Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zhalim. (Hud:
18)
y 3 y ^ s- y a .. %
• (i i' > y ''O ( . y s ■- . ■ yO ' y *,
kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat
Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta. (Ali 'Imran: 61)
Beberapa hadits shahih menyebutkan bahwa Rasulullah yM pernah
melaknat orang-orang yang melakukan amalan tertentu. Di antaranya;
4.^15 * a dff i L jl IffT dJl
Allah melaknat orang yang makan riba, wakilnya, saksinya, dan penulisnya.495
' y i ^ O y y S K
d iU!l -j«J
Allah melaknat muhallil dan muhallal lahu. 49t’
<0*2
* 4 . i
i ^ A 1 1 • 1 d 1 dU \
Allah melaknat orang yang menyambung rambutnya (memakai sanggul, wig,
nan yang sejenisnya, pent.) orang yang menyambungkannya, orang yang
mentato tubuhnya, orang yang mentatokannya, orang yang mencabut bulu
alisnya, dan orang yang mencabutkannya.497
495. dan 496. Takhrij- nya telah disebutkan di muka.
497. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5931 ) dan Muslim (2125) dari Ibnu Mas'ud. Dan diriwayatkan oleh
Al-Bukhari (5947), Muslim (2124), Abu Dawud (4186). At-Tirmidzi (2783). An-Nasa'i (8/145) dan Ahmad
(2/21) dari Ibnu Umar. Dan diriwayatkan oleh Muslim (2 126). Ath-Thahawi (2/42). dan Ahmad (3/387) dari
Aisyah.
Banyak Melaknat ►► 275
Juga bahwa Rasulullah igg telah melaknat wanita yang meratapi
mayat, yang menggunduli kepalanya kala ditimpa musibah, dan yang
mengkoyak-koyak pakaiannya ketika mengalami musibah;498 Rasulullah
telah melaknat tukang-tukang gambar,499 Rasulullah telah
melaknat orang yang mengubah batas-batas tanah.500
Disebutkan bahwa Rasulullah igs bersabda
4 1
Jdji,
u - ^ ^ I vd
Allah melaknat orang yang mengutuk orang tuanya dan melaknat orang
yang mencela ibunya.50'
Di dalam Sunan disebutkan bahwa Allah melaknat orang yang
menyesatkan orang buta dari jalannya.502 Allah melaknat orang yang
menggauli binatang.503 Allah melaknat orang yang melakukan
perbuatan kaum Nabi Luth.504 Allah melaknat orang yangmendatangi
dukun,505 dan orang yang menggauli wanita dari duburnya.506 Allah
melaknat orang yang meratapi mayat dan mereka melaknat yang ada di
sekitarnya.507 Allah melaknat orang yang mengimami suatu kaum
sedang mereka tidak suka kepadanya.508 Allah melaknat wanita yang
tidur sedangkan suaminya jengkel kepadanya.509 Allah melaknat orang
yang orang yang mendengar adzan namun ia tidak menjawabnya.
Allah melaknat orang yang menyembelih bukan karena Allah.510 Allah
498. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1296) secara mu'aiiaq. dan Muslim telah me-maushul-kan sanadnya (104),
Abu Awanah (1/56), An-Nasa'i (4/20) dan Ibnu Majah (1586) dari Abu Musa, Dan diriwayatkan oleh Ibnu
Abi Syaibah (3/290), Ibnu Majah (1585), Ath-Thabrani (7591 ) dan Ibnu Hibban (3156) dari Abu Umamah
dengan lafal “ Allah melaknat wanita yang mencakar-cakar wajahnya, yang merobek-robek rongga bajunya,
yang berteriak histeris mengumbar kata celaka . Dan ia shahih.
499. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2086) dari Abu Juhaifah.
500. Diriwayatkan oleh Ahmad (1/188.152) dan Al-Bukhari (17) dalam Ai-AdabAI-Mufrad. Muslim (1978). An-
Nasa’i (7/232), Abu Yaia (602) dan Ibnu Hibban (5896) dari Ali secara marfu’dengan lafal “ Allah melaknat
orang menyembelih untuk selain Ailah, dan Allah melaknat orang yang melakukan sabotase terhadap
tanda-tanda perbatasan dua daerah, dan Allah melaknat orang yang mengumpat kedua orangtuanya, dan
Allah melaknat orang yang menunjukkan kerelaannya terhadap perkara bid’ah."
501 . Telah disebutkan dalam hadits di muka,
502. , 503. dan 504. Diriwayatkan oleh Ahmad (1 /21 7.31 7). Abu Yaia (212). Ibnu Hibban dan Abd bin Humaid
(587), Al-Baihaqi (4988) dan As-Sunan (8/231) dari Ibnu Abbas secara marfu"' Allah melaknat budak
merdeka yang menyatakan wala’nya kepada selain tuan yang telah memerdekakannya, dan Allah melaknat
orang yang mengubah tanda-tanda perbatasan satu wilayah.." kurang hadits hal 179 n.1 ,2,3
505, dan 506. TaWrri/ keduanya telah disebutkan di muka.
507, Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud dari Abu Sa'id sedangkan dia dha'if, lihat Al-lrwa'( 769) dan
Dha'if AI-Jami\A693) dengan lafal Allah melaknat wanita yang meratap dan yang selalu bermaksud untuk
mendengarkan (berita miring)"
508, Riwayat At-Tirmidzi dari Abu Umamah tanpa menggunakan kata ‘melaknat’, Hadits ini juga dimuat dalam
509, Dimuat dalam banyak hadits, di antaranya adalah yang diriwayatkan Al-Bukhari (3237), Muslim (1436) dari
Abu Hurairah.
D::u.s;Sesar
276
melaknat pencuri.315 Allah melaknat orang yang mencela para sahabat
Nabi.312 Allah melaknat laki-laki yang menyerupakan diri dengan wanita
dan wanita yang menyerupakan diri dengan laki-laki.513 Allah melaknat
wanita yang me-makai pakaian laki-laki dan laki-laki yang memakai
pakaian wanita.514
Juga, Allah melaknat orang yang membuang kotorannya di jalan
umum.515 Allah melaknat wanita yang tidak memakai inai dan
bercelak.516 Allah melaknat orang yang merusak hubungan antara suami
dengan istrinya atau antara budak dengan tuannya.517 Allah melaknat
orang yang menggauli istrinya yang sedang haid atau menggaulinya
pada duburnya.5l8Allah melaknat orang yang mengancam saudaranya
(muslim) dengan senjata tajam.519 Allah melaknat orang yang menahan
pembayaran zakat.520 Allah melaknat orang yang menasabkan diri
kepada selain ayahnya.521 Allah melaknat orang yang mencap hewan
pada wajahnya.522 Allah melaknat orang yang memberikan syafaat atau
memintakan syafaat dalam salah satu hukum Allah (hudud) ketika
kasusnya sudah ditangani hakim. Allah melaknat wanita yang keluar
rumah tanpa seizin suaminya.523 Allah melaknat wanita yang mening-
galkan tempat tidur suaminya sampai ia kembali.524 Allah melaknat
orang yang meninggalkan antar ma'ruf nahyi murtkar. Allah melaknat
kedua pelaku homoseks (yang pasif maupun yang aktif)-52 Allah
melaknat khamr, orang yang meminumnya, orang yang memberi
minum, orang yang menjualnya, orang yang membelinya, orang yang
memerasnya, orang yang diperaskan, orang yang membawanya, orang
yang dibawakan, orang yang memakan harganya, dan orang yang
menunjukkan kepadanya.
5i0 dan 511. TaWin/'keduanya telah disebutkan di muka.
5' 2. Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dan Ibnu Abbas. Ai-Khathib dari Anas. Ath-Thabrani dari Ibnu Umar. dan
di-rtasan-kan oleh Asy-Syaikh dalam Ash- Shahihah (2340) dan Shahih Al-Jami' ( 511 1 ). Shahih Al-jami'
(3057).
5*3. 51 4, dan 515. 7aWv/}nya telah disebutkan di muka.
z' 5. Shahih bukan dengan lafazh ini. akan disebut nanti.
; ‘ ~ Shahih dengan lafal "man khabbaba zaujatamri’in au mamlukahu falaisa minna." lihat Shahih Al-Jami'
- 6223) dan Ash- Shahihah (324 ).
518. Takhrij- nya telah disebutkan di muka.
519. Ahmad dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah dengan lafal "barangsiapayartg mengacungkan
sebilah senjata kepada saudaranya, sungguh para malaikat akan melaknatnya." .
520. dan 521 . Telah di- takhrij tanpa kata iaknat
522. Diriwayatkan oieh Muslim. Abu Dawud dan Ibnu Hibban dari Jabir. dan diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari
Ibnu Abbas dengan lafal "Allah melaknat orang yang membuat cap di wajah." Lihat Shahih Al-Jami' ( 511 0)
dan Ash- Shahihah (2149).
523. dan 524. Selanjutnya akan segera disebutkan.
525. Takhrij- nya telah disebutkan di muka.
Banyak Melaknat ►► 277
Rasulullah bersabda:
^3 Jj Ijjl j aLi jUaj s^poJl <djl ,^JjJ j jv-J^-1 41 —
ilii '>( ^ ji—Uj ilii jif ^ iul ^
^iLj iLi *>• U ^ Jji r^iJ J^iLIjV.
Enam golongan yang aku melaknatnya dan juga Allah. Padahal masing-masing
Nabi itu doanya dikabidkan. Mereka adalah; orang yang mendustakan takdir,
orang yang menambah-nambahi isi al-Qur'an, orang yang menggunakan
kekerasan untuk memuliakan orang yang dihinakan oleh Allah dan
menghinakan orang yang dimuliakan oleh Allah, orang yang menghalalkan
apa-apa yang diharamkan oleh Allah, orang yang menghalalkan dari keluargaku
apa-apa yang diharamkan oleh Allah, dan orang yang meninggalkan
sunnahku ,526
Beliau juga melaknat orang yang berzina dengan istri
tetangganya.526 Beliau juga melaknat orang yang melakukan onani/
masturbasi.528 Beliau juga melaknat orang yang menikahi ibu atau anak
gadisnya.529 Beliau juga melaknat orang yang menyuap dan yang disuap
dalam suatu hukum, pun yang menjadi perantara antara keduanya.530
Beliau juga melaknat orang yang menyembunyikan ilmu.531 Beliau juga
melaknat orang yang menimbun makanan.532 Beliau juga melaknat
orang yang membiarkan seorang muslim dalam kesulitan dan tidak
membantunya. Beliau juga melaknat seorang penguasa yang tidak
mempunyai rasa belas kasihan. Beliau juga melaknat laki-laki atau
perempuan yang memilih hidup membujang. Beliau juga melaknat
orang yang berkendaraan sendirian di tengah padang belantara. Beliau
juga melaknat orang yang menggauli binatang.533
Semoga Allah melindungi kita dari laknat-Nya dan juga laknat rasul-
Nya s|g.
526. dan 527. Takhrij keduanya telah disebutkan di muka.
528. Tidak shahih.
529. riwayat yang ada tanpa kata laknat.
530. dan 531. 7a/tf)r//keduanya telah disebutkan di muka.
532. Terdapat tiga hadits tentang orang yang menimbun untuk memonopoli, namun tak terdapat kata laknat, dan
semuanya dhalf, lihat Dhalful Jami’ ( 5355,5356.5357).
533 Takhrij-nya telah disebutkan di muka.
D~D%*Besar
278
Pasal
Ketahuilah bahwa mengutuk seorang muslim yang menjaga dirinya
dari aib hukumnya haram berdasarkan kepada ijma' kaum muslimin.
Dibolehkan melaknat orang-orang yang mempunyai sikap sikap tercela,
seperti dengan mengucapkan 'Semoga Allah melaknat orang-orang
yang zhalim!' atau 'Semoga Allah melaknat orang-orang kafir!' atau
'Semoga Allah melaknat orang-orang Yahudi dan nasrani' atau 'Semoga
Allah melaknat orang-orang fasik' atau 'Semoga Allah melaknat para
tukang gambar’, atau yang serupa dengan itu, sebagaimana telah
disebutkan di depan.
Adapun melaknat orang tertentu yang memiliki salah satu sifat
dari sifat-sifat durhaka seperti yahudi, Nasrani, penganiaya, pelacur,
pencuri, pemakan riba, maka menurut zhahir (makna tekstual) dari
hadits-hadits yang ada tidaklah haram. Namun Imam al-Ghazzaliy
mengatakan bahwa itu haram kecuali terhadap orang yang kita ketahui
bahwa ia mati kafir seperti; Abu lahab, Abu jahal, Fir'aun, Haman, dan
yang sama dengan mereka. Beliau berkata, "yang demi-kian itu karena
laknat adalah menjauhkan dari rahmat Allah, padahal kita tidak tahu
bagaimana akhir hayat seorang yang fasik atau yang kafir itu."
Beliau juga berkata, "Adapun orang-orang yang mendapat kutukan
Rasulullah ygf, dengan menyebut nama-nama mereka, seperti sabda beliau
"Ya Allah, kutuklah Ra'lan, Dzikwan, dan Ashiyyah yang telah men-
durhakai Allah dan rasul-Nya"^4 maka itu dimungkinkan karena Rasulullah
W, sudah mengetahui bahwa mereka akan mati dalam kekafiran."
Beliau juga berkata, "Yang sama dengan kutukan itu adalah mendoakan
seseorang dengan keburukan, sekalipun terhadap orang yang zhalim. Seperti
ucapan seseorang 'Semoga Allah tidak menyehatkanmu' atau 'Semoga Allah
tidak menyelamatkanmu' atau yang serupa dengan itu. Semua itu tercela.
Begitu juga melaknat segala jenis binatang atau benda-benda mati, semua itu
tercela."
Sebagian ulama berkata, "Barangsiapa mengutuk seseorang yang
tidak berhak mendapatkan kutukan itu, maka hendaklah ia segera
melanjutkannya dengan '...Kecuali jika ia tidak berhak
mendapatkannya!"
W
534.Shahih. Diriwayatkan oleh Muslim (675).
Banyak Melaknat ►► 279
Pasal
Orang-orang yang biasa bertugas untuk beramar ma'ruf nahyi
munkar (da'i) dan semua pendidik boleh mengucapkan kepada orang
yang diajak berbicara kata-kata semisal 'Hai orang yang lemah
keadaannya!’ atau 'hai orang yang kurang perhatian kepada dirinya!'
atau 'hai orang yang menzhalimi diri sendiri!’ atau yang sejenisnya
selama tidak melampaui batas, mengandung kedustaan, dan tidak
mengandung tuduhan yang jelas atau sindiran, sekalipun ia benar dalam
hal itu. Semua yang tersebutkan di depan dibolehkan hanya untuk
tujuan mendidik dan memberi peringatan serta supaya lebih
diperhatikan dan membekas di hati. Wallaahu alam.
Nasihat
Wahai musafir tanpa bekal sedangkan perjalanan itu panjang!
Wahai sang penjemput mudlarat penyia-nyia manfaat! Adakah terlalu
sulit bagimu untuk mengetahui mana hal yang bijak?! Sampai kapan
kau sia-siakan waktu padahal ia selalu waspada dengan adanya Raqib
dan 'Atid.
Berlalu, masa lalu menahan saksi keadilan
Disambut hari yang menjadi saksi bagi dirimu
Jika kemarin kau akui satu kekeliruan
Segeralah tutup ia dengan kebaikan ... selagi kau belum dimaki
Tak usah kau tunda kebajikan yang bisa kau datangkan hari ini
Banyak esok hari tanpa ada kehadiranmu
Andaipun maut keliru menjemput karibmu; seharusnya kamu
Pastikan ia akan tetap kembali untuk dirimu.
280 D:ii> Besar
MENIPU DAN
MENGINGKARI JANJI
sa A R
Besar r\_J
Allah w berfirman:
** ^ / < 3 * 3 f S S'
^ ,jls ■ ^3 a A
Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan
jawabnya (Al-Isra’: 34)
Az-Zajjaaj berkata, "Tiap-tiap yang diperintahkan oleh Allah atau
uang dilarangnya itu termasuk dalam 'ahd (janji)"
Allah i® berfirman:
’ i . . f u
3 Ij3jl l^j'L
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. (Al-Maidah: 1)
Al-Wahidiy berkata, Ibnu Abbas mengatakan di dalam riwayat al-
Walibiy, "(Makna ’uhuud) adalah apa-apa yang dihalalkan, yang
diharamkan, yang diwajibkan, dan apa-apa yang ketetapan hadnya ada
di dalam al-Qur'an."
Adl-Dlahhak berkata, "Al-'uhuud adalah apa-apa yang diwajibkan
oleh Allah kepada umat ini supaya memenuhi apa-apa yang dihalalkan-
Nva dan yang diharamkan-Nva, atau apa-apa yang diwajibkan-Nya;
seperti shalat dan kewajiban-kewajiban lainnya. Sedangkan ’uquud
adalah apa-apa yang sudah ditetapkan oleh Allah berupa kewajiban-
kewajiban yang tidak bisa dibatalkan sama-sekali"
Muqatil bin Hayyan berkata, 'penuhilah aqad-aqad itu', yaitu yang
telah diamanatkan oleh Allah kepada kalian di dalam al-Qur' an, berupa
perintah taat kepadaNya untuk kalian kerjakan, dan berupa larangan
untuk kalian jauhi. Juga berupa janji-janji di antara kalian dan kaum
Menipu dan Mengingkari Janji ►► 28 I
musyrikin serta janji-janji yang ada di antara manusia. Walldhu alam."
Nabi sg* bersabda:
«uj C—' ti ^ dl^>- *-i cv w • k» » LaJ l>- lii d j ir «_i -S' ■ r» *j \ I
j Jjj- -AaI-p s 'd • dd-- ■ ^d/ r d j L^_pu j ga>- ^ Laj i)
j^ts-
Empat perkara yang apabila ada pada diri seseorang maka ia adalah seorang
munafik yang sejati. Apabila salah satunya ada pada seseorang maka pada
dirinya ada sifat munafik sampai ia meninggalkannya; jika berbicara berdusta,
jika diberi amanat berkhianat, jika berjanji mengingkari, dan jika bertengkar
melampaui batas ,325
Beliau sg| juga bersabda:
jNi f J'dii s «Ap si* 1\_L A^SdJaiS f v d d ode- :pd
Pada hari kiamat kelak setiap penipu akan memiliki bendera, dan dikatakan.
'Inilah pengkhianatan fulan bin _fulanA2c
Rasulullah bersabda:
^ s * >' ' 's' £ .
y \j , j 4^La)I f J-
o J J ,
ih Zjyc *dJ) J d
3^'
«
i
irU r
" Allah Ta’ala berfirman, 'Tiga golongan yang akan Aku perkarakan pada
hari kiamat kelak ; orang yang berjanji dengan menyebut nama-Ku lalu
mengingkarinya, orang yang menjual orang merdeka lalu memakan hasilnya,
dan orang yang mempekerjakan seorang pekerja namun ia tidak membayarkan
upahnya padahal orang itu sudah menyelesaikan pekerjaannya.''227
Rasulullah sg* bersabda:
4j *OrcJ>"
^ 3 ^ s\ s s s
* <L*LJL!l > 4J a)0' -aJ 4P l_L? • lli
J' \ v"* s_p-- ^ Lv ■>' "
'r*
•eJuAlip O 0>L*
535. Takhrij-nya telah disebutkan di muka.
536. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (3186), Muslim (1736). Ibnu Majah (2872) dan Ahmad (1/411 ,417) dari Ibnu
Mas'ud. Dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari (3188). Muslim (1735) dan Abu Dawud (2756) dari Ibnu Umar.
537. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2227,2270) dan Ahmad (2/242) dari Abu Hurairah.
Dio|sa Besar
282
Barangsiapa melepaskan tangannya dari ketaatan, dia akan menjumpai
Allah pada hari Kiamat tanpa dapat membawa hujjah (alasan). Dan
barangsiapa mati tanpa ada ikatan bai’ah (janji setia), dia mati dalam keadaan
jahiliyah.338
Rasulullah bersabda:
^ j 4_UL j-kj “UU-4 jbJl • ,p 7- ^ ; jl ^__>-l DD
^ s' S l'- ^ i' s 9 ’ s' f, 0 t l % * ' g O'- __
aJo aUapli ajIj gy \ <ujt yy -M Jjiil ollij ^>-^1
- r , - f t t s t > t *>>*-', * .1 '3 . . > gt \t t' ' V
JUP i y yjAi A£. juj yy-'' £.b>r lJU y U 2JL-J d *fl_JL5 3 y*J y
i n
Barangsiapa ingin supaya terhindar dari neraka dan masuk ke dalam surga
hendaklah ia meninggal dunia dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari
akhir. Hendaknya pula ia memperlakukan orang seperti ia ingin orang lain
memperlakukan dirinya. Barangsiapa memberi bai'at kepada seorang pemimpin
dengan menjabat tangannya dan itu dilaksanakannya dengan sepenuh hati,
hendaknya ia mentaatinya dengan segenap kemampuannya. Jika ada orang
lain yang merebut kepemimpinannya penggallah lehernya.329
538. Shahih. Diriwayatkan oleh Muslim (1 851) dari Ibnu Umar.
539. Diriwayatkan oleh Muslim (1 844), Abu Dawud (4248). An-Nasa'i (7/1 52. 1 54), Ibnu Majah (4956) dan Ibnu
Hibban (5916) dari Ibnu Amr.
Menipu dan Mengingkari Janji ►► 283
Dfsa
Besar
MEMBENARKAN DUKUN
ATAU TUKANG RAMAL
Allah kt: berfirman:
11 s- OlST ddiy P jS” Atid .
Up <u dL'
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengeta-
huan tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua-
nya itu akan diminta pertanggunganjawabnya. (Al-Isra’: 36)
Dalam menafsirkan firman Allah "Dan janganlah kcmu mengikuti
apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya " al-Wahidiy
menyebutkan bahwa al-Kalbiy berkata, "Maksudnya janganlah engkau
mengatakan apa yang engkau tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya!". Qatadah berkata, "Maksudnya jangan kamu katakan aku
mendengar padahal kamu tidak mendengarnya atau aku melihatnya
padahal kamu tidak melihatnya atau aku mempunyai ilmu tentangnya
padahal kamu tidak memilikinya!"^0 Maknanya; janganlah kamu
mengatakan sesuatu yang tidak kamu ketahui.
Sedangkan ayat "sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati,
semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya " al-Walibiy menye-
butkan bahwa Ibnu Abbas berkata, "Allah akan bertanya kepada hamba-
hamba-Nya untuk apa mereka pergunakan pendengaran, penglihatan
dan hati mereka. Dalam ayat ini terdapat peringatan keras agar tidak
menyalahgunakan pandangan untuk perkara yang tidak dihalalkan;
tidak menggunakan pendengaran untuk hal-hal yang diharamkan; dan
:;dak mem biarkan had untuk menginginkan sesuacu yang diharamkan.
540. Diriwayatkan oleh Ath-Thabari (15/86) dari Oatadah secara mauguf dengan isnad shahih.
Membenarkan Dukun Atau Tukang Ramal ►► 285
Wallahu alam."
Dalam ayat yang lain Allah is: berfirman:
i j • A ! d ' 1 '-L>- I -aJI
(Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memper-
lihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul
yang diridhai-Nya (Al-Jin: 26-27)
Ibnul Jauziy berkata, "Yang mengeahui perkara ghaib hanya Allah
3-A saja, tiada sekutu bagi-Nya dalam kerajaan-Nya. Dia tidak memper-
lihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu, dan tidak
mengajarkan-nya kepada seorang manusia pun, kecuali kepada Rasul
yang diridlai-Nya. Sebab, tanda kebenaran seorang Rasul adalah
pemberitahuannya tentang hal-hal ghaib. Artinya Allah akan
memperlihatkan hal-hal ghaib yang dikehendaki-Nya kepada orang yang
diridlai-Nya untuk mengemban risalah-Nya. Ayat ini juga menunjukkan
bahwa orang yang menyangka bintang-gemintang itu menunjukkan hal-
hal yang ghaib maka telah kafirlah ia. Wallahu alam ,"451
f * -
•
\ ^ 'o* ' ' 0 } o '
•dil by Wzi g ca — j L2j aj j, i L_^15^ P y y\
y*
Barangsiapa datang kepada tukang ramal atau dukun kemudian membenarkan
apa-apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan
kepada Muhammad ^.452
Di dalam Shahih Bukhari-Muslim disebutkan sebuah hadits dari
Zaid bin Khalid al-Jahniy Wk katanya, "Rasulullah §£§ mengerjakan
shalat Shubuh berjamaah bersama-sama kami sedangkan langit masih
menyisakan hujan yang turun semalaman. Setelah selesai beliau
menghadapkan wajah ke arah hadirin seraya berkata,
1* 3 -» . - 3 - '5 * ' \\'- * \* * * ^ * ' -* T| \ t 3 S'*' ' , ' ' A
J'* iS 'r* w li « a AJJ1 ^ ^ «JIS j LS I ^ L- 0 i
<_S' ^SsJb * y y» y dJ L.6 li ypA Jli y* ti»l3 JsdD *
i ^ •AjAt y f W diidi ijlT * iJeT" i y , ! L5 -a l aIj
541 . Lihat: Zadul Masir (8/385).
542. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/429) dan Al-Hakim (1/8) dari Abu Hurairah dan di-sba/h/Ti-kan oleh Asy-
Syaikh dalam Ash- Shahih (5639).
D*b*saBesar
286
Tahukah kalian apa yang dikatakan oleh Rabb kalian?' Mereka menjawab,
'Allah dan Rasul-Nya lebih tahu." Lalu beliau melanjutkan, 'Dia berfirman,
'Pagi ini, di antara hamba-hamba-Ku ada yang mukmin kepada-Ku dan ada
yang kafir. Orang yang berkata 'hujan turun menyirami kita berkat kemurahan
Allah dan rahmat-Nya’ , ia adalah orang beriman kepada-Ku dan kafir kepada
bintang-bintang. Sedangkan orang yang berkata, 'hujan turun menyirami kita
karena pengaruh bintang ini dan itu’, ia adalah orang yang kafir kepada-Ku
dan beriman kepada bintang-bintang.3
Para ulama berkata, "Apabila seorang muslim berkata, 'Hujan turun
karena bintang ini dan itu, dengan maksud bahwa bintang-bintang
itulah yang mengadakan dan pelaku timbulnya hujan, maka ia menjadi
kafir dan murtad, tanpa diragukan lagi. Namun apabila ia mengatakan
itu dengan maksud bahwa itu hanya sebagai tanda-tandanya dan hujan
akan turun dengan adanya tanda-tanda itu, sedangkan turunnya hujan
tersebut adalah oleh Allah, Dia menciptakannya, maka ia tidak menjadi
kafir. Para ulama berselisih pendapat dalam hal makruhnya. Pendapat
yang lebih rajih adalah hal itu makruh, sebab itu merupakan perkataan
orang-orang kafir. Itu merupakan zhahir (makna tekstual) hadits
tersebut."
9 1 9 9 *
-• 3 - f „ • J . i '
» | - >.* - - * • -
y Sj 4i~L.3.,8 U' y y' y
Barangsiapa datang kepada tukang ramal lalu ia mempercayai apa yang
dikatakannya, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari.3 'M
'Aisyah ggg berkata, "Beberapa orang bertanya kepada Rasulullah
vS tentang para dukun. Beliau menjawab, 'Mereka itu fidak ada apa-
apanyal' Para sahabat berkata lagi, "Wahai Rasulullah, adakalanya
mereka meramalkan sesuatu dan kemudian ternyata benar!' Rasulullah
vs?! menjawab:
«j U» LgJL* j Arj di' y D yfi y>D\ v* L UdJ i,
4j
:tu adalah sesuatu yang hak yang didengar oleh jin kemudian dibisikkannya
kepada para walinya dan mereka mencampurnya dengan seratus kedustaan.''S4S
543. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (846). Muslim (71 ). Abu Dawud (3906), Ai-Humaidi (813), An-Nasai (3/1 65)
danlbnuMandah(503).
544. Diriwayatkan oleh Muslim (2230) dan Ahmad (5/380) dari sebagian Ummahatul Mukminin.
545. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5762,621 3). Muslim (2228), Ahmad (6/87) dan Abdur Razzag (20347).
Membenarkan Dukun Atau Tukang Ramal ►► 287
Masih dari 'Aisyah ^ , Rasulullah -gg bersabda:
% c % * 3 " *
£.L>dJi ^jt y^\
0 - y , y 8 ^ 0
JbiT u jj jl^So' J J
ji
aJS> a
j Lili
ws;
Para malaikat turun ke awan, kemudian mereka membicarakan sesuatu
perkara yang telah ditetapkan di atas langit. Setan mencuri dengar
pembicaraan itu, kemudian ia membisikkannya ke telinga dukun-dukun itu.
lalu para dukun itu menambahkan padanya seratus kebohongan dari dirinya/''
Qubaishah bin Abu Mukhariq P£k berkata, Saya mendengar
Rasulullah sgg bersabda:
8 f Z y f * y * y :
^ Jt 3 j ■ b i I a SiLjk.
'lyafah, Thiyarah, dan Tharq itu termasuk perbuatan sihir P47
Maksud 'iyafah adalah meramal nasib dengan membuat garis-garis
di tanah.Thiyarah adalah meramal nasib dengan gerak-gerik burung.
Sedangkan Tharq adalah menggertak burung supaya terbang.
Kemudian dilihat; jika ia terbang ke arah kanan maka itu pertanda baik,
dan jika terbang ke arah kiri maka itu pertanda buruk.
Ibnu 'Abbas berkata, Rasulullah sgg bersabda:
''''g.*' ^ + f 3 f ^ ^ 0
ilj d» .P : y y LdjP y
Barangsiapa mempelajari satu cabang ilmu nujum maka ia telah mempelajari
satu cabang ilmu sihir. Dan itu bertambah dengan bertambahnya apa yang
dipelajarinya. vls
Ali bin Abu Thalib ,-A berkata, "Dukun itu adalah tukang sihir,
dan tukang sihir itu adalah seorang yang kafir!"
Semoga Allah memberi kesejahteraan kepada kita dan melindungi
kita di dunia dan di akhirat.
546. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2210).
547. Dikeluarkan oleh Abdur Razzaq (19502). Ibnu Sa'ad (7/35). Ahmad (3/477), Abu Dawud (3907), Ath-
Thabrani (18/941 ,942.943,945), Al-Baihaqi (8/139). Ibnu Hibban (6131) dan isnadnya dha'ff. Lihat: Dha’if
Abi Dawud (842).
548. Diriwayatkan oleh Ahmad (1 /311), Abu Dawud (3905). Ibnu Majah (3726) dan 61-shahih-kan oleh Asy-
Syaikh dalam Shahih Al-Jami' (607 4) dan Ash- Shahihah (793).
D ^ ^ Besar
288
Nasihat
Wahai sekalian hamba Allah, renungkanlah masa-masamu yang
telah lewat sebelum kehancuranmu! Cermatilah seluruh urusanmu
sebelum kedatangan kuburmu! Bersiap-siaplah untuk perjalanan
panjang sebelum tercerabutnya usahamu! Di hari tiada lagi teman,
saudara, atau pun pengawal. Mereka semua -Demi Allah- telah bertolak,
berangkat, meninggalkan negeri ini. Di dalam lahad seluruh kafan itu
telah tercabik-cabik. Peringatan itu benar-benar nyata bagi mereka ahli
ma'rifah. "Segala yang ada di atasnya adalah fana". Keadaan telah benar-
benar terbalik. Mereka kini hanyalah permainan bagi malam-malam.
Mereka telah dilupakan oleh anak-anak dan harta kekayaan. Pun juga
dengan teman-teman, semua melupakan mereka bersama dengan
berlalunya malam. Mereka hanva berkawankan tanah dan telah
meninggalkan semua yang dimiliki. Andaikan ada di antara mereka
yang diizinkan untuk berbicara niscaya ia akan berucap;
Barangsiapa melihat kami hendaknya berucap kepada diri sendiri
Sesungguhnya dia berdiri di tepi kehancuran, dan
Perubahan masa sampai tiada lagi sisa
Lalu mengapa mereka masih mendaki puncak bukit
Tak terhitung pengendara menderum di sekitar kita
Menenggak arak bagai air jernih sejuk
Segala kendi kepada mereka berdatangan
Lepasnya kuda seiring dengan keagungan
Semusim mereka diberi umur dengan nikmat kehidupan
Putihnya masa mereka bukanlah muhal (mustahil)
Lalu keesokan harinya musim pun mempermainkan mereka
Dan demikianlah masa memperlakukan rijal.
Membenarkan Dukun Atau Tukang Ramal ►► 289
DMsa
Besar
DURHAKA KEPADA SUAMI
Allah Ss berfirman:
5» > f o
,<-SrL2a
t, . 4 ' >> » i J i t'
J' ^3 J’-* J 1 ’ -* y3^ ■
j ji l>t_i jK/l ^
' ;>-J LG o U aI' 1 o 1 bJ~~- • -£-1_p ' Jkyblj '
Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka,
pisahkanlah diri dari tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian
jika mereka menta’atimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk
menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (An-
Nisa’: 34)
Al-Wahidiy aSc berkata, "Maksud nusyuz dalam ayat di atas adalah
durhaka kepada suami."
Atha’ berkata, "Nusyuz adalah perbuatan wanita yang memakai
wewangian di hadapan suami namun tidak mau dikumpuli serta tidak
taat lagi kepada suaminya."
Maksud 'maka nasehatilah mereka' adalah menasehati mereka
dengan kitab Allah dan mengingatkan mereka tentang apa saja yang
menjadi perintah Allah bagi mereka.
Tentang 'pisahkanlah diri dari tempat tidur mereka', Ibnu 'Abbas
berkata, "Maksudnya adalah membalikkan punggung dari istri dan tidak
mengajaknya berbicara." Sedangkan asy-Sya'biy dan Mujahid berkata,
"Maksudnya adalah tidak tidur bersama istri dan tidak mencampurinya."
Maksud 'dan pukullah mereka' adalah pukulan yang tidak
membahayakan. Ibnu Abbas berkata, "Pukulan yang mendidik, seperti
dengan telapak tangan." Seorang suami berhak untuk memperbaiki
Durhaka Kepada U>uami ►►291
kedurhakaan istrinya dengan cara yang diizinkan oleh Allah, sebagai-
mana tersebut dalam ayat di atas.
Tentang 'Kemudian jika mereka mentaatimu' maksudnya mentaatimu
dalam hal mereka diperintahkan untuk itu.
Adapun 'maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyu-
sahkannya' Ibnu Abbas berkata, Janganlah kamu menuduh mereka
berbuat dosa!"
Rasulullah Jgg bersabda:
tSvjLLoJl
3 e ^ 3
Jlp jl i- od <0'L: ♦li
I
Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya kemudian si
istri menolaknya sehingga suaminya tidur dalam keadaan marah kepadanya,
maka ia dikutuk oleh malaikat sampai pagi.'4'1
Dalam riwayat yang lain, "Jika seorang wanita meninggalkan tempat
tidur suaminya dan ia enggan terhadapnya (tidak mau dikumpuli) maka
pastilah siapa-siapa yang ada di langit murka kepadanya sampai suaminya
ridla kepadanya ."S5°
Sahabat Jabir meriwayatkan bahwa Nabi bersabda, "Tiga
golongan yang shalat mereka tidak akan diterima oleh Allah dan kebaikan
mereka tidak akan diangkat ke langit: budak yang melarikan diri dari tuannya
sampai ia kembali, meletakkan tangannya pada tangan tuannya, wanita
yang suaminya marah kepadanya sampai si suami ridla kepadanya kembali,
dan orang yang mabuk sampai ia sadar kembali."^1
Al-Hasan berkata, "Seseorang yang mendengar dari Nabi yg
menyampaikan kepadaku bahwa beliau ygg bersabda:
- , - - 9 * ' 0 * C0 '* f O ^ *■ 0 > * * l
- LjJ*>L*9 ■ S- IDLJL) > zj si j, l acs- L» ^ j :
Yang pertama-tama akan ditanyakan kepada wanita pada hari kiamat nanti
adalah tentang shalatnya dan suaminya/ 1
549. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (3237). Muslim (1436). Abu Dawud (2141) dan Ahmad (2/433) dari Abu
Hurairah.
550. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5194) dan Muslim (1436).
551 Takhrij- nya telah disebutkan di muka dalam dosa yang ke sembilan belas.
552. Mursal: Hadits senada diriwayatkan oleh Abu Syaikh dalam TsawabulA ‘mal dari Anas secara marfu.
Besar
292
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah bersabda:
Aj ^ b \\ AJLj ^ Ij V a Aj ^ U N ' JJt Li W->r « i 4 > o-u 2j tD 5 ^ *-oJj b
^ c- c ^ . — ok j ^ i.' * t - c J y y , y j ' -
Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir
untuk mengerjakan puasa (sunnah) sedangkan suaminya menyaksikan (tidak
bepergian) kecuali dengan seizinnya; dan tidak halal memberi izut (kepada
orang lain untuk masuk) ke dalam rumahnya kecuali dengan seizin
suaminya A
Maksud 'menyaksikan' dalam hadits di atas adalah hadir, tidak sedang
bepergian. Adapun istri tidak diperbolehkan berpuasa (sunnah) kecuali
dengan seizin suaminva, dalam rangka taat kepada suaminya.
Rasulullah bersabda:
u j >!
J 3
^ > 3
Seandainya aku (boleh) menyuruh seseorang untuk bersujud kepada orang
lain, tentu aku akan menyuruh wanita bersujud kepada suaminya.3 -14
Bibi dari Hushain bin Muhshin mengadukan suaminya kepada
Nabi kemudian beliau menjawab, "Lihatlah bagaimana keadaanmu
bersamanya! Dia adalah surga dan nerakamu Z"555
Abdullah bin Amru berkata, "Rasulullah bersabda, 'Allah
tidak akan memandang kepada wanita yang tidak mensyukuri suaminya dan
tidak merasa cukup dengannya."'3'10
Dalam hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah bersabda,
'Apabila seorang wanita keluar dari rumah suaminya (tanpa seizinnya) maka
ia dikutuk oleh malaikat sampai ia kembali atau bertaubat."31'
Beliau bersabda:
> ? r, ' ' , , 3 " . ,,, , ’j
sjp_i>0 LA j jjj C— j'u* #i L*jI
553. Diriwayatkan oleh Al-Bukhar: (5195) dan Muslim (1026).
554. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (1159). Ibnu Hibban (4162), Al-Hakim (4/171) dan Al-Baihaqi (7/291).
Sedangkan ia shahih dari Abu Hurairah.
555. Diriwayatkan oleh Ahmad (4/341 .6/41 9) dan Ath-Thabrani dalam Al-Ausath (532). Al-Haitsami berkata (4/
306) para perawinya adalah perawi yang Ash-Shahih selaiin Hushain, ia adalah tsiqah. Kukatakan,
isnadnya insya Allah hasan.
556. Dikeluarkan oleh An-Nasa'i daiam 'Isyratun Nisa' (251) secara mauquf dan saradnya shahih . Dan
diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dan Al-Bazzar dengan dua isnad dan salah satu isnad Al-Bazzar para
perawinya adalah perawi Ash-Shahih secara marfu'. demikian yang dikatakan Al-Haitsami.
557. Dikeluarkan oleh Al-Khathib daiam At-Tarikh (6/200,201) dari Anas. Asy-Syaikh berkata dalam Adh-
Dhafah, hadits tersebut maudhu' (1020) dan Dhalf Al-Jami' (2221 ).
Durhaka Kepada Suami ►► 293
Wanita mana saja yang meninggal dunia sedangkan suaminya ridla ter-
hadapnya, niscaya akan masuk ke dalam surga.5'*
Dus, seorang wanita berkewajiban untuk mencari keridlaan
suaminya dan menjauhi kebenciannya, serta tidak enggan melayaninya
kapan saja si suami menginginkannya. Hal ini sesuai dengan sabda
Nabi "Apabila seorang laki-laki mengajak istrinya ke tempat tidurnya
maka si istri harus datang memenuhinya sekali pun ia sedang berada di
perapian."5'1'5
Para ulama berkata, "Kecuali jika si istri berada dalam keadaan udzur
(berhalangan) seperti ketika sedang haid atau nifas. Dalam keadaan
ini ia tidak boleh memenuhi ajakan suaminya. Begitu pula sang suami
tidak diperbolehkan menggauli istri vang sedang haid atau nifas sampai
si istri suci dari keduanya.”
Allah is-: berfirman, “Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri
dari wanita di waktu haidh ; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum
mereka suci." (Al-Baqarah: 222)
Maksudnya, jangan menggauli mereka sampai mereka suci.
Ibnu Qutaibah berkata, "Maksud 'yathhurna' pada ayat di atas
adalah berhentinya darah haid, sedangkan maksud 'faidzaa tathahharna'
adalah jika mereka telah mandi dengan air. Wallahu alam."
Pada bab terdahulu (liwath, pentj telah disebutkan sebuah hadits
yang berbunyi:
* ' *
j 5 £ ^ 3 ^ f , S- s l __ C ^ 3 t t s A i
y 1 Lj-’ -UL? LaIS LA 3 \ l - -Ln l >- ^i\ • ^
s' *
Barangsiapa menggauli istri yang sedang haid atau pada duburnya, atau
mendatangi seorang dukun, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan
kepada Muhammad.500
Juga:
\js
t , „ 0 f 1 ^ i'' df 0 ' .
y~ ^ $1^*1 j' L/2jI>- Ji\ j
558. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (7/47/1), At-Tirmidzi (1171 ), Ibnu Majah (1854 ), Al-Hakim (4/1 73) dan
Ath-Thabrani (23/374/884). Asy-Syaikh berkata dalam Dha'ifAI-Jami'{2226) dha'if.
559. Diriwayatkan oleh Ath-Thayalisi (1097), Ahmad (4/22.23). At-Tirmidzi (1160). Ath-Thabrani (8235,8248,8224).
Ibnu Hibban (4165), Al-Baihaqi (7/294) dan isnadnya shahih dari Thalq.
560. dan 561 . Telah disebutkan di muka dalam dosa yang ke sebelas.
294 1 Dio haBesar
Terlaknatlah orang yang menggauli istrinya ketika haid atau pada anusnya. '
Nifas hukumnya sama dengan haid sampai empat puluh hari.
Seorang wanita tidak boleh mentaati suaminya apabila si suami
hendak menggaulinya ketika ia sedang haid atau nifas, dan ia wajib
mentaatinya pada selain dari dua keadaan tersebut. Wanita harus
menyadari bahwa dirinya adalah milik suaminya. Karenanya ia tidak
boleh bertindak sekehendak hatinya atau membelanjakan harta suami
kecuali dengan seizinnya. Ia harus mendahulukan hak suami dari pada
haknya sendiri. Juga hak keluarga suami, harus didahulukan dari pada
hak keluarganya. Ia harus selalu siap melayani suami dalam keadaan
bersih dan rapi. Ia tidak boleh membanggakan kecantikannya pada
suaminya dan mencela keburukan rupa suaminya jika si suami kurang
tampan.
Al-Ashma'iy berkata, "Saya pernah mengunjungi suatu dusun. Di
sana saya melihat seorang wanita cantik yang mempunyai suami buruk
rupa. Saya katakan kepada wanita cantik itu, 'Bagaimana kamu rela
bersua-mikan orang seperti dia?' Wanita itu menjawab, ’Hei kamu,
dengarlah! mungkin ia telah berbuat baik antara ia dan Khaliqnya, lalu
Dia menjadikan aku sebagai pahala baginya. Atau mungkin aku pernah
melakukan perbuatan yang tidak baik, lalu ini menjadi hukuman
bagiku!'"
’Aisyah yy berkata, "Wahai kaum wanita, seandainya kalian
mengetahui apa saja hak-hak suami kalian atas diri kalian, niscaya setiap
wanita di antara kalian akan mengusap debu di kaki suaminya dengan
pipinya."
Rasulullah bersabda, " Istri-istri kalian dari golongan penghuni
surga adalah yang penuh kasih sayang, yang apabila ia menyakiti suami atau
disakiti suami ia akan datang kepada suaminya itu sambil meletakkan
tangannya di telapak tangan suaminya supaya berkata, "Saya tidak akan
tidur sampai Kanda ridla kepada saya."~'°2
Diwajibkan pula bagi wanita untuk selalu bersikap malu kepada
suaminya, menundukkan mata di hadapannya, mematuhi segala
perintahnya, diam ketika suaminya berbicara, berdiri ketika suaminya
datang dan beranjak pergi, menjauhi segala yang dibencinya, siap
:c2 Diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni dalam Al-Md. Ath-Thabrani (19/140/307) dan juga dalam Al-Ausath
1 5648) dari Ka’ab bin Ajrah dan di-basa/>kan oleh Asy-Syaikh dalam Ash-Shahih (2604) dan diriwayatkan
oleh Ath-Thabrani dalam Al-Ausath (17 64) an Ash-Shaghir( 1 1 8) dari Anas dengan lafal “Maukah kuberitahu
kalian tentang kaum perempuan kalian Al-Hadits
Durhaka Kepada Suami ►► 295
melayani suami kala ia akan tidur, tidak berkhianat kala ia tidak di rumah;
baik itu berkenaan dengan tempat tidur, harta, dan rumahnya. Istri
juga harus selalu mengharumkan tubuhnya dengan wewangian,
bersiwak untuk mengusir bau mulutnya, berdandan di kala suami ada
di rumah, dan tidak melakukannya ketika suaminya pergi, serta selalu
menghormati keluarga dan kerabat suami. Satu lagi, yang sedikit dari
(kebaikan) suami mesti dilihat banyak.
Pasal Keutamaan Wanita yang Taat Kepada Suami dan
Kerasnya Siksa Bagi yang Durhaka
Wanita yang benar-benar takut kepada Allah W mestilah berusaha
keras untuk taat kepada Allah dan suaminya serta mencari keridlaan
suaminya semaksimal mungkin. Suaminya itulah surga dan nerakanya.
Ini berdasarkan sebuah hadits yang berbunyi;
i' i'3' . s -i ' f ' 0 . •'
Wanita mana saja yang meninggal dunia sedangkan suaminya ridla
terhadapnya, niscaya akan masuk ke dalam surga/"*
Juga, “Jika seorang wanita telah mengerjakan shalat lima waktu, puasa
di bulan Ramadlan, dan taat kepada suaminya, maka ia berhak untuk masuk
ke dalam surga dari pintu mana pun yang dikehendakinya. ”5b4
Diriwayatkan pula bahwa Rasulullah bersabda, "Wanita yang
taat kepada suaminya itu akan dimintakan ampun oleh burung-burung di
angkasa, ikan-ikan di lautan, para malaikat di langit, serta matahari dan
bulan, selama ia berada dalam keridlaan suaminya. Wanita mana saja yang
durhaka kepada suaminya, maka ia akan mendapatkan laknat dari Allah,
malaikat, dan manusia seluruhnya. Wanita mana saja yang bermuka masam
di depan suaminya, maka ia akan mendapat kemurkaan Allah sampai ia
membuat suaminya tertawa dan mendapat keridlaan suaminya. Wanita mana
saja yang keluar dari rumahnya tanpa seizin suaminya, ia akan dilaknat oleh
malaikat sampai ia pulang."*""
Dalam hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah S* bersabda, "Empat
macam wanita ahli surga dan empat macam ahli neraka. Empat wanita penghuni
563. Takhrij-nya telah disebutkan di muka.
564. Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (4163) dan Ath-Thabrani dalam Al-Ausath (4598) dari Abu Hurairah. Dan
diriwayatkan oleh Ahmad (1/1 91 ) dan Ath-Thabrani Ausath (8805) dari Abdurrahman bin Auf. Dan diriwayatkan
oleh Al-Bazzar ( 1 463) dari Anas dan d\-shahih-kar\ oleh Asy-Syaikh dalam Shahih Al-Jami'( 661 ).
565. Aku belum menemukannya.
296 | D“b %a Besar
surga adalah ; wanita yang menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan, taat
kepada Allah dan suaminya; wanita yang banyak anak , sabar, dan merasa puas
(qana'ah) terhadap yang sedikit bersama suaminya; wanita yang pemalu, jika
suaminya pergi ia menjaga diri dan harta suaminya dan jika suaminya ada
maka ia menjaga lisannya; dan yang keempat adalah wanita yang ditinggal
mati oleh suaminya yang ia memiliki anak-anak yang masih kecil, lalu ia menahan
diri, mengurus, mendidik, dan berbuat baik kepada anak-anaknya, serta tidak
menikah lagi karena khawatir anak-anaknya akan menjadi terlantar. Sedangkan
empat wanita ahli neraka adalah; wanita yang tidak bisa menjaga lisannya,
tidak bisa menjaga diri kala suaminya pergi, dan jika ada ia menyakitinya dengan
kata-katanya; kedua, wanita yang suka membebani suaminya dengan apa-apa
yang tidak disanggupi oleh suaminya; ketiga, wanita yang tidak menutup
auratnya dari laki-laki lain serta suka bersolek kala keluar rumah; dan yang
keempat adalah wanita yang kerjanya hanya makan, minum dan tidur, Ia tidak
mempunyai keinginan sama sekali untuk mengerjakan shalat, taat kepada
Allah, taat kepada Rasul-Nya, pun tidak untuk taat kepada suaminya. Wanita
seperti ini jika keluar dari rumahnya tanpa seizin suaminya maka ia terkutuk
dan termasuk ahli neraka, kecuali jika ia bertaubat kepada Allah."56b
Rasulullah bersabda:
c-
V J
B
Aku memandang ke dalam neraka, maka tampak olehku kebanyakan
penghuninya adalah wanita. ^
Yang demikian ini disebabkan oleh kurangnya ketaatan mereka
kepada Allah, Rasulullah, dan suami mereka. Juga karena seringnya
mereka memamerkan kecantikan mereka kepada selain suaminya.
Apabila mereka hendak keluar rumah, mareka memakai pakaian yang
indah-indah, berhias dan mempercantik diri sehingga menimbulkan
fitnah bagi- orang banyak . Jika dirinya sendiri selamat, orang banyak
belum tentu selamat darinya. Karena itulah Rasulullah -tgg bersabda:
> ^ ^ ^ 1*^ > s o
^ 3 «V , 3 s * s ^ 3 .- £3 j
Wanita itu aurat, jika ia keluar rumah maka setan memuliakannya ,568
566. Aku belum menemukannya dengan iafazh seperti Ini. Akan tetapi terdapat riwayat shahih Sa'ad secara
marfu' dengan Iafazh. 'Arba' mmas sa'adah" dan "Arba' mmasy syaqa"\ dan ini shahihdah Shahihul Jamf
(887), dan Ash-Shahihah (282).
567. Diriwayatkan oleh Ai-Bukhari (3241 ) dan Muslim (2737) dari Ibnu Abbas.
568. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (1 1 73). Ibnu Hibban (5598.5599), Ibnu Khuzaimah (1686) dan Ath-Thabrani
(10115) dari Ibnu Mas'ud. Dan ia shahih. lihat Shahih Al-Jami' (6690) dan Al-lrwa '(273).
Durhaka t kepada Suami ►► 297
Anugerah terbesar dari Allah bagi seorang wanita adalah ketika ia
ada di dalam rumah. Dalam sebuah hadits disebutkan, " Wanita itu adalah
aurat. Karenanya tahanlah ia di dalam rumah d'™9
Seorang wanita jika telah keluar ke jalan, keluarganya bertanya,
" Mau ke mana?" maka wanita itu akan menjawab, " Mau mengunjungi
orang sakit." atau "Mau berta'ziyah." atau seribu satu alasan lainnya,
demikianlah setan membujuknya sampai akhirnya ia keluar dari
rumahnya
Sungguh wanita itu tidak akan mendapatkan ridla Allah melebihi
yang didapatnya dengan tinggal di rumahnya sambil terus beribadah
kepada Rabbnya dan berbakti kepada suaminya.
'Ali 2$« berkata kepada istrinya, Fathimah %$. , "Wahai Fathimah,
apa yang paling baik bagi seorang wanita?" Fathimah menjawab,
"Tidak melihat laki-laki dan tidak dilihat oleh mereka."
Pada suatu hari 'Aisyah dan Hafshah sedang duduk-duduk
bersama Rasulullah lalu masuk Ibnu Ummi Maktum yang buta.
Nabi berkata kepada keduanya, "Berhijablah kalian berdua darinya!"
Mereka menjawab, "Wahai Rasulullah, bukankah ia seorang yang buta,
yang tidak melihat kami dan tidak mengetahui kami?" Beliau menjawab,
"Apakah kalian berdua buta? Apakah kalian berdua tidak melihatnya?"570
Sebagaimana laki-laki wajib menundukkan pandangan dari wanita,
begitu pun wanita wajib menundukkan pandangan dari laki-laki. Seperti
yang diungkapkan oleh Fathimah di depan, yang baik bagi wanita
adalah tidak melihat laki-laki dan tidak dilihat oleh mereka.
Apabila seorang wanita terpaksa keluar rumah untuk mengun-
jungi kedua orang-tuanya atau kerabatnya, atau untuk urusan penting
lainnya, maka hendaklah ia keluar dengan seizin suaminya dan tanpa
memamerkan kecantikannya. Yaitu dengan memakai pakaian yang
menutup seluruh tubuhnya dan sepanjang perjalanan ia harus
menundukkan pandangannya, tidak memandang ke sana ke mari. Jika
ia tidak memenuhi syarat-syarat tersebut, berarti ia telah berbuat
durhaka.
Dikisahkan ada seorang wanita yang semasa hidupnya suka
memamerkan kecantikannya. Suatu saat ia keluar rumah dan seperti
569. Aku belum menemukannya.
570. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (4112) dan At-Tirmidzi (2940) dari Ummu Salamah. Dan di-c/Aia 77-kan oleh
Asy-Syaikh dalam Dha'ifAbi Dawud (887) dan A/-/rwa’(1806).
298 1 Besar
biasa ia memamerkan kecantikannya. Lalu ia mati. Sebagian keluarga-
nya menyaksikannya dalam mimpi bahwa ia dihadapkan kepada
Allah dengan pakaian yang sangat tipis. Tiba-tiba bertiup angin dan
pakaiannya tersingkap sehingga Allah berpaling darinya seraya
berfirman, "Bawalah ia ke arah kiri, ke neraka. Sesungguhnya di dunia dulu
ia termasuk yang suka memamerkan kecantikannya."
'Ali bin Abu Thalib cgg berkata, "Pada suatu hari aku dan Fathimah
mengunjungi Nabi ygr Kami mendapati beliau dalam keadaan
menangis tersedu-sedu. Lalu aku bertanya, 'Ayah dan ibuku menjadi
tebusan bagimu wahai Rasulullah, apakah yang menyebabkan Anda
menangis?' Beliau menjawab, 'Wahai 'Ali, pada malam aku diisra'kan ke
langit, aku melihat para wanita dari umatku sedang disiksa dengan berbagai
adzab. Aku menangis karena menyaksikan beratnya siksaan itu. Aku melihat
ada wanita yang tergantung pada lidahnya dan dituangkan ke dalam
tenggorokannya timah yang mendidih. Ada juga wanita yang kedua kakinya
diikatkan ke dadanya dan kedua tangannya diikatkan ke ubun-ubunnya. Ada
pula seorang wanita yang tergantung pada buah dadanya. Juga wanita yang
berkepala babi dan berbadan keledai yang ditimpakan kepadanya sejuta macam
adzab. Aku lihat pula wanita berupa seekor anjing. Dari mulutnya api masuk
dan keluar dari duburnya, sedangkan para malaikat memukul kepalanya dengan
godam dari api.' Fathimah ;-k berdiri seraya berkata, 'Wahai kekasihku
dan permata hatiku, apa amalan yang telah mereka lakukan sehingga
mereka menerima adzab yang sedemikian mengerikan?' Beliau
menjawab, "Wahai anakku, wanita yang tergantung pada rambutnya itu adalah
wanita yang tidak menutupi rambutnya dari pandangan laki-laki. Wanita yang
tergantung pada lidahnya itu adalah wanita yang suka menyakiti suami. Wanita
yang tergantung pada buah dadanya itu adalah wanita yang berbuat mesum di
tempat tidur suaminya. Wanita yang kedua kakinya diikat ke dadanya dan
kedua tangannya diikat ke ubun-ubunnya serta dikerumuni oleh ular dan
kalajengking adalah wanita yang tidak mensucikan tubuhnya dari janabah dan
haid serta menyia-nyiakan shalat. Wanita yang kepalanya kepala babi dan
badannya badan keledai adalah wanita yang banyak mengadu domba lagi
pendusta. Sedangkan wanita yang berupa seekor anjing sedangkan api masuk
ke mulutnya dan keluar dari duburnya adalah wanita yang suka mengungkit-
ungkit pemberian dan pendengki
Mu'adz bin Jabal ig? berkata, Rasulullah 5 p: bersabda:
gili'li JjijJ v j Ov j j ylJls Vj 1 —J jJi ^ t J 51 y>\ <_£ i 'j
571 . Belum aku temukan, tapi tak kuragukan lagi kepalsuan hadits ini.
Durhaka Kep ada Suami ►► 299
Upr *j sl lj^ Ajj'
Tidaklah seorang wanita itu menyakiti hati suaminya di dunia melainkan
bidadari yang menjadi istri suaminya akan berkata, "Jangan kamu sakiti dia!
Semoga Allah membinasakanmu!" Dan ketahuilah wahai putriku,
kecelakaanlah bagi wanita yang durhaka kepada suaminya.”572
Pasal Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri
Jika seorang wanita diperintahkan supaya mentaati suaminya dan
mencari keridlaannya, seorang suami pun diperintahkan supaya berbuat
baik dan bersikap lemah lembut kepada istrinya. Juga supaya bersabar
atas sikap kurang baik dari istrinya dan yang lainnya. Selain itu, ia harus
memberikan hak-hak istrinva; baik berupa nafkah, pakaian, dan pergaulan
yang baik, sebagaimana difirmankan oleh Allah, “Dan pergaulilah istri-
istrimu dengan cara yang baik.” (An-Nisa’: 19)
Juga sabda Nabi JJg,:
S-W Uli U>- -UnUp .*SuL~-U U^>- Js- S- jl \ ya y i
3 f Z- ' a - 3 f f o ^ f s
. *' S' 9 ' \ 9 S - ” • * ' S' 9 " a •* ■ ' ♦ "
0 Jfc-U yj U 2 * w • r* ' «Jtis? J’3 ' wvO
i ^ f i --3 £ 3 'y * 3 3 « 3 ^ o’!”- 5 J
Bersikap baiklah kepada wanita (istri-istri kalian)! Ketahuilah bahwa kalian
mempunyai hak atas mereka dan mereka pun mempunyai hak atas kalian.
Hak kalian atas mereka adalah tidak membiarkan laki-laki yang tidak kalian
sukai menginjak tempat tidur kalian serta tidak mengizinkan laki-laki yang
tidak kalian sukai memasuki rumah kalian. Sedangkan hak mereka atas kalian
adalah kalian berbuat baik kepada mereka dalam hal pakaian dan makanan."'
Rasulullah sgg bersabda:
U &j3
Waspadailah para tawanan.
Rasulullah (S. menyamakan kedudukan istri dalam kekuasaan
suaminya dengan seorang tawanan dalam kekuasaan orang yang
572, Diriwayatkan oleh Ahmad (5/242), At-Tirmidzi (11 84). Ibnu Majah (201 4) dan Ath-Thabrani (20/1 1 3/224) da'
Mu’adz. Dan ia berada dalam ShahihAI-Jami't 7192) dan Ash-Shahthah (M3).
573, Bagian dari hadits yang diriwayatkan oleh Muslim (1218) dari Jabir, dan diriwayatkan oleh At-Tirmidz
(1 1 63) dan Ibnu Majah (1851) dari Amr bin Aush dan didalamnya terdapat kelemahan.
300 1 d:d *saBesar
menawannya.
Beliau J^g. juga bersabda:
Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap
istrinya.'1
Dalam riwayat yang lain:
Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling lembut terhadap
istrinya.'
Rasulullah sendiri adalah orang yang paling lembut terhadap
istrinya. Beliau bersabda, “Laki-laki mana saja yang bersabar terhadap
akhlak tercela istrinya, niscaya Allah akan memberinya pahala seperti pahala
yang diberikan-Nya kepada Ayyub •• -d d yang sabar dalam tnenerima ujian
dari-Nya. Wanita mana saja yang bersabar terhadap akhlak tercela suaminya,
niscaya Allah akan memberinya pahala seperti pahala yang diberikan-Nya
kepada Asiyah binti Muzahim, istri Fir'ann d7"
Diriwayatkan ada seorang laki-laki datang mengunjungi 'Umar bin
Khaththab ygp, untuk mengadukan keburukan akhlak istrinya. Orang
itu berdiri di pintu rumah 'Umar menunggu dia keluar. Tiba-tiba
terdengar olehnya suara istri 'Umar yang Mengeluarkan kata-kata kasar
kepadanya, sedangkan 'umar diam saja. Dia tidak menjawab sepatah
kata pun. Orang itu pun beranjak pergi seraya berkata dalam hati, "Jika
'Umar yang terkenal keras dan tegas saja seperti itu padahal dia amirul
mukminin, lalu bagaimana dengan diriku?" Ketika itu 'Umar keluar
dan melihat lelaki itu sudah berbalik untuk pergi. Maka ia pun
memanggilnya, "Wahai fulan, apa keperluanmu datang ke mari?"
Orang itu menjawab, "Wahai amirul mukminin, sebenarnya kedatangan
saya ke mari untuk mengadukan keburukan akhlak istri saya kepada
Anda. Namun, ketika saya sampai di sini, saya mendengar istri Anda
pun ternyata bersikap sama dengan istri saya. Maka saya berkata dalam
574. Diriwayatkan oieh At-Tirmidzi (3895). Ad-Darimi (2260) dan Ibnu Hibban (4177) dari Aisyah dan d\-shahih-
kan oleh Asy-Syaikh dalam Ash-Shahihahi 1.513).
575. Aku beium menemukan hadits im dengan iafazh ini. Dan telah diriwayatkan oleh Ahmad (6/47,99) dan Al-
Baihaqi dalam Asy-Syu'ab(8719) dengan lafal "kaum mukminin yang paling sempurna imannya adalah
mereka yang paling bagus akhlaknya dan paling lembut terhadap keluarganya." dan baginya berbagai
riwayat pendukung yang men-sbabib-kan hadits dengannya dalam Shahth Al-Jami'l 3316).
576. Aku belum mendapatkannya
Durhaka Kepada Suami » 301
hati, Jika keadaan amiruJ mukminin dengan istrinya saja seperti itu
lalu bagaimana dengan diriku?1. Saya pun mengurungkan niat saya dan
mau pulang. Umar berkata, "Wahai saudaraku, aku memaafkannya
karena beberapa sebab; ia adalah juru masak untuk makananku,
membuatkan roti untukku, mencucikan bajuku, dan menyusui anak-
anakku ... padahal itu semua tidak wajib baginya. Pun juga dialah yang
menenangkan hatiku dari perbuatan haram, karena semua itulah aku
memaafkannya." Orang itu menjawab, "Wahai amirul mukminin, begitu
pulalah dengan istriku." Umar berkata lagi, "Maafkanlah dia wahai
saudaraku, itu tidak lama!"
Dikisahkan, ada seorang shalih vang mempunyai saudara fillaah
(karena Allah) yang juga seorang yang shalih. Setahun sekali ia
mengunjungi saudaranya itu. Suatu saat ia mengunjungi saudaranya
dan mengetuk pintu rumahnya. Terdengar suara istrinya menyahut,
"Siapa di luar?". Ia menjawab, "Aku, saudara suamimu fillaah. Aku
datang untuk mengunjunginya." Wanita itu berkata, "Ia sedang pergi
mencari kavu bakar. Kuharap ia tidak kembali dengan selamat!" Lalu
wanita itu mencela dan mencaci-maki suaminya sekehendak hatinya.
Ketika ia sedang berdiri di depan pintu itu, orang yang ditunggu-
tunggunya pun datang dari arah gunung sambil membawa seikat kayu
bakar yang diletakkannya di atas punggung seekor singa. Ia menuntun
singa itu!. Orang yang baru datang itu memberi salam kepada
saudaranya dan mengucapkan selamat datang kepadanya. Ia masuk
rumah dan memasukkan kayu bakarnya lalu berkata kepada si singa,
"Pergilah! Semoga Allah memberkatimu." Kemudian orang itu
mempersilakan saudaranya masuk rumah. Adapun istrinya masih terus
saja mengomelinya sedangkan ia diam saja tidak menjawab. Ia makan
bersama saudaranya itu sekedarnya lalu saudaranya berpamitan.
Saudaranya itu heran atas kesabaran saudaranya terhadap istrinya.
Tahun berikutnya ia datang kembali. Ketika mengetuk pintu rumah
saudaranya. Dari dalam terdengar suara istri saudaranya, "Siapa itu?"
Ia menjawab, "Saya, saudara suamimu fillah." Wanita itu berkata lagi,
"Selamat datang, ahlan wa sahlan. Mohon menunggu sebentar in
syaa’alLah beliau akan datang dengan selamat dan sejahtera." orang
itu kagum akan lembut dan halus budi bahasa istri saudaranya. Tak
lama kemudian datanglah saudaranya sambil memikui kayu bakar di
pundaknya. Sekali lagi ia terheran-heran menyaksikannya.
Setelah mengucapkan salam dan masuk ke rumah, ia mempersila-
kan saudaranya masuk. Istri saudaranya itu menghidangkan makanan
302 1 °~b%aBesar
bagi keduanya sambil mempersilakan mereka makan dengan kata-kata
yang ramah dan lembut.
Ketika akan pulang, ia berkata kepada saudaranya. Wahai
saudaraku, jawablah dengan jujur pertanyaanku ini." "Apakah itu, wahai
saudaraku?", ia balik bertanya. "Setahun yang lalu, kala aku
mengunjungi-mu, aku mendengar kata-kata istrimu yang kotor dan
kasar, tidak beradab, dan banyak mencela. Aku juga melihatmu datang
dari arah gunung bersama seekor singa yang membawakan kayu
bakarmu dan selalu menuruti apa yang kamu katakan. Tetapi sekarang,
aku lihat istrimu berbudi bahasa nan halus dan tak terdengar celaan
sedikit pun. Juga kamu membawa kayu bakar di punggungmu sendiri.
Bagaimana semua ini terjadi?", tanyanya. Sauda-ranya menjawab,
"Wahai saudaraku, Istriku yang bawel itu sudah mening-gal. Aku
dahulu sabar menghadapi akhlak buruk dan segala perlakuannya.
Bersamanya aku sangat kesusahan tetapi aku selalu memaafkannya.
Karena itulah Allah menundukkan seekor singa untukku supaya
membantuku memi-kul kayu bakai' seperti yang kamu lihat. Setelah
istriku itu meninggal, aku pun menikahi wanita shalihah ini. Maka
aku pun hidup berbahagia bersama-nya dan singa itu meninggalkanku
sehingga aku harus memikul kayu bakar di atas punggungku sendiri.
Semua itu karena aku sudah bersenang-senang dengan istriku vang
sangat taat kepadaku nan penuh berkah."
Marilah kita memohon kepada Allah agar diberi r i z k i berupa
kesabaran terhadap apa saja vang dicintai dan diridlai-Nva.
Sesungguhnya Dia Maha memberi lagi Maha Pemurah.
Durhaka Kepada 5uami ►► 303
DJsa
Besar
MENGGAMBAR DAN MELUKIS
Allah w' berfirman:
l; . ^ a V:\js- >-jJ -Xp' * j >-S' * iduj' ^ jJt' ■> ;• «J <09
Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan
melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang
menghinakan. (Al-Ahzab: 57)
'Ikrimah berkata, "Vang dimaksud oleh ayat tersebut adalah mereka
yang membuat gambar-gambar."
Ibnu 'Umar A&i berkata, "Rasulullah sg* bersabda “Sesungguhnya
orang-orang yang membuat gambar-gambar, akan disiksa pada hari kiamat
kelak. Dikatakan kepada mereka, 'Hidupkanlah apa-apa yang kalian ciptakan
itu!."-'77
'Aisyah ■©$ berkata, "Ketika Rasulullah og pulang dari suatu
perjalanan, beliau datang menemuiku. Sebelumnya aku telah memasang
tirai pada lubang angin di tembok berupa kain tipis yang bergambar.
Ketika beliau melihat lain itu, wajah beliau langsung berubah seraya
berkata, 'Wahai 'Aisyah, manusia vang paling berat siksanya pada hari
kiamat kelak adalah orang-orang vang mencoba menyamai Allah dalam
hal menciptakan sesuatu."' 'Aisvah melanjutkan, "Maka aku pun
memotong kain itu dan aku jadikan ia dua buah bantai.
Ibnu 'Abbas W berkata, "Saya mendengar Rasulullah ^ bersabda:
^ . , "i- ./ * * S' > - '' - ' - . • * - > "i^'
^ LAj CNj <U j UJ 1 <3 j p
577. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5951 .7558) dan Muslim (2108).
578. Diriwayatkan oleh Al-Bukhart (5954) dan Muslim (2106).
Menggambar dan Melukis ►►305
Semua tukang gambar akan masuk neraka. Setiap gambar yang dibuatnya
akan diberi nyawa dan akan menyiksanya di neraka jahannam . ’ 11
Masih dari Ibnu 'Abbas
Rasulullah bersabda:
Ijji ■* 4J T- 4 w'
• ~ v ' '
katanya, "Saya telah mendengar
'V
Barangsiapa membuat gambar di dunia kelak pada hari kiamat akan dipaksa
untuk meniupkan nyawa ke dalamnya, padahal ia tidak akan pernah bisa
meniupkannya ke dalamnya selama-lamanya ,5S0
Rasulullah bersabda:
Allah 'azza wajalla berfirman,' Siapa yang lebih zhalim dari pada orang yang
berusaha membuat ciptaan seperti ciptaan-Ku?! Maka hendaklah mereka
membuat sebutir biji, atau sebutir j agung (kalau bisa )/’?lS1
Nabi bersabda:
uj
<uJi
lio
v
>k->T
Nanti pada hari kiamat akan keluar unqun ( jenis binatang) dari dalam neraka,
ia berkata, "Aku diperintahkan untuk (menyiksa) tiga jenis manusia; orang-
orang yang menyekutukan Allah dengan sesuatu, penguasa yang kejam lagi
bengis, dan tukang-tukang gambar."'*2
Rasulullah bersabda:
> s - ' 3 - } , y 3 %
- * y > '•* l •l'”3'' z'*" , ' l | ^ 0 / |
o . = — i a o Lio l>-Oj }
v' ^ V - Lz
Malaikat (pembawa rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya
ada anjing atau gambar.
Di dalam Sunan Abu davvud disebutkan sebuah hadits yang
diriwayatkan oleh 'Ali bin Abu Thalib bahwa Rasulullah bersabda:
579. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2225) dan Muslim (2110)
580. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5963) dan Muslim (2110).
581 . Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5953.7559) dan Muslim (2111) dari Abu Hurairah.
582. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/336) dan At-Tirmidzi (2574) dari Abu Hurairah dan di-sbab/b-kan oleh Asy-
Syaikh dalam Ash-Shahih (8051) dan Ash-Shahihah { 512).
583. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5948.5958), Muslim (2106) dan At-Tirmidzi (2804) dari Thalhah.
D-o%., Besar
306
Malaikat (pembawa rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya
ada anjing atau gambar atau orang junub.'*'*
Menjelaskan hadits di atas, al-Khaththaabiy zlr berkata, 'Yang
dimaksudkan dalam hadits itu adalah malaikat rahmat, bukan malaikat
hafazhah (penjaga). Sebab malaikat hafazhah itu tidak pernah
meninggalkan orang yang dijaganya, baik orang yang junub maupun
orang yang tidak junub. Dikatakan bahwa yang dimaksud bukan orang
junub bukanlah orang vang mengakhirkan mandi sampai tiba waktu
shalat, tetapi maksudnya adalah orang junub vang tidak mandi dan
meremehkan perkara mandi janabah ini, serta menjadikan hal itu
sebagai kebiasaan. Ini, karena Nabi ;;.;v pernah menggauli istri-istri
beliau dengan satu kali mandi saja." '
’Aisyah iA. berkata, 'Adalah Rasulullah tidur dalam keadaan
junub tanpa menyentuh air."5fis
Adapun yang dimaksud dengan anjing pada hadits itu adalah
orang yang memiliki anjing bukan untuk menjaga ladang, ternak, atau
berburu. Jika anjing diperlukan untuk suatu kepentingan semisal
menjaga rumah, maka tidak mengapa, insya Allah.
Sedangkan yang dimaksud dengan gambar adalah semua bentuk
gambar atau lukisan dari makhluk yang bernvawa, baik ia berupa
patung, ukiran pada langit-langit rumah, dinding, atau disulamkan pada
permadani dan kain atau ditempelkan pada suatu tempat, dan lain
sebagainya.
Gambar-gambar tersebut wajib dirusak dan dihilangkan bagi
orang yang mampu melakukannya. Imam Muslim meriwayatkan
sebuah hadits dari Hayyan bin Hushain bahwa 'Ali bin Abu Thalib ASa
berkata, "Ketahuilah, aku mengutusmu berdasarkan apa yang Rasulullah
mengutusku dahulu, yaitu; Jangan engkau biarkan satu gambar pun
kecuali engkau hilangkan, dan jangan engkau biarkan satu kuburan pun yang
menonjol dari permukaan tanah kecuali engkau ratakan ta."5fr
534 Diriwayatkan oleh Ahmad (1 83.dan 104.139.150). Abu Dawud (227), An-Nasa'i (1/141). Ibnu Majah
(3650) dan di-c(/ia'/7-kan oleh Asy-Syaikh dalam Dha'ifAbi Dawud (38) dan DhalfAI-Jami' (6203).
585 Muttafaqun 'Alaih dari riwayat Anas. lihat ShahihuIJamr (4977),
5 36. Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud (228). At-Tirmidzi (118.119). dan An-Nasa'i beserta Ibnu Majah
(581 ) dari Aisyah dan di-s/iah/Man oleh Asy-Syaikh dalam Shahih Al-Jami’( 5019).
557 Diriwayatkan oleh Ahmad (1 96.128). Muslim (669). Abu Dawud (321 8). An-Nasa'i (4/88) dan Abu Ya'la
(338) dari Ali.
Menggambar dan Melukis ►► 307
Semoga Allah menunjukkan kepada apa saja vang dicintai dai
diridlai-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Memberi lagi Maha Pemurah.
°-D*sa Besar
308
D sa /| O
Besar
MEMUKUL WAJAH, MENJERIT-JERIT,
MEROBEK-ROBEK BAJU, MENGGUNDULI
KEPALA DAN BERSUMPAH SERAPAH DI
KALA MENGALAMI MUSIBAH
Imam Bukhariy meriwayatkan sebuah hadits dari Abdullah bin
Mas'ud i# , Rasulullah yg bersabda:
■ulisUt.'1
t>-
Jj lp:
Bukan termasuk golongan kami, orang yang menampar pipi, merobek saku,
dan menyeru dengan seruan-seruan jahiliyyah /Si’
Imam Bukhariy dan Imam Muslim juga meriwayatkan sebuah
hadits dari Abu Musa ai-Asv'ariv A bahwa Rasulullah yy; berlepas
diri dari shaliqah, haliqah dan svaqqah.
Shaliqah adalah wanita yang menjerit-jerit ketika ada orang
meninggal dunia. Haliqah adalah wanita yang menggunduli kepalanya
ketika mengalami musibah. Syaqqah adalah wanita yang suka merobek-
robek bajunya kala ditimpa musibah. Para ulama bersepakat bahwa
ketiga perkara ini haram hukumnya. Begitu juga dengan mencerai-
beraikan rambut, menampar pipi, mencakar wajah, dan mengucapkan
sumpah serapah.
Ummu Athiyyah berkata, 'Rasulullah y membaiat kami untuk
tidak meratap."'-'1'
Abu Hurairah
meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:
588. Diriwayatkan oleh Ahmad (1/432.456.465). Al-Bukhari (12971.(2197). Muslim (103). At-Tirmidzi (999), An-
Nasa’i (4/20) dan Ibnu Majah ( 1 584) dari ibnu Mas'ud.
589. Takhrij-nya telah disebutkan di muka.
590. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (3. 389). Ahmad (6 407). Al-Bukhari (1306.3892.7215). Muslim (936)
dan An-Nasa'i (7/148.1 49).
Memukul Wajah, Menjerit jerit. Merobek- robek Baju .... ►► 309
Dua perkara yang ada pada manusia yang dengan keduanya mereka menjadi
kafir; mencela nasab dan meratapi mayit.'*'
Abu Sa'id al-Khudriy berkata, "Rasulullah melaknat wanita
yang suka meratap dan yang mendengarkannya."5-
Abu Dawud meriwayatkan hadits dari Abu Burdah katanya, "Suatu
ketika, Abu Musa al-Asy’ariy menderita sakit. Beliau tak sadarkan diri di
pangkuan istrinya, Ummu Abdullah. Ia pun mulai meratap sedangkan
Abu Sa’id tak mampu mencegahnya. Setelah siuman, Abu Sa’id berkata,
'Aku berlepas diri dari apa yang Rasulullah -sg berlepas diri darinya.
Sesungguhnya Rasulullah berlepas diri dari wanita yang suka meratapi
mayit, wanita yang menggunduli dan mencabuti rambutnya ketika ditimpa
musibah, serta wanita yang merobek-robek bajunya pada waktu
mengalami musibah."5-
Nu'man bin Basyir y-h berkata, "Suatu saat 'Abdullah bin Rawahah
pingsan. Saudara perempuannya meratapinya, "Duh ... begini, Duh ...
begitu!" Ketika Abdullah sadar kembali, ia berkata, "Tidaklah engkau
mengatakan sesuatu melainkan dikatakan kepadaku, 'Engkau begini,
engkau begitu!’"5"4
Di dalam Shahih Bukhariy dan Muslim disebutkan bahwa
Rasulullah bersabda:
-n-;.' L«_' > 'J:
Mayit akan disiksa di dalam kuburnya dengan ratapan (orang hidup)
terhadapnya .595
Abu Musa ;S- berkata, Tidaklah seseorang yang meninggal dunia
kemudian keluarganya meratapinya sambil mengatakan 'Duhai
pemimpin kami, duhai pemuka kami, duh ... ini, duh ... itu!' melainkan
akan didatangkan dua malaikat meninjunya serava berkata, 'Benarkah
engkau demikian?’"4"
Nabi bersabda:
o
9 D
L
* '-jCj ' ^ L*.
U3
O'
B
591 , Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (3/390). Ahmad [2 496), Al-Bukhari dalam At-Adab Al-Mufrad (395).
Muslim (67). ibnul Jarud (515) dan Ibnu Hibban (314) dan Abu Hurairah dengan lafal-lafal yang berdekatan
592, dan 593. Takhrij keduanya telah disebutkan di muka.
594. Diriwayatkan oieh Al-Bukhari (4267).
595. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari ( 1 292). Muslim (927) dan At-Tirmidzi (1002) dari Umar.
596. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (1003) dan Ibnu Majah (1594) secara marfui Dan di-basan-kan oleh Asy-
Syaikh dalam Shahih At-Tirmidzi 1 801).
3io D:o%aBesar
Wanita yang suka meratap itu jika tidak bertaubat sebelum datang kematian-
nya niscaya kelak pada hari kiamat ia akan dibangkitkan dengan memakai
jubah dari ter dan zirah berupa kudis. ■
Rasulullah bersabda, “Namun aku melarang dua suara yang tolol
lagi durhaka; suara dalam musibah sambil menampar wajah, dan merobek
saku, serta nyanyian setan."1"
Al-Hasan berkata, "Dua suara yang terkutuk; yaitu seruling dalam
nyanyian dan rintihan dalam musibah."
Diriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya
wanita-wanita yang suka meratapi orang mati itu akan dijadikan dua barisan
di dalam neraka nanti, mereka akan menggonggong kepada penghuni neraka
seperti menggonggongnya anjing."""
Al-'Auza'iy berkata, "Suata hari ‘Umar bin Khaththab mendengar
suara tangisan dari dalam sebuah rumah, lalu ia masuk ke dalam rumah
bersama yang lain, tampak di situ seorang wanita sedang meratap. ’Umar
memukul wanita itu sampai kerudungnya terjatuh seraya berkata, Aku
memukulnya karena ia meratap dan tidak ada kehormatan baginya. Ia
menangis bukan karena kesedihan kalian, tetapi ia mengalirkan air mata
untuk mengambil dirham-dirham kalian. Sesungguhnya ia telah
menyakiti orang-orang mati di antara kalian di dalam kubur-kubur
mereka dan mereka pun menyakiti orang-orang yang hidup di antara
kalian di rumah-rumah mereka. Ia mencegah kesabaran yang
diperintahkan oleh Allah dan menganjurkan kesedihan yang dilarang
oleh-Nya.'"
Ketahuilah bahwa yang dimaksud dengan niyahah itu adalah
meratapi orang yang sudah meninggal sambil menyebut-nyebut
kebaikannya.
Para ulama berkata, "Haram hukumnya menangisi orang mati
secara berlebih-lebihan dan dengan menjerit-jerit. Sedangkan menangis
dalam batas wajar yang tanpa disertai dengan jerit memilukan juga
597. Dikeluarkan oleh Muslim (934). Ahmad (5 342.343.344) dan Al-Hakim (1/333) dari Abu Malik Al-Asy'ari,
iihat Ash-Shahihah (1952).
598. Diriwayatkan oleh Al-Hakim (4/40) dari Abdurrahman bin Autdan dalam sanadnya terdapat kelemahan,
akan tetapi hadits ini didukung oleh hadlts Anas yang iafazhnya adalah, "dua suara yang terlaknat. . . ",
dengan pendukung ini Syaikh Al-Albam menilai hadits mi hasan dalam Ash-Shahihah (427) dan Shahihul
Jami"( 3801).
599. Ath-Thabrani meriwayatkan di dalam Al-Ausath( 5229) dari Abu Hurairah. Dan isnadnya dha'il.
Memukul Wajah. Menjerit-jerit. Merobek-robek Baju .... ►► 3 I I
ratapan, itu masih diperbolehkan."
Dalam Shahih Bukhariy dan Muslim, disebutkan bahwa Ibnu
'Umar menyampaikan bahwa Rasulullah ug mengunjungi Sa'ad bir.
'Ubadah bersama 'Abdurrahman bin 'Auf, Sa'ad bin Abu Waqqash, dar.
'Abdullah bin Mas'ud. Ketika beliau melihat keadaan Sa'ad tersebut,
beliau menangis. Melihat beliau menangis, para sahabat pun iku:
menangis. Beliau bersabda:
)>' Aji j>
"Tidakkah kalian mendengar bahwa Allah tidak menyiksa karena mengalirnya
air mata dan sedihnya hati? Hanyasanya Dia menyiksa dan menyayangi karena
ini!" Lalu beliau mengisyaratkan ke arah lidahnya ,n0C
Di dalam keduanya juga disebutkan bahwa Usamah bin Zaid ib-
menyampaikan, putri Rasulullah wg; wafat. Ketika mayatnya diangkat,
didekatkan kepada beliau, beliau menitikkan air mata. Sa’ad bertanya.
"Apakah ini, wahai Rasulullah?' Beliau menjawab, "Ini adalah rasa kasih
sayang yang ditanamkan oleh Allah ke dalam kalbu hamba-hamba-Nya.
Hanyasanya Allah mengasihi yang pengasih saja dari hamba-hamba-Nya
Imam al-Bukhariy dalam kitab Shahihnya meriwayatkan sebuah
hadits dari Anas ibk bahwa Rasulullah og: menghadapi putra beliau
Ibrahim yang sedang menghadapi ajalnya. Beliau mencucurkan air
mata. 'Abdurrahman bin 'Auf bertanya, "Mengapa Anda menangis,
wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, " Wahai Ibnu 'Auf, ini adalah kasih
sayang." Lalu beliau melanjutkan,
, y- ^ > .' t * - >
' g j U U D Ljj - L» b | w aJj * J
"Sesungguhnya mata meneteskan air dan hati merasa sedih, namun kami tidak
mengatakan kecuali apa yang diridlai oleh Rabb kami. Sungguh kami dengar :
berpisah darimu benar-benar bersedih, wahai Ibrahim.'"'02
600. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1304). Muslim (924). Ibnu Hibban (3159). Ai-Baihaqi (4/69) dan Al-Baghs.'.
(1529).
601. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (3 392). Ahmad (5 204). Ath-Thayalisi (636), Al-Bukhari (1264
Muslim (923) dan An-Nasa'i (4 21 ).
602. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1303) dan Muslim (2315).
3 1 2 1 D:D%a Besar
Hadits-hadits shahih yang menyatakan bahwa mayit akan disiksa
karena ratapan keluarganya tidak mesti dipahami secara zhahir
(tekstual). Namun ia harus dipahami dengan ta’wil. Para ulama masih
berselisih pendapat tentang ta'wilannya. Pendapat yang paling kuat -
wallaahu alam- adalah pendapat vang mengatakan bahwa vang dimaksud
hadits itu adalah tangisan yang ada sebabnya, misalnya si mayit telah
berpesan keluarganya untuk meratapinya, atau yang lain.
Para ulama madzhab Syafi'iy mengatakan, "Boleh menangis
sebelum atau sesudah kematian. Hanya saja, sebelum kematian itu lebih
baik. Sebab ada sebuah hadits shahih vang berbunyi:
Jika kematian telah datang, jangan ada seorang wanita pun yang menangis. b0■,
Imam Syafi’iy dan para ulama yang berpegang kepada madzhabnya
telah menaskan bahwa dimakruhkan menangis setelah kematian dan
tidak haram. Mereka memahami hadits tersebut sebagai larangan yang
bersifat makruh, wallahu alam.
Pasal
Orang yang meratapi mayit itu akan mendapat siksa dan laknat
karena ia menganjurkan ketidaksabaran dan mencegah kesabaran.
Padahal Allah dan Rasul-Nva telah memerintahkan untuk bersabar dan
ikhlas.
Allah kv berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, mohonlah
pertolongan dengan sabar dan shalat. sesungguhnya Allah beserta orang-
orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 153)
Atha’ dan Ibnu Abbas berkata, "(Maksudnya) Aku (Allah) akan
bersama kalian menolong kalian dan tidak menghinakan kalian."
Allah w juga berfirman, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan
kepadamu..., dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan
ouah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,
yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan," Innd
.Ulahi \va innd ilaihi rdji'un" (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada -
Ayalah kami kembali)." (Al-Baaarah: 155-156)
503 Diriwayatkan oleh Malik 1 1.233). Ahmad (5/446). Abu Dawud (3111 j. An-Nasa’i (4/13). Ibnu Majah (2703).
Ibnu Hibban (3189). Ath-Thabrani (1780). Al-Hakim (1/351) dan di-sbabib-kan oleh Asy-Syaikh Ai-Albani
Memukul Wajah. Menjerit-jerit, Merobek-robek Baju .... ►►313
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, maksudnya
Aliah akan memperlakukan manusia dengan perlakuan penguji. Sebab
sebenarnya Allah telah mengetahui akhir dari segala perkara sehingga
Allah tidak perlu mengadakan pengujian untuk mengetahui akhirnya.
Hanya, Allah akan memperlakukan mereka dengan perlakuan penguji.
Barangsiapa yang bersabar, ia akan mendapatkan pahala atas kesaba-
rannya itu, dan barangsiapa tidak sabar maka ia tidak berhak atas pahala.
... dengan sedikit ketakutan, kelaparan..., Ibnu 'Abbas berkata,
"Maksudnya adalah ketakutan terhadap musuh, dan kelaparan pada
musim kering dan paceklik".
... kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan ... maksudnya adalah
kerugian dan kekurangan dalam harta dan binasanya binatang ternak;
dengan kematian, penyakit dan lanjut usia; serta berbagai kebutuhan.
Buah-buahan tidak keluar seperti biasanya.
Kemudian Allah menutup ayat itu dengan memberi kabar gembira
bagi orang-orang yang sabar untuk menunjukkan bahwa apabila mereka
bersabar atas semua musibah ini, mereka akan mendapatkan janji pahala
dari Allah i* ... Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang
sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka
mengucapkan," Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’um". Maksudnya apabila
mereka ditimpa musibah vang telah disebutkan sebelumnya -bukan berupa
kebaikan- lalu mereka mengatakan bahwa mereka itu hanyalah hamba
Allah, Dia berhak memperlakukan mereka sekehendak-Nya dan mereka
pun setelah mati akan menghadap-Nva, serta segala urusan kembali
kepada- Nya .
Aisyah berkata, "Rasulullah yg bersabda:
Lp”Lij iS"
CCS-
Tidaklah suatu musibah itu menimpa seorang mukmin, kecuali Allah akan
menghapuskan dengannya suatu dosa, sekalipun musibah itu berupa duri yang
menusuknya .DtH
Alqamah bin Murtsid bin Sabith menyampaikan dari ayahnya
bahwa Rasulullah pernah bersabda, "Barangsiapa ditimpa suatu
musibah, hendaklah ia mengingat musibah yang menimpanya dengan
(kematian)ku, sebab itu merupakan sebesar-besar musibah. "60r,(Majma'uz
Zawaid))
604, Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5640) dan Muslim (2572).
605. Diriwayatkan oleh Ad-Darimi (1/40), Ibnu Sa'ad (2-275). Ath-Thabrani (6718), Abu Nu'aim dalam Al-Akhbar
3i4 I D:cKs*Besar
Rasulullah -gg bersabda:
3 Jk^S' -X
r, iLi ju ju«]i ir
j j <J «JLi o -'“i- Jli 'ib* J bLi wu j J JLi «jl ji j
ji
&ji j ll; 1^1 iLi
"/Ifea anak seorang hamba meninggal Allah akan berkata kepada malaikat,
'Engkau mencabut anak hamba-Ku?' Malaikat menjawab, 'Benar.' Allah berkata
lagi. 'Engkau mencabut permata hatinya?' Malaikat menjawab, 'Benar.' Allah
bertanya lagi, 'Apa yang ia katakan?' Mereka menjawab, 'Ia memujimu dan
beristirja' (mengucapkan ’lnnaa lillahi wa innaa ilaihi raaji'uun). Kemudian
Allah berfirman, 'Bangunkan bagi hamba-Ku sebuah rumah di surga dan
namakanlah dengan ’Baitul Hamdi' (Rumah Pujian)’"000
Rasulullah gg; bersabda:
SJ UuJ' lis
5 % S . -
r*
v* bdi li . JL*j aJJs jJ
> .. 3 3.
4_b> d S g1 S A.
> >
J
"Allah ta'ala berfirman, ‘Tidak ada ganjaran di sisi-Ku bagi hamba-Ku yang
kala kucabut nyawa seseorang yang dikasihinya dari penghuni dunia lalu ia
bersabar dan ikhlas, hanya mengharapkan pahala dari-Ku selain surga."b0‘
Rasulullah Jgg bersabda:
L«j »^S -g 3 «ULi
■ ** 4 4J 4JJ'
Lu 3IL2 i
v' 8 3 k
d Xi"
"Termasuk kebahagiaan anak Adam adalah keridlaannya terhadap apa yang
ditetapkan oleh Allah, dan termasuk kemalangan anak Adam adalah kebenci-
annya terhadap apa yang ditetapkan oleh Allah."°m
’Umar bin Khaththab TM berkata, "Apabila malaikat maut sudah
mencabut nyawa seorang mukmin, ia berdiri di depan pintu sementara
(1/158) dan di-Sdab/b-kan oleh syaikh Al-Albam dengan berbagai jalurnya Ash-Shahihah(V\06).
606. Diriwayatkan oleh Ahmad (4/415). Ibnul Mubarak dalam Zawa’iduzZuhd( 108). At-Tirmidzi (1026), Ibnu
Hibban (2948). Ath-Thayalisi (508) dan Al-Baihaq: (4 68) dari Abu Musa dan di-basarrkan oleh Asy-Syaikh
dalam Ash-Shahihah (1408).
607. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6424) dari Abu Hurairah.
308. Diriwayatkan oleh Ahmad (1444), At-Tirmidzi (2151 ) dan A!-Hakim (1/51 8) dari Sa'ad bin Abi Waqash. Dan
di-dba'b-kan oleh Asy-Syaikh dalam Adh Dna'ifantl906).
Memukul Wajah, Menjerit-jerit, Merobek-robek Baju .... ►►315
peng-huni rumah itu gempar. Ada vang menampar muka, ada yan;
menceraibe-raikan rambut, dan ada pula yang meratap. Maka malaika:
maut itu berkata, 'Oleh sebab apa kecemasan dan kesedihan ini? Dem:
Allah, aku tidak mengu-rangi umur salah seorang dari kalian. Juga
tidak mengambil bagian rizki kalian. Pun aku tidak menzhalirr.:
seseorang dari kalian. Apabila pengaduan dan kemurkaan kalian kaliar.
tujukan kepadaku, aku ini demi Allah hanyalah pesuruh. Adapun jika
kalian tujukan kepada si mayit, sesungguhnya ia itu tidak dapat menolak
(kehadiranku). Sedangkan jika kepada Rabb kalian, sungguh telah
kafirlah kalian. Dan aku akan terus mendatangi kalian satu demi satu
sampai tidak ada seorang pun dari kalian yang tersisa.'"
Rasulullah bersabda, "Demi (Dzat) yang jiwaku ada di tangan-
Nya, seandainya mereka melihat tempatnya dan mendengar perkataannya
niscaya mereka akan menjadi lupa kepada orang yang mati itu dan akan
menangisi diri mereka masing-masing." '
Pasal Ta’ziyah
Abdullah bin Mas’ud :A meriwayatkan bahwa Rasulullah e • ;
bersabda
- f i, ,
3 j>r i H* u U
Barangsiapa berta'ziyah kepada orang yang ditimpa musibah, maka ia akan
mendapat pahala seperti yang didapat orang itu."10
Abu Burdah meriwayatkan bahwa kepada Fathimah
Rasulullah pernah bersabda:
. 3 < f '9 ,
1 ^ I A'"
^ „p ’-A _r~- O A
Barangsiapa berta'ziyah kepada orang yang kesusahan, akan dipakaikan
kepadanya mantel di dalam surga.""'-
'Abdullah bin 'Amru bin al-'Ash berkata, "Kepada Fathimah .
Rasulullah -w? pernah bertanya, 'Apa yang menyebabkanmu keluar dari
rumahmu, wahai Fathimah?' la menjawab, 'Saya mendatangi keluarga
rumah itu. Saya doakan semoga mereka mendapatkan rahmat dari
609. Saya belum mendapatinya.
610. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (1073). Ibnu Majah (1602). Al-Baihaqi (4 59). Al-Khathib (4/25.450) dan Al-
Uqaili dari Ibnu Mas ud dan di-dha/f-kan oieh Asy-Svaikh dalam Al-lnva' (765) dan Adh-Dha 77(5708).
61 1 . Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi ( 1 076) dan Abu Ya la. Al-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab dan di-dba'/Y-kan oieh
Asy-Syaikh dalam Dha'if Al-Jami' (5707) dan Al-lrwa (3 21 7) dari Abu Barzah.
316
D:D%aBe$ar
Allah dan saya berta'ziyah kepada mereka atas kematiannya.'"
'Amru bin Hazm menyampaikan sebuah hadits Nabi yang
bunyinya
Tidaklah seorang mukmin itu berta'ziyah kepada saudaranya yang
ditimpa suatu musibah kecuali Allah akan memakaikan kepadanya pakaian
kemuliaan pada hari kiamat.01 3
Ta'ziyah adalah tashbir. anjuran untuk bersabar dan mengucap-
kan kata-kata yang menghibur, mengurangi kesedihan dan meringankan
musibah dari keluarga mayit. Ta'ziyah itu hukumnya sunnah. Di
dalamnya terkandung amar ma'ruf nahvi munkar. Ia pun termasuk ke
dalam firman Allah, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan)
kebajikan dan taq\vad' (Al-Maidah: 2)
Pernyataan dan ayat ini adalah dalil yang paling baik dalam perkara
ta'ziyah.
Perlu diketahui pula bahwa ta'ziyah itu disunnahkan baik sebelum
atau pun seusai prosesi pemakaman. Para ulama maazhab Syafi'iy
berpendapat, "Waktunya adalah sejak meninggalnya seseorang sampai
tiga hari sesudah pemakaman. Sebagian ulama berpendapat bahwa
makruh hukumnya berta'ziyah jika sudah lewat tiga hari. Sebab, tujuan
dari ta'ziyah adalah menenangkan hati orang yang ditimpa musibah.
Biasanya hati seseorang itu akan tenang setelah lewat tiga hari. Karena
itu tidak perlu diingatkan akan kesedihannya (dengan didatangi untuk
ta'ziyah).
Abui 'Abbas, salah seorang ulama madzhab Syafi'iy berpendapat,
tidak mengapa melakukan ta'ziyah sesudah lewat tiga hari. Bahkan
ta'ziyah itu berlaku untuk selamanya, meski masa telah berlalu.
Imam an-Nawawiy uW berkata, "Pendapat yang tepat adalah bahwa
ta'ziyah itu tidaklah dilakukan setelah lewat tiga hari, kecuali dalam
dua keadaan seperti yang disebutkan oleh para ulama madzhab ini
(Syafi'iy). Yaitu; apabila orang yang akan dita'ziyahi atau orang yang
ditimpa musibah tidak ada (belum datang) pada waktu pemakaman
dan baru datang sesudah lewat tiga hari. Ta'ziyah setelah pemakaman
itu lebih utama dari pada sebelumnya. Sebab keluarga si mayit sedang
sibuk mempersiapkan pemakamannya, dan bahwa kedukaan mereka
612. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3123). An-Nasa'i (4 27). Ibnu Hibban (3177), Al-Hakim (1/373 ) dan Al-
Baihaqi (4/60) dari Abduliah binAmr. Dandi-cfbaiT-kan oieh Asy-Syaikh dalam Dha’ifAbi Dawud ( 684).
613. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (1601 ). Al-Baihaqi (4/59) dan di-dba/7-kan oleh Asy-Syaikh dalam Al-lrwa'
(764).
Memukul Wajah, Menjerit-jerit, Merobek-robek Baju .... ►►317
sesudah pemakaman itu lebih besar. Ini jika tidak terlihat kegoncangan
pada mereka. Namun jika terlihat kegoncangan, ta'ziyah diajukan
(sebelum pemakaman) untuk menenangkan mereka. Wallaahu alam."
Adalah suatu yang makruh jika keluarga mayit berkumpul dalam
suatu rumah supaya didatangi oleh orang-orang yang hendak
berta'ziyah.
Kalimat ta'ziyah itu sudah masyhur. Namun yang paling baik
diucapkan adalah seperti yang diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhariy
dan Shahih Muslim dari usamah bin Zaid , katanya, "Salah seorang
putri Nabi mengutus seseorang untuk menyampaikan kepada
Rasulullah guna mengundang dan memberitahukan kepada beliau
bahwa putranya telah meninggal. Kepada utusan itu, Rasulullah yy;,
bersabda, 'Kembalilah kepadanya dan sampaikan:
■*-■* prL- i ,-S. ls » D d » -U>- ' L* aJJ j)
Sesungguhnya milik Allah-lah apa yang Dia ambil. Milik-Nya pulalah apa
yang Dia berikan. Dan segala sesuatu itu sudah ada batas masanya.
Suruhlah ia untuk bersabar dan ikhlas mengharapkan ridla-Nya.'"6U
Imam an-nawawiv iri? berkata, "Hadits di atas merupakan pondasi
dien Islam yang besar karena ia mencakup beberapa masalah penting,
seperti; pokok-pokok dien, cabang-cabangnya, adab, sabar kala ditimpa
musibah, kegelisahan atau pun penyakit, dan lain-lain.
Maksud Rasulullah gg 'Sesungguhnya milik Allah-lah apa yang
Dia ambil' adalah bahwa seluruh alam ini merupakan kepunyaan
Allah. Dia tidak mengambil apa yang menjadi milikmu, tetapi Dia
mengambil milik-Nya yang ada padamu, dipinjamkan kepadamu.
Maksud Rasulullah ^ 'Milik-Nya pulalah apa yang Dia berikan',
adalah bahwa apa-apa vang diberikan oleh Allah kepadamu itu tidak
keluar dari kepemilikan-Nva. Artinya masih tetap menjadi milik
Allah ii: , Dia berhak untuk melakukan apa saja terhadapnya
sekehendak-Nva.
Maksud Rasulullah igg 'Dan segala sesuatu itu sudah ada batas
masanya’, adalah hendaknya kamu tidak terguncang. Sebab sesung-
guhnya jika ada orang yang diambil nyawanya berarti memang sudah
tiba batas waktu baginya, dan ajal tidak dapat ditunda atau diajukan.
614, Diriwayatkan oleh Al-Bukhari ( 1 284,7377.7448). Muslim (923) dan An-Nasa'i beserta Ibnu Majah (1588)
dari Usamah dan telah disebutkan di muka.
318 1 d*d%* Besar
Nah, jika kamu sudah mengerti tentang semua ini, bersabarlah dan
ikhlaslah, mengharapkan ri dia Allah semata atas segala yang
menimpamu. Wallahu alam.
Mu'awiyyah bin Iyas meriwayatkan sebuah hadits dari ayahnya
Lgk , katanya, "Nabi -m merasa kehilangan salah seorang sahabat beliau.
Beliau pun menanyakannya. Para sahabat menjawab, 'Wahai Rasulullah,
anaknya yang pernah Anda lihat meninggal dunia.' Kemudian Nabi -,y:
pergi menemui orang tersebut dan menanyakan keadaan anaknya.
Orang itu menjawab bahwa putranya sudah meninggal dunia. Maka
Nabi pun mengucapkan ta’ziyah kepadanya seraya berkata, 'Wahai fulan,
mana yang lebih kamu sukai; engkau bersenang-senang dengan anakmu itu
sepanjang hidupmu, atau engkau mendatangi salah satu pintu surga kelak,
sedangkan anakmu mendahuluimu untuk membukakan pintu untukmu?'
Orang itu menjawab, "Wahai Nabi Allah, dia mendahului saya ke pintu
surga dan membukakannya untuk saya, itu lebih saya sukai!' Beliau
pun berkata, 'Kamu akan mendapatkan itu.' Kemudian seseorang
bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah itu khusus untuknya ataukah
untuk seluruh kaum muslimin?' Beliau menjawab, 'Untuk seluruh kaum
muslimin d"015
Abu Musa meriwayatkan sua tu hari Rasulullah ^ pergi ke Baqi'
(pekuburan kaum muslimin di Madinah). Beliau mendatangi seorang
wanita yang sedang berlutut di depan sebuah nisan sambil menangis.
Beliau berkata, "Wahai hamba Allah, bertakwalah kepada Allah dan
bersabarlah!" Wanita itu menjawab, "Wahai hamba Allah, saya baru saja
kehilangan anak." Beliau berkata lagi, "Wahai hamba Allah, bertakwalah
kepada Allah dan bersabarlah!" Wanita itu menjawab, "Wahai hamba
Allah, jika Anda yang tertimpa musibah pastilah Anda memaklumiku."
Beliau berkata lagi, "Wahai hamba Allah, bertakwalah kepada Allah dan
bersabarlah!" Wanita itu menjawab, "Wahai hamba Allah, nasehat Anda
sudah saya dengar, sekarang pergilah!" Lalu Rasulullah pun
meninggalkan wanita itu. Kejadian itu dilihat oleh seorang laki-laki,
maka ia pun mendekati wanita itu dan bertanya, "Apa vang barusan
dikatakan oleh laki-laki itu?" Wanita itu pun menceritakan apa saja yang
diucapkan oleh laki-laki tadi dan apa juga vang menjadi jawabannya. Laki-
laki itu bertanya, "Apakah kamu mengenalnya?" perempuan itu menjawab,
"Demi Allah, tidak!" Laki-laki itu menjelaskan, "Celaka kamu, orang tadi
Rasulullah Jgs!" Maka wanita itu pun bersegera mengejar Rasulullah
615. Dikeluarkan oleh Ath-Thayalisi ( 1 075). Ahmad (5'35). An-Nasa’i (4/22). Ibnu Hibban (2947). Ath-Thabrani
(19/54). Al-Hakim (1/384) dan isnadnya shahih.
Memukul Wajah. Menjerit-jerit, Merobek-robek Baju .... ►► 3 I 9
-tgs dan berkata, "Wahai Rasulullah, saya bersabar." Beliau berkata,
"Kesabaran itu adanya pada awal ditimpa musibah."0'10 Artinya seseorang itu
harus bersikap sabar di saat musibah datang, sedangkan jika ia sudah
berlalu sudah sewajarnya jika seseorang mulai terhibur.
Dalam Shahih Muslim disebutkan, seorang anak laki-laki Abu
Thalhah dari istrinya, Ummu Sulaim meninggal dunia. Ummu Sulaim
berpesan kepada seluruh anggota keluarga, 'Jangan kalian beritahukan
ini kepada Abu Thalhah sampai aku sendiri yang memberitahukan
kepadanya!" Ketika Abu Thalhah datang, Ummu Sulaim menyuguhkan
makan malam untuknya. Setelah puas makan dan minum Ummu Sulaim
berdandan dan mulai menggoda, merayunya melebihi hari-hari biasa,
dan Abu Thalhah tergoda lalu menggaulinya. Setelah semuanya selesai,
Ummu Sulaim berkata, "Wahai Abu thalhah, bagaimana pendapat kanda
apabila ada yang meminjamkan sesuatu kepada satu keluarga lalu yang
meminjamkan itu memintanya, bolehkah keluarga itu menolaknya?" Abu
Thalhah menjawab, "Tidak!" Ummu Sulaim berkata, "Jika begitu,
bersabarlah dan mengharaplah keridlaan Allah, anakmu sudah meninggal
dunia." Mendengar penuturan istrinya. Abu Thalhah marah seraya
berkata, "Apakah kamu sengaja membiarkanku sehingga ketika aku dalam
keadaan kotor (junub) kamu baru memberitahukan kepadaku perihal
anakku? Demi Allah, kamu tidak mengalahkanku dalam hal kesabaran!"
Maka Abu Thalhah langsung berangkat menemui Rasulullah dan
mengabarkan keadaannya kepada beliau. Lalu Rasulullah Jgg bersabda,
"Semoga Allah memberkati kalian berdua pada malam kalian berdua itu"017
Dalam riwayat Bukhari disebutkan, 'Dan tidaklah seseorang itu diberi
pemberian yang lebih baik dan lebih lapang melebihi kesabaran."0'*
'Ali bin Abu Thalib W berkata kepada Asy'ats bin Qais, "Seyogya-
nyalah kamu bersikap sabar dengan penuh keimanan dan mengharapkan
keridlaan Allah. Jika tidak maka kamu tetap akan melupa-kannya seperti
binatang pun melupakan kepedihan yang dirasakannya."
61 6. Diriwayatkan oleh Abu Ya'la (6041 ) dan isnadnya dhaif can asalnya ada di Ash-Shahihain. Telah diriwayatkan
oleh Al-Bukhari (1283). Muslim (926). Abu Dawud i 3 1 24 1 . At-Tirmidzi (987). An-Nasa'i (8/22) dan ibnu
Majah (1596) dan Anas.
61 7. Muttafaqun ‘Alaih dari riwayat Anas. Saya mengalihkan untuk takhrij hadits ini pada kitab Ahkam Al-Jana’iz
karya Syaikh Al-Aibam semoga Allah melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya. Beliau wafat pada penghujung
Jumada! Akhirah 1420 H. Beliau telah mengmmoun berbagai jalurnya dan lafazhnya serta merapikan
susunannya dengan susunan yang belum pernah terpikirkan oleh orang lain. Semoga Aliah memberi
balasan kepada-Nya dengan sebaik bamsan. Mengingat urgennya kisah mi dan pelajarannya yang sangat
bernilai, saya menasihatkan para da'i dan para pengkaji ilmu agar senantiasa 'bergelut' dengan buku ini.
618. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1469) dan Muslim (1053) dari Abu Sa'ia.
320 ° D sa Besar
Seorang yang bijak menulis surat kepada seorang laki-laki yang
tertimpa musibah, katanya, "Sesungguhnya Anda, telah pergi dari Anda
sesuatu yang membuat Anda bersedih. Maka janganlah Anda menambah
dengan kepergian sesuatu yang Anda sudah berpaling darinya." Yaitu
pahala.
Ahli hikmah yang lain berkata, "Orang yang berakal itu akan
melakukan sesuatu sejak hari pertama mendapatkan musibah. Sesuatu
yang hanya dilakukan oleh orang vang bodoh setelah lewat lima hari
sejak datangnya musibah."
Telah diketahui bahwa dengan berlalunya masa, maka orang yang
ditimpa musibah itu akan terhibur. Karena itulah riwayat
memerintahkan untuk bersabar pada saat pertama terjadinya musibah.
Imam asy-Syafi'iy zd* mendengar bahwa putra Abdurrahman bin
Mahdiy meninggal dunia. Abdurrahman terguncang karenanya. Maka
Imam asy-Syafi'iy menulis surat, "Wahai saudaraku, hiburlah dirimu
dengan kata-kata yang biasa kamu ucapkan kala berta'ziyah kepada
orang lain. Juga, pandang buruklah apa vang kamu lakukan itu
sebagaimana kamu memandang buruk kala hal itu dilakukan oleh
orang lain. Ketahuilah bahwa seberat-berat musibah adalah hilangnya
keceriaan dan terhapusnya pahala. Bagaimana jika keceriaan dan pahala
itu hilang bersama datangnya dosa’ Maka rengkuhlah bagianmu
mumpung ia masih dekat darimu, wahai saudaraku, sebelum kau cari-
cari padahal ia sudah menjauh darimu! Semoga Allah mengilhamkan
kesabaran kepadamu di kala musibah menimpa. Semoga pula Dia
menyediakan pahala bagi kita atas kesabaran itu. lalu Imam Syafi'iy
menulis bait;
iW J* gri
, _s L
s w ■ w y
Aku turut berbela sungkawa kepadamu ... bukannya karena aku yakin
akan kehidupan, tetapi karena ini sunnah dalam dien
Orang yang dita'ziyahi pun yang berta'ziyah tiadalah kekal setelah
kematiannya
...Walau keduanya hidup untuk beberapa saat lamanya
Seorang laki-laki menulis surat kepada saudaranya berta'ziyah atas
kematian anaknya, "Amma ba'du. sesungguhnya seorang anak itu apabila
ia hidup, ia menjadi sebab kesusahan dan fitnah bagi orang tuanya.
Memukul Wajah, Menjerit-jerit, Merobek-robek Baju .... ►► 321
Namun jika ia mendahului, meninggal terlebih dahulu, ia menjadi sebab
keselamatan dan rahmat, karenanya janganlah kamu bersedih atas
lenyapnya kesusahan dan fitnah darimu, dan jangan pula kau sia-siakan
keselamatan dan rahmat yang Allah anugerahkan kepadamu."
Dalam ta'ziyahnya kepada Ibrahim bin Salmah, Musa bin Mahdi
berkata, "Apakah anak itu menvenangkanmu padahal itu ujian dan fitnah,
dan apakah kematiannva menyedihkanmu padahal itu keselamatan dan
rahmat."
Seseorang yang berta'ziyah berkata, "Sesungguhnya orang yang
di akhirat menjadi pahala bagimu itu lebih baik dari pada orang yang di
dunia menyenangkan dan menggembirakanmu."
'Abdullah bin ’Umar baru saja menguburkan anaknya. Ia
tertawa di sisi kuburannya. Ada seseorang yang bertanya, "Mengapa
Anda tertawa di kuburan?" Ibnu 'Umar menjawab, "Aku ingin membuat
setan marah."*'19
Ibnu Juraij berkata, "Barangsiapa tidak bersabar dan ikhlas,
mengharapkan ridla Allah atas musibah vang menimpa, maka ia pun
akan tetap melupakannya seperti binatang pun melupakan kepedihan
yang dirasakannya."
Hamid al-A’raj berkata, "Saya pernah melihat Sa'id bin Jubair
memandang dan berkata kepada anaknya, 'Wahai anakku, aku melihat
satu celah kebaikan ada padamu!' Ia ditanya, 'Apakah itu?' 'Kematian,
lalu aku mengharap ridla Allah dengan kesabaran.', jawabnya."20
Hasan al-Bashriy menceritakan bahwa pada suatu hari ada seorang
laki-laki datang mengadukan kesedihan hatinya karena ditinggal mati
oleh anaknya. Hasan berkata, "Bukankah dulu anakmu sering
bepergian?" "Benar, ia lebih sering pergi dari pada di rumah.", jawab
orang itu. Hasan melanjutkan. Nah, anggap saja ia sedang pergi.
Sungguh tidak ada kepergiannya yang lebih mendatangkan pahala
bagimu melebihi kepergiannya kali ini." Orang itu berkata, "Wahai Abu
Sa'id, engkau telah meringankan kesedihanku karena kepergian
anakku."
61 9. Aku berkata."Aku ragu terhadap pemsbatan atsar ini kepada Abdullah bin Umar karena dia terkenal dengan
orang yang sangat antusias mengikuti sunnah dan orang yang sangat memperhatikan hal ittiba Hal ini
menyelisihi keadaan Rasulullah saw yang menggabungkan antara rahmat dan keridhaan terhadap qadha',
Beliau sendiri menangis dan tidak marah.
620. Diriwayatkan oleh Ad-Dimyathi dalam AMasa///'(96). Al-Baihaqi Asy-Svu'ab( 9768) dan Abu Nu'alm (4/
275).
322 1 D:o%aBesar
'Umar bin 'Abdul 'Aziz mengunjungi anaknva yang sedang sakit:
bertanya, "Wahai anakku, bagaimana keadaanmu?" Anaknya menjawab,
"Rasanya ajalku hampir tiba, ayah." 'umar berkata, "Wahai anakku, aku
lebih suka engkau berada di timbangan amalku dari pada aku berada di
timbangan amalmu." Anaknya menjawab, "Ayah, saya lebih menyukai
apa yang ayah sukai dari pada apa yang saya sukai."621
Ketika anak Imam Syafi'iv meninggal, beliau bersyair
5 L i
1 JlSsJs> Njl ’y&jJ' Uj
Beginilah hidup ... karenanya bersabarlah
Hilangnya harta ... atau perginya yang dicinta
Ketika ’Urwah telah lanjut usia, kakinya terpaksa dipotong sampai
ke lututnya karena memderita suatu jenis penyakit yang menjalar. Saat
dipotong tidak ada seorang pun yang memeganginya, bahkan ia tidak
meninggalkan wiridnya. Hanya saja malam itu ia membaca ayat:
L^aJ iJla U A— llii jJL'
y •-
Sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini. (Al-Kahfi:
62)
Kemudian ia membaca beberapa bait syair:
V j LkJi ^\j 'g ,
* | f « 3 y f 9 » u 3 - .
^ Jj j*
J C» ^ j-o-aJ
,» 3 - 0 C
^ V5 .
Ali \
UT
3 > 9 , 9 t .0 f
3 % 0 f
r1* J
Duhai, tiada pernah kuulurkan tanganku untuk suatu yang masih ragu
Pun kakiku tiada pernah menghantarku kepada kemesuman
Pendengaranku dan penglihatanku tiada berbeda
Begitu pun dengan pikiran dan akalku
Kutahu, tiada musibah yang menimpaku
Pasti pemuda sebelumku pernah tertimpa musibah itu.
Beliau berdoa, "Ya Allah, sekalipun Engkau menimpakan bencana namun
Engkau juga menyehatkan; sekalipun Engkau telah mengambil namun Engkau
juga menyisakan. Engkau mengambil satu anggota tubuhku, namun Engkau
621 . Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam kitab A!-Muhtadhirin(l55 ) dan Tarikh Dimasyq( 15/202).
Memukul Wajah, Menjerit-jerit, Merobek-robek Baju .... ►► 323
menyisakan beberapa anggota tubuhku yang lain; dan sekalipun Engkau telah
mengambil satu anak namun Engkau juga telah menyisakan beberapa anak
yang lain."
Malam itu juga seorang laki-laki buta dari Bani 'Abs datang
mengunjungi al-Walid. Dia menanyakan penyebab kebutaannya. Or-
ang itu menjawab, Dulu saya adalah orang yang terkaya di kabilah saya.
Tidak ada seorang pun yang kekayaannya melebihi kekayaan saya. Pada
suatu malam, ketika kami sedang tidur, air bah datang dan banjir pun
tak terhindarkan. Akibatnya musnahlah harta benda dan keluarga saya.
Yang tersisa hanyalah seekor onta dan seorang anak saya yang masih
kecil. Onta itu agak nakal, ia melepaskan diri dan lari. Saya mengejarnya.
Tiba-tiba saya mendengar suara anak sava menjerit, sehingga saya pun
menuju ke arahnya. Begitu tiba di sana, saya lihat kepala anak saya
tertindih perut onta dan ia pun sudah menjadi mayat. Saya kejar onta
itu, saya ingin menangkapnya, tetapi saya malah disepaknva dan
sepakannya mengenai mata sava dan butalah saya. Ya, dalam satu malam
saya kehilangan keluarga, harta, anak, onta, dan mata." Walid berkata,
"Bawalah orang ini menemui 'Urwah, agar ia tahu bahwa di muka bumi
ini ada orang yang lebih berat musibahnya dari pada dia!"
Dikisahkan, ketika ’Utsman .• kena bacok dan darah mengalir
dari sela-sela jenggotnya, ia berkata, "Tiada ilah vang berhak diibadahi
selain Engkau, Maha suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk or-
ang-orang vang zhalim. Ya Allah, aku minta tolong kepada-Mu atas
perlakuan mereka, aku minta tolong kepada-Mu untuk semua
urusanku, dan aku minta tolong kepada-Mu untuk kesabaran
menghadapi ujian dari-Mu."' ::
Al-Mada’iniv berkata, "Aku pernah melihat seorang wanita cantik
di suatu desa. Aku belum pernah melihat yang lebih cantik lagi bersih
kulitnya selain dia. Aku berkata, "Demi Allah, atas anugerah Allah
padamu ini pastilah kamu hidup senang dan bahagia." Wanita itu
menjawab, "Bahkan sebaliknya. Demi Allah, sava adalah wanita yang
sangat kesusahan dan menderita. Sava akan menceritakan kepada Anda
apa yang sudah terjadi. Dahulu sava mempunyai seorang suami. Darinya
saya dikaruniai dua anak. Pada hari ledul Adlha ayah keduanya
menyembelih seekor kambing. Kedua anak itu sedang bermain-main.
Sang kakak berkata, "Maukah kamu aku beritahu bagaimana cara ayah
menyembelih kambing?" Si kecil menjawab, "Ya." Maka sang kakak pun
622. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam Al-Muhtadnirin (49), Tarikh Dimasyq( 16/221 ). Ar-Riqqah wal
Buka' oleh Ibnu Oudamah (ha!:l94i dan Ar-Riyadh An- Nadhirah (372).
324 I D- K- s* Besar
menyembelihnya. Ketika ia melihat darah mengalir ia terkejut dan takut
lalu berlari ke arah bukit. Di sana ia disergap oleh serigala. Ayahnya
keluar untuk mencarinya, namun tersesat di padang pasir hingga
akhirnya mati kehausan. Dan saya pun hidup sebatang kara sepanjang
masa." Al-Mada' i n i y bertanya, "Bagaimana Anda bersabar?" Wanita itu
menjawab, "Saya sudah berusaha, namun kejadian itu ibarat luka,
kadang kala ia masih kambuh."
Ibnu 'Abbas ' berkata, "Saya mendengar Rasulullah bersabda:
lii
J lii L>- s gg» ' JJj i 'C1 J W ■ r
J?'
j Uli jli
\\1 * \
■ _-> 32 3 «J • ,3sj ■ ^3 jA li 433 i« b Uy 4 j jK '3 «
4- l ..i'? ■ >-
Barangsiapa di antara ummatku mempunyai dua orang anak yang belum
cukup umur (belum baligh) mendahuluinya meninggal dunia, maka ia akan
masuk surga. Lalu 'Aisyah >.-■ bertanya. "Ayahku tebusannya, bagaimana
jika orang itu hanya mempunyai satu anak saja?" Beliau menjawab. " Juga
siapa yang memiliki satu, wahai (Aisyah) yang telah mendapatkan petunjuk.”
"Aisyah bertanya lagi. "Bagaimana dengan yang tidak sama sekali?" Beliau
menjawab. 'Akulah gantinya, karena tidak ada musibah yang lebih besar
bagi ummatku melebihi kematianku ."";i
Abu 'Ubaidah :a> meriwavatkan sebuah hadits dari bapaknya,
katanya, "Rasulullah 09 bersabda, “ Barangsiapa mempunyai tiga orang
anak yang belum cukup umur meninggal dunia maka mereka akan menjadi
perisai baginya dari api neraka.”
Lalu Abu Darda’ berkata, "Saya ditinggal mati oleh dua orang anak."
Beliau jgg bersabda, " Dua pun sama." Lalu Ubay bin Ka’ab -sayyidul qurra’-
berkata, "Saya ditinggal mati oleh seorang anak." Beliau bersabda,
" Satu pun sama, tetapi harus bersabar pada awal musibah."”2'
Waki' berkata, "Ibrahim al-Harbiy mempunyai seorang anak laki-
laki yang berusia sepuluh tahun. Dalam usia yang belia itu anak tersebut
sudah hafal al-Qur'an, mengerti fiqih dan hadits secara mendalam.
Kemudian anak itu meninggal dunia. Ketika saya mengucapkan ta’zivah
623. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi i 1 068). Ahmacf (2 334). Ath-Thabrani ( 1 2880). Ad-Dimyati dalam At-Tasalli
(40.41), Al-Baghawi (1550) dan di-ddavAkan oleh Asv-Syaikh dalam Dha'if Al-Jami' { 5813).
624. Diriwayatkan oleh At-Tirmidz: (1076). ibnu Majan (1606). Ad-Dimyati dalam At-Tasalli (35) dan At-Tirmidzi
berkataThadrts gharib. Abu Ubaidah tidak pernah mendengar hadits dari bapaknya, demikian pula yang
dikatakan Ibnu Abi Hatim dalam Marasiln ya (460) dan di-dhavY-kan oleh syaikh dalam Dhalful Ibni Majah
(351).
Memukul Wajah, Menjerit-jerit, Merobek-robek Baju .... ►► 325
Kemudian anak itu meninggal dunia. Ketika saya mengucapkan ta'ziyah
saya kepadanya, ia berkata, "Saya memang menginginkan kematian anak
ini." Saya bertanya, "Wahai Abu !shaq, Anda seorang yang berilmu,
tetapi Anda mengucapkan kata-kata seperti itu? Padahal putra Anda
sudah hafal aI-Qur’an. mengerti fiqih dan juga hadits secara mendalam."
Ia menjawab, "Ya, begitulah. Namun, sava pernah bermimpi hari kiamat
telah terjadi. Tampak olehku anak-anak kecil membawa kendi berisi air
di tangan mereka dan membagi-bagikan air kepada orang-orang. Ketika
itu hari sangat panas sekali. Saya memanggil salah seorang dari mereka,
"Berilah aku air!" Anak itu memandang sava serava berkata, "Anda
bukan ayah saya!" Saya bertanya, "Siapakah kalian?" Mereka menjawab,
"Kami adalah anak-anak yang meninggal dunia dalam Islam dengan
meninggalkan bapak-bapak kami. Sekarang kami menyambut mereka
dan memberi mereka minum dengan air ini!" Nah, sejak mimpi itulah
saya ingin semoga anak saya meninggal lebih dulu dari pada saya."
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hissan bahwa ia pernah
berkata kepada Abu Hurairah - , "Beritahukanlah kepada kami sebuah
hadits yang dapat menghibur hati kami dari mengingat keluarga kami
yang sudah meninggal!" la menjawab, "Baiklah. Anak-anak yang
meninggal dunia sebelum kedua orang tua mereka, kelak di dalam surga
mereka akan bebas bergerak laksana jentik-jentik yang bebas bergerak
di dalam air. mereka masing-masing akan menemui ayahnya atau kedua
orang tua mereka, menarik bajunya dengan tangan mereka dan tidak
melepaskannya sampai ia dimasukkan ke dalam surga."61"
Kisah Mank bin Dinar
Malik bin Dinar o A bercerita, "Dahulu, ketika saya masih muda,
saya senang berfoya-foya dan minum khamr. Pada suatu hari saya
membeli seorang budak perempuan dan saya pun menggaulinya (hal
itu diperbolehkan dalam Islam, pent). Darinva sava mendapat seorang
anak perempuan. Saya sangat sayang kepada anak saya itu. Ketika ia
sudah bisa merangkak dan berjalan, ia datang mendekati saya yang
sedang minum khamr. Dengan tangannya yang mungil, dirampasnya
botol minuman itu dari tangan saya lalu ditumpahkannya di depan saya.
Setelah genap usianya dua tahun, ia meninggal dunia. Bukan main
sedihnya hati saya.
Malam itu purnama bulan Sva'ban. Saya tertidur dalam keadaan
625. Diriwayatkan oleh Muslim (2635). Ahmad (2/488). Ai-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (145). Ad-Dimyati
dalam At-Tasalli(U) dan Al-Baihaqi (4/67).
326 1 d:d% aBesar
mabuk karena kebanyakan minum khamr. Dalam tidur saya bermimpi
seolah-olah hari kiamat telah terjadi. Saya bangkit dari kuburan saya.
Sekonyong-konyong datang seekor ular besar yang sangat menakut-
kan mengejar saya dari belakang. Sava pun ketakutan. Saya berlari,
namun ia tetap mengejar sava. Setiap kali sava mempercepat lari saya,
ular itu pun mempercepat larinya. Di tengah jalan saya berjumpa dengan
seorang lelaki tua dengan pakaian vang bersih, namun dalam keadaan
lemah. Saya berkata kepadanya, Pak, demi Allah, tolonglah saya dari
ular itu. Ia hendak memangsa saya. Orang itu menjawab dengan suara
yang lirih, "Nak, saya sudah tua, sedang dia lebih kuat dari saya. Saya
tidak mampu menghadapinya' Pergilah dan cepat lari, semoga Allah
menyelamatkanmu!"
Saya pun berlari lagi sekencang-kencangnya, sedangkan ular besar
itu masih saja mengejar saya. Sampai akhirnya saya tiba di tepi neraka
yang apinya menvala-nyala. Hampir saja sava terjerumus ke dalamnya.
Tiba-tiba terdengar suara, "Engkau bukan termasuk penghuniku!" Lalu
sava kembali berlari, dan ular besar itu pun masih tetap mengikuti.
Lalu saya melihat ada sebuah gunung yang berca-haya. Di situ tampak
sebuah bangunan mirip kubah. Pada bangunan itu ada pintu dan tirai-
tirai. Tiba-tiba terdengar suara, "Bergegaslah kalian untuk menolong
orang yang sedang kesulitan itu, sebelum musuhnya berhasil
menangkapnya!"
Kemudian pintu-pintu itu terbuka dan tira-tirai itu terangkat.
Keluarlah dari dalamnya anak-anak kecil yang wajahnya bak bulan
purnama. Di antara mereka ada anak perempuan saya yang meninggal
dulu. Ketika ia melihat saya, ia turun lalu memukul ular besar itu dengan
tangan kanannya hinga ular itu berbalik dan lari. Kemudian ia duduk
di pangkuan saya sambil berkata, "Wahai avah,
Beliankah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk
■:ati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada
mereka)? (Al-Hadid: 16)
Saya bertanya, "Nak, kalian juga mengerti al-Qur’an?" Ia menjawab,
"Bahkan kami lebih mengerti dari pada kalian." Saya bertanya lagi, "Nak,
apa yang kalian lakukan di sini?" Ia menjawab, "Kami, anak-anak kaum
muslimin yang meninggal dunia. Semuanya tinggal di sini sampai hari
kiamat, menunggu mereka datang kepada kami." Saya bertanya pula,
Memukul Wajah, Menjerit-jerit, Merobek-robek Baju .... ►► 327
"Nak, mengapa ular besar itu mengejar-ngejar ayah dan hendak
memangsa ayah" ia menjawab, "Ayah, itu adalah amal buruk ayah yang
senantiasa ayah perbuat hingga nanti bisa membinasakan ayah." "Nak,
siapakah orang tua vang lemah yang saya lihat itu?", tanya saya lagi, ia
menjawab, "Itu adalah amal shalih ayah yang senantiasa ayah perlemah
sehingga ia tidak mampu menghadapi amal buruk ayah. Maka
bertaubatlah kepada Allah dan janganlah menjadi orang-orang yang
celaka." Lalu anak perempuanku bangkit dan aku pun terbangun. Dan
saat itu juga saya bertaubat kepada Allah.’"'2"
Mari kita perhatikan, betapa besar berkah yang Allah berikan
kepada kita dengan kematian anak-anak kita kala mereka masih kecil,
baik laki-laki atau pun perempuan, hanyasaja, itu tidak akan memberi
manfaat kepada kedua orang tuanva di akhirat kecuali apabila mereka
menghadapinya dengan kesabaran dan hanya mengharapkan keridlaau
Allah serta mengucapkan. Segala puji bagi Allah, Sesungguhnya kami
adalah milik Allah dan kepada-Nya saja kami akan kembali."
Tsauban berkata, "Rasulullah wg bersabda, "Tidaklah seseorang hamba
ditimpa oleh suatu musibah melainkan karena dua kemungkinan; apakah
karena suatu dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah kecuali dengan musibah
itu, ataukah karena derajat yang ia tidak akan disampaikan oleh Allah L
sana kecuali dengan musibah itu."627
Sa’id bin Jubair A berkata, ’Ummat ini telah diberi sesutu yang
belum pernah diberikan kepada ummat sebelum mereka tatkala ditimpa
musibah. Sesuatu itu adalah kalimat Innaa lilaahi wa innaa ilaihi
raaji'uun’, Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya saja
kami akan kembali. Seandainya kalimat ini sudah diberikan kepada nabi-
nabi terdahulu, niscaya Nabi Ya'qub tidak akan mengucapkan, ’Yaa
asafan 'ala yuusufa (Duhai, duka citaku terhadap Yusuf)!'"
Ummu Salamah > berkata, "Sava telah mendengar Rasulullah
sgg bersabda:
626. Al-Maqdisi menyebutkannya dalam kitab At-Tawmbin (hal: 104)
627. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi (9854) Asy-Syu'ab dari Buraidah Ai-Aslami secara marfu’ dan isnadnya
shahih. Adapun hadits Tsauban yakni dengan iafal " Tak ada yang dapat menolak takdir selain doa. dan ta-
ada yang dapat menambah umur selain kebaikan , dan sungguh seseorang benar-benar terhalang dar
rezeki karena dosa yang ia lakukan" diriwayatkan oleh Ahmad (5/287.280). tbnu Majah (4022), Ath-
Thahawi /lteyfa/(4/169), Ath-Thabram (1442). Al-Hakim f 1 493). Ai-Qudhai (831 ) dan di-shah/h-kan oleh
Asy-Syaikh dalam Ash-Shahihah (154).
328 1 D:D%aBesar
} * •* i *
( J 0J*J>7 I i Ali) U' » d u UTl j «ih i M
i « V _✓ j s - Z C7 . . c/ V .
141. 4' ilji Iju^i Vi ’^i- l'
UT-
.- j i
J U-*-1
Tiada seorang muslim pun yang ditimpa suatu musibah lalu mengucapkan,
Tnnd Ulahi wa innd ilaihi rdji'un, ya Allah, berilah aku pahala dari musibahku
dan gantikanlah bagiku yang lebih baik darinya', kecuali Allah akan
menggantinya dengan yang lebih baik dari itu."
Unimu Salamah melanjutkan, "Ketika Abu Salamah (suaminya)
meninggal dunia, saya bertanya kepada diri saya sendiri, 'Siapa yang
lebih baik dari pada Abu salamah?'. kemudian Allah menggantikannya
untuk saya dengan Rasulullah
Dari asy-Sya'biy bahwa Syuraih berkata, "Apabila musibah
menimpa saya, maka saya mengucapkan 'alhamdulillah' empat kali;
pertama karena saya tidak ditimpa musibah yang lebih besar darinya,
kedua karena Dia telah menganugerahkan kesabaran kepada saya untuk
menghadapi musibah ini, ketiga, karena Dia telah memberi petunjuk
kepada saya untuk mengucapkan kalimat istirja' (Innaa lilaahi wa innaa
ilaihi raaji’uun) sehingga saya dapat mengharapkan pahala dari-Nya,
keempat, karena Dia tidak menjadikan musibah itu dalam perkara dien
saya."62-
Orang yang sabar dalam menghadapi musibah itu dijanjikan
ganjaran oleh Allah seperti yang tertera dalam firman-Nya, “Mereka
itulah yang mendapatkan shalawat dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah
orang-orang yang mendapat petunjuk." (Al-Baqarah: 157)
Shalawat dari Allah adalah ampunan dan rahmat-Nya. Sedang-kan
maksud mendapat petunjuk dalam ayat itu adalah mendapat petunjuk
untuk mengucapkan kalimat 'Innaa lilaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Ada
juga yang berpendapat, mendapat petunjuk kepada surga dan pahala.
Berkaitan dengan ayat di atas, 'Umar bin Khaththab -A berkata,
Mereka itulah yang mendapatkan shalawat dan rahmat dari Rabbnya',
adalah sebaik-baik pembalasan, dan 'dan mereka itulah orang-orang
vang mendapat petunjuk' adalah sebaik-baik tambahan."630
Sebaliknya jika orang yang ditimpa musibah itu menjadi murka
628. Diriwayatkan oleh Muslim (918) dan Ai-Baihaqi (9697).
629. Diriwayatkan oleh Ai-Baihatji (9980) dari Asy-Sya bi
530. Diriwayatkan oleh Al-Kakim (2/270) dan Al-Baihaqi (9688).
Memukul Wajah, Menjerit-jerit, Merobek-robek Baju .... ►► 329
sambil mengeluarkan kata-kata kotor dan meratap, mencakari pipi,
merobek-robek baju, mencerai-beraikan rambut, menggunduli kepala,
serta mencabuti rambut, maka ia akan mendapatkan kemurkaan dan
kutukan dari Allah, baik itu laki-laki atau pun perempuan.
Diriwayatkan bahwa memukul paha ketika ditimpa musibah dapat
menggugurkan pahala, juga, bahwa barangsiapa ditimpa musibah
kemudian ia merobek bajunya, atau menampar pipinva atau mengoyak
sakunya, atau mencabuti rambutnya, maka seolah-olah ia hendak
memerangi rabbnya dengan sebatang tombak.
Pada bagian terdahulu telah dijelaskan bahwa mavit itu akan disiksa
di kuburnya karena ratapan seseorang yang berkata, ’Duh penolongku!'
atau ’Duh pemimpinku!' atau yang lain, nanti mavit akan ditarik dan
ditanva, 'Benarkah kamu penolongnya!', 'benarkah kamu pemimpinnya!'.
Dus, meratap adalah haram. Sebab ia dapat menimbulkan
kesedihan dan menafikan sifat sabar serta padanya ada bentuk
penentangan terhadap kerelaan dalam menerima keputusan Allah dan
ketundukan kepadaNya.
Hikayat
Shalih al-Murriv bercerita, "Pada suatu malam Jumat saya berada
di area pekuburan dan tertidur. Tiba-tiba kuburan-kuburan itu terbelah
dan keluarlah mayat-mayat dari dalamnya lalu duduk berkelompok-
kelompok. Kemudian turunlah talam-talam yang tertutup menghampiri
mereka. Di antara mereka ada seorang pemuda yang mendapat siksa
dengan berbagai siksa. Saya mendekatinya dan menanyainya, "Wahai
pemuda, mengapa engkau disiksa di tengah-tengah kaum itu?" Pemuda
itu menjawab, "Wahai Shalih, demi Allah, saya minta tolong kepadamu
untuk menyampaikan berita sava kepada ibu saya. Kasihanilah saya!
Semoga Allah menjadikan jalan keluar untuk sava melalui tangan Anda.
Ketika saya meninggal, ibu saya mengumpulkan wanita-wanita tukang
meratap untuk meratapi sava.
Mereka meratapi saya setiap hari. Dan karena itu, saya disiksa dari
arah kanan dengan api, dari kiri juga, dari belakang juga, dan dari depan
juga. Saya benar-benar dikepung api. Semua ini karena ucapan buruk
ibu saya." Lalu pemuda itu menangis sedih sehingga saya pun turut
menangis. Pemuda itu melanjutkan, "Wahai Shalih, demi Allah, saya
minta tolong kepada Anda, temuilah ibu saya di kampung 'anu1 dan
330 1 D u' ^ Besar
katakan kepadanya 'Mengapa Ibu tega menyiksa anak Ibu? Bukankah
Ibu telah memelihara dan menjaga saya dari segala yang tidak baik,
namun mengapa setelah saya meninggal, ibu malah melemparkan saya
kepada siksaan?
Wahai Ibu, seandainya ibu melihat keadaan sava, rantai di leher saya
dan belenggu di kaki saya , serta malaikat adzab yang memukul dan
membentak saya. Seandainya Ibu melihat keadaan saya yang buruk,
tentu ibu akan mengasihani saya. Kalau Ibu tidak mau meninggalkan
perbuatan meratap itu, niscava akan sava tuntut kelak di akhirat." Shalih
melanjutkan, "Saya terbangun dengan perasaan takut dan gelisah hingga
tidak bisa tidur lagi sampai fajar menjelang. Paginya saya langsung pergi
ke kota untuk menemui ibu pemuda itu. Ketika saya sampai di
rumahnya, tampak suasana duka menghiasi rumah itu. Suara tangisan
dan ratapan terdengar dari dalamnya. Sava mengetuk pintu, lalu
keluarlah seorang wanita tua. Wanita itu bertanya, "Tuan perlu apa?"
Saya menjawab, "Saya ingin menemui ibu pemuda yang meninggal itu."
Wanita itu bertanya lagi, "Apa yang tuan inginkan? Dia sedang sibuk
dalam kesedihannya." Saya menjawab, "Pertemukan saya dengannya,
saya membawa kabar dari anaknya. Wanita itu masuk lalu membe-
ritahukan kepada ibu pemuda itu.
Tak lama kemudian, keluarlah ibu pemuda itu dalam pakaian hitam-
hitam. Wajahnya lebam kebiru-biruan karena banyak menangis dan
tamparan. Lalu ia bertanya, "Anda siapa?" Saya menjawab, "Saya Shalih
al-Murriy. tadi malam sava bermimpi di pekuburan bertemu dengan
anak ibu. Saya melihatnya dalam keadaan disiksa. Dia berkata, "Wahai
Ibu, Ibu telah memelihara dan menjaga sava dari segala hal yang buruk.
Namun mengapa ketika sava meninggal dunia, ibu malah melemparkan
saya ke dalam siksaan? Jika ibu tidak mening-galkan perbuatan meratap
itu, kelak pada hari kiamat akan sava tuntut!" Begitu wanita itu
mendengar berita anaknva tersebut, ia menjadi tak sadarkan diri,
pingsan, dan jatuh ke lantai. Setelah siuman, ia menangis sedih seraya
berkata, "Wahai anakku, sungguh malang nasibmu! Seandainya aku
tahu keadaanmu akan menjadi demikian, tentu aku tidak akan
melakukannya.
Sekarang aku bertaubat kepada Allah ta'ala." Kemudian wanita itu
masuk ke dalam rumah, menyuruh pergi wanita-wanita tukang meratap
itu, dan mengganti bajunya dengan yang lain. Setelah itu, ia
mengeluarkan sekantong uang, lalu berkata, "Wahai Shalih, tolong
Anda bagi-bagikan ini kepada fakir miskin sebagai sedekah atas
Memukul Wajah, Menjerit-jerit, Merobek-robek Baju .... ►► 33 1
anakku!" Kemudian saya mohon diri, dan mendoakannya lalu membagi-
bagikan uang sedekah itu kepada fakir miskin. Pada malam Jumat
berikutnya, seperti biasa sava mendatangi area pekuburan dan tidur di
sana. Saya bermimpi melihat penghuni kubur itu semuanya sudah
keluar dari dalam kubur mereka dan duduk sebagaimana biasanya.
Mereka menerima talam-talam yang tertutup. Tiba-tiba tampak oleh
saya, pemuda itu sedang tertawa gembira, ia pun menerima talam itu.
Ketika ia melihat saya, ia menghampiri saya dan berkata, "Terima kasih
wahai Shalih, semoga Allah membalas kebaikan Anda kepada saya. Allah
telah meringankan adzab-Nya kepada saya, karena ibu telah
meninggalkan perbuatannya dahulu. Saya telah menerima balasan dari
apa yang disedekahkan oleh beliau atas nama saya."
adalah hadiah orang hidup untuk orang vang sudah mati, berupa
sedekah, bacaan Qur’an.o3i doa, dan lain-lain. Ini turun setiap malam
Jum'at sambil dikatakan, "Ini hadiah dari si fulan kepadamu!" "O. ..ya,
kembalilah kepada ibuku dan sampaikan salam saya kepadanya dan
katakan kepadanya, 'Semoga Allah membalas kebaikannya terhadap
saya. Sedekah-nya sudah sampai kepada saya, dan beliau tidak lama
lagi akan menyusul saya, maka hendaknya beliau bersiap-siap." Lalu
saya terbangun dan beberapa hari kemudian saya pergi ke rumah ibu
pemuda itu. Di depan rumah itu tampak ada keranda mayat. Sava
bertanya, "Siapa yang meninggal dunia?" Orang-orang yang ada di situ
menjawab, "Ibu pemuda itu." Saya pun lalu menshalatinya dan
menguburkannya di samping kuburan anaknya. Kemudian saya
mendoakan keduanya dan lalu pulang.
Semoga Allah mewafatkan kita sebagai orang-orang yang berserah
diri serta mempertemukan kita dengan orang-orang shalih dan juga
menyelamatkan kita dari siksa api neraka. Sesungguhnya Dia Maha
Memberi lagi Maha Pemurah.
631 . Hal ini tidaklah menunjukkan atas kebolehan membaca Al-Qur an di atas kuburan atau atas orang-orang
yang telah meninggal, hal Ini tidaklah dibolehkan. Wallahu A’lam- yang dapat sampai kepada orang yang
telah meninggal dari orang yang masih hidup adalah apa yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim" Bila
anakadam telah meninggal, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara...". Adapun yang mengatakan
bahwa menghadiahkan pahala dari membaca Al-Qur'an kepada orang yang telah meninggal, mereka jauh
dari kebenaran, karena tak ada seorangpun yang tahu apakah si mayit dapat memperoleh pahala bacaannya
ataukah tidak.
332 1 D:oosa Besar
D
.i./
'isa.
Besar
50
BERTINDAK MELAMPAUI BATAS
Allah berfirman:
iisJ wJU ^ ,\| J iJcj 0
- .j j- • ^ y o
.Jl UJI
Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia
dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab
yang pedih. (QS. Asy-Syura: 42)
Rasulullah bersabda:
V » _e>-i gs- jl>-I
J
<di' J'
u.?- )
Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku, " Hendaklah kalian
bertawadlu 7 Sehingga tidak ada seorang pun yang membanggakan diri atas
yang lain dan tidak seorang pun bertindak melampaui batas terhadap yang
lain.""''2
Dalam sebuah atsar disebutkan bahwa seandainya gunung
bertindak melampaui batas terhadap gunung lainnya, niscaya Allah akan
menjadikan gunung yang lalim itu hancur berantakanO3
632. Diriwayatkan oleh Muslim (2865). Abu Dawud (4895). Ibnu Hibban (4179), Ath-Thabrani (17/364/1 000) dan
Ahmad (4/162) dari lyadh bin Himar.
633. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (588), Ibnu Hibban dalam Raudhatul 'Uqa!a'
(hal:66) dan Al-Baihaqi Asy-Syu'ab ( 6693) dari Ibnu Abbas dan di-shah/h-kan oleh Al-Albam dalam Shahih
Adab Al-Mufrad (457).
Bertindak Melampaui Batas ►►BBS
Rasulullah bersabda:
L.
a c*-r ‘r*4 5 *>■ .
Ridai? ada satu dosa yang lebih pantas untuk disegerakan hukumannya di
dunia untuk pelakunya, disamping hukuman yang disediakan-Nya di akhirat
selain tindak melampaui batas dan memutus hubungan rahim."'4
Allah telah membenamkan Qarun ke dalam bumi ketika ia bertindak
melampaui batas kepada kaumnya. Allah telah mengi-sahkan dalam
firman-Nva, “Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Masa, maka ia
berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya
perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah
orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya:" J anganlah
kamu terlalu bangga: sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
terlalu membanggakan diri’. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan
Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan
bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain)
sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat
kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang berbuat kerusakan. Qarun berkata:" Sesungguhnya aku hanya diberi harta
itu, karena ilmu yang ada padaku". Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya
Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat
daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya
kepada orang-orang yang berdosa itu tentang dosa-dosa mereka. Maka keluarlah
Qarun kepada kauvmya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang
menghendaki kehidupan dunia:" Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa
yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai
keberuntungan yang besar". Berkatalah orang-orang yang dianugerahi
ilmu:" Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi
orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu.
kecuali oleh orang-orang yang sabar". Maka Kami benamkan Karun beserta
rumahnya ke dalam bumi." (7U-Qashash: 76-81)
Mengomentari ayat-ayat di atas, Ibnul Jauziy berkata, "Ada bebe-
rapa pendapat tentang tindakan melampaui batas yang dilakukan oleh
Qarun;
634. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mu f rad (67). Abu Dawud (4902), At-Tirmidzi (2511), Ibnu
Majah (4211 ). Ath-Thayalisi (880), Al-Hakim (3/356) dan Ahmad (5/36) dari Abu Bakrah dan di-shahih-kan
oleh Asy-Syaikh
334
°:D%a Besar
1. Ia membayar seorang pelacur untuk menuduh Nabi Musa
telah berbuat mesum dengannya, namun ketika pelacur itu diminta
oleh Nabi Musa • -'k untuk bersumpah atas tuduhannya itu, dia
memberitahu bahwa sebenarnya ia hanyalah suruhan Qarun. Ini
seperti dituturkan oleh Ibnu 'Abbas.
2. Ia melampaui batas dengan kafir kepada Allah ini menurut adl-
Dhahhak.
3. Ia kafir, ini menurut Qatadah.
4. Ia mengulurkan kainnya sejengkal karena kesombongannya. Ini
dikatakan oleh 'Atha' al-Khurasaniv.
5. Ia membantu Fir.aun dalam menindas bani Israil. Ini menurut al-
Mawardiy."^
Firman Allah:
Maka Kami benamkan Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi.
Maksudnya, ketika Qarun membayar seorang pelacur untuk
menuduh Nabi Musa •-.— berbuat mesum dengannya, Nabi Musa
menjadi marah dan melaknatnya. Kemudian Allah mewahyukan kepada
Nabi Musa, "Aku telah perintahkan kepada bumi untuk mentaati perintahmu,
maka perintahkanlah dia!" Kemudian Nabi Musa berkata, "Wahai bumi,
telanlah ia!" Maka bumi menelan lenyap singgasananya. Ketika Qarun
menyaksikan hal itu, ia mengemis kepada Nabi Musa untuk dikasihani.
Namun Nabi Musa tidak mengacuhkannya dan malah berkata, "Wahai
bumi, telanlah ia!" bumi pun menelan Qarun sampai kakinya.” Nabi
musa terus menyuruh bumi untuk menelannya sampai Qarun lenyap
tertelan olehnya. Setelah itu Allah berfirman, "Wahai Musa, seandainya
ia meminta tolong kepada-Ku, niscaya Aku akan menolongnya."0*0
Ibnu 'Abbas berkata, "Qarun ditelan bumi sampai ke dasarnya yang
paling bawah."
Samurah bin Jundub berkata, "Ia (Qarun) setiap harinya terbenam
setinggi badan.
635. Zadul Masir (6/263).
636. Hadits senada diriwayatkan oleh Ath-Thabari (20/1 1 7) dan di dalam sanadnya terdapat perawi yang majhul ,
dan diriwayatkan oleh Ahmad dalam Az-Zuhd dengan ringkas dari Aun bin Abdullah Al-Qari .
637. Al-Hafizh berkata dalam A!-Fath diriwayatkan oleh Ath-Thabari dalam At-Tarikhdarl jalur Sa'id bin Abu
Arubah dari Oatadah ia berkata, "diceritakan kepada kami. . As-Suyuthi berkata dalam Ad-Durr{ 5/1 38)
diriwayatkan oleh ibnu Abi Hatim dari jalur Oataaah dari Samurah.
Bertindak Melampaui Batas ►►335
Muqatil berkata, "Ketika Qarun telah binasa, orang-orang Bani
Israil berkata, 'Sesungguhnya Musa membinasakan Qarun adalah
untuk mengambil harta dan istananya!' maka Allah memerintahkan
kepada bumi setelah lewat tiga hari dari kejadian itu supava menelan
seluruh harta benda Qarun berikut istananya.
Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab
Allah, dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya)
(Al-Qashash: 81)
Wallahu a'lam.6w
Ya Allah, usirlah kegelapan dosa-dosaku dengan cahaya ma'ri-fah
dan petunjuk-Mu. Jadikanlah kami sebagai orang-orang yang Eng-kau
terima dan bukan yang Engkau berpaling dari mereka. Ampunilah kami,
kedua orang tua kami, dan seluruh kaum muslimin. Amin.
638. Zadul /Wasfr(6/245).
336 1 D6%* Besar
Dghsa
Besar
BERTINDAK SEMENA-MENA
TERHADAP ORANG YANG LEMAH,
BUDAK, ISTRI, DAN BINATANG
Yang demikian ini karena Allah telah memerintahkan kita untuk
berbuat baik kepada mereka. Allah berfirman:
j s ^ j ^ «i f / x A ; j '
J » UI *, :JJ' ajU 4 li ISi Aj \ S 4 «
s>r
j' j[s>xj\ J g h£-‘' o
I . ^>xj: \ w w
o>-
Y a5j' j!
_SwL>l* i
Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya
dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-
kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan
tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan
membangga-banggakan diri. (QS. an-Nisa’: 36)
Berkenaan dengan avat 'Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu
mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun...1 Al-Wahidiy menga-takan
bahwa Ahmad bin Ibrahim al-Mahrajaniy telah memberitahu-kan
sebuah hadits dari Sahabat Mu'adz bin Jabal katanya, "Aku berada
di belakang Nabi Jgg di atas seekor keledai, lalu beliau bersabda,
Hai Mu'adz!' Aku menjawab, 'Ya, saya Rasulullah.’ Beliau bertanya,
" Apakah kamu tahu apa hak Allah atas sekalian hamba, dan apa hak sekalian
hamba atas Allah?' Aku menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya lebih
mengetahui.' Beliau menjelaskan, 'Hak Allah atas sekalian hamba adalah
hendaknya mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya
dengan sesuatu pun ; sedangkan hak sekalian atas Allah adalah bahwa Allah
tidak akan mengadzab orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu
pun.'"619
Bertindak Semena-mena Terhadap Orang yang Lemah ►► 337
Ibnu Mas’ud £§-: berkata, "Nabi Jgs didatangi oleh seorang Arab
badui, ia bertanya, 'Wahai Nabi Allah, berilah aku wasiat!' Beliau
menjawab:
k' a dl)l 1 ^ p aJ S- -0 b a U! 2 ->■ ‘ U j a IjLU^ dJjL' I ^
„u o ■*- 1 jULa U I „■ urj
'Janganlah engkau menyekutukan Aliah dengan sesuatu pun sekalipun eng-
kau dipenggal atau dibakar. Janganlah engkau meninggalkan shalat pada
waktunya, sebab ia adalah jaminan dan Allah. Janganlah engkau minum
arak, sebab ia adalah kunci segala kejahatan k"640
Tentang firman-Nva Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-
bapak ...', maksudnya adalah berbakti kepada keduanya dengan cara
memperlakukan keduanya dengan lemah lembut, tidak menjawab
perkataan mereka dengan kasar, tidak memandang mereka dengan
pendangan yang tajam, tidak meninggikan suara di hadapan mereka,
dan bahkan bersikap seperti seorang budak terhadap tuannya, selalu
menundukkan kepala.
Firman-Nya 1 ...karib-kerabat...1 , yaitu dengan cara menghubung-
kan tali kekeluargaan dan bersikap ramah terhadap mereka.
Firman-Nya '...anak-anak yatim...1, yaitu dengan jalan mengasihi
mereka, mendekati dan mengusap kepala mereka.
Firman-Nya '...orang-orang miskin...’, vaitu dengan menyantuni
mereka atau kalau pun menolak mereka dengan penolakan yang baik.
Firman-Nya '...tetangga yang dekat...', yaitu tetangga yang masih
memiliki hubungan kekeluargaan. Maka ia mempunyai hak kekera-
batan, hak tetangga, dan hak Islam.
Firman-Nva '...tetangga yang jauh...', yakni tetangga yang tidak
memiliki hubungan kekerabatan. Aisyah meriwayatkan sebuah
hadits bahwa Rasulullah bersabda:
639. Diriwayatkan oleh Abdur Razzaq (20546). Ahmad (5/228), Al-Bukhari (2856,5967), Muslim (30). (49). Abu
Awanah (1/1 6.1 7), Ath-Thayalisi (565), At-Tirmidzi (2643). Ibnu Majah (4296) dan Ibnu Hibban (210).
640. Diriwayatkan oleh Ahmad (5/238) dan Ath-Thabrani (20/82/1 56) dari Mu'adz bin Jabal. Dan diriwayatkan
oleh Al-Bukhari dalam AI-AdabAI-Mufrad(18). Ath-Thabrani dan Ibnu Majah (4034) dan Al-Baihaqi Asy-
Syu'ab (5589) dari Abu Darda' . dan diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab (7865) dan ibnu Asakir
(17/322/1 ) dari Ummu Aiman dan di-shah/Man oleh Asy-Syaikh dalam Al-lrwa’( 2026) dan saya tidak
mendapatinya dalam riwayat Ibnu Mas'ud.
D~D%aBesar
338
Jibril senantiasa berwasiat kepadaku untuk selalu berbuat baik kepada tetangga,
sampai-sampai aku menyangka Jibril akan menjadikannya sebagai ahli
warisku”41
Anas bin Malik A meriwayatkan bahwa Rasulullah yy- bersabda,
"Sesungguhnya seorang tetangga akan bergantung kepada tetangganya pada
hari kiamat kelak seraya berkata, 'Duhai Rabbku, Engkau telah memberikan
keluasan kepada saudaraku ini, dan ia dekat denganku. Aku kelaparan dan
dia kekenyangan. Tanyakan kepadanya mengapa ia mengunci pintunya dariku.
dan tidak memberiku sesuatu pun dari yang telah Engkau anugerahkan
kepadanya Z'"642
Firman-Nva '...teman sejawat...', Ibnu 'Abbas dan Mujahid ber-kata,
"Ia adalah teman dalam perjalanan. Ia mempunyai hak tetangga dan hak
sebagai sahabat.’
Firman-Nya '...ibnu sabil...', yaitu orang yang lemah yang wajib
dibantu sampai tiba di tempat tujuan. Ibnu 'Abbas berkata, "Yaitu
pengembara yang harus diberi tempat menginap dan makan sampai ia
berpamitan, melanjutkan perjalanan.''
Firman-Nya ...dan hamba sahayamu...'. maksudnya adalah budak
belian yang harus diperlakukan dengan baik, memberinya nafkah dan
memaafkan kesalahan-kesalahannya.
Firman-Nya, '... Sesungguhnya Aslah tidak menyukai orang-orang yang
sombong dan membangga-banggakan diri. . Ibnu 'Abbas berkata, " Maksud
orang sombong di sini adalah orang yang mengagung-agungkan diri dan tidak
melaksanakan hak-hak Allah. Maksud membangga-banggakan diri adalah
orang yang membangga-banggakan dirinya terhadap hamba-hamba Allah
dengan kemuliaan yang diberikan Allah kepadanya dan dengan nikmat-nikmat
yang dianugerahkan-Nya kepadanya."
Abu Hurairah A- berkata, 1 Rasulullah -Ag bersabda, "Ketika seorang
laki-laki muda dari umat sebelum kalian berjalan dengan pakaian mewah
dengan penuh kesombongan dan keangkuhan, sekonyong-konyong ia ditelan
bumi, maka ia tenggelam di dalamnya sampai hari kiamat. "64i
641 . Diriwayatkan oleh Ahmad (6/238). Muslim (2624). Ai-Bukhari daiam Al-Adab AI-MufradPOA. dan juga
dalam Ash-Shahih-nya (6014), Abu Dawud (5151) Ai-Tirmidzi (1942) dan Ibnu Majali (3673) dari Aisyah.
Dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari (3015) dan Muslim (2625) dari Ibnu Umar,
642. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam AI-AdabAi-Mufrad(V\1 ) dari Ibnu Umar dengan lafal "Berapa banyak
tentangga yang akan bergelayut pada tetangga pada hari kiamat kelak seraya berkata. 'Ya Rabbi, tetanggaku
ini menutup pintunya dariku, sehingga ia menghalangiku dari kebajikannya Dan Asy-Syaikh berkata
dalam ShahihulAdab(8t ) hasan lignairih..
643. Takhripnya telah disebutkan di muka daiam Dosa ke- 1 7
Bertindak Semena-mena Terhadap Oranq yang L emah ►!> 339
Usamah berkata, "Saya mendengar Ibnu 'Umar berkata, 'Sava
mendengar Rasulullah m: bersabda:
Li — 1 -a. ) . ^2 O ^ . -O ^ ■ „4
Barangsiapa mengulurkan bajunya karena sombong, Allah tidak akan
memandangnya (dengan pandangan rahmat) pada hari kiamat kelak.* 44
Demikianlah yang disebutkan oleh al-Wahidiy.
Adalah Rasulullah kala menjelang ajal berpesan:
t-bvJLoT - \ i J l_4 t abb.aJ.'i A
" J
(Takutlah kepada ) Allah, (takutlah kepada) Allah, (dengan cara menjaga)
shalat dan (berbuat baik kepada) budak-budakmu."* -
Dalam hadits lain disebutkan bahwa beliau bersabda:
SjnJLJI
Tabiat yang baik itu keberuntungan dan akhlak yang buruk itu kesialan. "
Beliau juga bersabda:
U U \'
Tidak akan masuk surga orang yang tabiatnya buruk.*47
Abu Mas’ud UU berkata, "Aku pernah mencambuk budakku
dengan cemeti, tiba-tiba aku dengar suara dari belakangku, 'Ketahuilah
wahai Abu Mas'ud, Allah lebih berkuasa atasmu dari pada kuasamu
644. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/44.46.81 ). Ai-Bukhan (5733). Muslim (2085). An-Nasa'i (8/206) dan lbr_
Majah (3569) dari Ibnu Umar.
645. Diriwayatkan oleh Ahmad (3/117). Ibnu Sa'ad (2 253). Ath-Thahawi Musykil (4/235), Ibnu Majah (3697).
Ibnu Hibban (6605) dan Al- Hakim (3 57) dari Anas dengan latai " Ash-shalah ash-shalah. wa ma malaka!
aimanukurrf Dan dikeluarkan oleh Ahmad (178) Abu Dawud (51 56). Ibnu Majah (2698) dan Al-Baihaqi (8.
1 1 ) dari Ali bin Abi Thalib dengan redaksi senada. Ahmad (6 31 1 ). Ibnu Sa’ad (2/254), Ibnu Majah (1625)
dan Al-Baghawi (241 5) dari Ummu Salamah dengan redaksi semakna. Dan ia shahih dengan berbagai jalur
periwayatannya.
646. Diriwayatkan oleh Abdur Razzaq (2011 8). Ahmad (3 502). Ath-Thabrani (4451 ) dan Al-Qudha‘i (245) dari
Rafi’ bin Makits secara marfu' dengan lafal "prilaku baik terhadap pelayan adalah keberkahan, dan prilaku
jelek terhadap pelayan adalah kesialan, perbuatan bajik akan menambah umur, sedangkan sedekah akan
mencegah kematian yang jelek." dan isnadnya dha 'if. Dan diriwayatkan oleh Abu Dawud (51 62,51 63)
darinya dengan lafal "prilaku baik terhadap pelayan adalah keberkahan, dan prilaku jelek terhadap pelayan
adalah kesialan.' Dan demikian pula Abu Ya'la ( 1 541 ). Ahmad (3/502) dan di-dha /Akan oleh Asy-Syaikh
dalam Adh-Dha'ifah{7%).
647. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (1946). Ibnu Majah (3691 ). Abu Ya’la (92). Abu Nu’aim (4/1 64). Ath-Thabrani
Ausa//i(9312) dandi-dba'/7-kan oleh Asy-Syaikh dalam Dhalf Al-Jami' (6255).
D-D%aBesar
340
atas budak ini.' Maka aku pun berucap, 'Wahai Rasulullah, aku tidak
akan pernah memukul budak lagi setelahnya selama-lamanya.1"
Dalam riwayat lain disebutkan 'Lalu cemeti itu jatuh dari tanganku
karena kharisma Rasulullah yy:;.
Dalam riwayat lain, 'Aku berucap, "la aku merdekakan demi
mengharapkan wajah Allah." Lalu Rasulullah bersabda, "Adapun kamu,
seandainya kamu tidak melakukannya niscaya kamu akan terkena hembusan
api neraka pada hari kiamat kelak.'"6**
Imam Muslim meriwayatkan dari Ibnu 'Umar bahwa Rasulullah
Hg bersabda:
f „ » t
p aj ,ur jii
Barangsiapa memukul budaknya dengan pukulan yang ada qishashnya tetapi
ia tidak mengambilnya atau melecehkan budak itu maka kaffaratnya adalah
memerdekakannya W9
Dari Hakim bin Hizam bahwa Rasulullah bersabda:
1'ID
W
-'Di j ajJju ‘ ,J D I v — AjJ ' O'
" Sesungguhnya Allah akan mengadzab orang-orang yang menyiksa manusia
di dunia."050
Dalam sebuah hadits disebutkan, "Barangsiapa memukul dengan
cambuk secara zhalim, maka pada hari kiamat nanti, ia akan dipishash karena
perbuatannya itu."6 51 Seseorang bertanya kepada Rasulullah , "Berapa
kali kita memaafkan pembantu?" Beliau menjawab, "Tujuh puluh kali
dalam sehari."052
Suatu hari Rasulullah memanggil pembantu beliau sedang beliau
memegang siwak. Pembantu itu tidak segera datang. Maka beliau pun
bersabda, " Seandainya tidak ada qishash, tentulah kupukul kamu dengan
siwak ini. [
648. Diriwayatkan oleh Muslim (1659). Abu Dawud (5159) dan At-Tirmidzi (1948).
649. Diriwayatkan oleh Ahmad (2 61 j dan Muslim (1657) dari Ibnu Umar.
650. Diriwayatkan oleh Ahmad (3/404), Muslim (2613). Abu Dawud (3045). Ibnu Hibban (2/56) dan A!-Baihaqi
(9/205) dari Hisyam bin Hakim.
651 . Takhrij- nya telah disebutkan di muka.
652. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (5164). At-Tirmidzi ( 1 949) dan Ahmad (2/1 1 1 ) dari Ibnu Umar dan dl-shahih-
kan oleh Asy-Syaikh dalam Ash- prilaku baik terhadap pelayan adalah keberkahan, dan prilaku jelek
terhadap pelayan adalah kesialanah (488).
353. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam AI-AdabAI-Mufrad( 184). Abu Ya'la (6901) dan Abu Nu’aim (8/378)
dari Ummu Salamah dan di-shahih-kan oleh Asy-Syaikh dalam prilaku baik terhadap pelayan adalah
keberkahan, dan prilaku jelek terhadap pelayan adalah kesialanulAdab (34).
Bertindak Semena-mena Terhadap Orang yang Lemah ►► 34 I
AbuHurairah a§i mempunyai seorang budak wanita berkulit hitam.
Suatu hari Abu Hurairah mengangkat cambuknya seraya berkata, "Kalau
bukan karena qishash pastilah kamu sudah kucambuk sampai pingsan,
namun aku akan menjualmu kepada siapa yang mau membayar hargamu.
Sekarang pergilah, kamu bebas karena aku mengharapkan wajah
Allah."
Seorang perempuan menemui Nabi sgg bercerita, "Wahai
Rasulullah, aku telah berkata kepada budak wanitaku 'Hai pezina!"’
beliau bertanya, "Apakah engkau melihatnya melakukan perbuatan itu?"
Wanita itu menjawab, "Tidak." Beliau igj bersabda, "Nanti pada hari
kiamat, ia akan menuntutmu!" Wanita itu pulang, dipanggilnya budaknya
lalu diberinya sebuah cambuk seraya berkata, "Cambuklah aku!" budak
itu tidak mau melakukannya. Lalu wanita itu memerdekakannya. Setelah
itu ia kembali menemui Nabi dan menceritakan bahwa ia telah
memerdekakan budak itu. Beliau bersabda, "Semoga!"
Maksudnya; Mudah-mudahan dengan kamu memerdekakannya
akan menghapuskan dosamu yang telah menuduhnya berbuat zinaA'
Dalam Shahih Bukhariv dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah
bersabda:
y - s s % S ^ S 3 ' ^ l''' J l' l' -*a - ' ' ^
,Jli lkS"" „WC ,_') S_*LJL!i * u uli- J, U c, jj »1«-* . idi
Barangsiapa menuduh budaknya berbuat mesum, maka kelak di hari kiamat
ia akan dicambuk sesuai dengan hadnya, kecuali jika budak itu memang
melakukannya .65S
Dalam hadits lain disebutkan:
■h j L» N j
t £
Ad « -Caljtl? Td U-Cld.
Budak itu mempunyai hak untuk diberi makan dan pakaian, dan ia tidak
boleh dibebani dengan pekerjaan yang tidak disanggupinyaA5b
Menjelang ajal, Rasulullah berwasiat, "(Takutlah kepada) Allah,
(takutlah kepada) Allah, (dengan cara menjaga) shalat dan (berbuat baik
kepada) budak-budakmu A57 Berilah mereka makan dari apa yang kamu makan.
654. Diriwayatkan oleh Al-Hakim (4/370) dan isnadnya sangat dha'if.
655. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6858). Muslim (1660), Ahmad (2/431), Ad-Daruquthni (3/214) dan Al-
Baghawi (2412) dari Abu Hurairah.
656. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/247). Al-Bukhari dalam Al- Adab (1 92, 1 93), Muslim (1 662) dan Ibnu Hibban
(4313) dari AbuHurairah.
657. Takhrij- nya telah disebutkan di muka.
342 Besar
Berilah mereka pakaian dengan apa yang kamu pakai. Janganlah memaksakan
kepada mereka untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang tidak mereka
sanggupi. Jika kamu memaksa mereka, maka bantulah mereka. Janganlah
kamu menyiksa makhluk Allah, karena Dia telah menjadikan kalian berkuasa
atas mereka, dan jika Dia menghendaki Dia akan menjadikan mereka berkuasa
atas kalian ,"658
Serombongan orang menemui Salman al-Farisiy a®? yang kala itu
menjabat sebagai gubernur Madain. Mereka menemui Salman yang
sedang membuat adonan roti untuk keluarga beliau. Mereka berkata,
"Bukankah sebaiknya budak perempuan Anda yang melakukannya?"
Beliau menjawab, "Kami sudah menyuruhnya untuk melakukan suatu
pekerjaan. Karenanya kami tidak ingin menambah dengan pekerjaan
lain."
Sebagian salaf berkata, "Janganlah Anda memukul budak Anda
setiap kali ia melakukan kesalahan. Tetapi ingatkanlah dia. Apabila ia
ber-maksiat kepada Allah, pukullah ia karena kemaksiatan itu dan
kelakuannya menyebut-nyebut dosa antara Anda dengan Allah."
Pasal
Di antara perbuatan buruk yang paling besar terhadap budak; laki-
laki atau perempuan, adalah memisahkannya dari anak atau saudaranya.
Nabi jyg bersabda:
4-»LjL!I » t oj-o «Jil £ lijJ t j ajJ' j ji g-*
"Barangsiapa memisahkan antara seorang anak dari ibunya, niscaya Allah
akan memisahkannya dari orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat."659
Ali &§;> berkata, "Aku diberi dua orang budak bersaudara oleh
Rasulullah lalu aku menjual salah satunya. Maka Rasulullah
berkata, Ambil kembali ia, ambil kembali ia!’"660
Termasuk perbuatan buruk juga adalah membikin lapar hamba
sahaya atau hewan peliharaan. Rasulullah bersabda:
658. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2545) dan Muslim (1661) dari hadits Abu Dzar.
659. Diriwayatkan oleh Ahmad (5/413). At-Tirmidzi (1566). Ad-Darimi (2479). Al-Hakim (2/55) dan Al-Baihaqi
(11081) dari Abu Ayyub dan ia terdapat dalam Shahih Al-Jami'( 6412).
660. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (1284) dan Ibnu Majah (2249) dari Ali bin Abi Thaiib dan di-dha7f-kan oleh
Asy-Syaikh dalam Dhalt Ibm Majah (492). Dan Asy-Syaikh berkata, Terdapat riwayat yang shahih
dengan lafal lain", lihat Shahih Abi Dawud( 2415)
Bertindak Semena-mena Terhadap Orang yang Lemah ►► 343
.'1 LJ!
ib JT
i ^
Cukuplah sebagai suatu dosa jika seseorang itu menahan makanan dari orang
yang makannya menjadi tanggungannya.0
Termasuk di sini juga; memukul binatang ternak dengan pukulan
yang menyakitkannya, atau mengurungnya tanpa mencukupi makan
minumnya, atau membebaninya di luar kesanggupannya
Allah berfirman, “ Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi
dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-
umat (juga) seperti kamu.” (Al-Anam: 38)
Dalam tafsirnya, disebutkan bahwa pada hari kiamat nanti ketika
umat manusia sedang berkumpul di padang mahsyar untuk diadili,
didatangkanlah binatang-binatang itu kepada mereka, kemudian mereka
pun mulai diadili. Setelah semua binatang itu mendapatkan keadilan,
lalu dikatakan kepada mereka, "Kembalilah menjadi tanah!" Di sanalah
orang-orang kafir berkata, "Mudah-mudahan saya pun menjadi tanah!"
Ini adalah dalil tentang pengadilan antara binatang dengan
binatang, serta binatang dengan manusia, sehingga apabila seorang
manusia memukul binatang tanpa alasan, atau membuatnya lapar dan
haus, atau membebaninya melebihi kemampuannya, binatang itu akan
menuntutnya pada hari kiamat tentang kezhaliman yang telah
diterimanya.
Dalil yang sama disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim
dari Abu Hurairah ijP bahwa Rasulullah bersabda:
- 3 -- / / ,
^ jllii
5 u* J,
3' .W
gflJ ps «
Seorang wanita disiksa gara-gara seekor kucing, la mengurungnya sampai
mati kelaparan, la pun masuk neraka karenanya, la tidak memberinya makan
dan minum selama mengurungnya, serta tidak pula membiarkannya bebas
mencari makanan berupa serangga-serangga bumic 02
Di dalam Shahih Bukhari diriwayatkan bahwa Rasulullah
melihat seorang wanita tergantung di neraka, sedangkan seekor kucing
661 . Diriwayatkan oleh Muslim (996) dan Ahmad (5 1 60) dari Abdullah bin Amr.
662. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2365,231 8) dan Muslim (2242) dari Ibnu Umar. Al-Bukhari (331 8), Muslim
(2242) dan Ibnu Majah (4256) dari Abu Hurairah.
344 1 D:b%*Besar
mencakari wajah dan dadanya. Kucing itu menyiksanya seperti ia telah
menyiksa kucing itu di dunia dengan cara mengurung dan membuatnva
kelaparan. 663
Ancaman ini umum untuk segala jenis binatang. Begitu juga jika
seseorang membebani binatang melebihi kesanggupannya, kelak pada
hari kiamat ia akan diqishash karenanva.
Disebutkan dalam Shahih Bukhariy dan Muslim, bahwa Rasulullah
-sl3 bersabda: “Ketika seorang laki-laki menggiring seekor sapi, tiba-tiba ia
menungganginya laku memukulinya, sapi itu berkata, "Kami tidak diciptakan
untuk ini, tetapi diciptakan untuk membajak."661
Sapi itu dijadikan Allah dapat berbicara di dunia untuk membela
dirinya, bahwa ia tidak mau disakiti dan tidak mau dipakai selain untuk
tugasnya. Barangsiapa membebaninya melebihi kesanggupan-nya atau
memukulnya tanpa alasan, pada hari kiamat nanti ia akan menuntut
orang yang telah melakukannya sesuai berat-ringan pukulan dan
siksaan yang diterimanya.
Abu Sulaiman ad-Daraniy berkata, "Pada suatu hari saya menung-
gang seekor keledai, kemudian saya memukulnya dua atau tiga kali.
Lalu keledai itu mengangkat kepalanya dan memandang saya seraya
berkata, 'Hai Abu Sulaiman, perbuatanmu itu akan diqishash pada hari
kiamat nanti. Selanjutnya terserah kepadamu apakah akan kau kurangi
ataukah kau tambah. " Abu Sulaiman melanjutkan, "Saya pun berkata,
'Aku tidak akan memukul sesuatu pun sesudahnya selamanya."'
Imam Muslim meriwayatkan bahwa suatu hari Ibnu 'Umar ber-
jalan melewati anak-anak suku Quraisy yang sedang bermain-main.
Mereka mengikat seekor burung lalu melemparinya. Setiap lemparan
yang meleset, menjadi keuntungan bagi si pemilik burung itu. Ketika
mereka melihat Ibnu 'Umar, mereka berlarian. Ibnu 'Umar bertanya,
"Siapa yang melakukan ini? Allah melaknat orang yang melakukan
perbu-atan ini. Sesungguhnya Rasulullah 5=g telah mengutuk orang
yang menjadi-kan sesuatu yang bernyawa sebagai sasaran."665 Maksudnya
sasaran lemparan.
Rasulullah Ayu; telah melarang mengurung binatang untuk dibunuh
(sebagai bentuk penyiksaan, pent ). " Adapun tentang binatang yang
663. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (745.2364) dari Asma' binti Abu Bakr.
664. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (3471 ) dan Muslim (2388) dari Abu Hurairah.
665. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5515) dan Muslim (1958) dari Ibnu Umar.
666. Diriwayatkan oleh Ai-Bukhari (5513), Muslim (1956) dan Abu Dawud (281 6) dari Anas.
Bertindak Semena-mena Terhadap Oranq yang Lemah ►► 345
syara’ membolehkan membunuhnya seperti; ular, kalajengking, tikus,
dan anjing gila, maka harus dibunuh secepatnya, tidak boleh disiksa.
Ini sebagaimana sabda beliau -yg:
O O' 0 J ' , O' $ . ' ' . ' S''' o
f. , * " o ' t C- f. ^ O . , •* 3 f . 5 >3 " . ,
7- jAs 4j 4 rcjJJ' ' t— « 4JJo2Jl
f • ° • i •
-li di3 b J i
Jika kamu membunuh maka lakukanlah dengan cara sebaik-baiknya. Jika kamu
hendak menyembelih maka sembelihlah dengan cara sebaik-baiknya. Hendaknya
salah seorang dari kalian mengasah pisaunya dan menyenangkan
sembelihannya itu.°° 7
Begitu juga, tidak boleh membakar binatang hidup-hidup,
sebagaiman telah disebutkan dalam hadits shahih bahwa Rasulullah
^ bersabda:
^ J
U Jb .
j-O-j jli dJ' Vj i-f>
y . u'b'i .
<v3 b t
S’? "
y »
Dahulu aku pernah menyuruh kalian supaya membakar si fulan dan si fulan.
Sesungguhnya api itu tidak ada yang berhak mengadzab dengannya kecuali
Allah. Maka jika kalian mendapati keduanya bunuhlah mereka.6bS
Ibnu Mas'ud i®s berkata, "Kami pernah bersama Rasulullah yg
dalam suatu perjalanan. Kemudian beliau pergi untuk suatu keperluan.
Kami melihat ada seekor burung bersama dua ekor anaknya, kemudian
kami ambil keduanya anaknya. Lalu induknya datang sambil mengepak-
ngepakkan sayapnya. Ketika Nabi - datang, beliau bertanya, "Siapa yang
mengganggu burung ini dengan mengambil anaknya? Kembalikan anak-
anaknya kepadanya!" (Hadits riwayat Abu Dawud dari Abdullah bin
Mas'ud)
Suatu ketika Rasulullah melihat rumah semut yang sudah kami
bakar, lalu beliau bertanya, "Siapa yang membakarnya ?" kami menjawab,
"Kami." Lalu beliau bersabda:
" Tidak sepantasnya seseorang menyiksa dengan menggunakan api, kecuali
667. Diriwayatkan oleh Muslim (1955). Ath-Thayalisi (11 19), Abu Dawud (2815), At-Tirmidzi (1409). An-Nasa i
(7/227) dan Ibnu Majah (1370) dari Syaddad bin Aus.
668. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (3016) dan At-Tirmidzi (1571) dari Abu Hurairah.
346 1 u:u. inBesar
Rabb api.”b6-
Hadits di atas menjadi dalil larangan membunuh dan menyiksa
dengan api sekali pun itu adalah kutu atau kutu busuk sekali pun.
Pasal Membunuh Binatang Secara Sia-sia
Makruh membunuh binatang secara sia-sia, berdasarkan sabda
Nabi
* s y > Z. t s J 3 3. / * x ^ «S * ^ Z 3
«—Jj b »jj l>- j y aJJS y- Lx1p ' j ^jLas- Jsi y
t 0 t"
Barangsiapa membunuh seekor burung kecil secara sia-sia, burung-burung itu
akan berteriak kepada Allah Mr pada hari kiamat nanti. Katanya, "Duh Rabb-
ku, tanyalah kepada orang ini, mengapa ia membunuhku secara sia-sia, dan
tidak membunuhku untuk diambil manfaat.''670
Makruh pula memburu burung pada musim menetasnya,
berdasarkan riwayat dalam atsar. Makruh menyembelih binatang di
hadapan induknya, berdasarkan riwayat dari Ibrahim bin Adham sdK
katanya, "Seorang laki-laki menyembelih seekor anak sapi di depan
induknya, kemudian Allah melumpuhkan tangannya!"
Pasal Keutamaan Memerdekakan Budak
Abu Hurairah ^ menyampaikan sebuah hadits dari Nabi |g|:
,1-
' , - * % \ ^ # * s s
. *- # 9 ‘ a # o ' > o e 3 s . * y/* ' ' c » " 9 * c '
'r* ^jU^PI 'jA 3*3 P 4jL 3p' • yA ju-2-P 13 VJ di' 3*^ ^-^3® 3*^ 3^
o . > y 0 . - 0 > S-'
Barangsiapa memerdekakan seorang budak mukmin, maka Allah akan
memerdekakan dengan setiap anggota dari anggota tubuh budak itu setiap
anggota dari anggota tubuhnya dari api neraka. Sampai-sampai Dia
memerdekakan dengan kemaluan budak itu kemaluan orang itu.a,]
669. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Al-Adab (382). Abu Dawud (2675) dan Al-Hakim (4/239) dari Ibnu
Mas'ud dan Asy-Syaikh men-s/iah/h-kan hadits di dalam Ash-Shahihah (25).
670. Diriwayatkan oleh Ahmad (5/389), An-Nasa i (7/239). Ath-Thabrani (7245), Al-Hakim (4/233). Al-Baihaqi
Asy-Syu'ab (11075) dan di-dfta'/Y-kan oleh Asy-SyaiKh dalam Adh-Dha'if (5763).
671 . Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2517), Muslim (1509) dan At-Tirmidzi (1541).
Bertindak Semena-mena Terhadap Orar\q yang Lemah ►► 347
Abu Umamah Ajfe meriwayatkan sebuah hadits, bahwa Nabi sgs
bersabda:
jbaP b jU' ^v3
b' y ^ ll'lS" yL
c£ y' kJ
3 z' .' . 3 >
^ez- 3 -' -'S * , 3 ^ 3 z' .J* -*3 3-*
b «b ilP I ^ I b*J 1 4 l a-bs.P
y O' y' ^ 3 Z' b m'-!3 -* 3 ^ .O C ^ Z- 3 .« J z ifi'" .i j ;# o i ^ » 3 3 j *"
L^S b^5 b ^ y'* ' i'1 w4 ^ bk_‘ ^ a *A^/« ' g bi P’ ^ A ^ j\ -vb P* b
^3 ^ 3 • z' 3 3 , > 3 > ! £■
V ^ 'z3 1 A *Z^ P' V.^. Z. A Q ^--'2 i' lj5 [J*y J kb ^
Orang muslim mana pun yang memerdekakan seorang budak muslim, maka
itu akan menjadi pembebas baginya dari api neraka, setiap anggota tubuh
budak itu akan membebaskan setiap anggota tubuhnya. Orang muslim mana
pun yang memerdekakan dua orang budak wanita muslimah, maka mereka
berdua menjadi pembebas baginya dari api neraka, setiap anggota tubuh dari
kedua budak itu membebaskan anggota tubuhnya. Dan wanita muslimah mana
pun yang memerdekakan seorang budak wanita muslimah, maka budak itu
akan menjadi sebab bebasnya ia dari api neraka, setiap anggota tubuhnya
akan membebaskan setiap anggota tubuhnya k72
Ya Allah, jadikanlah kami sebagai bagian dari tentara-Mu yang
beruntung dan hamba-hamba-Mu yang shalih.
672. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (1547) dari Abu Umamah dan Ath-Thabrani dari Abdurrahman bin Auf, Abu
Dawud. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani dari Murrah bin Ka'ab. Dan di-shab/Man oleh Asy-Syaikh dalam
Shahih Ai-Jami’ (2700).
348 1 D:K:s*Besar
Djsa
Besar
MENYAKITI TETANGGA
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasu-
lullah sgg bersabda:
iJ' Jli <dJl
U*--*
V dJ), Vs_l
V 4ill
4jd>r ' r^lj
Demi Allah tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman, demi Allah tidaklah
beriman! Seseorang bertanya, Siapakah dia, wahai Rasulullah? Rasulullah
menjawab, Barangsiapa yang tetangganya tidak merasa aman dari perilaku
buruknya ,673
Dalam riwayat yang lain beliau bersabda:
. , " . , ' . . > • ' , . r,
AjL;' u tjl>r ' rAj 2 j* ‘UJtdl J
Tidak masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari perilaku
buruknya .°74
Rasulullah ditanya tentang dosa yang paling besar di sisi
Allah. Maka beliau menyebutkan tiga hal; kamu menjadikan sekutu bagi
Allah padahal Dialah yang menciptakanmu, kamu membunuh anakmu karena
takut jika kelak ia makan bersamamu, dan kamu berzina dengan kekasih
(istri) tetanggamu ,°75
Dalam sebuah hadits disebutkan:
4jl>- 2 t: b'vi * «di 4 <dJ\j
673. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6106) dari Abu Syuraih
674. Diriwayatkan oleh Muslim (46) dari Abu Hurairah
675. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (4477). Muslim (86) dan Abu Dawud (2310) dari Ibnu Mas'ud.
Menyakiti Tetangga ►► 349
"Barartgsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya tidak menyakiti
tetangganya ."676
Tetangga itu ada tiga; tetangga muslim dan masih kerabat, tetangga
muslim, dan tetangga kafir. Tetangga pertama memiliki tiga hak; hak
sebagai tetangga, hak sebagai orang Islam, dan hak sebagai kerabat.
Tetangga kedua memiliki dua hak; hak sebagai tetangga dan hak sebagai
orang Islam. Tetangga ketiga memiliki satu hak, yaitu hak sebagai
tetangga.677
Adalah Abdullah bin Umar bertetangga dengan seorang Yahudi.
Jika dia menyembelih kambing selalunya dia berkata, "Bawakan sebagian
dagingnya untuk tetangga kita yang Yahudi itu."'’78
Diriwayatkan bahwa pada hari kiamat nanti seorang tetangga yang
miskin akan mengikuti tetangga yang kaya. Ia akan berkata, "Duhai
Rabbku, tanyakan kepadanya mengapa ia menghalangiku dari
kebaikannya dan menutupkan untukku pintu uluran tangannya?"679
Seorang tetangga selayaknya menanggung 'adza', kesusahan yang
disebabkan oleh tetangganya. Ini merupakan salah satu bentuk 'ihsan',
sikap baik kepadanya. Seseorang mendatangi Nabi -v4g bertanya, "Wahai
Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan, jika aku
mengerjakannya maka akupun dapat masuk surga." Beliau menjawab,
"Jadilah seseorang yang penuh dengan sifat ihsan." Orang itu bertanya, "Wahai
Rasulullah, bagaimana aku dapat mengetahui bahwa aku ini seorang
muhsin (orang yang dipenuhi sifat ihsan)?" Beliau menjawab, " Bertanyalah
kepada tetanggamu. Jika mereka mengatakan bahwa kamu itu seorang muhsin,
berarti memang kamu seorang muhsin. Namun jika mereka mengatakan bahwa
kamu itu seorang musi ' (orang yang dipenuhi dengan sifat isa'ah, tidak baik),
berarti memang kamu seorang musi' A30
Telah sampai kabar dari Nabi (sg bahwa beliau bersabda, "Barangsiapa
menutup pintunya dari tetangganya karena khawatir akan mengurangi
676. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (601 8.61 36). Muslim (47) dan Abu Dawud (5154) dari Abu Hurairah.
677. Diriwayatkan oleh Al-Bazzar (1896), Abu Nu'aim (5/207). Al-Ashbahani dalam At-Targhfb (870), Al-
Kharaithi dalam Makarimul Akhlag (41 ). Ibnu Abi Dunya dalam Al-Akhlaq (340) dan Al-Baihaqi Asy-Syu’ab
(9560) dari Jabir dan di-dha'/f-kan oleh Asy-Syaikh dalam Adh-Dha'if (2673).
678. At-Tirmidzi menyebutkannya dalam hadits no (1 943) dan Al-Baihaqi (9562). (9563).
679. Diriwayatkan oleh Al-Ashbahani dalam At-Targhib dari Ibnu Umar dan sanadnya dha'if. Dan diriwayatkan
oleh Ibnu Abi Dunya dalam Makarimul Akhlaq (346) sedangkan sanadnya hasan dan telah disebutkan di
muka hadits yang semisal.
680. Diriwayatkan oleh Al-Hakim (1/378) dan Al-Baihaqi Asy-Syu'ab (9567). Al-Hakim berkata, hadits di
tersebut sesuai dengan kriteria yang disyaratkan Al-Bukhan dan Muslim, dan hal ini disepakati oleh Adz-
Dzahabi. Aku berkata, hadits ini hanya sesuai dengan syarat Muslim saja.
350 I D'D% a Besar
(bagian) keluarga dan hartanya, maka dia bukanlah seorang mukmin. Tidak
pula seseorang itu beriman jika tetangganya tidak merasa aman dari perilaku
buruknya."oSi
Diriwayatkan bahwa Nabi tyg bersabda, "Seseorang yang berzina
dengan sepuluh wanita itu lebih ringan urusannya dari pada ia berzina dengan
istri tetangganya. Seseorang yang mencuri dari sepuluh rumah itu lebih ringan
urusannya dari pada ia mencuri dari rumah tetangganya."b82
Abu Dawud meriwayatkan dari Abu Hurairah kgfc bahwa
seseorang mengadukan tetangganya kepada Rasulullah Beliau
bersabda, "Pergi dan bersabarlah !" Orang itu menghadap Nabi untuk
yang kedua kali atau ketiga kalinya, lalu beliau bersabda, "Pergi dan
letakkan semua perbendaharaanmu dijalan!" Orang itu pun menuruti sabda
Nabi. Orang-orang mengerumuninya dan bertanya tentang
permasalahannya. Ia menceritakan semuanya sehingga semua yang
hadir mulai melaknat tetangganya. Mereka berucap, "Semoga Allah
membalasnya." Mereka mendoakan yang buruk-buruk untuk
tetangganya itu. Selanjutnya tetangganya itu datang dan berkata, "Wahai
saudaraku, pulanglah ke rumahmu. Setelah ini kamu tidak akan pernah
melihat sesuatu yang tidak kamu sukai selama-lamanya."683
Diwajibkan pula menanggung kesusahan disebabkan tetangga
yang dzimmi (orang kafir yang membayar jizyah sebagai jaminan
kehidupannya di pemerintahan Islam) sekalipun. Diriwayatkan bahwa
Sahi bin Abdullah at-Tustariy zly mempunyai seorang tetangga Majusi
dzimmi. Tetangganya ini memiliki WC yang bocor dan dari sebuah
lubang sebagian airnya mengalir ke salah satu bagian rumah Sahi. Setiap
hari Sahi meletakkan sebuah bejana di bawah tempat mengalirnya air
itu untuk menampungnya. Sahi membuangnya di malam hari agar tidak
diketahui orang lain. Demikian ini berlangsung dalam waktu yang lama.
Sampai akhirnya menjelang wafat, Sahi meminta untuk dipanggilkan
tetangganya yang Majusi itu. Ia berkata kepadanya, "Masuklah ke situ
dan lihatlah!" Orang itu masuk dan melihat sebuah lubang dan air
bercampur kotoran jatuh dalam bejana, la bertanya, "Apa yang kulihat
ini?" Sahi menjawab, "Yang demikian ini sudah berlangsung lama. Air
itu mengalir dari rumahmu. Aku mewada-hinya di siang hari dan
681. Diriwayatkan oleh Ibnu Adi (5/171) dan Al-Baihaqi (9560) sedangkan sanadnya dhalf.
682. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (103) Al-Adab. Ahmad (6/8) Ath-Thabrani dalam AI-Kabir(20/256/605) dan
di dalam Al-Ausath (6333) dari Al-Miqdad bin Al-Aswad dan di-sbab/b-kan oleh Asy-Syaikh dalam Ash-
Shahihah (65).
683. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (5153), Al-Bukhari dalam Al-Adab 1 124) Al-Hakim (4/1 60) dan Ibnu Hibban
(520). Dan Asy-Syaikh berkata: Hasan Shahih dalam Shahihul Adab (92).
Menyakiti Tetangga ►► 35 I
membuangnya di malam hari. Jika bukan karena sudah dekat ajalku
dan kekhawatiranku kepada akhlak selainku yang tidak kuat melihatnya,
niscaya aku tidak akan memberitahukan kepadamu tentang hal ini.
Sekarang, lakukan apa yang kamu mau." Orang Majusi itu berkata,
"Wahai Syaikh, Anda telah mempergauliku seperti ini sejak lama dan
aku tetap berada di atas kekufuranku. Ulurkan tangan Anda, aku
bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah dan bahwa
Muhammad itu utusan Allah." Lalu Sahi pun wafat, syfe.
Marilah kita memohon kepada Allah agar menunjukkan kepada kita
akhlak perbuatan dan ucapan yang mulia. Semoga pula Dia menjadikan
akhit wtgkLik . Mte J ,
Maha Pemurah, Maha Pengasih, lagi Maha Penvavang.
Drc£sa Besar
352
Drhsa
Besar
MENYAKITI ORANG-ORANG
ISLAM DAN MENCELA MEREKA
Allah 3H berfirman:
„ i
I -lii '
O ti ' ^
JJl
Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempu-
an tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah
memikul kebohongan dan dosa yang nyata. (Al-Ahzab: 58)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan
kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik
dari pada mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita
(mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang
diperolok-olokkan) lebih baik dari pada wanita (yang mengolok-olokkan) dan
janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil
memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah
(panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat,
maka mereka itulah orang-orang yang zhalim. (Al-Hujurat: 11)
Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah
sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. (Al-Hujurat: 12)
Rasulullah bersabda:
a *■ O j
r*
"Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah adalah
orang yang ditinggalkan oleh orang-orang karena mereka khawatir terkena
perilaku bejatnya."68'1
684. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6131 .6054). Muslim (2591 ). Abu Dawud (4791 ). At-Tirmidzi (1996) dan Al-
Humaidi (249) dari Aisyah.
Menyakiti Orang-orang Islam dan Mencela Mereka ►► 353
Beliau juga pernah bersabda, "Wahai sekalian hamba Allah,
sesungguhnya Allah meniadakan kesempitan kecuali siapa-siapa yang
mengadakannya dengan (menzhalimi) kehormatan saudaranya. Maka dialah
yang akan mendapat kesempitan atau kehancuran
Di hadits yang lain beliau bersabda:
J J o
Jt >
"Setiap muslim itu haram atas muslim yang lain; darahnya, hartanya, dan
kehormatannya."686
b
b’ .O-
^ c? y'
V
3
"Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain. Dia tidak akan
menzhaliminya, menghinakannya, dan tidak pula meremehkannya. Keburukan
seseorang itu diukur dari sejauh mana dia meremehkan saudaranya."68 '
» t t ' f f a »
yS" fljl iij yLL-
"Mencela seorangmuslim itu perbuatan fasiq, sedangkan
perbuatan kufur."685 Demikian dikatakan oleh al- lraqiy dalam Takhrij Ihya’.
Dari Abu Hurairah berkata, seseorang bertanya, "Wahai
Rasulullah, ada seorang wanita yang rajin shalat malam dan shiyam
sunnah, tetapi tetangganya tersiksa karena lisannya." Beliau bersabda,
"Dia tidak memiliki kebaikan sama sekali. Dia akan masuk neraka."689
Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda, "Ingatlah kebaikan-
kebaikan orang-orang yang sudah mati di antara kalian. Jagalah diri kalian
dari menyebut keburukan-keburukan mereka."690
Rasulullah hg?; bersabda:
685. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Al-Adab (291), Al-Humaidi (824). Abu Dawud (2015), At-Tirmidzi
(2038), Ath-Thayalisi (1232), Ibnu Majah (3436). Ibnu Hibban (6061), Ath-Thabrani dalam Ash-Shaghir
(559), dan Al-Kabir (463,464) dari Usamah bin Syuraik dan ia shahih.
686. Diriwayatkan oleh Muslim (2564) dan Ahmad (2/277,287,288) dari Abu Hurairah.
687. Bagian dari hadits yang telah disebutkan di muka.
688. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (48). Muslim (64). At-Tirmidzi (1983) dan Ibnu Majah (69) dari Ibnu Mas’ud.
689. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/440). Al-Bukhari dalam Al-Adab ( 119), Ibnu Hibban (5764). Al-Baihaqi Asy-
Syu’ab (9546) dan di-shahih-kar oleh Asy-Syaikh dalam Ash-Shahihah (190).
690. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi ( 1 01 9). Abu Dawud (4900), Ath-Thabrani ( 1 3599), Ibnu Hibban (3020) dan A -
Hakim (1/385).
° ‘d'™ Besar
354
4_J_P t aJJI a-lp Jli j' jsA>d Ij SK>r j lp3 a
"Barangsiapa memanggil seseorang dengan panggilan kufur atau memang-
gilnya dengan mengucap, 'Hai musuh Allah!', padahal keadaan orang itu tidak
demikian, maka panggilannya tadi akan kembali kepadanya ."69i
Rasulullah -feg bersabda:
0-*
«l>cj iLibl
J ^*j5j J * *>«J w L '—J-Ul LA jli l J
alV » ' ' | - •
; j a-A ■ r* UL-U13
"Pada malam aku dimi'rajkan aku melewati satu kaum yang memiliki kuku
dari tembaga. Mereka mencakari wajah dan dada mereka. Aku pun bertanya,
'Siapakah mereka itu, Jibril?' Ia menjawab, 'Merekalah orang-orang yang
memakan daging manusia dan menodai kehormatan mereka."692
Ancaman Terhadap Perusakan dan Penghasutan yang
Dilakukan Kepada Orang-Orang yang Beriman Serta Mengadu
Binatang
Dalam sebuah hadits shahih Nabi bersabda:
"Sesungguhnya setan telah berputus asa terhadap orang-orang yang menu-
naikan shalat di Jazirah Arab untuk menyembahnya. Tetapi ia tidak berputus
asa terhadap penghasutan di antara mereka."093
Maka barangsiapa mengadu domba dua orang dari kalangan anak
Adam serta membawa sesuatu yang menyakitkan yang berasal dari
salah satunya dan sebaliknya, dialah 'nammam, si tukang adu domba.
Ia termasuk tentara setan dan seburuk-buruk manusia. Dalam hal ini
Nabi 'JiT, pernah menawarkan, " Maukah kalian aku beritahukan orang yang
691 . Diriwayatkan oleh Muslim (61 ) dari Abu Dzar dan lafalnya "Tak ada seorangpun yang menlsbatkan dirinya
bukan kepada bapaknya, sedangkan ia mengetahuinya, kecuali dia telah kufur.'’.
692. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (4878). Ahmad (3/1 80.329), Ibnu Abi Dunya dalam Al-Ghibah (26) dan juga
dalam Ash-ShamthuC\65), Al-Baihaqi Asy-Syu'ab (6716) dan d\-shahih-kan oleh Asy-Syaikh dalam
Shahih Abi Dawud.
693. Diriwayatkan oleh Muslim (2812) dan At-TIrmidzi ( 1 937) dari Jabir.
Menyakiti Orang-orang Islam dan Mencela Mereka ►► 355
paling buruk di antara kalian?" Para sahabat menjawab, "Tentu, wahai
Rasulullah." Beliau bersabda, " Orang yang paling buruk di antara kalian
adalah orang-orang yang berjalan ke sana ke mari dengan namimah (bahan
untuk mengadu domba), orang-orang yang membuat kerusakan di antara
orang-orang yang saling mencintai, orang-orang yang terlalu memberatkan
usaha pembebasan (yang dilakukan budak)
Sebuah hadits shahih menvebutkan bahwa Rasulullah igg bersabda:
*L«_) h'
"Tidak akan masuk surga seorang nammam."0 95
Nammam adalah seseorang yang menyebarkan pembicaraan kepada
orang banyak atau kepada dua orang, pembicaraan yang menyakitkan
salah satu dari keduanya atau membangkitkan amarah dalam hati sahabat
atau teman dekatnya. Misalnya dengan mengatakan, "Si fulan mengatakan
tentangmu begini dan begitu. Juga ia berbuat begini dan begitu." Ini
terkecuali jika padanya ada maslahat atau faedah semisal memperingatkan
datangnya keburukan yang akan terjadi.
Berkenaan dengan mengadu binatang ternak, binatang buas, dan
burung, semisal adu jago, biri-biri, anjing, dan sebagainva maka
hukumnya haram. Rasulullah -rgg telah melarangnya. Barangsiapa
melakukannya berarti ia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.
Termasuk pembahasan ini juga: menghasut istri agar membenci
suaminya dan budak agar membenci tuannya. Rasulullah bersabda,
"Terlaknatlah orang yang merusak hubungan baik istri dari suaminya dan
budak dari tuannya." ""n
Kita berlindung kepada Allah dari semua itu.
Keutamaan Mengadakan Islah Antar Sesama Manusia
Allah k" berfirman, “ Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-
bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia)
memberi sedekah, atau berbuat maruf atau mengadakan perdamaian diantara
manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan
694. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (323) Al-Adab. Ath-Thabrani (24/167/423). Al-Hakim (4/270). Ahmad (6/
459) . Ibnu Abi Dunya dalam Al-Ghibah (120) dan juga dalam Ash-Shamthu (257). Abu Syaikh dalam At-
Taubtkh (4/230). Al-Baihaqi Asy-Syu'ab (111 08) dan di-basan-kan oleh Al-Albani dalam Shahihul Adab
(246) dari Asma' binti Yazid.
695. Takhrij- nya telah disebutkan di muka.
696. Takhrij-nya telah disebutkan di muka
356 1 o:u%n Besar
Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar." (An-Nisa’:
114)
Mengomentari ayat ini Mujahid berkata, "Ayat ini berlaku umum
bagi seluruh manusia. Maksudnya, bisik-bisik dan pembicaraan
manusia itu tidak ada kebaikannya sedikitpun kecuali jika itu termasuk
amal kebajikan. Yaitu anjuran untuk bersedekah dan anjuran untuk
berbuat yang ma'ruf."
Ibnu Abbas berkata, "Yang dimaksud dengan yang ma'ruf adalah
shilaturrahim dan taat kepada Allah."
Sebenarnya semua amal kebaikan termasuk yang ma'rul karena
akal manusia menganggapnya demikian.
Tentang mengadakan ishiah diantara manusia, kepada Abu Ayyub
al-Anshariy Rasulullah pernah bersabda, "Maukah kamu aku
beritahukan jenis sedekah yang lebih baik bagimu dari pada menyedekahkan
onta-onta yang terbaik?" "Tentu saja, wahai Rasulullah.", jawabnya. Rasu-
lullah pun melanjutkan, "Kamu mengadakan ishiah diantara manusia
ketika mereka saling merusak dan kamu mendekatkan hubungan mereka ketika
mereka saling menjauh satu sama lain."6Q~
Ummu Habibah meriwayatkan bahwa Nabi bersabda,
"Pembicaraan anak Adam itu semuanya menjadi beban baginya dan tidak
berpahala kecuali pembicaraan tentang amar ma'ruf, nahi munkar, dan dzik-
rullah ."698
Diriwayatkan bahwa seseorang berkata kepada Sufyan, "Hei, ini
pembicaraan yang amat dahsyat!" Sufyan pun berkata, "Belumkah kamu
dengar bahwa Allah berfirman, 'Tidak ada kebaikan pada kebanyakan
bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh
(manusia) memberi sedekah, atau menyuruh berbuat ma'ruf.' Nah, pembi-
caraan seperti itulah pembicaraan kalian.”
Allah juga mengajarkan bahwa pembicaraan itu baru benar-benar
bermanfaat jika ditujukan untuk mengharapkan sesuatu di sisi Allah.
Allah berfirman, " Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari
keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar."
Pahala yang besar adalah pahala yang tak terhingga.
697. Diriwayatkan oleh Al-Bazzar dari Anas dan Al-Baihaqi Asy-Syu:ab ( 1 1 093) dan Al-Ashbahani dalam At-
Targhib (180) dari Abu Ayyub.
698. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (2412). ibnu Majah (3974). Abu Ya'ia (7132), Al-Hakim (2/512), Ath-Thabrani
(23/243/484) dan Ibnu Abi Dunya dalam Ash-Shamthu (14) dari Ummu Habibah dan di-ctf?a‘/7-kan oleh
Asy-Syaikh dalam Dha'iflbni Majah (861 ).
Menyakiti Orang-orang Islam dan Mencela Mereka ►> 357
Dalam sebuah hadits disebutkan, "Tidaklah disebut sebagai pendus-
ta seseorang yang mengadakan ishlah dt antara manusia dengari menumbuh-
kan kebaikan atau mengatakan kebaikan."0'-
Ummu Kultsum aS berkata,
bi l J yij ^
y y (-3 y . y ) yt- y 3 } y , y y \ y 3^ 0 9 / .
L^_>r * j si y> Ji kJU-i Jti- * aJ! 'C— ,vu]t ■ yj
"Aku belum pernah mendengar Rasulullah -gte memberikan keringanan boleh
berbohong kecuali dalam tiga situasi ; da/am peperangan, dalam upaya ishlah
antara manusia, dan pembicaraan seorang laki-laki tentang istrinya atau seorang
perempuan tentang suaminyaT00
Sahi bin Sa'ad as-Sa'idiv ■£§*$ meriwayatkan bahwa Rasulullah
mendengar kabar adanya keburukan yang dilakukan oleh orang-orang
Bani Amru bin Auf. Maka Rasulullah pun berangkat untuk
mengupayakan ishlah di antara mereka di tengah-tengah para sahabat
yang ikut dengan beliau.701
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah «gS bersabda,
''Tidak ada amalan yang diamalkan yang lebih utama dibandingkan
berjalannya seseorang menuju shalat atau mengupayakan ishlah antara dua
orang yang bersengketa, atau mengadakan persekutuan yang diperbolehkan
di antara orang-orang Islam."702
Rasulullah sgg bersabda, "Barangsiapa mengupayakan ishlah antara dua
orang, Allah akan mengishlah urusannya dan memberikan kepadanya untuk
setiap kata yang ia ucapkan ( pahala ) membebaskan seorang budak dan juga ia
akan pulang dalam keadaan telah diampuni semua dosa yang telah ia lakukan. "7C-
Wa billaahit taufiq.
Ya Allah curahkanlah kelembutanMu kepadaku, dan ampunilah
aku wahai Yang Maha Penyayang.
699. Diriwayatkan oleh Abdur Razzaq (20196). Ahmad (6/403.404). Al-Bukhari (2692) dan di dalam Al-Ada:
(385). Muslim (2605), Abu Dawud (4920) dan At-Tirmidzi (1938) dari Ummu Kultsum binti Uqbah.
700. Ini adalah tambahan dalam riwayat Muslim dan An-Nasa'i.
701 . Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1234).
702. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari di dalam At-Tariih Al-i KaWr(1/63), Al-Baihaqi Syu’ab (11 090), Al-Ashbahan
Targhib(t8t) dan di-sbab/Man oleh Asy-Syaikh dalam Ash-Shahihah (1448).
703. Dikeluarkan oleh Al-Ashbahani dalam At-Targhib (186).
D:D%a Besar
358
D#sa
Besar
MENYAKITI HAMBA-HAMBA
ALLAH DAN BERTINDAK LALIM
TERHADAP MEREKA
Allah k; berfirman:
3 J ° ' t * ' * t *
S”" IL« Lo-f « ' -vC* tk' j O v' V-iJl *
^ - ■ > v -•-/ J J* *■ J
Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa
kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul
kebohongan dan dosa yang nyata. (Al-Ahzab : 58)
dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu
orang-orang yang beriman. (Asy-Svu’ara’: 215)
Abu Hurairah berkata, "Rasulullah ^ bersabda, 'Sesungguh-
nya Allah ta'ala berfirman, Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka Aku telah
mengizinkan untuk memeranginya." Dalam riwayat lain, "... berarti telah
mengumumkan perang dengan-Ku.''~0A
Dalam hadits lain diriwayatkan bahwa pada suatu hari Abu Sufyan
berjalan melewati sahabat Salman, Shuhaib dan Bilal bersama beberapa
orang. Mereka berkata, "Sayang sekali, pedang Allah tidak tepat
mengenai musuh Allah!" (Dulu Abu Sufyan pernah memusuhi Islam)
Lalu Abu Bakar igL berkata, "Apakah kalian mengatakan yang seperti
itu kepada tetua suku Quraisy dan penghulunya?" Kemudian Abu Bakar
menemui Nabi £gdan menceritakan kejadian itu. Lalu Nabi bersabda,
"Wahai Abu Bakar, mungkin kamu sudah membuat mereka marah
sehingga Allah pun marah." Maka Abu Bakar kembali menemui mereka
dan bertanya, "Wahai saudara-saudaraku, adakah aku telah membuat
704. Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6502) dan lonu Hibban (347).
Liw' I ^
jJh I
Menyakiti Hamba -Hamba Aliah dan Bertindak Lalim Terhadap Mereka ►► 359
kalian marah?" Mereka menjawab, 'Tidak, wahai saudara kami, semoga
Allah mengampunimu."705
Pasal
Firman Allah w :
> - o ^ f f ? . ' \ ' -i' - h i l t s - - *■*+,** * i
j vJjJjjj j ©'UJub '*-■${ j i) <~JL> *
Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya
di pagi dan senja hari dengari mengharap wajah-Nya (QS. al-Kahfi: 28)
Ayat ini berkenaan tentang keutamaan orang-orang fakir. Sebab
turunnya ayat ini, bahwa orang-orang vang mula-mula beriman kepa-
da Nabi -gs adalah orang-orang fakir. Begitu pula dengan yang mula-
mula beriman kepada para nabi sebelum beliau. Adalah Rasulullah sjig
sering duduk-duduk bersama para sahabat beliau yang fakir seperti;
Salman, Shuhaib, Bilal, dan ’Ammar bin Yasir Orang-orang musyrik
mencari cara untuk mengusir orang-orang fakir dari sekeliling
Rasulullah, ketika mereka mendengar bahwa tanda kebe-naran para
rasul adalah yang mula-mula mengikuti mereka adalah orang-orang
fakir. Beberapa tokoh musyrik menghadap Nabi dan berkata, "Wahai
Muhammad, usirlah orang-orang fakir itu dari sekelilingmu.
Sesungguhnya jiwa kami merasa enggan untuk duduk-duduk bersama
mereka. Seandainya kamu mau mengusir mereka, pastilah orang-
orang yang mulia dan tokoh-tokoh masyarakat akan beriman
kepadamu."
Maka Allah menurunkan ayat;
> - 3 ' ^ f 3 * Z
eMjr>r « J ft -L' D
j j - v-
W 0-P
3
; Y
Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi
hari dan petang hari, sedang mereka menghendaki wajah-Nya. (Al-An’am:
52)
Maka tatkala orang-orang musyrik berputus asa untuk dapat
mengusir mereka, mereka berkata, "Wahai Muhammad, jika kamu tidak
mau mengusir mereka, khususkan bagi kami satu hari dan bagi mereka satu
hari."
Maka Allah menurunkan ayat:
705. Shahih. Dikeluarkan oleh Muslim (2504).
360 1 D:cr'saBesar
, .0. ; 3; . t ' S . > >
ijLL^P wUj ) j 4_£j>r
Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya
di pagi dan senja hari dengan mengharap wajah-Nya dan janganlah kedua
matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan
dunia ini (Al-Kahfi: 28) 700
Maksudnya, janganlah kamu memusuhi mereka dan memaling-
kan pandangan dari mereka sebagai tanda tidak senang kepada mere-
ka, karena kamu menginginkan bersahabat dengan hamba-hamba dunia
itu.
Dan katakanlah, "Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu; maka barangsiapa
yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman,- dan barangsiapa yang ingin (kafir)
biarlah ia kafir." (QS. al-Kahfi: 29)
Lalu Allah memberikan perumpamaan tentang orang kaya dan
orang miskin itu dalam firman-Nya
Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang laki-laki (QS.
al-Kahfi: 32)
Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia (QS.
al-Kahfi: 45)
Implikasinya, Rasulullah yg menjadi sangat menghormati dan
memuliakan para fakir miskin itu.
Ketika Rasulullah yg berangkat berhijrah ke Madinah, mereka -
para fakir miskin itu- ikut berhijrah pula bersama beliau. Di sana, mereka
tinggal di shuffah (serambi) masjid sambil beribadat di situ, hingga
akhirnya mereka dinamakan ashhabush-shuffah. Setelah itu datang pula
rombongan muhajir lain yang juga fakir, lalu bergabung bersama
mereka, hingga bertambah jumlah mereka.
Mereka menyaksikan kebaikan-kebaikan yang telah dijanjikan oleh
Allah kepada para wali-Nva. Mereka menyaksikan itu dengan cahaya
iman, karenanya hati mereka tidak lagi bergantung kepada sesuatu pun
yang ada di dunia. Bahkan mereka mengatakan, "Hanya kepada Engkaulah
kami beribadah, hanya karena Engkaulah kami merendahkan diri dan bersujud,
serta dengan pertolongan-Mulah kami memohon petunjuk dan bimbingan.
"36. Diriwayatkan oleh Al-Wahidi dalam Asbabun Nuzul(&2p dan sanadnya sangat lemah. Lihat Zadul Masir
(5/132).
t a 0 1 _lk. L ^ ^ , O -U V JJ t
gi \ * £ 0 f 3 '
UaJl o *< wL* J
Menyakiti Hamba-Hamba Allah dan Bertindak Lalim Terhadap Mereka ►► 361
Kami bertawakkal dan bergantung kepada-Mu. Kami merasa senang dan
gembira dengan menyebut-Mu. Kami merumput dan menggembala di padang
kasih sayang-Mu. Kami bekerja dan berusaha keras karena-Mu. Dan kami
tidak akan meninggalkan pintu-Mu selama-lamanya.
Kemudian Allah berfirman, “Dan janganlah kamu mengusir orang-
orang yang menyeru Rabbnya di pagi hari.” (Al-An'am: 52)
Maknanya; janganlah kamu mengusir orang-orang yang setiap pagi
dan sore selalu berdzikir mengagungkan asma Allah. Janganlah kamu
mengusir orang-orang yang menjadikan masjid sebagai tempat tinggal
mereka, serta Allah menjadi tumpuan dan kecintaan mereka. Lapar
menjadi makanan mereka, selalu berjaga ketika orang-orang tengah
tidur menjadi lauk mereka, kefakiran dan kemelaratan menjadi ciri khas
mereka. Mereka mengikat kemauan mereka di pintu Rabb mereka.
Mereka bentangkan wajah mereka di mihrab-mihrab tempat berbisik
mereka.
Kefakiran itu ada yang umum dan ada yang khusus. Kefakiran
yang umum itu adalah kebutuhan kepada Allah swt. Ini sudah menjadi
sifat semua makhluk, baik yang mukmin maupun yang kafir. Inilah
makna firman Allah, “Wahai manusia, kalianlah yang butuh kepada
Allah.” (QS Fathir : 15)
Adapun yang khusus adalah sifat fakir yang dimiliki oleh para wali
Allah dan orang-orang yang dicintai-Nya. Tangan mereka terbebas dari
dunia dan hati mereka pun terputus dari ketergantungan kepadanya.
Mereka hanya sibuk dengan Allah, merindukan-Nya, dan merasa
tenang dengan berkhalwat bersama-Nya.
Ya Allah, anugerahkanlah kemampuan untuk merasakan manisnya
munajat kepada-Mu. Bimbinglah kami ke jalan yang Engkau ridlai.
Jauhkanlah dari kami segala hal yang dapat menjauhkan kami dari-
Mu. Mudahkanlah bagi kami segala yang Engkau mudahkan bagi
orang-orang yang Engkau cintai. Ampunilah kami, kedua orang tua
kami, dan semua kaum muslimin.
D:imsB Besar
362
[>
Ay
-sa
Besar
ISBAL (MENGULURKAN KAIN DI
BAWAH MATA KAKI) DENGAN
PERASAAN SOMBONG
Allah i* berfirman:
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
(Luqman: 18)
Nabi bersabda:
j.
Atf' &
■Z&\\
LL.I L»
Kain yang menjulur melebihi mata kaki, (pemakai)nya akan masuk neraka.707
> ' ' ' ' K z, '
' jJaj Sjljl J>r \A <0)1 dsOj 'j
Allah tidak akan memandang kepada orang yang mengulurkan kainnya karena
sombong.708
Beliau juga bersabda:
v
Tiga gogolngan orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari
kiamat kelak, serta tidak akan dipandang-Nya, dan tidak pula disucikan-Nya,
yaitu; orang yang mengulurkan kainnya, orang yang suka mengung-kit-ungkit
kebaikannya, dan orang yang menjual dagangannya dengan sumpah palsu. 09
707. Takhrij -nya telah disebutkan di muka.
708. Diriwayatkan oleh AI-Bukhari (5788) dan Muslim (2078) dari Abu Hurairah.
Isbal » 363
Dalam hadits lain disebutkan, "Ketika seorang laki-laki berjalan
dengan pakaian yang indah, bangga akan dirinya, tiba-tiba ia ditelan bumi,
dan ia bergerak-gerak di dalamnya sampai hari kiamat."710
Rasulullah bersabda, "Barangsiapa mengulurkan kainnya karena
sombong, kelak pada hari kiamat, Allah tidak akan memandangnya.”711
Beliau ^ bersabda:
■ L»L>j<Jl » J jljV
o s 3, -• . » t , os . \ \ ' 3
f Ajj' y2-~ i
"Adanya isbal itu adalah dalam masalah kain, baju gamis, dan sorban. Orang
yang mengulurkan sesuatu darinya karena sombong, maka Allah tidak akan
memandangnya pada hari kiamat kelak.''7 11
Sabda Rasulullah syg:
o . o > i „
j j\ d \
- O * w - -/
O x 3 -'O ^ ? ■- 3 -■ > y'» - * . 3 ^ ^ i ,
)15 L* 4 *1p ?r j>~ 2 4
j&\ j ^ ^ 'u ’J
"Bentuk cara mengenakan kain orang mukmin itu adalah sampai separuh
betisnya, dan tidak apa-apa lebih sedikit antara separuh betis sampai ke mata
kaki, sedangkan orang yang memakainya di bawah mata kaki, maka ia akan
masuk neraka."710
Ini adalah sifat umum dalam semua pakaian, seperti; celana, baju,
jubah, qaba (sejenis pakaian luar), dan lain-lain.
Sahabat Abu Hurairah gfy berkata, "Ketika seorang laki-laki
sedang mengerjakan shalat dengan mengulurkan kainnya, Rasulullah
#§ berkata kepadanya; pergilah dan ulangi wudlumu!. Kemudian orang
itu datang, lalu disuruh oleh beliau supaya berwudlu lagi. Lalu seseorang
bertanya, ’Ya Rasulullah, mengapa Anda memerintahkannya
mengulangi wudlu?' Beliau menjawab,
l' ' ^ t J ' 'S l 3 ' - ' z. s * 3 f f ' * f' ' l'
ajljj ^ 4uJl '-'l* ajljj jlK 4jj
709. Takhrij-nya telah disebutkan di muka.
71 0. Diriwayatkan oleh A!-Bukhari (5789) dan Muslim (2088) dari Abu Hurairah.
71 1 . Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5791 ) dan Muslim (2085) dari Ibnu Umar.
712. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (4094), Ibnu Majah (3576). An-Nasa'i (8/208) dan Ath-Thabrani (1 3209) dari
Ibnu Umar, dan di-sbab/b-kan oieh Asy-Syaikh dalam ShahihAI-Jami ( 2770).
713. Diriwayatkan oleh Malik (2/914). Ahmad (3/5 30). Ath-Thayalisi (2228), Abu Dawud (4093), Ibnu Majah
(3573) dan Ibnu Hibban (5446) dari Abu Sa’id dan sanadnya shahih.
364
D'o%a Besar
'Karena ia mengerjakan shalat dengan mengulurkan kainnya. Allah tidak
akan menerima shalat orang yang mengulurkan kainnya.'"' 14
Rasulullah bersabda, " Barangsiapa mengulurkan kainnya karena
sombong, maka Allah tidak akan memandangnya pada hari kiamat kelak.1'
Kemudian Abu Bakar /Yk bertanya, "Ya Rasulullah, kain saya suka turun
dengan sendirinya kecuali kalau saya pegang." Rasulullah ‘pM. menjawab,
"Engkau tidak termasuk orang yang melakukannya karena sombong." in
Ya Allah, curahkanlah kepadaku kelembutan-Mu, dengan rahmat-
Mu wahai Yang Maha Mengasihi.
714. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (638.4086) dan Abu Hurairah dan di-c/ba'ff-kan oleh Asy-Syaikh dalam
Adh-Dha‘if (124 .884).
715. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/136). Al-Bukhari (3665.5784). Muslim (2085), Abu Dawud (4085), An-Nasa'i
(8/208) dan Ibnu Majah (3576).
Isbal ►► 365
D#sa
Besar
MEMAKAI KAIN SUTERA DAN
EMAS BAGI KAUM LELAKI
Dalam Shahih Bukhariy dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah
bersabda:
- r . . J o 3 , 'O* , . - 3 . ! :
^ /-S*- j
Orang yang memakai sutera di dunia, tidak akan memakainya di akhirat. '
Hadits ini bermakna umum, baik untuk tentara maupun yang
lainnya. Rasulullah ^ bersabda:
^1 J ^JjC- , -jSjJl a * y>-
Diharamkan sutera dan emas atas ummatku yang laki-laki. 717
Hudzaifah bin Yaman berkata:
iru o
4 4 * 1-7 ii :
iil «
SwUl I
«ID ' jt . - Gaji
" - - v ^ ■
^y- ■ dL^j
"Nabi melarang kami minum di dalam bejana emas dan perak, dan makan
di dalamnya. Juga melarang kami memakai kain sutera yang halus dan kasar,
serta duduk di atasnya."~ls
Maka barangsiapa menghalalkan pakaian sutera untuk kaum lelaki,
orang itu menjadi kafir. Hanvasanya Nabi gs mengizinkan
pemakaiannya bagi orang yang sedang menderita sakit gatal-gatal, kudis
716. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5832) dan Muslim (2073) dari Anas dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5833)
dari Ibnu Zubair, dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5834) dari Umar.
717. Diriwayatkan oleh Ahmad (4/396). Ath-Thayalisi (506). An-Nasa'i (8/161 ) dan At-Tirmidzi (1720) dari Abu
Musa. Dan Ahmad (1/96), Abu Dawud (4057). An-Nasa'i (8/160). Ibnu Majah (3595) dan Ath-Thahawi (4/
250) dari Ali dan ia adalah hadits shahih.
718. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5837) dan Muslim (2067) dari Hudzaifah.
Memakai Kain Sutera dan Emas Bagi Kaum Lelaki ►► 367
dan sebagainya.71y Diboienkan juga bagi orang yang berperang ketika
sedang menghadapi musuh. Sedangkan pakaian sutera sebagai hiasan
untuk kaum laki-laki, maka hukumnya haram berdasarkan ijma' kaum
muslimin. Ini berlaku untuk pakaian luar dan pakaian dalam. Termasuk
yang diharamkan juga jika kandungan sutera suatu jenis kain lebih
banyak dari pada bahan lainnya. Emas juga diharamkan dipakai oleh
kaum lelaki, baik berupa cincin, kancing, atau hiasan pedang dan lain-
lainnya.
Nabi yg pernah melihat ada cincin emas di jari tangan seorang
laki-laki. Beliau mencabutnya seraya berkata,
d ^ l -i * ^
r o s * /
"Seseorang dari kalian mengambil sepotong bara api lalu meletakkannya di
tangannya."720
Para ulama berselisih pendapat dalam hal boleh tidaknya seorang
anak kecil memakai sutera atau emas. Sebagian ulama membolehkan
dan sebagian yang lain mengharamkannya berdasarkan keumuman
sabda Nabi "Keduanya ini (sutera dan emas) haram untuk kaum laki-
laki ummatku, dan halal untuk kaum wanitanya."'21
Anak kecil termasuk pula yang kena larangan. Inilah pendapat
madzhab Imam Ahmad dan yang lain.
Mari kita memohon taufiq kepada Allah terhadap apa yang dicintai
dan diridlai-Nva, sesungguhnya Dia Maha Pemurah.
719. Dikeluarkan oleh Ahmad (3/255.272). Al-Bukhari (2921 ,2922). Muslim (2076), Abu Dawud (4056), An-
Nasa 'i (8/202) dan Ibnu Majah (3592) dari Anas. ia berkata, "Nabi 55 memberi keringanan bagi Abdurrahman
bin Aufdan ZubairbinAwwam memakai kain sutra karena penyakit gatai yang dialami keduanya. "
720. Diriwayatkan oleh Muslim (2090) dari Ibnu Abbas.
721 . Lihat haditsnya (pada catatan kaki no.7l 7) dari dosa 56 ini.
368 1 D~D%.iBesar
D
:sa
Besar
BUDAK YANG MELARIKAN DIRI
DARI TUANNYA
Dalam kitab Shahihnya, Imam Muslim meriwayatkan bahwa
Rasulullah bersabda:
sbL^ «J
Jika seorang budak melarikan diri (dari tuannya), maka shalatnya tidak akan
diterima. 2'
Juga:
f , * ■■ s s Co /*£
y. “di® yy. k«_ii
Budak mana saja yang melarikan diri (dari tuannya) maka telah lepaslah
jaminan (atas darah, harta dan kehormatan) darinya.'23
Ibnu Khuzaimah meriwayatkan sebuah hadits dari Jabir bin
Abdullah , katanya, "Rasulullah £3 bersabda:
f z , f 3
mA
b I
jt
2J b' * sb1-
' 3 s — ' S t s i , , i ' t
J A l uJL b kj bl
b' '
o;
Tiga golongan yang shalat mereka tidak akan diterima oleh Allah dan kebaikan
mereka tidak akan diangkat ke langit; budak yang melarikan diri dari tuannya
sampai ia kembali, wanita yang suaminya marah kepadanya sampai si suami
ridha kepadanya kembali, dan orang yang mabuk sampai ia sadar kembali 21
722. Diriwayatkan oleh Muslim (70; dan Abu Dawud (4360) dan Jarir.
723. Diriwayatkan oieh Muslim (69).
724. Takhrijnya telah disebutkan di muka.
Budak yang Melarikan Diri dari Tuannya ►► 369
Fudlalah bin 'Ubaid meriwayatkan secara marfu', "Tiga golongan
yang tidak akan ditanya tentang mereka, seorang laki-laki yang memisahkan
diri dari jamaah dan tidak mentaati imamnya; seorang budak yang melarikan
diri (dari tuannya) kemudian mati dalam keadaan bermak-siat; seorang wanita
yang suaminya sedang tidak ada di tempat, dan suami-nya itu sudah mencukupi
keperluannya, namun ia menampakkan kecantikan-nya (di luar rumah),71'
seperti yang dilakukan oleh kaum jahiliyyah. yaitu kaum yang hidup di
antara Nabi Isa y/gk dan Nabi Muhammad
Demikian disebutkan oleh al-Wahidiv
725. Diriwayatkan oleh Ahmad (6/19). Al-Bukhar: dalam Al-Adab (590). Ath-Tabrani (18/788), Ibnu Hibban
(4559), Al-Bakim (1/119) dan Al-Baihaqi Asy-Syu'ab (7797) dari Fadhaiah bin Ubaid dan ta shahih.
370 1 D 2%., Besar
D~Besar^)Q
MENYEMBELIH KARENA
SELAIN ALLAH mfi
Ini seperti seseorang yang mengucapkan 'Dengan nama setan' atau
'..berhala, atau '..syaikh fulati.
Allah berfirman:
\ * 0 •* 3 ■*! x h '*
^ ^ artm’ t L-*-****-' ' ^ ^9 4—
, , > > o , ^ ^
>4J -Cl • 4_uP <U)I
'Ju ^ il. fhTli V ,
> > , . © J ,* i3 ^
O Z /* + 3 ,» O ,».*©, f S x 3 . «
^ r
Dan janganlah kamu makan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah
ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah
suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-
kawannya agar mereka membantah kamutdan jika kamu menuruti mereka,
sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik. (Al-An'am:
121)
Ibnu 'Abbas berkata, "Yang dimaksudkan oleh ayat itu adalah
bangkai dan binatang yang mati karena tercekik, yang terpukul, yang
jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat
kamu menyembelihnya, serta (diharamkan bagimu) yang disembelih
untuk berhala. (Al-Maidah: 3)"
Al-Kalbiy berkata, ”yaitu binatang yang disembelih tanpa disebut
nama Allah atau yang disembelih untuk selain Allah i*
Atha’ berkata, "Allah melarang memakan sembelihan-sembelihan
yang disembelih oleh orang-orang Quraisy dan Arab yang mereka
persembahkan untuk berhala-berhala."
Maksud dari firman Allah:
Menyembelih Karena Selain Allah
►► 371
Sesungguhnya itu adalah suatu kefasikan (AI-An'am: 121)
yaitu; sesungguhnya semua bangkai yang disembelih tanpa disebut
nama Allah itu suatu kefasikan atau keluar dari kebenaran dan dien.
t
JU! .1
jl
Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka
membantah kamu
Maksudnya adalah setan membisikkan kepada para walinya
(orang-orang musyrik) perkataan-perkataan batil supaya dapat
mendebat kaum muslimin. Mereka itu membantah kaum mukminin
dalam masalah bangkai. Ibnu 'Abbas berkata, “Setan membisikkan
kepada manusia yang menjadi walinya, Bagaimana kamu menyembah
dzat yang kamu tidak memakan apa yang dimatikannya sedangkan
kamu memakan apa yang kamu matikan (bunuh)?' Lalu Allah
menurunkan 'Dan jika kamu mentaati mereka’ yaitu menghalalkan
bangkai ‘maka kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.”’
Az-Zajaj berkata:
\ , i i * s. ' J , 3 J \ ' j , j ”
Lul Jj>-( d—3 * f » j>- L_* d
'l?- ' ■ 'S"
y y -J yy
)\ L_lJi iJlA ■
, a f 'f'.
M a
"Ayat ini menjadi dalil bahwa setiap orang yang menghalalkan sesuatu yang
diharamkan Allah atau mengharamkan sesuatu yang dihalalkan oleh Allah,
ia adalah seorang yang musyrik."
Jika ada yang bertanya, "Bagaimana Anda menyatakan kemubahan
sembelihan seorang muslim tanpa menyebut nama Allah ketika menyembelihnya,
padahal sekilas ayat ini menashkan keharamannya?", maka jawabnya;
"Sesungguhnya para mufassir telah menafsirkan 'binatang-binatang yang tidak
disebut nama Allah atasnya' itu adalah bangkai. Dan tidak ada seorang pun
dari mereka memahaminya sebagai sembelihan seorang muslim yang tidak
membaca basmalah. Ayat ini juga menjelaskan bahwa yang diharamkan di sini
adalah bangkai. Yaitu 'sesungguhnya itu adalah suatu kefasikan’, dan tidak
dikatakan fasik seseorang yang memakan sembelihan seorang muslim yang tidak
membaca basmalah."
372 o:D\a Besar
Yang menunjukkan hal di atas juga,
J\ 'J J»' J J' j
Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka
membantah kamu.
Perbantahan itu terjadi dalam masalah bangkai, sebagaimana
diijma'kan oleh seluruh ahli tafsir, dan bukan dalam masalah sembelihan
orang muslim yang tidak menyebut basmalah ketika menyembelihnya.
Juga,
Dan jika kamu mentaati mereka' yaitu menghalalkan bangkai 'maka kamu
tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.
kemusyrikan di sini adalah karena menghalalkan bangkai bukan
menghalalkan sembelihan seorang muslim yang tidak membaca
basmalah ketika menyembelih.
Abu Manshur meriwayatkan dari Abu Hurairah Mu katanya,
"Seseorang bertanya kepada Rasulullah v . 'Bagaimana pendapat Anda
jika ada seseorang dari kita menyembelih tetapi lupa tidak mengingat
nama Allah w ?’ Maka Nabi menjawab, 'Nama Allah terdapat di lisan
setiap muslim."'71''
Abu Manshur juga meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas bahwa
Nabi bersabda, "Cukup baginya menyebut nama Allah. Dan jika ia lupa
menyebut nama Allah ketika menyembelih, maka sebutlah nama Allah dan
ingatlah Allah ( berdzikirlah ) pada waktu hendak memakannya."727
’Amru bin Abu 'Amru memberitahukan kepada kami dengan
sanadnva sampai kepada 'Aisyah iv bahwa suatu kaum datang kepada
Rasulullah i® seraya berkata, "Ya Rasulullah, suatu kaum datang kepada
kami memberi daging. Kami tidak tahu apakah ketika menyembelihnya mereka
menyebut nama Allah ataukah tidak!' Rasulullah menjawab,
' NA a aAs-
726. Maudhu': Diriwayatkan oieh Ibnu Ad: (6 385i. Ad-Daruquthm (4/285/94), Ath-Thabiani dalam Al-Ausath
(4769) dan Al-Baihaqi (9,240). Asy-Syaskh berkata/'Maudhu’'. lihat Dh'iful Jami’(955).
727. Diriwayatkan oleh Ad-Daruquthn; (4 296 96.98) dan Al-Baihaqi (9/239) dari Ibnu Abbas secara marfu’dan
mauquf. Sedangkan Al-Baihaqi menguatkan bahwa hadits ini adalah mauqut.
Menyembelih Karena Selain Allah /w
►► 373
"Sebutlah nama Allah padanya lalu makanlah!"'-*
Ini akhir dari pernyataan al-YVahidiv njy , dan di depan telah disebut
sabda beliau
-K'
•'l 5' I ' '• 5 ■ ■ (
^ ' v^' ^ w
Allah melaknat siapa yang menyembelih karena selain Allah b’9
~13 Diriwayatkan oleh Malik (2/488/1 ). Al-Bukhari (5507) dan Ad-Daruquthni (4/296/99) dari Aisyah
"2 4 Takhrij- nya telah disebutkan di muka.
3 74
d:d%* Besar
Ddsa
Besar
MENASHABKAN DIRI KEPADA
SELAIN BAPAKNYA SENDIRI
Sahabat Sa'ad
meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:
> f* - - > ' f y'. 1
oj 1 a 4_u ' J
X - -y — \S
J'
Barangsiapa menusukkan diri kepada selain bapaknya sedangkan ia mengetahui
bahwa orang itu bukan bapaknya, maka surga menjadi haram baginya.7™
Abu Hurairah -A- meriwayatkan juga bahwa Nabi bersabda:
•
’<tUl
' P ' —P y "y
janganlah kalian membenci bapak kalian; barangsiapa membenci bapaknya
maka kafirlah ia™1
Disebutkan pula bahwa beliau bersabda:
4jji <u*J J' po' 'r4 «
^ ^ - p~* >- c v»? s-r j
Barangsiapa menasabkan diri kepada selain bapaknya, niscaya laknat Allah
(tertimpa) ke atas dirinya. ™
Zaid bin Syuraik berkata. "Sava melihat Ali ig- berkhutbah di atas
mimbar, saya dengar ia berkata, 'Demi Allah, tidak ada kitab yang pada
kami yang kami baca selain dari Kitab Allah A' dan apa yang tertulis
pada lembaran-lembaran ini’’ Lalu ia memamerkanya. Di antara yang
dipamerkan itu ada gigi-gigi onta dengan sedikit luka. Di situ tertulis
bahwa Rasulullah bersabda,
730. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6767) dan Muslim (63) dari Sa'ad.
731 . Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6768) dan Muslim (62).
732. Diriwayatkan oleh Muslim (1370) dan telah disebutkan di muka.
Menashabkan Diri Kepada Selain Bapaknya Sendiri ►► 375
s f s % * z s ' i s' S s ' z , ?
\ J li j^iS daliijl »JJ 4_L« «ij1 j;s ' . \ 'j^r\ aSocjij jU'
-- -- ')*• a, ^ . f-'''' 3 • f<
3-b>“' * L/'U>-U^'' Lo J *i,U^ \L* 4-J_*3 4_J' ^31
'Madinah adalah tanah haram yaitu antara 'lir dan Tsuur. Maka barangsiapa
berbuat bid’ah di dalamnya, atau membantu pembuat bid'ah, niscaya laknat
Allah, malaikat, dan manusia seluruhnya (tertimpa) atasnya. Allah tidak
akan menerima amalannya pada hari kiamat kelak. Dan barangsiapa
menjadikan orang lain sebagai tuan (pemilik budak) selain dari tuannya,
maka ia pun akan memperoleh seperti itu. Jaminan kaum muslimin itu satu i"'33
Abu Dzar i-P berkata, bahwa ia mendengar Nabi jfiy, bersabda:
S 0 . . / I X 0[ { ' ' x ^ .3 ■ S > « 3^. X , > 3
U>> 4J La ‘WkAJ J jJffJ ' **
«> - - ^ t 3 # J| , - ' , * 0 l' ss s S'
hi\ di JdS"" « 4JJ1 »JtP JLS «i .oOb 'y'or \ Lco v-* • jLil ■ I «_u J *
^llp jV>-
Tidak seorang pun yang menasabkan diri kepada selain bapaknya sedangkan
ia mengetahui bahwa orang itu bukan bapaknya, kecuali dia kafir. Barang-
siapa mengakui sesuatu yang bukan miliknya bukanlah golongan kami dan
hendaknya bersiap-siap menempati tempat duduknya dari api neraka.
Barangsiapa memanggil seseorang dengan sebutan kafir, atau berkata 'hai
musuh Allah', sedangkan orang itu tidak demikian, maka perkataannya itu
akan berbalik menimpa dirinya. '4
Marilah kita memohon ampunan kepada Allah, juga kesejah-teraan
dan taufiq untuk semua yang dicintai dan diridlai-Nya. Sesung-guhnya
Dia Maha Memberi lagi Maha Pemurah.
733. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1870). (6755) dan Muslim (1370).
734. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6045). Musim (61 ) dan ini lafal darinya (Muslim).
D:i>%a Besar
376
Ddsa
Besar
BERDEBAT DAN BERSENGKETA
Allah ii; berfirman:
jJi
Js. -ulAj ^ ^ J
* 3, * 3 f' . s . ^ . 5 f f3
J-Ajj « Lj-i -i — -AJ 3jY ^3
J ISI ^ ^Lua^Jl
sL~iJl
Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia
menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi
hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras. Dan apabila ia
berpaling (dari mukamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan
padanya, dan merusak tanaman-tanaman dan binatang ternak, dan Allah
tidak menyukai kebinasaan. (Al-Baqarah: 204-205)
Di antara perkataan yang tercela itu adalah mira' , jidal, dan
khushumah.
Hujjatul Islam, Imam Ghazzaliv r:A berkata, "Mira’ adalah Anda
menjatuhkan ucapan orang lain semata-mata untuk menghina si
pembicara dan menampakkan kelebihan Anda." Beliau juga berkata,
"Sedangkan jidal adalah suatu ungkapan yang berkaitan dengan
pembelaan terhadap pendapat madzhab-madzhab." "Adapun
khushumah adalah sikap keras kepala dalam pembicaraan guna
mencapai maksud, baik menyangkut harta atau lainnya. Adakalanya
seseorang memulai khushumah dan adakalanya pula hanya karena
menyanggah, sedangkan mira’ hanya ada sebagai sanggahan.", kata
beliau pula.735
735. Lihat: Al-lhya’ (3/261).
Berdebat dan Bersengketa ►► 377
Imam an-nawawiy ifK berkata, "Ketahuilah bahwa jidal (perde-
batan) itu kadangkala benar dan kadang pula salah. Allah ir: berfirman,
“Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara
yang paling baik.” (Al-'Ankabut: 46)
Dan debatlah mereka dengan cara yang paling baik. (An-Nahl: 125)
1 a sdd vujl Ajj' oblc- JoLsrtjb»
Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-or-
ang yang kafir. (Al-Mukmin: 4)
An-Nawawiy melanjutkan, "Apabila perdebatan itu ditujukan
untuk mencari atau menetapkan kebenaran, maka itu adalah terpuji;
dan jika untuk menolak kebenaran atau berdebat tanpa landasan ilmu,
maka itu tercela. Atas dasar inilah turun nash yang memerintahkan
kebolehan dan celaan terhadap perdebatan itu."
Sebagian ulama berkata, "Tidak ada sesuatu yang saya lihat lebih
cepat menghilangkan agama dan mengurangi harga diri serta
menyibukkan hati selain khushumah (persengketaan)."
Jika dikatakan 'Kadangkala manusia itu harus bersengketa untuk
memperoleh haknya.', maka jawabnva adalah seperti yang dikatakan
oleh al-Ghazzaliy berikut ini;
"Ketahuilah bahwa celaan yang keras itu sebenarnya ditujukan
kepada orang yang bersengketa dengan kebatilan dan tanpa dasar ilmu,
seperti seorang pengacara, ia memulai persengketaan sebelum
mengetahui kebenaran dan di pihak mana ia berada, maka di situlah ia
bersengketa tanpa ilmu.
Dan termasuk persengketaan yang tercela pula adalah orang yang
menuntut haknya. Sebab ia tidak merasa cukup sebatas keperluannya
saja, tetapi ia juga menampakkan kesengitan, kedustaan, dan kata-kata
yang menyakitkan kepada lawan bersengketanva. Begitu juga orang yang
menambahkan pada persengketaan kata-kata yang menyakitkan padahal
itu tidak diperlukan dalam mendapatkan haknya. Begitu juga orang yang
bersengketa semata-mata karena permusuhan, untuk mengalahkan dan
menghancurkan lawannya. Ini sangat tercela.
Adapun orang yang teraniaya yang mengemukakan argumen-
tasinya sejalan dengan syara’ tanpa disertai dengan kata-kata sengit
378 i D:Rsa Besar
dan berlebihan, dan tanpa bertujuan untuk menyakiti, maka itu tidak
haram. Akan tetapi lebih baik dihindari, jika ada jalan lain. Sebab
menjaga lisan dalam pertengkaran pada batas yang diizinkan itu sangat
sulit. Apalagi pertengkaran itu biasanya akan membangkitkan dan
mengobarkan kemarahan. Jika kemarahan telah bangkit maka
terlahirlah kedengkian di antara kedua belah pihak, sehingga masing-
masing akan merasa
jengkel dengan kegembiraannya. Juga, segala macam cara akan dicari
untuk memburuk-burukkan lawannya. Orang yang bertengkar tidak
akan luput dari bencana; setidaknya hatinya tidak akan bisa tenang,
sekalipun dalam shalat. Pikirannya selalu mencari jalan untuk dapat
mengalahkan lawannya, sehingga keadaannya tidak bisa lurus lagi. Jadi
penengkeran persengkataan itu adalah sumber kejahatan. Demikian
pula dengan jidal dan mira’. Maka seyogyanyalah seseorang itu tidak
membuka pintu sengketa kecuali benar-benar sangat penting dan tidak
adalah jalan lain selainmu."
At-Tirmidziy meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas diA
katanya, 'Rasulullah m?: bersabda:
d— -3 b*-* JljJ V J! LJi dw ciA
Cukuplah sebagai suat u dosa bagimu apabila engkau selalu bersengketa .7;,n
:Ali .iR berkata, "Sesungguhnya persengketaan itu mengandung
bahaya. "
PASAL
Dari Abu Hurairah berkata, “Rasulullah bersabda £§ ,
‘Barangsiapa berdebat disertai pertengkaran tanpa (didasari) ilmu, tidak akan
hilang kemarahan itu sampai berpisah’.”
Abu Umamah
-^3 bunyinya:
i A, O >.
menyampaikan sebuah hadits dari Rasulullah
1 1 iJ 4' <U^P ^ L3 jJu > J L-b L»
3 oj L* ) 4j ^ ^ 3 -l_A «> * aJ_P
vi di.1
736. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi i 1 994). Ath-Thabram ( 11032) dan Al-Baihaqi (8432) dalam Asy-Syu'ab dari
Ibnu Abbas, dan ia dha’if. Lihat: Dha if At-Jami’ (41 91).
737. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam Asb-Sbam(hu(153)dan juga dalam Al-Ghibah{ 14), Al-Ashbahani
dalam At-Targhib(974). Al-Uqaili dalam Adh-Dhau‘afa' . Hadits ini tercatatdalam Dha'ifAI-Jami' (5551 ).
Berdebat dan Bersengketa ►►379
Suatu kaum tidak akan tersesat sesudah mendapat petunjuk kecuali apabila
mereka melakukan perdebatan. Kemudian beliau membaca ayat (Mereka tidak
memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud
membantah saja) (Az-Zukhruf: 58)738
Nabi j^g bersabda, "Yang paling aku takuti atas kamu adalah
ketergelinciran lidah orang alim dan perbantahan orang-orang munafik dalam
perkara al-Qur'an dan dunia, yang akan menyebabkan kalian saling
memenggal leher."
Demikian pula diriwayatkan dari Ibnu 'Umar.
Nabi gjg bersabda juga,
3 > >0 f 0
"Mira’ (berbantah-bantahan) tentang al-Qur'an itu perbuatan kufur."740
Pasal
Berbicara dengan perkataan yang terlalu dibuat-buat fasih atau
bersajak dengan cara yang dibuat-buat seperti yang biasa dilakukan
oleh orang-orang yang sok fasih, semua ini adalah perbuatan tercela
dan hukumnya makruh. Selayaknya seseorang itu berbicara dengan
kata-kata yang jelas, mudah dipahami, dan tidak terlalu memaksakan
diri.
Imam Tirmidziv meriwayatkan sebuah hadits dari 'Abdullah bin
Amru bin Ash urS* bahwa Rasulullah ^g bersabda:
s > s. ^ f i > ^ -o s. *
5 jjid. )l LL>eJU L w Jl dji ji
Sesungguhnya Atlah membenci orang yang membuat-buat fasih bicaranya,
yang menggerak-gerakkan lidahnya seperti sapi. 41
At-Tirmidziv berkata, "Hadits ini hasan."
Juga sebuah hadits dari Jabir cik , bahwa Rasulullah J^g bersabda:
738. Diriwayatkan oleh Ahmad (5/552). At-Tirmidzi (3253). Ibnu Majah (48). Al-Hakim (2/447), Ibnu Jarir (25/
88), Ath-Thabrani (8076) dan di-basan-kan oleh Asy-Syaikh dalam Shahih Al-Jami’ (5633).
739. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi Asy-Syu'ab (1 0311 .10313) dan Al-Ashbahani dalam At-Targhib (977) dari
Ibnu Umar dan isnadnya dhaif.
740. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/286.300). Abu Dawud (4603) dan Al-Hakim (2/223) dari Abu Hurairah dan ia
shahih. Lihat: Shahih At-Jami (6687).
741 . Diriwayatkan oleh Ahmad (2/1 65,1 87). Abu Dawud (5005), At-Tirmidzi (2853) dan Ibnu Abi Dunya dalam
Al-Ghibah{9) dan juga dalam Ash-Shamthu(U9). Dan di-sbab/b-kan oleh Asy-Syaikh Al-Albani.
380 1 D:b%a Besar
f s Z s * 'S t s 3
or" Jl r-O-1 ,
> 4J ^~A ^ -C*J 1 J
* u • jIj yd 1 LwqJ_p Sk <u_!i
Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling
dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat nanti adalah orang yang
paling baik akhlaqnya. Dan sesungguhnya orang yang paling aku benci dan
yang paling jauh tempat duduknya dariku pada hari kiamat kelak adalah
orang yang banyak cakap ( omong kosong), orang yang suka berbicara dengan
difasih-fasihkan, dan mutafaihiqun. Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah,
kami sudah mengerti orang yang banyak cakap (omong kosong) dan orang
yang suka berbicara dengan difasih-fasihkan. Lalu siapakah mutafaihiqun itu?"
Beliau menjawab, "Yaitu orang-orang yang sombong."
At-Tirmidziy berkata, "Ini hadits hasan."'42
Ketahuilah bahwa memperindah kata di dalam khutbah atau
nasehat-nasehat tidak termasuk dalam celaan di atas, apabila tidak
terlalu berlebih-lebihan dan menggunakan kata-kata yang jarang dipakai
orang-orang pada umumnya. Yang demikian ini karena tujuan dari
khutbah adalah membangkitkan hati supaya taat kepada Allah K dan
dengan menggunakan kalimat-kalimat vang baik dan indah maka akan
dihasilkan pengaruh vang besar.
Wallaahu alam.
742. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (2018). Al-Khathib dalam Tarikhnya (4/63) dan di-hasan-kan oleh Asy-
Syaikh dalam Ash-Shahih (2201 ) dan juga dalam Ash-Shahihah (791 ).
Berdebat dan Bersengketa ►► 381
D" Besar C 3l
MENAHAN KELEBIHAN AIR
DARI ORANG YANG
MEMERLUKANNYA
Allah berfirman:
; > i, >>-, , ,» £ • » /o' " £ ° ’
t Loj m L' * 5 \ o - a L)) n
Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering ;
maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?". (A1-
Mulk : 30)
Nabi bersabda:
bLxj' ‘‘-l I aJlU-o-d C '-a- '' AA I \
Janganlah kamu menahan kelebihan air yang itu berarti kamu mencegah
tumbuhnya tumbuh-tumbuhan. L<
Beliau bersabda:
A 1 ■ d ’l » 4J e'. .U/ A' djJS' \./>i * 4jL>
Ui
Barangsiapa menahan kelebihan air dan makanannya niscaya Allah akan
menahan anugerah-Nya darinya pada hari kiamat kelak.744
Dalam hadits vang lain Rasulullah va bersabda, "Tiga golongan
yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, tidak akan dilihat,
tidak akan disucikan dan disediakan bagi mereka adzab yang pedih; seseorang
dengan kelebihan air di suatu jalan ia menahannya dari seorang musafir,
seseorang yang membabat pemimpin hanya karena harta dunia, jika ia diberi
ia memenuhi bai'atnya namun jika tidak ia pun tidak memenuhinya, dan
743. Diriwayatkan oleh Al-Buknari (2353; dan Muslim (1566) dari Abu Hurairah.
744. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/1 79.221 ) dari Abdullah bin Amr, dan di-s/iah/b-kan oleh Asy-Syaikh dalam
Ash-Shahihah(U22}.
Menahan Kelebihan Air dari Oranq yang Memerlukannya ►► 383
seseorang yang menawarkan barang dagangannya selepas 'Ashar lalu ia
bersumpah dengan menyebut nama Allah bahwa ia telah membelinya dengan
harga sekian dan pembeli itu membelinya." (HR. Bukhari dan Muslim.)
Imam Bukhari menambahkan, "..dan seseorang yang menahan
kelebihan airnya, sehingga Allah berfirman, 'Hari ini Aku menahan anuge-
rah-Ku sebagaimana kamu dulu menahan kelebihan barang yang bukan
merupakan hasil kerjamu Z'"'45
745. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2358). Muslim (108) dari Abu Hurairah dan tambahan lafazh di atas dari i
Bukhari dari Abu Hurairah juga (2369).
384 1 D~D%aBesar
" bA.„ 62
MENGURANGI TIMBANGAN DAN
UKURAN
Allah isi berfirman:
0 f f
j J
-ll'i ^ip 'jJllSfi ii' i a b <JJ
Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang
apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila
mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.
(Al-Muthaffifin: 1-3)
As-Suddiy menceritakan, ketika Rasulullah sampai di Madinah,
di sana ada seorang laki-laki yang biasa dipanggil Abu Juhainah. Ia
memiliki dua takaran. Ia menjual dagangannya dengan satu takaran
dan membeli barang dengan takaran yang satunya. Kemudian Allah
menurunkan ayat ini."1"
Abdullah bin 'Abbas berkata, "Rasulullah bersabda, 'Lima dengan
lima.' Mereka bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah lima dengan lima itu?'
Beliau menjawab, 'Tidaklah suatu kaum itu membatalkan kesepakatan (secara
tidak jujur) kecuali Allah akan menguasakan atas mereka musuh mereka.
Tidaklah mereka berhukum dengan selain hukum Allah kecuali kefakiran akan
meraja-lela diantara mereka. Tidaklah perbuatan keji (zina) dilakukan secara
terang-terangan diantara mereka kecuali Allah akan menurunkan penyakit
tha'un (kematian di mana-mana). Tidaklah mereka mengurangi takaran
kecuali tetumbuhan tertahan dan paceklik panjang menjelang. Dan tidaklah
746. Ai-Wahidi menyebutkannya dalam Asbabun Nuzul(%9) tanpa isnad dan dinukil oleh Ibnul Jauzi dalam
Zadul Masir(9l52).
Mengurangi Timbangan dan Ukuran ►► 385
mereka menolak pembayaran zakat kecuali hujan pun akan tertahan dan
mereka.'”'4-
J
ibl.
■JH
Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan
dibangkitkan, ( QS . al-Muthaffifin : 4)
Az-Zajaj berkata, "Maknanya, jika mereka itu yakin bahwa mereka
akan dibangkitkan niscava mereka tidak akan mengurangi takaran atau
timbangan."
pada suatu hari yang besar, (Ai-Muthaffifin: 5)
Yakni hari kiamat.
- 3 «r f , * *
wJUii ^ > yA-l ?
(yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam (Al-
Muthaffifin: 6)
Yakni bangkit dari kubur-kubur mereka untuk menerima perintah,
pembalasan dan perhitungan dari Allah. Mereka berdiri di hadapan-
Nya untuk menerima Keputusan.
Malik bin Dinar berkata, 'Tetanggaku mengunjungiku padahal ia
sakit menjelang ajal. Ia berteriak-teriak, 'Dua gungung api! Dua gunung
api!' 'Apa maksudmu?', tanyaku. Ia menjawab, 'Wahai Abu Yahya, aku
dulu punya dua buah takaran. Aku menjual dengan salah satunya dan
membeli dengan yang satunya lagi.1 Lalu aku berdiri memukulkan
takaran yang satu dengan vang lainnya untuk memecahkannya. Or-
ang itu berkata, 'Wahai Abu Yahya, setiap kali Anda memukulkan
takaran yang satu dengan yang lainnya setiap kali itu pula bertambah
berat sakit saya.' Kemudian orang itu meninggal dengan sakitnya itu."
Muthaffif adalah orang yang mengurangi takaran dan timba-ngan
sedikit-sedikit, ia hampir saja tidak mencuri kecuali sedikit saja. Namun
begitu, ia tetap termasuk ke dalam pencurian, pengkhianatan dan
memakan barang haram.
Allah mengancam orang vang melakukannya dengan wail, yaitu
adzab yang berat. Ada pendapat yang mengatakan bahwa wail adalah
747. Takhrij-n ya telah disebutkan di muka.
386 1 ,'j1, n Besar
lembah di neraka Jahannam, seandainya gunung-gunung dunia
dimasukkan ke dalamnya niscaya akan luluh-lantak karena panasnya.
Sebagian salaf berkata, "Saya bersaksi atas setiap penakar dan
penimbang bahwa ia akan masuk neraka, karena mereka hampir-hampir
tidak dapat selamat dari berbuat curang, kecuali orang-orang yang
dipelihara oleh Allah."
Sebagian lagi berkata, "Aku mengunjungi seseorang yang sakit
dan kelihatan sekarat. Aku mentalqinkan kalimat syahadat, tetapi dia
tidak bisa mengucapkannya. Ketika ia siuman sejenak kutanyakan
kepadanya, 'Wahai saudaraku, mengapa ketika aku mentalqinmu
dengan kalimat syahadat, kamu tidak dapat mengucapkannya?' Ia
menjawab, 'Wahai saudaraku, neraca timbangan ada pada lidahku,
menghalangiku dari mengucapkannya.' Aku kembali bertanya, 'Demi
Allah, apakah kamu pernah mengurangi timbangan?' ia menjawab,
'Demi Allah, tidak! Hanyasaja aku tidak pernah melu-angkan waktu
untuk menguji kebenaran timbanganku.'"
Ini adalah keadaan orang vang tidak menguji kebenaran timba-
ngannya. Lalu bagaimana dengan orang vang memang sengaja
mengurangi timbangannya?!
Nafi' bercerita, "Suatu ketika Abdullah bin Umar melewati seorang
pedagang. Ia berkata, 'Bertakwalah kepada Allah, penuhilah takaran
dan timbangan! Sesungguhnva orang-orang yang suka mengurangi
takaran atau timbangan itu akan diberdirikan (di mahsyar, pent.) sampai
keringat mereka menutupi pertengahan telinga. Begitu pula pedagang
vang mengurangi ukuran kala menjuai dan memanjangkan ukuran
ketika membeli."'
Sebagian salaf berkata, "Kecelakaanlah bagi orang yang menjual
surga seluas langit dan bumi dengan satu biji yang ia kurangkan dari
takarannya. Kecelakaan pula bagi orang yang membeli wail dengan satu
biji yang diambilnya dari kelebihan."
Kita memohon ampunan dan keselamatan dari bala’ dan cobaan
kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Memberi lagi Maha Pemurah.
Mengurangi Timbangan dan Ukuran ►► 387
D#sa
Sesar
MERASA AMAN DARI MAKAR
ALLAH
Allah berfirman, " Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang
telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu
kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka gembira dengan apa yang
telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong,
maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. al-An'am: 44)
Hasan al-Bashriy berkata, "Barangsiapa diberi kelapangan oleh
Allah namun ia tidak memandangnya sebagai makar-Nya, sungguh ia
tidak punya pikiran. Barangsiapa diberi kesempitan oleh Allah namun
ia tidak memandangnya sebagai makar-Nya, sungguh ia tidak punya
pikiran," Lalu Hasan membaca penggal ayat:
-i 1
Sehingga apabila mereka gembira dengan apa yang telah diberikan kepada
mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu
mereka terdiam berputus asa.
Ia juga berkata, "Makar terhadap suatu kaum itu -Demi Rabb
Ka'bah- segala keperluan mereka dipenuhi, lalu mereka diadzab."
'Uqbah bin 'Amir igfe berkata, Rasulullah bersabda, "Apabila
engkau melihat Allah memberikan kepada seseorang apa yang ia sukai, padahal
ia tetap dalam kemaksiatannya, maka itu adalah istidraj dari-Nya." Lalu
Rasulullah membacakan ayat di atas.748
Al-Iblas artinya rasa putus asa untuk dapat selamat pada saat
datangnya kehancuran.
748. Diriwayatkan oleh Ahmad (4/145), Ad-Daufabi ( Al-Kuna ) (1/111), Ath-Thabrani (1 7/330/91 3), Al-Ausath
(9272), Ibnu Abi Dunya dalam Asy-Syukr( hal:9), A!-Baihaqi Asy-Syu'ab (4540) dan d\-shahih-kan oleh
Asy-Syaikh dalam Ash- Shahihah( 414).
Merasa Aman dari Makar Allah ►► 389
Ibnu 'Abbas berkata, "Mereka berputus asa terhadap semua
kebaikan."
Az-Zajjaj berkata, "Al-Mublis adalah orang yang sangat besar rasa
penyesalannya, rasa putus asanya dan rasa sedihnya."
Dalam sebuah atsar disebutkan, ketika Iblis melakukan pembang-
kangan (tidak mau sujud kepada Adam) -sedangkan ia termasuk golongan
malaikat (pernyataan ini bertentangan dengan firman Allah, QS. Al-
Kahfi:50)~ Jibril dan Mikail A-.-, menangis. Lalu Allah ur bertanya
kepada keduanya, "Mengapa kalian berdua menangis?" Mereka menjawab,
"Duhai Rabb kami, kami merasa tidak aman dari makar-Mu." Maka
Allah is: berfirman, "Begitulah seharusnya kalian berdua, janganlah merasa
aman dari makar-Ku!" 44
Adalah Nabi banyak membaca do'a:
3 -M a ^ 9 S }
. * au 2 ps- lu . > dJii l L
Wahai (Dzat) yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas
dien-Mu.
Seseorang bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah Anda khawatir
terhadap kami?" Beliau menjawab:
Sesungguhnya hati manusia itu berada diantara dua jari dari jari-jari ar-
Rahman. Dia membolak-balikkarmya sekehendak- Ny a .""50
Dalam sebuah hadits shahih disebutkan:
s' f -i» - s , ' , . ' 3 f _ '' 3 s c
aILp ju 9 Di 'i j » ccy j unj L» la' Ujv («Jui (k- JS J’.
> y . o £ ^ > 5 - > 5
jLi' pd Dkkj < jLSv.
Sesungguhnya ada seseorang yang benar-benar mengerjakan amalan ahli surga
sehingga ketika jarak antara dia dan surga itu tinggal sehasta -karena tulisan
telah mendahuluinya- ia pun mengerjakan amalan ahli neraka dan masuk ke
dalamnya. ‘ M
Sahi bin Sa'ad as-Sa’idiy meriwayatkan bahwa Rasulullah
bersabda:
749. Sava belum menemukannya, hanya saja tanda-tanda palsunya hadits ini sangat jelas.
750. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (2140) dan Ibnu Majah (2834) dari Anas. Dan baginya beberapa hadits
pendukung yang membuat hadits mi meningkat menjadi Shahih.
751. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (7454) dan Muslim (2643) dari Ibnu Mas'ud.
390 1 D:D%aBesar
Sesungguhnya ada seseorang yang mengerjakan amalan ahli neraka tetapi
akhirnya ia termasuk ahli surga dan ada seseorang yang mengerjakan amalan
ahli surga tetapi akhirnya ia termasuk ahli neraka. Hanyasanya amal-amal
itu tergantung pada penutupnya. '2
Allah telah mengkisahkan dalam Al-Qur’an kisah Bal’am,
bahwasannya dia melepaskan keimanan setelah mendapatkan ilmu dan
mengetahui hakekatnya.755 Sebagaimana pula kisah Barshishan,
seorang 'abid (ahli ibadah) yang mati dalam kekafiran.754
Dikisahkan bahwa di Mesir ada seorang laki-laki yang bertugas
menjadi muadzin sekaligus imam shalat. Padanya terpancar cahaya
ibadat dan ketaatan. Pada suatu hari, ia naik ke menara seperti biasa-
nya untuk mengumandangkan adzan. Di bawah menara itu ada sebu-
ah rumah milik seorang nasrani dzimmiy. Muadzin itu memandang ke
rumah itu, kelihatan olehnya putri si pemilik rumah yang cantik jelita,
dan ia pun tergoda. Ia tidak jadi mengumandangkan adzan tetapi malah
turun menemui gadis itu. Si gadis bertanya, "Anda siapa dan mau apa?"
Orang itu menjawab, "Aku menginginkan dirimu." Gadis itu berkata,
"Saya tidak mau melakukannya secara tidak sah." Orang itu menjawab,
"Aku akan menikahirnu." Gadis itu berkata lagi, Anda seorang muslim,
dan ayahku tentu tidak akan menikahkanku dengan Anda." Orang itu
berkata, "Aku akan masuk nasrani.” Gadis itu berkata, "Kalau begitu
saya mau." Selanjutnya laki-laki itu murtad, beragaman nasrani lalu
menikah dengan gadis itu dan tinggal bersamanya di dalam satu rumah.
Di tengah hari pasca pernikahan laki-laki itu naik ke atap rumah, tiba-
tiba terjatuh dan mati. Isiam telah dilepaskannya, dan ia pun belum
sempat menikmati hidup bersama gadis pujaannya.755
Mari kita memohon perlindungan kepada Allah dari makar-Nya
dan juga su’ul khatimah.
Salim bin Abdullah berkata, "Di dalam sumpahnya Rasulullah
sering mengucapkan:
“52 Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6607 1 dan Muslim (112)
~52. Ath-Thabari menyebutkannya dalam Tarikhnya (1/258), riwayat ini tidak Shahih.
'54. Perikasa kembali kisah ahli ibadah ini dalam Talbis Iblis dengan berbagai jalur periwayatannya.
'55. Kisah ini disebutkan oleh Ibnul Jauzi dalam Dzammul Hawa (hal: 348).
Merasa Aman dari Makar Allah ►►391
JLa]1 ,_~UL» t *)j
Tidak, demi (Dzat) yang membolak-belikkan hati.
Maksud kata membolak-balikkan hati' adalah merubah suasananya
lebih cepat dari pada berhembusnya angin dari menerima menjadi
menolak, dari mengingini menjadi membenci, dan sebagainya.
Dalam al-Qur’an disebutkan, “Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya
Allah mendinding antara manusia dan hatinya.” (Al-Anfal: 24)
Mujahid berkata, "Maksudnya adalah bahwa Allah mendinding
antara seseorang dengan akalnya, sehingga ia tidak mengetahui apa
yang akan dilakukan oleh ujung jemarinya."
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi
orang-orang yang mempunyai akal. (Qaf: 37)
Ath-Thabariy berkata, "Ayat itu merupakan pemberitahuan dari
Allah bahwa Dia lebih memiliki kalbu hamba-hamba-Nya dari pada
mereka sendiri. Dia juga berkuasa mendiding antara mereka dan kalbu-
kalbu mereka, jika Dia menghendaki, sehingga manusia tidak akan
memahami sesuatu pun kecuali apa yang dikehendaki Allah 3^
’Aisyah ^ berkata, "Rasulullah yA) sering mengucapkan kalimat
Jjuplb Js-
o ** 9
• J
U
Wahai (Dzat) yang membolak-balikkan hati, kukuhkanlah hatiku untuk taat
kepada-Mu.
Maka aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, Anda sering sekali berdoa
dengan do'a ini, apakah Anda merasa takut?' Beliau menjawab, 'Wahai
'Aisyah, apa yang dapat menanamkan rasa aman dalam diriku sedangkan
hati semua hamba itu berada di antara dua jari dari jari-jari ar-Rahman,
yang Dia membolak-balikkannya sekehendak-Nya. Jika Dia menghendaki
untuk membolak-balikkan hati seorang hamba, maka Dia membaliknya.'"7*7
Nah, jika hidayah sudah dimengerti, istiqamah tergantung kepada
kehendak-Nya, akibat (dari segala sesuatu itu) tersembunyi, keinginan
756. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (7391 ). Abu Dawua (3262) dan At-Tirmidzi (1540).
757. Diriwayatkan oleh Ahmad (6/91 ). Ibnu Abi Ashim (224). Abu Ya'la (4669), Al-Ajurri dalam Asy-Syari'ah
(217) dan di-s/iaMrkan oleh Asy-Syalkh dengan berbagai riwayat pendukungnya dalam Zhilal Al-Jannah.
392 1 d:d %aBesar
tidak bisa dipaksakan, maka mestinya kita tidak merasa bangga atas
iman, amal, shalat, shiyam, dan semua amal kebaikan kita, jika itu
semua merupakan usaha kita. Apalagi sebenarnya semua ini
merupakan ciptaan Rabb dan anugerah-Nva yang diberikan kepada kita.
Jika kita membanggakannya sesungguhnya kita membanggakan sesuatu
yang bukan milik kita, yang kapan saja bisa diambil oleh yang punya.
Semua ini mungkin saja dicabut dari kita sehingga hati kita kembali
kosong dari kebaikan, lebih kosong dari perut binatang melata.
Berapa banyak kebun yang di waktu sore masih rimbun dengan
dedaunan yang hijau menawan, keesokan harinya menjadi kering gersang
dan dedaunannya berguguran karena ditiup oleh angin topan. Begitu pulalah
seorang hamba, sore hari ia berada dalam ketaatan kepada Rabbnya, hatinya
dipenuhi cahaya iman, namun keesokan harinya ia durhaka kepada Allah,
sehingga hatinya menjadi gelap dan berkarat. Itu semua adalah kekuasaan
Dzat yang Maha Perkasa lagi Maha Agung.
Wahai anak Adam, pena berjalan terus mencatat amal-amalmu,
sedangkan kamu lalai dan tidak tahu. Wahai anak Adam, tinggalkan-
lah nyanyian-nyanyian dan alat-alat musik; tinggalkanlah rumah-rumah
dan tempat tinggal, tingalkanlah persaingan di dunia ini, sehingga kamu
bisa melihat apa yang dilakukan takdir terhadapmu.
Merasa Aman dari Makar Allah ►►393
BERPUTUS ASA
DARI RAHMAT ALLAH758
64
Allah berfirman,
J 1 > lil' V' r- t!
Jj t,
’r*
'V %\
Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang
kafir. (Yusuffl 2] :87)
Allah >-•,* juga berfirman
' «isji L« Ujtj '-44-'' J>*i 44'
Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa
V - > 3 ^ s % s 4 s S f
<6j' v» ' «b ■ V Vg iJl jjjJ' uJ-LpL; li
Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri
mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah.”
Nabi -grt, bersabda
^ y & / ^ /
^ I U^>- i
Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian mati, kecuali dia
berprasangka baik kepada Allah A'9
758. Dosa besar ini untuk nomor ini tidak tercantum dalam kitab yang 6i-tahqiq. Demikian pula di dalam banyak
naskah lainnya. Dan saya mendapatkannya dari transkip Dar Ash-Shabuni yang ditahqiq oleh Abdul
Muhsin Qasim Al-Bazzaz.
759. Diriwayatkan oleh Muslim (2877) dari Jabir.
Berputus Asa dari Rahmat Allah ►►395
Duhai Rabb kami, kalau bukan karena cinta-Mu untuk memberi
ampunan, tentu tidak akan Engkau biarkan orang yang berbuat maksiat
Dan kalau bukan karena ampunan-Mu dan kemurahan-Mu tentu tidak
akan ada yang tinggal di dalam surga-Mu.
Ya Allah, Engkau maha Pengampun dan mencintai ampunan, maka
ampunilah kami.
Ya Allah, pandanglah kami dengan pandangan ridla, dan tetap-
kanlah kami di dalam barisan orang-orang yang baik, dan selamat-kanlah
kami dari barisan orang-orang yang jahat.
Ya Allah, wujudkanlah harapan dan cita-cita kami, perbaikilah amal-
amal kami dalam segala keadaan. Mudahkanlah jalan-jalan kami dalam
mencapai keridlaan-Mu. Bimbinglah kami kepada kebajikan, dan berilah
kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta jauhkanlah kami
dari adzab neraka.
Nasehat
Ar-Rabi’ berkata, “Berkata Imam Syafi’i «iife, 'Penyeru memanggil
dari arah Arasy, “ Mana si fulan, mana si fulan!” Semua orang yang
mendengar suara itu akan bergetarlah seluruh anggota tubuhnya. Lalu
kepada seseorang Allahk berfirman, “Kamulah yang dicari, majulah untuk
menghadap kepada Pencipta langit dan bumi!’’ Seluruh makhluk
mengarahkan pandangannya ke arah Arasy, orang itu diberdirikan di
hadapan Allah w . Kemudian Allah >•> menurunkan cahaya-Nya
kepada orang itu, menutupinva dari pandangan seluruh makhluk.
Kemudian Allah berfirman, “Wahai hamba-Ku, tidakkah kamu tahu bahwa
Aku mengetahui perbuatanmu di dunia?” Orang itu menjawab, “Benar,
rabbku.’’ Allah berfirman pula, “Wahai hamba-Ku tidakkah kamu pernah
mendengar bahwa orang yang durhaka kepada-Ku akan mendapat hukuman
dan siksa dari-Ku?” Orang itu menjawab, “Benar, Rabbku.” Allah
berfirman lagi, “Tidakkah engkau pernah mendengar bahwa orang yang
taat kepada-Ku akan mendapatkan balasan dan pahala dari-Ku?” Orang itu
menjawab, “Benar, Rabbku.” Allah berfirman lagi, “Wahai hamba-Ku,
kamu telah berbuat durhaka kepada-Ku?” Orang itu menjawab, “Duhai
Rabbku, memang itulah yang terjadi.” Allah berfirman pula, “Wahai
hamba-Ku, bagaimana persangkaanmu hari ini terhadap-Ku?” Orang itu
menjawab, “Oh Rabbku, aku mengharap Engkau memaafkan dan
mengampuniku.” Allah berfirman, “Wahai hamba-Ku, apakah kamu yakin
bahwa Aku akan memaafkan dan mengampunimu?” Orang itu menjawab,
396 1 D:o%* Besar
“Benar, duh Rabbku. Karena Engkau menyaksikan aku berbuat durhaka
namun Engkau telah merahasiakannya dari orang lain. ” Allah berfirman
pula, “Aku telah memaafkanmu, dan mengampunimu, serta membenarkan
persangkaanmu. Ambillah kitab (catatan amaljmu dari arah kananmu, apa
yang baik di dalamnya telah Aku terima, dan apa yang buruk telah Aku
ampuni, karena Aku Maha Pemberi lagi Maha Pemurah." ,b0
760. Nasihat ini dalam sebagian naskah dicantumkan di penghujung nasihat yang lalu, dan sebagian naskah
lainnya tidak menyebutkannya sama sekali. Dan menurut hemat saya letak yang sesuai dari nasihat ini
adalah di sini, di pembahasan dosa besar di atas, wallahu alam.
Berputus Asa dari Rahmat Allah ►► 397
D.sa
Besar
MENINGGALKAN SHALAT
JAMAAH LALU MENGERJAKAN-
NYA SENDIRIAN TANPA UDZUR
Ibnu Mas’ud menyampaikan sebuah hadits, bahwa Rasulullah
jAy, telah bersabda berkenaan dengan orang-orang yang meninggalkan
shalat jamaah:
dl'L
■j r'
Aku bermaksud untuk menyuruh seseorang mengimami shalat jamaah ini
(menggant ikanku) lalu aku pergi membakar rumah-rumah orang-orang yang
meninggalkan shalat jamaah.7''
Juga:
*» fo .X 'I - u 0 S , _ , . + ^ C - . J S' I-'’ ■■ f ■* ' ' t
■ • ,_> oSs-w + 2 ) —LP ^ a \ l_P 'i ^ P ^ # ' ,-P ' «-S ' ' , • * « « „.«J
J - \ l V ■ v O W “V -f ^ \ X w •*-'
•lUuJt
Hendaklah kaum-kaum itu berhenti dari perbuatan meninggalkan shalat
jamaah, atau nanti Allah benar-benar akan mengunci mati hati mereka,
kemudian mereka akan menjadi orang-orang yang lalai. 01
Beliau juga bersabda:
a- A - >''' 's, o s
^ip <0d Ljjj L di y yy*
Barangsiapa meninggalkan shalat Jumat tiga kali berturut-turut karena
761 . Takhrij-nya telah disebutkan d: muka.
762 Diriwayatkan oleh Muslim (865). An-Nasa'i (3/88). Ibnu Majah (794) dan Ad-Darimi (1570) dari Abu
Hurairah.
Meninggalkan Shalat Jamaah Lalu .... ►► 399
meremehkannya, niscaya Allah akan mengunci mati pintu hatinya.'
Rasulullah s® bersabda:
•xs-
Barangsiapa meninggalkan shalat Jumat tanpa halangan dan gangguan, maka
ia dicatat sebagai seorang munafik, yang tidak akan dihapus atau diganti. bt
Hafshah berkata, "Rasulullah Jgg bersabda:
i e'
A*
4
Pergi menghadiri shalat Jumat adalah wajib atas setiap orang yang sudah
dewasa. ^
Marilah kita memohon taufia kepada Allah untuk semua yang
dicintai dan diridlai-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Memberi lagi Maha
Pemurah.
763. Diriwayatkan oleh Ahmad (3/424). Abu Dawud (1052). At-Tirmidzi (500). An-Nasa’i dalam kitab Al-Junra-
(5), Ibnu Majah (1125). Ad-Darimi (1571). Al-Hakim (1/280) dan di-steh/Man oleh Asy-Syaikh dala”-
ShahihAl-Jami'(6U0}.
764. Diriwayatkan oleh Ibnu Hibbari (258) dan Ibnu Khuzaimah (1857) dari Abu Al-Ja'ad Adh-Oh&r^ldaaa-
sbab/b-kan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ta1iqnya atas Ibnu Khuza!mah.
765. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (342). An-Nasa'i dalam Al-Jumshl 9) dan Al-Baihaqi (3/187) dari Hafshan
dan di-sbah/h-kan oleh Asy-Syaikh dalam Shahih Al-Jami'{ 3521 ).
400 1 n~o :.,Bcsar
D
s a
Besar
TERUS MENERUS MENINGGALKAN
SHALAT JUM'AT DAN SHALAT
JAMAAH TANPA HALANGAN
Allah k-: berfirman:
i f * ,• -*(
J) &JU2
Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka
mereka tidak kuasa, (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah,
lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia)
diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera. (Al-Qalam:
42-43)
Ka'ab al-Ahbar berkata:
3 s t £■ > Z, f s
l S' ' ■ S' j ^ bj \ ^ I ^ l 0 Ujb y A
Ayat ini diturunkan sehubungan dengan orang-orang yang meninggalkan
shalat jamaah."
Sa'id bin Musayyib berkata, "Mereka dahulu mendengar seruan
hayya ’alash shalah hayya 'alal falak, namun mereka tidak memenuhi
panggilan itu, padahal keadaan mereka sehat tak kurang suatu apa.”
Dalam Shahih Bukhariy dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah
. bersabda:
Jb\i 3
■ 3 f
. > i,- » > < -
. , ^ -J (S f
f t O ' O * f 0 .. * . 3 0 '
j\ Jl jy^JU 'yb j aj:> J
*
Terus Menerus Meninggalkan Shalat Jumat .... ►► 40 I
Demi (Dzat) yang jiwaku ada di tangan-Nya. aku benar-benar telah berniat
untuk menyuruh mengumpulkan kayu bakar, kemudian menyuruh orang
menyerukan adzan, dan menyuruh seseorang untuk mengimami shalat
(menggantikanku) kemudian aku pergi kepada orang-orang yang mening-
galkan shalat jamaah, lalu aku bakar rumah-rumah mereka dengan api .7oh
Dalam Shahih Muslim ada juga sebuah hadirs dari Abu Hurairah
afs berbunyi:
L57
j jj-ZZJ
L*
r ub'
's\
t
jJSJ
-13
f t
Aku benar-benar telah berniat menyuruh para pemuda untuk mengumpulkan
seonggok kayu bakar, kemudian aku datangi orang-orang yang mengerjakan
shalat di rumah-rumah mereka tanpa sebab, lalu aku bakar rumah-rumah
mereka itu.7"1
Ayat dan hadits-hadits di atas berisi ancaman keras terhadap
orang yang meninggalkan shalat jamaah tanpa udzur.
Abu Davvud meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas
bahwa Rasulullah ^ bersabda:
g Jiy. y J? f. ju . I L* a ' i_ lu i os- ' Lb : • z* 5 i
*-*»-~*' ■ ^
^--0 jj' Li.7
Barangsiapa mendengar seman adzan dan tidak ada suatu halangan pun yang
menghalanginya dari memenuhi seruan itu -para sahabat bertanya, " Apakah
halangan itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab , "Takut atau sakit."- maka
shalat yang dikerjakannya (tidak di masjid) tidak akan diterima Allah.76*
Dari Ibnu Abbas juga, at-Tirmidziy meriwayatkan bahwa ia pernah
ditanya seseorang tentang seorang laki-laki yang rajin puasa dan bangun
malam (untuk shalat tahajjud) tetapi ia tidak mengerjakan shalat jamaah
dan shalat Jum’at, maka ia menjawab, 'jika ia mati, maka ia akan masuk
neraka."
Imam Muslim meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki buta
datang menemui Rasulullah igg, lalu berkata, "Wahai Rasulullah, saya
tidak mempunyai penuntun yang menuntun saya ke masjid, apakah
766. Takhrij-nya telah disebutkan di muka.
767. Diriwayatkan oleh Muslim (651 ).
768. dan 769. 7a/tfib/keduanya telah disebutkan di muka.
d:d%* Besar
402
saya diizinkan untuk mengerjakan shalat di rumah?'1 Beliau
mengizinkan-nya. Tetapi ketika orang itu berbalik hendak pulang, beliau
memanggil kembali seraya bertanya, " Apakah kamu mendengar seruan
adzan?" Orang itu menjawab, "Ya, saya mendengar." Beliau bersabda,
"Kalau begitu, penuhilah!" '
Dalam riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa Ibnu Ummi Maktum
datang menemui Nabi vm , lalu berkata, "Wahai Rasulullah, di
Madinah ini banyak serangga berbisa dan binatang buasnya, sedangkan
saya ini seorang yang buta. Apakah saya diizinkan mengerjakan shalat
di rumah?" Nabi menjawab, "Apakah kamu mendengar seruan 'hayya 'alash
shalah hayya 'alal f alah’?" Ibnu Ummi Maktum menjawab, "Ya, saya
mendengarnya." Beliau bersabda, "Kalau begitu, jawablah, datanglah (ke
masjid)!"
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Ibnu Ummi Maktum berkata,
"Wahai Rasulullah, saya seorang buta dan rumah saya jauh. Meskipun
saya punya orang yang menuntun saya tetapi saya tidak cocok
dengannya. Apakah saya mendapatkan keringanan?” Beliau menjawab,
"Datang dan jawablah!"
Di dalam kitab al-Mustadrak, Hakim meriwayatkan sebuah hadits
dengan syarat Bukhari-Muslim dari Ibnu 'Abbas bahwa Rasulullah
^ bersabda, "Barangsiapa mendengar suara adzan kemudian tidak ada
halangan yang menghalanginya untuk mengikutinya, maka tidak ada shalat
baginya (kecuali di masjid)." Para sahabat bertanya, "Apakah halangan
itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Takut dan sakit
Nabi juga bersabda, "Allah melaknat tiga golongan manusia;
orang yang memimpin suatu kaum sedangkan kaum itu tidak menyukainya,
wanita yang tidur sedangkan suaminya marah kepadanya, dan orang yang
mendengar seruan 'hayya 'alash-shalah hayya 'alal falah' , kemudian ia tidak
memenuhinya (shalat berjamaah di masjid)/73
Abu Hurairah uyk berkata:
■J* >
J* ^
'r*
O -U* Lzslks j o I ■ ~ ' / 'A j Y
Y
770. Diriwayatkan oleh Musiim (653) dan telah disebutkan di muka.
~7' . 772. 773. 774, 775. dan 776. Takhrij keseluruhannya telah disebutkan di muka.
Terus Menerus Meninggalkan Shalat Jumat .... ►► 403
"Lebih baik telinga manusia itu dituangi timah panas yang mendidih da ri
pada kalau ia mendengar suara 'hayya 'alash-shalah hayya 'alal f alah' lalu u:
tidak memenuhinya (shalat berjamaah di masjid)"77 4
'Ali bin Abu Thalib berkata:
l_^’l
jli
" Tidak ada shalat bagi tetangga masjid kecuali di masjid." beliau ditanya.
"Siapakah tetangga masjid itu?" Beliau menjawab, ‘Orang yang mendengar
adzan."
Beliau juga berkata, "Barangsiapa mendengar seruan adzan
kemudian ia tidak datang, maka shalatnya tidak akan melewati kepalanya
(tidak diterima), kecuali jika ia punya udzur."777
Imam Muslim meriwayatkan bahwa Ibnu Mas'ud berkata:
x ^ f ^ ^ ^ 3 - ^ 0 s * 9 % * ' ^ ' 3 * i ' > a..
O'1 <J — J2J' a-C* '_ip A: ' ^JLL jt a y*
' jJj f f J>^ O* —
3/ / J ^ 5 - — r» d 0 * } &
3 /, , . 9 ^"9 s a ' 9 • 9' ' * • 'f \\ ' ' \' * \' s f' ~ .»>0,
< -li. y P • p od-^uuJ'i l-L* c>~2-: Lo j
* % ''z"' , 0 i ' + > ' 9 > ~ ' %
pr } 1 J f -G j Jaj j> P J Lii.1 ' > j. ! U» ^ j LjpP C j \h
* . + i , . . +' 9 1 > + ( , -• 9 ^ .y® *
f. ^ Jsi y
f 3 e 0
d , _Ui
"Barangsiapa yang suka menemui Allah esok hari (pada hari kiamat) sebagai
seorang muslim, hendaklah ia memelihara shalat yang lima waktu ini di tempat
di mana ia diserukan (di masjid). Sesungguhnya Allah telah mensyari'atkan
untuk Nabi kalian 'sunan huda', aturan-aturan sebagai petunjuk. Dan sungguh
shalat jamaah itu termasuk 'sunan huda'. Jika seandainya kalian menunaikan
shalat di rumah seperti yang dikerjakan oleh orang yang meninggalkan (shalat
jamaah) di rumahnya sungguh kamu telah meninggalkan sunnah Nabi kalian.
Jika kalian sudah meninggalkan sunnah Nabi kalian, niscaya kalian tersesat.
Setahuku, dahulu tidak ada orang yang meninggalkan shalat jamaah kecuali
orang munafik yang sudah jelas kemunafikannya atau orang yang sakit. Dahulu
ada seseorang yang dibimbing oleh dua orang dan diberdirikan dalam shaf.
Demi mendapatkan keutamaan dan khawatir pada dosa
meninggalkannya"77"
404 °*Dcsa Besar
Pasal
Keutamaan shalat jamaah itu sangat besar seperti yang disebut-
kan dalam tafsir firman Allah. “Dan sesungguhnya telah Kami tulis di
dalam Zabur sesudah (sesudah Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya
bumi ini diwarisi oleh hamba-hamba- Ku yang shalih” (Al-Anbiya’: 105)
Mereka itu adalah orang-orang yang mengerjakan shalat lima
waktu secara berjamaah.
Firman Allah, “Dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan
dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.” (Yasin : 12)
Maksud dari 'bekas-bekas yang mereka tinggalkan' adalah langkah-
langkah mereka.
Rasulullah bersabda:
Ajjl
l/HV J*
4!' O
J. 1/
Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian berjalan menuju ke salah satu
rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) untuk menunaikan salah satu fardlu
dari fardlu-fardlu shalat yang telah diwajibkan Allah, maka setiap langkah
yang dilangkahkannya akan menghapuskan satu dosanya, dan langkah yang
lainnya menaikkan satu derajat f ’
' o * s * % * t f > ' ' o * ' it ' '
j jjjJj j ^Juaj U J s- J y lilj
f • • » 5 i’ ' 9 , £ > “T.. '°4 i 55 * u,
• \ 5 >J L» ^ ijl 4J
Apabila ia selesai shalat, malaikat akan memohonkan ampunan baginya selama
ia masih berada di tempat ia shalatnya. Malaikat berkata, "Ya Allah, ampunilah
dia! Ya Allah, rahmatilah dia!". Begitu selama ia tidak mengganggu di situ dan
tidak berhadats.77S
Rasulullah bersabda,
aIJI J j b ^lj 1 jJli 4j r -
; < GliasU' Aj aJJ|
\1a
jj* U'
777. Diriwayatkan oleh Muslim (666) dari hadits Abu Hurairah.
778. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (477.647) dengan lafal "Shalaturrajuli fil jama'ah." Al-Hadits.
Terus Menerus Meninggalkan 5halat Jumat .... ►► 405
s 3 s , ^ : f o - -- -- o -• o A s ,
Jjt; a“>L^2Jl jUijl t [!izs*j't a t ajlSsJoJl ^1 s- t, yjs ji\ f- ll Mt Jli
_2>LT^jl /^SvJjj a^lA-vaiJ'
"Maukah kalian aku beritaku suatu amal yang dengannya Allah akan
menghapuskan dosa dan meninggikan derajat?" Para sahabat menjawab,
"Tentu, wahai Rasulullah!" Beliau bersabda, "Menyempurnakan wudlu sampai
ke tempat yang sulit, memperbanyak langkah menuju ke masjid, dan menunggu
shalat berikutnya seusai mengerjakan shalat. Itulah ribath (berjaga dalam
jihad)! Itulah ribath!"779
779. Diriwayatkan oleh Malik (1/176), Muslim (251), An-Nasa’i (1/89), At-Tirmidzi (51 .52) dan Ibnu Khuzairan
(2/277) dari AbuHurairah.
D0.sa
Besar
MENDATANGKAN KERUGIAN
DALAM WASIAT
Aliah sS berfirman.
S ^ s o s .
> ' 0 ■ o eT-' •" > „ i 0
ji 4^3 j -k*j ^
Sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau atau sesudah dibayar
hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (An-Nisa’:
12)
Yakni, orang yang akan meninggal itu memberi wasiat kepada ahli
warisnya agar melunasi hutang seseorang dengan tujuan
mendatangkan kerugian kepada ahli waris. Ini dilarang oleh Allah. Allah
berfirman, “(Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari'at yang
benar-benar dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.”
(An-Nisa’: 12)
Ibnu 'Abbas berkata, "Maksudnya adalah apa-apa yang
dihalalkan Allah dari ketetapan-ketetapan-Nya dalam perkara warisan."
Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya (An-Nisa’: 13 dan 14)
Yakni dalam masalah warisan.
Niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya
sungai sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan
yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan
melanggar ketentuan-ketentuan-Nya (An-Nisa’: 13-14)
Mujahid berkata, "Yakni mendurhakai dalam masalah warisan •. t- .
sudah ditetapkan oleh Allah."
'Ikrimah meriwayatkan dari Ibnu Abbas katanvi -
orang yang tidak rela dengan pembagian yang sudah ditetap - m ‘ - *
Allah itu dan menentang apa yang difirmankan-Nya."
Mendatangkan Kerugian Dalam Wasiat ►► ~
Al-Kalbiy berkata, "Maksudnya adalah orang yang mengingkari
pembagian Allah dalam perkara warisan itu."
Niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di
dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. (An-Nisa’: 14)
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya ada seorang laki-laki atau perempuan yang benar-benar
berbuat ketaatan kepada Allah selama enam puluh tahun, kemudian datang
padanya ajalnya, lalu keduanya membuat wasiat yang mendatangkan mudlarat
(bagi ahli warisnya), maka mereka pun wajib masuk neraka.”
kemudian Abu Hurairah membacakan ayat:
T' . » ' « • 0 ?7' ' '
\ jS* y 1_£j yi 4-w^3 J
sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau atau sesudah dibayar
hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris).7*0
Demikian diriwayatkan oleh Abu Dawud.
Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda, "Barangsiapa membawa
lari warisan seorang ahli waris, maka Allah akan memutuskan warisannya
dari surga."78'
Juga,
* * * ' 0 L Z ' ^ *
OjU , yj aJ®- j>- Iti 4JJ' j;
Sesungguhnya Allah telah memberikan hak kepada setiap orang yang berhak,
maka tidak ada lagi wasiat untuk ahli waris.782
780. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (2867) dan At-Tirmidzi (2215) dari Abu Hurairah dan di-d/ia'/f-kan oleh Asy-
Syaikh dalam Dha‘ifAI-Jami'(t457).
781 . Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (2703) dan di-dha'/T-kanoleh Asy-Syaikh dalam Dhalflbni Majah no (590'
dan juga dalam Al-Misykah (3078), sedangkan hadits diriwayatkan oleh Anas.
782. Diriwayatkan oleh Abdur Razzaq (1 6308), Ahmad (5/267), Abu Dawud (2853), At-Tirmidzi (665,2253), Ibnu
Majah (2007,27 1 3), Ath-Thabrani (7615) dan Al-Baihaqi (4/1 93) dari Abu Umamah dan di-s/iah/Man oleh
Asy-Syaikh dalam Al-trwa '(1 41 3,1 655) dan Shahihul Jami' ( 1 788,1 789).
D‘D?sa Besar
408
D#sa
Besar
MAKAR DAN TIPU DAYA
Allah i?: berfirman:
. ‘
Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain kepada ; :
merencanakannya sendiri. (Faathir: 43)
Nabi bersabda:
. • :
i i • - 0 I 'S’ >
Makar dan tipu daya itu dalam neraka. 83
Beliau juga bersabda:
jll< Vj v_- >■ 4jJrl V
Penipu, orang yang kikir, dan orang yang suka mengungkit-ungkit pemberian
tidak akan masuk surga.7*4
Mengenai orang-orang munafik, Allah berfirman:
»•*•* - > ' 0. > , - 1
jfi j Aill J
Mereka (orang-orang munafik) menipu Allah, dan Allah akan membalas
tipuan mereka. (An-Nisa’: 142)
Al-Wahidiy berkata, "Mereka itu (orang-orang munafik) akan
diperlakukan sebagaimana yang dilakukan oleh seorang penipu kepada
783. Shahih. Riwayat ini datang dari Anas, Qais Bin Sa’ad, Abu Hurairah, Abdullah Bin Mas’ud, Mujahid dan
Hasan, lihat fak/in/hadits ini dalam Ash- Shahihah (1057).
784. Ta/tfin/-nyatelah disebutkan di muka.
Makar dan Tipu Daya ►►409
korbannya. Nanti mereka akan diberi cahaya seperti orang-orang yang
beriman, lalu ketika mereka berjalan melewati shirath, cahaya mereka
pun dipadamkan, sehingga tinggallah mereka dalam kegelapan."
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah bersabda:
i - - , > ' > - > ' * .. e t t i f o J » - C, t '
J j J J rr w2j i’ J
klJjDj yiJULfcl
Penghuni neraka itu ada lima; beliau menyebut salah satunya adalah seorang
laki-laki yang pagi hari atau pun sore hari selalu menipumu tentang keluarga
dan hartamu ,785
785. Diriwayatkan oleh Muslim (2865) dari lyadh bin Himar.
o:Dasa Besar
410
D$sa
Besar
MEMATA-MATAI ORANG-ORANG
ISLAM DAN MEMBEBERKAN
RAHASIA MEREKA
Berkenaan dengan hal tersebut adalah cerita tentang Hathib bin
Abu Baltha'ah yang mana Umar ingin membunuhnya. Namun
Rasulullah %££, mencegahnya karena Hathib termasuk salah seorang
sahabat yang ikut perang Badar.786
Apabila perbuatan menjadi mata-mata ini mengakibatkan mele-
mahnya kekuatan Islam dan umat Islam, pembunuhan, penawanan,
dan perampasan, atau salah satu dari hal tersebut apapun pelakunya
termasuk orang yang membuat kerusakan di muka bumi, meng-
hancurkan pertanian dan keturunan. Maka hukumannya jelas yaitu
dibunuh dan dia berhak untuk menuai siksa.
Kita memohon ampunan kepada Allah, juga kesejahteraan batin.
Dus, semua orang yang memiliki perasaan normal pasti mengerti
bahwa jika namimah saja termasuk dosa besar yang diharamkan, maka
namimah yang diakibatkan oleh seorang mata-mata tentunya lebih
besar dan hebat.
Kita berlindung kepada Allah dari semua itu dan memohon
ampunan kepada-Nya, juga kesejahteraan batin. Sesungguhnya Dia
Maha Lembut, Maha Mengetahui, Maha Pemurah, lagi Maha Mulia.
786. Kisahnya diriwayatkan oleh Al-Bukhari (3007) dan Muslim (2494) dari hadits Ali.
Memata-matai Orang-Orang Islam dan Membeberkan Rahasia Mereka ►►411
DJsa
Besar
MENCELA SALAH SEORANG
SAHABAT NABI
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah
bersabda:
. AiiT lui ifl • J (_£.slp Jli <Jj' j'
"Sesungguhnya Allah berfirman, 1 Barangsiapa memusuhi salah seorang wali-
Ku maka Aku mengumumkan perang dengannya ,"78"
Keduanya juga meriwayatkan bahwa beliau bersabda:
Y - y- . Y ' f “ f h ' -f' t o f , h , ' . f. i ) ; j
li> wb>- i j > jj aJ-a ^ j ' y j
t' y'' o y * Z t ' i' 0 Z y . *y ' t £
a h' » -L* ii o' L* L-*-2 -'j»-'
"Janganlah kalian mencela para sahabatku! Demi Yang jiwaku ada di tangan-
Nya, jika pun ada di antara kalian yang menginfakkan emas sebesar bukit
Uhud, sungguh nilainya tidak sampai satu 'mudd' dari (infak) mereka, bahkan
tidak pula setengahnya ."78S
Nabi g| juga bersabda:
\yA fy p: h' y I p a13' 4_U' p 4-U' 1'
' oe o y 9 t $y f
r!i' jr*.J y“s y* j o, .
J ^ ^ ^ S y ^ ^ y y ^ y S y ^ y y
oJo-U j' jiY «j -»11' ts'A -y» • iii' <ji' Jii
Allah... Allah ... berkenaan dengan para sahabatku! Janganlah kalian men-
~z~ ~3<hriJ nya telah disebutkan di muka.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (3673). Muslim (2541 ). Ibnu Majah (161), Ibnu Hibban (6994) dan Abu Ya'la
i1171) dari Abu Sa’id.
Mencela Salah Seorang Sahabat Nabi ►►413
jadikan mereka sebagai sasaran sepeninggalku. Barangsiapa mencintai mere-
ka, maka dengan segala rasa cintaku aku mencintainya. Barangsiapa mem-
benci mereka, maka dengan segala kebencianku aku membencinya. Barang-
siapa menyakitinya sesungguhnya telah menyakitiku. Barangsiapa menyaki-
tiku berarti telah menyakiti Allah. Dan barangsiapa menyakiti Allah, hampir
saja Allah mengambilnya (mencabut nyawanya).”7*9
Hadits di atas dan beberapa hadits lain yang semisal dengannya
memberi keterangan tentang orang yang menjadikan mereka sebagai
sasaran cela, membuat kedustaan atas mereka, mencemoohkan mereka,
mengkafirkan mereka, dan bersikap lancang terhadap mereka
sepeninggal Rasulullah sg.
Kata-kata Nabi »yg 'Allah ... Allah ...' adalah peringatan. Seperti
ucapan seseorang 'Api ... api ...'. Maksudnya 'berhati-hatilah terhadap
api. Kata-kata Nabi gg, janganlah kalian menjadikan mereka sebagai sasaran
sepeninggalku' maksudnya janganlah menjadikan mereka sebagai sasaran
untuk dicela dan dicaci-maki. Ini seperti ungkapan 'Ia menjadikan orang
itu sebagai sasaran untuk dicela, artinya menjadikannya sebagai target
untuk dicela. Kata-kata Nabi gg, ‘Barangsiapa mencintai mereka, maka
dengan segala rasa cintaku aku mencintainya. Barangsiapa membenci mereka,
maka dengan segala kebencianku aku membencinya.' adalah untuk
menunjukkan keutamaan mereka. Mencintai para sahabat haruslah
karena mereka adalah orang-orang yang telah menemani Rasulullah
#g, menolongnya, beriman kepadanya, menghormatinya, serta
membelanya dengan nyawa dan harta. Barangsiapa mencintai mereka
pada hakekatnya mencintai Nabi sg pula. Maka mencintai para sahabat
Nabi adalah tanda cinta kepada Nabi, membenci mereka adalah tanda
benci kepada Nabi gg. Sebagaimana telah disebutkan dalam sebuah
hadits shahih,
i j Lu2J |
'Mencintai (sahabat) Anshar adalah bagian dari iman sedangkan membenci
mereka adalah bagian dari kemunafikan. '79°
Semua ini dikarenakan kesegeraan mereka dalam menerima Islam
dan mujahadah (kesungguhan dan jihad) mereka memerangi musuh-
musuh Allah bersama Rasulullah gg Termasuk di sini mencintai Ali
0e> . Keterangan tentang keutamaan para sahabat bisa didapat dari kajian
789. Takhri} nya telah disebutkan di muka.
790. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (3784) dan Muslim (74) dari Anas, Al-Bukhari (3783) dan Muslim (75) dari Al-
Barra'.
414 1 o:o%:iBesar
terhadap keadaan mereka, perjalanan hidup mereka, dan atsar mereka
yang meliputi kesegeraan mereka menuju iman, jihad memerangi
orang-orang kafir, penyebaran dien, penegakan syiar-syiar Islam,
meninggikan kalimat Allah, serta pengajaran perkara-perkara yang
diwajibkan Allah dan sunnah Nabi-Nya, baik pada zaman Nabi dan
juga sepeninggal beliau. Jikalau bukan karena mereka tidak akan ada
bagian dari perkara dien ini yang sampai kepada kita; pokok-pokoknya
dan juga cabang-cabangnya.
Maka barangsiapa mencaci-maki dan atau mencela mereka
sungguh ia telah keluar dari dien ini dan telah pula menyimpang dari
'millah' orang-orang Islam. Sebab cacian atau celaan tidak akan lahir
selain dari i'tiqad, keyakinan bahwa mereka bukanlah orang baik-baik,
atau dari kedengkian kepada mereka yang terpendam, atau
pengingkaran terhadap pujian yang Allah sebutkan dalam kitab-Nya
dan dinyatakan oleh Rasulullah dalam hadits-hadits beliau. Juga hadits-
hadits tentang keutamaan mereka, budi pekerti mereka, dan kecintaan
mereka. Mereka adalah 'jalan' terbaik bagi yang ma'tsur dan yang
manqul. Mencela 'jalan' berarti mencela 'tujuan'. Mencela 'pembawa’
berarti mencela 'yang dibawa’ bula. Ini semua tampak jelas bagi siapa
saja yang mau mengkajinya, yang terbebas dari kemu-nafikan,
ke: indiqan, dan terbebas pula dari ’ilhad’ terhadap aqidah yang benar
berkenaan tentang mereka. Untuk semua ini banyaknya kabar dan
nadits tentangnya semestinya cukup untuk dijadikan sebagai dasar.
Seperti sabda Nabi s^g, "Sesungguhnya Allah memilihku dan memilihkan
para sahabat untukku. Allah menjadikan mereka sebagai 'wazir' menteri,
anshar' penolong, dan 'ashhar' menantu/ mertua. Maka barangsiapa mencela
mereka niscaya ia akan mendapatkan laknat Allah, para malaikat dan seluruh
manusia. Allah tidak akan menerima infaknya dan tidak pula tindak adilnya
pada hari kiamat kelak."7-1
Anas bin Malik berkata, "Beberapa orang dari kalangan sahabat
Nabi Rasulullah mengadu, 'Sesungguhnya kami dicela.' Maka
Rasulullah bersabda, "Barangsiapa mencela sahabat-sahabatku niscaya
akan mendapatkan laknat dari Allah, malaikat, dan manusia seluruhnya."'92
Sahabat Anas juga meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda,
Sesungguhnya Allah memilihku dan memilih para sahabat untukku. Juga
meniadikan untukku para sahabat, para ikhwan, dan para menantu/ mertua.
~r ‘ I ■ ayatkan oleh Ibnu Abi Ashim (1 000) , Abu Nu'aim (2/11). Al-Hakim (3/632) dan di-c/ha Tf-kan oleh Asy-
3 . a -r dalam Dha'if Al- Jami' (1536).
~H Z - .'.ayalkan oleh Ibnu Adi (5/212) dan Al-Khathib dalam Tarikh- nya (14/241 ). Dan di-hasan-kan oleh Asy-
3 . a •' :a am ShahihAI-Jami'( 6285).
Mencela Salah Seorang Sahabat Nabi ►►415
Nanti akan datang suatu kaum sesudah mereka yang mencela dan mencaci-
maki mereka. Maka, janganlah kalian makan-minum bersama mereka, jangan
menikah dengan mereka, dan jangan pula mengerjakan shalat bersama
mereka."'9-''
Dari Abdullah bin Mas'ud igh bahwa Rasulullah bersabda:
"jika sahabat-sahabatku disebut-sebut maka tahanlah diri kalian (dari
mencelanya), jika perihal bintang-bintang disebut-sebut maka tahanlah diri
kalian (dari membicarakan dan mempercayainya) , dan jika perihal takdir
disebut-sebut maka tahanlah diri kalian . ”'94
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan disebut-
sebutnya takdir adalah dicari-carinya rahasia takdir sesuatu. Adapun
keadaan 'menahan diri' seperti tersebut di atas, maka itu adalah per-
tanda masih adanya iman dan ketundukan kepada perintah Allah. Begitu
pun dengan bintang. Barangsiapa meyakini bahwa ia memiliki pengaruh
di luar kehendak Allah telah musyriklah ia. Juga siapa saja yang mencela
sahabat-sahabat Rasulullah mencari-cari kekurangan dan aib
mereka, sungguh telah menjadi munafiklah ia. Kewajiban bagi seorang
muslim adalah mencintai Allah, mencintai Rasul-Nya, mencintai apa
yang beliau bawa serta, mencintai orang-orang yang melaksanakan
perintahnya, mencintai orang-orang yang berpegang kepada petunjuk
darinya dan beramal dengan sunnahnya, mencintai keluarganya, para
sahabatnya, istri-istrinya, anak-anaknya, budak-budaknya, para
pembantunya, mencintai orang-orang yang mencintainya, dan
membenci orang-orang yang menbencinya. Yang demikian ini karena
tali pengikat iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci
karena-Nya.
Ayyub as-Sukhtiyaniy berkata, "Barangsiapa mencintai Abu Bakar
berarti telah menegakkan mercusuar dien, barangsiapa mencintai Umar
ber-arti telah memperjelas jalan, barangsiapa mencintai 'Utsman berarti
telah berusaha mencari cahaya Allah, barangsiapa mencintai Ali berarti
telah ber-pegang teguh kepada tali yang kuat, dan barangsiapa
mengucapkan yang baik-baik tentang para sahabat Rasulullah berarti telah
terbebas dari kemunafikan."
Keistimewaan dan keutamaan para sahabat sungguh terlalu
banyak untuk disebutkan. Yang jelas ulama ahlus-sunnah telah
793. Diriwayatkan oieh Al-Uqaili (1/126) dalam biografi Ahmad bin Imran Al-Akhnas dari Anas, dan di-d/ia'/T-kan
oleh Asy-Syaikh dalam Dhalf At-Jami’ ( 1537).
794. Hadits Shahih. Dari Ibnu Mas'ud, Tsauban. Ibnu Umar, Thawus. dan semuanya dha'if, namun dengan
berhimpunnya berbagai riwayat ini dapat saling menguatkan, demikian yang dinyatakan Syaikh Al-Albani
dalam Ash- Shahihah.
416 1 Dluh*Besar
bersepakat bahwa sahabat yang paling utama adalah sepuiun sanaoat
yang dijamin oleh Rasulullah sg sebagai penghuni surga. Dari yang
sepuluh itu yang paling utama adalah Abu Bakar, lalu Umar bin
Khaththab, lalu Utsman bin 'Affan, lalu Ali bin Abu Thalib, semoga
Allah meridlai mereka semuanya. Tidak ada seorangpun yang
meragukan hal ini kecuali seorang ahli bid'ah dan munafik yang busuk.
Nabi telah menegaskan dalam sabdanya:
^ J ^ 3 , ^ 3 ^ ^ ^ ^ '
I 4-l! Ij IgJLp 1 a P «Ajlj • yA ^ 1 J) \ (, 1
A g „ g , T, - '
j b; *
" Berpegangteguhlah kalian semua kepada sunnahku dan surv:.:-.
rasyidin yang selalu mendapatkan petunjuk sesudahku. Gigitlah t".;:--.'.:.:
dengan gigi geraham. Dan jauhilah mengadakan perkara-perkara yang baru
(bid’ah)!"795
Khulafa'ur Rasyidin yaitu; Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali
Berkenaan dengan Abu Bakar Allah menurunkan firmanNva:
' s ' > ' o
jl SJtiUl •
Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di
antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan)
kepada kaum kerabat(nya), dan orang-orang yang miskin. (An-Nur: 22)
Sedang dia salah seseorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua
(At-Taubah: 40)
Kedua ayat di atas tidak diperselisihkan lagi bahwa keduanya turun
berkenaan dengannya. Rububiyyah Allah telah menyaksikan
persahabatannya dengan Rasul. Allah memberikan kabar gembira
kepadanya dengan sakinah. Dia pun menyebutnya dengan 'salah satu
dari dua orang'. Umar bin Khaththab pernah berkata, "Siapa yang lebih
utama dibandingkan dengan salah satu dari dua orang yang mana
ketiganya adalah Allah?"
Allah juga berfirman, “Dan orang yang membawa kebenaran dan yang
membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertapwa." (QS. az-
Zumar: 33)
795. Diriwayatkan oleh Ahmad (4/1 27), Abu Dawud (4607). At-Tirmidzi (4676), Ibnu Majah (42). Ad-Darimi (95),
Ibnu Hibban (5), Al-Hakim (1/94), Al-Khathib dalam Al-Kifayah (hal. 5). Ibnu Abi Ashim (27.34). Al-Ajurri
(46) dan dt-shahih-kan oleh Asy-Syaikh dalam Shahih Al-Jami’(2549).
Mencela Salah Seorang Sahabat KUA W -
Ja'far Shadiq pernah berujar, 'Tidak ada perselisihan lagi bahwa
orang yang datang dengan membawa kebenaran adalah Rasulullah
sedangkan yang membenarkannya adalah Abu Bakar Masih adakah
keistimewaan yang melebihi keistimewaannya di tengah-tengah para
sahabat?" Semoga Allah meridlai para sahabat semuanya.
4i8 d~d%* Besar
DOSA-DOSa
TJT3C * D
-'V
PENJABARAN TUNTAS 70 DOSA BESAR
MENURUT AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH
RASULULLAH telah menjabarkan secara terperinci akan berbagai dosa yang akan
mencampakkan manusia ke dalam kebinasaan yang kekal. Banyak di antara ulama
baik salaf maupun khalaf yang mengumpulkan hadits-hadits tentang dosa besar
agar senantiasa waspada dan berhati-hati, tidak terjerumus dalam murka Allah dan
laknat-Nya yang mengerikan.
Di antara kitab yang menjelaskan tentang dosa-dosa besar secara detail dan
lengkap adalah apa yang ditulis oleh seorang ulama salaf, Imam A dz-Dzahabi.
Kitab beliau yang mengupas dosa-dosa besar "Al-Kabair" termasuk di antara kitab
yang paling banyak mendapatkan perhatian para ulama di dalam mengambil
rujukan.
Kitab "Al-Kabair" merupakan karya beliau yang semula beliau tulis khusus bagi
'pembaca khusus'. Di dalam kitab ini beliau menampilkan topik-topik yang menarik
bagi mereka serta memberi manfaat bagi dien dan dunia mereka. Dengan bahasa
yang mudah dipahami, Imam Adz-Dzahabi mampu menjelas-kan bagian-bagian
yang sulit, yang biasa didapati dalam kitab-kitab ilmiah yang membahas topik
khusus, buah karya para ulama dan para pencari ilmu.
Ungkapan-ungkapan beliau dalam kitab ini laksana petuah seorang "Wa'idi
Mursyid" (pemberi peringatan nan bijak) yang menceritakan kemaslahatan
manusia dan meluruskan akidah serta perilaku mereka. Imam Adz-Dzahabi
memaparkan semua pembahasan dengan bahasa yang sederhana, mudah
dipahami, jelas, dan menarik. Beliau menjauhi hal-hal yang rumit, samar dan
dibuat-buat. Maka jadilah kitab ini berguna bagi para khatib, pemberi peringatan,
pemberi petuah bagi orang-orang yang lalai dan bingung. Serta menjadi teguran
bagi ahli maksiat dan orang-orang yang menyimpang. Selain itu ia juga menjadi
penuntun bagi orang-orang yang memiliki tekad membaja di dalam menempuh
jalan Allah, jalan al-haq, jalan kebenaran.
Penerbit Pustaka Arafah
Jl. Semenromo Gg. Mawar No. 9
Ngruki Cemani Solo
Telp. (0271) 721618 Fax (0271) 720426
email : pustaka_aralah@eramuslim.com
j
\